Anda di halaman 1dari 16

Mata Kuliah

Strategic Management
Analisis SWOT
PT. XYZ

Mahasiswa : Adrianto - 55117120160


Dosen : Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA
Pendahuluan

―Manajemen strategis didefinisikan sebagai serangkaian keputusan dan tindakan yang


menghasilkan perumusan dan implementasi rencana yang dirancang untuk mencapai
tujuan perusahaan. Proses Manajemen Strategis adalah aliran informasi melalui tahapan
analisis yang saling terkait menuju pencapaian tujuan.‖

Analisa Lingkungan Perusahaan

Sebelum menjelaskan mengenai analisa lingkungan eksternal perusahaan, perlu


disampaikan bahwa komponen utama (Langkah) dari Model Strategis (Strategic Model)
terdiri dari:

1. Mendefinisikan misi perusahaan (Mengapa kita ada?), dan mempertimbangkan


tanggung jawab sosial (Bagaimana perusahaan berniat berkontribusi pada
masyarakat yang mendukung perusahaan).
2. Analisis lingkungan internal dan eksternal - Analisis Lingkungan yang terdiri dari
Remote Environment (Lingkungan Terpencil yang tidak bisa dikontrol oleh
perusahaan), Industry Environment (Lingkungan Industri itu sendiri) dan
Operating Environment (Lingkungan di dalam perusahaan itu sendiri)
3. Mengidentifikasi strategi yang paling efektif dalam membangun keunggulan
kompetitif yang berkelanjutan berdasarkan pada kegiatan dan kapabilitas rantai
nilai utama — Analisis dan Pilihan Strategis.
4. Tiba di daftar tujuan jangka panjang dan identifikasi Generik dan Strategi Besar
(Generic & Grand Strategic)
5. Menciptakan tujuan jangka pendek, taktik fungsional dan kebijakan pemurnian
yang memberdayakan tindakan (empowering actions)
6. Restrukturisasi, Reengineering, dan Pemfokusan ulang organisasi
7. Melacak strategi seperti yang sedang dilaksanakan, mendeteksi masalah atau
perubahan dalam premis dasarnya, dan membuat penyesuaian yang diperlukan –
Strategi Kontrol dan Peningkatan Berkesinambungan.

Perumusan strategi dan implementasi berurutan dan perubahan dalam komponen apa pun
akan mempengaruhi beberapa komponen lainnya. Oleh karena itu, penggunaan model
atau proses strategis penting untuk mengelola aliran informasi dari inisiasi ke
perencanaan untuk implementasi dan kontrol untuk mencapai tujuan perusahaan.

LINGKUNGAN EKSTERNAL PERUSAHAAN (The Firm’s External Factors)

Di dalam Buku Strategic Management John A Pearce II & Richard B. Robinson,


disebutkan bahwa Lingkungan Eksternal Perusahaan adalah faktor – faktor di luar dari
perusahaan yang dapat mempengaruhi pilihan arah dan tindakan (direction and action),
struktur organisasi dan internal proses dalam perusahaan. Lingkungan Eksternal
perusahaan dibagi menjadi 3, yaitu : Remote Environment, Industry Environment,
Operating Environment

REMOTE ENVIRONMENT

Merupakan faktor – faktor yang mempengruhi perusahaan yang terdiri dari:


1. Ekonomi; hal hal yang harus diperhatikan seperti perubahan pola konsumsi yang
disebabkan perubahan penghasilan , kebijakan kredit dari pemerintah, berapa
perkiraan disposable income bagi masyarakat, tingkat konsumsi masyarakat atas
barang atau jasa yang kita tawarkan, perubahan tingkat suku bunga, dan
pendapatan per kapita.
2. Sosial; keyakinan, demografi, nilai – nilai yang dipegang oleh masyarakat, gaya
hidup, tingkat pendidikan, suku dan agama dapat mempengaruhi permintaan atas
barang atau jasa yang dipilih.
3. Politik; merupakan pertimbangan Utama bagi manajemen perusahaan dalam
menyusun strategi yang akan dijalankan karena kebijakan politik dapat
mempengaruhi kebijakan export-import, perpajakan, bea masuk, Upah Minimum,
aturan jaminan sosial dan lainnya.
4. Teknologi; untuk menghindari dari keterbelakangan atas kemajuan teknologi,
perusahaan harus berhati – hati dan selalu cermat atas perubahan teknologi.
Teknologi sangat mempengaruhi keputusan organisasi, contohnya adalah ketika
perusahaan pengelola jalan toll mengurangi jumlah personel penjaga gerbang toll
yang sekarang sudah dapat dijalankan dengan mesin otomatis menggunakan
kartu chip (e money)
5. Ekologi; Masyarakat dan Pemerintah saat ini sangat peduli dengan kondisi
lingkungan hidup (alam/bumi). Pertumbuhan ekonomi bisa saja berkontribusi
kepada kerusakan lingkungan. Eksploitasi Sumber Daya Alam yang terus
menerus dengan alasan ekonomi, lambat laun akan mempengaruhi keseimbangan
alam. Perusahaan harus memperhatikan dan memperhitungkan dampak atas
lingkungan akibat proses usahan yang dijalankan dengan tetap harus berusaha
menjaga keseimbangan alam. Aturan – aturan yang dibuat oleh pemerintah
mengenai lingkungan hidup dan kelestarian alam harus menjadi acuan perusahaan
di dalam menjalankan usahanya

INDUSTRY ENVIRONMENT

Industry Environment atau Lingkungan Industri merupakan kondisi umum untuk


persaingan yang memengaruhi semua bisnis yang menyediakan produk dan layanan
serupa. Di dalam industri yang sejenis ada 5 kekuatan yang harus diperhatikan oleh
perusahaan dalam menjalankan kompetisi, yaitu:

1. Ancaman dari kompetitor dalam industry sejenis.


2. Ancaman dari adanya pemain baru di dalam pasar. (New Entrants)
3. Bargaining Power dari Pembeli (Powerfull Buyers), pembeli yang dapat menekan
untuk penurunan harga karena membeli dalam volume yang besar.
4. Ancaman dari adanya Barang Pengganti ( Subtitute Product)
5. Bargaining Power dari Suplier (Powerfull Suppliers), supplier / pemasok dapat
menaikkan harga atau menurunkan kualitas, karena mereka bersifat
monopoli/oligopoly di dalam industri ataupun memiliki keunikan khusus atas
barang yang disediakan.

OPERATING ENVIRONMENT

Operating Environment atau Lingkungan Operasional merupakan faktor - faktor dalam


situasi persaingan langsung yang mempengaruhi kesuksesan perusahaan dalam
memperoleh sumber daya yang dibutuhkan ataupun mendapatkan keuntungan atas barang
atau jasa yang dipasarkan. Lingkungan ini biasa disebut juga dengan Competitive / Task
Environment.

Berbeda dengan Remote Environment, Operating Environment menuntut perusahaan


untuk lebih proaktif dalam menilai kondisi di dalam kompetisi insdutri. Perusahaan harus
mendapatkan Competitive Position. Untuk mendapatkannya perusahaan harus melakukan
penilaian atas competitor / pesaing yang ada di dalam industri dengan membuat Profil
Pesaing sehingga perusahaan dapat lebih tepat dalam melakukan peramalan atas
pertumbuhan jangka pendek dan jangka panjang serta potensi keuntungan yang lebih
akurat.

Beberapa Kriteria dalam membuat profil pesaing (competitor profile) antara lain:

1. Market Share
2. Product Line
3. Efektifitas Pemasaran
4. Harga yang kompetitif
5. Efektifitas dari iklan dan promosi
6. Lokasi dan umur dari fasilitas yang dimiliki
7. Kapasitas Produksi
8. Pengalaman
9. Biaya Bahan Baku
10. Profil Pelanggan
11. Keunggulan Teknologi
12. Posisi Keuangan

Pengaruh dari Remote, Industry dan Operating Environment perlu dianalisa oleh
perusahaan karena faktor – faktor yang disebutkan di atas dapat menjadi ancaman bagi
perusahaan dalam mencapai tujuannya (Early Warning Systems). Analisa yang dilakukan
juga dapat berguna untuk menentukan strategi perusahaan agar bisa berjalan lebih efektif
dan efisien. Atas informasi – informasi yang ada di dalam analisa ini, perusahaan dapat
melakukan peramalan lebih akurat untuk perkembangan perusahaan dan perencanaan
jangka panjang.

Proses tersebut harus dilakukan secara kontinu yang terdiri dari empat aktivitas:

1. Pemindaian (Scanning)
Pemindaian merupakan studi terhadap semua segmen dalam lingkungan umum. Melalui
pemindaian, perusahaan mengidentifikasi tanda-tanda awal dari perubahan potensi dalam
lingkungan umum dan mendeteksi perubahan-perubahan yang sedang terjadi. Ketika
pemindaian, seringkali perusahaan menghadapi data dan informasi yang ambigu, tidak
lengkap, dan tidak ada kaitannya. Pemindaian lingkungan merupakan hal penting dan
menentukan bagi perusahaan-perusahaan yang bersaing dalam lingkungan yang tidak
stabil. Selain itu, aktivitas pemindaian harus disatukan dengan konteks organisasi. Suatu
sistem pemindaian dirancang untuk lingkungan yang tidak stabil tidak akan cocok bagi
perusahaan yang berada dalam lingkungan stabil.

2. Pengawasan (Monitoring)
Ketika analis pengawasan (monitoring) mengamati perubahan-perubahan lingkungan
untuk melihat apakah suatu trend yang penting sudah berkembang di antara hal-hal yang
diamati dalam pemindaian. Kritikal bagi pengawasan yang berhasil adalah kemampuan
untuk mendeteksi makna dalam peristiwa-peristiwa lingkungan yang berbeda.

3. Peramalan (Forecasting)
Pemindaian dan pengawasan berkaitan dengan peristiwa-peristiwa dalam lingkungan
umum pada suatu waktu. Pada peramalan (forecasting), analis mengembangkan proyek-
proyek yang layak tentang apa yang mungkin terjadi, dan seberapa cepat perubahan-
perubahan dan trend-trend itu dideteksi melalui pemindaian dan pengawasan.

4. Penilaian (Assesing)
Tujuan penilaian (assesing) adalah untuk menentukan waktu dan signifikansi efek-efek
dari perubahan-perubahan dan trend-trend lingkungan terhadap manajemen strategis
suatu perusahaan. Melalui pemindaian, pengawasan, dan peramalan, seorang analis dapat
memahami lingkungan umum. Selangkah lebih maju, tujuan penilaian adalah untuk
menspesifikasi implikasi pemahaman tersebut pada organisasi. Tanpa penilaian,
perusahaan dibiarkan dengan data-data yang menarik, tapi tidak diketahui relevansi
kompetitifnya.
Bagan di bawah ini menunjukkan proses manajemen strategi yang dapat dilakukan dalam
perusahaan.

Analisis SWOT

Analisa SWOT merupakan proses penilaian atas lingkungan internal dan eksternal yang
terkait dengan prusahaan.

SWOT merupakan singkatan dari Strengths (kekuatan/kelebihan) dan Weaknesses


(kelemahan/kekurangan) dari internal sebuah perusahaan dan Opportunities
(Peluang/Kesempatan) serta Threats (ancaman/hambatan) dari lingkungan eksternal yang
dihadapi oleh perusahaan. Analisa SWOT merupakan teknik yang digunakan oleh
manager/pemilik/eksektutif dari sebuah perusahaan untuk mengetahui secara cepat
ikhtisar posisi strategis perusahaan di dalam lingkungan bisnisnya.

Dalam melakukan analisa SWOT, disarankan untuk mecari informasi mengenai


Opportunities dan Threats terlebih dahulu sebelum melakukan evaluasi atas Strengths
dan Weaknesses yang dimiliki oleh karena ‗O‘ dan ‗T‘ merupakan faktor yang tidak bisa
dikontrol oleh perusahaan.
Opportunities dan Threats

Opportunities/Peluang adalah situasi menguntungkan yang utama (dominan) dalam


lingkungan perusahaan. Tren Utama (Key Trend) adalah salah satu sumber peluang.
Sumber peluang lainnya adalah:
1. Grup pelanggan baru (New Customer Group)
2. Memperluas ke wilayah geografis baru (Expanding to New Areas)
3. Memperluas lini produk (Expanding Product Line)
4. Mentransfer keterampilan ke produk baru (Transferring Skill to New Product)
5. Integrasi vertical (Vertical Integration)
6. Ambil pangsa pasar dari saingan (Take Market Share of Rivals)
7. Akuisisi saingan (Acquisition of Rivals)
8. Aliansi atau Usaha Bersama untuk memperluas cakupan (Alliances or Joint
Venture to expand coverage)
9. Kesempatan untuk mengeksploitasi teknologi baru (openings to exploit new
technology)
10. Kesempatan untuk memperluas nama / gambar merek (openings to extend
Brand Image/Name)

Threats (Ancaman/Hambatan)

Threats/Ancaman/Hambatan adalah situasi tidak menguntungkan yang utama di dalam


lingkungan perusahaan. Ancaman adalah hambatan utama bagi posisi perusahaan saat ini
atau yang diinginkan. Beberapa diantaranya:
1. Masuknya pesaing baru yang potensial (Entry of potential new competitors)
2. Hilangnya penjualan untuk pengganti (Loss of Sales of Subtitutes)
3. Memperlambat pertumbuhan pasar (Slowing Market Growth)
4. Pergeseran buruk dalam nilai tukar & kebijakan perdagangan (Adverse shifts in
exchange rates & trade policies)
5. Peraturan baru yang mahal (Costly new regulations)
6. Kerentanan terhadap siklus bisnis (Vulnerability to business cycle)
7. Tumbuhnya pelanggan atau pemasok (Growing leverage of customers or
suppliers)
8. Mengurangi kebutuhan pembeli akan produk (Reduced buyer needs for product)
9. Perubahan demografi (Demographic changes)

Fokus yang mendasar kedua dalam analisis SWOT adalah identifikasi Strengths
(kekuatan) dan Weaknesses (kelemahan) internal.

Strengths dan Weaknesses

Strengths (Kekuatan) adalah keunggulan atas sumber daya relatif/berhubungan terhadap


pesaing dan kebutuhan pasar yang dilayani atau diharapkan untuk dapat melayani. Ini
adalah kompetensi khusus yang dimiliki oleh sebuha perusahaan yang bisa menjadikan
perusahaan memiliki keunggulan komparatif di pasar. Beberapa kekuatan antara lain
adalah:
1. Kompetensi atau pengetahuan yang berharga (valuable competencies or know
how)
2. Aset fisik yang berharga (valuable physical assets)
3. Aset manusia yang berharga (valuable human assets)
4. Aset organisasi yang berharga (valuable organizational assets)
5. Aset tak berwujud yang berharga (valuable intangible assets)
6. Kemampuan kompetitif yang penting (important competitive capabilities)
7. Suatu atribut yang menempatkan perusahaan dalam posisi keuntungan pasar (an
attribute that places a company in position of market advantage)
8. Aliansi atau usaha kerja sama dengan mitra yang cakap (alliances or cooperative
venture with capable partner)

Weaknesses (Kelemahan) adalah keterbatasan atau kekurangan dalam satu atau lebih
sumber daya dan kompetensi yang berkaitan terhadap pesaing yang menghambat kinerja
efektif perusahaan. Beberapa kelemahan adalah:
1. Tidak ada arah strategis yang jelas (No Clear Strategic Direction)
2. Fasilitas using (Obsolete Facilities)
3. Lemahnya neraca; kelebihan hutang (Weak Balance Sheet, Excess Debt)
4. Biaya keseluruhan lebih tinggi daripada saingan (Higher Overall Cost than
Rivals)
5. Hilang beberapa keterampilan / kompetensi Utama (Missing some key skill
competence)
6. Keuntungan di bawah standar (subpar profits)
7. Masalah operasi internal. (internal operating problems)
8. Kurangnya aset fisik, organisasi, atau tidak berwujud yang penting (lack of
physical , organizational, and intangible assets)
9. Lini produk yang terlalu sempit (too narrow product line)
10. Keterampilan pemasaran yang lemah (weak marketing skills)

Analisis SWOT dapat digunakan dalam banyak cara untuk membantu analisis strategi.
Cara yang paling umum adalah menggunakannya sebagai kerangka logis yang memandu
diskusi sistematis tentang sumber daya perusahaan dan alternatif dasar yang muncul dari
pandangan berbasis sumber daya ini.

Idenya adalah TIDAK untuk hanya melalui aktifitas – aktifitas ini, tetapi memiliki
analisis SWOT dapat mengikat langsung dalam pengambilan keputusan.

Akhirnya Anda ingin bertindak berdasarkan kesimpulan untuk melakukan beberapa


kombinasi berikut ini:

1. Sesuaikan strategi perusahaan dengan kekuatan sumber daya dan peluang


pasarnya
2. Perbaiki kelemahan yang penting
3. Bertahan terhadap ancaman eksternal

Analisis SWOT telah menjadi kerangka kerja pilihan di antara banyak manajer sejak
lama karena kesederhanaan dan penggambaran esensi perumusan strategi yang tepat —
mencocokkan peluang (O) dan ancaman (T) perusahaan dengan kekuatan (S) dan
kelemahannya (W). Kecocokan yang baik memaksimalkan kekuatan (S) dan peluang (O)
perusahaan serta meminimalkan kelemahan (W) dan ancamannya (T).

Anda "MUNGKIN" ingin melakukan analisis SWOT yang direvisi setelah Anda telah
memilih rekomendasi dan menunjukkan bagaimana situasi telah membaik.

Keterbatasan Analisis SWOT:

1. Analisis SWOT dapat terlalu menekankan kekuatan internal dan mengecilkan


ancaman eksternal. Pakar strategi di setiap perusahaan harus tetap waspada
terhadap strategi pembangunan di sekitar atas apa yang perusahaan lakukan
dengan baik sekarang (kekuatannya) tanpa mempertimbangkan dampak
lingkungan eksternal terhadap kekuatan tersebut.
2. Analisis SWOT dapat bersifat statis dan dapat berisiko mengabaikan keadaan
yang berubah-ubah.
3. Analisis SWOT dapat terlalu menekankan atas satu kekuatan atau elemen strategi
perusahaan.
4. Kekuatan tidak selalu merupakan sumber keunggulan kompetitif.

Singkatnya,
a. Analisis SWOT adalah pendekatan tradisional untuk analisis internal menurut
banyak ahli strategi.
b. Analisa SWOT hanya memberikan gambaran yang bersifat umum (general)
untuk menguji kemampuan internal terhadap faktor eksternal, terutama atas
peluang (O) dan ancaman (T) yang utama.
c. SWOT memiliki keterbatasan yang harus dipertimbangkan jika analisis SWOT
menjadi dasar untuk setiap proses pengambilan keputusan strategis perusahaan.

Analisis SWOT terhadap PT. XYZ

Latar Belakang PT. XYZ

PT. XYZ sebagai salah satu perusahaan infrastruktur dan logistik energi Indonesia yang
berkembang pesat mencakup sejumlah entitas bisnis dengan pengalaman luas dalam
layanan infrastruktur energi. Dengan tenaga kerja yang sangat terampil dan penerapan
praktik terbaik, keahlian ini tersebar di seluruh rantai nilai mulai dari produksi sumber
daya energi, jalan pengangkutan, pelabuhan ke transportasi laut dan sungai hingga mil
terakhir. Daerah operasional terbesar PT. XYZ adalah di Muara Enim, Sumatera Selatan.
Pada tahun 2004, PT. XYZ didirikan di tengah-tengah upayanya untuk secara konsisten
mengembangkan dan memperluas ruang lingkup bisnisnya baik secara organik maupun
melalui akuisisi untuk secara tegas mencakup semua aspek layanan infrastruktur, yang
telah menjadi pilar bisnis utama perusahaan. Dengan layanan termasuk Kontraktor
Penambangan, Jalan Pengangkutan, Manajemen Pelabuhan, dan Tug and Barge; kami
semakin menambah nilai yang lebih besar melalui hubungan sinergis di semua rantai
pasokan.

Kaitan ini mencakup mulai dari eksplorasi, konstruksi, produksi, pengangkutan,


pengangkutan dan pengapalan ke pelanggan domestik dan internasional hingga konsumsi
batubara yang diproduksi untuk pembangkit tenaga listrik. Sinergi produk dan layanan
pelengkap menstabilkan pendapatan memfasilitasi aliran kas yang sehat dan kurang
rentan terhadap fluktuasi harga batubara., Portofolio bisnis memastikan pertumbuhan
perusahaan yang berkelanjutan.

1) Vision and Company Mission,

Vision :
To be recognized and the company of choice in the region for its integrated
competencies on coal energy resources and infrastructure services in Indonesia.

Mission :
To perform end-to-end integrated coal energy infrastructure service activity, from
mining, systematic hauling & quality refining, port management, marketing, to
shipment, to ensure customer satisfaction and the prosperity of our corporate
stakeholders while contributing to the local & national economies.

2) Longterm objective,

Sesuai dengan misinya, perusahaan ingin menjadi perusahaan pilihan karena


memeiliki kemampuan sistem yang terintegrasi dalam sumber daya batubara dan
infrastruktur pendukungnya.

3) Corporate Culture,

Perusahaan memiliki nilai - nilai:

INNOVATIVE
We realize that integrated energy infrastructure services requires complex multi
discipline skills & systems, where constant improvements from a hardworking team
of enthusiastic and smart staff is a must to achieve excellence.
EXCELLENCE
We firmly believe that high ethical standards, corporate governance, integrity and
actions in the interest of the society and the nation is the right and only way to
ensure long term success in the coal mining business.

SYNERGY
These days nobody can succeed alone. Teamwork and partnership based on mutual
respect, trust & commitment within company and with our suppliers, contractors,
community, local government, and regulators, will create the synergy needed to
drive production and delivery‘s speed, quality, quantity, and cost efficiency.

PT. XYZ – Complete Value Chain


ANALISA SWOT PADA PT. XYZ

REMOTE
OPPORTUNITY THREAT
ENVIRONMENT
Economy; - Harga batu bara yang - Adanya shale gas (bahan
Makro Ekonomi lebih murah dari pada pengganti), sebagai bahan
harga minyak bumi, bakar subtitusi pengganti
masih memberikan batubara
peluang - Keadaan perekonomian
- Masih besarnya potensi dunia yang masih belum
sumber daya dan stabil yang salah satunya
cadangan batubara di disebabkan perang dagang
sumatera selatan antara Amerika dan China
- Berbeda dengan tahun
booming batubara (2006-
2010), saat ini ‗New
Entrants‘ sudah sangat
berkurang
Social; - Pemberdayaan - Masyarakat sekitar tambang
Demography masyarakat sekitar yang kurang bisa menerima
tambang untuk dilatih orang asing masuk ke
dan dijadikan pekerja daerahnya
tambang - Serikat Pekerja / Buruh yang
- Berkembangnya semakin aktif
lingkungan sekitar - Tingkat Pendidikan
tambang dengan adanya masyarakat daerah yang
penambangan batubara kurang pas dalam memenuhi
- Banyak sumber daya kebutuhan sumber daya
manusia sehingga mudah manusia di daerah tambang
mencari tenaga kerja di
daerah tambang
Politics; - Kerja sama untuk - Pemerintah menetapkan
menjadi pemasok harga patokan penjualan
batubara di PLN masih batubara dari swasta ke PLN
panjang - Aturan perijinan yang
- Adanya pencabutan tersentralisasi menjadikan
Pergub Nomor 23/2013 proses ekspansi tertunda
tentang Tata Cara
Pengangkutan Batu Bara
di Jalanan Umum.
Terhitung sejak tanggal 8
November 2018, aturan
sudah mulai
diberlakukan. Perusahaan
memiliki jalan hauling
yang dapat dilewati oleh
perusahaan lain
- Adanya program
ketenagalistrikan 35 ribu
MegaWatt (MW) yang
didorong oleh
pemerintah. Dengan
Rencana Penyediaan
Usaha Penyediaan
Tenaga Listrik (RUPTL)
PT PLN (Persero) 2018
– 2027. Salah satu
caranya dengan
melakukan pembangunan
PLTU Mulut Tambang,
dimana Istilah mulut
tambang disematkan
karena PLTU berada di
lokasi pertambangan batu
bara. Dengan ekspektasi,
operasional pembangkit
bisa lebih efisien karena
dapat memangkas biaya
angkut dan penyimpanan
sumber energi batu bara.
- Adanya Aturan DMO
(Domestic Market
Obligation), dimana
setiap perusahaan
batubara diwajibkan
untuk memiliki penjualan
domestic sebesar 25%
dari total keseluruhan
penjualannya.
Technology; - Adanya teknologi GPS - Beralihnya teknologi
yang dapat melihat posisi pembangkit listrik yang tidak
truk angkutan batubara menggunakan batubara
- Adanya teknologi untuk sebagai bahan bakarnya
memonitor pemakaian
fuel (solar) pada truk
angkutan batubara
Ekology; - Peraturan Lingkungan Hidup
yang semakin ketat
- Masyarakat dunia semakin
peduli lingkungan hidup
- Proses penambangan
dianggap merusak ekosistem

INDUSTRY
OPPORTUNITY THREAT
ENVIRONMENT
Industry - Tidak banyak perusahaan - Kualitas Batubara pemasok
Competitor yang menjadi pemasok lain ke PLN ada yang lebih
batubara ke PLN bagus dibanding kualitas
sendiri
New Entrants - Berbeda dengan tahun
booming batubara (2006-
2010), saat ini ‗New
Entrants‘ sudah sangat
berkurang
Powerfull Buyer - 70% dari penjualan
merupakan penjualan ke
PLN dan 30% merupakan ke
pembeli lain / export
Subtitute Product - Pemasok lain dapat
menggantikan posisi
perusahaan dalam memenuhi
kebutuhan PLN
Powerfull - 70% dari batubara yang
Supplier dihasilkan merupakan
hasil produksi sendiri

INTERNAL
STRENGTH WEAKNESS
FACTORS
Assets/ - Memiliki jalan hauling
Infrastructure (jalur angkutan batubara)
sejauh 120 KM sehingga
masih ada potensi
mengembangkan Produksi
batubara dari lahan sekitar
jalan tersebut
- Memiliki lahan batubara
sendiri sehingga mudah
dalam mendapatkan
batubara
Man Power - Memiliki Sumber Daya - Employee Benefit yang
Manusia yang handal kurang besaing dengan
competitor
System - Belum adanya sistem
terintegrasi baik untuk
fungsi operasional maupun
fungsi support
Compliance - Perlunya tertib dalam hal
legalitas dan perpajakan
Organization - Banyaknya SBU (Strategic
business Unit) yang
dipimpin oleh masing –
masing direksi (Struktur
Organisasi yang Besar)

Berdasarkan data yang diperoleh dalam memetakan hal – hal apa saja yang termasuk ke
dalam Strenght (S), Weakness (W), Opportunity (O) dan Threats (T) dalam PT. XYZ,
penulis mencoba memberikan rekomendasi terhadap strategi yang dapat dijalankan oleh
PT. XYZ, antara lain :

1. Tetap berupaya melakukan peningkatan volume penjualan untuk memperoleh


Pasar Ekspor ataupun Pasar Domestic Non PLN.
2. Meningkatkan jaringan kerjasama sebagai pemasok batubara untuk PLTU Mulut
Tambang terutama di daerah Muara Enim (Sumsel).
3. Investasi dititikberatkan pada perbaikan jalan hauling guna melayani kebutuhan
perusahaan lain yang akan melalui / melintasi jalan hauling PT. XYZ. Hal ini
terkait dengan pencabutan Pergub Nomor 23/2013 tentang Tata Cara
Pengangkutan Batu Bara di Jalanan Umum, sehingga truk batubara harus melalui
jalan khusus (jalan hauling PT. XYZ).
4. Meningkatkan peran teknologi dalam hal operasional pertambangan khususnya
dalam hal pemantauan lokasi kendaraan (truk) dan pemantauan penggunaan
bahan bakar solar atas setiap unit (truk) yang beroperasi.
5. Tetap berkomitmen dalam hal menjaga pelestarian lingkungan ,kesehatan dan
keselamatan kerja dengan mempertahankan penghargaan dari Kementrian ESDM
(Pengelolaan Keselamatan Pertambangan, 2017) dan Kementrian
Ketenagakerjaan (Zero Accident Award, 2017). Hal ini memberikan kepuasan,
keamanan dan kenyamanan bagi seluruh Stakeholder.
6. Tetap menjaga dan meningkatkan kualitas produk batubara agar tetap dapat
bersaing dengan competitor.
7. Melakukan perbaikan Standard Operational Procedure untuk mencapai
Operational Excellence di dalam perusahaan baik itu dalam proses fungsi
operasional maupun fungsi support.
8. Melakukan review dan perbaikan benefit bagi karyawan untuk dapat bersaing
dengan benefit yang berlaku di pasaran (industry batubara) dengan tujuan untuk
menarik dan mempertahankan karyawan yang ada.
9. Menerapkan Good Corporate Governance guna lebih mengedepankan
keterbukaan dengan stake holder yang ada dalam lingkungan perusahaan
10. Menjadikan Serikat buruh/pekerja sebagai partner dalam pengelolaan lingkungan
seputar tambang guna tercapainya kesejahteraan perusahaan dan masyarakat
seputar tambang
11. Perampingan organisasi perusahaan dengan tetap memperhatikan kebutuhan Man
Power yang proporsional.

Daftar Pustaka:

- http://yousigma.com/tools/areviewofstrategicmanagementprocess.html (Sabtu, 22
September 2018, Jam 13.34)
- Buku Strategic Management, Planning For Domestic & Global Competition,
Fourteen Edition, John A Pearce II & Richard B. Robinson, McGraw Hill,
International Edition
- Modul Kuliah ke-3 Strategic Management, Analisa Lingkungan Eksternal
Perusahaan, Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA, Universitas Mercu Buana, 2018
- 4. Hapzi Ali, Modul 4 SM, External Micro Environment Analysis
- https://news.detik.com/berita/4291439/gubernur-sumsel-cabut-pergub-truk-batu-
bara-lewat-jalan-umum
- https://finance.detik.com/energi/d-4142784/aturan-dmo-batu-bara-disebut-tak-
jalan-ini-kata-jonan