Anda di halaman 1dari 4

SATUAN ACARA PENYULUHAN

CA SERVIKS

Pokok bahasan : Kanker serviks


Sasaran : Pasien di Poli Kandungan RSUD Dr. SOEDONO Madiun
Tempat : Irja Poli Kandungan
Hari/Tanggal :
Waktu penyuluhan : 1 x 30 menit
Penyuluh : Kelompok 9 Stikes Pemkab Jombang Prodi Profesi Ners

I. TOPIK
Kanker Serviks

II. Permasalahan
Kanker serviks sampai saat ini merupakan salah satu penyebab kematian kaum wanita
yang cukup tinggi, baik di Negara-negara maju maupun Negara berkembang seperti
Indonesia. Setian tahun di temukan kurang lebih 500.000 kasus baru kanker servisk dan
tiga perempatnya terjadi di Negara yang berkembang. Data yang berhasil dihimpun
oleh departemen Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan, bahwa angka kejadian
kankler di Indonesia sampai saat ini di perkirakan setiap tahun muncul sekitar 200.000
kasus baru di mana jenis terbesar dari kanker tersebut adalah kanker serviks. (WHO
2001)

III. TUJUAN
a. Tujuan umum
Setelah dilakukan penyuluhan ini, diharpkan agar masyarakat dapat memahami
penyakit kanker serviks
b. Tujuan khusus
Setelah dilakukan penyuluhan ini, peserta penyuluh dapat :
a. Menjelaskan pengertian kanker serviks
b. Menyebutkan penyebab kanker serviks
c. Menyrbutkan gejala kanker serviks
d. Menjelaskan pengobatan untuk kanker serviks
e. Menjelaskan control setelah perawatan untuk kanker serviks
f. Menyebutkan bahaya dari kanker serviks
g. Menyebutkan perawatan yang diperlukan untuk kanker serviks
h. Menyebutkan cara pencegahan kanker serviks

IV. METODE
Ceramah, Tanya jawab
V. MEDIA
Leaflet
VI. KEGIATAN
no Materi Kegiatan
1 Pembukaan 1. Menjelaskan pertemuan dan
(3 menit) mengucapkan salam
2. Menjelaskan tujuan umum dan tujuan
khusus pertemuan
3. Menyampaikan waktu dan kontrak
waktu yang akan digunakan untuk
mendiskusikannya
2. Proses Isi materi penyuluhan
(17 menit) 1. Menjelaskan tentang pengertian
kanker ca
2. Menjelaskan tentang gejala klinis
kanker ca
3. Evaluasi 1. Memberikan pertanyaan kepada
(7 menit) peserta secara bergantian.
2. Memberikan kesempatan kepada
peserta untuk bertanya
3. Peserta mengerti seluruh materi
penyuluhan yang telah disampaikan
4. Penutup 1. Penyuluh mengucapkan
(3 menit) terimakasih atas perhatian
peserta.
2. Mengucapkan salam penutup.

VII. SASARAN
a. Sasaran langsung
Seluruh wanita dan penderita kanker serviks di poli kandungan
b. Sasaran tidak langsung
Seluruh masyarakat yang berada di wilayah kerja poli kandungan
VIII. MATERI
A. Kanker Serviks
a. Pengertian
Kanker adalah tumor ganas yang disebabkan oleh adanya sel-sel baru yang
tumbuh secara berlebihan, dapat menyebar kemana-mana tidak terkoordinasi
dan bersifat merusak jaringan tubuh yang bersangkutan dan sekitarnya
Kanker leher rahim adalah suatu tumor ganas yang terdapat pada leher Rahim
berupa benjolan mudah berdarah adang berbau amis seperti cucian daging
daging. (Satyadeng 2010)
b. Faktor Penyebab dan Faktor Resiko Kanker Serviks
1. Faktor penyebab
HPV (Human Papiloma Virus) merupakan penyebab terbanyak sebagai
tambahan perokok sigaret te;ah ditemukan sebagai penyebab juga. Wanita
perokok mengadung konsentrak nikotin dan kotinin didalam serviks mereka
yang merusak sel, laki-laki perokok juga terdapat konsetrat bahan ini pada
secret genetalnya, dan dapat memenuhi serviks selama intercourse.
Defisiensi beberapa nutrisional dapat juga menyebaban servikal dysplasia.
National cancer institute merekomendasikan bahwa wanita sebaiknya
mengkonsumsi lima kali buah-buahan segar dan sayuran setiap hari.
2. Factor Resiko
a. Pola hubungan seksual
Studi epidemologi mengungkapkan bahwa resiko terjangkit kanker
serviks meningkat seiring meningkatnya jumlah pasangan aktivitas
seksual yang dimulai pada usia dini, yaitu kurang dari 20 tahun, juga
dapat dijadikan sebagai factor resiko terjadinya kanker serviks. Hal ini
juga diduga ada hubungannya dengan belum matangnya daerah
transformas pada sel tersebut bila sering terekspos. Frekuensi hubungan
seksual juga berpengaruh pada lebih tingginya resiko pada usia tersebut,
atau pada kelompok usia lebih tua (Schiffman, 1996)
b. Paritas
Kanker serviks sering dijumapi pada wanita yang sering melahirkan,
semakin sering melahirkan maka semakin besar resiko terjangkit kanker
serviks. Penelitian di Amerika latin menunjukkan hubungan antara
resiko dengan multiparitas setelah dikontrol dengan infeksi HPV.
c. Merokok
Beberapa penelitian menunjukkan hubungan yang kuat antara merokok
dengan kanker serviks bahkan setelah dikontrol dengan variable
confounding seperti pola hubungan seksual. Penemuan lain
memperlihatkan ditemukannya nikotin pada cairan serviks wanita
perokok bahan ini bersifat sebagai kokasnoen dan bersama-sama dengan
kasinogen yang telah ada selanjutnya mendorong pertumbuhan kearah
kanker.
d. Pasangan Seksual
Peranan pasangan seksual dari penderita kanker serviks mulai menjadi
bahan yang menarik untuk diteliti. Penggunaan kondom yang frekuen
ternyata memberi resiko yang rendah terhdap terjadinya kanker srviks.
Rendahnya kebersihan genetalia dikaitkan dengan sirkumsisi juga
menjadi pembahasan panjang terhadap kejadian kanker servisk. Jumlah
pasangan ganda selain istri juga merupakan factor resiko yang lain. (Ayu
Izza 2009)

c. Tanda dan Gejala


Tidak khas pada stadium dini. Sering hanya sebagai flour albus dengan sedikit
darah, perdarahan pastkoital atau perdarahan pervagina yang disangak sebagai
perpanjangan waktu haid. Pada stadium lanjut baru terlihat tanda-tanda yang
lebih khas, baik berupa perdarahan yang hebat (terutama dalam bentul eksofitik)
flour albus yang berbau dan rasa sakit yang sangat hebat.

Pada fase prakanker sering tidak ada gejala atau tanda-tanda yang khas, namun
kadang ditemukan gejala-gejala sbg berikut :
1. Keputihan atau keluar cairan encer dari vagina. Getah yang keluar dari
vagina ini makin lama makin berbau busuk akibat infeksi dan nekrosis
jaringan
2. Perdarahan setelah senggama yang kemudian berlanjut menjadi perdarahan
yang abnormal
3. Timbulnya perdarahan setelah masa menopause.
4. Pada fase invasive dapat keluar cairan berwarna kekuningan berbau dan
dapat bercampur dengan darah.
5. Timbul gejala anemia bila terjadi perdarahan kronis
6. Timbul nyeri panggul (pelvis) atau di perut bagian bawahbila ada radang
panggul. Bila nyeri terjadi di daerah pinggang ke bawah kemungkinan
terjadi hidronefrosis selain itu bisa juga timbul nyeri di tempat-tempat
lainnya.
7. Pada stadium lanut badan menjadi kurus kering karena kurang gizi, edema
kaki, timbul iritasi kandung kencing dan poros usus besar bagian bawah
(rectum) terbentuknya fistel vesikovaginal atau rektovaginal atau timbul
gejala akibat metastasis jauh. (Alfian Elwin 2009)

d. Pecegahan Kanker Serviks


Pengendalian kanker serviks dengan pencegahan dapat dibagi menjadi bagian
yaitu pencegahan primer, pencegahan sekunder :

1. Pencegahan Primer
Pencegahan primer merupakan kegiatan yang dapat dilakukan oleh setiap
orang untuk menghindari diri dari factor yang dapat menyebabkan
timbulnya kanker serviks. Hal ini juga dapat dilakukan dengan cara
menerapkan perilaku hidup sehat untuk mengurangi atau menghindari factor
resiko seperti kawin muda. Pasangan seksual ganda dan lain-lain sealin itu
juga pencegahan primer dapat dilakukan dengan imunisasi HPV pada
kelompok masyarakat.

2. Pencegahan Sekunder
Pencegahan sekunder kanker seviks dilakukan dengan dteksi dini dan
skrining kanker serviks yang bertujuan untuk menemukan kasus-kasus
kanker serviks secara dini sehingga kemungkinan penyembuhan dapat
ditingkatkan. Perkembangan kanker srviks memerlukan waktu yang lama.
Dan prainvasif. Bila diobati dengan baik,karsinoma pra invasive
mempunyati tingkat penyembuhan mendekati 100%. Diagnose kasus pada
fase invasive hanya memiliki tingkat ketahanan sekitar 35%. Program
skrining dengan emriksaan stilogi dikenal dengan Pap Smear test dan telah
dilakukan di Negara-negara maju. Pencegahan dengan pap smear terbukti
mampu menurunkan tingkat kematian akibat kanker serviks 50-60% dalam
kurun waktu 20 tahun (WHO 2000).