Anda di halaman 1dari 11

BAB I

ASSESMENT

A. Anamnesis

1. Identitas Pasien

Nama : Tn. S

No RMK : 14079xx

Umur : 65 tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Alamat : Kabitan Raya

Diagnosa Medis : Diabetes Melitus

2. Riwayat Penyakit

Riwayat penyakit dahulu : Diabetes Melitus

Riwayat penyakit sekarang : Diabetes Melitus

3. Riwayat Gizi

Makanan Pokok : 2 kali/hari

Kebiasaan makan utama : 2 kali sehari yaitu siang dan sore

Kebiasaan selingan atau ngemil : 1 kali sehari

Ada alergi terhadap makanan : tidak ada

Ada pantangan terhadap makanan : makanan yang memiliki kadar gula tinggi

(gula pasir, gula merah, mangga, nenas,

durian, nangka, cempedak, kelengkeng).


B. Antropometri

Berat badan : 71 kg

Tinggi badan : 158 cm


𝐵𝐵 71 71
IMT = 𝑇𝐵2 = 1,582 = 2,5 = 28,4 (overweight)

C. Pemeriksaan Biokimia

Pemeriksaan Hasil Nilai Normal Keterangan


HBAIC 8,1 % 4 – 5,6 % Tinggi
GDS 229 mmHg <200 mmHg Tinggi

D. Asupan Zat Gizi Berdasarkan Hasil Re-call 24 jam

Energi Protein Lemak HA


514.0 16.0 18.1 72.5

Kecukupan gizi berdasarkan AKG :

Energi = 1900 kkal

Protein = 62 gram

Lemak = 53 gram

Karbohidrat = 309 gram

Berdasarkan AKG asupan energi sebesar 27,05%, protein 25,8%, lemak 34,1% dan

karbohidrat 23,5%.
BAB II

DIAGNOSA GIZI

1. Problem Gizi

a. Asupan energi tidak adekuat

b. Perubahan nilai laboratorium yang terkait gizi

2. Penentuan Diagnosa Gizi

NI.1.4. Asupan energi tidak adekuat berkaitan dengan berkurangnya nafsu makan yang

ditandai dengan hasil re-call 24 jam yang rendah (Energi 514 kkal, Protein 16 gram,

Lemak 18.1 gram dan Karbohidrat 72.5 gram).

NC.2.2. Perubahan nilai laboratorium yang terkait gizi berkaitan dengan penyakit diabetes

mellitus yang ditandai dengan hasil laboratorium HBA1C tinggi (8,1%) dan GDS

tinggi (229 mmHg).


BAB III

INTERVENSI GIZI

1. Terapi Diet

Jenis diet : Diabetes Mellitus

Bentuk Makanan : Biasa

Cara Pemberian : Oral

Frekuensi : 3 kali makanan utama 3 kali selingan

2. Tujuan

a. Menurunkan kadar glukosa darah supaya mendekati normal

b. Memberi cukup energi untuk mencapai berat badan normal

c. Menghindari komplikasi akut

d. Meningkatkan derajat kesehatan secara keseluruhan melalui gizi yang optimal

3. Syarat atau Prinsip Diet

a. Makan harus selalu tepat jadwal dengan pembagian makan sebanyak 6 x yaitu : 3 x

makan besar dan 3 x makan selingan dengan jarak antar waktu makan 3 jam

b. Jumlah yang dimakan (porsi) sesuai dengan yang ditentukan

c. Jenis bahan makanan perlu diperhatikan : makanan yang diperbolehkan, makanan yang

dibatasi/makanan yang dihindari


4. Perhitungan Kebutuhan Gizi

Rumus Perkeni

BBI = TB2 x 22,5

= 1,582 x 22,5

= 2,5 x 22,5

= 56,17 kg

Energy basal = BBI x 30 kal

= 56,17 x 30

= 1685,1 kal

TEE = E. basal + E. basal (FA + FS – KU)

= 1685,1 + 1685,1 (30% + 10% - 20%)

= 1685,1 + 1685,1 (20%)

=1685,1 + 331,62

= 2016,72 kkal

Protein = 15% x TEE

= 0,15 x 2016,72

302,5
= = 75,62 gr
4

Lemak = 20% x TEE

= 0,2 x 2016,72
403,3
= = 44,81 gr
9

Karbohidrat = 65% x TEE

= 0,65 x 2016,72
1310,86
= = 327,7 gr
4
5. Hasil Konseling Gizi

a. Pasien mampu memahami tentang Diabetes Mellitus

b. Pasien mengetahui bahan makanan yang diperbolehkan dan makanan yang dibatasi atau

hidari untuk dikonsumsi

c. Pasien mampu menerapkan diet diabetes mellitus untuk dapat mencapai kadar gula

darah normal
BAB IV

PEMBAHASAN

Pasien bernama Tn. S berumur 65 tahun. Didiagnosa diabetes mellitus dan sudah

diderita sejak lama. Memiliki tinggi badan 158 cm, berat 71 kg dan IMT 28,4 kg/m2

termasuk dalam kategori overweight. berdasarkan hasil lab HBA1C 8,1 dan GDS 229

mmHg (tinggi). Kebiasaan makan 2 kali sehari yaitu siang dan sore hari, selingan 1 kali

sehari yaitu makan kue atau buah dan tidak memiliki alergi pada makanan apapun.

Berdasarkan hasil re-call 24 jam diketahui asupan energi sebesar 514 kkal, protein 16 gram,

lemak 18,1 gram dan karbohidrat 72,5 gram.

Diabetes mellitus atau kencing manis adalah suatu gangguan kesehatan berupa

kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh peningkatan kadar gula

dalam darah akibat kekurangan insulin ataupun resistensi insulin dan gangguan metabolik

pada umumnya. Pada perjalanannya, penyakit diabetes akan menimbulkan berbagai

komplikasi baik yang akut maupun yang kronis atau menahun apabila tidak dikendalikan

dengan baik. Diabetes merupakan salah satu penyakit degeneratif yang tidak dapat

disembuhkan tetapi dapat dikendalikan atau dikelola, artinya apabila seseorang sudah

didiagnosis DM, maka seumur hidupnya akan bergaul dengannya (Isniati, 2007).

Diabetes mellitus lebih dikenal sebagai penyakit yang membunuh manusia secara

diam-diam atau “Silent killer”. Diabetes juga dikenal sebagai “Mother of Disease” karena

merupakan induk dari penyakit-penyakit lainnya seperti hipertensi, penyakit jantung dan

pembuluh darah, stroke, gagal ginjal, dan kebutaan. Penyakit diabetes mellitus dapat

menyerang semua lapisan umur dan sosial ekonomi (Anani, 2012; Depkes, 2008).
Pada penderita DM pemeriksaan dapat dilakukan pada mereka yang memiliki resiko

untuk terkena DM seperti usia lebih dari 45 tahun, Berat Badan Relatif (BBR) > 120%,

dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) > 23 kg/m2, penderita hipertensi (> 140/90 mmHg), dan

yang mempunyai riwayat penyakit DM karena faktor keturunan, mempunyai riwayat abortus

yang berulang-ulang, melahirkan bayi cacat atau berat badan bayi lahir lebih dari 4000

gram, kolesterol High Density Lipoproteins (HDL) < 35 mg/dl atau kadar trigliserida > 250

mg/dl (Perkeni, 2011). Risiko DM dapat terjadi pada yaitu usia lebih dari 40 tahun, obesitas

atau kegemukan, hipertensi, adanya dyslipidemia (gangguan pada lemak), terdapat luka,

penyakit kardiovaskuler, TBC positif yang sulit sembuh (Perkeni, 2011).

Sylvia (2005), menyatakan bahwa World Health Organization (WHO) membuat

klasifikasi empat klinis gangguan intoleransi glukosa yaitu :

1. Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM)

2. Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM)

3. Gestasional Diabetes Mellitus (GDS)

4. Tipe khusus lainnya adalah :

a. Kelainan genetik dalam sel beta.

b. Kelainan genetik pada kerja insulin.

c. Penyakit pada eksokrin pankreas menyebabkan pankreatitis kronik.

d. Penyakit endokrin seperti Sindrom Cushing dan Akromegali.

e. Obat-obat yang bersifat toksik terhadap sel-sel beta dan infeksi.

Riyadi (2008), menyatakan manifestasi klinik yang sering dijumpai pada pasien DM

yaitu :
1. Poliura (peningkatan pengeluaran urine)

2. Polidipsia (peningkatan rasa haus)

3. Rasa lelah dan kelemahan otot

4. Polifagia (peningkatan rasa lapar)

5. Kesemutan rasa baal akibat terjadinya neuropati

6. Kelemahan tubuh

7. Luka atau bisul tidak sembuh-sembuh

Cara mengatur diet :

1. Makanlah secara teratur sesuai dengan jumlah dan pembagian makanan yang telah

ditentukan oleh ahli gizi

2. Gunakan daftar penukar bahan makanan sehingga anda dapat memilih bahan makanan

yang disukai dan menyesuaikan dengan menu keluarga

3. Makanlah banyak sayuran sesuai petunjuk :

- Sayuran kelompok A, boleh dimakan sekehendak

- Sayuran kelompok B, hanya dimakan menurut jumlah yang telah ditentukan

4. Semua buah boleh dimakan menurut aturan

5. Hindari penggunaan gula murni dan makanan yang terbuat dari gula murni, kecuali

bumbu

6. Apabila menghendaki pemanis maka bisa diganti dengan gula buatan (pemakaian sesuai

aturan)

7. Periksalah kadar gula secara teratur

8. Perbanyak aktivitas fisik dan olahraga sesuai dengan kemampuan dan secara teratur
Bahan makanan yang dianjurkan :

1. Sumber karbohidrat kompleks, seperti nasi, roti, mi, kentang, singkong, ubi dan sagu.

2. Sumber protein rendah lemak, seperti ikan, ayam tanpa kulit, susu skim, tempe, tahu

dan kacang-kacangan.

3. Sumber lemak dalam jumlah terbatas yaitu bentuk makanan yang mudah dicerna.

Makanan terutama diolah dengan cara dipanggang, dikukus, disetup, direbus, dan

dibakar.

Bahan makanan yang tidak dianjurkan :

1. Mengandung banyak gula sederhana, seperti :

a. Gula pasir, gula jawa.

b. Sirop, jam, jeli, buah-buahan yang diawetkan dengan gula, susu kental manis,

minuman botol ringan dan es krim.

c. Kue-kue manis, dodol, cake, dan tarcis.

2. Mengandung banyak lemak, seperti : cake, makan siap saji (fast food), goreng-

gorengan.

3. Mengandung banyak natrium, seperti : ikan asin, telur asin, makanan yang diawetkan.
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Pasien Tn. S dengan diagnosa medis Diabetes Mellitus

2. Hasil antropometri TB 158 cm, BB 71 kg dan status gizi berdasarkan IMT 28,4 kg/m2.

3. Pemeriksaan biokimia pasien yaitu HBA1C 8,1% (tinggi) dan GDS 229 mmHg (tinggi).

4. Diagnosa gizi pasien yaitu NI.1.4. Asupan energi tidak adekuat berkaitan dengan

berkurangnya nafsu makan yang ditandai dengan hasil re-call 24 jam asupan energy

sebesar 514 kkal (25,48% dari kebutuhan energi) dan NC.2.2. Perubahan nilai

laboratorium yang terkait gizi berkaitan dengan penyakit diabetes mellitus yang ditandai

dengan hasil laboratorium HBA1C 8,1 (tinggi) dan GDS 229 mmHg (tinggi).

5. Pasien diberikan diet DM dengan kebutuhan zat gizi yaitu energi 2016,72 kkal, protein

75,62 gram, lemak 44,81 gram dan karbohidrat 327,7 gram.

B. Saran

Diharapkan pasien lebih memperhatikan asupan makanan terutama bahan makanan

apa saja yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh pasien diabetes mellitus agar konsultasi

yang dilakukan memberikan manfaat bagi pasien terutama untuk menurunkan kadar gula

darah.