Anda di halaman 1dari 15

KONSEP DASAR KEPERAWATAN ANAK DALAM FOKUS PADA KELUARGA

MODEL KONSEPTUAL KEPERAWATAN ANAK


KONSEP SEHAT :
1. PENGERTIAN SEHAT ADALAH SUATU KEADAAN SEMPURNA FISIK, MENTAL,
SOSIAL, TIDAK CACAT BEBAS DARI PENYAKIT, DAN KELEMAHAN SERTA
PRODUKTIF.
2. SEHAT ADALAH SUATU KEADAAN SESEORANG YANG DAPAT MEMENUHI
KEBUTUHAN POKOKNYA SEBAGAI UMAT MANUSIA DENGAN TINGKAT DAN
DERAJAT MASING-MASING
KRITERIA SEHAT
1. DAPAT MEMENUHI KEBUTUHAN DASAR
2. ORGAN TUBUH DAPAT BERFUNGSI SESUAI KEPENTINGAN
3. MAMPU MENYESUAIKAN DIRI DENGAN LINGKUNGAN
4. MAMPU MENGATASI MASALAH LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG
5. DAPAT MENERIMA HUKUMAN ALAM DAN NILAI YANG BERLAKU
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS KESEHATAN
1. LINGKUNGAN
2. FASILITAS KESEHATAN
3. SOSIAL BUDAYA
4. BIOLOGIS
ANAK SEBAGAI MANUSIA SEUTUHNYA
KONSEP MANUSIA
ADALAH SUATUKEPUTUSAN MANUSIA TERHADAP SUATU KEJADIAN DAN MAMPU
MENILAI KEJADIAN TERSEBUT SECARA OBJEKTIF DAN RELEVAN.
MANUSIA LAHIR PUNYA KONSEP BERKEMBANG SESUAI SENGAN USIA. UNTUK
ANAK KECIL AKAN LEBIH MUDAH DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MASALAH YANG
SIFATNYA KONGKRIT ABSTRAK.
CONTOH : BELAJAR MENGHITUNG
TERBENTUK KONSEP MANUSIA DAPAT DIPENGARUHI OLEH :
1. DALAM DIRI INDIVIDU (BAWAAN) : SIFAT, BENTUK TUBUH, HORMON
2. DILUAR DIRI INDIVIDU STIMULUS DARI LUAR : ORANG TUA, ALAM, MASYARAKAT.
FAKTOR LUAR MEMPENGARUHI MANUSIA DALAM PROSES

BELAJAR KEMATANGAN

PERUBAHAN PERILAKU YANG CONTOH BELAJAR JALAN


MENETAP-LATIHAN

PERLU DIPERHATIKAN TEORI : LATIHAN

1. KONEKSIONALISME (THORNDIKE)
 PROSES BELAJAR PADA HEWAN / MANUSIA PADA DASARNYA BERLANGSUNG
MENURUT PRINSIP PRINSIP YANG SAMA
DASARNYA ADALAH PEMBENTUKAN ASOSIASI ANTARA KESAN PERILAKU DAN
KECENDERUNGAN UNTUK BERTINDAK
 MENURUT THORNDIKE, TIGA PRINSIP TENTANG PEMBELAJARAN, YAITU:
LAW OF READINESS ( SIAP UNTUK BELAJAR)
LAW OF EXERCISE ( SIAP UNTUK LATIHAN)
LAW OF EFFECT (MELIHAT DAMPAK POS/NEG)
2. CLASSICAL CONDITIONING (PAVLOV)
CONTOH : MAKAN
3. OPERANT CONDITIONING (SKINNER)
 OPERANT MRP PERILAKU YANG DITIMBULKAN OLEH ORGANISME DIRI
 FREKW/ THP PRILAKU DITENTUKAN OLEH AKIBAT PRILAKU TSB.

KESIMPULAN: PROSES BELAJAR TELAH TERBENTUK DARI TINGKAH LAKU YANG TIDAK
TERARAH MENUJU TERARAH.
BERAPA FAKTOR PERUBAHAN PRILAKU YANG DIHARAPKAN DARI PENDIDIKAN-
KEBIASAAN:

4. TANGGAPAN TERHADAP PENGALAMAN DI RS, PEMBEDAHAN, PENGOBATAN


SETIAP ANAK BERBEDA SATU DENGAN LAIN KARENA ADANYA TAHAP
PERKEMBANGAN DALAM KEHIDUPAN BAYI LAHIR SAMPAI DEWASA
PERANAN KELUARGA DALAM KESEHATAN ANAK
KONSEP KELUARGA
KELUARGA ADALAH SUATU SISTEM TERBUKA

STRUKTUR TUJUAN FUNGSI ORG.INTERNAL


 MEMPUNYAI BATAS TEGAS
 TERHADAP SEKELOMPOK ORANG YANG BERINTERAKSI

FUNGSI KELUARGA
TIGA PRINSIP FUNGSI KELUARGA:
1. UNTUK MERAWAT FISIK ANAK (EXP: PREPER KEBUTUHAN DASAR)
2. MENDIDIK ANAK UNTUK MENYESUAIKAN DENGAN KULTUR (f/POKOK
KEL/A/SOSIALISASI)
3. MENERIMA TANGGUNG JAWAB UNTUK KESEJAHTERAAN ANAK SECARA
PISIKOLOGIS DAN EMOSIONAL DALAM INTERAKSI DENGAN ORANG LAIN DAPAT
MEMBANTU MEMBENTUK SELF CONCEPT, KEMUDIAN MAMPU MEMBINA
HUBUNGAN DENGAN ORANG LAIN.
KESIMPULAN: DASAR KEPRIBADIAN SESEORANG TERLETAK PADA UNIT KELUARGA.

STRUKTUR KELUARGA
TERDIRI DARI INDIVIDU DENGAN STATUS SOSIAL YANG TELAH DIKENAL DAN POSISI
INTERAKSI TERATUR, PUNYA TATA TERTIB, PUNYA SAKSI-SAKSI SOSIAL.
STRUKTUR KELUARGA

NUCLEAR SINGLE PERNT EXTCNDED ALTERNATIVE


FAMILY FAMILY FAMILY FAMILY

HUBUNGAN KELUARGA MEMPENGARUHI KESEHATAN ANAK BANYAK FAKTOR YANG


MEMPENGARUHI LINGKUNGAN TERHADAP ANAK.
 TIDAK ADA 2 ANAK YANG MEMPENGARUHI LINGKUNGAN KEHIDUPAN YANG
SAMA. CONTOH: KELUARGA YANG MEMPUNYAI ANAK LEBIH DARI SATU.
ADAPUN FAKTOR TERSEBUT
1. UKURAN KELUARGA
 KELUARGA KECIL LEBIH MENEKANKAN PERKEMBANGAN INDIVIDU PADA
ANAK
 ORANG TUA LEBIH INTENSIF, SECARA KONSTAN MENEKANKAN HARAPAN
KELUARGA / TERHADAP ANAK
 KELUARGA BESAR ANAK DAPAT MENGALAMI KRITIS
 KERJA SAMA LEBIH PENTING KARENA TUNTUTAN EKONOMI
2. POSISI SAUDARA KANDUNG
 HUBUNGAN ANTARA SAUDARA KANDUNG = PENGALAMAN ITERAKSI SOSIAL
 MELALUI INTERAKSI DENGAN SAUDARA KANDUNG, DAPAT MEMPELAJARI
LOYALITAS, PERSAINGAN, DOMINASI, KOOPRATIF, SHARING
 ANAK PERTAMA, TENGAH, TERKECIL AKAN MEMPENGARUHI HUBUNGAN
DENGAN ORANG LAIN DI DALAM ATAUPUN DI LUAR KELUARGA
ANAK 1:
 LEBIH BERORIENTASI PADA HASIL
 MENUNJUKAN DORONGAN YANG KUAT DAN AMBISI
 MENERIMA LEBIH BANYAK MENERIMA HUKUMAN FISIK
 LEBIH AGRESIF, LEBIH DISIPLIN TERHADAP DIRI SENDIRI
 LEBIH KUAT DALAM HATINYA LEBIH TINGGI INTELEKTUALNYA
ANAK TERKECIL:
 MENGGAMBARKAN MENURUTNYA PERHATIAN & KECEMASAN
 ORANG TUA LEBIH HANGAT
 JARANG MENDAPAT HUKUMAN FISIK
 BIASA LEBIH MUNDUR DALAM PERKEMBANGAN BAHASA DAN ARTIKULASI
DARI ANAK PERTAMA
ANAK TENGAH:
 HARUS MENERIMA POSISI SULIT
 LEBIH PERLUKAN UNTUK MEMBANTU TUGAS RUMAH TANGGA
 KURANG MENDAPAT PENGHARGAAN ATAS PERILAKU YANG BAIK
 HANYA MEMPUNYAI WAKTU SEDIKIT UNTUK KESENAGAN DIRINYA
ANAK TUNGGAL
 DIANGAP MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI
 MANJA, KETERGANTUNGAN, KESEPIAN
 DARI TES PENGETAHUAN LEBIH BAIK, MATANG, SENSITIF TERHADAP SOSIAL,
FASILITAS BAHASA
 TIDAK TERGANTUNG PADA SAUDARA LAIN, LEBIH BANYAK WAKTU
KOMUNIKASI SEHINGGA MERANGSANG UNTUK AKTIFITAS INTELEKTUAL
ANAK KEMBAR:
 OBESERVASI KHUSUS PERLU DALAM PERAWATAN ANAK KEMBAR KARENA
MEREKA SAMA, TETAPI CARA BERTENGKAR TIDAK BEDA DENGAN SAUDARA
KANDUNG LAIN TERUTAMA KEMBAR BEDA KELAMIN
 CENDERUNG BERHUBUNGAN MEMUASKAN KEDUA PIHAK
 LEBIH CEPAT IDEPENDENT DENGAN ORANG TUA
 KADANG-KADANG MENIMBULKAN DAMPAK YANG TIDAK DIHARAPKAN
MISALNYA SAKIT (DANA SEDIKIT)
IBU BEKERJA:
IBU BEKERJA ADA ALASAN TANPA MENGHIRAUKAN MOTIVASI DARI IBU
SEHINGGA DAMPAKNYA TERGANTUNG DARI KUALITAS INTERAKSI DAN PADA
KUANTITAS
 PADA UMUMNYA ANAK LEBIH PERCAYA DIRI
 BEKERJA BAIK DI SEKOLAH
 MEMPERLIHATKAN EFEK KECIL, TERHADAP PERPISAHANNYA
TIDAK ADA AYAH:
AYAH MENINGGAL, CERAI, TUGAS MILITER, TUGAS PEKERJAAN,
DIPENJARA
EFEK UTAMA KESULITAN MENENTUKAN/PEMBENTUKAN IDENTITAS SEX HAL INI
LEBIH NYATA BILA TERJADI SETELAH LAHIR DAN PADA JENIS SEX YANG SAMA
 ANAK PEREMPUAN LEBIH TERGANTUNG PADA IBU DAN MEMPERLIHATKAN
KECEMASAN DALAM BERHUBUNGAN DENGAN LAWAN JENIS SESAMA
REMAJA
 ANAK LAKI-LAKI CENDERUNG TIDAK AGRESIF DAN CENDERUNG MEMPUNYAI
MASALAH SOSIAL ATAU EMOSI, PADA KOMITIP MIRIP PADA ANAK
PEREMPUAN
PERCERAIAN:
ANAK YANG TUMBUH DARI KELAURGA HARMONIS, SITUASI RILEX
DIRUMAH HAL-HAL NEGATIF SANGAT SEDIKIT DIBANDING ANAK SARI KALUARGA
YANG SERING MENGALAMI STREES. ANAK DARI KELUARGA CERAI MEMPUNYAI
PERASAAN MENCEKAM DAN TERTINGGAL.
DAMPAK CERAI PADA ANAK TERGANTUNG DARI UMUR ANAK DAN KUALITAS
ORANG TUA DALAM MERAWAT ANAK
 ANAK PRA SEKOLAH STREES NYA LEBIH TINGGI ATAU MENINGKAT
 ANAK ADOLESEN/USIA SEKOLAH LEBIH DAPAT MENYESUAIKAN DIRI DENGAN
PERPISAHAN
 USIA PRA SEKOLAH MASIH EGO SENTRIS SEHINGGA MENGIRA DIA YANG
MEMBUAT ORANG TUA STREES DAN MENGINTERPRESTSIKAN CERAINYA
ORANG TUA MERUPAKAN HUKUMAN BAGI DIRINYA
 USIA SEKOLAH/ADOLESEN MERAS SAKIT, SEPI, BELAJAR TERGANGGU
MENIMBULKAN SOMATIK GANGGUAN EMOSI
ADOPSI:
MOTIFASI UNTUK ADOPSI ANAK MACAM-MACAM UMUNYA PASANGAN YANG
TIDAK MUNGKIN MEMILIKI ANAK SENDIRI.
 HIDUP SENDIRI TETAPI DAPAT MENYEDIAKAN RUMAH BAGI ORANG YANG
BUTUH
 TUGAS UTAMA UNTUK MERAWAT ANAK ADOPSI MENOLONG MEREKA
MENGHADAPI KENYATAAN BAHWA MEREKA MEMPUNYAI ORANG TUA LAIN
DAN BILA ADOPSI SETELAH BERUSIA DUA TAHUN ANAK SERING
MEMBAYANGKAN ORANG TUA SEBENARNYA DAN TIMBUL RASA TIDAK AMAN
BAGI ORANG TUA YANG MENGADOPSI
 KARENA SULIT MUNCUL ATAU SUDAH ADA PERUBAHAN LINGKUNGAN YANG
SULIT BAGI SEMUA ANAK
PRINSIP-PRINSIP PERAWATAN ANAK
 PRINSIP-PRINSIP YANG HARUS DI ANUT PERAWAT ANAK
A. PERAWAT TIDAK BOLEH MENGABAIKAN KETERAMPILAN PENGETAHUAN ORANG
TUA ANAK –O/K ORANG TUA ANAK HAFAL TINGKAH LAKU ANAK ATAU TANDA-
TANDA YANG DIBERIKAN ANAKNYA.
B. PERAWAT TIDAK BOLEH MENGABAIKAN KEPERCAYAAN ANAK
C. PERAWAT HARUS SELALU MEMPERHATIKAN KEADAAN KESEHATAN MENTAL,
SPIRITUAL, DAN FISIKNYA SENDIRI.
D. PERAWAT JUGA TIDAK BOLEH MENGABAIKAN KEMAMPUAN SENDIRI UNTUK
MENGUBAH SESUATU MENJADI LEBIH BAIK TERHADAP PERAWATAN ANAK.
 KOMUNIKASI PADA ANAK
TEHNIK KOMUNIKASI PADA ANAK:
1. MELALUI ORANG KETIGA
2. BERCERITA:
- BAHASA MULAI DIMENGERTI
- TEHNIK MENARIK
- PERLIHATKAN GAMBAR
3. BIBLIOTERAPI: BUKU/MAJALAH – MEMBANTU ANAK MENGEKSPRESIKAN
PERASAAN DAN MELAKUKAN AKTIVITAS SESUAI CERITA.
4. MENYEBUTKAN KEINGINAN – PERAWAT MENGETAHUI KELUHAN ANAK.
5. RATINH SCALE – USIA SEKOLAH – MENGKAJI RASA SAKIT, SEDIH DAN GEMBIRA
6. PRO DAN KONTRA – SUATU SITUASI MIS: SITUASI RS – ANAK SIMINTA 5 HAL
YANG BAIK DAN 5 HAL YANG BURUK.
7. MENULIS – ANAK YANG TIDAK DAPAT MENGUNGKAPKAN PERASAAN SECARA
VERBAL – ANJURAN UNTUK MENULIS DAN DISKUSIKAN.
8. MENGGAMBAR – SANGAT BERARTI UNTUK PROYEK KEPRIBADIAN SECARA
SPONTAN.
9. BERMAIN:
- SANGAT EFEKTIF
- DAPAT DIKETAHUI PERKEMBANGAN FISIK, INTELEKTUAL, SOCIAL.
- DAPAT MENJALIN HUBUNGAN INTER PERSONAL DENGAN TEMAN DAN
PETUGAS.
MISALNYA:
BAYI – CILUK BAA..
TODDLER – BONEKA TANGAN
ANAK YANG LEBIH BESAR – ULAR TANGGA
 PENDEKATAN UMUM PADA ANAK SEBELUM DILAKUKAN PEMERIKSAAN
1. BICARA DENGAN ORANG TUA ANAK SAMBIL TIDAK MEMPEDULIKAN ANAK _
LAMBAT LAUN TERPUSAT PADANYA / SESUATU YANG DIINGINKAN MIS:
BONEKA/MAINAN.
2. BERIKAN PUJIAN TERHADAP PENAMPILAN/KELEBIHAN YANG ADA PADA
ANAK.
3. CERITAKAN SESUATU YANG LUCU ATAU PERMAINAN YANG SIMPLE.
4. GUNAKAN MAINAN YANG TIDAK MENAKUTKAN.
5. BILA MUNGKIN, BERIKAN PILIHAN APAKAH ANAK LEBIH SENANG DIPERIKSA
DIATAS MANJA ATAU DIPANGKUAN IBUNYA.
6. MULAI PEMERIKSAAN DENGAN SAMBIL BERMAIN.
 PERAN PERAWAT ANAK
1. PEMBELA
- MEMBELA DARI ORANG TUA, DARI HAL-HAL YANG MENCELAKAKAN ANAK.
- PERAWAT BEKERJA SAMA DENGAN ORANG TUA / KELUARGA DAN MEMBERI
INFORMASI FASILITAS YANG TERSEDIA DAN DIBUTUHKAN.
2. PENCEGAHAN
- PRAKTEK KEPERAWATAN – PENCEGAHAN – TUMBANG NUATRISI, IMUNISASI,
KEAMANAN, GIGI, SOSIALISASI, DISIPLIN, DLL.
- PENKES DAN ANTICIPATORY GUIDANCE
3. PENDIDIK
- TIDAK DAPAT DIPISAHKAN DENGAN PERAN PEMBELA DAN PEENCEGAHAN
- DAPAT DILAKUKAN SECARA LANGSUNG ATAU TIDAK LANGSUNG
- PERAWAT – PENKES YANG TEPAT, MISSAL: MENGAJARKAN TENTANG
KEBERSIHAN DAN CUCI TANGAN.
4. KONSELING/SUPPORT (DORONGAN)
- DORONGAN (SUPPORT): MENDENGARKAN, SENTUHAN, KEHADIRAN.
- KONSELING: MENGEKSPRESIKAN PERASAAN, PIKIRAN, DAN PENDEKATAN
UNTUK MEMBANTU KELUARGA MENGATSI STREES.
5. KOORDINASI/KOLABORASI
- MELIBATKAN KLIEN DAN KELUARGA – KERJASAMA DENGAN TIM KESEHATAN
LAIN.
6. TERAPEUTIK
MEMENUHI KEBUTUHAN FISIK DAN MENTAL ANAK (MAKAN, MANDI,
PAKAIAN, AMAN, SOSIALISASI). BERTANGGUNG JAWAB PADA TIM
KESEHATAN LAIN – OBAT-OBATAN. ASPEK YANG PENTING:”ONGOING
ASSESSMENT” – PENGKAJIAN SECARA TERUS MENERUS DAN MENGEVALUASI
FISIK.
7. PERENCANAAN UPAYA KESEHATAN
MERENCANAKAN DALAM SETIAP TINGKATAN RS COMMUNITY NEGARA.
 PERBEDAAN PERAWATAN ANAK DAN DEWASA
A. STRUKTUR FISIK RESUSITASI, TERAPI
B. PROSES FISIOLOGIS CAIRAN
C. KEMAMPUAN BERPIKIR
D. TANGGAPAN TERHADAP PERKEMBANGAN DI RS, PEMERIKSAAN, BEDAH DAN
TERAPI
E. TIAP ANAK BEDA PERKEMBANGAN BAYI – DEWASA.
 FAKTOR-FAKTOR YANG TERKAIT DENGAN AKSEP ANAK
A. MASALAH-MASALAH KESEHATAN:
- PENYAKIT INFEKSI
- KURANG GIZI
- KECELAKAAN/KERACUNAN
- TINDAKAN OPERASI
- MASALAH-MASALAH YANG TERJADI PADA TINGKAT PERKEMBANGAN
- MORTALITY DAN MORBIDITAS
B. KEBIJAKAN TENTANG KESEHATAN
PENDEKATAN POSYANDU
C. PERKEMBANGAN IPTEK KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
FAMILY CENTER CARE

PENGERTIAN : MEMBERIKAN KESEMPATAN PADA KELUARGA UNTUK DI RAWAT DI RS.


TUJUAN : UNTUK MELIHAT ATAU MENGUATKAN PERAN PERAWAT DALAM
KELOMPOK ANAK YANG DIRAWAT DI RUMAH SAKIT

KEGUANAAN FAMILY CENTER CARE:


1. KOMUNITAS INTERAKSI KELUARGA SECARA DEKAT KEPADA ANAK.
2. MENGHILANGKAN KECEMASAN AKAN PERPISAHAN.
3. REAKSI TERHADAP PROSES DENIAL DAN KEPUTUSAN BERKURANG ATAU TIDAK
TERJADI.
4. MENINGKATKAN RASA AMAN UNTUK ANAK.
5. MEMBERIKAN KESEMPATAN PADA KELUARGA UNTUK MENUMBUHKAN
KEBUTUHAN MEREKA DALAM MERAWAT ANAKNYA SECARA FISIK / EMOSIONAL DI
RS.
6. MEMBERIKAN PERAN ORTU LEBIH BERGUNA DAN PENTING DALAM PERAWATAN
ANAK.
7. MENGHILANGKAN PERASAAN BERSALAH DARI ORTU.
8. MEMBERIKAN KESEMPATAN KEPADA ORTU UNTUK MENINGKATKAN CONFIDENCE
(KEPERCAYAAN).
9. PENDIDIKAN DARI STAF DI RS LEBIH BANYAK DITERIMA ORTU.
10. MENGURAI REAKSI HOSPITALIZATION.

STRATEGI PELAKSANAAN
 TERGANTUNG DARI PERATURAN DAN FAKTA ATAU PELAYANAN KESEHATAN
 TERGANTUNG DARI KEMAMPUAN INDIVIDU DALAM SUATU UNIT KELUARGA
 ROOMING IN, TERUTAMA NEONATUS
 PERATURAN YANG DITUJUKAN NTUK ANGGOTA KELUARGA DI RS
 MEMBUAT GAMBAR ATAU MENEMPELKAN GAMBAR DARI ANGGOTA KELUARGA DI
RS.
 ANJURKAN UNTUK BERKOMUNIKSI DENGAN TELEPON

PRINSIP UMUM DARI FAMILY CENTER CARE


 PERAWAT HARUS MEMBERIKAN PENGERTIAN PADA KELUARGA TENTANG TATA
LAKSANA PERAWATAN FISIK, TUMBUH KEMBANG, DINAMIKA KELOMPOK,
SOSIALISASI, DAN KOMUNIKASI.
 BUAT PROGRAM PENDIDIKAN UNTUK MEMBERIKAN DUKUNGAN DALAM FCC.
(FAMILY CENTER CARE).
 PERAWAT HARUS MENYADARI BAHWA ORTU BUKAN SEBAGAI PEMBANTU MEREKA
(KHUSUS BILA MEREKA BERPARTISIPASI DALAM PERAWATAN ANAK).
 KESEHATAN ORANG TUA BUKAN UNTUK MENGURANGI KEGIATAN DALAM
PERAWATAN RUTIN DARI SEORANG PERAWAT.
 BERIKAN WAKTU KHUSUS UNTUK MENJAWAB PERTANYAAN ORANG TUA.
 SEDIAKAN TEMPAT UNTUK KENYAMANAN FISIK ORANG TUA YANG TURUT SERTA
DALAM PERAWATAN ANAKNYA:
- MENYEDIAKAN KURSI LIPAT
- BERIKAN FASILITAS UNTUK MAKAN/MANDI
- RUANG TUNGGU
- MOTIVASI ORTU UNTUK ISTIRAHAT
 PERTIMBANGAN KHUSUS ORANG TUA DALAM MERAWAT ANAK YANG SAKIT
ADALAH:
- MEREKA INGIN MERAWAT ANAKNYA SEPERTI YANG BIASA DIKERJAKAN DI
RUMAH.
- MEREKA SANGAT TERTARIK DALAM BEKERJA DENGAN STAF DAN MEMPELAJARI
DARI STAF BAGAIMANA MENOLONG ANAKNYA.
- BERIKAN DUKUNGAN PADA ORANG TUA DALAM PERAWATAN ANAK DAN
SAUDARA-SAUDARA YANG SEHAT.
CARA MENOLONG ORANG TUA UNTUK MERASAKAN LEBIH COMFORTABLE
(MENYENANGKAN) :
 ORANG TUA HARUS DIBERIKAN DUKUNGAN UNTUK MENGASUMSIKAN BAHWA
PENGASUH ADALAH PERAWAT YANG MENYENANGKAN.
 UTARAKAN PADA ORANG TUA TENTANG HASIL OBSERVASI MEDIS DAN
PERAWATAN
 BERIKAN PENJELASAN PADA ORANG TUA, SEHINGGA MEMBOLEHKAN ANAK
MEREKA BERHUBUNGAN DENGAN TEMAN-TEMAN PADA UNIT TERSEBUT.
 BERIKAN PADA ORANG TUA BAHWA STAF PERAWAT SIAP UNTUK MENOLONG.

PERMASALAHAN-PERMASALAHAN YANG HAMPIR SAMA SERING TERJADI PADA SEMUA


ANAK, BIARKAN ORANG TUA MEMBENTUK KELOMPOK FORMAL/INFORMAL DAN
BERDISKUSI.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK

PENGERTIAN:
- PERTUMBUHAN ( GROWTH )
ADALAH BERTAMBAHNYA JUMLAH DAN BESARNYA SEL DISELURUH BAGIAN TUBUH
YANG SECARA KUANTITATIF DAPAT DI UKUR DAN MUDAH DI OBSERVASI.
- PERKEMBANGAN ( DEVELOPMENT )
ADALAH BERTAMBAH SEMPURNANYA FUNGSI ALAT TUBUH ATAU PERUBAHAN /
EXPANSI YANG BERTAHAP DARI TAHAPAN YANG LEBIH RENDAH KE TAHAPAN YANG
LEBIH KOMPLEK YANG DAPAT DI CAPAI MELALUI TUMBUH, KEMATANGAN DAN
BELAJAR.

POLA PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN


- TERJADI SCR TERUS MENERUS
- MERUPAKAN DASAR DARI SEMUA KEHIDUPAN MANUSIA
- TUMBUH FISIK DAPAT DILIHAT > NYATA TAPI DISERTAI JUGA DALAM
PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK.

MENGAPA TUMBUH KEMBANG HARUS DIPELAJARI ?


1. FAKTOR KETURUNAN
A. RAS
B. SEX
2. FAKTOR LINGKUNGAN
A. LINGKUNGAN EXTERNAL
1. KEBUDAYAAN
2. ST. SOSIAL EKONOMI KELUARGA
3. NUTRISI
4. PENYIMPANGAN DARI KEADAAN SEHAT
5. OLAH RAGA
6. URUTAN ANAK DALAM KELUARGA
B. LINGKUNGAN INTERNAL
1. INTELEGENSI
2. HORMON
3. EMOSI

TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN MENURUT:


A. HARLOCK
 PRENATAL : KONSEPSI SAMAPI AKHIR
 NEONATAL : LAHIR SAMPAI 2 MINGGU
 BAYI : 2 MINGGU – 2 TAHUN
 ANAK-ANAK : 2 TAHUN – 6 TAHUN
 ANAK : 6 TAHUN – 12 TAHUN
 REMAJA : 12 TAHUN – 18 TAHUN
 DEWASA AWAL : 18 TAHUN – 40 TAHUN
 USIA PERTENGAHAN: 40 TAHUN – 60 TAHUN
 USIA LANJUT : > 60 TAHUN

B. ARISTOTELES
 MASA ANAK KECIL ( MASA BERMAIN ) : 0 – 7 TAHUN
 MASA SEKOLAH : 7 – 14 TAHUN
 PUBERTAS / REMAJA : 14 – 21 TAHUN

C. FRUED
 FASE ORAL: 0 – 1 TAHUN (MULUT MERUPAKAN DAERAH POKOK
AKTIFITAS)
 FASE ONAL: 1 – 3 TAHUN (DORONGAN DAN TAHANAN TERPUSAT PADA
FUNGSI PEMBUANGAN KOTORAN)
 FASE FALIS: 3 – 5 TAHUN (ALAT KELAMIN MERUPAKAN ALAT YANG
TERPENTING)
 FASE LATEN: 5 – 12 TAHUN (IMPULS2 CENDERUNG UNTUK ADA DALAM
KEADAAN MENGENDAP)
 FASE FUBERTAS: 12 – 20 TAHUN (MASA INFULS MENONJOL KEMBALI
APABILA INFULS DISUBLINASIKAN SAMPAI KEMATANGAN)
 FASE GENITAL: >20 TAHUN (SUDAH SIAP TERJUN KEDALAM KEHIDUPAN
MASYARAKAT DAN ORANG DEWASA)

D. JOHAN AMS CONONIUS


 UMUR 0 – 6 TAHUN (PERIODE SEKOLAH IBU)
 UMUR 6 – 12 TAHUN (PERIODE SEKOLAH BAHASA IBU)
 UMUR 12 – 18 TAHUN (PERIODE SEKOLAH LATIN)
 UMUR 18 – 24 TAHUN (PERIODE UNIVERSITAS)