Anda di halaman 1dari 4

TOR (TERM OF REFRENCE)

KEGIATAN PENYULUHAN ROKOK


DI PUSKESMAS MULYAGUNA
TAHUN ANGGARAN 2018

Satuan Kerja : PUSKESMAS MULYAGUNA


Hasil (Outcome) : Setelah dilakukan Penyuluhan Rokok diharapkan masyarakat
memahami tentang bahaya rokok dan zat-zat yang terkandung di
dalamnya serta menurunkan angka perokok di masyarakat
Kegiatan : Penyuluhan Rokok
Indikator Kinerja Kegiatan : Jumlah kegiatan yang dilaksanakan melalui dana bantuan
oprasional kesehatan (BOK)
Jenis Keluaran (Outout) : Penyuluhan Rokok
Volume Keluaran : 1 (Satu)
Satuan Ukur Keluaran : Dokumen

A. Latar Belakang
1. Dasar Hukum
a. Undang-undang nomor 23 tahun 1992 tahun tentang kesehatan
b. Peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia nomor 75 tahun 2014 tentang pusat
kesehatan masyarakat.
c. Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, Pengamanan Zat Adiktif, Pasal
115 ayat ( 1 ) Kawasan tanpa rokok.
d. Peraturan Pemerintah Republik IndonesiaNomor 109 Tahun 2012 Tentang Pengamanan
Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan
e. Berdasarkan draf ketiga RUU Pertembakauan per 12 Februari 2016

2. Gambaran Umum
Puskesmas Mulya Guna terletak di desa Mulya Guna Kecamatan Teluk Gelam Kabupaten
Ogan Komering Ilir ( OKI ),Dengan jarak sekitar 29 Km dari ibukota Kabupaten OKI,
Kayuagung dan sekitar 14 Km dari Kecamatan Teluk Gelam.
Luas wilayah kerja Puskesmas Mulyaguna + 54,85 Km. Sebelumnya puskesmas bernama
Pustu ( Puskesmas Pembantu ) Mulyaguna. Pustu Mulyaguna dibangun pada tahun 1998 dan
dilakukan rehab pada 2010. Sejak terjadi pemekaran wilayah tahun 2016 berganti menjadi
Puskesmas Mulyaguna ( SK BUPATI OGAN KOMERING ILIR Nomor
2
:128/KEP/D.KES/2016 ) .Luas tanah Puskesmas Mulyaguna + 4000 m ,luas bangunan + 270,5
m2. Batas Wilayah kerja Puskesmas Mulyaguna
a. Sebelah Utara : Berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas
Pedamaran
b. Sebelah Barat : Berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas
Pedamaran
c. Sebelah Timur : Berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas
Tugumulyo
d. Sebelah Selatan : Berbatasan dengan wilayah kerja puskesmas
Sugihwaras
Sudah seringkali kita mendengar tentang bahaya merokok bagi kesehatan. Dalam iklan-
iklan rokok selalu tertera peringatan tentang penyakit-penyakit yang diakibatkan karena merokok,
seberapapun kecilnya peringatan tersebut. Namun pada kenyataannya, masih saja perokok-
perokok beredar dimana-mana. Maka sebagai generasi muda, pewaris tanah air Indonesia, kita
perlu memahami lebih jauh mengapa merokok itu bisa mengancam kesehatan kita. Di lain pihak,
kitapun perlu secara bijak dan luas melihat sisi lain dari rokok sekedar menambah wawasan kita.
Untuk itulah, dalam penyajian buku ini, tim penyusun menampilkan pula beberapa aspek tentang
industri rokok yang jika boleh dikatakan memberi kontribusi bagi ekonomi Indonesia.
Mari kita mulai membahas tentang rokok dan ancaman kesehatan. Siapa yang pernah
mendengar nama-nama seperti Carbon monoxide, Arsenic, Ammonia, Acetone, Hydrogen
cyanide, Naphthalene, Sulphur compounds, Timbal, Alkohol, Formaldehyde dan Butane. Rokok
itu diibaratkan seperti pabrik kimia, Karena Rokok mengandung kurang lebih 4000 lebih zat
kimia dan 60 karsinogen (pemicu sel kanker) yang tentunya sangat berbahaya bagi kesehatan.
Racun utama pada rokok adalah Tar yang dapat menimbulkan kanker paru, Nikotin yang memacu
jantung dan tekanan darah yang pada akhirnya berakibat timbulnya hipertensi, dan Karbon
Monoksida yang biasa dipakai untuk eksekusi hukuman mati melalui kamar gas, Masih banyak
lagi kandungan zat berbahaya lainnya
Dewasa ini rokok semakin gencar meluas di berbagai tempat. Banyak negara-negara
industri yang menilai bahwa merokok telah menjadi perilaku yang secara sosial dianggap kurang
biasa untuk diterima. Hal ini adalah hasil penyuluhan yang intensif, bukan saja dilaksanakan oleh
pemerintah, melainkan oleh pihak lembaga swadaya masyarakat dan juga pihak perusahaan

perusahaan. Di negara berkembang, penyuluhan tentang bahaya merokok belum dilaksanakan


secara intensif. Hal ini selain karena industri rokok merupakan sumber pemasukan bagi negara
dan sumber kesempatan kerja, juga karena di sebagian besar negara– negara sedang berkembang,
dana untuk ini walaupun ada, sangat kecil dibandingkan dengan dana yang dipergunakan oleh
perusahaan– perusahaan rokok untuk memasarkan rokok. Industri rokok melaksanakan secara
agresif dan dengan mengaitkan merokok dengan gaya hidup modern, masyarakat terutama remaja
yang paling sangat terpengaruh.
Sebagian besar orang bisa meninggal dikarenakan mengkonsumsi rokok dengan berlebih.
Awalnya memang tidak terasa sakit, tetapi semakin lama seseorang mengkonsumsi rokok, maka
akan banyak timbul berbagai penyakit dalam tubuhnya. Sebagian besar penyakit yang akan
diderita oleh orang yang merokok adalah penyakit yang umumnya tidak dapat disembuhkan.
Puskesmas Mulyaguna dalam memberikan pelayanan kesehatan masyrakat dengan Visi
“Menjadi Pilihan Pelayanan Kesehatan Menuju Masyarakat Hidupp Bersih dan Sehat dan
Misi :
a. Menggerakkan Pembangunan berwawasan Kesehatan.
b. Mendorong Kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat
c. Menyelenggarakan Peningkatan Managemen Pelayanan Kesehatan
d. Memelihara dan meningkatkan kesehatan Per orangan, Keluarga dan masyarakat
beserta Lingkungan
Grand strategi Depkes yang banyak berhubungan dengan penyelengaraan program
dilingkungan Ditjen Bina Kesmas adalah grans strategi 1dan 2.
Penjabaran / orasionaliasasi grand strategi yang ke-2 (dua) : Meningkatkan akses
pelayanan kesehatan Puskesmas yang meliputi program prioritas utama : kesehatan ibu, anak,
perbaikan gizi , kesehatan kerja, revitalisasi puskesmas, revitalisasi posyandu, pelayanan
kesehatan daerah terpencil \, daerah tertinggal, daerah perbatasan, dan daerah kepulauan telah
dibahas/ diperdalam dalam pertemuan Perencanaan Program Kesmas pada tahun sebelumnya.
Demikian juga penjabaran grand strategi 1 (satu) yaotu : Penggerakan dan pemberdayaan
masyarakat untuk hidup sehat, khususnya peningkatan dan pembinaan UKBM / Posyandu telah
dibahas dalam pertemuan tersebut . Selain pengembangan UKBM / Posyanfu, dalam grand
strategi 1 (satu) terdapat kebijakan baru yaitu pengembangan Desa Siaga/ Pos Kesehatan Desa
(poskesdes)
Program-program kesehatan mesyarakat tersebut harus dijalankan dengan komitmen
penuh para pelaksanya. Oleh karena itulah, dierlukan suatu wadah untuk mengkoordinaiakan para
pihak yang terkait dengan program-program kesehatan masyarakat tersebut agar program-
program kesehatan masyarakat yang telah disusun dapat berjalan dengan bail.

B. Penerima Manfaat
1. Masyarakat

C. Jenis Kegiatan
: Penyuluhan Rokok

D. Strategi Pencaapaian Keluaran


1. Metode Pelaksanaan :
Penyuluhan dilaksanakan dengan metode ceramah dan tanya jawab kepada masyarakat
2. Tahapan dan waktu pelaksanaan :
a. Persiapan administrasi, materi dan pelaporan
b. Waktu pelaksanaan Penyuluhan Rokok dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2018
c. Pelaksanaan kegiatan tertuang pada POA kegiatan bulanan.
E. Pembiayaan
Pembiayaan kegiatan bantuan operasional kesehatan ( BOK ) melalui dana alokasi khusus ( DAK )
Non Fisik Dinas Kesehatan Kabupaten OKI Tahun 2018 yang telah di alokasikan ke Puskesmas
Mulyaguna Kecamatan Teluk Gelam.
Mulyaguna , Juni 2018
Pimpinan Puskesmas Mulyaguna

DORIS , SKM
NIP. 19800412 200003 1 002