Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

DASAR PENGERJAAN PENGEBORAN DAN MESIN-MESIN


PENGEBORAN

Dosen Pengampu
Zainal Arifin, S.Pd., M.Pd.

Disusun Oleh :
Al Azhar Fauzan J1B116015
Eka Dini Islamiyah J1B116017
Alan Vrendika J1B1160
Ade Febriyansyah L J1B116030
RM Fikri J1B1160

TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmatnya dan karunianya kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul
”Dasar Pengerjaan Pengeboran dan Mesin – mesin Pengeboran”. Kami
berterimakasih juga kepada Bapak Zainal Arifin, S.Pd., M.Pd. selaku Dosen mata
kuliah Perbengkelan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jambi.
Kami berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kami dan pembaca mengenai Pengoperasian mesin
bor, komponen yang ada pada mesin bor, dan memberi perawatan terhadap mesin
bor dengan baik dan benar. Kami telah melakukan sebaik-baiknya dalam
pembuatan makalah ini. Semoga makalah yang telah kami perbuat dapat dipahami
bagi pembaca. Sekiranya apa yang telah kami susun ini dapat berguna bagi kami
maupun bagi para pembaca.
Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang
kurang berkenan dan jika adanya ketidaktepatan dalam makalah yang telah kami
perbuat, berharap adanya kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan makalah
yang telah kami buat dimasa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang
sempurna tanpa saran yang membangun.

Jambi, 7 Februari 2018

Penulis
DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR .........................................................................................
DAFTAR ISI ........................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................
1.1 Latar Belakang ...............................................................................................
1.2 Rumusan Masalah ..........................................................................................
1.3 Tujuan ............................................................................................................
1.4 Manfaat ..........................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN .....................................................................................
2.1 Bor ..................................................................................................................
2.2 Komponen – komponen pada Bor ..................................................................
2.3 Jenis – jenis bor ..............................................................................................
2.4 Dasar Pengerjaan Pengeboran ........................................................................
2.5 Kecepatan Potong Pengoboran ......................................................................
2.6 Perawatan Mesin ............................................................................................
BAB III KESIMPULAN ......................................................................................
3.1 Kesimpulan ....................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Seiring dengan perkembangan serta kemajuan dibidang industri terutama
dalam bidang permesinan, berbagai alat diciptakan untuk mempermudah
pekerjaan manusia dalam mencukupi kebutuhannya. Pekerjaan mekanik yang
dilakukan di bengkel biasanya dikerjakan dengan menggunakan beberapa
peralatan tertentu. Pekerjaan tersebut dikerjakan ada yang cukup hanya
menggunakan peralatan tangan namun ada beberapa yang menggunakan peralatan
mesin yang salah satunya adalah bor.
Bor merupakan salah satu alat yang harus dimiliki dalam setiap bengkel.
Mesin ini juga dituntut penggunanya agar menggunakan dan merawatnya secara
baik dan benar. Mesin ini berbeda dengan mesin perbengkelan lainnya yang
dimana bor harus disesuaikan dengan benda yang akan dijadikan objek untuk
melakukan suatu pengoperasian. Kecepatan pada mesin bor juga bervariasi, maka
dibutuhkan pengetahuan dalam menggunakannya agar menjaga bor itu tetap
dalam kondisi baik.

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Apa itu mesin bor ?
1.2.2 Apa saja komponen yang terdapat pada mesin bor ?
1.2.3 Apa saja jenis-jenis dari mesin bor ?
1.2.4 Bagaimana dasar-dasar pengeboran yang baik dan benar ?
1.2.5 Bagaimana cara perawatan mesin bor secara baik dan benar ?

1.3 Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah antara lain :
1. Mengetahui apa saja komponen (spare part) yang ada pada mesin bor.
2. Mengetahui apa saja jenis dari mesin bor.
3. Memahami bagaimana dasar dari pengeboran secara baik dan benar.
4. Memahami bagaimana merawat mesin bor secara baik dan benar.
1.4 Manfaat
Manfaat yang diperoleh dari makalah ini ialah untuk menambah wawasan
tentang mesin bor dan bagaimana cara menggunakannya secara baik dan benar
agar tidak terjadi kerusakan pada mesin dan kecelakaan pada pengguna.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Mesin Bor


Mesin bor adalah jenis mesin yang gerakanya memutarkan mata bor untuk
melubangi suatu benda yang bahan . Sedangkan Pengeboran adalah operasi
menghasilkan lubang berbentuk bulat dalam bidang kerja dengan menggunakan
pemotong berputar (bor).

2.2 Komponen – komponen pada Bor


2.2.1 Base (Dudukan )
Base merupakan penopang dari semua komponen mesin bor. Base terletak
paling bawah menempel pada lantai dan biasanya dibaut. Pemasangannya harus
kuat karena akan mempengaruhi keakuratan pengeboran akibat dari getaran yang
terjadi saat melakukan proses pengeboran.
2.2.2 Column (Tiang)
Column (tiang) adala bagian dari mesin bor yang digunakan untuk
menyangga bagian-bagian yang digunakan untuk proses pengeboran. Kolom
berbentuk silinder yang mempunyai alur atau rel untuk jalur gerak vertikal dari
meja kerja.
2.2.3 Table (Meja)
Table (meja) adalah bagian yang digunakan untuk meletakkan benda kerja
yang akan di bor. Meja kerja dapat disesuaikan secara vertikal untuk menyesuikan
ketinggian pekerjaan yang berbeda atau bisa berputar ke kiri dan ke kanan dengan
sumbu poros pada ujung yang melekat pada tiang (column). Untuk meja yang
berbentuk lingkaran bisa diputar 360o dengan poros ditengah-tengah meja.
Kesemuanya itu dilengkapi pengunci (table clamp) untuk menjaga agar posisi
meja sesuai dengan yang dibutuhkan.
2.2.4 Drill (Mata Bor)
Drill (mata bor) adalah suatu alat pembuat lubang atau alur. Mata bor yang
paling sering digunakan adalah bor spiral. Bor spiral memiliki daya hantar yang
baik, penyaluran serpih (geram) yang baik karena alur-alurnya yang berbentuk
sekrup, sudut-sudut sayat yang menguntungkan dan bidang potong dapat diasah
tanpa mengubah diameter bor.
2.2.5 Spindle
Spindle merupakan bagian yang menggerakkan chuck atau pencekam, yang
memegang / mencekam mata bor.
2.2.6 Spindle head
Merupakan rumah dari konstruksi spindle yang digerakkan oleh motor
dengan sambungan berupa belt dan diatur oleh drill feed handle untuk proses
pemakananya.
2.2.7 Drill Feed Handle
Drill Feed Handle berfungsi untuk menurunkan atau menekankan spindle
dan mata bor ke benda kerja.

2.3 Jenis – jenis bor


2.3.1 Mesin bor meja
Mesin bor meja adalah mesin bor yang diletakkan diatas meja. Mesin ini
digunakan untuk membuat lubang benda kerja dengan diameter kecil (terbatas
sampai dengan diameter 16 mm). Prinsip kerja mesin bor meja adalah putaran
motor listrik diteruskan ke poros mesin sehingga poros berputar. Selanjutnya
poros berputar yang sekaligus sebagai pemegang mata bor dapat digerakkan naik
turun dengan bantuan roda gigi lurus dan gigi rack yang dapat mengatur tekanan
pemakanan saat pengeboran.
2.3.2 Mesin bor tangan (pistol)
Mesin bor tangan adalah mesin bor yang pengoperasiannya dengan
menggunakan tangan dan bentuknya mirip pistol. Mesin bor tangan biasanya
digunakan untuk melubangi kayu, tembok maupun pelat logam. Selain itu, mesin
bor tangan juga dapat digunakan untuk mengencangkan baut maupun melepas
baut karena dilengkapi 2 putaran yaitu kanan dan kiri.
2.3.3 Mesin bor Radial
Mesin bor radial dirancang untuk pengeboran benda-benda kerja yang besar
dan berat. Mesin ini langsung dipasang pada lantai, sedangkan meja mesin telah
terpasang secara permanen pada landasan atau alas mesin.. Pada mesin ini benda
kerja tidak bergerak. Untuk mencapai proses pengeboran terhadap benda kerja,
poros utama yang digeser kekanan dan kekiri serta dapat digerakkan naik turun
melalui perputaran batang berulir.
2.3.4 Mesin Bor Tegak (Vertical Drilling Machine)
Digunakan untuk mengerjakan benda kerja dengan ukuran yang lebih besar,
dimana proses pemakanan dari mata bor dapat dikendalikan secara otomatis naik
turun. Pada proses pengeboran, poros utamanya digerakkan naik turun sesuai
kebutuhan. Meja dapat diputar 3600 , mejanya diikat bersama sumbu berulir pada
batang mesin, sehingga mejanya dapat digerakkan naik turun dengan
menggerakkan engkol.
2.3.5 Mesin bor koordinat
Mesin bor koordinat digunakan untuk membuat atau memperbesar lubang
dengan jarak titik pusat dan diameter lubang antara masing-masingnya memiliki
ukuran dan ketelitian yang tinggi. Untuk mendapatkan ukuran ketelitian yang
tinggi tersebut digunakan meja kombinasi yang dapat diatur dalam arah
memanjang dan arah melintang dengan bantuan sistem optik. Ketelitian dan
ketepatan ukuran dengan sisitem optik dapat diatur sampai mencapai toleransi
0,001 mm.
2.3.6 Mesin bor lantai
Mesin bor lantai adalah mesin bor yang dipasang pada lantai. Mesin bor
lantai disebut juga mesin bor kolom. Jenis lain mesin bor lantai ini adalah mesin
bor yang mejanya disangga dengan batang pendukung. Mesin bor jenis ini
biasanya dirancang untuk pengeboran benda-benda kerja yang besar dan berat.
2.3.7 Mesin bor berporos (mesin bor gang)
Mesin bor ini mempunyai lebih dari satu spindel. Mesin ini digunakan untuk
melakukan beberapa operasi sekaligus, sehingga lebih cepat. Untuk produksi
massal terdapat 20 atau lebih spindel dengan sebuah kepala penggerak.

2.4 Alat Pemotong


1. Notch Centre Drill
Digunakan sebagai tarikan awal dalam proses pembuatan lubang.
2. Twist Drill ( mata bor )
a. Merupakan alat potong yang digunakan pada proses pengeboran.
b. Bagian – bagian mata bor :
(1) Tangkai : lurus, tirus
(2) Badan
(3) Alur / flute : berfungsi untuk alur pengeluaran chip.
(4) Mata potong
c. Keuntungan menggunakan mata bor :
(1) Mudah dijepit dan dilepas
(2) Diameter yang dihasilkan tetap
(3) Chip mudah keluar melalui alur bor
(4) Pengasahan mudah karena hanya bagian ujung yang diasah.
d. Sudut – sudut mata bor:
Sudut-sudut mata bor disesuaikan dengan material yang akan
dikerjakan agar hasilnya baik. Sudut – sudut tersebut yaitu :
(1) Sudut  / sudut bebas = clearance angle
(2) Sudut  / sudut baji = wedge angle
(3) Sudut  / sudut garuk = rake angle
(4) Sudut  / sudut puncak = point angle
(5) Bibir serong = chisel edge
(6) Bibir potong alur spiral
e. Tipe mata bor
(1) Menurut sudut spiral :
(a) Tipe N (normal)
digunakan untuk mengerjakan material normal, misal St. 37, St.
60. Sudut spiral () berkisar antara ( 160 – 300 ) dengan sudut
puncak 1180. Untuk nikel, sudut puncaknya 1400.
(b) Tipe H (hard)
digunakan untuk mengerjakan material yang cukup keras
(material keras dan rapuh). Sudut spiral () berkisar antara ( 100
– 130 ) dengan sudut puncak 1180. Untuk material cetakan
plastik, batu, sudut puncaknya 800.
(c) Tipe W (weak)
digunakan untuk mengerjakan material yang lunak dan ulet,
misalnya alumunium, tembaga, kuningan. Sudut spiral ()
berkisar antara ( 350 - 400 ) dengan sudut puncak tergantung
dari materialnya. Untuk alumunium dan tembaga,  = 1400,
seng  = 1180.
(2) Menurut sudut puncak:
(a) Tipe N ( 1180 )
(b) Tipe H ( 800 )
(c) Tipe W ( 1400 )

2.4 Prinsip Dasar Gerakan Pengeboran


Prinsip dasar gerakan pengeboran mesin bor yaitu gerakan berputar
spindle utama (n) dan gerakan atau laju pemakanan (f)
a. Putaran mata bor (n)
Gerakan putaran mata bor ini merupakan gerakan berputarnya spindle
mesin bor. Gerakan ini sering disebut gerakan utama (main motion).
Besarnya putaran spindle ini tergantung oleh material benda kerja,
material mata bor dan diameter mata bor.
b. Laju permukaan (f)
Laju permukaan adalah gerakan turunnya mata bor menuju benda kerja
tiap satuan waktu. Besarnya laju pemakanan ini mempengaruhi kualitas
permukaan hasil lubang.

Gerak berputar spindle utama dihasilkan dari gerak putar motor utama yang
diteruskan melalui beberapa sistem transmisi, yaitu:
a. Sistem transmisi sabuk (belt)
- Biasanya digunakan untuk mesin bor meja atau mesin yang dayanya
kecil
- JIka terjadi kelebihan beban memungkinkan adanya selip, sehingga
aman tetapi efisiesni dayanya rendah.
-
b. Sistem tranmsisi roda gigi (gear)
- Biasanya digunakan untuk mesin bor yang dayanya besar.
- Efisiensi daya tinggi, tidak memungkinkan adanya selip.
c. Sistem transmisi gabungan sabuk dan roda gigi

2.5 Dasar Pengerjaan Pengeboran


2.5.1 Cara pengoperasian mesin bor
Cara pengoperasian mesin bor yaitu:
1. Letakkan benda kerja pada tempat yang disediakan.
2. Buka pelindung as mata bor.
3. Pasang mata bor sesuai dengan ukuran yang ditetapkan, kencangkan
dengan Chuck Key.
4. Pasang kabel penghubung ke stop kontak dan pastikan kabel kondisi
normal, aman, tidak melilit dan tidak ketarik.
5. Hidupkan mesin dengan menekan tombol saklar warna hijau.
6. Arahkan mata bor ke benda kerja secara perlahan-lahan sambil ditekan.
7. Untuk mematikan mesin dengan menekan tombol sakelar merah.
2.5.2 Proses pengerjaan pengeboran
Proses pengerjaan pengeboran diantaranya yaitu:
1. Tandai dengan garis pada bagian yang akan dibor dengan
menggunakan scriber dengan jarak sesuai dengan gambar kerja.
2. Pada perpotongan tanda garis tersebut, buatlah titik dengan
menggunakan centre punch.
3. Pasang benda kerja pada tanggem dan cekam dengan kuat. Pastikan
benda kerja terpasang tegak lurus terhadap sumbu spindle bor.
4. Psang centre tap pada drill chuck untuk menempatkan pusat lubang
yang akan dibuat.
5. Pasang NC drill pada drill chuck untuk membuat awalan lubang.NC
drill hanya boleh masuk sampai pada batas sisi potongnya, karena
pada spiralnya tidak terdapat sudut bebas sehingga jika dilepaskan
NC drill akan terjepit.
6. Setelah lubang awal dibuat, mulailah pengeboran dengan
menggunakanmata bor. Jika lubang berukuran besar, maka
pengeboran dilakukan bertahap (kira – kira 5 cm).

2.5 Kecepatan Potong Pengoboran


Kecepatan potong ditentukan dalam satuan panjang yang dihitung
berdasarkan putaran mesin per menit. Atau secara defenitif dapat dikatakan bahwa
kecepatan potong adalah panjangnya bram yang terpotong per satuan waktu.
Setiap jenis logam mempunyai harga kecepatan potong tertentu dan
berbeda-beda. Dalam pengeboran putaran mesin perlu disesuaikan dengan
kecepatan potong logam. Bila kecepatan potongnya tidak tepat, mata bor cepat
panas dan akibatnya mata bor cepat tumpul atau bisa patah.

2.6 Aksesoris Mesin


1. Drill Chuck
a. Digunakan untuk mencekam alat potong yang tangkainya
berbentuk lurus (straight shank)
b. Ukuran bor yang bisa dicekam tertera pada rumahan chuck-
nya, misal 1 – 13 mm; yang artinya chuck mampu mencekam
bor maksimal diameter 13 mm.
2. Sleeve
a. Digunakan untuk mencekam alat potong yang tangkainya
berbentuk tirus (taper shank)
b. Ukuran ketirusan sesuai standar internasional yang disebut
Morse Taper (MT).
Pada spindel utama mesin bor terdapat lubang celah yang digunakan
untuk melepas drill chuck maupun sleeve. Untuk melepasnya
digunakan baji / counter sleeve yang terbuat dari plat yang berbentuk
tirus.
3. Penjepit benda kerja
a. Hand vice
b. Machine vice
c. V – block dan clamp
d. T – bolt dan clamp
e. Jig
4. Setting / marking koordinat
a. scriber dan square line
b. height gauge
c. center punch
d. center tap
5. Alat keselamatan kerja
a. Kacamata
b. Wearpack
c. Sepatu

2.6 Perawatan Mesin

BAB III
KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA

Waluyo, J. 2010. Pengaruh Putaran Spindel Utama Mesin Bor Terhadap Keausan Pahat
Bor dan Parameter Pengeboran Pada Proses Pengeboran Dengan Bahan Baja.
Jurnal Teknologi 3(2) : 138-144