Anda di halaman 1dari 19

BAB I

DEFINISI PERSOALAN DAN IMPLIKASI PERANCANGAN

A. IKHTISAR

Peran utama dari analisis tautan dalam perancangan adalah memberi kita
informasi mengenai tapak kita, sebelum memulai konsep-konsep
perancangan. Persoalan-persoalan tapak yang khas yang ditunjukkan pada
suatu analisis tautan adalah lokasi tapak, ukuran, bentuk, kontur, pola-pola
drainase, tata wilayah, garis sempadan, dan utilitas, ciri-ciri di atas tapak
yang penting (bangunan, pepohonan, dll.) lalu lintas disekitarnya, pola-pola
lingkungan , pemandangan kea rah dan dari tapak serta iklim . Sebagai
perancang kita perlu mengetahui sesuatu hal mengenai persoalan-persoalan
ini agar dapat merancang sebuah bangunan , agar dapat merancang bangunan
yang berhasil yang tidak hanya memenuhi pertanggung jawab internalnya
saja (fungsi) tetapi juga berhubungan baik dengan lingkungan eksternalnya.

Beberapa persoalan-persoalan yang serupa dalam kaitan ini adalah pola-pola


tata wilayah yang berubah-ubah di sekitartapak kita, perubahan arah pada
jalan-jalan besar dan kecil , pola-pola kultural yang berubah-ubah di
lingkungan sekitar dan pembangunan proyek-proyek yang berdekatan yang
membawa dampak pada tapak kita.

B. TAPAK SEBAGAI JARINGAN AKTIF

Kita harus selalu ingat bahwa sebuah tapak tidak pernah tidak berdaya tetapi
merupakan sekumpulan jaringan yang sangat aktif yang terus berjalan yang
menjalin-jalin dalam perhubungan-perhubungan yang rumit .

C. Segitiga konsekuensi

BANGUNAN
PEMAKAI
SEGITIGA KONSEKUENSI

TAUTAN
Segitiga konsekuensi merupakan suatu model yang berguna untuk
memahami jaringan dari sebab-akibat tautan dan bagaimana sebab-akibat
tersebut.

Segitiga konsekuensi memusatkan pada peniruan bangunan yang telah


selesai ditempati dan didasarkan pada suatu hipotesis bahwa bukanlah
rancangan atau bangunan itu sendiri yang menjadi tanggung jawab akhir
kita sebagai perancang tetapi peramalan dan kelahiran sekumpulan
konekuensi atau akibat yang telah dianggap positif.

Terdapat 3 “aktor” di dalam segitiga konsekuensi

1. Bangunan
Mencakup seluruh perwujudan eksterior seperti dinding, lantai, dll

2. Pemakai
Meliputi semua yang memiliki bangunan tersebut seperti klien,dll

3. Tautan (Context)
Meliputi semua kondisi, situasi, pengaruh-pengaruh dan tekanan-
tekanan yang sudah ada sebelum tapak tersebut dibangun

D. BERUSAHA CERMAT

Seperti pada semua riset praperancangan, kemenyeluruhan didalam


pengenalan, pengumpulan, dan penyajian informasi adalah sangat penting
terhadap perancangan suatu proyek yang tanggap terhadap situasi tautannya.

KOMPETENSI PROFESIONAL

EFISIENSI YANG LEBIH BESAR KETIKA MERANCANG

MENEMUKAN PERHUBUNGAN TIMBAL BALIK ANTAR


ANALISIS FAKTOR-FAKTOR TAPAK
TAUTAN
MEMPERBESAR CETUSAN DATA UNTUK
MENYELURUH
KONSEPTUALISASI RANCANGAN

MENGHINDARI TANGGAPAN RANCANGAN


YANG TIDAK SESUAI TERHADAP TAPAK

IMPLIKASI-IMPLIKASI HUKUM DARI


DAMPAK TERHADAP LAHAN DISEKITARNYA
Analisis tautan adalah secara teoritik tidak mempunyai akhir yaitu bahwa
tidak ada batas-batas perhentian logik yang memang menjadi sifatnya.
Analisis tautan kita harus merekam informasi apa yang “keras” (tidak
dapat ditawar-tawar) dan apa yang lunak . Berikut penjelasan data keras
dan lunak :

1. Data Keras
Melibatkan hal-hal seperti perbatasan tapak, keterangan hukum, daerah
tapak, dan lokasi utilitas-utilitas.

2. Data lunak
Data yang berkenaan dengan kondisi-kondisi tapak yang dapat dirubah
atau yang tidak secara mutlak harus diarahkan atau ditanggapi dalam
rancangan

Terdapat beberapa alas an untuk melakukan analisis tautan kita pada suatu
tingkat yang sistematik :

1. Suatu kebiasaan yang lebih tersusun adalah kurang kena untuk


mengabaikan suatu fakta atau detail penting
2. Suatu pendekatan sistematik lebih mudah memungkinkan kita untuk
menguasai kelebihan informasi pada situasi-situasi rumit
3. Suatu pendekatan yang halus terhadap analisis membantu
perkembangan suatu pendekatan yang halus
4. Faktor-faktor tautan yang lebih individual yang kita ungkapkan dan
catat dalam analisis tapak.

E. JENIS-JENIS INFORMASI

Jenis-jenis informasi yang dikumpulkan untuk analisis tautan kita pada


dasarnya melibatkan suatu penyelidikan akan kondisi-kondisi tapak yang ada
dan yang diperhitungkan . Berikut adalah jenis-jenis informasi :

1. Lokasi
Lihatkan jarak dan waktu tempuh terhadap fungsi-fungsi yang berkaitan
di bagian kota lain

2. Tautan Lingkungan
Menggambarkan lingkungan sekitar tapak yang langsung berbatasan yang
mungkin sebanyak tiga atau empat blok di luar perbatasan tapak
3. Ukuran dan tata wilayah
Mencatat semua aspek dimensional tapak meliputi batas-batas tapak ,
lokasi, dan dimensi jalur penembusan dan klasifikasi tata wilayah yang
ada dengan semua implikasi-implikasi dimensionalnya.

4. Undang-undang
Kategori ini memberikan uraian hukum mengenai lahan milik, ikatan
perjanjian resmi , dan batasan-batasan

5. Keistimewaan Fisik Alamiah


Meliputi tempat, pola-pola , tanah, dan daya dukung, pepohonan, batuan-
batuan, sungai , puncak bukit, ,lembah, kolam , dan lain-lain

6. Keistimewaan Buatan
Mencatat kondisi-kondisi tapak seperti bangunan , dinding, jalan , pipa air
kebakaran, tiang listrik, dan pola-pola lapisan perkerasan

7. Sirkulasi
Menggambarkan seluruh pola-pola pergerakan kendaraan dan pejalan
kaki di atas dan disekitar tapak

8. Utilitas
Kategori ini berkenaan dengan tipe , kapasitas dan lokasi dari seluruh
utilitas yang berada pada , beradampingan dengan dan dekat tapak.\

9. Pancaindera
Pemandangan-pemandangan dari dan daerah tapak dan kebisingan yang
ditimbulkan disekitar tapak.

10. Manusia dan Budaya


Kegiatan-kegiatan perhubungan manusia dan pola-pola karakteristik
manusia

11. Iklim
Sepanjang bulan dalam setahun juga termasuk adalah arah angin yang
berpengaruh, lintasan matahari dan sudut matahari vertikal sebagai mana
hal-hal itu berubah sepanjang waktu
F. IMPLIKASI-IMPLIKASI BAGI PERANCANGAN

Analisa tautan adalah suatu pengantar kepada perancangan bagi tautan.


Analisis tersebut melibatkan pengetahuan akan apa yang harus kita lakukan
dengannya dari segi tapak sebelum kita menerapkannya pada tata wilayah
tapak .

1. Pemandangan baik dari tapak


2. Ruang-ruang yang memerlukan pemandangan terpisahkan pada tepi
pemandangan
3. Ruang-ruang berorientasi ke pemandangan di hubungkan dengan sirkulasi
4. Ruang-ruang tanpa pemandangan dibungkan ke sirkulasi pada sisi tanpa
pemandangan
5. Jalan masuk dan ruang publik ke arah pencapaian public , ruang servis
pada ujung yang berlawanan
6. Tempat parkir dan jalan setapak di hubungkan ke jalan pencapaian utama.
Servis di atur agar memungkinkan perluasan kompleks bangunan , konsep
tata wilayah tapak diilhami oleh suatu tanggapan terhadap pemandangan

Berikut adalah tanggapan terhadap tekanan-tekanan tautan dapat melibatkan


ketiga pendapatan ini :

1. Dimana Fungsi dianggap sebagai suatu factor penentu pemberi bentuk


yang lebih kritis dari pada tautan .
2. Dimana hubungan dengan tautan dinilai lebih penting ketimbang efisiensi
fungsional internal
3. Sesuai proyeknya teristimewa besar dengan beberapa komponen tapak
BAB II

PEMBUATAN DIAGRAM INFORMASI TAPAK

A. IKHTISAR
Menggambarkan diagram informasi yang dipelajari melalui analisis tautan
dapat mempergunakan tiap kerangka penggambaran konvensional untuk
merekam data . Ada 2 komponen dalam pada diagram informasi tapak ,
yaitu :

1. Kita harus memiliki gambar acuan dari tapak untuk memberikan suatu
tautan bagi informasi tapak khusus yang ingin kita rekam
2. Kita harus menggambarkan diagram fakta tapak itu sendiri . Gambar
acuan dapat berupa sebuah denah sederhana dari batas-batas tapak
dengan jalan-jalan yang membatasinya atau sebuah potongan melalui
tapak yang memperlihatkan hanya bidang permukaannya
B. PERSOALAN

Disini tipe-tipe data tapak yang berbeda-beda di tumpang tindihkan satu


sama lain sehingga kita dapat melihat dengan lebih mudah perhubungan-
perhuubungan antar informasi . Pada pendekatan ini kita harus
memastikam bahwa gambar tersebut, tidak menjadi keruh dan
membingungkan.

Berikut langkah-langkah dalam membuat diagram informasi tapak :

1. Rancang bentuk diagramatik


2. Sempurnakan dan sederhanakan informasi grafik
3. Tonjolkan informasi grafik yang sangat penting
4. Gabungkan label-label dan catatan-catatan

C. IDENTIFIKASI PERSOALAN

Langkah pertama di dalam melakukan suatu analisis tautan adalah mengenali


persoalan-persoalan tersebut yang ingin kita analisis dan catat secara
diagramatik . Adalah berguna di dalam meilih dari antara kategori-kategori
persoalan tapak yang ada untuk membiarkan pilihan-pilihan kita dipengaruhi
oleh sedikitnya dua buah masukan penting :

1. Tentang wujud proyeknya, kebutuhan-kebutuhannya, persyaratannya dan


persoalan-persoalan kritisnya.
2. Analisis tapak jangan dilakukan pada jarak jauh . Kita harus selalu
melihat tapak pada tangan pertama, berjalan atau berkendara sepanjang
kontur dan batas- batasannya.

Sebuah daftar persoalan-persoalan tapak yang potensial yang bersifat purwa


rupa adalah sebagai berikut :

1. Lokasi
2. Tautan lingkungan
3. Ukuran dan tata wilayah
4. Peraturan
5. Keistimewaan fisik alamiah
6. Keistimewaan-keistimewaan buatan
7. Sirkulasi
8. Utilitas
9. Panca Indera
10. Manusia dan budaya
11. Iklim

D. MENGUMPULKAN DATA

Sekali informasu yang dibutuhkan telah dikenali, kita harus menggambarkan


sumber-sumber data dan mengumpulkannya, pada kasus ini kita dapat
mengumpulkan sumber nya secara langsung atau melalui kota-kota lain .
Suatu gambaran untuk sumber-sumber informasi yang potensial adalah
sebagai berikut :

1. Lokasi
Peta-peta Negara dapat diperkecil dengan hanya jalan-jalan raya utama
serta kota-kota besar yang diperlihatkan .

2. Tautan Lingkungan
Tata wilayah untuk tapak dan lingkungan kita dapat dipelajari pada
departemen perencanaan kota atau perusahaan cetak biru setempat yang
memiliki peta-peta tata wilayah di arsipnya

3. Ukuran dan tatawilayah


Banyak informasi di bawah ukuran dan tata wilayah , perundang-
undangan. Ciri-ciri fisik dan ciri-ciri buatan dapat dikumpulkan dan
didokumentasikan oleh suatu pensurvei jika kita ingin memiliki suatu
survei topografik
4. Perundang-undangan
Kebanyakan informasi yang sah mengenai tapak meliputi uraian hukum,
perjanjian-perjanjian pengikatan dan retriksi-retriksi dan pemilik lahan
dapat diperoleh dari akta pada lahan yang bersangkutan.

5. Keistimewaan-keistimewaan Fisik Ilmiah


Kebanyakan informasi dalam kategori ini memerlukan pengamatan
langsung pada tapak dan merekam datanya pada suatu survei topografik
yang memperlihatkan kontur-kontur

6. Keistimewaan-keistimewaan buatan
Ciri-ciri yang istimewa pada tapak biasanya diliputi dalam survei
topografik yang dilakukan oleh insinyur . Ini akan meliputi hal-hal
sedemikian seperti bangunan-bangunan pagar , dinding, lapangan
bermain, dan lain-lain.

7. Sirkulasi
Pendokumentasian atas seluruh jalan, gang, jalan kecil, trotoar, plaza, dll.
Mungkin akan telah dilakukan di bawah kategori data tapak sebelumnya
akan mengarahkan apa yang terjadi pada sistem-sistem lintasan tersebut.

8. Utilitas
Pendokumentasian atas seluruh informasi utilitas dapat dilakukan dengan
mengunjungi departemen-departemen dan perusahaan utilitas yang
bersangkutan .

9. Pancaindera
Semua informasi mengenai pemandangan pada dan disekitar tapak kita
memerlukan pengamatan langsung, kita dapat mempergunakan foto-foto
dan sketsa-sketsa untuk membantu dalam kaitan ini

10. Manusia dan budaya


Sejumlah besar data dapat diperoleh dari statistik sensus mengenai
lingkungan, informasi ini biasanya tersedia melalui perwakilan
perencanaan kotapraja setempat

11. Iklim
Semua data iklim biasanya terdiri dari biro cuaca setempat. Juga terdapat
profil-profil cuaca untuk lokasi-lokasi yang berbeda-beda.
E. MEMBUAT DIAGRAM

Adalah umumnya berguna untuk menggambar diagram informasi tapak


sebagaimana kita mengumpulkannya . Kerangka diagramatik seperti telah
dibahas sebelumnya , terdapat sekurang-kurangnya dua cara pendekatan
pembuatan diagram informasi tautan.

1. Yang melibatkan suatu penggabungan diagram-diagram menjadi


satu bentuk grafik campuran.
2. Memisahkan tiap fakta tautan pada suatu diagram terpisah

Pendekatan yang terpisah atau tersendiri mencatat informasi secara terpisah


pada gambar-gambar tapak acuan yang disederhanakan . Gambar acuan
adalah diulang sebanyak kali kita mempunyai data yang akan disampaikan .

F. GAMBAR ACUAN

Gambar-gambar acuan padamana kita mendiagram persoalan-persoalan tapak


mungkin terdapat dalam beberapa bentuk , gambar tersebut mengandung
beberapa rincian tergantung pada informasi tautan yang tengah diarahkan
Gambar acuan dapat berupa denah, potongan, perspektif, isometrik atau
tampak. Sekali kita telah membuat sebuah gambar acuan adalah berguna
untuk membuat reproduksinya guna menghindari pembuatan yang berulang
kali . Maka kita siap untuk mendiagram persoalan-persoalan tapak .

G. BENTUK-BENTUK DIAGRAMATIK

Bentuk-bentuk diagramatik yang dijajarkan pada gambar-gambar acua


mungkin mungkin menggambarkan hal-hal fisik, kualitas atau kondisi daei
benda-benda fisik, kualitas atau kondisi dari benda-benda fisik.

Beberapa contoh bentuk diagramatik disajikan pada halaman-halaman berikut


dengan memakai tapak fiktif . Conroh-contoh akan memperlihatkan beberapa
cara yang khas untuk menyajikan secara diagrmatik
H. PENYEMPURNAAN DAN PENYEDERHANAAN

Penyempurnaan melibatkan pembuatan bentuk-bentuk diagramatik


sekomunikatif mungkin sementara penyederhanaan bersangkutan dengan
proses pengurangan tiap informasi grafik yang tidak ada hubungannya dari
diagram-diagram tersebut. Penyempurnaan pada dasarnya adalah kearah
penguatan pengalihan makna antara apa yang dikatakan diagram secara visual
dengan apa yang dikatakan fakta tapak secara tautan .

a. Ketetapan bentuk-bentuk dari segi penempatan pada gambar acuan

Diagram awal Diagram yang disempurnakan


b. Bemtuk-bentuk diagramatik
Diagram awal Diagram yang disempurnakan
Penyederhanaan adalah untuk mengurangi diagram sampai ke informasi
grafik minimum yang masih mengkomunikasikan pesan . Pengurangan ini
membantu meyakinkan bahwa kita memiliki suatu diagram yang lebih
mungkin mengkomunikasikan informasi yang diinginkan dan kurang
mungkin untuk disalah tafsirkan , beberapa contoh penyederhanaan
diagram disajikan :

Contoh-contoh penyederhanaan diagram

Diagram awal Diagram yang disederhanakan


Diagram awal Diagram yang disederhanakan
I. PENEKANAN DAN PENJELASAN GRAFIK

Biasanya, penekanan grafik melibatkan pemastian bahwa hakekat dari apa


yang tengah kita komunikasikan dengan diagram memperoleh ekpresi yang
paling kuat secara grafik . Adalah berharga untuk memberi kode secara grafik
faktor-faktor tapak yang kita rasakan penting atau yang mungkin memiliki
implikasi-implikasi penentu bentuk dalam perancangan. Ini dapat dilakukan
dengan titik-titik, bingkai-bingkai , disekitar diagram-diagram penting atau
alat-alat grafik lain.

J. JUDUL, LABEL, DAN CATATAN

Catatan-catatan yang cukup pada diagram untuk memastikan bahwa


faktor-faktor tapak telah dikomunikasikan secara jelas . Catatan-catatan
pada diagram harus dihubugkan dengan rafik sistematik mungkin. Karena
diagram-diagram tersebut terpisahkan dari satu dengan yang lainnya ,
penempatan catatan atau label-label dalam kaitan dengan diagram harus
sedapat mungkin terpola.

Judul dan label harus diletakkan secara konsisten dalam kaitan dengan
diagram dan perhubungan secara hierarki dengan judul utama pada
halaman atau papan lembaran analisis keseluruhan.
BAB III

MENGORGANISASIKAN DIAGRAM-DIAGRAM

A. KATEGORI SUBJEK
Sekali kita memiliki data , kita perlu memutuskan apakah label-label ini
masih mewakili judul-judul yang paling berarti dan cocok untuk informasi
kita. Kadang-kadang terdapat pertalian dan tarik menarik di antara diagram-
diagram tapak yang menyebabkan berkelompok secara berbeda-beda , jadi
menimbulkan kebutuhan bagi judul-judul informasi yang baru tentang
persoalan-persoalan tersebut dalam rancangan .

B. KUANTITATIF – KUALITATIF
Seringkali sebagai perancang, kita menginginkan untuk memisahkan
informasi tapak ke dalam “data keras” dan “data lunak”. Hal-hal ini adalah
“ketentuan-ketentuan” pada proyek dari sudut pandang tapak dan tidak
terbuka terhadap interpresentasi atau terkaan . Metoda pengorganisasian ini
juga mengenali data lunak yang tidak bersifat kuantitatif dan yang tersedia
untuk interpretasi oleh kita sebagai perancang. “Keras” dan “Lunak” dalam
contoh ini tidak memisahkan data menjadi fakta dan bukan fakta tetapi agak
kearah batas-batas perhatian yang diperintahkan oleh perancang dalam
konseptualisasi

C. UMUM-KHUSUS
Pada pendekatan organisasional ini, kita mulai dengan informasi tapak yang
memberikan pengertian tentang suatu tingkat pandangan dan berlanjut ke
suatu penguraian informasi tersebut pada suatu tingkat yang lebih terperinci .
Keuntungannya disini adalah bahwa tingkat yang lebih terperinci diberikan
suatu konteks informasi oleh tingkat yang lebih umum

D. KEPENTINGAN NISBI
Proyek yang akan menempati tapak kita harus memiliki perasaan terhadap
mana faktor-faktor tautan mungkin menjadi pengaruh-pengaruh utama pada
perancangan . Pengaruh ini dapat terjadi banyak tingkat dan berlaku pada
beberapa persoalan perancangan seperti penempatan yang optimum atas
fungsi-fungsi pada tapak.
E. URUTAN PENGGUNAAN
Dasar pemikiran untuk pengaturan diagram-diagram kita berhubungan
dengan pemikiran sebelumnya. Disini kita menduga suatu urutan dimana kita
mungkin membutuhkan data tersebut dalam perancangan, ini dapat dicoba
tingkat pengelompokkan diagram

F. SALING KETERGANTUNGAN
Fakta-fakta tersendiri mengenai tapak kita biasanya tergantung kepada satu
sama lain dalam berbagai cara. Masing-masing dari cara mengorganisasikan
informasi tapak memberi kita berbagai sistem pembubuhan label yang
berbeda-beda yang sebaliknya mempengaruhi.

BAB IV
MENAFSIRKAN DIAGRAM-DIAGRAM

Sedikitnya terdapat tiga tingkatan dimana interpretasi diagram dapat terjadi:

1. Pola keseluruhan dan kepadatan dari diagram sebagaimana kita


merasakannya sebagai suatu keseluruh pada lembaran.
2. Makna potensial dari susunan-susunan diagram-diagram yang
bersangkutan dengan suatu kategori persoalan tertentu.
3. Penafsiran tiap diagram sendiri-sendiri atau fakta tapak

Penafsiran atas diagram-diagram adalah usaha kita untuk menunjukkan


makna terhadap apa yang telah kita jumpai tentang tapak kita . Penafsiran
adalah dimana kita membaca diagram-diagram dan membiarkannya memberi
kepada kita sesuatu tentang apa yang dapat kita duga ketika kita benar-benar
memulai pada konseptualisasi perancangan.Dengan menyaring makna dari
dan/ atau menunjukkan makna ke tiap diagram tapak kita dapat meramaikan
dan menduga hal-hal tertentu mengenai tugas-tugas pernacangan kita
sesungguhnya. Beberapa contoh dari hal-hal ini disajikan pada halaman
berikut :

1. Suatu gambaran akan informasi tapak bersama dengan persepsi kita akan
tapak sebenarnya memberitahu kita apakah tapak tersebut adalah tapak
yang membutuhkan sesuatu atau tidak .

2. Ukuran tapak dalam kaitan dengan ruang-ruang fungsional yang akan


ditempatkan pada lahan memberitahu kita apakah kita tengah bekerja
dengan suatu bangunan yang ketat atau longgar terhadap situasi tapak
3. Mungkin terdapat suatu perintah yang kuat dari bentuk-bentuk bangunan
yang mengitari lahan kita untuk suatu jajaran khusus tanggapan-
tanggapan arsitektural konvensional pada proyek kita

4. Kontur-kontur tapak dapat sangat menonjol mendorong pendugaan akan


suatu bangunan di atas tiang pancang atau suatu tingkat pembentukkan
permukaan guna mengintegrasikan bangunan dan fungsi-fungsi eksterior
dengan lahannya.

5. Jalan yang berbatasan dan pola lalu lintas kendaraan biasanya


menentukan dimana kita dapat memasukkan kendaraan ke dalam lahan
kita dengan cara yang sebaik-baiknya.

6. Jalan-jalan yang berbatasan dan fungsi-fungsi di lingkungan sekitar dapat


merupakan pengaruh-pengaruh negatif terhadap proyek kita dimana kita
ingin pergunakan daerah

7. Kondisi-kondisi cuaca tahunan dapat sedemikian rupa sehingga kondisi-


kondisi tersebut mendorong beberapa konsep-konsep pemberi bentuk.

8. Karena daerah tersebut tidak dapat dipergunakan untuk bangunan kita,


dimensi garis sempadan yang besar mungkin sering dipergunakan untuk
daerah-daerah kegiatan luar ruang dan tempat parker.

9. Batasan ketinggian bangunan dan rettriksi-retriksi lain yang timbul dari


peraturan-peraturan dan perjanjian-perjanjian akan mengukuhkan
kendala-kendala pembentukan massa keseluruhan dan seringkali
membayangkan kosakata-kosakata bagi bangunan kita

10. Demi kepentingan ekonomi, kita dapat menginginkan untuk


menempatkan bangunan kita dekat dengan tepi tapak dimana utilitas
tersedia untuk menghindar saluran utilitas di atas tapak yang mahal
BAB V

BILAKAH MENGGUNAKAN ANALISIS TAUTAN

Karena semua bangunan mempunyai tapak, analisis tautan harus merupakan


bagian dari riset programatik dari tiap proyek. Dibawah tekanan waktu kita
harus selalu memilih kecermatan pada penyajian jika sesuatu hal harus
dikorbankan . Suatu ikatan yang luas dengan persoalan-persoalan tapak melalui
analisis tautan dapat merangsang gagasan-gagasan tentang penempatan secara
optimum elemen-elemen tapak yang utama

BAB VI

BENTUK-BENTUK ANALISIS TAUTAN LAINNYA

A. POTRET

Potret dapat sangat efektif dalam menyajikan informasi tentang tapak kita.
Disamping esei-esensil pada dan sekitar tapak kita , potret juga dapat dipakai
untuk mencatat semua data faktual yang telah didiskusikan sebelumnya pada
bab ini. Foto-foto berfungsi sebagai acuan grafik , foto-foto adalah efektif di
dalam menyajikan pemandangan-pemandangan kea rah tapak kita dari
berbagai arah pencapaian dan untuk merekam bentuk-bentuk dan detail-detail
bangunan yang penting di lingkungan

B. MAKET
Maket-maket tautan adalah teknik penyajian tiga dimensi yang biasanya
mempergunakan pendekatan campuran dari penumpukkan semua informasi
tapak pada sebuah maket dasar acuan.
C. GAMBAR HIDUP
Gambar hidup (movie) kadang-kadang merupakan suatu teknik analisis yang
menarik meskipun bagi kebanyakan kita tidak merupakan sesuatu yang
diusahakan . Gamabar hidup merupakan suatu cara yang efektif untuk
menyajikan analisis tautan untuk klien-klien, kelompok-kelompok yang besar

D. LEMBARAN TRANSPARAN
Lembaran-lembaran transparan memberi keuntungan pada pendekatan
kerangka campuran dengan pemisahan dan kejelasan dari pendekatan
diagram yang terpisah-pisah .

E. ANALISIS RUANG INTERIOR


Bentuk analisis tautan penting lainnya yang bersangkutan dengan isi daripada
dengan cara penyajian adalah analisis ruang interior. Analisis tautan interior
berkenaan dengan ruang, bahan, dinding, struktur, jendela, sirkulasi, dan
utilitas di dalam sebuah bangunan yang ada .