Anda di halaman 1dari 4

ANATOMI TELINGA

Telinga terdiri dari (Snell. 2011) :


1. Telinga Luar
a. Pinna auricula, berfungsi untuk mengumpulkan getaran udara. Terdiri atas
lempeng tulang rawan elastis yang ditutupi kulit. Pinna auricular dipersarafi oleh
nervus fascialis.
b. Meatus acusticus externus, merupakan saluran berkelok yang menghubungkan
auricular dengan membran timpani dan berfungsi untuk menghantarkan suara ke
membran timpani. Rangka 1/3 luar terdiri dari tulang rawan, sedangkan 2/3
dalam terdiri dari tulang keras. Meatus dilapisi oleh kulit dari terdiri dari rambut,
glandula sebasea, dan glandula ceruminosa yang dapat menghasilkan serumen
dan befungsi untuk mencegah masuknya benda asing.
c. Membran timpani, merupakan suatu membran fibrosa tipis. Permukaannya
cekung ke lateral dan pada cekungan yang terdalam terdapat lekukan kecil yang
disebut umbo yang dibentuk oleh tulang manubrium malei. Daerah segitiga kecil
yang dibatasi oleh plica dan merupakan struktur yang lemas disebut pars flaccida,
sedangkan bagian yang tegang disebut pars tensa.

Gambar 1. Pinna auricula dan membrana timpani (Netter, 2014)


2. Telinga Tengah
a. Cavitas tympani, merupakan celah celah sempit di dalam os petrosal os
temporalis. Ruang ini berisi tulang-tulang pendengaran yang berfungsi untuk
meneruskan getaran membrane timpani ke perilimfe telinga dalam.
b. Ossicula auditiva, terdiri dari maleus yang menempel langsung pada membran
timpani, incus, dan stapes yang menempel pada jendela oval telinga dalam.
c. Tuba auditiva (eustachii), merupakan suatu saluran yang menghubungkan telinga
tengah dengan nasofaring. 1/3 posteriornya terdiri dari tulang, sedangkan 2/3
anteriornya adalah kartilago. Tuba berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan
udara di dalam cavitas timpani dan nasofaring.
3. Telinga Dalam
a. Labyrinthus osseus, dilapisi endosteum dan perilimfe. Di dalam labyrinthus
osseus terdapat labyrinthus membranaceus. Terdiri dari :
1) Vestibulum, merupakan bagian tengah labyrinthus osseus. Di dalamnya
terdapat sacculus dan utriculus labyrinthus membranaceus.
2) Canalis semicircularis anterior, posterior, dan lateral, bermuara ke bagian
posterior vestibulum. Setiap canalis mempunyai pelebaran di ujungnya
yang disebut sebagai ampulla. Di dalamnya terdapat ductus semicircularis
labyrinthus membranaceus.
3) Cochlea berbentuk seperti rumah siput. Cochlea bermuara ke bagian
anterior vetsibulum. Umumnya, terdiri atas satu pilar sentral, modiolus
cochlea, dan modiolus ini dikelilingi oleh tulang yang sempit sebanyak dua
setengah putaran. Modiolus ditembus oleh cabang-cabamg nervus
cochlearis.
b. Labyrinthus membranaceus
Terleteak di dalam labyrinthus membranaceus dan berisi endolimfe.
Struktur ini dikelilingi oleh perilimfe. Terdiri dari :
1) Sacculus dan utriculus, yang terletak di dalam vestibulum. Pada dinding
utriculus dan sacculus terdapat reseptor sensoris khusus yang peka terhadap
orientasi kepala akibat gaya berat atau akibat percepatan lain. Sacculus
berfungsi untuk akselerasi dan deselerasi vertical, sedangkan utriculus
berfungsi untuk akselerasi dan deselerasi horizontal.
2) Ductus semicircularis, terletak di dalam canalis semicircularis. Ductus
semicircularis berespon terhadap gerakan rotasi.
3) Ductus cochlearis, terletak di dalam cochlea. Ductus cochlearis
membentuk organ corti dan mengandung reseptor-reseptor sensoris untuk
pendengaran.

Gambar 2. Anatomi Telinga (Netter, 2014)


4. Nervus Vestibulocochlearis
Setibanya di dasar meatus acusticus internus, nervus ini terbagi menjadi nervus
vestibularis dan nervus cochlearis. Nervus vestibularis melebar dan membentuk
ganglion vestibularis. Cabang-cabang nervus kemudian menembus ujung lateral
meatus acusticus internus dan masuk ke dalam labyrinthus membranaceus. Untuk
mempersarafi utriculus, sacculus, dan ampulla ductus semicircularis. Nervus
cochlearis bercabang-cabang dan masuk ke foramina pada basis modiolus. Ganglion
sensoris nervus ini berbentuk ganglion spirale cochleae memanjang, yang terletak
di dalam canalis yang mengelilingi modiolus, pada basis lamina spiralis. Cabang-
cabang perifer nervus ini berjalan dari ganglion ke organ corti (Snell, 2011).

DAFTAR PUSTAKA
Snell, Richard S. 2011. Anatomi Klinis Berdasarkan Sistem. Jakarta : EGC
Netter, Frank H. 2014. Atlas of Human Anatomy Sixth Edition. Philadelphia : Elseiver