Anda di halaman 1dari 5

STUDI KEPEMIMPINAN

Mega Suteki (091714044)

STUDI KEPEMIMPINAN OHIO STATE UNIVERSITY

Penelitian yang dilakukan oleh Fleishman dan kawan- kawannya di


University of Ohio menghasilkan teori dua faktor kepemimpinan : kepemimpian
yang diacu sebagai pemrakarsa struktur (initiating structure) dan pertimbangan
(consideration). Pemrakarsa sruktur merupakan perilaku dimana pemimpin yang
mengorganisasi dan menetapkan hubungan dalam suatu kelompok cenderung
membentuk saluran dan pola komunikasi yang ditetapkan dengan baik, dan
menunjukkan cara-cara penyelesaian pekerjaan. Pertimbangan menyangkut
perilaku yang menunjukkan persahabatan, kepercayaan timbal balik, saling
menghormati, kehangatan, dan hubungan antara pemimpin dan pengikut.

Perilaku kepemimpinan initiating structure cenderung lebih


mementingkan tujuan organisasi daripada mementingkan bawahan, sehingga
pemimpin dengan perilaku semacam ini biasanya suka mengatur, menentukan
pola organisasi, saluran komunikasi, struktur peran dalam pencapaian tujuan
organisasi dan cara pelaksanaannya. Sedangkan perilaku kepemimpinan
consideration cenderung lebih ke arah kepentingan bawahan, di mana hal ini
ditunjukkan dengan hubungan yang hangat antara seorang atasan dengan
bawahan, adanya saling percaya, kekeluargaan, dan penghargaan terhadap
gagasan bawahan.

Perilaku kepemimpinan initiating structure dan consideration tidak saling


tergantung. Artinya pelaksanaan perilaku yang satu tidak mempengaruhi
pelaksanaan perilaku yang lain. Dengan demikian seorang pemimpin dapat
sekaligus berperilaku kepemimpinan initiating structure dan consideration dalam
derajat yang sama-sama tinggi, atau sama-sama rendah. Atau dapat juga seorang
pemimpin berperilaku initiating structure dengan derajat tinggi dan consideration
dengan derajat rendah ataupun sebaliknya. Dengan kata lain, para peneliti dari
Universitas Ohio ini, mengidentifikasikan empat gaya kepemimpinan utama.

T IS = R IS = T
C=T C=T
C
IS = R IS = T
R C=R C=R

R IS T

Keterangan :

IS = Initiating Structure

C = Consideration

R = Rendah

T = Tinggi

Kesimpulannya adalah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Ohio


menyatakan bahwa gaya pemimpin dengan tingkat initiating structure dan
consideration yang sama-sama tinggi biasanya menghasilkan hal-hal yang positif.

(perilaku organisasional, 1999:99)

STUDI KEPEMIMPINAN IOWA

Studi ini dilakukan oleh Ronald Lippit dan Ralp K. White di bawah arahan
Kurt Lewin. Studi ini mempelajari perilaku sebuah kelompok yang dipimpin oleh
seorang pemimpin yang bergaya authoritarian, democratics dan Laissez faire.

Ciri-ciri pemimpin authoritarian (Otoriter) dapat diidentifikasi sebagai


berikut :1) Wewenang terpusat pada pemimpin, 2) Keputusan selalu dibuat oleh
pemimpin, 3) Komunikasi satu arah, 4) Pengawasan pada bawahan dilakukan
secara ketat, 5) Lebih banyak kritik daripada pujian, 6) Pimpinan menuntut
prestasi sempurna dari bawahan tanpa syarat, 7) Tanggungjawab keberhasilan
organisasi hanya dipikul oleh pemimpin, 8) Kasar dalam bertindak, kaku dalam
bersikap.

Sedangkan tipe pemimpin democratic (demokratis) dapat diidentifikasi


dengan ciri-ciri sebagai berikut : 1) Wewenang pimpinan tidak mutlak, 2)
Pimpinan bersedia melimpahkan sebagian wewenang pada bawahan, 3)
Keputusan dibuat bersama antara atasan dan bawahan, 4) Komunikasi timbal-
balik, 5) Pengawasan dilakukan secara wajar, 6) Pujian dan kritik seimbang, 7)
Bawahan dapat memberikan saran, 8) Tanggungjawab keberhasilan organisasi
ditanggung bersama.

Tipe pemimpin Laissez faire (bebas) dapat diidentifikasi sebagai berikut :


1) Pimpinan melimpahkan sepenuhnya wewenang pada bawahan, 2) Keputusan
lebih banyak dibuat oleh bawahan, 3) Pimpinan hanya berkomunikasi dengan
bawahan bila diperlukan, 4) Hampir tidak ada pengawasan dari pimpinan kepada
bawahan, 5) Peranan pimpinan sangat sedikit pada kelompok, 6) Kepentingan
pribadi lebih utama dari pada kepentingan kelompok, 7) Tanggungjawab
organisasi dipikul oleh orang per orang.

Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa penerapan gaya kepemimpinan


yang berbeda menghasilkan reaksi yang bervariasi dan kompleks sesuai dengan
kondisi organisasi. (Indartono,2005)

STUDI KEPEMIMPINAN UNIVERSITY OF MICHIGAN

Penelitian yang diilhami oleh Kilbert di Universitas Michigan


mengidentifikasikan dua gaya kepemimpinan yang berbeda: kepemimpinan yang
berorientasi pada pekerjaan dan berorioentasi pada karyawan. Pemimpin yang
erorientasi pekerjaan cenderung melakukan penyeliaan secara ketat sehingga
pengikut melaksanakan tugas mereka dengan menggunakan prosedur yang telha
ditentukan dengan jelas. Jenis pemimpin ini mengandalkan kekuatan
kepemimpinannya pada kekuasaan legitimasi, imbalan, dan kekuasaan paksaan
dalam usahanya memepengaruhi para pengikut. Sebaliknya pemimpin yang
berorientasi karyawan yakin tentang perlunya pendelegasian pengambilan
keputusan dan upaya membantu pengikut/ bawahan dalam memenuhi kebutuhan
mereka dengan menciptakan lingkungan kerja yang mendorong. Pemimpin yang
berorientasi karyawan menaruh perhatian akan prestasi karyawan, petumbuhan,
dan kemajuan pribadi. (Sumidjo : 2003)

Seperti penelitian yang dilakukan Universitas Ohio, penelitian yang


dilakukan oleh Universitas Michigan juga menemukan adanya dua kelompok
perilaku kepemimpinan yaitu employee oriented dan production oriented.
Perbedaan antara kedua penelitian tersebut adalah terletak pada perbedaan
hubungan antara dua macam perilaku yang berhasil diketemukan. Menurut hasil
penelitian yang dilakukan oleh Universitas Ohio perilaku initiating structure dan
consideration berdiri bebas, dalam arti tidak saling mempengaruhi. Sebaliknya
menurut hasil penelitian ang dilakukan oleh Universitas Michigan perilaku yang
berorientasi pada karyawan dan perilaku yang berorientasi pada produksi saling
berhubungan sebagai satu kontinum. Artinya seorang pemimpin yang berperilaku
orientasi pada produksi dengan derajat yang tinggi akan berakibat perilakunya
yang berorientasi pada karyawan denga derajat yang rendah, seorang pemimpin
yang berperilku dengan orientasi karyawan dengan derajat yang tinggi akan
berakibat perilakunya yang berorientasi produksi berderajat rendah.

Kontinum merupakan suatu garis yang diawali dengan titik yang


menunjukkan perilaku yang berorientasi pada produksi yang diakhiri dengan titik
yang menunjukkan perilaku yang berorientasi pada karyawan, hal ini dapat
ditunjukkan dengan gambar sebagai berikut :

Orientasi produksi Orientasi karyawan


Kesimpulan yang diberikan oleh para peneliti dari universitas Michigan
adalah pemimpin yang berorientasi pada karyawan lebih disukai karena perilaku
pemimpin seperti ini berasosiasi dengan produktivitas kelompok dan kepuasan
kerja ysng tinggi, sedangkan pemimpin yang berorientasi produksi cnderung
berasosiasi dengan produktivitas kelompok dan kepuasan kerja yang rendah.
(Robbins : 2003)

Anda mungkin juga menyukai