Anda di halaman 1dari 25

Volume Benda Putar

Dosen Pembimbing : Yana Cahya Kirana, M.pd.


Mata Kuliah : Matematika

Disusun Oleh :
Nama Mahasiswa :
Aditya Praja ( D31176086 )
Arie Hakim Asary (D31176058 )
Alif Alfarralarozi ( D31176054 )
Reno Ressandi Arianto (D31176074 )
Rizal Abdul Rouf ( D31176077 )
Andhika Eza Pradhana ( D31176088 )

PROGRAM STUDI MEKANIK INDUSRTRI DAN DESAIN


POLITEKNIK TEDC BANDUNG
2018
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil’alamiin, segala puji dan syukur penulis ucapkan kehadiratAllah SWT.


Karena dengan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan
makalah yang berjudul “Integral dan Penggunaanya”. Tujuan penulisanm a k a l a h i n i
adalah untuk memenuhi tugas akhir semester dua pada Mata
K u l i a h Kalkulus II.

Dalam penyusunan makalah ini penulis mengalami berbagai


hambatan.Akant e t a p i , k a r e n a a d a n y a b a n t u a n , d o r o n g a n , d a n b i m b i
n g a n d a r i b e r b a g a i p i h a k , a k h i r n ya m a k a l a h i n i d a p a t d i s e l e s a i k a n t e
p a t p a d a w a k t u n ya .

O l e h k a r e n a i t u , penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan


yang setulus-tulusnyakepada semua pihak yang telah membantu kelancaran dalam pembuatan
makalah ini. Penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi dunia
pendidikan dan k e m a j u a n i l m u p e n g e t a h u a n d a n t e k n o l o g i p a d a u m u m n ya ,
k h u s u s n ya b a g i d i r i penulis sendiri.

Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna. O l e h
k a r e n a i t u , p e n u l i s m e n g h a r a p k a n k r i t i k d a n s a r a n ya n g m e m b a n g u n
u n t u k perbaikan makalah masa yang akan datang. Terima kasih.

Bandung,27 Mei 2018

Penulis
Bab I
Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Kalkulus adlah cabang ilmu matematika yang mencakup limit, turunan, dan deret tak
terhingga. Kalkulus Adalah ilmu mengenai perubahan, sebagaiman geometri adalah ilmu
mengenai bentuk dan aljabar adalah ilmu mengenai pengerjaan untuk memecahkan
persamaan serta aplikasinya. Kalkulus memiliki aplikasi yang luas dalam bidang-bidang
sains, ekonomi,dan teknik; serta dapat memecahkan masalah yang tidak dapat dipecahkan
dengan aljabar elementer.

Kalkulus memiliki dua cabang utama, yaitu kalkulus diferensial dan kalkulus integral
yang saling berhubungan melalui teorema dasar kalkulus.pelajaran kalkulus adalah pintu
gerbang menuju pelajaran matematika lainnya yang lebih tinggi, yang khusu mempelajari
fungsi dan limit, yang secara umum dinamakan analisi matematika. Integral adalah kebalikan
dari proses diferensiasi. Integral ditemukan menyusul ditemukannya masalah dalam
diferensiasi di mana matematikawan hanya berfikir bagaimana menyelesaikan maslah yang
berkebalikan dengan solusi diferensiasi.

1.2 Rumusan Masalah

1. Volume Benda Putar

2. Contoh-contoh Volume Benda Putar

1.3 Tujuan

Untuk mempelajari bebrapa kegunaan integral seperti Volume Benda Putar dalam
kalkulus.
Bab II
Pembahasan

2.1 Volume Benda Putar

Benda putar yang sederhana dapat kita ambil contoh adlah tabung dengan besar
volume adalah hasil kali luas alas dan tinggi tabung. Volume dari benda putar secara umum
dapat dihitung dari hasil kali antara luas alas dan kita nyatakan dengan A(x) dan tinggi benda
putar adlah panjang selang (a,b) maka volume benda putar dihitung menggunakan integral
tertentu sebagai berikut :

𝑏
𝑉 = ∫ 𝐴(𝑥)𝑑𝑥
𝑎

Untuk mendapatkan volume benda putar yang terjadi karena suatu daerah diputar terhadap
suatu sumbu, dilakukan dengan menggunakan dua buah metode yaitu metode cakram dan
cincin silinder.

METODE CAKRAM

Benda ruang hasil putaran yang paling sederhana adalah tabung tegak atau bisa kita
sebut sebagai cakram, yang dapat dibentuk dengan memutar persegi panjang menurut suatu
garis yang berimpit dengan salah satu sisinya, seperti yang terlihat pada gambar berikut.

Sehingga, volume dari cakram tersebut dapat ditentukan sebagai berikut.


Dengan R dan t secara berturut-turut adalah jari-jari dan tinggi cakram.

Untuk melihat bagaimana penggunaan volume cakram dalam menentukan volume benda
putar yang lebih umum, perhatikan gambar berikut.

Untuk menentukan volume benda putar, perhatikan persegi panjang yang terletak pada
bidang datar. Apabila persegi panjang tersebut diputar dengan pusat pada suatu garis, akan
terbentuk salah satu cakram dalam benda putar yang volumenya,

Sehingga volume benda putar tersebut dapat didekati dengan menggunakan n buah cakram
yang memiliki tinggi Δx dan jari-jari R(xi) yang menghasilkan,

Pendekatan volume benda putar tersebut akan semakin baik apabila banyak cakramnya
mendekati tak hingga, n → ∞ atau ||Δ|| → 0. Sehingga, kita dapat mendefinisikan volume
benda putar sebagai berikut.

Secara sistematis, menentukan volume benda putar dengan metode cakram dapat
dilihat seperti berikut.
Rumus yang serupa juga dapat diturunkan apabila sumbu putarannya vertikal. Apabila
sumbu putarannya adalah vertikal (sumbu-y), maka rumus volume benda putarnya adalah
sebagai berikut.

Untuk membedakan antara volume benda putar dengan pusat di garis horizontal
ataupun vertikal, perhatikan gambar berikut.

Aplikasi paling sederhana dari metode cakram adalah menentukan volume benda
putar hasil putaran daerah yang dibatasi oleh grafik fungsi f dan sumbu-x. Jika sumbu
putarannya adalah sumbu-x, maka dengan mudah dapat ditentukan bahwa R(x) sama dengan
f(x). Perhatikan contoh berikut.

Contoh: Penggunaan Metode Cakram

Tentukan volume bangun ruang yang dibentuk oleh perputaran daerah yang dibatasi oleh
grafik,
Dan sumbu-x (0 ≤ x ≤ π) dengan pusat putaran sumbu-x.

Pembahasan Dari persegi panjang biru di atas, dengan mudah kita dapat memperoleh jari-
jari dari bangun ruang adalah,

Sehingga volume dari benda putar yang terbentuk dapat ditentukan sebagai berikut.

METODE CINCIN SILINDER

Menurut pengertian bahwa jika suatu luasan diputar terhadap sumbu tertentu, akan
terbentuk suatu benda putar dengan volume sebesar luasan tersebut dikalikan dengan keliling
putaran.
Dikarenakan keliling lingkaran = 2πr, jika luas bidang yang diputar = A, maka volume = 2πr
× A digunakan jika batang potongan sejajar dengan sumbu putar.
Agar dapat lebih memahami perhatikan beberapa contoh dibawah ini

Contoh soal volume benda putar dengan metode cincin silinder

Carilah volume benda putar yang terbentuk dari daerah yang dibatasi oleh kurva y = x 2,
sumbu x, dan 0 ≤ x ≤ 2 jika diputar terhadap sumbu x?

Jawab :
VOLUME BENDA PUTAR

Selain untuk menentukan luas daerah yang dibatasi kurva, aplikasi integral juga dapat
digunakan untuk menghitung volume benda yang dibatasi kurva. Volume yang diperoleh dari
hasil luas daerah yang diputar dengan cara tertentu akan menghasilkan sebuah volume yang
sering disebut dengan volume benda putar. Cara memutar luas daerah tersebut bisa dengan
sumbu x sebagai poros, sumbu y sebagai poros, atau sebuah persamaan garis yang sebagai
poros.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa luas daerah yang dibatasi kurva
akan membentuk volume jika daerah yang dibatasi kurva tersebut diputar mengelilingi sumbu
– x, sumbu y, atau sebuah persamaan garis lurus. Berikut ini akan diberikan gambar ilustrasi
luas daerah yang dibatasi sebuah kurva dan diputar mengelilingi sumbu x, luas daerah yang
dibatasi dua buah kurva dan diputar mengelilingi sumbu x, serta luas daerah yang diputar
mengelilingi sumbu y.
Selain harus menguasai kemampuan untuk mengintegralkan suatu fungsi, sobat idschool
harus menguasai cara menggambar grafik fungsi, baik grafik fungsi kuadrat atau yang
lainnya.
Oke, langsung saja simak ulasan materi mengenai volume benda putar pertama yang
akan dibahas, yaitu volume benda putar mengelilingi sumbu x.

Volume Benda Putar Mengelilingi Sumbu x

Kasus volume benda putar yang diputar mengelilingi sumbu x dibagi menjadi dua
permasalaha. Permasalahan pertama, volume benda putar yang dibatasi sebuah kurva. Kasus
yang kedua adalah volume benda putar yang dibatasi dua buah kurva.

1. Volume benda putar pada interval yang diputar mengelilingi sumbu x

2. Volume benda putar pada interval yang diputar mengelilingi sumbu x dan
dibatasi kurva f(x) dan g(x).
Pembahasan berikutnya adalah volume benda putar ang diputar mengelilingi sumbu y. Simak
ulasan materinya pada pembahasan di bawah.

Volume benda putar yang mengelilingi sumbu y

Seperti halnya volume benda putar yang diputar mengelilingi sumbu x, volume benda
putar yang diputar mengelilingi sumbu y juga dibedakan menjadi dua jenis kasus. Pertama,
volume benda putar yang dibatasi sebuah kurva dan diputar mengelilingi sumbu y. Kedua,
volume benda putar yang dibatasi dua buah kurva dan diputar mengelilingi sumbu y.

1. Volume benda putar pada interval yang diputar mengelilingi sumbu y

2. Volume benda putar pada interval yang diputar mengelilingi sumbu y dan
dibatasi kurva f(y) dan g(y)
Volume benda putar yang terjadi jika daerah diarsir diputar terhadap sumbu X adalah :
V = π ∫ x 1 x 2 f ( x ) dx

Secara umum formula untuk volume benda putar adalah :


Volume benda putar jika daerah yang diarsir diputar terhadap sumbu X adalah :
V x = ∫ x 1 x 2 f x a 2 - f ( x ) b 2 dx
atau V x = π ∫ x 1 x 2 y atas 2 - y bawah 2 dx

Volume benda putar jika daerah yang diarsir diputar terhadap sumbu Y adalah :
V y = ∫ y 1 y 2 f y kanan 2 - f ( y ) kiri 2 dx
atau V y = π ∫ y 1 y 2 x kanan 2 - x kiri 2 dy
BAB III
Soal dan Penjelasan

1. Pada gambar di bawah ini, tentukan volume benda putar yang terjadi jika daerah yang
diarsir diputar terhadap
a. sumbu XX
b. sumbu YY

JAWAB:

a. Diputar terhadap sumbu XX

Vx=π∫x2x1{(yatas)2−(ybawah)2}dyVx=π∫x1x2yatas2-ybawah2dy
Vx=π∫60(32−02)dxVx=π∫0632-02dx
=π∫609dx=π∫069dx
=(9x)]60π=9x06π
={54−0}π=54-0π
=54π=54π
Bandingkan hasilnya dengan volume tabung yang mempunyai jari-jari 33 dan tinggi 66
V=πr2tV=πr2t →→ V=π×32×6=54πV=π×32×6=54π
b. Diputar terhadap sumbu YY

Vy=π∫y2y1{(xkanan)2−(xkiri)2}dyVy=π∫y1y2xkanan2-xkiri2dy
Vy=π∫30(62−02)dyVy=π∫0362-02dy
=π∫3036dx=π∫0336dx
=(36y)]30π=36y03π
={108−0}π=108-0π
=108π=108π
Bandingkan hasilnya dengan volume tabung yang mempunyai jari-jari 33 dan tinggi 66
V=πr2tV=πr2t →→ V=π×62×3=108π

2. Pada gambar di bawah ini, tentukan volume benda putar yang terjadi jika daerah yang
diarsir diputar terhadap

JAWAB:

a. Diputar terhadap sumbu XX

Vx=π∫x2x1{(yatas)2−(ybawah)2}dxVx=π∫x1x2yatas2-ybawah2dx
Vx=π∫120((−12x+6)2−02)dxVx=π∫012-12x+62-02dx
=π∫120(−12x+6)2dx=π∫012-12x+62dx
=−23(−12x+6)3]120π=-23-12x+63012π
={−23(−1212+6)3−[−23(−120+6)3]}π=-23-1212+63--23-120+63π
={(0)−(−144)}π=0--144π
=144π=144π
Bandingkan hasilnya dengan volume kerucut yang mempunyai jari-jari 66 dan tinggi 1212
V=13πr2tV=13πr2t →→ V=13π×62×12=144π

b. Diputar terhadap sumbu YY

Vy=π∫y2y1{(xkanan)2−(xkiri)2}dyVy=π∫y1y2xkanan2-xkiri2dy
Vy=π∫60((−2y+12)2−02)dyVy=π∫06-2y+122-02dy
=π∫60(−2y+12)2dy=π∫06-2y+122dy
=−16(−2y+12)3]60π=-16-2y+12306π
={[−16(0)3]−[−16(−2(0)+12)3]}π=-1603--16-20+123π
={(0)−(−288)}π=0--288π
=288π=288π
Bandingkan hasilnya dengan volume kerucut yang mempunyai jari-jari 1212 dan tinggi 66
V=13πr2tV=13πr2t →→ V=13π×122×6=288π
3. Tentukan volume benda putar yang terjadi jika daerah yang diarsir diputar terhadap
a . sumbu XX
b . sumbu YY

JAWAB :

a Diputar terhadap sumbu XX


.

Vx=π∫x2x1{(yatas)2−(ybawah)2}dxVx=π∫x1x2yatas2-ybawah2dx
=π∫20{42−x4}dx=π∫0242-x4dx
=π∫20{16−x4}dx=π∫0216-x4dx
={16x−15x5}]20π=16x-15x502π
={(32−325)−0}π=32-325-0π
=1285π=1285π
. b. Diputar terhadap sumbu YY

Vy=π∫y2y1{(xkanan)2−(xkiri2)}dyVy=π∫y1y2xkanan2-xkiri2dy
=π∫40{y−04}dy=π∫04y-04dy
=π∫40ydy=π∫04ydy
={12y2}]40π=12y204π
={8−0}π=8-0π
=8π

4. Tentukan volume benda putar yang terjadi jika daerah yang diarsir diputar terhadap
a . sumbu XX
b . sumbu YY

JAWAB:

Persamaan garis melalui (12,0)(12,0) dan (0,12)(0,12)


x12+y12=1x12+y12=1 atau x+y=12x+y=12
Titik potong kedua kurva {y=x2x+y=12y=x2x+y=12
x+x2=12x+x2=12
x2+x−12=0x2+x-12=0
(x+4)(x−3)=0x+4x-3=0
x=−4x=-4 atau x=3x=3 →→ (−4,16)(-4,16) dan (3,9)(3,9)
a. Diputar terhadap sumbu XX
Perhatikan gambar: dalam menghitung volume benda putar, daerah yang di arsir harus kita bagi 22 daera
Daerah I, dengan fungsi atas y=x2y=x2 dan fungsi bawah y=0y=0
Daerah II, dengan fungsi atas y=12−xy=12-x dan fungsi bawah y=0y=0 , dan jika diputar terhadap
sumbu XX hasilnya adalah kerucut dengan jari-jari 99 , dan tingginya 99

Vx=Vx1+Vx2Vx=Vx1+Vx2
=π∫30{x4}dx+Vkerucut=π∫03x4dx+Vkerucut
={15x5}]30π+13πr2t=15x503π+13πr2t
={(2435)−0}π+13π(9)2(9)=2435-0π+13π929
=2435π+243π=2435π+243π
=14585π=14585π

b. Diputar terhadap sumbu YY

Vy=π∫y2y1{(xkanan)2−(xkiri2)}dyVy=π∫y1y2xkanan2-xkiri2dy
=π∫00{(12−y)2−y}dy=π∫0012-y2-ydy
={−13(12−y)3−12y2}]40π=-1312-y3-12y204π
={(−5123−8)−(−17283−0)}π=-5123-8--17283-0π
=11923π

5. Pada gambar di bawah ini tentukan

a. Volume benda putar jika daerah yang di arsir diputar 360°360° terhadap
sumbu XX , kemudian bandingkan dengan Luas daerah yang di arsir dengan
memakai dxdx

b . Volume benda putar jika daerah yang di arsir diputar 360°360° terhadap sumbu YY
kemudian bandingkan dengan Luas daerah yang di arsir dengan memakai dy

A. Vx=π∫20(12x4)2dx+π∫210(10−x)2dxVx=π∫0212x42dx+π∫21010-x2dx
=136x9]20π+=136x902π+ ( −13)(10−x)3]102π-13)(10-x)3210π
=1289π+5123π=1289π+5123π
=16643π=16643π
L=∫2012x4dx+∫210(10−x)dxL=∫0212x4dx+∫21010-xdx
=110x5]20=110x502 + (10x−12x2)]10210x-12x2210
=3210+32=3210+32
=17610=17610
Bandingkan pengintegralan VxVx dan LL dengan dxdx hampir mirip, hanya saja integral VxVx fungsinya
dikuadratkan dan ada tambahan pengali ππ .
B. Vy=π∫80((10−y)2−(2y−−√4)2)dyVy=π∫0810-y2-2y42dy
=π∫80((10−y)2−2y−−√)dy=π∫0810-y2-2ydy
== −13(10−y)3−13(2y−−√)3]80π-1310-y3-132y308π
=(−83−643)π−(−10003−0)π=-83-643π--10003-0π
=9283π=9283π
L=∫80((10−y)−(2y−−√4))dyL=∫0810-y-2y4dy
={10y−12y2−25(2y)54}]80=10y-12y2-252y5408
=80−32−645=80-32-645
=1765=1765
Bandingkan pengintegralan VyVy dan LL dengan dydy hampir mirip, hanya saja integral VyVy fungsinya
dikuadratkan dan ada tambahan pengali π

6. Tentukan volume benda putar yang terjadi jika daerah yang diarsir pada gambar di bawah
ini diputar terhadap :
a . sumbu XX
b . sumbu YY

JAWAB:

a. Diputar terhadap sumbu XX


Kurva yang diarsir dibatasi oleh kurva atas y=2−xy=2-x , dan kurva bawah y=x3y=x3 , serta batas kiri
x1=0x1=0 dan batas kanan x2=1x2=1

Vx=π∫x2x1{(yatas)2−(ybawah)2}dxVx=π∫x1x2yatas2-ybawah2dx
=π∫10{(2−x)2−x6}dx=π∫012-x2-x6dx
={−13(2−x)3−17x7}]10π=-132-x3-17x701π
={(−13−17)−(−83−0)}π=-13-17--83-0π
={−7−3+5621}π=-7-3+5621π
=4621π
b. Diputar terhadap sumbu YY
Kurva yang diarsir harus dibagi 22
 Daerah I berbentuk segitiga yang alasnya terletak pada sumbu YY, jika diputar terhadap
sumbu YY hasilnya adalah kerucut dengan jari-jari 11 dan tingginya 11
 Daerah II oleh kurva kanan x=2−yx=2-y , dan kurva kiri x=y13x=y13, serta batas bawah
y1=0y1=0 dan batas atas y2=1y2=1

Vy=V1+V2Vy=V1+V2
=13πr2t+π∫y2y1{(xkanan)2−(xkiri)2}dy=13πr2t+π∫y1y2xkanan2-xkiri2dy
=13π121+π∫10{y23−0}dy=13π121+π∫01y23-0dy
=13π+{35y53}]10π=13π+35y5301π
=13π+{(35)−(0)}π=13π+35-0π
={5+915}π=5+915π
=1415π=1415π

7. Carilah Volume benda putar yang terbentuk jika bentuk bidang yang dibatasi oleh kurva
y = 4 – X2 sumbu X dan ordinat pada x = 0 dan x = 3, diputar satu putaran penuh mengelilingi
sumbu X dan sumbu Y.
Penyelesaian :

Diputar pada Sumbu X

𝑉 = ∫ 𝜋𝑦 2 𝑑𝑥
𝑎

2
= ∫0 𝜋(4 − 𝑥 2 )2 𝑑𝑥

2
= ∫0 𝜋(16 − 8𝑥 2 + 𝑥 4 )𝑑𝑥

8 1 2
= 𝜋 [16𝑥 − 3 𝑥 3 + 5 𝑥 5 ]
0

8 1
= 𝜋 [16(2) − 3 (2)3 + 5 (2)5 ] − 0

64 32
= 𝜋 [32 − + ]
3 5

= 𝜋[32 − 21,3 + 6,4]

= 17,1 𝜋 𝑆𝑎𝑡𝑢𝑎𝑛 𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒


Diputar pada Sumbu Y

𝑉 = ∫ 2𝜋𝑥𝑦 𝑑𝑥
𝑎

2
= ∫0 2𝜋𝑥(4 − 𝑥 2 )𝑑𝑥

2
= 2𝜋 ∫0 (4𝑥 − 𝑥 3 )𝑑𝑥

4 1 2
= 2𝜋 [2 𝑥 2 − 4 𝑥 4 ]
0

1 2
= 2𝜋 [2𝑥 2 − 4 𝑥 4 ]
0

1
= 2𝜋 [2(2)2 − 4 (2)4 ] − 0

= 2𝜋[8 − 4]

= 2𝜋[4]
= 8 𝜋 𝑆𝑎𝑡𝑢𝑎𝑛 𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒

DAFTAR PUSTAKA

http://www.aksiomaid.com/Matematika/Ringkasan-Materi/0126010300000000/APLIKASI-
INTEGRAL/VOLUME-BENDA-PUTAR

https://www.academia.edu/18052791/Makalah_Integral?auto=download.

Rumus matematika.2013.http://rumus-matematika.com/metode-menghitung-volume-benda-
putar/.diunduh 29 Mei 2015. Pukul 15.45 wib.

Varbeg, Dale, dkk.2007.Jilid 1. Edisi 9.Jakarta : Erlangga.