Anda di halaman 1dari 37

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/316775163

PENGUATAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI SEKTOR INDUSTRI,


PERDAGANGAN DAN KOPERASI

Conference Paper · March 2017

CITATIONS READS

0 1,551

1 author:

Bernatal Saragih
Universitas Mulawarman
51 PUBLICATIONS   18 CITATIONS   

SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

Study of functional food View project

Functional Food View project

All content following this page was uploaded by Bernatal Saragih on 09 May 2017.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


PENGUATAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI
SEKTOR INDUSTRI, PERDAGANGAN DAN KOPERASI
Out line

• PENDAHULUAN
• POTENSI KALTIM
• PENGUATAN EKONOMI
MASYARAKAT SEKTOR
INDUSTRI, PERDAGANGAN DAN
KOPERASI
• PENUTUP
PENDAHULUAN
• Ekonomi kerakyatan,
sebagaimana dikemukakan dalam
Pasal 33 UUD 1945, adalah
sebuah sistem perekonomian
yang ditujukan untuk mewujudkan
kedaulatan rakyat dalam bidang
ekonomi.

• Tiga prinsip dasar ekonomi kerakyatan adalah sebagai berikut:


1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar
atas azas kekeluargaan
2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang
menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara;
dan
3. Bumi, air, dan segala kekayaan yang terkandung didalamnya
dikuasai oleh negara dan dipergunakan bagi sebesar-
besarnya kemakmuran rakyat.
PENDAHULUAN
• Berdasarkan ketiga prinsip
tersebut dapat disaksikan
betapa sangat besarnya
peran negara dalam sistem
ekonomi kerakyatan.
• Sebagaimana Pasal 27 ayat 2
dan Pasal 34, peran negara
dalam sistem ekonomi
kerakyatansebagai berikut:

1. Mengembangkan koperasi
2. Mengembangkan BUMN
3. Memastikan pemanfaatan bumi, air, dan segala kekayaan
yang terkandung didalamnya bagi sebesar-besarnya
kemakmuran rakyat
4. Memenuhi hak setiap warga negara untuk mendapatkan
pekerjaan dan penghidupan yang layak
5. Memelihara fakir miskin dan anak terlantar.
PENDAHULUAN
Agenda Pokok Ekonomi Kerakyatan

1. Menciptakan sistem politik yang pro rakyat;


2. Peningkatan disiplin anggaran dengan memerangi
praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam
segala bentuknya;
3. Menciptakan persaingan yang berkeadilan (fair
competition);
4. Peningkatan alokasi sumber-sumber penerimaan
negara kepada pemerintah daerah dan pro rakyat;
5. Penguasaan dan redistribusi pemilikan l a h a n
pertanian kepada petani penggarap;
6. Pembaharuan UU Koperasi dan pendirian koperasi-
koperasi “sesungguhnya” dalam berbagai bidang
usaha dan kegiatan.
PENDAHULUAN
• Perkembangan Industri di Provinsi
K a l i m a n t a n Ti m u r m e n g a l a m i
kenaikan pertumbuhan 1,86% per
tahun.
• Sejalan dengan pertumbuhan,
jumlah tenaga kerja yang terserap,
untuk kurun waktu yang sama
meningkat dari 125.386 orang
menjadi 153.286 orang (5,28 %) Tahun 2018: 10.000 UMKM
per tahun, demikian pula untuk Baru Kaltim
investasi yang mengalami
pertumbuhan rata-rata 4,91%
pertahun dari nominal Rp.9,09
triliun menjadi Rp. 10,91 triliun.
Kemenperin juga telah melaksanakan
program yang menjadi prioritas
Kementerian, yang terdiri dari:

1) Program Hilirisasi Industri Berbasis Agro,


Migas, dan Bahan Tambang Mineral
2) Program Peningkatan Daya Saing Industri
Berbasis SDM, Pasar Domestik, dan
Ekspor; serta
3) Program Pengembangan Industri Kecil
dan Menengah.
POTENSI KALTIM
• Pemerintah telah memprioritaskan 9 (sembilan) sektor
industri untuk dikembangkan dalam rangka mengisi pasar
ASEAN,
1. Industri berbasis agro (CPO,kako,karet),
2. Industri produk olahan ikan,
3. Industri alas kaki,
4. Kulit dan barang kulit,
5. Industri furniture,
6. Industri makanan dan minuman,
7. Industri pupuk dan petrokimia,
8. Industri mesin dan peralatannya serta industri logam dasar,
9. Besi dan baja.
Industri tersebut diprioritaskan untuk dikembangkan karena
memiliki daya saing yang relatif lebih baik dibandingkan
negara-negara ASEAN lainnya.
• Untuk industri agro, program
hilirisasi harus fokus pada
komoditas-komoditas yang
menjadi sumber kekuatan
Kaltim. "Hilirisasi tetap harus
jalan, tapi fokus pada
komoditas yang kita kuasai.
• Tujuan hilirisasi adalah
meningkatkan nilai tambah
industri tersebut. Kaltim bukan
hanya menjadi pedagang
bahan baku. "Nilai tambahnya
harus kita dapatkan secara
optimal,"
POTENSI PERIKANAN DAN LAUT KALTIM
Komoditas Unggulan di Kalimantan Timur
No Kabupaten/ Kota Komoditas Unggulan
1. Berau Kelapa Sawit, Terasi , Karet ,Padi, Kedelai, Perikanan,
Kelapa, Pariwisata dan Batubara
2. Kutai Timur Kelapa Sawit, Jagung, Pisang, Karet, HTI dan Batubara
3. Kutai Kartanegara Kelapa Sawit, Karet, Padi, Lada, Pisang, Nanas,
Perikanan, Pariwisata, Batubara, HTI dan Gas
4. Kutai Barat Kelapa Sawit, Karet, Durian, Rambutan, Perikanan Darat,
Batubara dan Emas
5. Mahulu Kelapa Sawit, Karet,Durian, Rambutan dan Perikanan
Darat
6. Bontang Perikanan, Pupuk dan LNG
7. Samarinda Perikanan, Pariwisata, Lada, Sarung Tenun Batik dan
Batubara
8. Balikpapan Perikanan, Pariwisata, dan Pengilingan Minyak Bumi
9. Penajam Paser Utara Kelapa Sawit, Durian, Karet dan HTI
10. Paser Kelapa Sawit, Karet, Padi, Pisang, Perikanan, Batu bara,
dan HTI
Komoditas Produk Unggulan Industri Menengah Besar Kalimantan Timur
1. Kayu Lapis ( plywood ), Samarinda, Balikpapan, PPU, Kukar
2. Udang Beku Balikpapan, Kukar
3. Ind. Pengolahan kayu/sawmill Samarinda, Balikpapan, Kukar, Berau, Pasir,Kutim
4. Crude Palm Oil Kutai,Pasir,Kutim
5. Galangan Kapal Kukar,Pasir,Samarinda,Balikpapan
6. Pupuk urea & Amoniak Bontang
7. Moulding Samarinda, Balikpapan, Kukar
8. Gas Methanol Bulungan
9. Methanol Bontang
10. Hexamethylene Tetramine Bontang
11. Melamine Bontang
12. Ind. Lem Samarinda, Bontang
13. Ind. Minyak Kelapa Penajam Paser Utara
14. Pulp Berau
15. Bengkel Service Samarinda, Balikpapan, Kubar, Kukar
16. Ind. Pengolahan Rotan Pasir, Balikpapan
17. Kulit Buaya Balikpapan
18. Kain Tenun Ulap Doyo Kutai Kartanegara
19. Garmen Balikpapan
Sentra Industri Kecil Menengah di Kalimantan Timur

No. Cabang Industri Sentra TK Investasi Produksi


Rp. 000 Rp. 000
1. Pangan
91 2,797 9,663,255 13,728,648

2. Sandang dan Kulit


8 201 1,643,925 1,432,196

3. Kimia dan Bahan 23 1,432 6,068,164 5,592,199


Bangunan

4. Kerajinan 47 1,144 8,904,436 5,405,114


5. Logam 21 1,307 39,240,574 7,646,781
6. Hasil Hutan 16 1,471 8,165,787 3,524,082

TOTAL 206 8,352 73,686,141 37,329,020


DASAR PENGUATAN EKONOMI MASYARAKAT
MELELAUI SEKTOR INDUSTRI, PERDAGANGAN
DAN KOPERASI
PENGUATAN
EKONOMI
MASYARAKAT
MELELAUI
SEKTOR
INDUSTRI,
PERDAGANGAN
DAN KOPERASI
PROGRAM-PROGRAM

• Program pengembangan sistem pendukung bagi usaha mikro,


kecil dan menengah
• Program Pengembangan Kewirausahaan dan kenggulan
Kompetitif
• Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi
• Program Peningkatan dan Pengembangan Industri olahan non
migas
• Program Peningkatan Efesiensi Perdagangan Dalam Negeri
• Program Peningkatan dan pengembangan Ekspor
• Program Peningkatan Kerjasama Perdagangan Internasional
• Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri
PENGUATAN EKONOMI MASYARAKAT MELELAUI SEKTOR
INDUSTRI, PERDAGANGAN DAN KOPERASI

Perlu memperhatikan prinsip-prinsip:


1. Berlandaskan pada kearifan lokal
2. Mendorong pemanfaatan optimal sumber daya lokal untuk
mendorong kemandirian daerah, misalnya program OVOP
3. Menjaga keberlanjutan, kualitas dan kelestarian lingkungan
4. Mendorong masyarakat untuk mengembangkan koperasi
untuk mendukung industri dan perdagangan
5. Mendorong kesadaran, kepedulian, partisipasi dan rasa
memiliki oleh masyarakat akan proses dan hasil
pembangunan.
LANGKAH AWAL PENGUATAN EKONOMI MASYARAKAT
MELELAUI SEKTOR INDUSTRI, PERDAGANGAN DAN
KOPERASI
1. Melalui langkah-langkah sebagai berikut:
• Identifikasi potensi dan masalah yang dihadapi
• Penyiapan program pembinaan dan pengembangan sesuai
potensi dan masalah yang dihadapi
• Pelaksanaan program pembinaan dan pengembangan.
• Pemantauan dan pengendalian pelaksanaan program
pembinaan dan pengembangan
2. Penguatan Alokasi Anggaran untuk Panjaminan Kredit untuk
Usaha Rakyat

• Yang dibutuhkan oleh usaha rakyat sebenarnya bukan


subsidi bunga dan bukan dana block grant, tetapi akses
untuk mendapatkan pinjaman ke lembaga keuangan.
Dengan demikian, intervensi yang diperlukan dari
pemerintah adalah adanya penjaminan kredit untuk UKM.
• Mengapa perlu penjaminan, sebab bank adalah risk
aversion sehingga tidak berminat memberikan kredit
kepada UKM yang memang memiliki default risk tinggi.
3. Penguatan Pajak

• Untuk mendorong UKM bergabung pada koperasi (baik di


sektor pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan,
industri), maka UKM yang bergabung diberi keringanan pajak.
Demikian pula kepada perusahaan apapun yang bersedia
menjual sahamnya kepada pegawainya, diberi keringanan
pajak.

4. Penguatan Pertanahan
• Lahan dalam perekonomian merupakan faktor modal yang
penting. Meningkatnya jumlah petani landless dalam 3
dekade terakhir, dan hilangnya spesifikasi pemilikan komunal
atas sumber daya hutan, merupakan ancaman serius dalam
membangun ekonomi kerakyatan.
5. Penguatan Upah
• Dari model ekonomi income masyarakat, salah satu sumber
pendapatan masyarakat adalah dari upah dan gaji. Rendah
tingginya upah dan gaji yang diterima, tergantung dari tingkat
upah perjam/bulan, lama jam kerja, dan jumlah anggota
keluarga yang bekerja. Tinggi rendahnya tingkat upah dan
gaji ditentukan oleh kualitas tenaga kerja.
• Kualitas tenaga kerja bukan hanya ditentukan oleh tingat
pendidikan, tetapi juga sikap mental (etos kerja,
profesionalitas, dan kedisiplinan). Lama jam kerja dan jumlah
anggota keluarga yang bekerja ditentukan oleh ketersediaan
lapangan kerja.
6. Penguatan bidang UMKM Pertanian dan Desa
Pengadaan sarana produksi pertanian
a) Melindungi usaha pengembangan ekonomi desa melalui
penguatan regulasi perda, BUMDES, BUMK
b) Memberikan akses kemudahan kemitraan usaha dan akses
permodalan usaha ekonomi lokal
c) Maningkatkan pelayanan yang berbasis pada potensi lokal
dan masyarakat
d) m e m p e r h a t i k a n d a y a d u k u n g , p e m a n f a a t a n d a n
pengendalaian rencana tata ruang wilayah/desa
e) Mengembangkan usaha-usaha kerjasama antar desa
f) Memberikan rasa aman bagi kegiatan investasi
CONTOH CLUSTER SINGKONG

• Membuka untuk investor membangun industri dengan tentunya petani harus terlibat (petani bisa
sebagai penanam singkong atau pemilik lahan atau pinjam lahan dengan share/sharing ekonomi
dengan pemilik lahan)
• Membangun kelembagaan (institusional) dan mapping stakeholder
• Konsep silaturahmi (social networking capital)
• Industrilisasi singkong melibatkan perbankan dengan sistem kredit pinjaman dengan pola invoice
(Closed Payment System).
• Harus disadari bahawa petani sebagai bagian pelaku utama karena pola berbasis komoditas,
dimana Koperasi petani harus dikembangkan dalam klaster.
• Harus berbasis teknologi/mekanisasi baik dalam penanaman maupun panen dan pascapenen.
• Empowering (Pendampingan) harus dilakukan oleh seluruh stake holder terutama campur tangan
pemerintah.
• Market supply chain harus dibentuk baik regional, nasional dan internasional.
• Market harus dijemput oleh pengusaha dan pemerintah, pemerintah melalui bidang industri dan
perdagangan melakukan kerjasama dengan pembeli (industri) singkong dari luar Kalimantan
Timur sehingga produksi singkong petani dapat terjual dengan harga yang pantas secara
ekonomis.
• Program kerjasama dengan pihak pembeli harus lebih awal karena petani pasti mau menanam
jika pasar jelas dengan harga menguntungkan.
7. Penguatan Perdagangan

• Dalam rangka penguatan ekonomi


kerayatan, struktur pemilikan
saham di distributor dan retail
besar, perlu dilakukan peninjauan
kembali.
• Intinya adalah, sebanyak-
banyaknya warga negara harus
memiliki saham di sektor
perdagangan.
• Bentuknya adalah, retail-retail
kecil harus membentuk koperasi.
Melalui koperasi ini, retail-retail
kecil memiliki saham di retail besar
dan di peerusahaan distributor.
8. Penguatan UMKM sektor Kehutanan dan SDA

• Pengakuan atas pemilikan komunal terhadap sumber daya


alam yang selanjutnya melibatkan masyarakat lokal dalam
eksploitasi, merupakan pilihan kebijakan yang cukup baik bila
ditinjau dari aspek politik, aspek ekonomi, dan aspek
keberlanjutan.
• Melalui pengakuan hak kepemilikan komunal, masyarakat
bersama pemerintah secara bersama-sama dapat:
a) Mengkonsesikan sepenuhnya kepada pihak investor dengan
pemilikan saham bersama antara pemerintah, masyarakat
lokal, dan investor
b) Melakukan kerja sama dengan pihak investor dengan pola
Kerja Sama Operasional (KSO)
c) Bersama pemerintah membentuk perusahaan yang akan
mengeksploitasi sumber daya alam yang bersangkutan.
9. Penguatan di bidang produksi dan pengolahan dengan:

• Meningkatkan kemampuan
manajemen serta teknik produksi
dan pengolahan.
• Meningkatkan kemampuan
rancang bangun dan
perekayasaan.
• Memberikan kemudahan dalam
pengadaan sarana dan prasarana
produksi dan pengolahan, bahan
baku, bahan penolong, dan
kemasan.
• Menyediakan tenaga konsultan
profesional di bidang produksi
dan pengolahan.
10. Penguatan di bidang pemasaran dengan:

• Melaksanakan penelitian dan


pengkajian pemasaran.
• Meningkatkan kemampuan
manajemen dan teknik pemasaran.
• Menyediakan sarana serta dukungan
promosi dan uji coba pasar.
• Mengembangkan lembaga pemasaran
dan jaringan distribusi.
• Memasarkan produk Usaha Kecil.
• Menyediakan tenaga konsultan
profesional di bidang pemasaran.
• Menyediakan rumah dagang dan
promosi Usaha Kecil.
• Memberikan peluang pasar.
11. Penguatan di bidang sumber daya manusia, dengan

• Memasyarakatkan dan membudayakan


kewirausahaan/ enterpreneurship.
• Meningkatkan keterampilan teknis dan
manajerial.
• Membentuk dan mengembangkan
lembaga pendidikan, pelatihan, dan
konsultasi Usaha Kecil.
• Menyediakan tenaga penyuluh dan
konsultan Usaha Kecil.
• Menyediakan modul manajemen Usaha
Kecil.
• Menyediakan tempat magang, studi
banding, dan konsultan utk Usaha Kecil.
12. Penguatan di bidang teknologi, dilaksanakan dengan:
• Meningkatkan kemampuan di bidang teknologi produksi
dan pengendalian mutu.
• Meningkatkan kemampuan di bidang penelitian untuk
mengembangkan desain dan teknologi baru.
• Memberikan insentif kepada Usaha Kecil yang
menerapkan teknologi baru dan melestarikan
lingkungan hidup.
• Meningkatkan kerjasama dan alih eknologi.
• Meningkatkan kemampuan dalam memenuhi
standardisasi teknologi.
• Menumbuhkan dan mengembangkan lembaga
penelitian dan pengembangan di bidang desain dan
teknologi bagi Usaha Kecil.
• Menyediakan tenaga konsultan profesional di bidang
teknologi.
• Memberikan bimbingan dan konsultasi berkenaan
dengan hak atas kekayaan intelektual.
13. PENGUATAN BIDANG MUTU

• Penerapan Sistem Jaminan Mutu


(GMP/ISO/SNI/HACCP), Gugus
Kendali Mutu
• SNI produk baru (Spesifik Kaltim)
• Meningkatkan daya saing, perlu
ditingkatkan dengan menggenjot
produktivitas dan menciptakan
efesiensi tanpa mengesampingkan
kualitas (Mutu) produk
• Inovasi Teknologi
Permasalahan Umum UMKM dalam Penerapan Standar
Mutu (GMP/SNI/ISO) : Pengalaman Penulis dalam
Pendampingan

• Kesulitan dalam pembuatan dokumen disebabkan oleh


karena tidak ada karyawan yang menangani administrasi
khusus
• Perhatian UMKM belum maksimum orientasi mutu karena
paling penting masih bisa terjual semua
• Karyawan dalam UMKM sendiri ada hanya satu atau dua
orang sehingga perlu ekstra keras untuk menyiapkan semua
komponen SNI sehingga sulit dilakukan
• Karyawan belum dikenalkan dengan baik tentang pentingnya
MUTU
• Perencanaan tata letak usaha belum baik, sehingga sulit
untuk diatur ulang dari kondisi eksisting
PENUTUP
• Penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor industri,
perdagangan dan koperasi akan memacu kesejahteraan
dan mengurangi kemiskinan
• Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota kaltim
diharapkan mendorong meningkatnya daya saing
industri lokal
• Penguatan Mutu sangat penting dalam memasuki pasar
domestik, nasional dan internasional
View publication stats

TERIMAKASIH

PENGUATAN INDUSTRI, PERDANGAN DAN


KOPERASI UNTUK KESEJAHTERAAN DAN
KALTIM MAJU

Bernatal Saragih:
Guru Besar Bidang Ilmu Pangan dan Gizi Universitas Mulawarman, Pokja Ahli Dewan Ketahanan
Pangan Provinsi Kaltim, Ketua Perhimpunan Ahli Pangan dan Gizi Kalimantan Timur, Ketua
Pokja Ahli Dewan Ketahanan Pangan Kota Samarinda, Pembina Perhimpunan Ahli Teknologi
Pangan Indonesia Kaltim, Tim Ahli Kemanan Pangan Kaltim, dan Wakil Ketua Masyarakat
Singkong Indonesia Kaltim