Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH TEORI ARSITEKTUR

“ANALISA BENTUK”

DIBUAT UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH


TEORI ARSITEKTUR
Yang dibina oleh ibu Titiani Widati, ST, M.Sc

oleh
1. Yohana Imelda (DBB 117 003)
2. Yohanes Hol (DBB 117 016)
3. Yongki E.A (DBB 117 051)
4. Debby I. (DBB 117 045)
5. Okbry W. (DBB 117 056)

JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PALANGKARAYA
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena kasih karunia-Nya
lah kami dapat menyelesaikan Teori Arsitektur tentang ‘‘Bentuk Cube House “, ini sebatas
pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki. Dan juga kami berterima kasih pada Ibu
Titiani Widati, ST, M.Sc selaku Dosen Teori Arsitektur yang telah memberikan tugas ini
kepada kami.

Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat
banyak kekurangan dan jauh dari apa yang saya harapkan. Untuk itu, saya berharap adanya
kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada
sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.

Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan
dan saya memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Palangkaraya, 3 Desember 2018

Penyusun
DAFTAR ISI

Halaman Judul.......................................................................... 1

Kata Pengantar........................................................................ 2

Daftar Isi..................................................................................... 3
BAB 1 Pendahuluan......................................................................... ........ 4
1.1. Latar Belakang................................................................. ........ 4
1.2. Rumusan Masalah........................................................... ........ 4
1.3. Tujuan………….......................................................... ........ 4
1.4. Manfaat ………………………………………………… ….... 4

BAB 2 Isi........................................................................................ ........ 5

A. Deskripsi Objek ................................................................ ........ 5

B. Analisa bentuk ……………………………………….. …… …… 6-8

C. Kualitas bentuk ……………………………………….. …… …… 8-11

D. Hubungan Bentuk dan Ruang……………………………………….. 11-12

3.1 Kesimpulan..................................................... ........ 13

DAFTAR PUSTAKA...................................................................... ........ 14


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Arsitektur di Rotterdam terkenal sebagai salah satu yang paling inovatif dan kreatif di
Belanda. Bahkan setelah lebih dari 30 tahun, Rumah Kubus tetap menjadi salah satu
kompleks yang paling menarik di kota ini. Alasannya sederhana: rumah menarik ini
berbentuk kubus dengan kemiringan 45 derajat yang dioptimalkan untuk memaksimalkan
ruang yang tersedia. Hasilnya adalah bangunan yang tampilan, nuansa, dan gayanya tidak
seperti bangunan di tempat lain di dunia.

Arsitek Belanda, Piet Blom, merancang Rumah Kubus Rotterdam pada akhir tahun 70-an
atas permintaan perencana kota. Blom sebelumnya bereksperimen dengan arsitektur
kubus di Helmond. Karenanya saat ditawari proyek ini di daerah pusat Oude Haven, ia
memutuskan untuk mengembangkan gagasan awalnya. Yang menarik, Rumah Kubus ini
bahkan membentuk jembatan pejalan kaki di salah satu jalan tersibuk menuju pusat kota.

1.2. Tujuan

• Bagaimana deskripsi objek arsitektur cube house?

• Bagaimana analisa bentuk dari cube house?

• Bagaimana analisa tentang hubungan bentuk dan ruang dari cube house?

1.3. Tujuan

Tujuan dari makalah ini adalah membuat analisis tentang bentuk dari bangunan cube
house yang dapat dikembangkan lebih lanjut dan dapat menjadi media pembelajaran bagi
pembaca.

1.4. Manfaat

• Untuk mengetahui deskripsi objek arsitektur dari bangunan cube house, yaitu data
tentang arsitektur cube house,arsitek dari bangunan tersebut, dan data tentang
bangunan.
• Untuk mengetahui analisa tentang bentuk massa,serta kualitas bentuk terkait warna,
material, tekstur, skala. Susunan bentuk, dll
• Untuk mengetahui hubungan bentuk dan ruang cube house.
BAB II
ISI

2.1. Deskripsi Objek

a. Arsitek Cube House

Piet Blom adalah seorang arsitek Belanda yang terkenal karena


'Kubuswoningen' ( rumah kubus ) dia pernah belajar di Akademi Seni Bangunan
Amsterdam sebagai murid Aldo van Eyck ia lahir tahun 8 Februari 1934

b. Didirikan tahun
Bangunan ini Pertama kali dibuat pada tahun 1974, dan selesai pada tahun 1977
dengan jumlah 39 rumah . Rumah Kubus (Cube house) Dibangun di Rotterdam dan
Helmond di Belanda.

c. Penjelasan objek
Rumah Kubus dirancang secara asimetris agar menyerupai hutan abstrak, dengan
masing-masing atap berbentuk segitiga yang melambangkan puncak pohon.
Perumahan tersebut dibangun dengan pilar beton dengan bingkai kayu. Bangunan ini
memiliki tiga lantai, yakni lantai dasar yang merupakan pintu masuk, lantai pertama
terdiri atas dapur terbuka dan ruang tamu, dan lantai kedua berisi kamar mandi serta
dua kamar tidur. Terkadang, lantai atas digunakan sebagai taman atap kecil. Setelah
Anda masuk, hal pertama yang harus dibiasakan adalah semua dindingnya miring.
Saat memasuki bagian atas bangunan ini, kecenderungan awal mungkin adalah
berhati-hati dengan kepala Anda.

Rumah Kubus berada di bagian tengah di sebelah stasiun kereta Rotterdam Blaak,
dengan beragam restoran dan kafe yang berkembang di Oude Haven. Rumah Kubus
dirancang dengan sangat mempertimbangkan masyarakat dan berfungsi sebagai
jembatan pejalan kaki. Area bebas lalu lintas yang menghubungkan kubus mencakup
tempat bermain anak, serta kantor dan studio kecil.
2.2 Analisa bentuk

Blom menggunakan konsep analogi , dari sebuah pohon . Dimana Kubus2 miring
konvensional dalam 45 derajat pada sebuah tiang berbentuk segi enam, Merupakan
sebuah pemukiman ( mereka mengatakan sebuah 'desa' atau village ), dimana setiap
rumah mewakili sebuah pohon dan jika bersama-sama menjadi sebuah 'hutan'.

Selanjutnya ia menggunakan Ruang-ruang yang saling mengunci , Hubungan special


yang saling mengunci dihasilkan melalui penumpukkan dua buah area special serta
munculnya zona ruang yang terbagi .
Susunan bentuknya menggunakan Organissasi Cluster yaitu tersebar
mengelompokkan bentuknya menurut kebutuhan ukuran

2.2. Kualitas bentuk

1. Warna
Warna pada cube house memiliki komposisi warna kuning dan biru, struktur
penyangganya berwarna putih dan cream. Warna tersebut membuat kesan kontras dan
natural
Warna
Biru
Warna
Kuning

Warna
Cream &
Putih
2. Material

Struktur penyangga bangunan memiliki material beton, pada bagian atap ditutupi
dengan bahan seng (zinc), sehingga bangunan tersebut kokoh

Beton
Seng

3. Tekstur

a. Tekstur pada penyangga kasar karena terbuat dari beton dan bata
b. Tekstur pada bagian atas mengkilap karena dilapisi seng

4. Skala
Skala dari segi manusia , berskala monumental .Namun secara visual mekanis

A. Secara manusia

B. Secara Visual
5. Susunan Bentuk

Susunan bentuk yang terdapat di cube house ada 2 yaitu linier dan cluster

1. Linier

2. Cluster
2.3.Hubungan bentuk dan ruangnya

1. Ruang Dalam
Bentuk bangunan ini tentunya mempengarui ruang yang ada di dalamnya,
Banyak yang mengira bangunan ini isi ruangnya ikut miring juga, tetapi hanya
dinding-dinding nya saja yang miring, tetapi permukaan lantainya, tetap saja rata.

Bentuk ruang segi banyak ( segi enam, segi delapan, dsb ), secara fisik akan
mempengaruhi penataan perabot di dalamnya dan akan memberikan kesan
kaku dan tegas terhadap ruang tersebut

Bentuk kubus ini tentunya tidak terlalu efisien , banyak ruang yang tidak dapat
dipakai, sekitar ¼ dari bangunan ini tidak bisa digunakan
2. Ruang Luar

Antara bangunan yang satunya dengan yang lainnya membentuk ruang


pada bagian bawah bangunan ini , ruang tersebut berguna sebagai jalan
BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Desain Piet Blom yang dibangun dengan bentuk kubus dan prisma segi enam , diharapkan
membentuk pepohonan dan hutan sesuai filsafah ekologi .

Secara filosofi , originalitas ide dan komposisi geometri yang berani pada bangunan ini
mampu memberi kesan futuristik sepanjang masa .
DAFTAR PUSTAKA

Broske, E. (2015). Questions of Public/Private, Interior/Exterior, Domestic/Metropolis


(Doctoral dissertation).

Hernowo, Bimo. 2007. Indonesia Architecture Magazine.

https://www.researchgate.net/publication/202160129_Rumah_Kubus_RotterdamCub
e_house_Rotterdam. Diakses 8 oktober 218

https://translate.google.com/translate?hl=id&sl=en&u=https://en.wikipedia.org/wiki/C
ube_house&prev=search