Anda di halaman 1dari 1

GEOLOGI

.
REGIONAL
. .
FISIOGRAFI KULONPROGO KARANGBOLONG SERAYU SELATAN SERAYU UTARA
GEOLOGI SERAYU SELATAN GEOLOGI PEGUNUNGAN SELATAN

PETA GEOLOGI SERAYU SELATAN STRATIGRAFI BANYUMAS PETA GEOLOGI PEGUNUNGAN SELATAN STRATIGRAFI BANYUMAS
Z E N D I A D I T I O - 4 1 0 0 1 4 2 5 2 - K E L O M P O K 9 [ R A M B ATA N ]
Pandeglang, 12/04/1996 - Laki-laki - Islam - zendiaditio@gmail.com - 0895344934408 3.1
2.1

SARI PENDAHULUUAN
Sejarah geologi puau jawa yang kompleks mencakupi Latar Belakang
tektonik sedimentologi, vullkanisme menghasilkan berbagai jenis Kemampuan dalam memahami konsep ruang dan waktu pada suatu
batuan, struktur, geomorfologi yang bermacam-macam. secara cekungan maupun kemampuan dalam melakukan analisis berdasarkan
geologi regonal yang telah dilaksanakan selama tiga hari data-data geologi yang bersifat regional merupakan nilai lebih bagi
menyambangi Yogyakarta dan Jawa Tengah menjumpai beberapa seorang ahli geologi. Hal tersebut dapat dicapai melalui pengambilan data 2.2
zona fisiografi yaitu zona solo, zona serayu selatan, sub-zona secara langsung di lapangan guna mengetahui geologi regional suatu wilayah.
kulonprogo, zona pegunungan selatan dan zona serayu utara.
terdapat berbagai macam batuan yaitu batuan beku, batuan Maksud dan Tujuan
sedimen, dan juga batuan metamorf, yang mana pada setiap Pelaksanaan ekskursi dimaksudkan agar dapat memahami proses-
formasi yang berbeda dijumpai juga litologi yang sama tetapi proses geologi yang telah terjadi, khususnya di Pulau Jawa. sekaligus
memiliki kekhasan masing-masing. dimana setiap litologi maupun dimaksudkan untuk dapat memahami dan mengerti keberadaan maupun
struktur sangat berpengaruh terhadap sesumber maupun bencana perkembangan Pulau Jawa sebagai busur kepulauan beserta unsur-unsur 1.5

yang terjadi di setiap daerah. tektonik, pola persebaran sedimentasi, dan pola aktifitas batuan volkaniknya.
dan bertujuan memperkenalkan pengetahuan geologi regional, meliputi 1.4
PENAMPANG GEOLOGI
Kata Kunci: Geologi Regional, Fisiografi, Litologi fisiografi, geomorfologi, petrologi, sedimentologi, dan stratigrafi, serta PENAMPANG GEOLOGI
tektonisme dan vulkanisme suatu daerah.

PETA JALUR EKSKURSI Lokasi Pengamatan 1.5 Berada di Banyumas-Karangbolong Litologi yang berkembang berupa breksi dan batugamping dengan
Lokasi Pengamatan 1.4 Berada di Wonosari-Kebumen, Litologi yang berkembang yaitu perselingan batupasir-batulanau dimana pada batupasir ciri-ciri; abu-abu kehitaman, klastik, fragmen: batuan gunungapi,batugamping, matriks : pasir kasar-sedang, terbuka, sortasi buruk,
semakin keatas tebal, dengan ciri-ciri batupasir; putih kekuningan, klastik, pasir kasar-sedang, subrounded-angular, tertutup, porositas baik, sortasi porositas buruk, permeabilitas buruk. Litologi pada daerah terbentuk dimana fragmen-fragmen batuan gunung api kemudian
sedang, berlapis, silika. Batulanau; putih keabu-abuan, klastik, lanau ,rounded-subrounded, tertutup, sortasi baik, porositas buruk, berlapis, komposisi bercampur dengan fragmen batugamping yang mengendap pada suatu cekungan. Kenampakan Morfologi pada karangbolong
silika. Litologi ini terbentuk pada daerah laut dengan mekanisme arus turbidit kemudian membentuk endapan turbidit. Struktur geologi yang terbentuk dipengaruhi oleh litologi penyusunnya berupa breksi polimik dan khususnya breaksi yang berlubang diakibatkan oleh adanya
pada daerah itu adalah Sesar Normal. morfologi pantai yang mengakibarkan arus menggerus batuan menjadi berlubang/bolong

Lokasi Pengamatan 2.1 Berada di Kompleks Karang Sambung litologi yang berkembang sangat beragam yang dikenal dengan kompleks melange.
Hal ini terjadi akibat pada daerah ini adalah daerah subduksi sehingga batuan-batuan penyusun lantai samudra tersingkap pada daerah ini diantaranya
adalah batuan metamorf dan juga batuan seri ofiolit.

Lokasi Pengamatan 2.2 Waduk Wadaslintang TABEL KESEBANDINGAN ANTAR CEKUNGAN


Pada lokasi pengamatan ini tersingkap batuan berupa breksi dengan ciri-ciri ; abu-abu kehitaman, klastik, fragmen: batuan gunungapi berupa basalt,
matriks : pasir kasar-sedang, terbuka, sortasi buruk, porositas buruk, permeabilitas buruk. Breski tersebut merupakan anggota Breksi Formasi Halang
yang sumbernya berasal dari Gunung Wetan. Pengaruh Struktur Geologi terhadap kestabilan waduk wadaslintang adalah sebenarnya dapat Kolom kesebandingan stratigrafi Kolom kesebandingan stratigrafi
mengakibatkan terganggungnya kestabilan batuan penyusun waduk tersebut, karena struktur geologi itu dapat menjadi zona lemah. Akan tetapi bagian barat hingga timur Jawa Tengah bagian selatan (Satyana, 2005). Mandala Serayu Utara - Selatan (Marks, 1957).
dengan kontruksi yang baik waduk tersebut dapat menutupi hal tersebut.

GEOLOGI SERAYU UTARA

PETA GEOLOGI SERAYU UTARA STRATIGRAFI BANJARNEGARA


Jalur Ekskursi Geologi Regional 2018
diawali dari Yogyakarta - Kulon Progo - Purworejo - Kebumen -
Gombong - Karangsambung - Wadaslintang - Wonosobo - Dieng - Banjarnegara

GEOLOGI KULONPROGO
PENDAHULUUAN 3.2

3.1

PETA GEOLOGI KULONPROGO STRATIGRAFI YOGYAKARTA


3.2

KESIMPULAN KESIMPULAN PESAN DAN KESAN


3.2

3.2

Pelaksanaan ekskursi yang dilakukan selama tiga hari Pelaksanaan ekskursi geologi regional
diawali dari Yogyakarta - Kulon Progo - Purworejo - Kebumen - sangat mengasyikan, dimana kami bisa belajar
Gombong - Karangsambung - Wadaslintang - Wonosobo - Dieng geologi pulau jawa secara regional dengan nyaman
PENAMPANG GEOLOGI - Banjarnegara, dijumpai beberapa bagian dari formasi dari peta dan cepat walaupun jangkauan daerahnya yang
geologi regional yogyakarta, kebumen, banyumas dan cukup jauh dari yogyakarta, dan harus berlama-
Banjarnegara-Pekalongan dimana terdapat berbagai macam lama didalam Bus hingga badan ini terasa lemah
batuan yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan juga metamorf, dan payah.
pada setiap formasi yang berbeda dijumpai juga litologi yang Tentunya pelaksanaan ekskursi geologi
Lokasi Pengamtan 3.1 Berada di Kompleks Dieng-Sikidang dimana terdapat manifestasi geothermal yang ada dilokasi pengamatan antara lain sama tetapi memiliki kekhasan masing-masing, yang regional sudah dilakukan dengan baik, dari segi
adalah air panas, uap panas, bau belerang, fumarol dan batuan yang teralterasi. Jenis alterasi yang ada di daerah penelitian adalah jenis alterasi dibebabkan oleh sumber batuannya sendiri dan juga dari proses-
1.1
argilik dengan mineral ubahan berupa kaolin dan smektit. Terkait mitigasi bencana yang dilakukan oleh pemerintah setempat adalah membuat peta
tempat, waktu, dan juga penginapan selama yang
proses geologi yang telah terjadi khususnya di Pulau Jawa. saya rasakan, sedikit masukan agar penginapan di
rawan bencana dan juga membuat rambu-rambu peringatan daerah rawan bahaya seperti gas berbahaya dan juga jalur evakuasi. keberadaan maupun perkembangan Pulau Jawa sebagai busur hari kedua jika memungkinkan untuk diganti/pindah
Lokasi Pengamtan 3.2 Berada di Dieng Plateau Theater dimana di dalamnya dijelaskannya Dataran Tinggi Dieng yang terbentuk akibat amblesnya kepulauan beserta unsur-unsur tektonik, pola persebaran dikarenakan pada penginapan tersebut kurang
Gunung api Prau oleh patahan yang berarah barat laut-tenggara. Bagian amblesnya kemudian muncul gunung-gunung kecil di area sekitar Dieng, sedimentasi, dan pola aktifitas batuan volkaniknya yang cukup nyaman pada saat pengerjaan laporan, dan
yaitu : Gunung Nagasari, Gunung Alang, Gunug Panglimunan, Gunung Gajah Mungkur. Sampai sekarang, gunung api di dataran tinggi Dieng masih kompleks menyebabkan terdapatnya berbagai macam batuan. juga kalo bisa makanannya yang rasanya pasti
aktif dengan karakteristik yang khas yaitu tekanan magma yang tidak terlalu kuat sehingga tidak menghasilkan letusan magmatis. Apabila terjadi hal ini bisa diketahui dari studi secara regional di detiap daerah di
1.2 PENAMPANG GEOLOGI letusan karena terpanaskannya air bawah permukaan oleh magma. Adanya potensi bahaya yaitu gas beracun yang banyak terjadi di sekitar di sekitar
enak aja haha, terimakasih sukses selalu untuk
1.3 pulau Jawa bagian tengan khususnya. panitia ekskursi.
Kawah Timbang dan Sinila. Selain gas beracun, terdapat juga potensi bahaya berupa ledakan akibat terpanaskannya air oleh magma.
Lokasi Pengamatan 3.3 Berada di Jemblung- Banjarnegara dimana terdapat Tanah longsor yang dipengaruhi oleh aspek geologi berupa kemiringan
lereng, jenis litologi/tanah penyusun lereng, dan struktur geologi. Jenis litologi berupa breksi tuff yang pada bagian atas memiliki tingkat pelapukan
yang sangat tinggi sedangkan pada bagian bawah yang menjadi bidang alas yaitu napal dan batulempung akan menjadi bidang gelincir apabila terjadi
curah hujan yang cukup panjang. Sedangkan struktur geologi akan menyebabkan zona-zona lemah berpengaruh terhadap terjadinya gerakan tanah.
Lokasi pertama 1.1 Berada di Gunung Gamping, Sleman. Termasuk kedalam Zona Solo, Litologi yang berkembang yaitu Batugamping dimana
Faktor pemicu lainnya yaitu kemiringan lereng, curah hujan dan litologi.
termasuk Formasi Nanggulan (Eosen Tengah- Oligosen akhir) yang memiliki hubungan yang tidak selaras dengan batugamping Formasi Sentolo
(Miosen Awal-Pliosen). Lokasi Pengamatan 3.4 Berada di Pawedan Jalanraya Karangkobar-Banjarnegara dimana dijumpai Tanah longsor yang dipengaruhi oleh aspek
DAFTAR PUSTAKA
geologi berupa kemiringan lereng, jenis litologi/tanah penyusun leren, dan struktur geologi. Kemirinagn lerengyang besar akan mengakibatkan gaya
Lokasi kedua 1.2 Berada di Jalan Raya Wates-Sentolo. Litologi yang berkembang perselingan batunapal dan batugamping dengan ciri-ciri batunapal; tarik kebawah oleh massa yang bergerak akan semakin besar. Jenis litologi berupa breksi tuff yang pada bagian atas memiliki tingkat pelapukan yang
putih kecoklatan, klastik, pasir halus, rounded-subrounded, tertutup, porositas baik, permeabilitas buruk, sortasi baik, berlapis, komposisi karbonatan, sangat tinggi sedangkan pada bagian bawah yang menjadi bidang alas yaitu napal dan batulempung akan menjadi bidang gelincir apabila terjadi - Asikin, A, Handoyo, Budiyono, H, & Gafoer, 1992, Peta Geologi Regional Lembar Kebumen, PPPG Bandung.
mineral lempung. Batugamping; putih keabu-abuan, klastik, pasir sedang, rounded-subrounded, tertutup, sortasi baik, porositas baik, berlapis, curah hujan yang cukup panjang. Sedangkan struktur geologi akan membnetuk zona-zona lemah yang akan meyebapkan terjadi gerakan tanah. - Asikin, A, Handoyo, Budiyono, H, & Gafoer, 1992, Peta Geologi Regional Lembar Banyumas, PPPG Bandung.
komposisi karbonatan. Lapisan ini memiliki kemiringan N 120 E/110. Kedua batuan ini diendapkan pada lingkungan laut bagian neritik. Hal itu dapat Daerah ini masuk dalam fisiografi Zoba Serayu Utara. Kerusakan ruas jalan dapat ditanggulangi dengan pembuatan pilar-pilar yang panjang yang - Condon, W.H dkk. 1996, Peta Geologi Lembar Banjarnegara dan Pekalongan , PPPG Bandung.
dilihat dari komposisi dari batuannya berupa karbonatan. Jenis akuifer pada daerah ini adalah akuiklud. dapat menahan batuan yang menajadi bidang alas jalan tersebut. - Panitia Ekskursi. 2018. Buku Panduan Ekskursi Regional D.I.Yogyakarta-Jawatengah, STTNAS Yogyakarta, Yogyakarta
Lokasi Pengamatan 3.5 Berada di Sijeruk, Jalan Raya Karangkobar-Banjarnegara, Litologi yang berkembang yaitu Diorit dengan ciri-ciri, abu-abu - Rahardjo, Wartono, dkk. Peta Geologi Lembar Yogyakarta, Jawa. 1997. Badan Geologi Indinesia.
Lokasi Ketiga 1.3 Berada di Jalan Raya Wates- Purworejo, Litologi yang berkembang yaitu Breksi Vulkanik abu gelap, piroklastik, terbuka, sortasi
kehitaman, masif,porfiritik, komposisi Mineral : Plagioklas kaya Na, Piroksen dan Honrblend. Struktur geologi berupa kekar yang diakibatkan oleh
buruk, porositas buruk, permeabilitas buruk, komposisi : fragmen: batuan gunung api, matriks : tuff. Jenis breksinya adalah Breksi Piroklastik karena
proses tektonik adalah kekar gerus sedangkan akibat proses non tektonik adalah kekar tiang. Potensi Sesumber yaitu batuan ini sebagai bahan
komposisi dari breksi tersebut terdapat material-material hasil letusan gunung api langsung kemudian mengendap pada suatu cekungan.
bangunan sedangkan potensi bencana geologi berupa longsoran.