Anda di halaman 1dari 19

SPESIFIKASI TEKNIK

REVITALISASI SITU HIYANG DI KAB. CIAMIS

I. SPESIFIKASI UMUM
1.1. Umum
Revitalisasi Situ bertujuan mengembalikan fungsi situ sebagai tampungan air untuk
menampung air di musim hujan dan menanggulangi kekurangan air dimusim kemarau
untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

1.2. Lokasi Pekerjaan


Secara administratif lokasi Situ Hiyang terletak di Desa Sadewata Kecamatan Lumbung
Kabupaten Ciamis, sedangkan secara geografis terletak pada kisaran X : -7.123493 dan Y :
+ 108.325431.
Untuk mencapai lokasi dengan menggunakan kendaraan roda empat dari Kantor Balai
Besar Wilayah Sungai Citanduy Kota Banjar ke arah Barat dengan waktu tempuh ± 120
menit menuju Desa Sadewata, kemudian sekitar ± 3 Km jalan Desa Sadewata menuju
lokasi.

1.3. Standar
1. Permen PUPRNo. 28/PRT/M/2016 tentang Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP)
Bidang Pekerjaan Umum tanggal 1 Agustus 2016.
2. Permen PUPR No. 31/PRT/M/2015 tentang Perubahan ketiga atas peraturan Menteri
Pekerjaan umum Nomor : 07/PRT/M/2011 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan
Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi.
3. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 4 Tahun 2009 tentang Sistem Manajemen
Mutu
4. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2014 tentang Pedoman Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang Pekerjaan
Umum.
5. Bila ada pasal-pasal tidak ada Standar Nasional Indonesia (SNI) maka dipakai Standar
sesuai Spesifikasi Teknik.

1.4. Pengertian
 Direksi pekerjaan adalah pejabat atau orang yang ditentukan dalam syarat-syarat
khusus kontrak untuk mengelola administrasi kontrak dan mengendalikan pekerjaan.
Direksi pekerjaan dijabat oleh Pejabat Pembuat Komitmen, namun dapat dijabat oleh
orang lain yang ditunjuk oleh Pejabat Pembuat Komitmen.
 Direksi teknis adalah tim yang ditunjuk oleh direksi pekerjaan yang bertugas untuk
mengawasi pekerjaan;
 Penyedia Jasa adalah badan usaha yang kegiatan usahanya menyediakan layanan jasa;
 Pejabat Pembuat Komitmen adalah Pejabat Yang diangkat oleh Pengguna
Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran sebagai pemilik pekerjaan yang bertanggung
jawab atas pelaksanaan pengadaan jasa. Nama, jabatan dan alamat Pejabat Pembuat
Komitmen tercantum dalam syarat-syarat khusus kontrak;

Tahun Anggaran 2019 Page 1


SPESIFIKASI TEKNIK
REVITALISASI SITU HIYANG DI KAB. CIAMIS

1.5. Aspek– aspek yang Perlu Diperhatikan


1) Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( RK3K )
Penyedia Jasa pekerjaan konstruksi harus memperhatikan ketentuan system
manajemen K3 dan Undang-Undang Keselamatan Kerja.Ketentuan-ketentuan tersebut
harus diadopsi oleh pelaksana pekerjaan dalam prosedur/manual pekerjaan secara
menyeluruh untuk setiap tahapan pekerjaan, mulai dari tahap pekerjaan persiapan
hingga pemeliharaan setelah penyerahan pekerjaan.
2) Aspek Lingkungan
Sebelum melaksanakan kegiatan fisik di lapangan, Penyedia Jasa harus membuat
program dampak lingkungan yang terjadi akibat pelaksanaan kegiatan dengan
mengacu pada Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) atau Upaya
Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) atau
Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) atau manual prosedur pengelolaan/
pemantauan lingkungan (jika RKL/RPL atau UKL/UPL tidak ada). Program ini harus
mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan.
3) Aspek Administrasi
Penyedia Jasa pekerjaan konstruksi harus memiliki prosedur dan tata cara
administrasi yang baku dalam bentuk surat menyurat, surat pengumuman, surat
undangan dan surat-surat lainnya untuk menunjang seluruh kegiatan pekerjaan.
Seluruh dokumen pekerjaan mulai dari pekerjaan persiapan, pelaksanaan, serah
terima, dan pemeliharaan harus didokumentasikan secara sistematis sesuai dengan
kelompok pekerjaan, urutan waktu, atau kategori lain yang dianggap
penting.Dokumentasi diperlukan guna menunjang laporan kegiatan (Laporan
Mingguan dan Bulanan).
4) Aspek Ekonomis
Penyedia Jasa pekerjaan wajib memperhatikan efektifitas dan efisien
pelaksanaan.Termasuk dalam hal ini aspek SDM, Peralatan, dan pengadaan
bahan.SDM yang digunakan harus secara efektif dapat memenuhi kebutuhan jadwal
dan kualitas pekerjaan. Jumlah dan jenis peralatan-peralatan pendukung kerjaan harus
diperhitungkan dengan seksama sesuai jadwal pekerjaan terutama bila peralatan-
peralatan tersebut diadakan dengan sewa. Pengadaan bahan/material harus
diupayakan efektif sesuai pekerjaan yang dijadwalkan.
5) Aspek Sosial dan Budaya
Penyedia Jasa pekerjaan konstruksi berkewajiban memperhatikan kondisi social dan
budaya masyarakat di lokasi pelaksanaan pekerjaan. Hal-hal yang cukup sensitif,
seperti gangguan kebisingan pada waktu ibadah, waktu istirahat, hal-hal yang
ditabukan, atau lokasi-lokasi yang dianggap suci oleh masyarakat setempat sedapat
mungkin dihindarkan dari gangguan pekerjaan atau personil yang terlibat dalam
pekerjaan.

1.6. Program Pelaksanaan dan Laporan


a. Program Pelaksanaan
Membuat Rencana Mutu Kontrak (RMK) sesuai dengan Kaidah Permen PUPR
Nomor : 04/PRT/M/2009 dan program pelaksanaan sesuai dengan syarat-syarat teknis

Tahun Anggaran 2019 Page 2


SPESIFIKASI TEKNIK
REVITALISASI SITU HIYANG DI KAB. CIAMIS

dengan menggunakan Program Kerja/Bagan Waktu Pelaksanaan. Program tersebut


harus dibuat dalam dua bentuk yaitu bar-chart dan daftar yang memperlihatkan setiap
kegiatan :
1). Mulai tanggal paling awal
2). Mulai tanggal paling akhir
3). Waktu yang diperlukan
4). Waktu float/pengadaan
5). Jumlah tenaga kerja, peralatan dan bahan yang diperlukan.
b. Laporan Kemajuan Pelaksanaan
1. Laporan Harian.
 Untuk keperluan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan di
lapangan penyedia jasa wajib membuat buku harian. Buku harian diisi oleh
penyedia jasa dan diketahui oleh direksi teknis, mencatat seluruh rencana dan
realisasi aktivitas pekerjaan sebagai bahan laporan harian.
 Laporan harian dibuat oleh penyedia jasa, diperiksa dan disetujui oleh direksi
teknis.
 Laporan harian berisi :
 Tugas, penempatan dan jumlah tenaga kerja di lapangan;
 Jenis dan kuantitas bahan di lapangan;
 Jenis, kapasitas, jumlah dan kondisi peralatan di lapangan;
 Jenis dan kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan;
 Cuaca dan peristiwa alam lainnya yang mempengaruhi pelaksanaan
pekerjaan;
 Catatan lain yang dianggap perlu.
 Dari laporan harian harus dapat diperoleh informasi sebab-sebab terjadinya
keterlambatan pelaksanaan pekerjaan, apakah disebabkan karena kerusakan
peralatan, penyediaan personil/bahan/peralatan terlambat, atau disebabkan
keadaan cuaca buruk.
 Laporan harian dibuat sekurang-kurangya dibuat dalam 3(tiga) rangkap untuk
didistribusikan kepada :
 Asli untuk Pejabat Pembuat Komitmen;
 Tindasan pertama untuk penyedia jasa;
 Tindasan kedua untuk direksi teknis.
2. Laporan mingguan
 Laporan mingguan merupakan rangkuman dan akumulasi volume laporan
harian dan berisi hasil laporan kemajuan fisik pekerjaan mingguan serta
catatan yang dianggap perlu.
 Laporan mingguan dibuat oleh penyedia jasa, diperiksa dan disetujui direksi
teknis.
 Laporan mingguan dibuat sekurang-kurangnya dalam 3(tiga) rangkap untuk
didistribusikan kepada :
 Asli untuk Pejabat Pembuat Komitmen;
 Tindasan pertama untuk penyedia jasa;
 Tindasan kedua untuk direksi teknis.

Tahun Anggaran 2019 Page 3


SPESIFIKASI TEKNIK
REVITALISASI SITU HIYANG DI KAB. CIAMIS

3. Laporan bulanan
 Laporan bulanan merupakan rangkuman dan akumulasi laporan mingguan
dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan bulanan serta catatan yang dianggap
perlu.
 Laporan bulanan dibuat oleh penyedia jasa, diperiksa oleh direksi teknis dan
disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen.
 Laporan bulanan dibuat sekurang-kurangnya dalam 3 (tiga) rangkap untuk
didistribusikan kepada :
 Asli untuk Pejabat Pembuat Komitmen;
 Tindasan kedua untuk penyedia jasa;
 Tindasan ketiga untuk direksi teknis.
4. Laporan direksi teknis
 Direksi teknis wajib membuat laporan bulanan yang akan digunakan sebagai
dasar pembayaran, meliputi :
 Hasil pengawasan pelaksanaan pekerjaan;
 Hasil kualitas pekerjaan;
 Hasil perhitungan kuantitas pekerjaan;
 Foto-foto hasil pelaksanaan pekerjaan;
 Laporan lain yang dianggap perlu.
 Laporan direksi teknis dibuat sekurang-kurangnya dalam 2 (dua) rangkap
untuk didistribusikan kepada :
 Asli untuk Pejabat Pembuat Komitmen;
 Tindasan pertama Kepala Satuan Kerja;
Sebelum tanggal 5 (lima) setiap bulan penyedia jasa harus menyerahkan salinan
laporan kemajuan bulanan dalam bentuk yang telah disetujui oleh Direksi Teknis, dan
menggambarkan secara detail kemajuan pekerjaan selama bulan terdahulu.
Laporan sekurang-kurangnya harus berisi hal-hal sebagai berikut :
1) Prosentase kemajuan pekerjaan berdasarkan kenyataan yang dicapai pada bulan
laporan maupun prosentase rencana yang diprogramkan pada bulan berikutnya.
2) Prosentase dari tiap pekerjaan pokok yang diselesaikan maupun prosentase
rencana yang diprogramkan harus sesuai dengan kemajuan yang dicapai pada
bulan laporan.
3) Rencana kegiatan dalam waktu dua bulan berturut-turut dengan ramalan tanggal
permulaan dan penyelesaian.
4) Daftar tenaga buruh setempat.
5) Daftar perlengkapan konstruksi peralatan dan bahan di lapangan yang digunakan
untuk pelaksanaan pekerjaan termasuk yang sudah datang dan dipindahkan dari
lapangan.
6) Jumlah volume dari berbagai pekerjaan yang merupakan bagian pekerjaan tetap.

1.7. Dokumentasi
a. Penyedia jasa diwajibkan membuat dan menyerahkan foto-foto dokumentasi kegiatan
untuk laporan progres pekerjaan dilaksanakan.
b. Minimum 3 (tiga) gambar yang harus diambil pada tiap lokasi yang memper-lihatkan
keadaan sebelum mulai pelaksanaan (0 %), keadaan dalam tahap pelaksanaan
konstruksi (50 %) dan keadaan dalam penyelesaian (100 %). Foto-foto pada tiap

Tahun Anggaran 2019 Page 4


SPESIFIKASI TEKNIK
REVITALISASI SITU HIYANG DI KAB. CIAMIS

lokasi harus diambil dengan arah yang tertentu dan tetap dalam ketiga-tiganya
keadaan tersebut diatas dengan posisi dan latar belakang yang sama serta dipakai
sebagai tanda dari lokasi tersebut.
c. Foto-foto tersebut diletakkan dalam album dan digandakan 3 (tiga) rangkap untuk
diserahkan pada waktu penyelesaian pekerjaan, lengkap dengan foto ukuran 25 R
untuk 1 rangkap dan dibingkai.
d. Foto-foto pelaksanaan pekerjaan di back up dalam CD 2 (dua) buah.
e. Pembayaran pekerjaan dokumetasi akan dilaksanakan secara lumpsum seperti yang
tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

1.8. Pembayaran Pekerjaan


Pengajuan penarikan pembayaran pekerjaan (termijn) boleh dilakukan bila secara teknis
pekerjaan tersebut sudah selesai dan memenuhi syarat sesuai dengan spesifikasi.
Pengajuan penarikan pembayaran (termijn) harus dilengkapi dengan data pendukung
berupa data gambar, perhitungan volume (back up) dan foto dokumentasi yang disetujui
oleh Pengawas Pekerjaan dan Direksi Pekerjaan.
Jika menurut pendapat Direksi, bahwa mutu dari suatu pekerjaan tidak memenuhi syarat
maka tidak akan diperhitungkan sebagai prestasi pekerjaan sehingga tidak mendapatkan
pembayaran.

Tahun Anggaran 2019 Page 5


SPESIFIKASI TEKNIK
REVITALISASI SITU HIYANG DI KAB. CIAMIS

II. SPESIFIKASI TEKNIK


A. PEKERJAAN PERSIAPAN

1. Pembuatan Papan Nama Proyek


Penyedia jasa harus membuat dan memasang papan nama proyek pada lokasi
pekerjaan pada tempat yang telah ditentukan atau sesuai dengan petunjuk Direksi.
Papan nama proyek tersebut berukuran 90 cm x 120 cm, terbuat dari bahan yang tahan
terhadap cuaca panas, hujan dan karat seperti seng aluminium yang dilapisi oleh cat
warna dasar putih rangka dari pipa besi berdiameter 2", ditanam dalam tanah dan
diberi penguat sebagaimana mestinya.
Papan nama tersebut harus bertuliskan informasi yang jelas mengenai nama proyek,
Pemberi tugas, pelaksana, jangka waktu pelaksanaan, nomor kontrak dan keterangan-
keterangan lain yang ditentukan atau sesuai dengan petunjuk Direksi.

2. Mobilisasi / Demobilisasi Peralatan


Peralatan yang digunakan salah satu kebutuhan utama untuk dapat tercapainya
pelaksanaan pekerjaan sehingga kealat yang dibutuhkan adalah :
Theodolith Unit 1,000
Molen beton 0.50 m3 Unit 3,000
Stamper Unit 2,000
Pompa air 3" Unit 3,000
Dump truck 5 ton Unit 3,000
Exavator Backhoe 0,8 m3 Unit 2,000
Bulldozer 15 ton Unit 1,000
Ponton unit 2,000

a. Penyedia Jasa diwajibkan mengadakan mobilisasi peralatan dan personil yang akan
dipakai dan ditugaskan secara penuhdalam pelaksanaan pekerjaan.
b. Biaya mobilisasi / demobilisasi peralatan dan personil adalah biaya yang dibutuhkan
untuk mendatangkan maupun mengembalikan alat-alat ke dan atau dari lokasi
pekerjaan.
c. Pemindahan keluar segala peralatan maupun pengalaman personil yang diperlukan
untuk pelaksanaan pekerjaan ini dari lokasi pekerjaan harus mendapat persetujuan
Direksi.
d. Pembayaran pekerjaan mobilisasi dilakukan atas dasar harga lumpsum untuk setiap
alat dan akan dilakukan dalam 2 (dua) tahap, yaitu :
1. 70% (tujuh puluh persen) pada awal pekerjaan, dan
2. 30% (tiga puluh persen) pada saat pekerjaan yang termasuk dalam item yang
lain mencapai progres 100% (seratus persen).
e. Pekerjaan mobilisasi diperhitungkan untuk dapat dibayarkan 70% (tujuh puluh
persen) apabila peralatan dan personil yang sesuai dengan proposal teknik atau yang
disetujui untuk diganti telah berada dilapangan dan dalam kondisi dapat dioperasikan
dan siap untuk melakukan kegiatan konstruksi.
f. Pekerjaan mobilisasi diperhitungkan untuk dapat dibayarkan 100% (seratus persen)
apabila pekerjaan telah selesai seluruhnya, semua fasilitas, instalasi dan peralatan
yang bukan menjadi bagian yang bukan permanen dari bangunan telah dipindahkan,

Tahun Anggaran 2019 Page 6


SPESIFIKASI TEKNIK
REVITALISASI SITU HIYANG DI KAB. CIAMIS

dan lapangan disekitar pekerjaan telah dibersihkan dari kotoran, material-material


yang tidak dipergunakan dan alat-alat bantu sementara.

3. Manajemen Mutu
Untuk memperoleh hasil pekerjaan konstruksi yang sesuai dengan standart dan dapat
dipertanggungjawabkan, maka mutu bahan untuk pekerjaan konstruksi tersebut harus
sesuai dengan standart kualitas yang telah ditetapkan. Untuk mencapai tujuan tersebut
maka perlu dilakukan pengendalian mutu yang meliputi pemilihan bahan, pengujian
berkala, cara pelaksanaan, perawatan dan pemeliharaannya.
Dalam pengendalian mutu bahan, penekanan yang diberikan adalah pada pekerjaan
tanah, pekerjaan pasangan batu, pekerjaan beton serta campuran spesi yang merupakan
bagian terbesar dari pekerjaan konstruksi.
Dalam pengendalian mutu pekerjaan, penekanan yang diberikan adalah pada pekerjaan
beton bertulang untuk mengetahui hasil pekerjaan tersebut sesuai dengan mutu yang
dipersyaratkan.

4. Penyediaan Kantor Lapangan / Direksi Keet / Rumah jaga


a. Penyedia Jasa harus menyediakan kantor lapangan untuk pelaksanaan pekerjaan
berikut perlengkapannya antara lain meja tulis, kursi, papan tempel untuk
menempatkan gambar-gambar dan grafik-grafik pelaksanaan pekerjaan serta data-data
lainnya, disediakan juga buku Direksi, buku tamu dan buku monitoring cuaca, material
dan tenaga kerja.
b. Luas bangunan Kantor Lapangan/Direksi Keet/Rumah Jaga adalah 32 m2, sedangkan
bahan yang digunakan antara lain :
- Rangka Atap : Baja ringan
- Genteng : Genteng baja ringan
- Plafon : Bahan GRC dan fisnishing
- Dinding : Pasangan bata merah diplester, diaci dan fisnishing
- Lantai : Plesteran dan diaci
- Pondasi : Pas. Batu dengan Sloft dan kolom beton bertulang besi Ø 8
- Kusen : Kayu albasia dan difisnishing
- Pintu : Kayu albasia dan difisnishing
- Instalasi listrik
c. Setelah pelaksanaan pekerjaan selesai, maka penyedia jasa wajib memperbaiki dan
mengembalikan kondisi Kantor Lapangan/Direksi Keet/Rumah Jaga sesuai dengan
gambar rencana yang nantinya akan dipergunakan sebagai Rumah Jaga.
d. Pengukuran dan Pembayaran penyediaan Kantor Lapangan/Direksi Keet/Rumah Jaga
dilaksanakan dengan harga satuan pekerjaan Lump Sump (LS).

5. Pengukuran, Mutual Check dan Uitzet


a. Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan fisik, terlebih dahulu Penyedia Jasa /
Pelaksana harus mengadakan pengukuran yang disaksikan oleh Direksi Teknis dan
Panitia Peneliti Kontrak pada kondisi 0% sebagai data untuk pembuatan Gambar
Pelaksanaan (Mutual Check 0%). Data-data tersebut harus ditandatangani bersama
oleh Penyedia Jasa, Direksi Teknis dan Panitia Peneliti Pelaksana Kontrak.

Tahun Anggaran 2019 Page 7


SPESIFIKASI TEKNIK
REVITALISASI SITU HIYANG DI KAB. CIAMIS

b. Gambar pelaksanaan disiapkan oleh Penyedia Jasa dan harus ditandatangani oleh
Direksi Teknis dan mendapat persetujuan Pejabat Pembuat Komitmen dan Kepala
Bidang terkait, kriteria gambar harus mengikuti SNI.
c. Sebagai titik referensi pengukuran, menggunakan titik referensi seperti tercantum
pada gambar rencana. Lokasi yang tepat akan ditunjukkan kemudian oleh Direksi
Teknis.
d. Penyedia Jasa harus membuat patok-patok sementara dari kayu usuk atau bambu
sebagai titik uitzet, dipasang pada setiap jarak 50 m dan 10 m pada lokasi bangunan,
dengan dicat warna merah serta diberi nomor patok. Patok-patok ini dipasang
sedemikian rupa sehingga tidak mudah goyang atau hilang.
e. Penyedia Jasa harus membuat profil-profil sesuai dengan ukuran penampang
melintang dan memanjang seperti dalam gambar pelaksanaan yang telah disetujui
oleh Direksi Teknis. Profil-profil dipasang sesuai dengan jarak patok dan diberi
elevasi puncak rencana, sambungan-sambungan dipaku kuat-kuat dan dipancang ke
dalam tanah.
f. Penyedia Jasa harus menjaga titik uitzet dan profil-profil tersebut sampai pekerjaan
selesai, dimana titik uitzet dan profil-profil ini sebagai titik bantu didalam
pelaksanaan pekerjaan baik oleh Direksi Teknis maupun oleh Tim Pemeriksa dan
Penerima Pekerjaan. Apabila patok titik uitzet atau profil-profil tersebut hilang atau
rusak, maka Penyedia Jasa harus segera mengganti patok atau profil baru dengan
persetujuan Direksi Teknis atas biaya Penyedia Jasa.
g. Setelah pelaksanaan pekerjaan fisik selesai, maka Penyedia Jasa dengan disaksikan
Direksi Teknis dan Panitia Peneliti Pelaksana Kontrak mengadakan pengukuran
100% (Mutual Check 100%) untuk mendapatkan pekerjaan yang sebenarnya
dilaksanakan atau pembuatan Gambar Purnabangun (As-built Drawing) yang
digunakan sebagai dasar perhitungan volume pekerjaan yang dilaksanakan, dengan
ketentuan bahwa perhitungan volume berdasarkan garis rencana yang telah
ditetapkan:
 Bilamana dalam pelaksanaan terjadi kurang dari rencana yang telah ditetapkan,
maka Penyedia Jasa wajib menyelesaikan sampai garis rencana.
 Bilamana didalam pelaksanaan terjadi melebihi garis rencana yang telah
ditetapkan, maka volume dihitung berdasarkan garis rencana.
h. Data-data pengukuran 100% tersebut harus ditandatangani bersama oleh Penyedia
Jasa, Direksi Teknis dan Panitia Peneliti Kontrak.
i. Gambar purna bangun disiapkan oleh Penyedia Jasa dan harus ditandatangani oleh
Direksi Teknis dan mendapat persetujuan Pejabat Pembuat Komitmen dan Kepala
Bidang terkait.
j. Gambar pelaksanaan akan diperiksa di lapangan oleh Direksi Teknis, apabila
ditemukan hal-hal yang tidak memuaskan dan tidak dilaksanakan maka harus segera
diperbaiki kembali/dilaksanakan.
k. Penyedia Jasa harus menyerahkan :
 Data ukur MC 0% dan MC 100%.
 Gambar hasil pengukuran MC 0% (Gambar Pelaksanaan) dibuat rangkap 3 (tiga)
cetakan ukuran A3.
 Gambar hasil pengukuran MC 100% (Gambar Purnabangun) dibuat rangkap 3
(tiga) cetakan ukuran A3.
 Hasil perhitungan bersama volume pekerjaan kondisi 0% dan 100%.

Tahun Anggaran 2019 Page 8


SPESIFIKASI TEKNIK
REVITALISASI SITU HIYANG DI KAB. CIAMIS

 Dokumentasi pelaksanaan kegiatan kondisi 0%, 50% dan 100% dibuat rangkap 3
(tiga) dalam betuk album.
 Laporan harian, mingguan, dan bulanan dibuat rangkap 3(tiga) dan dijilid.

6. Pembersihan Lapangan / Medan Kerja


Sebelum pelaksanaan pekerjaan bangunan dimulai, diminta untuk membersihkan semua
daerah yang akan ditempati bangunan atau yang dilewati jalur bangunan. Pembersihan
meliputi pembersihan pohon-pohon, sampah dan bahan lain yang mengganggu. Bahan-
bahan itu harus ditempatkan diluar tempat kerja atau dibuang, kecuali ada ketentuan lain
yang disetujui Direksi. Hanya pohon-pohon yang mengganggu bangunan yang
dimaksudkan dalam spesifikasi ini yang dibersihkan, sedangkan pohon-pohon yang tidak
mengganggu tetap dibiarkan ditempat.
Biaya pembersihan lapangan harus sudah termasuk dalam harga satuan pekerjaan
(tanggung jawab penyedia jasa)

7. Kistdam dan Pengeringan


a. Pemeliharaan Air ( Maintaining Water )
 Penyedia Jasa tidak akan mengganggu ataupun mencampuri aliran normal dari
setiap aliran Irigasi atau Sumber air untuk suatu alasan atau maksud, tanpa
persetujuan dari Direksi.
 Penyedia Jasa akan berusaha untuk memelihara aliran dalam saluran yang telah
ada dan yang dialihkan.
b. Perlindungan Saluran dan Bangunan
 Penyedia Jasa akan melindungi bangunan-bangunan terhadap kerusakan-
kerusakan akibat hujan, saluran Irigasi dan sungai-sungai, saluran masuk dan
pekerjaan permanen, saringan lumpur.
c. Dewatering foundation
 Penyedia Jasa menyediakan, memasang, memelihara dan mengoperasikan
pompa-pompa air yang diperlukan dan alat lain untuk dewatering bagi bermacam
bagian pekerjaan dan untuk memelihara pondasi bebas dari air.
 Methoda Penyedia Jasa untuk membuang air dari pondasi mendapat persetujuan
dari Direksi, apabila penggalian untuk pondasi melampaui batas muka air tanah,
maka air dibawah muka air harus dibuang demi kemajuan penggalian.
 Pada saat dewatering diusahakan kehilangan matrial halus dapat dihindarkan,
yang akan memelihara stabilitas lereng akibat penggalian, mengontrol air
rembesan di dasar pondasi atau dimana saja untuk menghindarkan genangan air.
d. Kistdam / Pengeringan
 Sebelum memulai pelaksanaan disaksikan oleh Direksi Teknis dan Panitia
Peneliti Kontrak pada kondisi 0% Gambar Pelaksanaan sebagai bahan untuk
menentukan letak dan kondisi serta memperhitungkan pembuatan kistdam.
 Membuat patok/pancang penguat kistdam, sesuai perhitungan pada lokasi yang
akan dibangun.
 Kistdam sesuai kebutuhan penampang melintang dan memanjang seperti dalam
gambar pelaksanaan yang telah disetujui oleh Direksi Teknis. Kistdam dipasang
dengan penyekat kedap air .
 Setelah pekerjaan kistdam selesai, maka Penyedia Jasa berkewajiban untuk
membongkar dan perapihannya.

Tahun Anggaran 2019 Page 9


SPESIFIKASI TEKNIK
REVITALISASI SITU HIYANG DI KAB. CIAMIS

8. Jalan Masuk ke Daerah Kerja


a. Jalan masuk ke dan melalui daerah kerja dapat menggunakan jalan-jalan umum
setempat yang berhubungan dengan Jalan Raya yang berdekatan dengan daerah lokasi
kegiatan.
b. Penyedia Jasa hendaknya berpegang pada semua peraturan dan ketentuan hukum yang
berhubungan dengan penggunaan arah angkutan umum dan bertanggung jawab
terhadap kerusakan akibat penggunaan jalan tersebut.
c. Penyedia Jasa harus memperbaiki dan memperlebar jalan yang ada, memperbaiki dan
memperkuat jembatan beton sehingga memenuhi kebutuhan pengangkutannya, sejauh
yang dibutuhkan untuk pekerjaannya.
d. Semua pekerjaan yang dimaksudkan Penyedia Jasa untuk dikerjakan dalam
hubungannya dengan jalan dan jembatan harus direncanakan sedemikian rupa sehingga
tidak mengganggu lalu lintas dan harus mendapat persetujuan Direksi dan perlu
koordinasi sebaik-baiknya dengan Instansi Pemerintah setempat, Instansi kepolisian
dan Badan Swasta.
e. Pengguna Jasa tidak bertanggung jawab terhadap pemeliharaan jalan masuk atau
bangunan yang digunakan oleh Penyedia Jasa selama pelaksanaan pekerjaan dan harus
dikembalikan kepada kondisi semula setelah pekerjaan selesai.
f. Untuk jalan inspeksi ke lokasi pekerjaan, akan dilaksanakan peningkatan jalan existing
menjadi jalan beton bertulang dengan mutu Beton Mutu, f'c=19,3 Mpa (K225). Tetapi
sebelum dilaksanakan peningkatan jalan, Penyedia Jasa diwajibkan melakukan perataan
dan pemadatan jalan existing terlebih dahulu menggunakan alat pemadat. Untuk
pembayaran peningkatan jalan beton K 225 akan dilakukan penghitungan volume beton
jalan yang nantinya akan dimasukan ke volume item pekerjaan Beton Mutu, f'c=19,3
Mpa (K225).

B. PEKERJAAN TANAH

1. Galian Tanah dengan Alat


a. Lingkup Pekerjaan
Yang dimaksud pekerjaan galian tanah dengan alat dalam Spesifikasi ini meliputi
pekerjaan persiapan, peralatan, bahan tenaga, dan uitzet, serta pemindahan matrial
hasil menggali ke tempat yang telah ditentukan < 1000 m sehingga bentuk dan
ukurannya sesuai dengan gambar rencana.
b. Pekerjaan Penggalian
1) Melakukan semua penggalian dalam keadaan apapun yang mungkin dijumpai
sesuai dengan spesifikasi dan harus dilaksanakan sesuai dengan ukuran-ukuran
yang tertera dalam gambar rencana.
2) Bila suatu galian sudah diselesaikan, dibuang < 1000 m dan dirapihkan, Direksi
harus diberi tahu sehingga ia akan melakukan pemeriksaan dengan resmi. Tidak
ada galian yang sudah diisi atau ditutup dengan pasangan sebelum diperiksa oleh
Direksi.

Tahun Anggaran 2019 Page 10


SPESIFIKASI TEKNIK
REVITALISASI SITU HIYANG DI KAB. CIAMIS

3) Tanah hasil galian yang memenuhi syarat untuk digunakan sebagai tanah
timbunan pada bekas galian, harus diletakan ditempat-tempat penimbunan
sementara.
4) Semua material yang tidak memenuhi syarat dan kelebihan material-material
yang berasal dari daerah penggalian, harus dibuang < 1000 m ke tempat-tempat
yang telah ditunjuk.
c. Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran dan Pembayaran pekerjaan galian yang terdiri dari galian tanah biasa,
galian tanah keras dan galian tanah berbatu, dilakukan atas volume galian tanah yang
dilaksanakan dengan harga satuan pekerjaan per meter kubik (m3) seperti yang
tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga serta harus dianggap termasuk
kompensasi untuk penyediaan seluruh tenaga kerja, material-material, peralatan, alat
bantu dan lain sebagainya.

C. PEKERJAAN PASANGAN
1. Pekerjaan Pasangan Batu dengan campuran 1 Pc : 4 Psr (Mortar tipe N)
a. Lingkup Pekerjaan.
Yang dimaksud Pekerjaan Pasangan Batu yaitu meliputi pekerjaan persiapan,
penyediaan dan pengangkutan bahan, pemasangan batu kali serta pemasangan weep
hole sesuai dengan gambar pelaksanaan.
Persyaratan dan ketentuan ini selanjutnya harus diterapkan pada semua pekerjaan
pasangan batu, kecuali bila dirubah secara khusus dengan proses sesuai peraturan
yang berlaku.
b. Bahan dan Material
1. Batu yang dipergunakan adalah batu belah warna abu-abu kehitaman yang keras,
padat dan kekar ukuran antara 15 – 20 cm dan atau dengan berat antara 7 – 15 kg
yang diambil atau didatangkan dari tempat-tempat yang telah disetujui.
2. Pasir yang dipergunakan untuk pembuatan adukan harus pasir yang baik, tajam,
keras, tidak mengandung kerikil yang keropos dan tanah liat. Pasir yang akan
dipergunakan dan tempat pengambilannya terlebih dahulu harus mendapat
persetujuan Direksi.
3. Air yang akan dipergunakan untuk mengaduk campuran harus air bersih yang
bebas dari lumpur, bahan organik, asam, kandungan garam dan kotoran-kotoran
lain.
c. PemasanganPasangan Batu
1. Dalam pelaksanaan pekerjaan pasangan batu spesi yang digunakan adalah
campuran perbandingan berat 1 : 3 yaitu 1 bagian semen Portland (PC) dan 3
bagian pasir serta air secukupnya, sehingga dapat menghasilkan campuran
adukan yang padat dan siap untuk dipergunakan.
Setiap 1 m3 pasangan batu harus mengandung sekurang-kurangnya :163,0 kg
PC, dan mengandung 0,52 m3 pasir, batu belah 1,2 m3.
2. Cara mencampur mortar dan alat yang digunakan terlebih dahulu harus
dimintakan persetujuan, jumlah masing-masing bagian semen dan pasir harus
sesuai dengan yang ditetapkan.

Tahun Anggaran 2019 Page 11


SPESIFIKASI TEKNIK
REVITALISASI SITU HIYANG DI KAB. CIAMIS

Mencampur dengan menggunakan mixer/molen, pada waktu penyampuran tidak


boleh kurang dari 2 (dua) menit setelah air dimasukkan. Mortar yang telah
berumur lebih dari 30 (tiga puluh) menit tidak boleh dipakai dan harus dibuang.
3. Pasangan batu harus dibuat seperti yang ditetapkan pada gambar rencana.
4. Pasangan batu pada permukaan yang kelihatan harus diusahakan dibuat rata dan
bersih dari ceceran adukan, harus menyatukan batu belah yang dipasang dengan
paling sedikit satu batu pengikat untuk tiap-tiap meter persegi. Pekerjaan ini
harus naik secara bersama-sama dengan pasangan bagian dalam agar supaya batu
pengikat dapat dipasang dengan sebaik-baiknya. Tinggi pasangan batu
maksimum 1.50 m perhari untuk menghindari keruntuhan.
5. Batu-batu harus dipilih dan diletakkan dengan hati-hati sehingga tebalnya adukan
tidak kurang dari rata-rata 10 mm.
6. Tembok-tembok penahan, pasangan miring dan tembok-tembok kepala harus
dilengkapi dengan suling-suling. Suling-suling harus dibuat dari pipa PVC
dengan diameter 2” (50 mm) dan paling tidak 1 (satu) buah untuk setiap 2 (dua)
m2 permukaan. Setiap ujung pemasukan dari suling-suling harus dilengkapi
dengan saringan yang bisa terbuat dari kerikil dan pasir serta pada bagian terluar
ujung pipa ditutup dengan ijuk.
7. Dalam membangun pekerjaan pasangan batu pada cuaca yang tidak
menguntungkan dan dalam melindungi serta merawat pekerjaan yang telah
selesai. Penyedia Jasa harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang sama
seperti yang ditentukan untuk beton.
d. Pengukuran dan Pembayaran.
Pengukuran dan pembayaran pekerjaan pasangan batu dilakukan atas volume
pasangan batu hanya menurut garis-garis seperti yang ditunjukkan dalam gambar
pelaksanaan secara tertulis meliputi pekerjaan penyediaan dan pengangkutan bahan,
pemasangan batu kali serta pemasangan weep hole, dengan harga satuan pekerjaan
per meter kubik (m3) seperti yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

2. Plesteran dengan mortar jenis PC-PP tipe N dan Siaran dengan mortar jenis PC-
PP tipe M
a. Lingkup Pekerjaan.
1. Yang dimaksud Pekerjaan Plesteran dan Siaran meliputi pekerjaan persiapan,
penyediaan dan pengangkutan bahan, pencampuran adukan mortar dan
pengerjaannya, Plesteran dan Siaran perlu perawatan (Curring).
2. Pekerjaan Plesteran dan Siaran harus sesuai dengan gambar rencana.
b. Bahan dan Material
1. Pasir yang dipergunakan untuk pembuatan adukan harus pasir yang baik, tajam,
keras, tidak mengandung kerikil yang keropos dan tanah liat. Pasir yang akan
dipergunakan dan tempat pengambilannya terlebih dahulu harus mendapat
persetujuan Direksi.
2. Air yang akan dipergunakan untuk mengaduk campuran semen pasir, harus air
bersih yang bebas dari lumpur, bahan organik, asam, kandungan garam dan
kotoran-kotoran lain. Air yang akan dipergunakan dan tempat pengam-bilannya
terlebih dahulu harus mendapat persetujuan Direksi.

Tahun Anggaran 2019 Page 12


SPESIFIKASI TEKNIK
REVITALISASI SITU HIYANG DI KAB. CIAMIS

c. Pekerjaan Plesteran dan Siaran


1. Dalam pelaksanaan pekerjaan pembuatan plesteran, perbandingan campuran
yang dipakai adalah 1:3 yaitu 1 bagian semen Portland (PC) dan 3 bagian pasir
serta air secukupnya. Sedangkan untuk pembuatan siaran, perbandingan
campuran yang dipakai adalah 1:2 yaitu 1 bagian semen Portland (PC) dan 2
bagian pasir serta air secukupnya, sehingga dapat menghasilkan campuran yang
padat dan siap untuk dipergunakan.
Untuk setiap 1 m2 Plesteran jika tidak ditentukan lain harus mengandung
sekurang-kurangnya :4,45 Kg PC dan mengandung 0,018 m3 pasir.
Untuk setiap 1 m2 Siaran harus mengandung sekurang-kurangnya :6,34 Kg PC
dan mengandung 0,012 m3 pasir.
Khusus untuk pekerjaan siaran dapat dibagi atas :
a. Siaran Tenggelam (masuk ke dalam + 1,5 cm).
b. Siaran Rata (rata dengan muka batu).
c. Siaran Timbul (timbul tebal 1 cm lebar 2 cm), kecuali ditentukan lain.
1. Cara mencampur mortar dan alat yang akan digunakan terlebih dahulu harus
dimintakan persetujuan Direksi, jumlah masing-masing bagian semen dan pasir
harus sesuai dengan yang ditetapkan.
2. Pekerjaan Plesteran dikerjakan satu lapis sampai jumlah ketebalan 1,5 cm dan
kemudian dihaluskan dengan air semen. Dan pada pekerjaan siaran semua bidang
sambungan diantara batu muka harus dikorek sebelum ditutup dengan adukan,
permukaan harus dibersihkan dengan memakai kawat dan dibasahi.
3. Sebelum diplester atau disiar semua permukaan harus dibersihkan dulu dari
segala macam kotoran.
d. Pengukuran dan Pembayaran.
Pengukuran dan pembayaran pekerjaan plesteran maupun pekerjaan siaran dilakukan
atas volume yang terpasang, dengan harga satuan pekerjaan per persegi (m2) seperti
yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

D. PEKERJAAN BETON

1. Pekerjaan Beton, f'c=19,3 Mpa (K225)


a. Lingkup Pekerjaan
1. Yang dimaksud dengan pekerjaan Beton yaitu meliputi pekerjaan persiapan,
penyediaan peralatan yang diperlukan, penyediaan pengangkutan bahan dan
pengerjaannya, pembuatan dan pemasangan beton, penyampuran adukan
mortar dan perawatan.
2. Pekerjaan beton harus dibuat sesuai bentuk dan ukuran yang ditetapkan pada
gambar rencana.

b. Bahan dan Material


1. Semen Portland yang dipakai adalah Portland Cement yang harus memenuhi
syarat SNI 2049-90-A dengan type I. Penyedia jasa harus menyediakan sarana
penyimpanan semen dengan baik.
2. Pasir yang dipergunakan untuk pembuatan adukan harus pasir yang baik,
tajam, keras, tidak mengandung kerikil yang keropos dan tanah liat. Khusus

Tahun Anggaran 2019 Page 13


SPESIFIKASI TEKNIK
REVITALISASI SITU HIYANG DI KAB. CIAMIS

pasir untuk beton harus memenuhi syarat PBI 1971 dan tempat
pengambilannya terbih dahulu harus mendapat persetujuan Direksi.
3. Batu split atau kerikil yang dipergunakan harus kerikil yang baik, tajam, keras,
tidak mengandung kerikil yang keropos dan tanah liat, besih dari debu serta
memenuhi persyaratan bergradasi dari ukuran nominal yang dipersayaratkan
kelas beton yang dikehendaki dalam syarat-syarat PBI 1971 dan tempat
pengambilannya terlebih dahulu harus mendapat persetujuan Direksi.
4. Air yang akan dipergunakan untuk mengaduk campuran beton, harus air bersih
yang bebas dari lumpur, bahan organik, asam, kandungan garam dan kotoran-
kotoran lain. Air yang akan dipergunakan dan tempat pengambilannya terlebih
dahulu harus mendapat persetujuan Direksi.
c. Pengerjaan Beton
1. Spesifikasi untuk pembuatan beton ada 2(dua) macam campuran yaitu
a. Perbandingan berat campuran Beton Mutu, f'c=14,5 Mpa
(K175), yaitu 1 bagian semen Portland (PC), 2 bagian pasir dan 3
bagian split/kerikil serta air secukupnya, sehingga dapat
menghasilkan campuran yang padat dan siap untuk dipergunakan.
Untuk setiap 1 m3 beton harus mengandung sekurang-kurangnya :
326 kg PC, mengandung 760 kg pasir beton, 1029 kg split/kerikil
dan 215 liter air
b. Perbandingan berat campuran Beton Mutu, f'c=19,3 Mpa
(K225), yaitu 1 bagian semen Portland (PC), 3 bagian pasir dan 5
bagian split/kerikil serta air secukupnya, sehingga dapat
menghasilkan campuran yang padat dan siap untuk dipergunakan.
Untuk setiap 1 m3 beton harus mengandung sekurang-kurangnya
:371 kg PC, mengandung 698 kg pasir beton, 1047 kg split/kerikil
dan 215 liter air.
2. Pengadukan campuran beton menggunakan beton molen selama sedikit-
dikitnya 1,5 menit sesudah semua bahan ada dalam mixer
3. Beton tidak boleh dicor sebelum semua pekerjaan cetakan, baja tulangan
beton, pemasangan instalasi yang harus ditanam, penyekangan dan pengikatan
serta penyiapan-penyiapan permukaan yang berhubungan dengan pengecoran
yang telah disetujui Direksi.
4. Segera sebelum pengecoran beton, semua permukaan cetakan pada tempat
pengecoran beton, lantai kerja harus bersih dari air yang menggenang,
reruntuhan atau bahan lepas. Permukaan-permukaan dengan bahan-bahan yang
menyerap harus disiram dengan rata hingga kelembaban (air) dari beton yang
baru dicor tidak akan diserap.
5. Semua Construction Joints atau expansion joints seperti yang ditunjukan pada
gambar harus dibersihkan seluruhnya dari kelebihan-kelebihan beton atau
material dengan menggaruk.
6. Beton yang akan dituangkan/dicor harus diusahakan agar pengangkatannya
ketempat posisi terakhir sedekat mungkin, sehingga pada waktu pengecoran
tidak mengakibatkan pemisahan antara kerikil dan spesinya.
7. Beton tidak diijinkan untuk dijatuhkan atau diglincirkan secara tak
terkendalikan dari ketinggian lebih dari 1.5 m tanpa harus diaduk lagi.

Tahun Anggaran 2019 Page 14


SPESIFIKASI TEKNIK
REVITALISASI SITU HIYANG DI KAB. CIAMIS

Pengecoran harus dilaksanakan terus menerus sampai ke tempat sambungan


cor yang disediakan sebelum permulaan pembetonan.
8. Setiap tahap penuangan beton harus dipadatkan betul-betul dengan vibrator
atau dengan alat lain seluruhnya sebelum tahap berikutnya dimulai.
9. Pengecoran beton tidak diperkenankan selama hujan deras kecuali ada usaha-
usaha sehingga lokasi/tempat kerja terlindung dari hujan.
10. Beton yang sudah dicor harus terus-menerus dibasahi dengan air paling sedikit
selama 14 (empat belas) hari. Permukaan beton yang terbuka harus dilindungi
terhadap sinar matahari yang langsung paling sedikit 3 (tiga) hari sesudah
pengecoran.
d. Pengujian Beton
1. Penyedia Jasa harus melakukan tes beton sesuai prosedure yang disyaratkan.
2. Bila pengecoran beton untuk bangunan permanen, Penyedia Jasa harus
melaksanakan “Slump Test” pada waktu mulai menuangkan beton. Slump Test
harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur standar. Kecuali diperintahkan
lain, persyaratan teknis untuk slump antara 50 mm sampai 100 mm.
Pengambilan contoh beton setiap 5 m3 sebelum pengecoran.
3. Percobaan beton, dari bahan batu dan kandungan air harus dilakukan sesuai
prosedur standar. Khususnya kubus/silinder beton yang dibentuk dalam
cetakan tidak kurang dari 150 mm. Paling sedikit 6 kubus/silinder dibuat dari
masing-masing pengecoran untuk diuji, 3 diuji sesudah 7 hari dan 3
kubus/silinder sesudah 21 hari.

e. Pengukuran dan Pembayaran


Pengukuran dan pembayaran pekerjaan beton dilakukan atas volume beton yang
terpasang, dengan harga satuan pekerjaan per kubik (m3) seperti yang sesuai dalam
Daftar Kuantitas dan Harga.

2. Besi Tulangan
a. Lingkup Pekerjaan
Yang dimaksud dengan pekerjaan Besi Tulangan yaitu meliputi pekerjaan persiapan,
penyediaan, pengangkutan bahan dan pengerjaan, pembuatan dan pemasangan besi
beton, sesuai dengan spesifikasi ini dan mengikuti gambar rencana.
b. Bahan dan Material
1. Besi tulangan.
Setiap jenis besi beton / tulangan yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik baja yang
terkenal dapat dan mengutamakan produksi dalam negeri.
Pada umumnya setiap pabrik baja mempunyai standard mutu dan jenis baja,
sesuai dengan yang berlaku.Mutu besi beton yang dipakasi menurut gambar
rencana. Mutu besi beton yang dipergunakan :
 Besi beton polos : U 24 = (a = 2400 kg/cm2)
 Besi beton ulir : U 32 = (a = 3200 kg/cm2)
2. Kawat Pengikat.
Kawat pengikat harus terbuat dari baja lunak dengan diameter minimum 1 mm
yang telah dipijarkan terlebih dahulu dan tidak bersepuh.

Tahun Anggaran 2019 Page 15


SPESIFIKASI TEKNIK
REVITALISASI SITU HIYANG DI KAB. CIAMIS

c. Pelaksanaan
1. Besi beton hendaknya bersih, bebas dari karat, kotoran-kotoran, bahan-bahan
lepas, gemuk, minyak, cat, lumpur, bahan-bahan aduk ataupun bahan lain yang
menempel. Besi tulangan hendaknya disimpan ditempat terlindung, ditumpu
agar tidak menyentuh tanah dan dijaga agar tidak berkarat ataupun rusak karena
cuaca.
2. Besi-besi tulangan dipotong, dibengkonan atau diluruskan secara hati-hati dan
tidak diperbolehkan untuk pembengkokan yang kedua kalinya. Pemanasan besi
tulangan tidak diijinkan.
3. Penempatan besi tulangan harus cermat ditempatkan sesuai dengan gambar
rencana, dipegang teguh pada posisinya dan didudukkan pada landasan.
Tulangan tidak boleh didudukkan pada bahan metal, atau tulangan duduk
langsung pada acuan yang akan menyebabkan bagian besi nanti langsung
berhubungan dengan udara luar.
4. Sambungan tidak diperbolehkan pada tempat-tempat dengan tegangan
maksimum dan sedapat mungkin diselang-seling sehingga tidak
semuanya/sebagian besar terjadi disuatu tempat. Bila tidak ditentuan dalam
gambar rencana, maka sambungan overlapping diambil 40 kali diameter besi
bersangkutan
d. Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran dan pembayaran pekerjaan besi beton dilakukan atas volume besi beton
yang terpasang, dengan harga satuan pekerjaan per kg seperti yang sesuai dalam
Daftar Kuantitas dan Harga.

3. Pipa Galvanis dia. 2”


a. Lingkup Pekerjaan
Yang dimaksud pekerjaan pipa baja galvanis yaitu meliputi pekerjaan penyediaan
bahan, peralatan, pengangkutan dan pengerjaan atau pemasangannya. Pekerjaan pipa
baja harus dipasang seperti yang ditetapkan pada gambar rencana.
b. Bahan dan Sambungan
1. Pipa galvanis untuk handrill harus sesuai dengan standard kwalitas baja struktural
komersial dengan diameter dan panjang seperti yang ditunjukkan pada gambar,
dan harus disediakan lengkap dengan sambungan-sambungan sekrup dan soket
yang berkualitas medium B.
2. Sambungan-sambungan pipa baja galvanize dengan diameter kurang dari 150 mm
harus cocok untuk tekanan kerja seperti yang ditunjukkan pada gambar.
3. Ujung-ujung pipa dengan sambungan sekerup, setelah dipotong dan sebelum
didrat ulir harus dihaluskan dan semua serpihan dibuang. Ulir-ulir harus dipotong
penuh dan harus bebas dari permukaan robek.
4. Sambungan-sambungan ulir harus dibuat rapat air dengan mengecat ulir jantan dan
betina serta dengan kompon atau dengan pita penyambung. Setelah sambungan
selesai dibuat, ulir-ulir yang tampak terbuka harus dicat dengan “Zinc rich” atau
“Lead paint”.
5. Setalah selesai dikerjakan, semua permukaan pipa galvanis dicat dengan warna
kuning seperti pada logo PU.

Tahun Anggaran 2019 Page 16


SPESIFIKASI TEKNIK
REVITALISASI SITU HIYANG DI KAB. CIAMIS

c. Pemasangan.
1. Pipa harus disediakan, dikirim dan dipasang dengan panjang dan lokasi yang
ditentukan pada gambar.
2. Pipa harus dipasang pada kolom beton atau seperti yang ditunjukkan dalam
gambar.
3. Pipa harus disambung dengan sambungan socket drat dan sebelum dipasang harus
dilapis dengan seltip pada bagian ulir drat.
d. Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran dan pembayaran pekerjaan pipa baja galvanis dilakukan atas volume pipa
galvanis dia. 2” yang terpasang, dengan harga satuan pekerjaan per m1 (meter
panjang) seperti yang sesuai dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

4. Bekisting
a. Lingkup Pekerjaan
Yang dimaksud pekerjaan bekisting yaitu meliputi pekerjaan penyediaan bahan,
peralatan, pengangkutan dan pengerjaan atau pemasangannya berikut dengan
pembongkaran setelah selesai. Pekerjaan bekisting harus dipasang seperti yang
ditetapkan pada gambar rencana / atas perintah Direksi Pekerjaan.
b. Pemasangan.
1. Bekisting dan perancah terbuat dari kayu tahunan / kayu klas II dengan kualitas
baik.
2. Bingkai bekisting harus dikerjakan sedemikian rupa sehingga kalau ada
sambungan horizontal tidak menerus sampai seluruh permukaan bekisting dan
pada waktu membuka bekisting tidak terjadi kerusakan pada betonnya. Bekisting
harus benar-benar lurus dan sesuai elevasi, kedap mortar serta harus kaku dan
kuat, terutama perancahnya untuk dapat menahan kemungkinan goyangan dan
pelenturan yang terjadi bila kena tekanan beban bahan adukan beton atau beban
yang lain.
3. Tidak boleh membuka bekisting sampai beton telah mengeras dan mempunyai
cukup kekuatan untuk menahan beban sendiri maupun beban kerja yang akan
disangganya dengan aman. Beton yang ditentukan untuk struktur bekisting dapat
dibongkar setelah beton berumur 28 (dua puluh delapan) hari dan terlebih dahulu
harus mendapat persetujuan Direksi.
c. Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran dan pembayaran pekerjaan bekisting dilakukan atas volume yang
terpasang, dengan harga satuan pekerjaan per m2 (meter persegi) seperti yang sesuai
dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

Tahun Anggaran 2019 Page 17


SPESIFIKASI TEKNIK
REVITALISASI SITU HIYANG DI KAB. CIAMIS

E. PEKERJAAN LAIN-LAIN

1. Penanaman Pohon (Sabuk Hijau)


a. Lingkup Pekerjaan.
Yang dimaksud pekerjaan penanaman pohon (sabuk Hijau) yaitu meliputi pekerjaan
penyediaan dan pengangkutan bahan, penanaman serta pemupukan sesuai dengan
gambar.
Persyaratan dan ketentuan ini selanjutnya harus diterapkan pada semua pekerjaan
penanaman pohon (sabuk hijau), kecuali bila dirubah secara khusus oleh Direksi
Teknis pada bagian-bagian pekerjaan tertentu atas persetujuan Pejabat Pembuat
Komitmen.
b. Bahan dan Material
Jenis tanaman ini adalah tanaman konservasi yang memiliki tinggi minimal 70 – 80
cm, terseleksi (tanaman), teridenrifikasi (buah-buahan), bertajuk ideal, daun hijau dan
sehat serta tekstur batang berkayu. Hasil Pemeriksaan Instansi terkait.
Jenis tanaman :
1. Manglid : 20 batang
2. Suren : 20 batang
3. Beringin : 20 batang
4. Aren : 20 batang
5. Tanjung : 20 batang
6. Rambutan okulasi : 70 batang
7. Durian : 70 batang
8. Mangga : 70 batang
9. Jambu batu : 70 batang
10. Matoa : 70 batang
11. Pala : 20 batang
c. Penanaman Pohon (Sabuk Hijau)
Dalam pelaksanaan pekerjaan penanaman pohon (sabuk hijau) ditanam sepanjang tepi
sungai atau ditanam seperti yang ditetapkan pada gambar rencana atau seperti yang
ditunjukkan oleh Direksi Teknis.
d. Pengukuran dan Pembayaran.
Pengukuran dan pembayaran pekerjaan penanaman pohon (sabuk hijau) adalah Lump
sump tetapi jumlah tanaman sesuai dengan jumlah yang dipersyaratkan dan disetujui
Direksi, dengan harga satuan pekerjaan seperti yang tercantum dalam Analisa Harga
Satuan.

2. Pembuatan Nama Lokasi


a. Penyedia Jasa harus membuat nama lokasi (Embung Karohroy) yang terbuat dari
beton bertulang. Dengan ukuran per hurufnya 0.80 m x 0.50 m x 0.20 m dengan jarak
antar huruf disesuaikan yang dibuat di atas pondasi pasangan batu.
b. Nama lokasi tersebut di cat yang tahan cuaca dengan warna sesuai perintah Direksi
Pekerjaan / PPK.

Tahun Anggaran 2019 Page 18


SPESIFIKASI TEKNIK
REVITALISASI SITU HIYANG DI KAB. CIAMIS

c. Pengukuran dan Pembayaran penyediaan Nama Lokasi dilaksanakan dengan harga


satuan pekerjaan Lump Sump (LS).

3. Pembuatan Gapura Pintu Masuk


b. Penyedia Jasa harus membuat Gapura Pintu Masuk sesuai dengan Gambar rencana.
Bahan bahan yang digunakan sesuai dengan arahan dari Direksi Pekerjaan / PPK.
c. Gapura Pintu Masuk menggunakan tiang terbuat dari beton bertulang, atap
menggunakan baja ringan dan tulisan nama lokasi yang telah dicat dan difinishing.
d. Gapura Pintu Masuk diletakan di ujung jalan inspeksi, dengan difinishing dan cat yang
kuat terhadap cuaca.
e. Pengukuran dan Pembayaran penyediaan Gapura Pintu Masuk dilaksanakan dengan
harga satuan pekerjaan Lump Sump (LS).

III. PENUTUP
Demikian persyaratan atau spesifikasi ini dibuat untuk menunjang kelancaran pelaksanaan
pekerjaan di lapangan.
Diluar persyaratan ini masih tetap berlaku peraturan-peraturan lain dengan memperhatikan
secara feeling Engineering yang perlu mendapat persetujuan sesuai aturan dan proseduryang
berlaku.
Apabila dalam persyaratan ini ada kekurangan atau kekeliruan, Penyedia Jasa tidak boleh
mengambil keuntungan dari hal tersebut, melainkan harus minta penjelasan dari Direksi
Pekerjaan.

Banjar, Desember 2018


PPK Danau, Situ dan Embung
SNVT Pembangunan Bendungan BBWS Citanduy

HENDRA UTAMA, ST., MT


NIP. 198203262010121001

Tahun Anggaran 2019 Page 19