Anda di halaman 1dari 9

NEC (Necrotizing Enterocolitis)

NEC adalah inflamasi intestinal yang dapat mengakibatkan perforasi, peritonitis hingga
kematian. Kasus inimerupakan kegawatdaruratan saluran cerna paling sering pada bayi baru
lahir,90% kasus terjadi pada bayi prematur. Insiden NEC di UK pada tahun 2012-2013 yaitu
sebanyak 3% pada bayi lahir usia<32 minggu, dengan insiden mortalitas sebanyak 20-40%.
Hipotesis terbaru menjelaskan teori perjalanan penyakit NEC yangterjadi akibat
imaturitas sistem imun dansistem pencernaansehingga integritas epitel usus mengalami
kerusakan dan kelemahanyang meningkatkan resiko infeksi bakteridan menimbulkan respon
inflamasi luas dan sepsis.

Imaging:
X-ray abdomen normal pada bayi dapat dilihat pada gambar di bawah ini
`

Gambar 1. Gas usus normal pada bayi. Gas terdistribusi rata sepanjang usus sehingga tidak dapat
membedakan usus halus dan kolon. Setiap lingkar usus berdekatan satu sama lain saling mendesak
sehinggamemberi gambaran pola lingkar usus mosaik/multifaset, tidak bulat atau memanjang.

Perjalanan penyakit NEC dibagi menjadi 3 tahap. Tahap 1 yaitu suspek NEC, dengan
gejala distensi abdomen, muntah, dan intoleransi asupan oral. Pada foto X-ray abdomen
(supinasi) memberikan gambaran yang tidak spesifik berupa distensi gas usus difus dan
hilangnya pola simetris normal pada lingkar usus juga merupakan gambaran non-spesifik
(Gambar 2).
Gambar 2. Dilatasi lingkar usus,menjadi lebih bulat dan memanjang dengan pola mosaik yang
menghilang.

DD dilatasi usus
- mekonium ileus
- anganlionosis colon total
- mid gut volvulus
- gastroenteritis, peritonitis, sepsis

Pada pasien suspek NEC, foto abdomen X-ray dibutuhkan setiap 6 - 24 jam, karena
perjalanan penyakit progresif sehingga perlu evaluasi ketat.Pada tahap 2 yaitu definitif NEC,
muncul gejala tambahan perdarahan gastrointestinal. Pada foto x-ray abdomen
(supinasi)tampakpneumatosis intestinalfokal atau difus. Apabila gas terletak pada
submukosa, tampak bayngan gas berupagelembung/ kista (Gambar 3), bila terletak pada
subserosa, akan tampak bayangan gas linear / curvilinear (Gambar 4). Tampak gas vena porta
berupa bayangan lusen cabang linear pada liver, yang menunjukkan adanya nekrosis usus
sehingga terjadi perpindahan gas ke sistem vena porta (Gambar 5).Pneumatosis dan gas vena
porta merupakan tanda patognomic NEC.
Gambar 3. Pneumatosis intestinalis submukosa, tampak bayangan gas berupa gelembung
Gambar 4. Pneumatosis intestinalis subserosa, tampak bayangan gas curvilinear pada lapisan
subserosa usus.
Gambar 5. Gas pada vena porta, berupa bayangan lusen cabang linear pada liver.

DD pneumatosis intestinalis
- obstruksi kongenital (atresia, anus imperforata, mekonium plug)
- hirschprung
DD gas vena porta
- gas pada cabang bilier ec atresia duodenum dengan inkompeten sfingter oddi

Pada tahap 3, NEC berat, muncul gejala tambahan yaitu sepsis.Pada foto x-ray abdomen
(supinasi) tampak dilatasi usus persisten yang tidak berubah selama 24-36 jam (Gambar 6).
Tampak gambaran pneumoperiotneum, yangmenjadi indikasi tindakan bedah (Gambar 7).
Gambar 6. Dilatasi lingkar usus persisten pada kuadran kanan bawah yang tidak berubah selama 24-
36 jam.

DD Dilatasi usus persisten:

- appendisitis
- ileus paralitik
- pankreatitis

Gambar 7. Pnemumoperitoneum, tampak udara bebas subhemidiafragma..


DD pneumoperitoneum

- perforasi idiopatik
- perforasi usus fokal
- obstruksi intestin
REFERENSI

E. Monica, et al. 2007. Necrotizing Enterocolitis: Review of State-ofthe-Art Imaging Findings with
Pathologic Correlation. Radiographics. 27 (285-305).

Y. Tasci Yildiz, et al. 2014. Imaging Findings in necrotizing enterocolitis. 1-25