Anda di halaman 1dari 32

NAMA : HUDA ANUGRAH

NIM : 41035003161013
MATKUL :TUGAS METODE SELEKSI PEMULTAN

METODE SELEKSI TANAMAN MENYERBUK SENDIRI

SELEKSI MASA
1. Sebutkan tujuan seleksi massa!

Jawab :

Tujuan seleksi massa

 Memurnikan varietas
Pengotoran dari percampuran, persilangan alami dan mutasi alami dalam produksi benih.
 Memperbaiki sifat-sifat dalam varietas lokal
Diperoleh varietas unggul yang merupakan campuran genotipa dengan fenotip yang seragam.
Tujuan dari seleksi massa adalah untuk memperbaiki populasi secara umum dengan
memilih dan mencampur genotipe – genotipe superior.

2. Seleksi massa akan menghasilkan populasi yang memiliki tingkat adaptabilitas dan
stabilitas yang relatif tinggi. Mengapa demikian?
Jawab:
Karna Seleksi massa efektif dalam menaikkan frekuensi gen untuk sifat yang
mudah dilihat atau diukur. Dalam seleksi massa, maka tanaman individual yang
diinginkan dipilih, dipanen dan bijinya disusun tanpa uji-coba keturunan untuk membuat
generasi berikutnya. Karena seleksi itu didasarkan hanya atas induk betina, dan tidak ada
pengawasan tentang penyerbukan, maka seleksi massa termasuk bentuk perkawinan acak
dengan seleksi. Maksud dari seleksi massa ialah menaikkan proporsi genotype yang super
dalam populasi. Efisiensi yang dipakai untuk mengerjakannya dalam system perkawinan
acak dengan seleksi pertama-tama tergantung dari jumlah gen dan daya waris.
Jadi seleksi massa telah berguna dalam membentuk varietas untuk tujuan khusus
dan dalam mengubah adaptasi varietas supaya mereka cocok dengan area produksi yang
baru. Sebaliknya, seleksi massa tidak efektif dalam memodifikasi sifat seperti produksi
(hasil), yang dihimpun oleh banyak gen dan tak dapat disaksikan dengan cermat atas
dasar penampilan satu tumbuhan tunggal.

3. Seleksi massa akan menghasilkan populasi yang memiliki tingkat adaptabilitas dan
stabilitas yang relatif tinggi. Mengapa demikian?
Jawab :
Karena metode ini relative cepat untuk perbaikan karakter yang diinginkan.Pada
karakter yang memiliki heritabilitas yang tinggi, perbaikan karakter dapat dicapai dalam
satu siklus. Seleksi massa akan cepat memberikan hasil jika gen yang terlibat dalam
pengontrolan karakter yang diinginkan bersifat aditif. Karakter yang diperbaiki memiliki
heritabilitas yang tinggi, sedangkan karakter yang ingin dibuang bersifat resesif.Korelasi
antar karakter yang dipertahankan serta karakter yang ingin diperbaiki juga
penting.Karakter-karakter tersebut mesti memiliki korelasi positif.
4. Seleksi massa hanya efektif bagi karakter-karakter yang memiliki heritabilitas
tinggi. Mengapa demikian?
Jawab :
Untuk menjadi yang paling efektif, sifat-sifat yang menarik harus memiliki
heritabilitas yang tinggi. Karena seleksi didasarkan pada nilai fenotipik, pemilihan
optimal tercapai jika dilakukan dalam lingkungan yang seragam. Keseragaman fenotipik
kurang dari pada kultivar yang diproduksi oleh seleksi garis murni. Dengan dominasi,
heterozigot tidak dapat dibedakan dari genotipe dominan homozigot. Tanpa pengujian
pro-geny, heterozigot yang dipilih akan berpisah pada generasi berikutnya.

5. Seleksi massa tidak dapat bekerja terhadap karakter dengan konstitusi genetik
heterosigos dengan sifat dominan. Mengapa demikian?
Jawab :
Karena seleksi massa dalam pemuliaan tanaman adalah salah satu metode seleksi
yang tertua, untuk memilih bahan tanaman yang lebih baik pada generasi berikutnya.
Sedangkan tanaman menyerbuk sendiri yang disilangkan heterosigot semakin kurang
keragaman genetiknya, karena terjadi proses penyerbukan sendiri yang terus-menerus.
Dengan perubahan susunan genetic pada masing-masing pasangan
6. Buatlah skema seleksi massa!
Jawab :
Skema seleksi massa.

SELEKSI GALUR MURNI


1. Seleksi galur murni akan memberikan kemajuan genetik yang maksimum. Mengapa
demikian?
Jawab :
Karena Pemuliaan garis murni diperlukan untuk mengembangkan kultivar untuk
kegunaan :
 Kultivar untuk produksi mekanik yang harus memenuhi spesifikasi tertentu untuk
operasi seragam oleh mesin pertanian (misalnya, kematangan seragam, unifor m
tinggi untuk lokasi bagian ekonomi).
 Kultivar dikembangkan untuk pasar diskriminatif yang menempatkan premi pada
daya tarik visual (misalnya, bentuk seragam, ukuran).
 Kultivar untuk pasar pengolahan (misalnya, permintaan untuk kualitas
pengalengan tertentu, tekstur).
 Memajukan "olahraga" yang muncul dalam populasi (misalnya, bunga mutan
untuk penggunaan hias).

 Memperbaiki tanaman yang baru dijinakkan yang memiliki beberapa variabilitas.

 Metode seleksi garis murni juga merupakan bagian integral dari metode
pemuliaan lainnya seperti seleksi silsilah dan pemilihan populasi massal.

2. Seleksi galur murni dapat diterapkan pada karakter yang memiliki heritabilitas
rendah. Mengapa demikian?
Jawab :
Karena seleksi Ini berlaku untuk meningkatkan sifat-sifat heritabilitas rendah,
karena seleksi didasarkan pada kinerja progeni. Oleh karena itu seleksi galur murni dapat
diterapkan pada karakter yang memiliki heritabilitas rendah.

3. Seleksi galur murni akan menghasilkan populasi yang rentan terhadap pengaruh
lingkungan yang mengancam. Mengapa demikian?
Jawab :
Karena populasi tanaman yang di hasilkan dari metode galur murni bersegregasi
Keturunan dari persilangan yang melakukan penyerbukan sendiri di beberapa generasi.
Dan menyebabkan populasi tanaman tersebut dapat:

 beradaptasi pada lingkungan yang beragam atau perubahan lingkungan yang


cukup besar sehingga produksinya menjadi lebih baik.

 Produksinya stabil jika pada lingkungan yang berubah atau beragam.

 Ketahanannya akan lebih baik terutama terhadap penyakit

4. Seleksi galur murni berpotensi menyebabkan terjadinya erosi genetik. Mengapa


demikian?
Jawab :
Karena pada seleksi galur murni tanaman tidak dapat beradaptasi dengan
lingkungan dan berpotensi menyebabkan erosi genetic.
5. Buatlah skema seleksi galur murni!
Jawab :

SELEKSI PEDIGREE

1. Pada seleksi pedigree, seleksi tanaman mulai dapat dilakukan pada generasi awal.
Mengapa demikian?

Jawab :
Karena prosedur pedigree dimulai dari persilangan sepasang tetua homozigot
yang berbeda dan diperoleh generasi F1 yang seragam. Dengan penyerbukan sendiri
diperoleh generasi F2 yang bersegregasi. Dari generasi inilah seleksi dimulai kemudian
dilanjutkan kepada generasi- generasi berikutnya.

2. Pada seleksi pedigree, seleksi tanaman tunggal mulai dilakukan pada generasi awal.
Apa yang pertimbangan dari penerapan seleksi tersebut?

Jawab :

Metode ini disebut pedigree karena pencatatan dilakukan setiap anggota populasi
bersegregasi dari hasil persilangan. Silsilah (pedigree) diperlukan untuk menyatakan
bahwa dua galur tersebut serupa dengan cara mengkaitkan terhadap individu tanaman
generasi sebelumnya.
Prosedur pedigree dimulai dari persilangan sepasang tetua homozigot yang
berbeda dan diperoleh generasi F1 yang seragam. Dengan penyerbukan sendiri diperoleh
generasi F2 yang bersegregasi. Mulai generasi inilah seleksi dimulai kemudian
dilanjutkan kepada generasi- generasi berikutnya. Biji F1 dihasilkan dari persilangan dua
tetua dengan tangan melalui emaskulasi. Jumlah tanaman F1 ditentukan oleh kemampuan
untuk dapat menangani populasi generasi-generasi berikutnya dan disarankan jangan
terlalu banyak

3. Seleksi pedigree terutama diterapkan pada karakter-karakter kualitatif. Mengapa


demikian?

Jawab :
Karena seleksi pedigree dilakukan pada karakter yang memiliki heritabilitas
tinggi yaitu dilakukan pencetakan pada setiap anggota populasi yang bersegregasi dari
hasil persilangan.

4. Seleksi pedigree tidak cocok diterapkan pada populasi bukan hasil hibridisasi yang
penampilan karakter setiap individu tanamannya sulit dibedakan. Mengapa
demikian?

Jawab :
Karena seleksi pedigree merupakan seleksi untuk populasi hasil hibridisasi, yang
di sebut pedrigee atau silsilah karena dilakukan pencetakan pada setiap anggota populasi
bersegregasi dari hasil persilangan. Seleksi family terbaik, barisan terbaik, dan tanaman
terbaik. Dan hanya dapat dilakukan seleksi pada generasi F2 (tanaman yang di pilih
adalah tanaman yang terbaik pada barisan yang lebih baik seragam)

5. Buatlah skema seleksi pedigree!

Jawab :

Pedigree Breeding Method


SELEKSI BULK

1. Pada seleksi bulk, seleksi tanaman tunggal mulai dilakukan pada generasi lanjut.
Mengapa demikian?
Karena pada metode bulk tidak dilakukan pemisahan atau seleksi pada generasi
awal. Tanaman segregasi dibiarkan tumbuh bercampur dalam populasi, sehingga
memungkikan terjadi persilangan diantara genotipa berbeda.

2. Pada seleksi bulk, seleksi tanaman tunggal mulai dilakukan pada generasi lanjut.
Apa yang diharapkan dengan penundaan waktu seleksi tersebut?
Jawab :
seleksi tanaman tunggal mulai dilakukan pada generasi lanjut. Karena seleksi
ditunda sampai generesai lanjut yaitu genrasi f4-f5 karena pada generasi f1 sampai f4
benih ditanaman secara massa. pada generasi tersebut mengandalkan adanya seleksi
secara murni sehingga tanaman yang baik tidak terbuang karena tidak dilakukan seleksi
pada generasi awal. Sengingga jika pada generasi awal dapat menghilangkan genotipe-
genotipe yang baik pada sejumlah tanaman. Pada genrasi lanjutan sangat banyak
sehingga lahan harus luas. Oleh karena itu diperlukan seleksi pada generasi lanjut untuk
menghasilkan tanaman yang lebih unggul dan bervariasi.

3. Seleksi bulk terutama diterapkan untuk karakter-karakter kuantitatif. Mengapa


demikian?
Jawab :
Karena seleksi bulk merupakan metode untuk membentuk galur homozigot dari
populasi bersegregasi melalui selfing selama beberapa generasi tanpa seleksi.

4. Seleksi bulk hanya cocok diterapkan pada tanaman yang membutuhkan jarak
tanam sempit. Mengapa demikian ?
Jawab :
Karena seleksi bulk pada generasi awal hanya menghasilkan jumlah tanaman
yang sangat sedikit sehingga membutuhkan lahan yang sempit tidak luas. Dan pada
genrasi f1-f4 tidak bekerja terlalu berat. Karena pada generasi tersebut tidak ada seleksi
sehingga bersifat ekonomis bagi tanaman yang berumur pendek karena jarak tanamanya
sempit. Contohnya pada tanaman padi, gandum dan lain-lain

5. Buatlah skema seleksi bulk!


SELEKSI SINGLE SEED DESCENT

1. Seleksi single seed descent dikatakan hanya sesuai untuk tanaman menyerbuk
sendiri? Mengapa demikian?
Jawab :
Karena Single Seed Descent (SSD) merupakan prosedur seleksi setelah
hibridisasi, yaitu prosedur seleksi yang digunakan untuk mengidentifikasikan genotip-
genotip yang baik dari keturunan yang bersegregasi hasil hibridisasi tanaman menyerbuk
sendiri.
2. Seleksi single seed descent dikatakan berpotensi menghilangnya gen/ karakter yang
sebetulnya diinginkan. Mengapa demikian?
Jawab :
Karena bila seleksi pada awal generasi tidak tajam dalam pengamatan, dapat
mengakibatkan hilangnya tanaman superior. karena tidak ikut terpilih dan berpotensi
menghilangkan gen/karakter yang diinginkan.

3. Seleksi single seed descent terutama diterapkan untuk karakter-karakter kualitatif.


Mengapa demikian?
Jawab :
Karena pada seleksi ini Peternak dapat memilih untuk memaksakan beberapa
tekanan seleksi buatan dengan mengeluarkan tanaman yang tidak diinginkan dari
berkontribusi pada generasi berikutnya (pada generasi awal). Ini efektif untuk sifat
kualitatif.

4. Seleksi single seed descent dapat memanfaatkan rumah kaca atau area pertanaman
di luar area pertumbuhan optimal tanaman. Mengapa demikian?
Jawab :
Karena dengan metode ini tidak diperlukan seleksi, maka tanaman dapat
ditumbuhkan pada segala lingkungan, tanpa harus menyesuaikan dengan kondisi di
lapang. Metode ini sering dilaksanakan di rumah kaca yang dapat mengendalikan
lingkungan sehingga setiap tahun dapat diperoleh beberapa generasi. Dengan teknik
khusus yang dapat memindahkan biji sebelum masak, maka setiap generasi dapat
dipersingkat. Penanaman atau generasi dilanjutkan sampai galur-galur menjadi homsigot,
kemudian diperlukan dua generasi untuk perbanyak benih dari masing-masing galur,
yakni ditanam pada kondisi normal di lapangan.

5. Buatlah skema seleksi SSD!


SELEKSI BACKCROSS

1. Metode Backcross tidak efektif digunakan untuk memperbaiki karakter kuantitatif.


Mengapa demikian?
Jawab :
Karena Metode breeding backcross paling cocok untuk meningkatkan kultivar
yang telah terbukti ditemukan kekurangan satu atau dua sifat spesifik. Ini paling efektif
dan mudah dilakukan ketika sifat yang hilang secara kualitatif (sederhana) diwariskan,
dominan, dan menghasilkan fenotipe yang mudah diamati pada tanaman hibrida. Sifat
kuantitatif lebih sulit untuk berkembang biak dengan metode ini. Prosedur untuk
mentransfer sifat resesif mirip dengan sifat dominan, tetapi memerlukan langkah
tambahan.

2. Metode Backcross tidak efektif digunakan untuk memperbaiki karakter yang


memiliki heritabilitas rendah. Mengapa demikian?
Jawab :
Karena Kultivar yang dihasilkan dari program pengembang silang balik dapat
berbeda dari kultivar awal di luar gen yang ditransfer karena hambatan tautan dari
asosiasi sifat yang tidak diinginkan dengan gen dari donor. Backcrossing lebih efektif
dalam memutuskan hubungan atas selfing, terutama di mana heritabilitas rendah untuk
sifat yang tidak diinginkan.

3. Metode Backcross sangat mudah diterapkan pada perbaikan karakter dengan efek
gen dominan. Apa yang harus dilakukan apabila karakter yang akan diperbaiki
memiliki efek gen resesif?
Jawab :
Karena Backcrossing tidak efektif untuk mentransfer sifat quantitative. Sifat
tersebut harus sangat diwariskan dan mudah diidentifikasi dalam setiap generasi.
Kehadiran hubungan yang tidak diinginkan dapat mencegah kultivar ditingkatkan dari
pencapaian kinerja induk berulang asli. Karena Sifat resesif lebih banyak memakan
waktu untuk ditransfer yang harus dilakukan apabila karakter yang akan di perbaiki
memiliki effek gen resesif yaitu :
 Ketika mentransfer gen resesif (rr) backcross akan memisahkan untuk genotipe
homozigot dominan dan het-erozigous (misalnya, RR dan Rr). Untuk
mengidentifikasi genotip yang tepat untuk maju, perlu bagi diri sendiri balik
silang untuk membedakan dua segregants untuk Rr. Atau, kedua segregants dapat
digunakan di salib berikutnya, diikuti dengan selfing. The silang balik pro-jin dari
tanaman yang menghasilkan homozigot (rr) segregates heterozigot dan disimpan
sementara yang lain dibuang. Ini sebenarnya bukan modifikasi per se, karena itu
adalah cara untuk mentransfer alel resesif.

4. Pada metode backcross, persilangan balik dilakukan terhadap tetua recurrent.


Mengapa demikian?
Jawab :
Karena Teknik backcross kongruensi adalah modifikasi dari prosedur backcross
standar di mana beberapa backcrosses, bergantian antara dua orang tua di salib (bukan
terbatas pada tetua recurent berulang), digunakan. Teknik ini telah digunakan untuk
mengatasi hambatan hibridisasi interspesifik dari sterilitas hibrida, ketidakcocokan
genotip, dan aborsi embrio yang terjadi pada persilangan interspesifik sederhana.

5. Buatlah skema seleksi backcross!


METODE SELEKSI TANAMAN MENYERBUK SILANG
Mass Selection :
1. Bagaimana prinsip Mass Selection ?
Jawab :
Prinsip pemilihan massal adalah peningkatan populasi melalui peningkatan
frekuensi gen dari gen yang diinginkan. Seleksi didasarkan pada fenotip tanaman dan
satu generasi per siklus diperlukan. Pemilihan massal dikenakan sekali atau beberapa kali
(seleksi massa berulang). Peningkatan ini terbatas pada variabilitas genetik yang ada di
populasi asli (yaitu, variabilitas baru tidak dihasilkan selama proses pemuliaan). Tujuan
dalam pengembangan kultivar dengan seleksi massal adalah untuk meningkatkan kinerja
rata-rata populasi basis.

2. Apa kelemahan Mass Selection ?


Jawab :
Kelemahan mass selection yaitu Kontaminasi dari penyilangan dapat
menghasilkan het-erozygot dalam populasi. Sayangnya, di mana efek dominasi terlibat
dalam ekspresi sifat, heterozigot tidak dapat dibedakan dari individu dominan homo-
zygous. Memasukkan heterozigot dalam populasi yang secara alami mementingkan diri
sendiri akan menyediakan bahan bagi segregasi di masa depan untuk menghasilkan jenis-
jenis baru. Pemilihan massa paling efektif jika ekspresi sifat yang menarik dikondisikan
oleh aksi gen aditif.

3. Adakah perbedaan prinsip Mass Selection pada tanaman menyerbuk silang dengan
tanaman menyerbuk sendiri ?
Jawab :
Tidak ada karena Pemilihan massal sering digambarkan sebagai metode tertua
dari pemuliaan spesies tanaman yang diserbuki sendiri. Namun, ini tidak berarti membuat
prosedur menjadi usang. Sebagai seni kuno, petani menyimpan benih dari tanaman yang
diinginkan untuk menanam tanaman musim depan, praktik yang masih umum di
pertanian banyak negara berkembang. Metode seleksi ini berlaku untuk spesies yang
diserbuk sendiri maupun yang diserbuki silang.

4. Buatlah skema seleksi massa!


Jawab :
Fig. 10.2.

Model for
phenotypic recurrent
selection. Note that
the mean of the
populations has
increased following
each selection cycle.

Mass selection. Individual


plants are selected for
desirable traits and seed is
composited to grow the next
generation. The composite
may serve as the ''source
population" for the next
selection cycle.

Recurrent Selection :
1. Bagaimana prinsip Recurrent Selection ?
Jawab :
Prinsip recurrent selection Seleksi berulang adalah sistem pemuliaan yang dirancang
untuk meningkatkan frekuensi alel yang diinginkan untuk karakter tertentu yang
diwariskan secara kuantitatif dengan siklus seleksi berulang

2. Bagaimana konstitusi gen dan kondisi populasi hasil Recurrent Selection ?


Jawab :
Knstitusi dan kondisi populasinya yaitu di mana tanaman secara visual
dipilih dari populasi sumber dan progeni dari tanaman yang dipilih ditanam dan
disilangkan untuk mendapatkan kombinasi gen baru. Benih yang disilangkan digunakan
untuk menumbuhkan populasi sumber baru, yang memulai siklus seleksi berikutnya.
Seleksi berdasarkan fenotipe akan efektif sejauh fenotipe secara akurat mengidentifikasi
genotip superior untuk karakter yang sedang dipertimbangkan. Pendahuluan lama efek
samping yang efektif untuk karakter dengan interaksi genetik dan lingkungan yang
lambat, seperti cahaya panjang (incorn), seedsize, atau resistensi penyakit. Untuk karakter
kuantitatif yang tidak dapat dipilih secara akurat dari fenotipe, prosedur pemuliaan telah
dirancang berdasarkan progeni.
 Tahun 1 Tanamlah populasi sumber (varietas lokal, varietas syn-thetic, populasi
massal, dll.). Rogue tanaman yang tidak diinginkan sebelum berbunga, dan
kemudian pilih beberapa ratusan tanaman berdasarkan fenotipe. Panen dan curah.
 Tahun ke-2 Ulangi tahun 1. Tumbuh massal yang dipilih dalam uji coba hasil
awal, termasuk pemeriksaan. Ceknya adalah populasi yang tidak terpilih (asli),
jika tujuan dari pemilihan massal adalah untuk meningkatkan populasi.
 Tahun 3 Ulangi tahun 2 selama kemajuan dibuat.
 Tahun 4 Melakukan uji coba hasil lanjutan.

3. Apa yang menjadi penyebab yang mendasar terjadinya peningkatan penampilan


populasi pada setiap siklus Recurrent Selection ?
Jawab :
Penyebab yang mendasar terjadinya penampilan populasi pada setiap siklus
recurent selection karena terjadinya Metode peningkatan intrapopulasi yang umum
digunakan termasuk pemilihan massa, seleksi telinga-ke-baris, dan pemilihan sewa-
ulang. Metode intrapopulasi mungkin didasarkan pada tanaman tunggal sebagai unit
seleksi (misalnya, seperti dalam pemilihan massal), atau seleksi keluarga (misalnya,
seperti dalam berbagai metode pemilihan rekrut-rent).
4. Faktor apa saja yang mempengaruhi keefektivan dari Recurrent Selection ?
Jawab :
Yang mempengaruhi keefektifan recurent selection yaitu :
 Seleksi berulang membutuhkan penyeberangan ekstensif, yang merupakan
tantangan dalam spesies autogamus. Untuk mengatasi masalah ini, sistem
sterilitas pria dapat dimasukkan ke dalam program pemuliaan. Dengan sterilitas
pria, penyeberangan alami oleh angin dan / atau serangga akan menghilangkan
kebutuhan untuk penyerbukan tangan.
 Benih yang cukup dapat diperoleh dengan menyeberang di bawah lingkungan
yang terkendali (rumah kaca) di mana periode penyeberangan dapat diperpanjang.

5. Buatlah skema seleksi recurrent!


Jawab :

Ear to Row Selection :


1. Bagaimana prinsip Ear to Row Selection ?
Jawab :
prinsip Ear to Row Selection adalah skema seleksi saudara pilihan yang paling
sederhana yang berlaku untuk spesies yang diserbuki silang.

2. Bagaimana konstitusi gen dan kondisi populasi pada populasi hasil Recurrent
Selection ?
Jawab :

konstitusi gen dan kondisi populasi pada populasi hasil Recurrent Selection

 Musim 1 Tumbuh populasi sumber (populasi heterozigot) dan pilih tanaman yang
diinginkan (S0) berdasarkan fenotip sesuai dengan sifat yang diinginkan. Panen
tanaman secara individual. Jauhkan biji sisa dari setiap tanaman.
 Musim 2 Tumbuh ditiru progeni setengah-saudara (S0 × tester) dari individu yang
dipilih dalam satu envir-onment (uji coba hasil). Pilih progeni dan massal terbaik
untuk membuat progeni untuk generasi berikutnya Massal ditanam secara terpisah
(crossing block) dan acak dikawinkan.

 Musim 3 Benih dipanen dan digunakan untuk menumbuhkan siklus berikutnya.

3. Dibandingkan dengan hasil Recurrent Selection, adakah perbedaan konstitusi gen


dan kondisi populasi hasil Ear to Row Selection?
Jawab :
Ya terdapat perbedaan dimana pada hasil recurrent Selection Knstitusi dan kondisi
populasinya yaitu di mana tanaman secara visual dipilih dari populasi sumber dan progeni dari
tanaman yang dipilih ditanam dan disilangkan untuk mendapatkan kombinasi gen baru. Benih
yang disilangkan digunakan untuk menumbuhkan populasi sumber baru, yang memulai siklus
seleksi berikutnya. Seleksi berdasarkan fenotipe akan efektif sejauh fenotipe secara akurat
mengidentifikasi genotip superior untuk karakter yang sedang dipertimbangkan. Pendahuluan
lama efek samping yang efektif untuk karakter dengan interaksi genetik dan lingkungan yang
lambat, seperti cahaya panjang (incorn), seedsize, atau resistensi penyakit. Untuk karakter
kuantitatif yang tidak dapat dipilih secara akurat dari fenotipe, prosedur pemuliaan telah
dirancang berdasarkan progeni.

4. Buatlah skema seleksi ear to raw!


Jawab :

Season 1 Source
population
Select
and cross
pairs of
× × × parents
(reciproc
al
crosses)
100–200
plants
Season Grow
2 replicate
d

testcross
progeny
rows
Composit
e equal
amounts
of
Season 3 remnant
seed
from
superior
testcross
progeny;
grow
in
isolated
block

Backcross Method :
1. Bagaimana prinsip metode Backcross ?
Jawab :
Dasar pemikiran perkembangbiakan backcross adalah untuk menggantikan gen
tertentu yang tidak diinginkan dengan alternatif yang diinginkan, sambil
mempertahankan semua kualitas lainnya (adaptasi, produktivitas, dll.) Dari kultivar yang
beradaptasi (atau garis pembiakan). Alih-alih inbreeding F1 seperti yang biasanya
dilakukan, itu berulang kali disilangkan dengan tetua yang diinginkan untuk mengambil
(oleh "inbreeding dimodifikasi") genotipe yang diinginkan.

2. Apabila metode Backcross dilakukan pada tanaman menyerbuk silang,


permasalahan apa yang harus dihindari ?
Jawab :

Backcrossing juga digunakan untuk introgresi gen melalui persilangan lebar.


Namun, program seperti itu sering panjang karena spesies tanaman liar memiliki sifat
yang tidak diinginkan dalam jumlah yang signifikan. Pemuliaan backcross juga dapat
digunakan untuk mengembangkan garis isogenic (genotipe yang hanya berbeda pada alel
pada lokus spesifik, untuk sifat-sifat (misalnya, resistensi penyakit, tinggi tanaman) di
mana fenotip kontras. Metode ini efektif untuk berkembang biak ketika ekspresi sifat
sangat bergantung pada satu pasang gen, heterozigot dapat diidentifikasi dengan mudah,
dan spesies tersebut dapat dipupuk sendiri. Backcrossing dapat diterapkan dalam
pengembangan multiline
3. Bagaimana mengatasi permasalahan penerapan metode Backcross pada tanaman
menyerbuk silang ?
Jawab :

Cara mengatasi permasalahan penerapan metode Backcross pada tanaman menyerbuk


silang yaitu Metode silang balik (backros) merupakan prosedur yang digunakan untuk
memperbaiki galur yang sudah ada tetapi perlu ditambah karakter yang lain, Galur yang
hendak diperbaiki yaitu tetua pengulang (recurrent parent) karakter-karakternya tetap
dipertahankan kecuali karakter yang hendak diintrogressikan dari tetua donor. Galur A
(tetua pengulang) disilangkan dengan galur donor X, selanjutnya F1 atau F2 disilangkan
kembali dengan galur A. Dengan beberapa silang balik dengan galur A akan diperoleh
galur A yang karakternya sama dengan galur tetapi mengandung gen yang diinginkan
yang berasal dari galur X. Dalam silang balik harus jelas karakter yang diinginkan
sehingga dapat diikuti selama proses seleksi Pada metode silang balik terdapat dua
tahapan yaitu prosedur metode silang balik untuk gen dominan dan metode silang balik
untuk gen resesif. Dan Terdapat 2 tipe seleksi yang dikenal pada tahapan silang balik
yaitu seleksi foreground dan background. Seleksi foreground untuk menseleksi individu
tanaman yang mengandung alel donor pada lokus target. Tujuannya menjaga lokus target
dalam keadaan heterozigot (gabungan alel dari donor dan recurrent parent). Sampai
dengan tahap akhir backcrossing, tanaman kemudian diselfing pada kondisi homozigot
dari donor. Sedangkan seleksi background yaitu mendeteksi alel-alel dari recurrent parent
di seluruh genom.

4. Buatlah skema seleksi backcross


Jawab :
Clonally Selection :
1. Bagaimana prinsip Clonally Selection ?
Jawab :

Prinsip-prinsip penerapan seleksi klonal :

 Tanaman membiak vegetatif umumnya beradapada kondisi heterosigos. Oleh


karena itu,persilangan sendiri yang meningkatkanhomosigositas harus dihindari.

 Segregasi gen tidak dijumpai pada tanamanmembiak vegetatif. Oleh karena


itu,seleksipada F1 berpeluang diperolehnya klon-klonunggul baru.

 Klonal diperbanyak secara vegetatif,oleh karena itu pada seleksi klonal tidak
terdapat segrasi gen.

 Keturunan klonal memiliki konstitusi genetikyang identik. Oleh karena


itu,seleksiterhadap genotipe-genotipe pada klon yangsama tidak efektif, kecuali
klon-klon tersebutdikembangkan melalui induksi mutasi.
 Keturunan klonal memiliki konstitusi genetikyang identik. Oleh karena
itu,pengujianklon-klon didasarkan pada pertanamantunggal.

 Tanaman membiak vegetatif memilikimetode perbanyakan vegetatif


yangbervariasi. Oleh karena itu,waktu yangdibutuhkan untuk menyelesaikan satu
siklusseleksi klonal tergantung juga kepadametode perbanyakannya.

 Setiap tanaman membiak vegetatif memilikikemampuan beregenerasi vegetatif


yangbervariasi. Oleh karena itu, jumlah tanamandalam tahap kegiatan seleksi
klonaltergantung kepada genotipe tanamannya

 Umur tanaman, jumlah karakter, danekstensivitas penggunaan klon-klon


sangatberagam. Oleh karena itu, jumlah generasiseleksi klonal juga sangat
bervariasi.

2. Kapan penerapan seleksi dilakukan pada tanaman yang diperbanyak secara


klonal ? Mengapa hal tersebut dapat dilakukan ?
Jawab :

Penerapan Seleksi Klonal Tergantung Pada :

 Genotipe tanaman

 Latar belakang genetik tanaman

 Umur tanaman (Semusim/ Tahunan)

 Permasalahan spesifik tanaman

 Ekstensivikasi lingkungan adaptasi klon

 Kemampuan regenerasi seksual

Prinsip-prinsip penerapan seleksi klonal :

 Tanaman membiak vegetatif umumnya beradapada kondisi heterosigos. Oleh


karena itu,persilangan sendiri yang meningkatkanhomosigositas harus dihindari.

 Segregasi gen tidak dijumpai pada tanamanmembiak vegetatif. Oleh karena


itu,seleksipada F1 berpeluang diperolehnya klon-klonunggul baru.

 Klonal diperbanyak secara vegetatif,oleh karena itu pada seleksi klonal tidak
terdapat segrasi gen.
 Keturunan klonal memiliki konstitusi genetikyang identik. Oleh karena
itu,seleksiterhadap genotipe-genotipe pada klon yangsama tidak efektif, kecuali
klon-klon tersebutdikembangkan melalui induksi mutasi.

 Keturunan klonal memiliki konstitusi genetikyang identik. Oleh karena


itu,pengujianklon-klon didasarkan pada pertanamantunggal.

 Tanaman membiak vegetatif memilikimetode perbanyakan vegetatif


yangbervariasi. Oleh karena itu,waktu yangdibutuhkan untuk menyelesaikan satu
siklusseleksi klonal tergantung juga kepadametode perbanyakannya.

 Setiap tanaman membiak vegetatif memilikikemampuan beregenerasi vegetatif


yangbervariasi. Oleh karena itu, jumlah tanamandalam tahap kegiatan seleksi
klonaltergantung kepada genotipe tanamannya

 Umur tanaman, jumlah karakter, danekstensivitas penggunaan klon-klon


sangatberagam. Oleh karena itu, jumlah generasiseleksi klonal juga sangat
bervariasi.

3. Buatlah skema seleksi klonal!


Jawab :

a. Skema seleksi klonal untuk populasi alam

b. Skema seleksi klonal untuk populasi hasil hibridisasi

c. Skema seleksi klonal untuk populasi hibridisasi di sertai tahapan segregasi


SELEKSI BERBASIS MARKA MOLEKULER
1. Sebutkan salah satu dasar pemanfaatan marka molekuler dibandingkan dengan
pemuliaan tanaman konvensional!
Jawab :

Prosedur pemuliaan konvensional dibatasi oleh fakta bahwa sumber variasi genetik
yang dapat disesuaikan dengan manipulasi penggunaannya dibatasi pada praktik yang
tersedia di dalam kumpulan gen spesies tunggal. Selain itu, manipulasi perkembangbiakan
konvensional melibatkan penyeberangan seluruh genom, bergantung pada berbagai macam
dan rekombinasi independen untuk menghasilkan rekombinan superior; dan mencoba untuk
mengidentifikasi ini dari antara banyak produk segregasi. Bahkan untuk alel dengan efek
fenotipe majo dan clear-cut ini bisa melibatkan banyak generasi dan tugasnya mungkin
hampir tidak mungkin bila alel yang diinginkan dan yang tidak diinginkan terkait erat.
2. Apakah alasan utama dibalik pemanfaatan Marker Assisted Breeding?
Jawab :
Alasannya karena Gagasan umum di balik pembiakan dengan bantuan marker:
Sebelum peternak dapat menggunakan asosiasi berbasis hubungan antara sifat dan spidol,
asosiasi harus dinilai dengan tingkat akurasi tertentu dan dengan demikian genotipe
penanda dapat digunakan sebagai indikator atau prediktor genotipe gen sifat dan fenotip
Bila alel yang dipertanyakan jumlahnya sedikit dan memiliki efek utama pada fenotipe,
seperti hambatan penyakit genase tunggal, penilaian asosiasi sangat mudah: memetakan
sifat monogenik seiring dengan pemetaan penanda saat pengenalan alel yang diinginkan
ke dalam Kultivar dapat dilakukan dengan mudah dengan prosedur pembiakan klasik,
penyilangan silang, selfing dan seleksi. Dalam kedua kasus tersebut, peternak bergantung
pada hubungan yang jelas antara genotipe dan fenotip untuk memantau keberadaan alel
yang diinginkan pada populasi yang menjadi perhatian.

3. Diskusikan mengenai kunci utama keberhasilan pengembangan marka molekuler


sehingga bisa dilakukan Marker Assisted Selection!
Jawab :
Kunci utamanya yaitu :
 Penanda harus menggabungkan atau memetakan sedekat mungkin dengan gen
target (misalnya kurang dari 2 cM), agar memiliki frekuensi rekombinasi yang
rendah antara gen target dan penanda. Akurasi MAS akan ditingkatkan jika, bukan
satu penanda tunggal, dua spidol yang mengapit gen target digunakan. Idealnya,
penanda berbasis gen yang dikembangkan dari urutan gen target, atau spidol
fungsional yang mengungkapkan perbedaan fungsional yang terkait dengan gen
target, lebih disukai karena pemisahan antara penanda dan gen target tidak akan
ada lagi atau akan dikurangi. seminimal mungkin.
 Untuk penggunaan tak terbatas di MAS, spidol harus menampilkan polimorfisme
antar genotipe yang memiliki dan tidak memiliki gen target.
 Penanda spidol yang hemat biaya, sederhana dan tinggi diperlukan untuk
memastikan kekuatan genotip yang dibutuhkan untuk skrining cepat populasi
besar. Penanda non-PCR berbasis hibridisasi yang dapat mengungkapkan
perbedaan dari sampel DNA secara langsung lebih disukai.

4. Komponen apa saja yang dibutuhkan agar MAS dapat dilakukan lebih efisien?
Jawab :
Seperti dirangkum oleh Xu, Y. (2003), ada lima komponen kunci yang diperlukan agar
MAS dapat dilakukan di antaranya yaitu:
 Penanda genetik dan karakterisasi yang sesuai;
 Peta molekul dengan kepadatan tinggi;
 Menetapkan atribut marker-trait untuk sifat-sifat minat;
 Sistem genotiping throughput tinggi
 Analisis data fungsional dan pengiriman adalah lima komponen kunci yang
dibutuhkan

5. Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan dan perlu dipenuhi untuk marka DNA
dalam MAS?
Jawab :
penanda DNA yang diinginkan untuk MAS harus memenuhi persyaratan sebagai
berikut: detec-tion frekuensi tinggi polimorfisme, co-dominasi, kelimpahan, cakupan
seluruh genom, duplicability tinggi, kesesuaian untuk analisis tinggi-throughput dan
multi-plexing, kesederhanaan teknis, biaya effec mengenai efektivitas, kebutuhan
sejumlah kecil DNA dan user-friendly (seperti kesesuaian untuk sistem genotip yang
berbeda dan facil-ities)

6. Apa yang dimaksud dengan marka dominan dan ko-dominan?


Jawab :
Penanda codominant adalah spidol dimana kedua alel diekspresikan saat terjadi
co-occurring pada individu. Oleh karena itu, dengan penanda codominant, heterozigot
dapat dibedakan dari homozigot, yang memungkinkan penentuan genotipe dan frekuensi
alel di lokus.
Sebaliknya, profil band dari penanda dominan dinilai sebagai ada atau tidaknya fragmen
dengan ukuran tertentu, dan heterozigositas tidak dapat ditentukan secara langsung.
Sebagai konsekuensinya, hanya perkiraan frekuensi alel yang dapat diperoleh dengan
mengasumsikan kesetimbangan Hardy-Weinberg pada populasi dan memperkirakan
frekuensi alel dari proporsi individu dengan fenotip absen (resesif homozigot). Untuk
spesies yang berpopulasi secara internal, heterozigositas dapat diabaikan dan frekuensi
alel dianggap sama dengan frekuensi pita yang diamati. Penanda codominant lebih
disukai untuk sebagian besar aplikasi. Mayoritas penanda codominant adalah penanda
lokus tunggal dan karenanya tingkat informasi per uji biasanya lebih rendah
dibandingkan teknik multilokus.
7. Kemukakan alasan mengapa dibutuhkan peta molekuler dengan kerapatan tinggi
pada MAS!
Jawab :
Alasannya karena Efisiensi MAS sebagian besar tergantung pada seberapa baik
penanda terkait dengan sifat sasaran. Pembangunan peta genetik high-density
menggunakan high-throughput molekul mark-ers adalah langkah pertama untuk skala
besar MAS pro-gram. Sebuah peta referensi diperlukan untuk setiap tanaman atau spesies
berdasarkan populasi Segre-gating permanen yang bisa dibagi interna-tionally
memungkinkan penempatan tanda tambahan pada peta yang sama. Peta ini harus
dibangun menggunakan spidol yang ramah bagi pengguna. Ada dua alasan mengapa kita
perlu high-density peta molekul.
 Pertama, persyaratan mini-ibu untuk MAS berdasarkan asosiasi sifat marker-
mencakup sistem tiga-penanda: satu penanda co-memisahkan dengan sifat untuk
seleksi foreground dan dua lainnya mengapit daerah sasaran untuk seleksi
rekombinan. Karena gen target yang dapat ditemukan di setiap wilayah genom,
peta padat diperlukan untuk mengidentifikasi triplet ini setiap posisi dalam
genom. Bahkan jika penanda genic atau fungsional yang tersedia untuk sifat
sasaran, triplet masih diperlukan untuk seleksi terhadap genom donor sekitar
target saat penanda-dibantu introgresi gen yang terlibat.
 Kedua, spidol diidentifikasi dengan menggunakan populasi pemetaan mungkin
tidak pol-ymorphic dalam pemuliaan populasi berasal dari tetua lainnya. Untuk
menjamin bahwa sistem tiga penanda akan bekerja untuk populasi berkembang
biak lainnya, banyak penanda harus diidentifikasi di sekitar wilayah sasaran.
Untuk spesies tanaman dengan peta fisik dan urutan genom seluruh tersedia,
penanda molekuler akan tersedia untuk menutupi seluruh genom sehingga
penanda menargetkan gen-gen tertentu dan wilayah genom dapat dipilih dari
penanda dan / atau urutan database. Menggunakan sistem genotip array berbasis
lebih murah, inti set array berbasis penanda molecu-lar dapat dibentuk untuk
semua pemetaan genetik dan genome-wide MAS untuk populasi berbeda-beda.
8. Mengapa perlu megetahui Polymorphism information content (PIC) value dalam
MAS?
Jawab :
Karena Nilai PIC digunakan untuk merujuk pada nilai relatif masing-masing
penanda sehubungan dengan jumlah polimorfisme yang dipamerkan, yang dapat
diperkirakan. dimana Pic adalah frekuensi alel jth untuk markeri dan penjumlahan meluas
melebihi n alel (Weir, 1990; Anderson et al., 1993). Perhitungannya didasarkan pada
jumlah alel yang terdeteksi oleh penanda pada lokus tertentu dan frekuensi relatif masing-
masing alel pada aksesi yang diuji.

9. Sebutkan apa saja keuntungan yang bisa didapat dengan menggunakan MAS!
Jawab :
Keuntungannya yaitu seperti menurut Xu, Y. (2002) membahas enam situasi yang
paling sesuai untuk MAS. Ini termasuk seleksi tanpa uji silang atau uji progeni; seleksi
independen dari lingkungan; seleksi tanpa kerja lapangan yang sulit atau pekerjaan
laboratorium yang intensif; seleksi pada tahap berkembang biak sebelumnya; seleksi
untuk beberapa gen dan / atau beberapa sifat; dan seluruh seleksi genom.

10. Diskusikan mengenai studi kasus berikut! Seorang mahasiswa ingin melakukan
seleksi untuk karakter ketahanan tanaman padi terhadap wereng coklat.
Mahasiswa tersebut telah memiliki bahan tanaman dan serangga wereng untuk
pengujian. Kemudian ia melakukan pengujian ketahanan dengan melakukan
ekstraksi DNA, amplifikasi PCR, marker genotyping dan melakukan analisis
statistik. Apakah langkah yang dilakukan mahasiswa tersebut sudah benar?
Jawab :
Iya sudah benar karena karena mahasiswa tersebut melakukan pengujian
menggunakan ekstrasi DNA, amplifikasi PCR,marker gentyping, dan melakukan analisis
statistik. Dimana langakah pertama spidol SSR dapat di-multiplexing melakukan PCR
dan untuk beberapa-sampel loading pada gel menggunakan label fluorescent. DNA
diekstraksi dari sepotong kecil daun atau dari biji kering tunggal akan cukup untuk
menjalankan beberapa hun-dreds penanda. Sebagai gen semakin banyak kloning, akan
mungkin untuk mengembangkan penanda molekuler berdasarkan urutan dalam gen yang
diinginkan. spidol intragenik memberikan beberapa keunggulan dibandingkan penanda
gen-linked. Pertama, tidak ada rekombinasi antara penanda dan gen, atau rekombinasi
intergenic. Kedua, beberapa alel dapat ditandai dan dibedakan. Contohnya adalah
penanda SSR beras, RM190, berasal dari urutan mikrosatelit dengan situs sambatan
dalam gen lilin, yang bertanggung jawab untuk sintesis amilosa, suatu sifat kualitas gabah
penting untuk beras. Sebagai gen semakin banyak kloning menjadi tersedia, spidol
fungsional dikembangkan dari gen target akan menjadi pilihan terbaik di MAS.

11. Apa alasan yang mendasari seorang pemulia untuk melakukan tandem selection?
Jawab :
Alasannya yaitu untukn Dapat mengambil contoh kasus dari literature
Pengembangan populasi Mentimun dengan pemanfaatan tandem selection. Akan lebih
baik untuk mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk memasukkan sifat eksotis ke
dalam plasma nutfah ketimun komersial. Dengan demikian, sebuah proyek dirancang
untuk menggabungkan sifat eksotis yang mengkondisikan arsitektur tanaman menjadi
mentimun komersial untuk meningkatkan hasil panen. Hal ini dilakukan dengan
menghubungkan jalur unik yang berbeda dalam kebiasaan tanaman untuk menghasilkan
populasi dasar yang dikenai tiga siklus seleksi massa berulang oleh fenotip untuk empat
komponen hasil. Selanjutnya, garis hasil tinggi diekstraksi melalui seleksi strategis
dengan penanda molekuler, dan penyilangan silang.

12. Sebutkan keuntungan yang bisa didapat dengan penggunaan tandem selection!
Jawab :
Keuntungannya yaitu Pada sebagian besar program pemuliaan tanaman, ada
kebutuhan untuk memperbaiki lebih dari satu sifat pada satu waktu. Sebagai contoh,
kultivar hasil tinggi yang rentan terhadap penyakit yang lazim tidak akan banyak berguna
bagi petani. Pengakuan bahwa perbaikan satu sifat dapat menyebabkan perbaikan atau
penurunan sifat terkait berfungsi untuk menekankan kebutuhan akan pertimbangan
simultan dari semua sifat yang penting dalam spesies tanaman.
13. Diskusikan mengenai prosedur yang dilakukan dalam tandem selection untuk
menyeleksi karakter yang diinginkan!
Jawab :
prosedur yang dilakukan dalam tandem selection untuk menyeleksi karakter yang
diinginkan yaitu dimana Dalam marker-assisted breeding pemulia tanaman mengambil
keuntungan dari hubungan antara sifat-sifat agronomi dan alel vari-semut penanda
genetik, sebagian besar molekul,. Ide umum di belakang pemuliaan dengan bantuan
penanda adalah sebagai berikut. Sebelum peternak dapat memanfaatkan asosiasi berbasis
hubungan antara sifat-sifat dan spidol, asosiasi harus dinilai dengan tingkat tertentu
accur-ACY dan dengan demikian genotipe marker dapat digunakan sebagai indikator atau
prediktor genotipe sifat dan fenotipe. Ketika alel di ques-tion sedikit jumlahnya dan
memiliki efek besar pada fenotipe, seperti ketahanan terhadap penyakit tunggal berbasis
gen-, penilaian asosiasi sangat mudah: pemetaan sifat monogenik sejalan dengan
pemetaan penanda, sementara pengenalan alel yang diinginkan ke kultivar dapat
dilakukan dengan mudah dengan prosedur pemuliaan klasik persimpangan, silang balik,
selfing dan seleksi. Dalam kedua kasus, peternak tergantung pada hubungan-kapal yang
jelas antara genotipe dan fenotipe untuk memantau kehadiran alel yang diinginkan dalam
populasi perhatian. Untuk sifat kuantitatif, namun, penilaian yang dapat diandalkan sifat-
penanda diasosiasikan asi membutuhkan percobaan lapangan skala besar serta teknik
statistik, dikenal sebagai lokus sifat kuantitatif pemetaan (QTL)