Anda di halaman 1dari 3

RESUME ARTIKEL JURNAL TERAPI BERMAIN MEWARNAI GAMBAR UNTUK ANAK YANG MENGALAMI

HOSPITALISASI

Hospitalisasi merupakan suatu alasan untuk tinggal di rumahsakit, menjalani terapi dan perawatan
secara efektif sampai pemulangannya kembali ke rumah guna untuk penyembuhan anak sakit. Di
Indonesia jumlah anak usia prasekolah usia 3-6 tahun diperkirakan 35 per 100 anak menjalani
hospitalisasi. Sehubungan dengan hal tersebut angka kesakitan anak di Indonesia usia 0-4 tahun sebesar
25,84%, usia 5-12 tahun sebanyak 14,91%, usia 13-15 tahun sekitar 9,1% dan usia 16-21 sebesar 8,13%.
Hal tersebut dapat memberi dampak negatif berupa gangguan fisik, psikis, sosial dan adaptasi terhadap
lingkungan. Keadaan ini dapat diminimalisir dengan adanya salah satu intervensi keperawatan yaitu
memberikan terapi bermain.1-2

Terapi bermain yang dapat dilakukan yaitu bisa berupa terapi permainan menggambar, mewarnai atau
melukis dikarenakan permainan tersebut yang sesuai dengan prinsip bermain di Rumah Sakit. Terapi
bermain mewarnai mampu memberikan kesempatan pada anak untuk bebas berekspresi dan sangat
therapeutic (sebagai permainan penyembuh atautherapeutic play) yang membuat anak
mengekspresikan perasaannya. Warna juga merupakan media terapi untuk membaca emosi seseorang
dan dapat meringankan stress pada anak. Oleh karena itu mewarnai bisa menjadi alternative untuk
mengembangkan kreativitas anak dan dapat membantu adaptasi anak selama dirawat.2

Keefektifan terapi bermain dibuktikan juga pada jurnal kedua yaitu terjadi penurunan tingkat kecemasan
pada anak prasekolah usia 3-6 tahun. Sebelum dilakukan terapi didapatkan 62,2% responden yang
mengalami tingkat kecemasan ringan dan setelah diberikannya terapi tingkat kecemasan ringan
berkurang menjadi 12,5%. Hal ini dikarenakan melalui permainan anak akan terlepas dari ketegangan
dan stress yang dialaminya karena dengan melakukan permainan anak akan dapat mengalihkan rasa
sakitnya pada permainannya.2

Keefektifan terapi bermain mewarnai juga didukung oleh jurnal lain yang membuktikan bahwa terdapat
42% responden yang mengalami stress berat dan setelah diberikan terapi mewarna didapatkan 30%
responden yang mengalami stress berat. Hal ini dapat disimpulkan bahwa dengan mewarnai anak
mampu berkomunikasi dengan perawat, sehingga anak tidak beranggapan bahwa perawat itu
menakutkan.3

Jurnal yang berjudul “Pengaruh Bermain dengan Mewarnai terhadap Penurunan Skor Perilaku
Maladaptif Anak Usia Pra Sekolah (3-5 Tahun) yang Mengalami Hospitalisasi di Rumah Sakit Kabupaten
Kediri juga membuktikan bahwa mean pada pretest sebesar 58,10 dan pada posttest 26,70, maka dapat
disimpulkan bahwa terapi bermain mewarnai mampu menurunkan perilaku maladaptive bagi anak.4

Pemberian intervensi terapi bermain mewarnai untuk mengurangi tingkat kecemasan dan stress
ternyata juga mampu untuk mengubah mekanisme koping dari anak prasekolah menghadapi
hospitalisasi. Hal ini diperkuat dengan jurnal yang berjudul “Aktivitas Bermain Mewarnai dapat
Meningkatkan Mekanisme Koping Adaptif saat Menghadapi Stres Hospitalisasi pada Anak”
membuktikan bahwa terdapat 35,48% responden yang tidak berperilaku adaptif, namun setelah
diberikan terapi mewarnai terjadi penurunan prosentase menjadi 3,23% responden yang tidak
berperilaku adaptif. Mekanisme koping yang adaptif pada anak disebabkan adanya dukungan social
dengan cara mendampingi anak selama perawatan, mengajak bercanda dan mengajak anak bermain.
Aktivitas bermain mampu mengalihkan rasa sakitnya dan memunculkan relaksasi melalui kesenangan,
oleh karena itu terapi yang cocok adalah terapi bermain mewarnai karena mampu meberikan
kesempatan anak untuk bebas berekspresi dan dapat berfungsi sebagai penyembuh.5

Berdasarkan kelima jurnal tersebut dapat disimpulkan bahwa sebelum diberi aktivitas mewarnai
gambar, sebagian besar anak mengalami stress hospitalisasi pada tingkat berat. Setelah diberi aktivitas
mewarnai gambar sebagaian besar anak mengalami stres hospitalisasi sedang sampai ringan, selain itu
terapi bermain mewarnai mampu mengurangi sikap maladaptif bagi anak, mengurangi kecemasan saat
di Rumah Sakit, dan mampu mengubah mekanisme koping dari anak. Oleh sebab itu, terapi ini mampu
membantu perawat dalam memberikan intervensi pada anak yang mengalami hospitalisasi.

DAFTAR PUSTAKA

1. Utami, Yuli. 2014. Dampak Hospitalisasi terhadap Perkembangan Anak. Jurnal Ilmiah WISYA. Vol. 2
No.2; (9-20). Available from:

http://e-journal.jurwidyakop3.com/index.php/jurnal-ilmiah/article/view/177

2. Agustina, Emi dan Puspita, Artie. 2010. Pengaruh Pemberian Terapi Bermain Mewarnai Gambar
terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Anak Prasekolah yang Rawat Inap (Studi Experimental di Ruang
Nusa Indah Rumah Sakit Umum Daerah Pare Tahun 2010). Jurnal AKP. No.2; (36-43). Available from:

http://lppm.akperpamenang.ac.id/wp-content/uploads/2015/05/0207.pdf

3. Aizah, Siti dan Wati Sui Erna. 2014. Upaya Menurunkan Tingkat Stres Hospitalisasi dengan Aktifitas
Mewarnai Gambar pada Anak Usia 4-6 tahun di Ruang Anggrek RSUD Gambiran Kediri. Efektor ISSN.
0854-1922. Vol.1 No.25; (6-10). Available from:

http://lp2m.unpkediri.ac.id/jurnal/pages/efektor/Nomor25/Hal%206-
10.%20Penelitian%20hospitalisasi%20Siti%20Aiz.pdf

4. Kapti, rinik Eko, Ahsan, Istiqomah, Ana. 2013. Pengaruh Bermain dengan Mewarnai terhadap
Penurunan Skor Perilaku Maladaptif Anak Usia Prasekolah (3-5 Tahun) yang Mengalami Hospitalisasi di
Rumah Sakit Kabupaten Kediri. Jurnal Ilmu Keperawatan. Vol. 1 No. 2; (169-175). Available from:
http://jik.ub.ac.id

5. Sukoati, Suci dan Astarani, Kili. 2012. Aktivitas Bermain Mewarnai dapat Meningkatkan Mekanisme
Koping Adaptif Saat Menghadapi Stres Hospitalisasi pada Anak. Jurnal STIKES. Vol.1 No. 2; (223-235).
Available from:

http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:4SJT2ZhkCPMJ:puslit2.petra.ac.id/ejournal/in
dex.php/stikes/article/download/18618/18382+&cd=1&hl=id&ct=clnk&client=firefox-beta