Anda di halaman 1dari 10

TATALAKSANA KASUS NIGHT GUARD

Nama Operator : Rezy Kurnia


No BP : 1210342029
Preseptor : drg. Dedi Sumantri, MDSc

A. Data Pasien
Nama pasien : Hifdzi Zikra Lubis
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 24 Tahun
Pekerjaan : Mahasiswa
Alamat : Siteba
No RM : 7666

B. Hasil Pemeriksaan
- Pemeriksaan Subjektif :
1. CC
Pasien datang dengan keluhan terasa pegal di sendi rahang sebelah kiri dan kanan
ketika bangun tidur.
2. PI
Pasien merasakan pegal di sisi kiri dan kanan pada saat bangun tidur kurang lebih sejak
SMA. Pasien mempunyai kebiasan menggertakkan gigi saat tidur sejak SD. Hal ini
diketahui dari kakak pasien yang pernah tidur sekamar dengan pasien. Sampai saat ini
pasien masih menggertakkan gigi ketika tidur. Pasien juga mengeluhkan gigi depannya
ketika minum dingin kadang-kadang terasa ngilu.
3. PDH
Pasien pernah ke dokter gigi untuk melakukan pencabutan gigi susu (2016). Pasien
sudah pernah melakukan penambalan dan pencabutan gigi 38 (2018) di klinik gigi
Unand. Pasien menyikat gigi 2x sehari pagi saat mandi dan malam sebelum tidur.
Pasien tidak menggunakaan obat kumur, tidak menggunakan dental floss. Pasien
mengunyah dua sisi.
4. PMH
Pasien tidak pernah dirawat di rumah sakit. Pasien tidak mempunyai riwayat alergi obat
dan makanan, pasien tidak sedang mengkonsumsi obat dan vitamin. Pasien jarang
mengkonsumsi buah dan sayur.
5.FH
Ayah : memiliki riwayat asam urat
Ibu : tidak dicurigai memiliki riwayat penyakit sistemik
6.SH
Pasien merupakan seorang mahasiswa koas di kedokteran gigi UNAND. Pasien saat ini
tinggal bersama orang tua.

- Pemeriksaan Objektif
1. Ekstra oral
- Profil : cembung
- Muka : square, simetris
- Kelenjar Limfe
kiri : tidak teraba, tidak sakit
kanan : tidak teraba, tidak sakit
- Bibir : normal, kompeten
- TMJ : normal
- Pembukaan mulut : Normal
- Kelainan lain: -

2. Pemeriksaan Intra Oral


- Kebersihan mulut (OHI) : Baik
- Gingiva : warna coralpink, konsistensi kenyal, stippling (+), permukaan
licin, interdental papil runcing
- Mukosa : normal
- Palatum : Oval, sedang
- Torus palatine : ada
- Frenulum : normal (sedang)
- Vestibulum : normal
- Lidah : normal
- Dasar mulut : normal
- Kebiasaan buruk : menggertakkan gigi saat tidur(bruxism)
- Bentuk gigi : normal
- Besar gigi : normal
- Free way space : 2 mm

3. Gambaran klinis
4. Odontogram

Keterangan :

: Hilang

: Restorasi komposit

1. atrisi pada gigi 12, 11, 21, 22, 33, 32, 31, 41, 42, 43
2. Tes sondasi : (-)
3. Tes termal : (+) ngilu
4. Tes palpasi : (-)
5. Tes perkusi : (-)

C. Diagnosa
Atrisi pada gigi 12, 11, 21, 22, 33, 32, 31, 41, 42, 43, e.c Bruxism
Relasi rahang : Maloklusi Kelas I Angle dengan hubungan kaninus kelas II
D. Rencana perawatan
Pembuatan Night Guard dengan desain Michigan Splint

E. Landasan Teori
Night Guard adalah suatu alat yang dipasang untuk mencegah berkontaknya gigi-gigi
rahang atas dengan rahang bawah agar tidak terjadi kerusakan gigi dan jaringan periodontal
lebih lanjut akibat aktivitas parafungsi.
Aktivitas parafungsi yaitu suatu kebiasaan yang tanpa disadari dan berulang atau tidak
beraturan (spasmodik). Aktivitas parafungsi dapat berupa nokturnal (aktif di malam hari)
berupa bruxism atau diurnal (aktif di siang hari) termasuk clenching, bracing (menggigit
dengan kencang), menggertakkan gigi, serta grinding (gerakan mengasah/menggerus gigi)
tanpa kesadaran dari subjek.
Fungsi Night Guard diantaranya adalah :
1. Menanggulangi pola aktivitas otot abnormal
2. Melindungi gigi dari iritasi
3. Melindungi otot
4. Memperbaiki ketidakharmonisan oklusal

Etiologi bruxism adalah :


1. Faktor psikologis, termasuk kebiasaan, stress emosional (misalnya respon terhadap
kecemasan, ketegangan, kemarahan, atau rasa sakit), parasomnia (gangguan tidur)
2. Faktor lokal (missing teeth, tambalan overhang, premature contact (maloklusi))
3. Faktor sistemik (epilepsy, Down Syndrom)
4. Temporomandibular Disorder (TMD), trauma TMJ
5. Efek samping obat-obatan psikiatrik (amfetamin, serotonin)
6. Kebiasaan mengonsumsi alkohol, kopi , rokok, dan narkoba
Indikasi Night Guard adalah :
1. Kerusakan permukaan gigi akibat seringnya dan kuatnya gesekan dan pasien
merasakan ngilu hebat
2. Gangguan sendi rahang
3. Sakit kepala
4. Nyeri wajah
5. Terganggunya tidur orang disekitarnya

Kontraindikasi Night Guard adalah :


1. Pasien tidak ingin dibuatkan night guard
2. Pasien tidak terindikasi bruksism

F. Alat dan Bahan yang digunakan


1. Alat
- Diagnostic set
- Rubber bowl
- Spatula
- Sendok cetak ukuran M
- Lampu spiritus
- Pisau wax
- Lecron
- Okludator/ artikulator

2. Bahan
- Alginate
- Gips biru
- Gips kuning
- Gips plaster
- Wax
- Spiritus
G. Tahap Pekerjaan
a) Kunjungan I
1. Pengisian rekam medis
2. Membuat study model dan working model

Pengerjaan di luar mulut pasien :


1. Penanaman dalam basis segi 7 dan okludator/ artikulator
2. Membuat desain Night guard ( Michigan Splint)
3. Membuat model lilin
- Dimulai dari distal 17 hingga distal 27
- Ketebalan tidak melebihi FWS (2 mm)
- Perluasan labial flang dan buccal flang hingga 1/3 insisal/ oklusal
- Perluasan sayap palatal hingga rugae palatina kedua
- Pada gigi kaninus dan premolar, permukaan night guard mengikuti
permukaan anatomis gigi untuk mengakomodasi gerakan lateral maupun
protrusive. Sedangkan pada regio molar, permukaan night guard berupa
bidang lurus
- Permukaan insisal dan oklusal seluruh gigi merupakan bidang halus, rata,
tidak boleh bersudut, tidak boleh terdapat overhang, dan semua gigi RA
berkontak dengan night guard

b) Kunjungan II
1. Try in pola lilin
Perhatikan :
 Keluhan pasien
 Adaptasi : beradaptasi pada semua permukaan, tidak ada bagian yang
menekan jaringan, semua permukaan nightguard menyentuh permukaan
incisal atau oklusal gigi.
 Oklusi : tidak melebihi batas freeway space
2. Lab processing

c) Kunjungan III
1. Insersi
Perhatikan :
 Keluhan pasien
 Adaptasi : beradaptasi pada semua permukaan, tidak ada bagian yang tajam
atau menekan jaringan, semua permukaan nightguard menyentuh incisal dan
oklusal gigi, permukaan halus, mengkilap dan licin.
 Retensi : tidak terlepas pada saat pasien pada posisi oklusi sentrik dan
eksentrik. Jika nightguard ditarik dengan tekanan ringan tidak terlepas.
 Stabilisasi : tidak goyang pada saat pasien pada posisi oklusi sentrik dan
eksentrik. Jika nightguard ditekan pada salah satu sisi dengan alat yang
tumpul, maka sisi lawannya tidak terangkat.
 Oklusi : tidak melebihi batas freeway space dan tidak terdapat prematur
kontak.
2. Instruksikan kepada pasien agar alat dipakai saat tidur pada malam hari selama 1
bulan dan rendam alat dalam wadah berisi air ketika alat tidak dipakai.

d) Kunjungan IV
Kontrol 1 minggu
Pemeriksaan pada saat kontrol :
 Kooperatif pasien : ditanyakan kepada pasien apakah alat dipakai oleh pasien
setiap malam ketika tidur
 DHE
 Keluhan pasien
 Kondisi jaringan sekitar
 Adaptasi : semua permukaan nightguard menyentuh incisal dan oklusal gigi
 Retensi : jika ditarik dengan tekanan ringan tidak terlepas.
 Stabilisasi : jika nightguard ditekan pada salah satu sisi dengan alat yang
tumpul, maka sisi lawannya tidak terangkat.
 Oklusi : DV sebelum dan sesudah memakai nightguard

e) Kunjungan V
Kontrol 1 bulan
Pemeriksaan pada saat kontrol :
 Kooperatif pasien : ditanyakan kepada pasien apakah alat dipakai oleh pasien
setiap malam ketika tidur, bila perlu ditanyakan satu minggu sebelum kontrol
satu bulan
 DHE
 Keluhan pasien
 Kondisi jaringan sekitar
 Adaptasi : semua permukaan nightguard menyentuh incisal dan oklusal gigi
 Retensi : jika ditarik dengan tekanan ringan tidak terlepas.
 Stabilisasi : jika nightguard ditekan pada salah satu sisi dengan alat yang
tumpul, maka sisi lawannya tidak terangkat.
 Oklusi : DV sebelum dan sesudah memakai nightguard
 Ditanyakan kepada orang terdekat pasien apakah pasien masih memiliki
kebiasaan menggertak-gertakkan gigi pada saat tidur dimalam hari (bruxism)
 Perhatikan permukaan night guard, apakah terdapat bekas/ jejas gigitan
pasien sebagai tanda bahwa alat selalu dipakai