Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

A. Landasan Teori
Sebelum melaksanakan suatu percobaan praktikum, praktikan harus mengenal alat-
alat laboratorium karena penting untuk keselamatan kerja saat melakukan penelitian.
Alat-alat laboratorium biasanya dapat rusak atau berbahaya jika penggunaannya tidak
sesuai dengan prosedur, oleh karena itu dilakukan pengenalan alat-alat laboratorium agar
dapat diketahui cara-cara penggunaan alat tersebut dengan baik dan benar, sehingga
kesalahan prosedur pemakaian alat dapat diminimalisir sedikit mungkin. Hal ini penting
supaya saat melakukan penelitian praktikan dapat memperoleh data yang akurat. Data-
data yang tepat dan akurat akan meningkatkan kualitas penelitian seseorang
(Imamkhasani, 2000).
Didalam pekerjaan mikrobiologi seringkali kita tidak terlepas dari alat-alatyang
berada di laboratorium. Peralatan yang digunakan pada laboratorium mikrobiologi
hampir sama dengan peralatan-peralatan yang umumnya digunakan di laboratorium
kimia, yaitu berupa alat-alat gelas antara lain : tabung reaksi,cawan petri, pipet ukur, dan
pipet volumetrik, labu ukur, labu erlenmeyer, gelaspiala, pH meter, gelas arloji,
termometer, botol tetes, pembakar spirtus, kaki tigadengan kawat asbes, dan rak tabung
reaksi (Sudarmadji, 2005).
Dalam suatu laboratorium, ada banyak jenis alat – alat yang digunakan, salah satu
jenis alat yang sering digunakan dalam laboratorium mikrobiologi adalah alat sterilisasi.
Dalam laboratorium, sterilisasi media dilakukan dengan menggunakan autoklaf yang
menggunakan tekanan yang disebabkan uap air, sehingga suhu dapat mencapai 1210C.
Sterilisasi dapat terlaksana bila mencapai tekanan 15 psi dan suhu 1210C selama 15 menit.
Media biakan yang telah disterilkan harus diberi penutup agar tidak dicemari oleh
mikroorganisme yang terdapat disekelilingnya (Lay,W.B,1994).
Pemanasan basah bertekanan tinggi (autoklaf) dapat digunakan untuk mensterilkan
larutan komponen media, bahan dan alat-alat yang tahan terhadap pemanasan tinggi.
Sterilisasi ini lebih baik dibandingkan sterilisasi dengan pemanasan kering karena dengan
autoklaf tidak hanya mematikan mikroorganisme tapi juga mematikan sporanya. Waktu
sterilisasi sangat bervariasi, tergantung dari ukuran obyek yang disterilkan. Lamanya
waktu sterilisasi bahan cair (air, media) tergantung pada volume cairan yang disterilkan.
Sterilisasi alat gelas dan metal dapat dilakukan dengan pemanasan kering (oven) (Novilia,
2008).
Selain alat sterilisasi ada juga jenis alat yang dikhususkan untuk pengerjaan
mikroba, seperti Laminar Air Flow dan enkas. Laminar air flow ditujukan untuk
pengerjaan bakteri, sedangkan enkas digunakan untuk perkembangbiakan jamur dan
kapang. Kedua alat ini telah dilengkapi dengan sinar UV (apabila dihidupkan) untuk
menghambat pertumbuhan mikroba (Hadiutomo, 1990).

B. Tujuan
Adapun tujuan praktikum Pengenalan Alat dan Teknik Laporatorium ini adalah
sebagai berikut:
1. Mengenal dan mengetahui cara menggunakan alat-alat laboratorium dalam
praktikum Mikrobiologi Industri.
2. Mengetahui metode aseptis yang dipergunakan dalam praktikum
Mikrobiologi Industri.
BAB II
METODOLOGI

A. Waktu dan Tempat


Praktikum ini dilaksanakan di laboratorium Mikrobiologi Fakultas MIPA
Universitas Patimura pada hari Jumat tanggal 22 Juni 2018 pukul 09.00-14.00 WIT.

B. Bahan dan Alat


Bahan dan alat yang dapat digunakan pada peraktikum ini adalah Autoklaf, oven,
kulkas, cawan petri, tabung reaksi, jarum ose, bunsen, beaker glass, hot plate, labu
Erlenmeyer, kaca obyek, kaca penutup, mikroskop medan terang, pipet tetes, pipet ukur,
gelas ukur, neraca analitik, inkubator, shaker, penangas air, stirrer, colony counter,
haemasitometer, dan laminar air flow.

C. Prosedur Kerja
a. Pengenalan Alat

Mengamati, catat dan mempelajari fungsi serta prosedur kerja


setiap alat yang tercantum pada pendahuluan

Hasil
b. Metode Aseptis

Mengenakan selalu jas lab selama bekerja di laboratorium

Membersihkan meja laboratorium setiap memulai ataupun


mengakhiri pekerjan dilaboratorium dengan desinfektan

Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum dan


sesudah melakukan kegiatan dilaboratorium

Jangan merokok, makan dan minum dilaboratorium


Berhati-hati dengan semua biakan mikroorganisme,
mengusahakan jangan dibawa keluar dari laboratorium dan
membersihkan dengan desinfektan apabila tercecer dilantai
saat dipindahkan

Apabila ingin menggunakan pipet yang sama lebih dari


satu kali maka letakkan pipet dipenyangga pipet

Hasil
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil
Hasil dari praktikum kali ini dapat ditunjukkan dari tabel dibawah ini.
Tabel 1. Pengenalan Alat
No. Nama dan Gambar Alat Fungsi Keterangan
1 Autoklaf Diguanakan untuk Suhu 121oC waktu
mensterilkan alat selama 15-30 menit
laboratorium

2 Oven Mengeringkan atau Suhunya mencapai


mensterilkan alat-alat 120o C
laboratorium

3 Kulkas Untuk Menyimpan dan Terdapat


Mendinginkan Bahan pendingin dan
refrigerator
4 Cawan Petri Digunakan sebagai Terbuat dari kaca
media tumbuh mikroba

5 Tabung Reaksi Sebagai tempat untuk Tabung reaksi


mereaksikan zat - zat terbuat dari kaca
kimia di dalam bening dengan
laboratorium dan juga tujuan agar reaksi
media tumbuh mikroba kimia yang terjadi
dapat terlihat
dengan jelas

6 Ose Sebagai alat untuk Terbuat dari


memindahkan mikroba stainless dan perlu
ke media satu ke tempat dipanaskan
lainnya sebelum digunakan
untuk mikroba
agar steril

7 Lampu Spirtus Sebagai Alat pemanasan Biasa juga disebut


bunzen
8 Beaker Glass Untuk mereaksikan Kuantitas berkisar
cairan, memanaskan dan 50 ml, 200ml,
membuat endapan 1000ml, sampai
dalam jumlah besar 2000ml disebut
juga gelas beker

9 Hot Plate Sebagai alat pemanasan Biasa dilakukan


larutan untuk pemanasan
bahan yang mudah
terbakar

10 Labu Erlenmeyer Untuk menyimpan dan Kuantitas berkisar


memanaskan larutan, 100ml, 250ml,
menampung filtrat hasil 500ml, 1 l sampai 2
penyaringan dan l
menampung titran
(larutan yang dititrasi)
pada proses titrasi

11 Kaca Obyek Biasa Sebagai media Terbuat dari kaca


penyimpanan sampel berwarna bening
untuk diamati di
mikroskop

12 Kaca Obyek Cekung Sebagai media Terbuat dari kaca


penyimpanan sampel berwarna bening
untuk diamati di
mikroskop berbentuk
permukaan cekung

13 Kaca Penutup Sebagai penutup kaca Terbuat dari kaca


objek tipis

14 Mikroskop Medan Terang Alat untuk melihat Harus


sampel mikroorganisme menggunakan
cahaya
15 Pipet Tetes Memindahkan larutan Terbuat dari gelas
dalam jumlah sedikit dan dengan karet
kualitas baik

16 Pipet Mikro Untuk memindahkan Hasilnya akurat


larutan dengan ukuran
mikro dan mili. Sangat
kecil dan sudah terdapat
pengaturannya

17 Pipet Serologis Untuk memindahkan Terbuat dari kaca


larutan dengan volume
tertentu

18 Gelas Ukur Untuk mengukur voume Alat ini


zat kimia dalam bentuk mempunyai skala
cair dan terdiri dari
bermacam-macam
ukuran

19 Neraca Analitik Untuk menimbang berat Memiliki ketelitian


alat dan bahan 4 digit

20 Inkubator Digunakan untuk Suhu ruangan


menyimpan media
media mikroba

21 Shaker Digunakan untuk Ada yang


mengaduk larutan dan berbentuk pola dan
menghomogenkannya ada yang rata

22 Penangas Air Digunakan untuk Suhu yang cukup


memanaskan suatu tinggi
larutan

23 Stirer Mencampurkan dan Hampir mirip


menghomogenkan dengan shaker
larutan

24 Colony Counter Untuk menghitung Merupakan alat


koloni dari digital
mikroorganisme

25 Hemasitometer Menghitung jumlah Terdapat pola-pola


koloni bakteri yang dalam
ditemukan dalam hemasitometer
pemetakan seperti tersebut
preparat
26 Laminar Air Flow Tempat steril untuk Hampir mirip
melakukan reaksi dengan ruang asam

Pembahasan
Pada praktikum tentang pengenalan alat-alat yang ada di laboraturium
mikrobiologi agar praktikan dapat mengetahahui nama alat-alat, bagian-bagiannya
maupun prinsip kerjanya. Alat-alatnya pun terbuat dari bahan yang berbeda-beda,
seperti ada yang berupa elektronik (contohnya: mikroskop cahaya maupun stereo dan
sebagainya), ada yang terbuat dari gelas dan keramik (contohnya: cawan petri dan mortal)
serta ada juga yang terbuat dari non gelas (contohnya: pinset, jarum ose dan sebagainya).
Praktikan juga dapat mengetahui fungsi yang berbeda-beda pada setiap alat-alat yang
telah diamati pada praktikum. Alat-alat yang dipelajari dalam praktikum ini antara lain
autoklaf, oven, kulkas, cawan petri, tabung reaksi, ose, lampu spiritus, beaker glass, hot
plate, labu Erlenmeyer, kaca obyek biasa, kaca obyek cekung, kaca penutup, mikroskop
medan terang, pipet tetes dan pipet serologis, gelas ukur, neraca analitik, inkubator,
shaker, penangas air, stirrer, colony counter, haemasitometer, dan laminar air flow.
Peralatan utama yang digunakan dalam kegiatan praktikum mikrobiologi industri
sama dengan praktikum di laboraturium kimia tetapi dalam mikrobiologi memiliki fungsi
yang berbeda.
Mikroskop adalah alat untuk memperbesar kenampakan objek sehingga
mempermudah melakukan pengamatan. Inkubator adalah peralatan yang dilengkapi
dengan sistem untuk mempertahankan suhu dan kelembaban selama masa inkubasi
sehingga mikroba dapat tumbuh secara baik selain itu juga bisa digunakan untuk
mensterilkan alat. Kulkas atau lemari pendingin adalah lemari yang dilengkapi sistem
penurunan suhu sehingga dapat digunakan untuk mengendalikan aktivitas
dan pertumbuhan mikroba dalam media kultur. Oven adalah alat pemanas yang dapat
digunakan untuk sterilisasi peralatan secara kering. Hot plate adalah alat utuk
memanaskan larutan. Stirer dan shaker adalah alat untuk menghomogenasikan suatu
larutan dengan cara pengadukan.
Timbangan analitik adalah alat ukur yang dapat digunakan untuk menentukan
bobot sampel dengan ketelitian tinggi. Prinsip kerjanya yaitu meletakkan bahan pada
timbangan tersebut kemudian melihat angka yang tertera pada layar, dan angka itu
merupakan berat dari bahan yang ditimbang.
Autoklaf adalah alat pemanas tertutup yang digunakan untuk mensterilisasi alat-
alat lab menggunakan uap bersuhu dan bertekanan tinggi (121oC, 15 lbs) selama kurang
lebih 15 menit. Suhu yang tinggi inilah yang akan membunuh mikroorganisme pada alat-
alat yang akan disterilkan. Setelah autoklaf mencapai suhu 121oC maka tunggu sampai
suhunya turun di bawah 30 - 0oC barulah alat-alat yang di sterilkan bisa diambil dari
autoklaf.
Ose atau jarum inokulum adalah alat berupa kawat baja berujung tajam atau
membulat yang digunakan untuk mengambil mikroba yang akan diinkubasi, diisolasi atau
di transfer ke media kultur baru. Ose terlebih dahulu dipijarkan pada pembakar
bunsen/lampu spiritus pada api yang berwarna biru kemudian didiamkan sebelum
memindahkan biakan mikroba.
Di dalam mikrobiologi, tabung reaksi digunakan untuk uji-uji biokimiawi dan
menumbuhkan mikroba. Tabung reaksi bisa diisi media padat atau cair. Tutup tabung
reaksi bisa menggunakan kapas, tutup metal, plastik atau alumunium foil. Tabung reaksi
digunakan untuk mengukur volume suatu cairan.
Cawan petri digunakan untuk membiakkan (kultivasi) mikroorganisme. Medium
dapat dituang ke cawam bagian bawah dan cawan bagian atas sebagai penutup. Cawan
perti tersedia dalam berbagai macam ukuran, diameter cawan perti yang biasa 15 cm
dapat menampung media sebanyak 15-20 ml, sedangkan cawan yang berdiameter 9 cm
dapat menampung media sebanyak 10 ml.
Beaker glass merupakan alat yang memiliki banyak fungsi. Di dalam
mikrobiologi, beaker glass dapat digunakan untuk preparasi media, menaruh media,
menampung aquades dan lain-lain.
Labu erlenmeyer berfungsi untuk menampung larutan, bahan media atau larutan
lain. Labu erlenmeyer dapat digunakan untuk meracik dan menghomogenkan bahan-
bahan komposisi media, menampung akuades, kultivasi mikroba dalam media cair dan
lain-lain. Prinsip kerjanya yaitu dengan menuangkan larutan atau zat kimia
secaralangsung atau menggunakan corong dengan hati-hati. Labu ini memilikibagian yang
lebar di bawah dan bagian yang agak sempit (menyempit) padabagian atasnya.
Salah satu alat yang berfungsi untuk menciptakan suasana steril adalah pembakar
bunsen/lampu spiritus. Api yang menyala dapat membuat aliran udara karena oksigen
dikunsumsi dari bawah dan diharapkan kontaminan ikut terbakar dalam pola aliran udara
tersebut. Untuk sterilisasi jarum ose atau alat lain, bagian api yang cocok untuk
memijarkan pada bagian api yang berwarna biru (paling panas).
Colony counter adalah alat yang digunakan untuk mempermudah penghitungan
koloni yang tumbuh setelah diinkubasi di dalam cawan karena adanya kaca pembesar.
Selain itu alat ini dilengkapi dengan skala/kuadran yang sangat berguna untuk untuk
pengamatan pertumbuhan koloni mikroba. Prinsip kerjanya adalah menghitung mikroba
secara otomatis dengan bantuan pulpen/tombol hitung.
Laminar iar flow atau biological safety cabinet adalah alat yang bekerja secara
aseptis karena mempunyai pola pengaturan dan penyaringan udara sehingga menjadi
steril dan berfungsi Untuk mengembang biakkan koloni.
Metode aseptis atau steril adalah suatu sistem cara bekerja atau praktek yang
menjaga sterilitas ketika menangani pengkulturan mikroorganisme untuk mencegah
kontaminasi terhadap kultur mikroorganisme yang diinginkan.
Dari praktikum yang telah kami lakukan, diperoleh hasil bahwa syarat utama
bekerja di bidang mikrobiologi industri adalah sterilitas, baik sterilitas diri maupun alat-
alat yang akan digunakan. Sebelum dan sesudah praktikum dilakukan, diharuskan untuk
mencuci tangan dengan sabun menggunakan air mengali serta membersihkan meja
laboraturium dengan desinfektan. Selalu menggunakan jas laboraturium selama bekerja di
laboraturium. Sedangkan untuk alat-alat yang akan digunakan, cara mensterilkannya
tergantung dari bahan dan jenis alat tersebut. Hal ini dikarenakan alat-alat tersebut
mempunyai karakter dan perlakuan yang berbeda, serta mempunyai fungsi yang spesifik
tergantung jenis alatnya. Alat yang terdapat di ruangan laboratorium seperti
spektrofotometer, autoklaf, laminar air flow, neraca analitik, coloni counter, shaker, dan
oven.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari praktikum ini dapat disimpulkan bahwa :
1. Setiap alat di laboratorium mempunyai fungsinya masing-masing dalam
praktikum mikrobiologi, sehingga diperlukan pengenalan terhadap alat-alat yang
akan digunakan dalam praktikum mikrobiologi.
2. Penguasaan dan pemahaman dalam penggunaan alat-alat akan sangat membantu
dan menghindari kegagalan dalam praktikum mikrobiologi ini.
3. Dari praktikum mikrobiologi industri syarat utama bekerja di laboraturium
mikrobiologi industri adalah sterilitas, baik sterilitas diri maupun alat-alat yang
akan digunakan.

B. Saran
Sebaiknya dalam melakukan peraktikum ini, peraktikan memperhatikan betul
alat-alat yang digunakan dalam mikrobiogi agar dapat mengetahui fungsi dan prisip kerja
dari masing-masing alat tersebut.
DAFTAR PUSTAKA

Lay, W. B. (1994). Analisis Mikrobiologi di Laboratorium. Jakarta : Penerbit PT. Raja


Grafindo Persada. Hal. 32, 71-73.
Hadiutomo. 1990. Mikrobiologi Dasar Jilid I. Jakarta: Erlangga.
Imamkhasani. 2000. Biokimia Nutrisi dan Metabolisme. UI Press; Jakarta.
Sudarmadji. 2005. Penuntun Dasar-dasar Kimia. Lepdikbud; Jakarta.
Novilia, 2008. Artikel Ilmiah Penelitian Mikroba. Gramedia. Indonesia.