Anda di halaman 1dari 12

Gambaran Penggunaan Sepatu Hak Tinggi Terhadap Timbulnya Risiko Varises Vena

Tungkai Bawah

Overview of the use of high heels on the incidence of lower limb varicose veins

Nivarany Ananthan1 , Mega Sari Sitorus 2

1
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara angkatan 2012/

email : .knivarany@yahoo.com
2
Staf pengajar Departemen Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Runing Title: Sepatu hak tinggi dan varises vena tungkai bawah
ABSTRAK

Sepatu adalah salah satu yang ikut berperan dalam aktivitas seorang wanita.
Pemakaian sepatu hak tinggi di atas lima sentimeter dapat menyebabkan masalah pada
pembuluh darah. Pada karyawati SPG (Sales Promotion Girls) menggunakan sepatu berhak
tinggi, aktivitas bekerja mereka lebih dominan dalam posisi berdiri. Oleh karena itu bekerja
dengan penggunaan sepatu berhak tinggi serta dominasi posisi berdiri yang lama saat
bekerja tanpa adanya rileksasi dapat menyebabkan terjadinya kelelahan akibat sirkulasi
darah tidak lancar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh
penggunaan sepatu berhak tinggi terhadap potensi terjadinya varises pada tungkai bawah
pada karyawati SPG di Matahari Medan Fair.
Desain penelitian yang dipakai adalah deskriptif Analitik metode survey dengan
jumlah sampel 81 orang. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian observasional
dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Data penggunaan sepatu hak
tinggi dan potensi terjadinya varises vena tungkai bawah karyawati SPG diambil sebagai
data primer melalui wawanacara dengan instrument kuesioner. Data dianalisis dengan uji
chisquare
Pada penelitian ini terdapat sebanyak 65 orang dengan presentase 80.2% karyawati
SPG menggunakan sepatu hak tinggi (5-7cm). Karyawati SPG yang berusia 23 tahun
(43.6%) ditemukan paling banyak terjadi varises vena tungkai bawah. 39 orang (48.1%)
karyawati SPG ditemukan terjadi varises vena tungkai bawah.
Secara statistik ditetapkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan sepatu hak tinggi
terhadap risiko timbulnya varises pada tungkai bawah dengan P = 0,000

Kata Kunci: Sepatu Berhak Tinggi, Karyawati SPG (Sales Promotion Girls).
ABSTRACT

Footwear is the one had a role in the activities of a woman. Use of high heels above five
centimeters can cause problems in the blood vessels. On workwoman SPG (Sales
Promotion Girls) using high heels, the work activity are more dominant in the standing
position. The objective of this research is to see if there is the influence of the use high
heels to appear of Varices to the Extremitas lower on the SPG Matahari, Medan Fair.
Research design that used is analitic descriptive method with survey, with sample
81 person. The type of this research used an observational research and using a cross
sectional design. Use of high heels and varicose vein were taken as the primary data
through interviews with questionnaire, and analysed with chi-square test.
In this study there were 65 people (80.2%)of employee SPG who use high
heels.SPG employee who uses high-heeled shoes working for 3 years were found most
about 26 people (40.0%). 39 (48.1%)of employee were found to potency varicose vein.
Incidents of varicose veins were found most on employee SPG who works for 3 years about
22 people (56.4%).
The statistics determined that there was significant effect of use high heels on the
risk of varicose veins in the lower limbs and P value was 0.000. Conclusion: The statistics
determined that there was significant effect of use high heels on the risk of varicose veins in
the lower limbs.

Keywords: High Heels, SPG (Sales Promotion Girls).

PENDAHULUAN

Varises vena tungkai bawah adalah penyakit yang dikenal berhubungan dengan
kebiasaan hidup seseorang yang lebih banyak dalam posisi berdiri. Varises adalah keadaan
dimana fungsi katup-katup vena bekerja tidak semestinya akibat peregangan berlebihan
oleh karena meningkatnya tekanan vena dalam jangka waktu lama yang ditandai dengan
penonjolan vena yang besar dan tampak dibawah kulit seluruh tungkai terutama tungkai
bawah.Varises biasanya dapat terjadi di pembuluh darah yang tertekan mengakibatkan
terjadinyabendungan dan akhirnya menyebabkan pembuluh balik yang terdapat di tungkai
dengan mudahnya mekar atau bengkak.
. Dewasa ini wanita yang bekerja terutama sebagai Sales Girls Promotion (SPG) di
tuntut untukberpenampilan yang menarik dan cantik hal inidikarenakan mereka akan
memperkenalkan produk dan melakukan promosi.Badan survey di Amerikat Serikat
mencatat 59% wanita menggunakan sepatu hak tinggi kurang lebih satu jam sampai
delapan jam perharinya. Prevalensi varises vena tungkai bawah di Eropa sekitar 50 %
terjadi pada penduduk dewasa. Pada tahun 2007 dilaporkan di Eropa dan Amerika Serikat
penderita varises vena tungkai bawah sebanyak 25-35 % pada wanita dan 15 % pada
pria(Naoum JJ, Hunter GC,2007).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh
penggunaan sepatu berhak tinggi terhadap potensi terjadinya varises pada tungkai bawah
pada karyawati SPG di Matahari Medan Fair.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Analitik dengan menggunakan


metode cross sectional , yang pengamatan variabelnya dilakukan hanya satu kali dari data
primer data yang langsung didapat dari responden dengan pengisian Lembar Isian Data
Sampel serta melakukan pengamatan dan penilaian berat ringannya derajat varises pada
tungkai bawah.
Penelitian direncanakan dari penyusunan proposal penelitian sampai seminar hasil
dilaksanakan dari bulan September hingga November 2015. Penelitian ini dilaksanakan di
Matahari, Medan Fair. Populasi target adalah karyawati Sales Promotion Girl (SPG) di
Matahari, Medan Fair.
Dalam penelitian ini, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan
pendekatan probability sampling menggunakan simple random sampling, yaitu sampel
dipilih dari populasi berdasarkan pertimbangan kriteria. Dari perhitungan rumus didapatkan
jumlah minimal sampel adalah sebanyak 81 orang.
Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer berasal dari
wawanacara para karyawti SPG serta pengisian Lembar Isian Data Sampel. Data yang
diperoleh dari hasil observasi dikumpulkan secara lengkap kemudian dianalisis dengan
menggunakan SPSS dan disajikan dalam bentuk tabel dan diagram.

HASIL

Secara keseluruhan terdapat 81 orang dibagi menjadi dua kelompok yaitu 65 orang
yang memenuhi kriteria inklusi (penerimaan) yaitu karyawati bersepatu dengan hak mulai 5
sampai dengan 7 cm, 16 orang yang mengunakan sepatu berhak < 5 cm. Karyawati SPG
yang menggunakan sepatu hak tinggi dengan bekerja selama 3 tahun ditemukan paling
banyak pada penelitian ini yaitu sebanyak 26 orang (40.0%) karyawati SPG. Dari penelitian
ini, didapati bahwa karyawati SPG menggunakan tidak sepatu hak tinggi (<5cm) ditemukan
sebanyak 11 orang (68.8%) yang bekerja selama 2 tahun.
Pada penelitian ini potensi terjadi varises vena tungkai bawah berdasarkan lama
kerja ditemukan lebih banyak pada 22 orang (56.4%) karyawati SPG lama kerjanya selama
3 tahun sedangkan tidak terjadi varises berdasarkan lama kerja ditemukan lebih banyak
yaitu sebanyak 26 orang (61.9%) karyawati SPG. Potensi terjadi varises vena tungkai
bawah berdasarkan berat badan ditemukan lebih banyak pada kelompok usia 50-55 yaitu
sebanyak 22 orang (56.4%) karyawati SPG. Bagi kelompok berat badan 60-65 tidak ada
ditemukan kejadian varises.Berdasarkan tabel 5.7 potensi varises vena tungkai bawah
berdasarkan tinggi badan ditemukan lebih banyak pada kelompok tinggi badan 160-165
yaitu sebanyak 17 orang (43.6%) karyawati SPG.

PEMBAHASAN

Penelitian ini merupakan karyawati yang menggunakan hak sepatu 5-7 cm sebanyak
65 orang dengan presentase 80.2%, karyawati yang menggunakan hak < 5 cm sebanyak 16
orang dengan presentase 19.8% . Penelitian ini mendapatkan karyawati SPG yang
menggunakan sepatu hak tinggi (5-7cm) dengan lama kerja 3 tahun ditemukan paling
banyak yaitu sebanyak 26 orang (40%)
Karyawati SPG menggunakan sepatu hak tinggi (5-7cm) terjadi varises vena
tungkai bawah ditemukan lebih banyak yaitu 38 orang (58.5%). Bagi karyawati SPG yang
menggunakan tidak sepatu hak tinggi ( < 5cm) ditemukan 1 orang (6.3%) terjadi varises
vena tungkai bawah.
Hasil penelitian ini juga sesuai dengan penelitian sebelumnya oleh Yurnila Ningsih
Ahcmad yang dilakukan pada 60 orang SPG Matahari Solo Square di Surakarta. Hipotesis
alternatif yang menyatakan ada pengaruh penggunaan sepatu hak tinggi terhadap risiko
timbulnya varises pada tungkai bawah terbukti kebenarannya secara statistik..

KESIMPULAN

Dari 81 sampel karyawati SPG, potensi terjadi varises vena tungkai bawah pada
karyawati SPG di Matahari didapati sebanyak 39 orang (48.1%). Sedangkan tidak terjadi
varises vena tungkai bawah ditemui sebanyak 42 orang (51.9%). Potensi terjadi varises
vena tungkai bawah berdasarkan lama kerja ditemukan lebih banyak pada 22 orang (56.4%)
karyawati SPG lama kerjanya selama 3 tahun

. Hasil pengolahan data dengan uji Chi-Square penelitian ini secara statistik
menunjukkan p-value nilai probabilitas 0,001. p-value lebih kecil dari ά (0,001 < 0,05)
disimpulkan bahwa Hipotesis alternatif diterima yang menyatakan ada pengaruh
penggunaan sepatu hak tinggi terhadap risiko timbulnya varises pada tungkai bawah.

SARAN
Menyarankan karyawati SPG untuk menggunakan sepatu dengan hak kurang dari
atau sama dengan 5 cm untuk meminimalisasi terjadinya potensi varises. Beroleh raga
teratur dan menjaga kesehatan kaki.
UCAPAN TERIMA KASIH

Pada kesempatan ini, penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan
setinggi-tingginya kepada

1. dr. Mega Sari Sitorus, M.Kes, Sp.PA, sebagai dosen pembimbing


2. Kedua orang tua penulis yang tercinta, Ananthan Samikanoo dan Kalamany
Govindarajoo yang telah banyak memberikan dukungan dan doa selama
menyiapkan karya tulis ilmiah ini.
3. Prof. dr. Gontar Alamsyah Siregar, Sp. PD-KGEH, selaku dekan Fakultas
Kedokteran Universitas Sumatera Utara.
4. Semua pihak yang terlibat secara langsung atau tidak langsung selama proses
penelitian dan penulisan karya tulis ilmiah ini.

DAFTAR TABEL
Tabel 1. Distribusi karakteristik responden berdasarkan lama kerja

Lama Kerja Jumlah karyawati Persentase (%)


2 tahun 26 32.1
2.5 tahun 10 12.3
3 tahun 30 37.0
3.5 tahun 7 8.6
4 tahun 8 9.9
Total 81 100.0
Tabel 2. Distribusi Karakteristik Penggunaan Sepatu Hak Tinggi Berdasarkan Lama kerja,
Berat badan dan Tinggi Badan

Karateristik Sepatu hak tinggi Total


Tidak sepatu Sepatu hak
hak tinggi tinggi
n % n % n %
Lama kerja
2 tahun 11 68.8 15 23.1 28 32.1
2.5 tahun 0 0.0 10 15.4 10 12.3
3 tahun 4 25.0 26 40.0 30 37
3.5 tahun 0 0.0 7 10.8 7 8.6
4 tahun 1 6.3 7 10.8 8 9.9
Total 16 100.0 65 100.0 81 100.0
Berat badan
45-50 5 31.3 16 24.6 21 25.9
50-55 9 56.3 34 52.3 43 53.1
55-60 2 12.5 12 18.5 14 17.3
60-65 0 0.0 3 4.6 3 3.7
Total 16 100.0 65 100.0 81 100.0
Tinggi badan
155-160 11 68.8 31 47.7 42 51.9
160-165 3 18.8 22 33.8 25 30.9
165-170 2 12.5 11 16.9 13 16.0
170-175 0 0.0 1 1.5 1 1.2
Total 16 100.0 65 100.0 81 100.0

Tabel 3.Distribusi karateristik responden berdasarkan penggunaan sepatu

Hak Sepatu Jumlah Karyawati Persentase (%)


Sepatu hak tinggi 65 80.2
Tidak sepatu hak tinggi 16 19.8
Jumlah 81 100
Tabel 4. Distribusi Karakteristik Sampel Berdasarkan Potensi Varises

Potensi Varises Jumlah Karyawati Presentase (%)


Tidak Terjadi 42 51,9
Derajat 0 42 51,9

Terjadi 39 48,1
Derajat 1 36 44,4
Derajat 2 3 3,7
Derajat 3 0
Derajat 4 0
Derajat 5 0
Derajat 6 0

Jumlah 81 100

Tabel 5. Distribusi karakteristik responden berdasarkan berat badan

Berat Badan Jumlah Karyawati Persentase (%)


45-50 21 25.9
50-55 43 53.1
55-60 14 17.3
60-65 3 3.7
Total 81 100

Tabel 6. Distribusi Karakteristik Sampel Berdasarkan Tinggi Badan

Tinggi Badan Jumlah Karyawati Persentase(%)


155-160 42 51.9
160-165 25 30.9
165-170 13 16.0
170-175 1 1.2
Total 81 100.0
Tabel 7. Distribusi Karakteristik Potensi Varises Berdasarkan Lama kerja, Berat badan dan
Tinggi badan

Karakteristik Varises vena tungkai bawah Total


Tidak Terjadi Terjadi
N % N % n %
Lama kerja

2 tahun 26 61.9 0 0.0 26 32.1


2.5 tahun 7 16.7 3 7.7 10 12.3
3 tahun 8 19.0 22 56.4 30 37.0
3.5 tahun 1 2.4 6 15.4 7 8.6
4 tahun 0 0.0 8 20.5 8 9.9
Total 42 100.0 39 100.0 81 100.0
Berat badan

45-50 20 47.6 1 2.6 21 25.9


50-55 21 50.0 22 56.4 43 53.1
55-60 1 2.4 13 33.3 14 17.3
60-65 0 0.0 3 7.7 3 3.7
Total 42 100.0 39 100.0 81 100.0
Tinggi badan

155-160 33 78.6 9 23.1 42 51.9


160-165 8 19.0 17 43.6 25 30.9
165-170 1 2.4 12 30.8 13 16.0
170-175 0 0.0 1 2.6 1 1.2
Total 42 100.0 39 100.0 81 100.0

Tabel 8 . Distribusi Hubungan Antara Sepatu hak tinggi dengan Potensi varises vena
tungkai bawah

Varises vena tungkai


bawah
Penggunaan
Tidak Terjadi
Sepatu Hak Total P
Terjadi
Tinggi
n % n % n %
Tidak sepatu 15 93.8 1 6.3 16 100.0
hak tinggi
Sepatu hak 27 41.5 38 58.5 65 100.0 0.000
tinggi
Total 42 51.9 39 48.1 81 100.0
DAFTAR PUSTAKA

Alaiti,S 2015. Scleroteraphy. Tersedia pada


URL:http://emedicine.medscape.com/article/1271091-overview#showall[diakses 25 April
2015]

Anonim.Varicose and spider vein. Tersedia pada:


URL:http://my.clevelandclinic.org/heart/disorders/vascular/varicosespiderveins.aspx
[diakses 19 April 2015]

Burns, T., Breathnach, S., Cox, N., Griffiths, C., 2010.Rook’s Textbook of Dermatology.
Vol 2.Blackwell Publishing, 47, 37-38.

Brown, C.W, Complications of dermatologic laser surgery 2009. Tersedia pada


URL:http://emedicine.medscape.com/article/1120837 overview#showall [diakses 10 April
2015]

Guyton AC, 2008 Hall JE. Distensibilitas Vaskular, Serta Fungsi Sistem Vena dan Arteri;
Kegagalan Katup Vena yang Menyebabkan “Varises”.Dalam : Rachman, L.Y, Hartanto,
H., Novrianti, A., Wulandari, N., editor. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.Edisi ke-
11.Jakarta : EGC, 2008; p185-186.

Junior, N.B., Perez, M.D.C.J., 2010Pregnancy and lower limb varicose vein: prevalence
and risk factors. J. vasc.Bras ; Vol.9 no.2

Khilnani ,NM 2010Varicose vein treatment with endovenous laser therapy. Tersedia pada
URL:http://emedicine.medscape.com/article/1815850overview#showall [diakses 9
Desember 2011]

Koupidis, S.A. & Paraskevas K.I., 2008The impact of lower extremity venous ulcer due to
chronic venous insufficiency on quality of life.Open Cardiovasc Med J;2:105-109

Lew, WK. Varicose vein surgery, 2013.Tersedia pada URL:


http://emedicine.medscape.com/article/462579-overview#a0104 [diakses 25 April 2015]

Naoum, J.J.,& Hunter G.C., 2007Pathogenesis of varicose veins and implications for
clinical management.Vascular. ;15(5):242-249

Svestkova, S.,&Pospisilosa, A.,2008Risk factors of chronic venous disease inception.


Scripta Medica (BRNO) ; 81 (2): 117-128

U.S. Department of Health and Human Services, Office on Women’s Health; Varicose
Veins and Spider Veins.2010 : 1-7