Anda di halaman 1dari 13

ANATOMI PARU-PARU

DI
S
U
S
U
N
OLEH:
DEWITA FATWANDA
NPM:1711090039

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH
BANDA ACEH
2019
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini.

Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan
dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk
itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca
agar kami dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat maupun
inpirasi terhadap pembaca.

Banda Aceh, Desember 2018

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Saluran penghantar udara hingga mencapai paru-paru adalah
hidung, farinx, larinx trachea, bronkus, dan bronkiolus. Hidung ; Nares anterior adala
h saluran-saluran di dalam. rongga hidung. Saluran – saluran itu bermuara
ke dalam bagian yang dikenal sebagai vestibulum. (rongga) hidung. Rongga hidung
dilapisisebagai selaput lendir yang sangat kaya akan pembuluh
darah, dan bersambung dengan lapisan farinx dandengan selaput lendir sinus yang
mempunyai lubangmasuk ke dalam. Rongga hidung. Farinx (tekak) ; adalah pipa
berotot yang berjalan dari dasar tengkorak sampai persambungannya
dengan oesopagus pada ketinggian tulang rawan krikoid.
Maka 'letaknya di belakang larynx (larinx-faringeal). Laringx (tenggorok)
terletak di depan bagian terendah farinx yang mernisahkan dari columna
vertebrata, berjalan dari farinx. sampai ketinggianvertebrata servikals dan masuk ke d
alarn trachea di bawahnya. Larynx terdiri atas kepingan tulang rawanyang diikat
bersama oleh ligarnen dan membran.Trachea atau batang tenggorok kira-
kira 9 cm panjangnya trachea berjalan dari larynx sarnpai kira-kira
ketinggian vertebrata torakalis kelima dan ditempat ini bercabang mcnjadi dua
bronckus (bronchi).Trachea tersusun atas 16 - 20 lingkaran tak- lengkapyang berupan
cincin tulang rawan yang diikat bersamaoleh jaringan fibrosa dan yang melengkapi
lingkaran disebelah belakang trachea, selain itu juga membuat beberapa jaringan
otot

B. Tujuan
1. Menjelaskan anatomi paru – paru
BAB II
PEMBAHASAN

A. Anatomi dan Fisiologi Paru (Sistem Pernapasan)

Organ-organ system pernapasan terdiri dari :

1. Hidung
2. Pharynx
3. Larynx
4. Trachea
5. Bronchii dan bronchioles
6. Alveolus
7. Paru-paru
B. Hidung
Nares anterior adalah saluran-saluran di dalam rongga hidung. Saluran-
saluran itu bermuara ke dalam bagian yang dikenal sebagai vestibulum. Rongga
hidung dilapisi sebagai selaput lendir yang sangat kaya akan pembuluh darah, dan
bersambung dengan lapisan farinx dan dengan selaput lendir sinus yang
mempunyai lubang masuk ke dalam rongga hidung. Septum nasi memisahkan
kedua cavum nasi. Struktur ini tipis terdiri dari tulang dan tulang rawan, sering
membengkok kesatu sisi

1. Anatomi
 Posterior : os ethmoideus dan vomer
 Anterior : hyaline cartilage
 Medial : septum
 Lateral : maxilla,os. Ethmoid dan concha inferior

2. Histologi
Dilapisi epithelium columnar ciliated yang mengandungi mucuos
secreting goblet cells

1. Pharynx
adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak sampai
persambungan-nya dengan oesopagus pada ketinggian tulang rawan krikoid.
Maka letaknya di belakang larinx (larinx-faringeal). Orofaring adalah bagian dari
faring merupakan gabungan sistem respirasi dan pencernaan.

1. Anatomi
Pharynx adalah tabung sepanjang 12 hingga 14cm yang memanjang dari basis
tengkorak ke level vertebrae cerviks yang keenam
 Superior : permukaan inferior dari basis tengkorak
 Inferior : bersambungan dengan oesophagus
 Anterior : dindingnya tak sempurna kerana pembukaan ke dalam
hiding,mulut dan larynx
 Posterior : tisue areolar,involuntary muscle
 Pharynx terbagi kepada nasopharynx,oropharynx dan laryngopharynx

2. Perdarahan dan suplai serabut


 Facial arteri & venous kembali ke dalam facial dan internal jugular veins
 Suplai serabut dari plexux pharyngeal dibentuk oleh sympathetik dan
parasymphathetic nerves. Suplai parasimpatetik dari saraf vagus dan
glossopharangeal.suplai simpatetik dari saraf dari ganglio cerviks superior

3. Histologi
3 lapisan jaringan :
 mucuos membrana lining
 fibrous tissues
 jaringan otot yang berfungsi dalam mekanisme penelanan

4. Fungsi
 proteksi-tisu lymphatic pharyngeal dan tonsil laryngeal produse antibodi
 laluan udara dan makanan
 indera rasa dan pendengaran
 warming and humidifying
 speech

2. Larynx
Terletak pada garis tengah bagian depan leher, sebelah dalam kulit,
glandula tyroidea, dan beberapa otot kecil, dan didepan laringofaring dan bagian
atas esopagus.
1. Anatomi
 terletak di hadapan laryngopharynx
 Superior : Dari basis lidah dan tulang hyoid ke trachea
 Inferior : bersambungan dengan trachea
 Anterior : ototpada tulang hyoid dan leer
 Posterior : laryngopharynx
 Lateral : lobus thyroid gland
2. Perdarahan dan suplai saraf
 Superior dan inferior laryngeal arteries dan vena thyroid
 Parasimpatetik : superior laryngeal and recurrent laryngeal nerves dari
saraf vagus
 Simpatetik : ganglia servikalis superior

3. Histologi
Terdiri daripada tulang rawan yang irregular dan disambung kepada sesame
oleh ligament dan membrane kartilago yang utama ialah : 1 cartilago
thyroidea, 1 cartilago cricoidea, 2 cartilago arytenoids dan 1 epiglottis

4. Fungsi :
 produksi suara oleh vocal cords yang terletak di interior larynx
 laluan untuk udara
 proteksi saluran respirasi bawah

3. Trachea
Adalah tabung fleksibel dengan panjang kira-kira 10 cm dengan lebar 2,5
cm. trachea berjalan dari cartilago cricoidea kebawah pada bagian depan leher dan
dibelakang manubrium sterni, berakhir setinggi angulus sternalis (taut manubrium
dengan corpus sterni) atau sampai kira-kira ketinggian vertebrata torakalis kelima
dan di tempat ini bercabang mcnjadi dua bronckus (bronchi). Trachea tersusun
atas 16 - 20 lingkaran tak- lengkap yang berupan cincin tulang rawan yang diikat
bersama oleh jaringan fibrosa dan yang melengkapi lingkaran disebelah belakang
trachea, selain itu juga membuat beberapa jaringan otot.
1. Anatomi
 Sambungan dari larynx
 Superior: larynx
 Inferior : broncus kiri dan kanan
 Anterior : isthmus thyroid gland dan arcus aorta
 Posterior ; esophagus memisahkan trachea dari tulang belakang
 Lateral : peparu dan thyroid gland
2. Perdarahan dan suplai saraf
 Inferior tyroid and bronchial artery,venous return oleh inferior thyroid
veins kedalam brachiocephalic veins
 Parasimpatatik : recurrent laryngeal nerves
 Simpatetik : saraf dari simpatetik

3. Histologi
Terdiri daripada C shaped hyaline cartilage yang diselaputi oleh :
 lapisan luar : terdiri daripada tisuelastik dan fibrous
 lapisan tengah : terdiri daripada tulang rawan dan otot polos
 lapisan dalam : terdiri daripada ciliated columnar epithelium

4. Fungsi
 support
 reflex batuk
 warming, humidifying, filtering of air

4. Bronchi dan bronchiole


Percabangan saluran nafas dimulai dari trakea yang bercabang menjadi
bronkus kanan dan kiri. Masing-masing bronkus terus bercabang sampai dengan
20-25 kali sebelum sampai ke alveoli. Sampai dengan percabangan bronkus
terakhir sebelum bronkiolus, bronkus dilapisi oleh cincin tulang rawan untuk
menjaga agar saluran nafas tidak kolaps atau kempis sehingga aliran udara lancar.
1. Anatomi
Bronchus yang terbentuk dari belahan dua trachea pada ketinggian kira-
kira vertebrata torakalis kelima, mempunyai struktur serupa dengan trachea dan
dilapisi oleh.jenis sel yang sama. Bronkus-bronkus itu berjalan ke bawah dan
kesamping ke arah tampuk paru. Bronckus kanan lebih pendek dan lebih lebar
daripada yang kiri, sedikit lebih tinggi darl arteri pulmonalis dan mengeluarkan
sebuah cabang utama lewat di bawah arteri, disebut bronckus lobus bawah.
Bronkus kiri lebih panjang dan lebih langsing dari yang kanan, dan berjalan di
bawah arteri pulmonalis sebelurn di belah menjadi beberapa cabang yang berjalan
kelobus atas dan bawah.

Cabang utama bronchus kanan dan kiri bercabang lagi menjadi


bronchus lobaris dan kernudian menjadi lobus segmentalis. Percabangan ini
berjalan terus menjadi bronchus yang ukurannya semakin kecil, sampai akhirnya
menjadi bronkhiolus terminalis, yaitu saluran udara terkecil yang tidak
mengandung alveoli (kantong udara).

Bronkhiolus terminalis memiliki garis tengah kurang lebih I mm.


Bronkhiolus tidak diperkuat oleh cincin tulang rawan. Tetapi dikelilingi oleh otot
polos sehingga ukurannya dapat berubah. Seluruh saluran udara ke bawah sampai
tingkat bronkbiolus terminalis disebut saluran penghantar udara karena fungsi
utamanya adalah sebagai penghantar udara ke tempat pertukaran gas paru-paru.

2. Perdarahan dan suplai darah


 Suplai darah arteri : arteri bronkial kanan dan kiri
 Venous return : vena bronkial
 Suplai saraf : parasimpatis(nervus vagus) dan saraf simpatis

3. Histologi
Dilapisi oleh ciliated epitel kolumner bersilia pada bronci dan sel kuboid tak
bersilia pada distal bronkiolus

5. Alveolus
Merupakan tempat pertukaran gas assinus terdiri dari bronkhiolus dan
respiratorius yang terkadang memiliki kantong udara kecil atau alveoli pada
dindingnya. Ductus alveolaris seluruhnya dibatasi oleh alveoilis dan sakus
alveolaris terminalis merupakan akhir paru-paru, asinus atau.kadang disebut
lobolus primer memiliki tangan kira-kira 0,5 s/d 1,0 cm. Terdapat sekitar 20 kali
percabangan mulai dari trachea sampai Sakus Alveolaris. Alveolus dipisahkan
oleh dinding yang dinamakan pori-pori kohn.
Alveoli Terdiri dari : membran alveolar dan ruang interstisial.
Membran alveolar :
 Small alveolar cell dengan ekstensi ektoplasmik ke arah rongga alveoli
 Large alveolar cell mengandung inclusion bodies yang menghasilkan
surfactant.
 Anastomosing capillary, merupakan system vena dan arteri yang saling
berhubungan langsung, ini terdiri dari : sel endotel, aliran darah dalam rongga
endotel
 Interstitial space merupakan ruangan yang dibentuk oleh : endotel kapiler,
epitel alveoli, saluran limfe, jaringan kolagen dan sedikit serum.

6. Pulmo (Paru – Paru)


Sistem pernafasan pada dasarnya dibentuk oleh jalan atau saluran nafas
dan paru-paru beserta pembungkusnya (pleura) dan rongga dada yang
melindunginya. Di dalam rongga dada terdapat juga jantung di dalamnya. Rongga
dada dipisahkan dengan rongga perut oleh diafragma.
Paru-paru terdapat dalam rongga thoraks pada bagian kiri dan kanan. Paru-
paru memilki :
i. Apeks, Apeks paru meluas kedalam leher sekitar 2,5 cm diatas calvicula
ii. Permukaan costo vertebra, menempel pada bagian dalam dinding dada
iii. Permukaan mediastinal, menempel pada perikardium dan jantung.
iv. dan basis. Terletak pada diafragma

Paru kanan dibagi atas tiga lobus yaitu lobus superior, medius dan inferior
sedangkan paru kiri dibagi dua lobus yaitu lobus superior dan inferior. Tiap lobus
dibungkus oleh jaringan elastik yang mengandung pembuluh limfe, arteriola,
venula, bronchial venula, ductus alveolar, sakkus alveolar dan alveoli.
Diperkirakan bahwa stiap paru-paru mengandung 150 juta alveoli, sehingga
mempunyai permukaan yang cukup luas untuk tempat permukaan/pertukaran gas
1. Anatomi

 Kedua pulmo dilekatkan pada cord an trachea oleh radix pumonalis dan
ligamentum pulmonalenya bila tidak pulmo bebas dalam cavitasnya
 Ada 2 pulmo:sinister dan dexter
 pulmo dexter ada 3 lobus : lobus superius,medius dan inferius
 pulmo sinister ada 2 lobus:lobus sUperius dan inferius
 kedua pulmo berbentuk kubah dengan apex di cranial dan basis di caudal
 di samping apex dan basis ada facies costalis,facies mediastinalis, margo
anterior,margo inferior dan hilus?radix pulmonalis

2. Perdarahan

 Arteriae dan venae : darah yang dideoksigenasi dibawa oleh aa.


Pumonales,jaringan pulmo mendapat nutrisi dan o2 dari aa.Broncioles sinister
et dexter
 Venous return : venae bronchiales membawa darah venous dari paru ke v.
Azygous,v hemiazygos,atau v. Intercostalis posterior.

3. Persarafan
Nervi : plexus pulmonalis anterior dan posterior di depan dan belakang radix
pulmonalis dibentuk oleh cabang-cabang dari n. Vagus yang terdiri dari serabut-
serabut parasimpatis dan truncus sympatheticus
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Paru-paru terdapat dalam rongga thoraks pada bagian kiri dan kanan.
Dilapisi oleh pleura yaitu parietal pleura dan visceral pleura. Di dalam rongga
pleuraterdapat cairan surfaktan yang berfungsi untuk lubrikai. Paru kanan dibagi
atas tiga lobus yaitu lobus superior, medius dan inferior sedangkan paru kiri
dibagi dualobus yaitu lobus superior dan inferior. Tiap lobus
dibungkus oleh jaringan elastik yang mengandung pembuluh limfe,
arteriola, venula, bronchial venula, ductus alveolar, sakkus alveolar dan alveoli.
Diperkirakan bahwa stiap paru-paru mengandung 150 juta alveoli,
sehingga mempunyai permukaan yang cukup luas untuk tempat permukaan/
pertukaran gas.

B. Saran
Demikianlah yang dapat penulis paparkan mengenai materi yang menjadi
pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan
kelemahan,karena terbatasnya pengetahuan da kurangnya rujukan atau referensi
yang ada. Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dusi memberikan
kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi kesempurnaan makalah
ini. Semoga makalah ini berguna, bagi penulis khususnya dan juga para pembaca
yang budiman pada umumnya.
DAFTAR PUSTAKA

Ferdinand F, Ariebowo. 2009. Praktis Belajar Biologi 2. Jakarta: Pusat Perbukuan


Departemen Pendidikan Nasional.

Firmansyah R, Mawardi A, Riandi U. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Biologi 2.


Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Bakhtiar S. Biologi. 2011. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Pembukuan Kementrian


Pendidikan Nasional.