Anda di halaman 1dari 16

PENDAFTARAN PASIEN Ditetapkan Oleh

Kepala UPT Puskesmas Batuceper


NO.KODE :
TERBITAN :
SOP NO.REVISI :
TGL.MULAI : drg.Hj.RR.Sri Wahyu. H
BERLAKU
HALAMAN : 19620120199203 2003
1.PENGERTIAN Mendaftarkan pasien yang akan berobat ke puskesmas batuceper

2. TUJUAN Sebagai pedoman kerja petugas loket dalam pelayanan pendaftaran pasien baru/lama

3.KEBIJAKAN

4.REFERENSI Permenkes no.75 tahun 2015 tentang puskesmas

5. PERALATAN 1. Komputer
2. ATK
3.Karcis pendaftaran
4.Kartu rekam medis
6. PROSEDUR a.Menyiapkan karcis pendaftaran.
b.Pasien datang mendaftarkan diri keloket pendaftaran
c.Periksa kelengkapan pendaftaran pasien (KK,KTP,Kartu BPJS,Kartu jamkesmas),jika lengkap
berikan nomor antrian pasien,jika tidak lengkap kembalikan persyaratan pasien yang kurang
untuk dilengkapi terlebih dahulu.

d.Panggil nomor antrian.


e.Terima nomor antrian.
f.Tanyakan pada pasien apakah sudah pernah berobat dipuskesmas batuceper,Jika belom
pernah maka didaftarkan sebagai pasien baru.tanyakan kelengkapan pasien(KK,KTP,Kartu
BPJS, Kartu JAMKESMAS)dan Ruang mana yang akan dituju.Siapkan kartu berobat yang baru
lalu buatkan rekam medisnya.

g.Jika sudah pernah berobat ,pasien didafatrakan pasien lama,tanyakan kelengkapan


pasien(Kartu BPJS,Kartu JAMKESMAS, Kartu Berobat)dan Ruang yang akan dituju.Jika tidak
membawa kartu berobat/kartu berobat hilang maka dicari datanya terlebih dahulu
dikomputer.

h.Siapkan karcis berobat.


i.Berikan kelengkapan persyaratan pendaftran(KK,KTP,Kartu JAMKESMAS,Kartu BPJS dan
kartu berobat)ke pasien
j.Berikan informasi ruangan Ruang yang akan dituju pasien
k.Entri identitas pasien sesuai dengan kelengkapan persyaratan pendaftran

l.Ambil rekam medis pasien dirak rekam medis.


m.Antarkan rekam medis pasien ke Ruang yang dituju.
7.UNIT TERKAIT a.Ruang BP
b.Ruang KIA/KB
c.Ruang GIGI
d.LABORATORIUM
e.Ruang TB PARU
f.Ruang GIZI
g.KESLING
8.DOKUMEN a.Rekam medis
TERKAIT b.Catatan tindakan
1.PENGERTIAN Rekam Medis adalah catatan kondisi kesehatan pasien,pengobatan,rencana tindakan dan terapi pasien
yang harus terjamin kerahasiaannya,Rekam Medis harus dinilai dan diisi yang lengkap dan jelas.

2. TUJUAN Menilai dan melengkapi isi Rekam Medis,membuat bukti pelaksanaan,hasil dan tindak lanjut penilaian.

3.KEBIJAKAN
Semua Rekam Medis harus dibuat secara tertulis,lengkap dan jelas

4.REFERENSI
Permenkes No.269 tahun 2008 tentang Rekam Medis

5. PERALATAN
Buku penilaian kelengkapan isi RM

6. PROSEDUR 1. Isi Rekam Medis untuk pasien Rawat Jalan pada sarana pelayanan kesehatan sekurang-kurangnya
memuat:
a. Identitas Pasien
b. Tanggal dan Waktu
c. Hasil anamnese,mencakup sekurang-kurangnya keluhan dan riwayat penyakit
d. Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Medik
e. Diagnosis
f. Rencana Penatalaksanaan
g. Pengobatan dan atau Tindakan
h. Pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien
i. Untuk pasien kasus gigi dilengkapi dengan odontogram klinik,dan
j. Persetujuan tindakan bila diperlukan.
2. Isi Rekam Medis untuk pasien gawat darurat,sekurang-kurangnya memuat:
a. Identitas Pasien
b. Kondisi saat pasien tiba disarana pelayanan kesehatan
c. Identitas Pengantar Pasien
d. Tanggal dan Waktu
e. Hasil Anamnese,mencakup sekurang-kurangnya keluhan dan riwayat penyakit
f. Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang medik
g. Diagnosis
h. Pengobatan dan atau Tindakan
i. Ringkasan Kondisi pasien sebelum meninggalkan pelayanan gawat darurat dan rencana tindak
lanjut
j. Nama dan tanda tangan Dokter,Dokter Gigi atau tenaga kesehatan tertentu yang memberikan
pelayanan kesehatan
k. Sarana transportasi yang digunakan bagi pasien yang akan dipindahkan ke sarana
pelayanan kesehatan lain,dan
l. Pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien

3. Kelengkapan isi Rekam Medis dilakukan penilaian:


a. Berkas Rekam Medis yang dinilai 10% dari jumlah kunjungan tiap harinya.
b.Dinilai setiap hari
c. Ruang KB
d. Dilakukan Rekapan hasil penilaian setiap bulan
e. Dilakukan evaluasi dan tindak lanjut setelah penilaian
7.UNIT TERKAIT 1. Ruang BP Umum
2. Ruang KIA&Imunisasi
3. Ruang KB
4. Ruang BP Gigi
5. Ruang MTBS
6. Ruang TB Paru
7. Ruang Gizi
8. Ruang Klinik Sanitasi
9. Ruang Laboratorium
8.DOKUMEN Rekam medis
TERKAIT
1.PENGERTIAN
SOP ini mengatur tentang cara penyampaian informasi kepada pelanggan baik secara lisan maupun
media bantu
2. TUJUAN Pelanggan dapat memperoleh informasi lain tentang sarana pelayanan antara lain,persyaratan
pendaftaran,jenis dan jadwal pelayanan,rujukan,tarif retribusi pemeriksaan kesehatan dan informasi
lain yang dibutuhkan.

3.KEBIJAKAN

4.REFERENSI Permendagri no. 35 tahun 2010 tentang pedoman pengelolaan pelayanan informasi dan dokumentasi

UU no. 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi

5. PERALATAN Leaflet puskesmas

6. PROSEDUR 1. Petugas menyapa pasien


2. Petugas mengidentifikasikan kebutuhan informasi pasien
3. Petugas menjelaskan informasi yang dibutuhkan pasien,dan jika diperlukan dapat memberikan
leaflet puskesmas kepada pasien.
7.UNIT TERKAIT Ruang Pendaftaran

8.DOKUMEN 1. Form survei kepuasan pelanggan


TERKAIT 2. Hasil survey kepuasan pelanggan
1.PENGERTIAN Penilaian kepuasan adalah suatu point berupa persepsi dari seseorang terhadap bentuk layanan yang
diterima. Sedangkan pelanggan adalah pihak yang menerima pelayanan.

2. TUJUAN Melakukan evaluasi indeks kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan mulai dari
pendaftaran sampai pasien pulang.
3.KEBIJAKAN

4.REFERENSI Permenkes 1691 tahun 2011 tentang keselamatan pasien

5. PERALATAN 1. Questioner kepuasan pelanggan


2. kartu kepuasan pelanggan
3. alat tulis

6. PROSEDUR 1. Survey kepuasan pelanggan


a. Menentukan penanggungjawab dalam pelaksanaannya
b. Melaksanakan survey sekali dalam setahun
c. Mengambil data secara sampling yaitu 5 % dari total kunjungan pasien setiap bulan
d. Memberikan sampel questioner kepada pasien di ruang pendaftaran dan di tiap-tiap
ruang pelayanan
e. Melakukan analisa data
f. Melakukan evaluasi hasil analisa data dan menindaklanjutinya pada saat staff meeting
g. Mencatat hasil evaluasi dan tindak lanjut di buku notulen staff meeting
2. Kartu kepuasan pelanggan
a. Menentukan penanggungjawab dalam pelaksanaannya
b. Melaksanakan penilaian setiap hari pelayanan
c. Mengambil data secara sampling di tiap-tiap ruangan (jumlah sampel 2 sampai 10 pasien)
d. Memberikan kartu kepuasan pelanggan (tiap-tiap ruangan kartu dibedakan dengan warna)
di ruang pendaftaran dan di tiap-tiap ruang pelayanan
e. Merekap dan melakukan analisa data setiap bulan
f. Hasilnya dibuat grafik kepuasan pelanggan dan diletakkan di media keluhan pelanggan
g. Melakukan evaluasi dan menindaklanjutinya pada saat staff meeting
3. Kotak saran
A. Tertulis dengan ATK yang disediakan:
a. Menentukan penanggungjawab dalam pelaksanaannya
b. Membuka kotak saran setiap 2 minggu sekali
c. Merekap saran dan kritik di buku keluhan pelanggan
d. Melakukan evaluasi dan menindaklanjutinya pada saat staff meeting
e. Mencatat hasil evaluasi dan tindak lanjutnya di buku keluhan pelanggan
B. SMS dan atau email:
a. Menentukan penanggungjawab dalam pelaksanaannya
b. Membaca dan mencatat setiap kali ada saran dan kritik yang masuk di buku keluhan
pelanggan
c. Melakukan koordinasi kepada pihak yang terkait dengan saran dan kritik yang masuk
d. Mengirim jawaban secara langsung setelah berkoordinasi dan mencatatnya di buku
keluhan pelanggan
7.UNIT TERKAIT 1. Ruang Pendaftaran
2. Ruang BP Umum
3. Ruang KIA&Imunisasi
4. Ruang KB
5. Ruang BP Gigi
6. Ruang MTBS
7. Ruang TB Paru
8. Ruang Gizi
9. Ruang Klinik Sanitasi
10. Ruang Laboratorium
8.DOKUMEN 1. Buku keluhan pelanggan
TERKAIT 2. Notulen staff meeting
1.PENGERTIAN Identifikasi pasien adalah suatu proses untuk menentukan kesesuaian antara individu yang akan
menerima pelayanan atau pengobatan dengan pelayanan atau pengobatan yang akan diterimanya.

2. TUJUAN upaya menghindari kejadian atau kesalahan medis.

3.KEBIJAKAN

4.REFERENSI Permenkes no. 1691 tahun 2011 tentang keselamatan pasien

5. PERALATAN 1. Kartu berobat pasien


2. KTP
3. Kartu keluarga (KK)
4. Label
6. PROSEDUR 1. Dibagian Pendaftaran:
a. Menyapa pasien dan menanyakan persyaratan pendaftaran (Kartu berobat pasien, KTP
dan KK)
b. meng-entry data pasien ke komputer
2. Dibagian Rawat Jalan / Kegawat Daruratan:
a. Perawat menyapa dan menanyakan kartu berobat pasien
b. Perawat mengkonfirmasi kartu berobat pasien dengan status Rekam Medis
c. Perawat memanggil pasien untuk mendapat pemeriksaan dokter dengan menyebutkan nama
lengkap sesuai urutan antrian pasien.
d. Dokter Mengkonfirmasi identitas pasien ( tanyakan nama dan alamat) sebelum memeriksa
pasien.
e. Dokter memberikan pelayanan medis kepada pasien.
e. Dokter menanyakan riwayat alergi obat pada pasien sebelum memberikan resep obat (dalam
resep tertera:nama, tgl lahir, alamat, no. RM, tgl resep dan ttd dokter)
3. Dibagian Farmasi:
a. Petugas farmasi menerima resep
b. Sebelum obat diserahkan petugas menanyakan dan memastikan bahwa nama obat telah sesuai
dengan identifikasi kondisi pasien.
4. Dibagian Laboratorium:
a. Petugas menyapa dan menanyakan kartu berobat pasien
b. Petugas mengkonfirmasi kartu berobat pasien dengan blangko permintaan laboratorium
c. Petugas memberi label pada wadah hasil pengambilan sampel pasien
7.UNIT TERKAIT 1. Ruang Pendaftaran
2. Ruang BP Umum
3. Ruang KIA&Imunisasi
4. Ruang KB
5. Ruang BP Gigi
6. Ruang MTBS
7. Ruang TB Paru
8. Ruang Gizi
9. Ruang Klinik Sanitasi
10. Ruang Laboratorium
8.DOKUMEN 1. Rekam medis
TERKAIT 2. blangko permintaan laboratorium
1.PENGERTIAN Penyampaian hak dan kewajiban adalah memberikan informasi tentang butir-butir yang seharusnya
diperoleh pasien dan butir-butir yang seharusnya dilakukan pasien selama proses pelayanan

2. TUJUAN Memberikan informasi tentang batasan-batasan hal-hal apa saja yang seharusnya diperoleh dan hal-
hal apa saja yang seharusnya dilakukan.
3.KEBIJAKAN

4.REFERENSI Mirwanto (scrib 8-8-2015)

5. PERALATAN Poster hak dan kewajiban pasien

6. PROSEDUR 1. Petugas menyapa pasien


2. Petugas menunjukkan poster tentang hak dan kewajiban pasien kepada pasien
3. Petugas menjelaskan tentang hak dan kewajiban pasien kepada pasien.
7.UNIT TERKAIT Bagian pendaftaran

8.DOKUMEN
TERKAIT
1.PENGERTIAN Mekanisme koordinasi petugas di ruang pendaftaran dengan petugas di ruang lain yang terkait yaitu
mengenai transfer pasien.

2. TUJUAN Upaya menjamin kesinambungan pelayanan sehingga efisien, ramah dan responsif
terhadap kebutuhan pelanggan

3.KEBIJAKAN

4.REFERENSI

5. PERALATAN 1. Karcis
2. Komputer

6. PROSEDUR 1. Dokter menentukan pasien yang perlu di rujuk internal


2. Dokter menulis rujukan internal di status Rekam Medis pasien dan lembar karcis berobatnya.
3. Petugas di bagian pelayanan meminta pasien untuk mendaftar kembali ke ruang pendaftaran
dengan menyerahkan lembar karcis berobatnya
4. Petugas di bagian pendaftaran meminta pasien untuk menunggu kembali di ruang pelayanan
sesuai dengan poli rujukan
5. Petugas di bagian pelayanan meminta pasien untuk kembali ke dokter yang merujuk dengan
membawa status Rekam Medis
6. Dokter menentukan rencana pelayanan medis
7.UNIT TERKAIT 1. Ruang Pendaftaran
2. Ruang BP Umum
3. Ruang KIA&Imunisasi
4. Ruang KB
5. Ruang BP Gigi
6. Ruang MTBS
7. Ruang TB Paru
8. Ruang Gizi
9. Ruang Klinik Sanitasi
8.DOKUMEN Rekam Medis
TERKAIT
1.PENGERTIAN Informasi rekam medis terdiri dari identitas,diagnosa,riwayat penyakit,riwayat pemeriksaan dan
riwayat pengobatan pasien yang harus dijaga kerahasiaannya oleh dokter,dokter gigi,tenaga kesehatan
tertentu,petugas lainnya,dan pimpinan puskesmas.

2. TUJUAN Untuk menjaga kerahasiaan isi informasi medis pasien.

3.KEBIJAKAN

4.REFERENSI Permenkes no.269/menkes/PER/III/2008

5. PERALATAN

6. PROSEDUR 1. Setiap informasi yang bersifat medis yang di miliki puskesmas tidak boleh disebarkan
2. Informasi tentang identitas,diagnosis,riwayat penyakit,riwayat pemeriksaan dan riwayat pengobatan
dapat di buka dalam
pengobatan dapathal:
di buka dalam hal:
a. Untuk kepentingan pasien.
b. Untuk memenuhi permintaan aparatur penegak hukum dalam rangka penegakkan hukum
atau perintah pengadilan
c. Permintaan dan atau persetujuan pasien sendiri.
d. Permintaan institusi atau lembaga berdasarkan ketentuan perundang-undangan.
e. Untuk kepentingan penelitian,pendidikan dan audit medis sepanjang tidak menyebutkan
identitas pasien,dengan syarat harus dilakukan secara tertulis kepada pimpinan
puskesmas
f. Penjelasan isi Rekam Medis hanya boleh dilakukan oleh dokter atau dokter gigi yang
menangani pasien dengan izin tertulis dari pasien atau berdasarkan peraturan perundang-
undangan
g. Pimpinan puskesmas dapat menjelaskan isi Rekam Medis secara tertulis atau langsung
kepada pemohon tanpa izin pasien berdasarkan peraturan perundang-undangan
7.UNIT TERKAIT 1. Ruang Pendaftaran
2. Ruang BP Umum
3. Ruang KIA&Imunisasi
4. Ruang KB
5. Ruang BP Gigi
6. Ruang MTBS
7. Ruang TB Paru
8. Ruang Gizi
9. Ruang Klinik Sanitasi
10. Ruang Laboratorium
8.DOKUMEN Rekam medis
TERKAIT
1.PENGERTIAN Kegiatan menyimpan berkas rekam medis ke dalam rak penyimpanan setelah melalui proses
pengolahan rekam medis.

2. TUJUAN Mengatur penyimpanan berkas rekam medis dengan sistem tertentu agar dengan mudah, cepat dan
tepat dapat ditemukan kembali apabila diperlukan.
3.KEBIJAKAN 1. penyusunan berkas rekam medis menggunakan sistem sentralisasi
2. sistem penjajaran nomor 5 digit terakhir sesuai urutan dan dikelompokkan berdasarkan
kelurahan
4.REFERENSI Permenkes no. 269 tahun 2008 tentang Rekam medis

5. PERALATAN Rak penyimpanan berkas rekam medis

6. PROSEDUR 1. Menerima berkas rekam medis dari ruang pelayanan


2. Memilah-milah berkas rekam medis dan mengelompokkannya berdasarkan kelurahan lalu
diurutkan sesuai nomor rekam medis yaitu 5 digit terakhir dan tahun register pasien berobat
3. Memasukkan berkas rekam medis ke dalam rak penyimpanan yang dikelompokkan
berdasarkan kelurahan
4. Melakukan pengurutan berkas rekam medis dengan memperhatikan nomor rekam medis
5 digit terakhir dan tahun register pasien berobat
7.UNIT TERKAIT Ruang Pendaftaran

8.DOKUMEN Rekam medis


TERKAIT
1.PENGERTIAN Tata cara mengenai proses peminjaman berkas rekam medis dari rak penyimpanan kepada pihak yang
memerlukan.

2. TUJUAN Melayani peminjaman berkas rekam medis yang dilakukan pada waktu tertentu untuk kepentingan
pasien dan untuk kepentingan lainnya secara tercatat.

3.KEBIJAKAN Semua berkas rekam medis tidak dapat diakses oleh sembarangan orang atau pihak tertentu.

4.REFERENSI Permenkes No.269 Tahun 2008 tentang rekam medis

5. PERALATAN 1. buku peminjaman berkas rekam medis


2. tracer

6. PROSEDUR 1. Pihak Internal


a. Peminjam menghubungi petugas pendaftaran untuk meminjam berkas Rekam Medis
b. Petugas pendaftaran menulis pada buku peminjaman status Rekam Medis
c. Petugas pendaftaran meletakkan tracer pada rak penyimpanan berkas Rekam Medis yang diambil.
diambil.
d. Waktu peminjaman 3x24 Jam
e. Berkas Rekam Medis tidak boleh dibawa keluar dari Puskesmas.
2. Pihak External
a. Pihak External yang boleh mengakses Rekam Medis dalam hal:
1) Untuk kepentingan kesehatan pasien
2) Memenuhi permintaan aparatur penegak hukum dalam rangka penegakan hukum
atas perintah pengadilan.
3) Permintaan dan atau persetujuan pasien sendiri.
4) Permintaan institusi atau lembaga berdasarkan ketentuan perundang-undangan
5) Untuk kepentingan penelitian dan pendidikan sepanjang tidak menyebutkan identitas
pasien.
b. Petugas pendaftaran menulis pada buku peminjaman berkas Rekam Medis
c. Waktu peminjaman hanya selama jam kerja
d. Peminjaman hanya pada lingkungan puskesmas tidak boleh dibawa keluar Puskesmas
7.UNIT TERKAIT 1. petugas pendaftaran
2. tenaga medis
3. tenaga paramedis
4. tenaga kesehatan lainnya

8.DOKUMEN Rekam medis


TERKAIT
1.PENGERTIAN Sesuatu kegiatan untuk menentukan kebenaran knvensional nilai penunjukan alat ukur dan atau bahan
ukur dengan cara membandingkan terhadap standar ukurannya serta evaluasi ketidakpastian
pengukuran yang tertelusur ke standar nasional dan atau internasional.

2. TUJUAN Untuk menjamin kebenaran nilai keluaran atau kinerja suatu alat

3.KEBIJAKAN Pengujian dan atau kalibrasi alat kesehatan dilakukan oleh institusi penguji secara berkala,sekurang-
kurangnya sekali dalam setahun.
4.REFERENSI Permenkes no.363/menkes/per/IV/1998

5. PERALATAN Data alat yang akan dikalibrasi

6. PROSEDUR 1. Pengurus barang mendata kriteria alat yang dikalibrasi:


a. Belum mempunyai sertifikat dan atau tanda masih berlaku.
b. Sudah berakhir jangka waktu sertifikat dan atau tanda masih berlaku.
c. Diketahui penunjukannya atau keluarganya atau kinerjanya atau keamanannya tidak
sesuai lagi walaupun sertifikat dan atau tanda masih berlaku.
d. Telah menjalani perbaikan,walaupun sertifikat dan atau tanda masih berlaku.
e. Telah dipindahkan bagi yang memerlukan instalasi walaupun sertifikat dan atau tanda
masih berlaku
2. Pengurus barang membuat surat usulan permintaan alat-alat yang akan dikalibrasi kepada
institusi kalibrasi swasta dengan tembusan ke dinas kesehatan up. Perencanaan
3. Bagian perencanaan dinas kesehatan menjawab persetujuan kalibrasi alat kesehatan serta
memberikan jadwal kalibrasi
4. Institusi kalibrasi swasta datang ke puskesmas membawa surat tugas dan daftar alat
kesehatan yang akan dikalibrasi lalu melakukan proses kalibrasi
5. Institusi kalibrasi swasta melalui bagian perencanaan dinas kesehatan memberikan
laporan tentang alat kesehatan yang lulus kalibrasi dan yang tidak lulus kalibrasi
6. Pengurus barang puskesmas mengembalikan alat kesehatan yang telah dikalibrasi kepada
penanggungjawab ruangan
7.UNIT TERKAIT 1. pengurus barang puskesmas
2. Bagian perencanaan dinas kesehatan kota
3. Institusi kalibrasi swasta
4. Penanggungjawab ruangan

8.DOKUMEN 1. surat usulan permintaan kalibrasi alat kesehatan


TERKAIT 2. surat balasan dari bagian perencanaan
3. laporan alat kesehatan yang lulus dan yang tidak lulus kalibrasi
4. sertifikat alat kesehatan yang lulus kalibrasi
1.PENGERTIAN Suatu kondisi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu barang atau
memperbaikinya sampai suatu kondisi yang bisa diterima dan siap pakai kembali.

2. TUJUAN Mempertahankan kemampuan alat sehingga dapat berfungsi kembali dengan sesuai.

3.KEBIJAKAN

4.REFERENSI Perencanaan dan pemeliharaan peralatan kesehatan (scrib, Aidatul fitriyah 2014)

5. PERALATAN 1. Jadwal pemeliharaan alat


2. Kartu pemeliharaan (manifest alat)

6. PROSEDUR 1. Penanggungjawab ruangan melaporkan peralatan yang perlu dilakukan pemeliharaan rutin
dalam setahun kepada pengurus barang puskesmas
2. Pengurus barang puskesmas akan melakukan pengecekan dengan mengisi form
perbaikan alat
3. Apabila kegiatan pemeliharaan tersebut memerlukan biaya maka pengurus barang
puskesmas terlebih dahulu melaporkan kepada Ka.Subbag TU untuk mendapatkan
persetujuan
4. Setelah mendapatkan persetujuan, pengurus barang puskesmas segera melakukan
pemeliharaan peralatan sesuai jadwal yang telah dibuat
5. Pengurus barang puskesmas akan melakukan pencatatan dalam kartu pemeliharaan
(manifest) alat setelah selesai melakukan pemeliharaan
6. Setelah selesai dilakukan pemeliharaan alat, pengurus barang puskesmas akan meminta
tanda tangan penanggungjawab ruangan sebagai bukti sudah dilakukan proses
pemeliharaan
7.UNIT TERKAIT 1. Ka. Subbag TU
2. Penanggungjawab ruangan
3. Pengurus barang puskesmas
8.DOKUMEN 1. Form perbaikan alat
TERKAIT 2. Laporan perbaikan alat
1.PENGERTIAN Dokumen Rekam Medis setelah 5 tahun dan dilakukan untuk pemisahan dokumen in aktif serta adanya
penilaian dokumen yang mempunyai nilai guna atau tidak mempunyai nilai guna. Untuk dokumen yang
mempunyai nilai guna kita abadikan dan yang tidak mempunyai nilai guna kita musnahkan dengan
disertai berita acara.

2. TUJUAN Pemusnahan dokumen Rekam Medis mengurangi kepadatan dokumen dibagian filling (penyimpanan)

3.KEBIJAKAN

4.REFERENSI

5. PERALATAN

6. PROSEDUR 1. Setelah 5 tahun dokumen Rekam Medis dilakukan retensi/pemisahan dokumen.


2. Dokumen yang sudah diretensi disimpan di gudang arsip minimal 2 tahun sebagai dokumen in aktif.
3. Dokumen in aktif dilakukan penilaian.
4. Dokumen yang tidak mempunyai nilai guna dimusnahkan dengan disertai Berita Acara pemusnahan
dokumen Rekam Medis
5. Dokumen yang mempunyai nilai guna diabadikan sebagai dokumen abadi.
6. Dokumen Rekam Medis yang diabadikan :
a. Ringkasan Masuk dan Keluar
b. Resume Penyakit
c. Lembar Operasi
d. Lembar Persetujuan (Informed Consent)
e. Lembar Kematian
f. Indeks :
- Indeks Utama Pasien
- Indeks Penyakit
g. Indeks Operasi
Dokumen yang mempunyai nilai guna diabadikan sebagai …………

7.UNIT TERKAIT

8.DOKUMEN
TERKAIT
1.PENGERTIAN Kegiatan melakukan cek fisik alat dimana proses tersebut dapat memberikan informasi tentang alat
yang masih memiliki nilai guna dan alat yang sudah tidak memiliki nilai guna

2. TUJUAN Memonitor dan mengelola alat sehingga proses pelayanan menjadi lancar

3.KEBIJAKAN

4.REFERENSI

5. PERALATAN Form perbaikan alat

6. PROSEDUR 1. Pengurus barang puskesmas melakukan cek fisik barang setiap bulan ke ruangan-ruangan
dengan bertanya kepada penanggungjawab ruangan
2. Pengurus barang puskesmas berkoordinasi dengan penanggungjawab ruangan
untuk memastikan apakah jenis kerusakan dapat diperbaiki atau tidak dapat diperbaiki
3. Pengurus barang puskesmas melakukan perbaikan jika alat tersebut dapat diperbaiki
4. Pengurus barang puskesmas mencatat alat yang tidak dapat diperbaiki di form peralatan
kesehatan dan laboratorium
5. Pengurus barang puskesmas melaporkan kepada pengurus barang pengguna dan bagian
seksi perbekalan kesehatan dinas kesehatan jika kerusakan alat tidak dapat diperbaiki
6. Pengurus barang puskesmas membuat surat usulan permintaan alat kepada pengurus
barang pengguna dan bagian seksi perbekalan kesehatan dinas kesehatan
7.UNIT TERKAIT 1. Pengurus barang puskesmas
2. Penanggungjawab ruangan
3. Pengurus barang pengguna dinas kesehatan
4. Bagian seksi perbekalan kesehatan dinas kesehatan

8.DOKUMEN 1. Buku cek fisik barang


TERKAIT 2. Form perbaikan alat
3. Form peralatan kesehatan dan laboratorium
4. Surat usulan permintaan alat
PUSKESMAS BATUCEPER Ditetapkan oleh Kepala
Puskesmas Batuceper

SOP
drg.Hj.RR. Sri Wahyu.H
PENGENDALIAN ALAT RUSAK
19620120199203200 3
NO.KODE: TERBITAN: NO.REVISI: TGL.MULAI BERLAKU: HALAMAN:
1.PENGERTIAN Kegiatan yang dilakukan setiap menemukan peralatan yang rusak atau tidak berfungsi dengan baik

2. TUJUAN Agar ditemukan segera kerusakan alat sehingga proses pelayanan dapat berlangsung dengan lancar

3.KEBIJAKAN

4.REFERENSI Permenkes no.363/menkes/per/IV/1998

5. PERALATAN Form perbaikan alat

6. PROSEDUR 1. Penanggungjawab ruangan melaporkan adanya kerusakan barang kepada pengurus barang
puskesmas
2. Pengurus barang puskesmas mencatat kerusakan alat pada form perbaikan alat
3. Pengurus barang puskesmas melaporkan permohonan perbaikan alat kepada Kepala
Subbag Tata Usaha dan meminta tanda tangannya
4. Setelah mendapatkan persetujuan, pengurus barang puskesmas segera melakukan
perbaikan alat
5. Setelah alat selesai diperbaiki dan berfungsi kembali, pengurus barang
mencatat laporan perbaikan alat pada form perbaikan alat
6. Pengurus barang puskesmas menyimpan form perbaikan alat ke dalam dokumen
perbaikan alat sebagai bukti perbaikan

7.UNIT TERKAIT 1. Penanggungjawab ruangan


2. Pengurus barang puskesmas
3. Ka.Subbag TU

8.DOKUMEN Dokumen perbaikan alat


TERKAIT