Anda di halaman 1dari 33

BAB II

TUTORIAL DAN PEMBAHASAN

2.1 Tutorial
2.1.1 Validasi Data
Jika dilihat dari hasil kegiatan pemodelan lubang bor bahwa ada
beberapa lubang bor yang elevasinya tidak sesuai dengan elevasi surface. Oleh
karena itu perlu dilakukannya proses validasi data. Validasi data ini bertujuan
untuk mengetahui data mana saja yang belum valid.
Berikut ini adalah proses dari kegiatan validasi data, diamana proses ini
telah dilakukan pada pertemuan sebelumnya.
Klik grid calc → integrated stratigraphic modeling → validate data.

Gambar 2.1
Database Validation

Klik select database → klik file name.

Gambar 2.2
Select Database

2
3

Klik collar on surface → pilih check for collar location relative to a surface
→ pilih override database synonyms → pilih collar pada kolom table →
pilih X pada kolom easting → pilih Y pada kolom northing → pilih Z pada
kolom level → pilih triangulation.

Gambar 2.3
Collar On Surface

Klik report → buat report file name → pilih CSV.

Gambar 2.4
Report

Klik save and run → specification file name → klik save.

Gambar 2.5
Save and Run
4

Klik run.

Gambar 2.6
Run Validation

Klik Yes, jika ingin melihat data yang belum valid.


Berikut ini adalah data yang belum valid (gambar 2.7). Data ini lah yang
harus disesuaikan dengan data yang sudah di import ke software vulcan.
Jika dilihat pada gambar 2.7, data yang harus koreksi yaitu data collar,
dimana nilai dari collarZ tidak sesuai dengan surfaceZ.
Untuk memperbaiki data yang belum valid menjadi valid, maka nilai dari
surfaceZ di copy ke data collar (type excel CSV) yaitu pada kolom Z.

Gambar 2.7
Validasi Data
5

Berikut ini adalah data collar yang telah mengalami perubahan nilai
elevasi (Z) dari data sebelumnya. Kemudian klik save.

Gambar 2.8
Data Collar

2.1.2 Record Database


Pada tahap ini kita akan melakukan pengecekan pada data yang telah
mengalami perubahan nilai elevasi.

Gambar 2.9
Tampilan Awal

Klik file → import.

Gambar 2.10
Folder Import
6

Klik CSV (database) → database.

Gambar 2.11
Import database

Kemudian klik OK.

Gambar 2.12
Folder Import CSV

Klik output setup.

Gambar 2.13
Folder Ouput Setup
7

Kemudian load axisting design dan output file name.

Gambar 2.14
Load Output Setup

Klik input files.

Gambar 2.15
Folder Input Files

Kemudian export database CSV (collar, assay, geologi, dan survey) ke


path atau klik tanda “>”.

Gambar 2.16
Export Database
8

Klik tables.

Gambar 2.17
Folder Tables

Klik COLLAR.

Gambar 2.18
Collar

Kemudian masukkan file name data Collar.CSV,

Gambar 2.19
Summary Data Collar
9

Klik ASSAY.

Gambar 2.20
Data Assay

Kemudian masukkan file name data Assay.CSV.

Gambar 2.21
Summary Data Assay

Klik GEO.

Gambar 2.22
Data Geologi
10

Kemudian masukkan file name data Geologi.CSV.

Gambar 2.23
Summary Data Geologi

Klik SURVEY.

Gambar 2.24
Data Survey

Kemudian masukkan file name data Survey.CSV.

Gambar 2.25
Summary Data Survey
11

Setelah semua data telah selsai di isi, kemudian klik OK.

Gambar 2.26
Tampilan Awal

Kemudian klik overwrite existing database.

Gambar 2.27
Create Database

Maka akan tampil kembali folder import.

Gambar 2.28
Folder Import
12

Klik cancel.

Gambar 2.29
Tampilan Awal

Kemudian langkah selanjutnya yaitu klik grid calc → integrated


stratigrafhic modeling.

Gambar 2.30
Database Validation

Kemudian selected database → select file name.

Gambar 2.31
Nama Database
13

Klik collar on surface → pilih check for collar location relative to a surface
→ pilih override database synonyms → pilih collar pada kolom table →
pilih X pada kolom easting → pilih Y pada kolom northing → pilih Z pada
kolom level → pilih triangulation

Gambar 2.32
Collar On Surface

Klik report → report file name → pilih validasi_data.CSV → pilih excel.

Gambar 2.33
Folder Report

Klik save and Run → specification file name → Validasi_Data.dbv →


klik save.

Gambar 2.34
Save Database
14

Klik Yes.

Gambar 2.35
Run Database

Klik Run.

Gambar 2.36
Data Valid

Maksud dari gambar 2.36 yaitu database (data collar, assay, geologi, dan
survey) yang di import kedalam software semuanya sudah valid.
Kemudian klik OK.

Gambar 2.37
Folder Run
15

Kemudian klik close.

Gambar 2.38
Tampilan Awal

2.1.3 Horizon List


Pada tahapan ini kita akan mengecek mineral-mineral yang telah di
import ke dalam software berdasarkan data geologi.
Klik geology → drilling utilities → horizon list.

Gambar 2.39
Folder Globals

Klik horizon list.

Gambar 2.40
Horizon List
16

Kemudian build horizon list.

Gambar 2.41
Jenis mineral

Klik save global files.

Gambar 2.42
Save Glob Files

Klik OK.

Gambar 2.43
Save Horizon List
17

Kemudian klik Yes, maka akan kembali tampilan awal.

Gambar 2.44
Tampilan Awal

2.1.4 Pemodelan Horizon


Sebelum dilakukannya pemodelan, terlebih dahulu drill hole ditampilkan.
klik geology → drilling → load drillholes.

Gambar 2.45
Load Drillhole

Klik OK.

Gambar 2.46
Drillhole
18

1. Pemodelan rc
a. rc Roof
Klik geology → drilling → model.

Gambar 2.47
Model Horizon

Kemudian buat contents of field (RC) → pilih model Roof → Klik OK

Gambar 2.48
Model Creat

Kemudian pilih use default window → klik OK.

Gambar 2.49
Model RC
19

Kemudian klik model.

Gambar 2.50
Nama Triangulation Model

Buat nama model (RC_Roof) → pilih warna model triangulasi → Klik OK.

Gambar 2.51
Triangulation Model Roof

b. rc Floor
Klik geology → drilling → model.

Gambar 2.52
Model Horizon
20

Kemudian buat contents of field (RC) → pilih model floor → Klik OK

Gambar 2.53
Model Creat

Kemudian pilih use default window → klik OK.

Gambar 2.54
Model RC

Kemudian klik model.

Gambar 2.55
Nama Triangulation Model
21

Buat nama model (RC_Floor) → pilih warna model triangulasi → Klik OK.

Gambar 2.56
Triangulation Model Floor

c. Pembuatan Boundary
Sebelum kita membuat baoundary, terlebih dahulu triangulation tersebut
dimodelkan sesuai dengan lubang bor, jika ada triangulation yang tidak
sesuai atau melenceng, maka perlu dihapus, agar model endapan sesuai
dengan keadaan dilapang.
Klik model → trangle surface → delete triangle.

Gambar 2.57
Deletion Model

Kemudian klik OK → kemudian delete triangulation yang tidak sesuai.

Gambar 2.58
Triangulation Delete
22

Setelah proses delete triangulation selsai, kemudian buat boundary pada


triangulation tersebut.
Klik kanan pada triangulation → check.

Gambar 2.59
Triangulation Validity

Kemudian pilih save boundary → buat nama boundary → klik next.

Gambar 2.60
Triangulation Stability

Klik Finish.

Gambar 2.61
Triangulation Results
23

Klik OK.

Gambar 2.62
Triangulation Boundary

Boundary floor.

Gambar 2.63
Floor Boundary

Load triangulation RC_Roof.

Gambar 2.64
Triangulation Roof dan Floor Boundary
24

Klik model → triangle → relimit by polygon.

Gambar 2.65
Relimit Triangulation

Pilih object yang mau di potong

Gambar 2.66
Object

Klik cancel

Gambar 2.67
Delete Triangulation Bagian Luar
25

Klik keep inside.

Gambar 2.68
Relimit

Klik relimit.

Gambar 2.69
Nama Triangulation

Kemudian klik OK

Gambar 2.70
Triangulation Roof
26

Klik kanan pada triangulation → check.

Gambar 2.71
Triangulation Vadity

Klik pilih save boundary → buat nama boundary → klik next.

Gambar 2.72
Triangulation Stability

Klik finish.

Gambar 2.73
Triangulation Results
27

Klik OK.

Gambar 2.74
Boundary Roof

d. Pembuatan Triangle Solid


Tampilkan boundary roof dan boundary floor.

Gambar 2.75
Boundary Roof dan Floor

Klik model → triangle solid → create.

Gambar 2.76
3D Solid
28

Klik OK.

Gambar 2.77
Pilih Object

Klik object.

Gambar 2.78
Object

Klik kanan.

Gambar 2.79
Save Edit
29

Klik save edit

Gambar 2.80
Solid Name

Buat nama triangulation dan warna triangulaiton.

Gambar 2.81
Triangulation Solid

e. Pembuatan Appent
Sebelum triangulation model solid pada mineral RC, terlebih dahulu kita
menampilkan Triangulation Solid, Roof, dan Floor pada layer software.

Gambar 2.82
Triangulation Solid, Roof, dan Floor
30

Klik model → triangel utility → appent → pilih object.

Gambar 2.83
Triangulation Object

Klik kanan

Gambar 2.84
Triangulation Name

Kemudian buat nama triangulaiton dan pilih warnanya → klik OK.

Gambar 2.85
rc Model

Lakukan tahap a, b, c, d dan e untuk membuat pemodelan pada endapan


mineral lainnya.
31

2. Pemodelan Ch

Gambar 2.86
Ch Model

3. Pemodelan Mo

Gambar 2.87
Mo Model

4. Pemodelan O

Gambar 2.88
O Model
32

5. Pemodelan TQ

Gambar 2.89
TQ Model

6. Pemodelan V2

Gambar 2.90
V2 Model

7. Pemodelan aa

Gambar 2.91
aa Model
33

8. Pemodelan inA

Gambar 2.92
inA Model

Jika kedelapan mineral tersebut telah selsai dimodelkan, maka kali ini kita
load kedelapan model dan triangulation pada layer, guna untuk melihat
model geologi dan bentuk permukaan. Serta mampu mengetahui arah
dan batas penyeabaran dari kedelapan mineral tersebut.

Gambar 2.93
Model Tampak Samping
34

2.2 Pembahasaan
Pemodelan geologi (drilling model) merupakan suatu kegiatan yang
dilakukan untuk menggambarkan kondisi endapan bahan galian yang berada
dibawah permukaan secara 3-deminesi.
Dalam melakukan pemodelan (drillhole) pada tahapan sebelumnya,
bahwa hasil dari suatu pemodelan tersebut yaitu menentukan data yang tidak
valid, dimana data yang tidak valid merupakan data elevasi dari suatu lubang
bor, oleh karena itu perlu dilakukannya pengolahan data ulang, dimana data
elevasi surface diperoleh dari hasil validasi pada software vulcan. Kemudian data
elevasi surface tersebut di copy ke dalam data collar atau elevasi lubang bor.
Pemodelan geologi ini dilakukan untuk mengetahui dimensi, arah dan
batas sebaran dari suatu endapan mineral. Hal tersebut sangat perlu dilakukan
karena pada tahap selanjutnya kita akan melakukan proses estimasi sumberdaya
dan cadangan dari suatu endapan mineral serta mampu membatasi area
perancangan tambang. Hal-hal tersebut dilakukan sebagai data dasar dalam
pembuatan laporan studi kelayakan (feasibility study).
Dari data geologi yang didapatkan pada kegiatan pemboran eksplorasi,
bahwa ada delapan litologi yang berada didalam lokasi penelitian, diantaranya
adalah : rc, aa, Mo, V2, TQ, inA, O, dan Ch. Dalam melakukan pemodelan
geologi pada kedelapan litologi tersebut, alangkah lebih baiknya bagian floor
dimodelkan terlebih dahulu, karena lebih mudah untuk memodelkan batas
(boundary) atau sebaran dari suatu endapan mineral. Pembuatan boundary ini
dilakukan untuk membuat kerangka (floor dan roof) dan batas samping dari suatu
endapan mineral kemudian lakukan proses solid, agar kerangka tersebut menjadi
nyatu dan juga saat pembuatan model geolgi dari suatu endapan dapat terbentuk
secara detail dan sesuai dengan batasannya.
Pemodelan geologi ini dilakukan untuk mempermudan proses
perhitungan volume, tonase, estimasi sumberdaya dan cadangan pada suatu
endapan mineral. Apabila penentuan model geologi tidak dilakukan secara detail,
maka hasil perhitungan tersebut akan menghasilkan suatu perhitungan yang
salah juga, sehingga pelaporan studi kelayakannya juga akan tidak sesuai
dengan jumlah sumberdaya yang ada dilapangan.