Anda di halaman 1dari 6

SAP (SATUAN ACARA PENYULUHAN)

Pokok bahasan : ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)


Sasaran : Masyarakat
Waktu :
Bulan/tanggal :
Tempat :
I. LATAR BELAKANG
ISPA adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia.
Hampir empat juta orang meninggal akibat ISPA setiap tahun, 98%-nya disebabkan oleh
infeksi saluran pernapasan bawah. Tingkat mortalitas sangat tinggi pada bayi, anak-anak, dan
orang lanjut usia, terutama di negara-negara dengan pendapatan per kapita rendah dan
menengah. Begitu pula, ISPA merupakan salah satu penyebab utama konsultasi atau rawat
inap di fasilitas pelayanan kesehatan terutama pada bagian perawatan anak (WHO,2007).
Prevalensi kejadian ISPA di Indonesia adalah 25,0 persen (Riskesdas,2013). ISPA
menyebabkan kematian bayi dan balita yang cukup tinggi yaitukira-kira 1 dari 4
kematian yang terjadi. Setiap anak diperkirakan mengalami3-6 episode ISPA setiap
tahunnya.Antara 40%-60% dari kunjungan dipuskesmas adalah karena penyakit ISPA
(Depkes, 2008).
Menurut Notoatmodjo (2003), rumah yang luas ventilasinya tidak memenuhi syarat
kesehatan akan mempengaruhi kesehatan penghuni rumah, hal ini disebabkan karena proses
pertukaran aliran udara dari luar ke dalam rumah tidak lancar, sehingga bakteri penyebab
penyakit ISPA yang ada di dalam rumah tidak dapat keluar. Ventilasi juga menyebabkan
peningkatan kelembaban ruangan karena terjadinya proses penguapan cairan dari kulit, oleh
karena itu kelembaban ruangan yang tinggi akan menjadi media yang baik untuk
perkembangbiakan bakteri penyebab penyakit ISPA.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengendalikan penyakit ISPA,
dimulai sejak tahun 1984 bersamaan dengan diawalinya pengendalian ISPA di tingkat global
oleh WHO (Kemenkes, 2012), namun sampai saat ini, upaya tersebut belum memperlihatkan
hasil yang signifikan. Kasus ISPA masih banyak ditemukan di tempat pelayanan kesehatan,
baik di tingkat Puskesmas maupun di tingkat Rumah sakit.
Dari hasil pengkajian yang didapatkan dusun karang sari berjumlah 2,8% sehingga
perlu diadakan penyuluhan tentang penyakit ispa di dusun karang sari.
II. TIU (Tujuan Instruksional Umum)
Pada ahir penyuluhan diharapkan peserta penyuluhan dapat memahami tentang ISPA
III. TIK (Tujuan Instruksional Khusus)
Setelah di berikan pendidikan kesehatan masyarakat mampu :
1. Menjelaskan pengertian ISPA dengan bahasa sederhana.
2. Menjelaskan faktor – faktor penyebab ISPA.
3. Memahami dan menjelaskan tanda dan gejala dari ISPA.
4. Memahami klasifikasi dari ISPA.
5. Menjelaskan cara pencegahan terhadap ISPA.
6. Menjelaskan dan mendemonstrasikan penatalaksanaan terhadap ISPA.

IV. MATERI
1.Pengertian ISPA
2.Penyebab ISPA
3.Tanda dan gejala ISPA
4.Cara penularan ISPA
5.Cara mencegah ISPA
6.Cara merawat anggota keluarga dengan ISPA
7.Cara mebuat obat batuk tradisional
V. METODE
Ceramah
Tanya jawab
VI. PEMBICARA
Mahasiswa Ners UNRIYO
VII. KEGIATAN PENYULUHAN
No Tahap Waktu Kegiatan Penkes Kegiatan audiens
1 Pre interaksi 5 menit
1. Mengucapkan salam 1. Menjawab salam
2. Perkenalan 2. Memperhatikan
3. Menjelaskan tujuan 3. Memperhatikan
2 Tahap kerja
30 1. Ceramah Menyampaikan1. Memperhatikan
Menit Materi, yaitu :
Definisi, tanda dan
gejala,pencegahan dan
cara perawatan ISPA
dirumah
2. Memberikan kesempatan
bertanya
3. Menjawab pertanyaan
2. Bertanya hal yang
kurang jelas.
3. Memperhatikan

3 Evaluasi 5 menit1. Evaluasi dan 1. Memperhatikan.


menyimpulkan materi
2. Mengucapkan salam 2. Menjawab salam.

LAMPIRAN MATERI
A. Pengertian
Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) adalah infeksi saluran pernafasan akut yang
menyerang tenggorokan, hidung dan paru-paru yang berlangsung kurang lebih 14 hari, ISPA
mengenai struktur saluran di atas laring, tetapi kebanyakan penyakit ini mengenai bagian
saluran atas dan bawah secara stimulan atau berurutan (Muttaqin, 2008).
ISPA adalah penyakit yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari
saluran pernafasan mulai dari hidung hingga alveoli termasuk jaringan adneksanya seperti
sinus, rongga telinga tengah dan pleura (Suhandayani, 2007)
Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) adalah penurunan kemampuan pertahanan
alami jalan nafas dalam menghadapi organisme asing yang terjadi secara tiba-tiba,
menyerang hidung, tenggorokan, telinga bagian tengah serta saluran napas bagian dalam
sampai ke paru-paru.

B. Penyebab ispa
Etiologi ISPA terdiri lebih dari 300 jenis bakteri, virus dan riketsia. Bakteri penyebab
ISPA antara lain adalah dari genus Streptokokus, Stafilokokus, Pneumokokus, Hemofillus,
Bordeteliadan Korinebakterium. Virus penyebab ISPA antara lain adalah golongan
Miksovirus, Adnovirus, Koronavirus, Pikornavirus, Mikoplasma, Herpesvirusdan lain-lain
(Suhandayani, 2007)
ISPA disebabkan oleh bakteri atau virus yang masuk kesaluran nafas. Salah satu
penyebab ISPA yang lain . Bakteri penyebab ISPA antara lain adalah dari genus
Streptokokus, Asap bahan bakar kayu ini banyak menyerang lingkungan masyarakat, karena
masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga selalu melakukan aktifitas memasak tiap hari
menggunakan bahan bakar kayu, gas maupun minyak. Timbulnya asap tersebut tanpa
disadarinya telah mereka hirup sehari-hari, sehingga banyak masyarakat mengeluh batuk,
sesak nafas dan sulit untuk bernafas. Polusi dari bahan bakar kayu tersebut mengandung zat-
zat seperti Dry basis, Ash, Carbon, Hidrogen, Sulfur, Nitrogendan Oxygen yang
sangat berbahaya bagi kesehatan (Depkes RI, 2002).
C. Tanda gejala ispa
ISPA merupakan proses inflamasi yang terjadi pada setiap bagian saluran pernafasan atas
maupun bawah, yang meliputi infiltrat peradangan dan edema mukosa, kongestif vaskuler,
bertambahnya sekresi mukus serta perubahan struktur fungsi siliare (Muttaqin, 2008). Tanda
dan gejala ISPA banyak bervariasi antara lain:
a. Demam
Seringkali demam muncul sebagai tanda pertama terjadinya infeksi. Suhu tubuh mencapai >
37oC
b. Batuk, merupakan tanda umum dari tejadinya infeksi saluran pernafasan, mungkin tanda ini
merupakan tanda akut dari terjadinya infeksi saluran pernafasan. Batuk bisa disetai
dahak(sputum) dengan konsentasi encer hingga kental
c. Sakit pada kerongkongan
Hal ini menandakan adanya peradangan/inflamasi pada kerongkongan, pasien akan
merasakan nyeri saat menelan serta perubahan suara.
d. Anorexia.
Biasa terjadi pada semua yang mengalami sakit, dimana akan menjadi susah makan dan
bahkan tidak mau minum. Pada anak akan menjadi rewel dan sering menanggis.
D. Cara penularan ispa
Penularan penyakit ISPA dapat terjadi melalui udarayang telah tercemar, bibit
penyakit masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, oleh karena itu maka penyakit ISPA ini
termasuk golongan Air Borne Disease. Penularan melalui udara dimaksudkan adalah cara
penularan yang terjadi tanpa kontak dengan penderita maupun dengan benda terkontaminasi.
Sebagian besar penularan melalui udara dapat pula menular melalui kontak langsung, namun
tidak jarang penyakit yang sebagian besar penularannya adalah karena menghisap udara yang
mengandung unsur penyebab atau mikroorganisme penyebab (WHO, 2007)
E. Pencegahan
Menurut Suhandayani 2007 pencegahan ISPA antara lain:
a) Menjaga kesehatan gizi agar tetap baik
Dengan menjaga kesehatan gizi yang baik maka itu akan mencegah kita atau terhindar dari
penyakit yang terutama antara lain penyakit ISPA. Misalnya dengan mengkonsumsi makanan
empat sehat lima sempurna, banyak minum air putih, olah raga dengan teratur, serta istirahat
yang cukup, kesemuanya itu akan menjaga badan kita tetap sehat. Karena dengan tubuh yang
sehat maka kekebalan tubuh kita akan semakin meningkat, sehingga dapat mencegah virus /
bakteri penyakit yang akan masuk ke tubuh kita.
b) Imunisasi
Pemberian immunisasi sangat diperlukan baik pada anak-anak maupun orang dewasa.
Immunisasi dilakukan untuk menjaga kekebalan tubuh kita supaya tidak mudah terserang
berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh virus / bakteri.
c) Menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan
Membuat ventilasi udara serta pencahayaan udara yang baik akan mengurangi polusi asap
dapur / asap rokok yang ada di dalam rumah, sehingga dapat mencegah seseorang menghirup
asap tersebut yang bisa menyebabkan terkena penyakit ISPA. Ventilasi yang baik dapat
memelihara kondisi sirkulasi udara (atmosfer) agar tetap segar dan sehat bagi manusia.
d) Mencegah anak berhubungan dengan penderita ISPA
Infeksi saluran pernafasan akut(ISPA) ini disebabkan oleh virus/ bakteri yang ditularkan oleh
seseorang yang telah terjangkit penyakit ini melalui udara yang tercemar dan masuk ke dalam
tubuh. Bibit penyakit ini biasanya berupa virus / bakteri di udara yang umumnya berbentuk
aerosol (anatu suspensi yang melayang di udara). Adapun bentuk aerosol yakni Droplet,
Nuclei(sisa dari sekresi saluran pernafasan yang dikeluarkan dari tubuh secara droplet dan
melayang di udara), yang kedua duet (campuran antara bibit penyakit).
F. Perawatan Rumah
Beberapa hal yang perlu dikerjakan bila seseorang menderita ISPA Suhandayani 2007.
1) Mengatasi panas (demam)
Untuk anak usia 2 bulan sampai 5 tahun demam diatasi dengan memberikan parasetamol atau
dengan kompres, bayi dibawah 2 bulan dengan demam harus segera dirujuk. Parasetamol
diberikan 4 kali tiap 6 jam untuk waktu 2 hari. Cara pemberiannya, tablet dibagi sesuai
dengan dosisnya, kemudian digerus dan diminumkan. Memberikan kompres, dengan
menggunakan kain bersih, celupkan pada air (tidak perlu air es).

2) Mengatasi batuk
Dianjurkan memberi obat batuk yang aman yaitu ramuan tradisional yaitu jeruk nipis ½
sendok teh dicampur dengan kecap atau madu ½ sendok teh , diberikan tiga kali sehari.
3) Pemberian makanan
Berikan makanan yang cukup gizi, sedikit-sedikit tetapi berulang-ulang yaitu lebih sering dari
biasanya, lebih-lebih jika muntah. Pemberian ASI pada bayi yang menyusu tetap diteruskan.
4) Pemberian minuman
Usahakan pemberian cairan (air putih, air buah dan sebagainya) lebih banyak dari biasanya.
Ini akan membantu mengencerkan dahak, kekurangan cairan akan menambah parah sakit
yang diderita.
5) Lain-lain
Tidak dianjurkan mengenakan pakaian atau selimut yang terlalu tebal dan rapat, lebih-lebih
pada anak yang demam. Membersihkan hidung pada saat pilek akan berguna untuk
mempercepat kesembuhan dan menghindari komplikasi yang lebih parah. Diusahakan
lingkungan tempat tinggal yang sehat yaitu yang berventilasi cukup dan tidak berasap.
Apabila selama perawatan di rumah keadaananak memburuk maka dianjurkan untuk
membawa ke dokter atau petugas kesehatan. Untuk penderita yang mendapat obat antibiotik,
selain tindakan di atas diusahakan agar obat yang diperoleh tersebut diberikan dengan benar
selama lima hari penuh dan setelah dua hari anak perlu dibawa kembali ke petugas kesehatan
untuk pemeriksaan ulang.

DAFTAR PUSTAKA
Arif muttaqin .2008. Buku Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan Sistem
Pernapasan.Jakarta: Salemba
Depkes RI, 2002. Informasi Tentang ISPA Pada Balita. Jakarta: Pusat Penyuluhan
Kesehatan Masyarakat.
Kemenkes, 2012. Kejadian ISPA pada Balita di akses :http://www.DEPKES.GO.com 23 Agustus 2015
pukul 21:00 WIB
Notoatmodjo, S., 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta.
Suhandayani, I , 2007. Factor –faktor yang berhubungan ISPA. Universitas Negeri Semarang.

World Health Organization.2007. Pencegahan dan Pengendalian ISPA di Fasilitas Pelayanan


Kesehatan. Diakses : 23 Agustus 2015. http : // www . who .int / csr / resources /publications
/AMpandemicbahasa.pdf