Anda di halaman 1dari 21

TUGAS KELOMPOK

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PM NY. W DENGAN


OSTEOARTRHITIS
DI BANGSAL FLAMBOYAN RUMAH PELAYANAN SOSIAL LANJUT
USIA PUCANG GADING SEMARANG

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Praktik Klinik Keperawatan Gerontik


Dosen Mata Ajar : Ns. Tuti Anggarawati, M.Kep

Disusun Oleh :

1. Lusi Arifirohwati (16.055) 6. Robin Herlex .P (16.086)


2. Nindy Lestari Dewi (16.066) 7. Ruwita Duwiyanti (16.087)
3. Rahmanisa Dwi .S (16.074) 8. siti Romidah (16.094)
4. Rezania Cindy .B (16.079) 9. veni Yudha .W (16.098)
5. Rita Puspita .S (16.082) 10. Vivi Rahmawati (16.099)

AKADEMI KEPERAWATAN KESDAM IV/DIPONEGORO


SEMARANG
2018
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PM NY. WDENGAN
OSTEOARTHRITIS

1. IDENTITAS KLIEN
Nama : Ny. W
Umur : 71 Th
Jenis Kelamin : Perempuan
Status Perkawinan : Cerai mati
Alamat : Semarang
Suku : Jawa
Agama : Islam
Pendidikan Terakhir : SR (Sekolah Rakyat)
Lama Tinggal Di Panti : 9 tahun 11 bulan
Sumber Pendapatan : Tidak ada
Keluarga Yang Dapat Dihubungi : Keponakan
Riwayat Pekerjaan : Pedagang

2. RIWAYAT KESEHATAN
a. Keluhan yang dirasakan saat ini
- PM mengatakan bahwa kaki kanan dan kirinya sering sakit, terutama
dibagian lutut dan seminggu pernah bengkak
b. Keluhan yang dirasakan 3 bulan terakhir
- PM mengatakan kaki kesemutan, untuk berjalan sakit apalagi rasanya
seperti ditusuk-tusuk, rasanya sakitnya terasa sampai ke kepala
c. Penyakit saat ini
- Rematik tulang lutut
d. Kejadian penyakit 3 bulan terakhir
- PM mengatakan lutut ngilu dan flu
3. STATUS FISIOLOGI
a. Postur tulang belakang
- PM tampak tegap (tidak bunguk)
b. TTV dan status gizi
1. Suhu : 36,70C
2. TD : 140/90 mmHg
3. N : 85 x/menit
4. RR : 22 x/menit
5. BB : 46 kg
6. TB : 145 cm
7. IMT :

4. PENGKAJIAN HEAD TO TOE


a. Kepala
- Kepala PM tampak bersih, bentuk mesosephal, rambut berwarna putih,
tidak ada lesi, tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan
b. Mata
- Bentuk simetris, konjungtiva tidak anemis, penglihatan kurang baik
sehingga menggunakan kacamata, sklera tidak ikterik, pergerakan bola
mata normal, reflek pupil terhadap cahaya normal, tidak ada peradangan,
tidak ada riwayat katarak
c. Hidung
- Bentuk simetris, tidak ada perdarahan, fungsi penciuman baik dan dapat
membedakan bau
d. Mulut dan tenggorokan
- Mulut terlihat bersih, mukosa bibir kering, tidak ada perdarahan, gigi
bersih dan beberapa gigi sudah ada yang lepas, tidak ada kesulitan
mengunyah dan menelan
e. Telinga
- Bentuk simetris antara kanan dan kiri, tidak ada peradangan, terdapat
serumen dalam batas normal, ketajaman pendengaran masih baik
f. Leher
- Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada pembesaran vena
jugularis, tidak ada kaku kuduk
g. Dada
- Dada simetris antara kanan dan kiri, tidak ada retraksi dinding dada, tidak
ada suara nafas tambahan, tidak ada nyeri tekan, tidak ada suara jantung
tambahan
h. Abdomen
- Bentuk datar, tidak ada nyeri tekan, bising usus 15 x/menit, tidak supel,
tidak kembung, tidak ada massa yang teraba
i. Genetalia
- Bersih, tidak ada hemoroid
j. Ekstremitas
- Kekuatan otot 4 (melawan gravitasi dengan tahanan sedikit), tidak ada
benjolan, tidak tremor, tidak oedem pada tangan dan kaki, tidak
menggunakan alat bantu jalan
k. Integumen
- Kulit tampak bersih, warna kulit sawo matang, kulit tampak kering dan
keriput, tidak ada gangguan pada kulit

5. PENGKAJIAN KESEIMBANGAN LANSIA


a. Perubahan posisi atau gerakan keseimbangan
- PM dapat bangun dari kursi dengan satu kali gerakan
- PM dapat duduk di tengah kursi
- PM dapat menahan dorongan pada sternum
- PM dapat melakukan putaran leher dalam keadaan stabil dan tidak pusing
- PM dapat melakukan gerakan mengepal sesuatu
- PM dapat membungkuk untuk mengambil objek yag berbentuk kecil
b. Komponen gaya berjalan
- PM mampu berjalan tanpa memegang objek untuk dukungan jalan
- Ketingian langkah ± ¼ jengkal
- PM dapat berbalik badan tanpa sempoyongan

6. PENGKAJIAN PSIKOSOSISAL
a. Hubungan dengan orang lain dalam bangsal
- PM mampu berinteraksi dan bekerja sama
b. Hubungan dengan orang lain di luar bangsal di dalam panti
- PM mampu berinteraksi dengan baik
c. Kebiasaan lansia berinterksi ke bangsal lainnya di dalam panti
- PM jarang berinteraksi ke wisma lain
d. Stabilisasi emosi
- Stabil
e. Motivasi penghuni panti
- Kemauan sendiri
f. Frekuensi kunjungan keluarga
- 1-2 kali / tahun
g. Masalah mental
- Identifikasi emosional dengan GDS (Geriatric Depretion Scale)
Skor yang bercetak tebal : 4 (not depressed)
- Identifikasi askep kognitif dengan MMSE (Mini Mental State
Examination)
Skor nilai : 27 (normal)
- Identifikasi tingkat kerusakan intelektual
Salah 0 : fungsi intelektual ututh

7. PENGKAJIAN PERILAKU TERHADAP KESEHATAN


- PM tidak ada kebiasaan merokok
- PM tidak meminum alkohol dan kopi
- PM menggunakan obat-obatan
8. POLA PEMENUHAN KEGIATAN SEHARI-HARI
a. Pola Nutrisi
- Frekuensi makan : PM makan 3x sehari
- Jumlah makan yang di habiskan : ½ porsi yang di habiskan
- Makanan tambahan : PM selalu menghabiskan
makanan tambahan
b. Pola Cairan
- Frekuensi minum : PM minum > 3 gelas sehari
- Jenis minuman : PM minum air putih
c. Pola Tidur
- Jumlah waktu tidur : PM tidur 6-7 jam sehari
- Gangguan tidur : PM sering terbangun pada
saat sedang tidur
- Penggunaan waktu luang ketika tidak tidur : PM bersantai sambil
mengobrol dengan PM
lainnya
d. Pola Eliminasi
- Frekuensi BAB : PM BAB 2 kali sehari
- Konsistensi : lembek
- Gangguan BAB : PM tidak ada gangguan BAB
e. Pola BAK
- Frekuensi BAK : PM BAK 3-4 kali sehari
- Warna urine : kuning jenih
- Gangguan BAK : tidak ada gangguan BAK
f. Pola Aktivitas
- Kegiatan produktifitas PM yang sering dilakukan adalah merapikan tempat
tidur dan barang-barang di lemari, menyapu lingkungan bagsal
g. Pemenuhan Kebersihan Diri
- PM mandi 2 kali sehari, memakai sabun, sikat gigi 2 kali sehari,
menggunakan pasta gigi, kebiasaan berganti pakaian 2 kali sehari yaitu
pagi dan sore hari
9. TINGKAT KEMANDIRIAN DALAM SEHARI-HARI
Pengkajian fungsional bedasarkan :
a. Barthel Indeks penilaian 100(mandiri)
b. Indeks KATZ : Nilai A (kemandirian dalam hal makan, kontinen berpindah,
ke kamar mandi, berpakaian dan mandi

10. PENGKAJIAN LINGKUNGAN


a. Pemanfaatan Pemukiman
- Luas bangunan : 6 x 15 m
- Bentuk bangunan : wisma
- Jenis bangunan : permanen
- Atap bangunan : genting
- Dinding : tembok
- Lantai : keramik
- Kebersihan lantai : cukup bersih
- Ventilasi : 25 % luas lantai
- Kelengkapan alat rumah tangga : lengkap
- Pengaturan penataan perabot : baik dan cukup rapi
b. Sanitasi
- Penyediaan air bersih : PDAM
- Penyediaan air minum : air galon
- Pengelolaan jamban : bersama
- Jenis jamban : leher angsa dan campling terbuka
- Jarak dengan sumber air : > 10 meter
- Sarana pembuangan air limbah : lancar
- Petugas sampah : dikelola dinas
- Populasi udara : jalan raya
- Pengelolaan binatang pengerat : tidak ada

c. Faktor resiko
- Penanggulangan kebakaran : ada
- Penanggulangan bencana : tidak ada
- Kecelakaan/ jatuh : ada

11. PEMANFAATAN LAYANAN KESEHATAN


- Setiap satu bulan sekali PM mengikuti cek kesehatan di panti.

12. ANALISA DATA

NO Hari/Tangg Data Fokus Etiologi Problem TTD


al/Jam
1. Senin, 26 DS : Gangguan Nyeri kronis
November - PM mengatakan “saya aktivitas fisik,
2018 sering merasa sakit inflamasi sendi
11.00 pada kedua lutut
kaki”
- PM mengatakan jika
sakitnya parah, susah
berjalan dan pernah
sampai tidak bisa
berjalan
- PM mengatakan
“kalau saya lagi
duduk/diam saja, tiba-
tiba nyeri lutut,
langsung sakit terus
dan tidak hilang”
- PM mengatakan
“biasanya cuma di
pijat-pijat sendiri,
saya tidak tau cara
mengobati, dulu
pernah minum obat
dokter tapi sekarang
sudah tidak”

DO :
- Grimace (+)
- PM tampak
memegang lututnya
yang sakit
- PM tampak meringis
- Terdapat edema pada
lutut kiri
- Presepsi terhadap
nyeri :
P : aktivitas berat dan
jatuh
Q : pembengkakan
R : sendi lutut
S : 4 dari 0
T : 1 tahun
2. Senin, 26 DS : Tendon Risiko cidera
November - PM mengatakan sulit ligamen
2018 bergerak, harus pelan- melemah
11.00 pelan
- PM mengatakan sulit
untuk bergerak
DO :
- PM terlihat lemah,
letih sering berbaring
di kasur
- Terdapat edema di
lutut kiri
- Terlihat kesulitan
berjalan dan
memegang tembok
saat berjalan
3. Senin, 26 DS : Kurang Ketidak efektifan
November - PM mengatakan pengetahuan manajemen
2018 “tidak tahu sakit apa, tentang regimen terapetik
11.00 dulu dokter bilang penyakit
rematik tulang, tapi
gatau itu apa, taunya
penyakit karena sudah
tua”
- PM mengatakan
“sayang sering sakit
linu –linu kalau habis
mandi air yang dingin
sekali”

DO :
- PM terlihat bingung
ketika ditanya tentang
penyakit yang di
miliki, rematik tulang

13. DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Nyeri kronis berhubungan dengan inflamasi sendi
2. Risiko cedera berhubungan dengan ligamen melemah
3. Ketidakefektifan manajemen teraupetik
14. INTERVENSI

Diagnosa Keperawatan Kriteria Hasil Tujuan


Nyeri Kronis (001330) Setelah dilakukan tindakan Manajemen Nyeri (1400)
keperawatan 3 x 24 jam 1. Lakukan pengkajian
diharapkan PM dapat : nyeri secara
1. Menunjukkan kontrol nyeri komprehensif
dengan indikator 2. Observasi reaksi non
a. Mengenali faktor verbal dari
penyebab dari skala 2 ketidaknyamanan
(jarang) menjadi skala 4 3. Gunakan teknik
(sering melakukan) kmunikasi teraupetik
b. Menggunakan metode untuk mengetahui
pencegahan dari skala 2 pengalaman nyeri PM
(jarang) menjadi skala 4 4. Kaji kultur yang
(sering melakukan) mempengaruhi respon
c. Menggunkan metode non nyeri
analgetik untuk 5. Kaji tipe dan sumber
mengurangi nyeri dari nyeri untuk
skala 2 (jarang) menjadi menentukan intervensi
skala 4 (sering 6. Ajarkan teknik non
melakukan) farmakologi
7. Evaluasi keefektifan
kontrol nyeri
Risiko Cedera (00035) Setelah dilakukan tindakan Manajemen Risiko
keperawatan selama 3 x24 jam di 1. Identifikasi faktor yang
harapkan PM mampu : mempengaruhi
1. Menunjukkan risiko cedera kebutuhan keamanan
menurun dengan indikator : 2. Identifikasi faktor
a. Keamanan personal dari lingkungan yang
skala 2 (jarang menjadi memungkinkan risiko
skala 4 (sering terjatuh
menunjukkan) 3. Bantu ambulasi PM
b. Pengendalian risiko dari jika perlu
skala 2 (jarang) menjadi 4. Sediakan alat bantu
skala 4 (sering berjalan
menunjukkan) 5. Bila di perlukan
c. Lingkungan ruman yang gunakan restrain fisik
aman dari skala 2 (jarang) 6. Berikan materi edukasi
ke skala 4 (sering
menunjukkan)
Ketidakefektifan Setelah dilakukan tindakan 1. Kaji pengetahuan PM
manajemen regimen keperawatan selama 3 x 24 jam 2. Beri edukasi mengenai
teraupetik diharapkan PM mampu : osteoarthritis dan cara
1. Memahami mengenai penanganannya
osteoarthritis, penyebab,
gejala, diit, dan penanganan
15. IMPLEMENTASI
Hari No Implementasi Evaluasi TTD
/tanggal,jam DX
Senin, 26 1 1. Mengukur TTV S:
November 2. Mengkaji tingkat nyeri - PM mengatakan sakit dan
2018 3. Mengajarkan teknik linu d lutut
relaksasi npas dalam - Persepsi terhadap nyeri :
P : banyak pikiran
Q : seperti dipukul linu
S : 4 dari 10
T : hilang timbul
O:
- TD

Rabu,14 Keti 1. Memposisikan PM semi S : PM mengatakan mau


November dake fowler untuk meringankan untuk berposisi semi fowler
2018 fekti sesak O : PM tampak kooperatif
11.30 WIB fan S : PM mengatakan bersedia
bersi 2. Memotivasi PM untuk untuk diajari cara batuk
han batuk efektif efektif
jalan O : PM tampak nyaman dan
nafa tenang
s S :PM mengatakan akan
berh mengikuti apa yang
ubun 3. Mengajari untuk bernapas diajarkan
gan dalam,pelan dan batukkan O :PM tampak kooperatif
deng S :PM mengatakan merasa
an 4. Mengajari cara batuk sedikit lebih nyaman setelah
muk efektif batuk efektif
us O :PM tampak kooperatif,PM
berle tampak lebih tenang
biha
n
Kamis 15 Ham 1. Mengecek adakah serumen S: PM mengatakan kemarin
November bata berlebih pada PM sudah dibersihkan telinganya
2018 n O: telinga PM tampak lebih
10.00 WIB kom bersih
unik S:PM mengatakan bersedia
asi untuk dibersihkan telinganya
verb 2. Membersihkan telinga PM lagi
al dari kotoran O : telinga tampak lebih
berh bersih
ubun S: PM mengatakan saat
gan suasana ramai PM tidak dapat
deng 3. Menghindari lingkungan mendengar suara orang yang
an yang berisik saat komunikasi di ajak berbicara
dege dengan PM O : Pasien tampak
nera mendekatkan telinganya ke
si orang yang di ajak berbicara
tulan S:PM mengatakan saat
g berbicara dengannya suara
pend harus lebih keras dan jelas
enga karena tidak terlalu
ran 4. Berbicara suara lebih mendengar
bagi dalam dan rendah pada PM O: PM tampak mendekatkan
an telingaya kepada orang yang
dala diajak bicara
m
Kamis 15 Keti 1Memposisikan PM semi S : PM mengatakan mau
November dake fowler untuk meringankan untuk berposisi semi fowler
2018 fekti sesak O : PM tampak kooperatif
10.30 WIB fan S : PM mengatakan bersedia
bersi 2.Memotivasi PM untuk untuk diajari cara batuk
han batuk efektif efektif
jalan O : PM tampak nyaman dan
nafa tenang
s S :PM mengatakan akan
berh mengikuti apa yang
ubun diajarkan
gan 3.Mengajari untuk bernapas O :PM tampak kooperatif
deng dalam,pelan dan batukkan S :PM mengatakan merasa
an lebih nyaman setelah batuk
muk 4.Mengajari cara batuk efektif
us efektif O :PM tampak kooperatif,PM
berle tampak lebih tenang
biha
n
Jumat 16 Ham 1. Mengecek adakah serumen S: PM mengatakan sudah 2
November bata berlebih pada PM kali dibersihkan telinganya
2018 n O: telinga PM tampak bersih
10.00 WIB kom S:PM mengatakan bersedia
unik untuk dibersihkan telinganya
asi lagi
verb 2. Membersihkan telinga PM O : telinga tampak bersih
al dari kotoran S: PM mengatakan saat
berh suasana ramai PM tidak dapat
ubun mendengar suara orang yang
gan di ajak berbicara
deng 3.Menghindari lingkungan O : Pasien tampak
an yang berisik saat komunikasi mendekatkan telinganya ke
dege dengan PM orang yang di ajak berbicara
nera S:PM mengatakan saat
si berbicara dengannya suara
tulan harus lebih keras dan jelas
g karena tidak terlalu
pend mendengar
enga 4.Berbicara suara lebih dalam O: PM tampak mendekatkan
ran dan rendah pada PM telingaya kepada orang yang
bagi diajak bicara
an
dala
m
Jumat 16 Keti 1.Memposisikan PM semi S : PM mengatakan mau
November dake fowler untuk meringankan untuk berposisi semi fowler
2018 fekti sesak lagi
10.30 WIB fan O : PM tampak kooperatif
bersi 2.Memotivasi PM untuk S : PM mengatakan bersedia
han batuk efektif untuk diajari cara batuk
jalan efektif kembali
nafa O : PM tampak nyaman dan
s tenang
berh S :PM mengatakan akan
ubun mengikuti apa yang
gan 3.Mengajari untuk bernapas diajarkan
deng dalam,pelan dan batukkan O :PM tampak kooperatif
an S :PM mengatakan merasa
muk 4.Mengajari cara batuk nyaman setelah batuk efektif
us efektif O :PM tampak kooperatif,PM
berle tampak tenang
biha
n

16. Evaluasi
Hari/tanggal,jam Diagnosa Evaluasi
keperawatan
Rabu 14 Hambatan S :- PM mengatakan merasa
November 2018 komunikasi verbal lebih nyaman setelah telinganya
13.00 WIB berhubungan di bersihkan
dengan degenerasi O:PM terlihat kooperatif,telinga
tulang tampak bersih
pendengaran A : masalah belum teratasi
bagian dalam P : Lanjutkan intervens
-mengecek adakah serumen
berlebih pada PM
-Membersihkan telinga PM dari
kotoran
-Menghindari lingkungan yang
berisik saat komunikasi dengan
PM
-Berbicara suara lebih dalam
dan rendah pada P
- Konsulkan ke dokter spesialis
THT untuk pemeriksaan lebih
lanjut
Rabu 14 Ketidakefektifan S : PM mengatakan sesak nafas
November 2018 bersihan jalan sedikit berkurang dan merasa
13.30 WIB nafas berhubungan sedikit lebih nyaman
dengan mukus O : PM tampak kooperatif, PM
berlebihan tampak lebih tenang
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi
-memposisikan PM semi fowler
untuk meringankan sesak
-memotivasi PM untuk batuk
efektif
-mengajari untuk bernapas
dalam,pelan dan batukkan
-mengajari cara batuk efektif
Kamis,15 Hambatan S :- PM mengatakan merasa
November 2018 komunikasi verbal lebih nyaman setelah telinganya
13.00 WIB berhubungan di bersihkan
dengan degenerasi O:PM terlihat kooperatif,telinga
tulang tampak bersih
pendengaran A : masalah belum teratasi
bagian dalam P : Lanjutkan intervensi
-Membersihkan telinga PM dari
kotoran
-Menghindari lingkungan yang
berisik saat komunikasi dengan
PM
-Berbicara suara lebih dalam
dan rendah pada PM
Kamis , 15 Ketidakefektifan S : PM mengatakan sesak nafas
November 2018 bersihan jalan sedikit berkurang
13.30 WIB nafas berhubungan O : PM tampak kooperatif, PM
dengan mukus tampak lebih tenang
berlebihan A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi
-memposisikan PM semi
fowler untuk meringankan
sesak
-memotivasi PM untuk batuk
efektif
-mengajari untuk bernapas
dalam,pelan dan batukkan
-mengajari cara batuk efektif

Jumat 16 Hambatan S :- PM mengatakan merasa


November 2018 komunikasi verbal lebih nyaman setelah telinganya
11.00 WIB berhubungan di bersihkan 3 kali
dengan degenerasi O:PM terlihat kooperatif,telinga
tulang tampak bersih dari kotoran
pendengaran A : masalah teratasi
bagian dalam P : hentikan intervensi

Jumat 16 Ketidakefektifan S : PM mengatakan sesak nafas


November 2018 bersihan jalan berkurang dan merasa lebih
11.30 WIB nafas berhubungan nyaman
dengan mukus O : PM tampak kooperatif, PM
berlebihan tampak lebih tenang
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi
-memposisikan PM semi
fowler untuk meringankan
sesak
-mengajari cara batuk efektif

DAFTAR PUSTAKA

Maryam Siti, Dkk. 2008. Mengenal Usia Lanjut Dan Perawatannya. Jakarta :
Salemba Medika.

Nugroho Wahjudi, 2003. Keperawatan Gerontik Dan Gerontrik Edisi 3. Jakarta :


EGC.

Pudjiastuti Sri Surini, Dkk. 2003. Fisioterapi Pada Lansia. Jakarta : EGC.

Roach Sally. Introduktory Gerontological Nursing. 2001. Lippinctt: New Yor


S. Tomher-Nookasiani. 2009. Kesehatan Usia Lanjut Dengan Pendekatan Asuhan
Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika