Anda di halaman 1dari 72

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan memiliki peran yang sangat besar dalam
upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan daya saing bangsa. Agar
peran yang srategis dan besar tersebut dapat dijalankan dengan baik maka lulusan perguruan
tinggi haruslah memiliki kualitas yang unggul.
Ilmu pengetahuan berkembang seiring dengan perkembangan daya piker manusia.
Perkembangan tersebut memicu perkembangan dan kemajuan zaman. Persaingan untuk
menjadi yang terbaik menjadi sebuah hal yang tidak bias dihindari, sehingga menimbulkan
kebutuhan akan sumber daya manusia yang berkompeten, yang mampu bersaing untuk
menjadi yang terbaik. Tuntutan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menjadi
suatu hal yang tidak bias ditawar lagi.
Pendidikan yang berkualitas sangat diperlukan sebagai upaya peningkatan untuk
pengembangan sumber daya manusia. Sebuah pendidikan yang tidak hanya membekali anak
didik dengan teori, tetapi juga penerapanya dilapangan. Mahasiswa yang telah dipelajari,
sehingga kualitas mahasiswa sebagai agen penerus bangsa dapat bertambah dan lebih matang.
Dalam masa ini seorang mahasiswa bukan hanya dituntun berkompeten dalam bidang
kajian ilmunya tetapi juga dituntut untuk memiliki kompetensi yang holistic seperti mandiri,
mampu berkomunikasi, memiliki jejaring yang luas, mampu mengambil keputusan, peka
terhadap perubahan dan perkembangan yang terjadi didunia luar.
Fakta yang terjadi menunjukkan bahwa mahasiswa dengan kualifikasi tersebut sulit
ditemukan untuk hal tersebut maka dibutuhkan sebuah program MAGANG sebagai sarana
pembelajaran bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Bengkulu untuk
memperoleh berbagai kompelensi holistic yang dibutuhkan setelah melakukan pendidikan.

1.2 Tujuan dan Manfaat Kegiatan


1.2.1 Tujuan
Tujuan khusus mata kuliah ini adalah mempersiapkan calon guru agar lebih mengenal
lingkungan profesinya sehingga nanti mampu melakukan kegiatan praktik mengajar dalam
mata kuliah PPL.
Untuk menyiapkan guru profesional dalam bidang akademik, salah satunya
dilakukan dengan prakondisi dalam bentuk kegiatan magang/intership sebagai bagian

1
yang penting dari sistem penyiapan guru berkewenangan ganda yang profesional.
Magang dilaksanakan pada setiap semester pendek.
Kegiatan magang ini bertujuan membangun landasan jati diri pendidik melalui
kegiatan:
1. Pengamatan langsung kultur sekolah,
2. Pengamatan untuk membangun Kompetensi dasar Pedagogik, Kepribadian dan Sosial,
3. Pengamatan untuk memperkuat siswa,
4. Pengamatan langsung proses pembelajaran dikelas
5. Refleksi hasil pengamatan proses pembelajaran

1.2.2 Manfaat
Ketika melakukan magang mahasiswa memperoleh pengalaman nyata yang terkait
dengan kondisi di Sekolah Menengah Atas diharapkan Mahasiswa dapat menjalin kerja
sama dengan warga sekolah.

1.3 Tempat dan Waktu pelaksanaan


1.3.1 Tempat
Tempat magang dilaksanakan di SMA N 9 Kota Bengkulu di Jalan W.R.Supratman
Tugu Hiu Bentiring Muara Bangkahulu

1.3.2 Waktu
Kegiatan magang ini dilaksanakan selama kurang lebih dua mingu pada hari Selasa
yaitu dari tanggal 4 Oktober s/d 15 Oktober 2016.

2
BAB II
PELAKSANAAN

2.1 Hasil Setiap Aspek Kegiatan

Aspek kegiatan pada MAGANG I ini adalah pengenalan lingkungan sekolah dasar
yang dilakukan secara observasi, dan wawancara.

 Observasi Kultur Sekolah


a. Mengamati kedisiplinan warga sekolah dalam melaksanakan peraturan
 Kepala Sekolah
Dari hasil pengamatan kami dari hari pertama sampai hari terakhir kepala
sekolah bapak Rohaji, S.Pd selalu datang pagi, bahkan sebelum para guru, staf,
dan siswa datang atau saat para guru, staf, dan siswa masih sedikit. Selain itu
kepala sekolah juga selalu berpakaian rapi dan sopan. Dapat dikatakan bahwa
kedisplinan kepala sekolah baikSetiap pagi kepala sekolah juga melakukan
program 3S (Senyum,Sapa,Salam), ini menandakan kepala sekolah melakukan
program yang telah ditetapkan di Kurikulum.
 Guru
Guru-guru di SMAN 9 Kota Bengkulu rata-rata setiap paginya datang tepat
waktu, jarang sekali ditemukan guru yang telat yang harus menunggu di depan
gerbang. Ada juga guru yang datang lebih awal bila dibandingkan guru-guru
yang lainnya. Guru yang datang lebih awal mengambil bagian untuk berdiri di
depan ruang piket menyambut siswa yang berdatangan satu-persatu. Guru piket
pun juga sibuk memperhatikan atribut siswa yang berdatangan,apabila atribut
mereka tidak lengkap guru piket akan memberi sanksi berupa skor negatif
kepada siswa. Guru yang berdatangan saling bertegur sapa satu sama lainnya
dan menggunakan pakaian yang sopan dan rapi setiap harinya. Semua guru
menggunakan pakaian yang sopan dan rapi. Guru mengajaratau masuk kelas ada
yang sesuai dengan waktu yang telah dijadwalkan, tetapi ada juga yang tidak.
 Karyawan
Saat melakukan pengamatan karyawan SMAN 9 Kota Bengkulu sudah menaati
peraturan dan memiliki kedisiplinan yang baik.Sejak pagi kami melakukan
observasi semua karyawan sekolah datang tepat waktu dan menggunakan
pakaian yang rapi dan sopan yang sesuai dalam dunia pendidikan.Karyawan
3
sekolah sedang mengerjakan tugasnya masing-masing.Staff TU, karyawan
perpustakaan, karyawan penjaga laboratorium dan karyawan kebersihan
melakukan tugasnya dengan baik.
 Siswa
Siswa di SMA N 9 Kota Bengkulu tiba disekolah sebagian besar sebelum pukul
07.30 WIB. Namun, masih terdapat beberapa siswa datang diatas pukul 07.30
WIB dan terlambat. Siswa yang terlambat diberi sanksi berupa skor negatif dari
guru yang berwenang di hari itu. Saat KBM dimulai siswa masih ada yang
berkeliaran dilingkungan sekolah dan jika guru tidak masuk dan tidak diberi
tugas banyak siswa yang bermain diluar kelas atau dilapangan sekolah dan
belanja dikantin.
b. Mengamati hubungan sosial antar warga sekolah
 Kepala Sekolah dengan guru dan karyawan serta peserta didik
Hubungan sosial antara kepala sekolah dengan guru dan karyawan serta peserta
didik baik, akrab, komunikasi berjalan lancar, selalu ada koordinasi antara
kepala sekolah, guru, karyawan, dan peserta didik.Hal ini dibuktikan dari kepala
sekolah menyambut baik kehadiran guru yang datang dengan bersalaman dan
bertegur sapa.
 Guru dengan karyawan dan siswa
Hubungan sosial antara guru dengan karyawan dan siswa juga sangat baik,
akrab, ramah, sikap saling menghargai sangat diperhatikan terutama dalam
mengerjakan kewajiban masing-masing dan diantara mereka tidak terdapat
perbedaan antara guru dan siswa saat berada diluar jam pelajaran. Siswa salam
sapa dengan guru setiap kali bertemu.
 Guru dengan guru
Hubungan sosial antara guru dengan guru terlihat sangat baik,hal itu ditunjukan
dengan adanya interaksi guru yang saling menghormati satu sama lain serta
saling bertegur sapa dan bersalaman ketika mereka saling bertemu atau
berkumpul. Adanya hubungan harmonis antar guru ditunjukkan dengan adanya
interaksi para guru saat berada di dalam ruangan khusus para guru, ada yang
berdiskusi, ada yang mengobrol dan bercanda ria berbagi tawa.
 Siswa dengan siswa
Hubungan sosial siswa dengan siswa sangat baik dan saling menghargai satu
sama lain, terlihat dari sikap saling membantu ketika ada teman yang tidak
mengerti saat mengerjakan tugas dan bertanya dengan temannya, kemudian
4
temannya menjelaskan kembali meteri yang berkaitan dengan tugas tersebut.
Begitu juga diluar kelas siswa saling menjalin keakraban yang baik tanpa adanya
perkelahian.
c. Mengamati hubungan antara warga sekolah dengan komite sekolah
Kami tidak dapat melakukan observasi mengenai hubungan warga sekolah
dengan komite sekolah, dikarena pada saat kami melakukan observasi kami tidak
bertemu dengan komite sekolah. Komite sekolah hanya berada di sekolah saat ada
pertemuan-pertemuan khusus sehingga di hari biasa sulit untuk dapat bertemu
dengan komite sekolah.
d. Mengamati hubungan antara warga sekolah dengan masyarakat sekitar dan orang tua
murid.
Hubungan antara warga sekolah dengan masyarakat sekitar dan orang tua murid
tidak terlalu jelas terlihat selama observasi.
e. Mengamati sikap siswa terhadap
 Kepala Sekolah
Para siswa di SMA N 9 Kota Bengkulu berinteraksi dengan sikap yang baik
kepada kepala sekolah ditunjukkan dengan adanya rasa hormat siswa kepada
sekolah saat bertemu siswa memberi salam serta bersikap sopan dan santun.
 Guru
Siswa juga menghormati dan menghargai guru-guru dengan menegur, menyapa
dan menyalami guru daat berpapasan. Dengan demikian terlihat sikap yang baik
antara siswa dengan guru. Namun ada beberapa siswa yang memiliki sikap yang
kurang baik terhadap guru yang sekedar berpapasan mereka tidak menegur dan
acuh saja atau saat KBM berlangsung ada siswa yang asyik bermain dan tidak
memperhatikan ketika guru menjelaskan.
 Karyawan
Walaupun siswa hanya sedikit melakukan interaksi dengan karyawan sekolah
dibandingkan dengan guru, tetapi dalam hal ini siswa tetap menujukkan sikap
sopan dan santun terhadap karyawan sekolah. Hal ini dibuktikan ketika siswa
lewat atau berpapasan mereka menundukkan kepala seraya menegur karyawan
staff TU, ataupun ketika datang ke ruang TU siswa mengetuk pintu dahulu
sebelum masuk ke ruang TU. Dan ketika siswa/siswi berkunjung ke
perpustakaan sekolah mereka menghormati karyawan yang ada di perpustakaan,
mematuhi peraturan perpustakaan serta tidak membuat kegaduhan. Tetapi ada
juga siswa yang acuh tak acuh pada karyawan kebersihan di sekolah.
5
 Para tamu (orang luar yang datang berkunjung)
Sikap siswa terhadap tamu yang datang, kebanyakan siswa hanya acuh saja
terhadap tamu yang datang. Mungkin dikarenakan mereka segan untuk sekadar
menyapa walaupun demikian masih ada juga siswa yang ramah senyum dan
menyapa para tamu yang datang dan apabila para tamu menanyakan tentang
tempat salah satu ruangan di sekolah, mereka menjawab dengan baik dan sopan.
f. Mengamati pelaksanaan kegiatan
 Ekstrakurikuler
 Non-kurikuler melalui hubungan antar warga sekolah
Kegiatan non-kurikuler yang kami amati yaitu kegiatan OSIS (Organisasi Siswa
Intra Sekolah). OSIS di SMAN 9 Kota Bengkulu cukup aktif dibuktikan dengan
adanya kerjasama antar anggota yang mana mereka sering berkumpul atau
melaksanakan rapat bila akan mengadakan kegiatan. Siswa-siswa yang
bergabung di OSIS memiliki sekre tersendiri untuk mereka berkumpul.

 Observasi Membangun Kompetensi Dasar Pedagogik, Kepribadian Dan Social


a. Kompetensi Pedagogik
 Kegiatan pembelajaran di kelas yang kami amati berjalan baik khususnya pada
mata pelajaran kimia dikelas X IPA. Dalam observasi kami, guru tidak sepenuhnya
menjadi faktor utama di dalam proses pembelajaran, melainkan siswa yang
dijadikan fokus utama dalam kegiatan pembelajaran sehingga tidak ada
ketergantungan berlebih antara siswa kepada guru. Dalam hal ini guru
memfasilitasi siswa untuk berani tampil kedepan kelas menjelaskan kembali
materi yang telah diterangkan sebelumnya oleh guru dikelas. Adapun kegiatan
pembelajaran di lapangan belum dapat kami amati. Selain itu, pada kegiatan
pembelajaran di laboraturium kami juga tidak dapat mengamati karena
berdasarkan materi yang dipelajari belum diperlukannya kegiatan praktikum
sehingga pelaksanaan praktikum di laboratorium belum dilaksanakan diawal
semester ini.
 Pada kegiatan ini guru memberikan banyak latihan soal-soal agar siswa terdorong
untuk mengerjakan dan siswa bisa paham dengan materi yang sedang
diajarkan.Guru juga memberikan waktu untuk siswa mencatat supaya siswa dapat
memahami kembali pelajaran di rumah nantinya. Kegiatan pembelajaran
disampaikan oleh guru dengan metode ceramah dan menggabungkan metode
diskusi antara guru dan siswa supaya siswa aktif belajar di dalam kelas.
6
 Dalam mengaktulisasikan potensi dan kreativitas siswa cukup baik. Guru sudah
menggunakan berbagai macam metode dalam mengajar. Metode yang digunakan
guru yaitu tanya-jawab, ceramah dan diskusi. Maka potensi dan kreativitas siswa
ikut tergali.
 Guru melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan di akhir
pembelajaran dengan menjelaskan kembali konsep penting dari materi yang telah
dijelaskan siswa di depan kelas, kemudian guru melakukan tanya–jawab dengan
siswa di akhir pembelajaran. Bila ada yang belum dipahami maka guru akan
menjelaskan kembali materi yang telah disampaikan. Diakhir pembelajaran, guru
menyuruh siswa untuk menyimpulkan materi yang telah dijelaskan.
b. Kompetensi Kepribadian
 Perilaku saling menghargai antar setiap warga sekolah terjalin dengan baik, dapat
dilihat dari aktivitas mereka yang saling berhubungan satu sama lainnya tanpa
membeda-bedakan keyakinan yang dianut,suku, adat-istiadat, daerah asal dan
gender.
 Sikap dan perilakusetiap warga sekolah terhadap norma-norma yang dianut sudah
baik. Mereka mentaati peraturan dengan baik, tetapi ada juga beberapa siswa yang
datang terlambat, jika ada yang terlambat akan menerima hukuman. Dan untuk
segi agamanya mereka sangat menghargai agama yang dianut setiap warga
sekolah, apabila waktu zuhur telah tiba sebagian siswa dan guru langsung
melaksanakan shalat. Selain itu pada hari Jumat minggu pertama mengadakan
kegiatan Jumat Taqwa berupa membaca Asmaul Husna bersama dan ceramah
agama. Walaupun masih ada beberapa yang melanggar norma-norma tersebut.
Mungkin terjadi karena sifat dari individu yang berbeda-beda, dan tergantung
dengan kesadaran dari masing-masing individu tersebut.
 Strategi berkomunikasi yang efektif, empatik dan santun, baik secara lisan mapun
tulisan dilingkungan sekolah telah berjalan cukup baik dan guru dalam proses
pembelajaran sebagian besar telah menggunakan bahasa Indonesia.
 Guru menggunakan bahasa persuasif saat memulai pertanyaan di awal
pembelajaran agar siswa bisa tertarik dan mau merespon pertanyaaan dan tugas
yang diberikan oleh guru. Siswa merespon kegiatan pembelajaran Kimia dengan
baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya respon siswa untuk bertanya dan siswa lain
mencoba menjawabnya, siswa sangat antusias menjawab pertanyaan yang
diberikan oleh guru Reaksi guru terhadap respon siswa sangat baik, guru antusias

7
apabila banyak siswanya yang paham akan materi pelajaran yang disampaikan.
Pemberian pujian adalah cara guru memotivasi siswa semangat dalam proses
pembelajaran.
c. Kompetensi Sosial
 Sikap inklusif dan objektif guru terhadap peserta didik, teman sejawat, dan
lingkungan sekitar dalam melaksanakna pembelajaran berjalan secara objektif.
Guru memberikan perhatian yang merata kepada siswa dengan tidak membeda-
bedakan siswa yang berasal dari latar belakang yang bervariasi.
 Komunikasi para guru dengan teman sejawat dan komunitas ilmiah lainnya
dilakukan secara santun, empatik dan efektif. Warga sekolah menggunakan
bahasa yang baik. Tetapi kebanyakan dalam menjalin komunikasi cenderung
masih banyak disampaikan dengan bahasa daerah yang cukup santun.
 Pada saat melakukan pengamatan kami tidak melihat adanya komunikasi antara
warga sekolah dengan orang tua peserta didik. Akan tetapi berdasarkan informasi
yang kami dapatkan komunikasi warga sekolah dengan orang tua peserta didik
baik, seperti saat ada peserta didik yang bermasalah maka langsung ada
komunikasi untuk menyelesaikan masalah yang terjadi. Komunikasi pun
dilakukan secara santun, empatik, dan efektif.
 Dalam melakukan pengamatan kami tidak melihat adanya keikutsertaan orang tua
siswa dan masyarakat dalam mendukung program sekolah, pelaksanaan program
pembelajaran, dan dalam mengatasi kesulitan belajar siswa
 Observasi Memperkuat Pemahaman Peserta Didik
a. Mengamati karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual,
sosial-emosional, moral, spiritual, dan latar belakang sosial budaya
Berdasarkan observasi kami mengenai karakteristik siswa yang berkaitan dengan
aspek fisik, intelektual, sosial-emosional, moral, spiritual, dan latar belakang sosial-
budaya, secara umum karakteristik peserta didik berbeda-beda. Dari aspek fisik
karakteristik peserta didik sehat secara jasmani dan rohani, ada peserta didik yang
tinggi, kurang tinggi, berkulit putih, badan kurus, dll. Dari aspek intelektual siswa
memiliki karakteristik intelektual yang bervariasi misalnya dalam proses belajar
mengajar ada siswa yang mudah menangkap pelajaran dan ada juga yang lamban dalam
menangkap pembelajaran. Jika dipandang dari aspek sosial-emosional karakteristik
siswa juga bermacam-macam mungkin karena dipengaruhi oleh latar belakang yang
berbeda sehingga tingkat sosial-emosional tergantung pribadi siswa masing-masing.
Jika dipandang dari aspek moral mereka sudah dikatakan baik, mereka sopan, santun
8
kepada semua orang, dapat berbaur dengan yang lain ada juga beberapa yang tidak. Dari
aspek spiritual karekteristik siswa bervariasi, beberapa dari mereka menghargai
kepercayaan agama lain. Siswa-siswa di SMAN 9 Bengkulu berasal dari berbagai latar
belakang sosial- budayayang berbeda-beda.
b. Mengidentifikasi potensi peserta didik dalam pada pelajaran kimia
Perbedaan Potensi siswa dalam pelajaran kimia ini terlihat ketika kami melakukan
pengamatan di kelas, antusias siswa untuk belajar kimia cukup baik, siswa merespon
dengan baik apa yang disampaikan oleh gurunya. Namun ada juga beberapa siswa yang
cenderung acuh tak acuh dengan proses pembelajaran.
c. Mengidentifikasi kemampuan awal peserta didik dalam mata pelajaran Kimia
Kemampuan awal siswa dalam mata pelajaran Kimia sudah baik. Siswa merespon
materi yang diajarkan dengan baik ketika materi yang diajarkan tersebut ditanyakan
oleh guru.
d. Mengidentifikasi kesulitan peserta didik dalam mata pelajaran Kimia
Kesulitan siswa dalam meta pelajaran kimia sangat bervariasi. Siswa mengalami
kesulitan untuk memahami materi yang dijelaskan oleh guru kimia saat proses
pembelajaran sedang dilaksanakan, hal ini kemungkinan disebabkan oleh karena
pelajaran kimia merupakan pelajaran yang bersifat abstrak sehingga akan cukup sulit
jika hanya dijelaskan saja tanpa adanya penjelasan yang lebih terperinci. Selain itu siswa
umumnya juga mengalami kesulitan dikarenakan mereka kurang memiliki motivasi
dalam diri mereka sendiri untuk mempelajari kimia itu sendiri dan sifat malas siswa
untuk mengulang kembali materi pelajaran.

 Observasi Langsung Proses Pembelajaran


a. Kegiatan guru pada awal
Guru memasuki ruangan belajar dan menyapa dengan salam. Kemudian peserta
didik memberikan salam kepada guru dan membaca do’a sebelum memulai proses
pembelajaran. Sebelum memulai pelajaran pertama, Guru memberikan pertanyaan
kepada siswa guna mengulas balik materi yang diajarkan minggu lalu.. Hal ini berguna
untuk memotivasi siswa untuk semangat belajar.
Guru mengecek kehadiran setiap siswanya dengan cara mengabsensi siswa satu
persatu. Menurut pengamatan kami, guru belum melakukan apersepsi dan menjelaskan
tujuan pembelajaran. Guru langsung menjelaskan materi yang akan diajarkan.
b. Kegiatan inti yang dilaksanakan guru

9
Guru membagikan lembar kerja kepada siswa perkelompok dan siswa diminta
untuk mendiskusikan soal yang ada pada lembar kerja tersebut bersama dengan
kelompoknya. Guru menggunakan teknik ceramah dan sesekali diiringi teknik tanya
jawab dalam menyampaikan materi. guru untuk membimbing siswa dalam belajar
dengan cara mengaitkan materi yang sedang diajarkan dengan materi yang lalu dan
terkadang memberikan pertanyaan kepada siswa tentang materi yang diajarkan.
Dalam pengelolaan kelas guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk
menjawab pertanyaan dan memberikan pertanyaan tentang pelajaran yang tidak
dimengerti. Dalam proses pembelajaran, pengelolaan kelas belum dilakukan dengan
baik. Guru kurang tegas dan suaranya sangat pelan dalam mengatasi siswa yang ribut
sehingga siswa yang ribut itu dapat mengganggu konsentrasi dari teman-teman lain.
Beberapa siswa ada yang mendengarkan gurunya dan ada juga yang melakukan
aktivitas lain.
Pada saat proses diskusi, guru membimbing diskusi dengan cukup baik yaitu
dengan teknik diskusi kelompok dan berkeliling melihat jalannya diskusi. Guru sangat
antusias dalam proses pembelajaran. Tetapi, siswanya yang tidak antusias
mendengarkan guru menjelaskan suatu materi. Hal ini dikarenakan, teknik yang
dilakukan guru dalam mengajar belum begitu baik dan efektif. Selain itu, guru tidak
tegas dan suaranya pelan pada saat menjelaskan materi.
c. Kegiatan penutup yang dilakukan guru
Guru menutup pembelajaran dengan memberikan PR (pekerjaan rumah),
memberitahu materi selanjutnya agar siswa membaca materi tersebut sebelum guru
menjelaskn pada pertemuan berikutnya dan membaca doa sebelum keluar kelas.
Menurut pengamatan kami, guru menyimpulkan materi yang sudah diajarkan secara
bersama-sama siswa dengan cara membahas kembali materi yang belum dipahami oleh
siswa. Guru memberikan pertanyaan tentang materi yang diajarkan untuk mengevaluasi
siswa.

2.2 Tingkat Keberhasilan


Kegiatan magang 1 yang telah kami lakukan di SMA N 9 Kota Bengkulu mulai
tangggal 4 Oktober – 15 Oktober 2016 telah kami laksanakan sesuai dengan jadwal yang
telah ditentukan oleh Universitas Bengkulu. Kami memperoleh data yang efektif sesuai
dengan situasi dan kondisi di SMA N 9 Kota Bengkulu serta semua warga sekolah
mendukung dalam kegiatan MAGANG 1 ini.

10
2.3 Faktor Pendukung dan Penghambat
Kegiatan Magang I ini yang telah dilaksanakan SD Negeri 09 Curup Tengah ,
Kabupaten Rejang Lebong dapat kami laksanakan dengan lancar, hal ini disebabkan oleh
faktor pendukung diantaranya:

1. Adanya hubungan yang harmonis antara dosen pembimbing, kepala sekolah, guru
pamong, dewan guru serta mahasiswa Magang I di SMA N 9 Kota Bengkulu.
2. Adanya kerja sama yang baik antar warga sekolah SMA N 9 Kota Bengkulu, dengan
mahasiswa FKIP KIMIA yang melakukan Observasi.
3. Bimbingan dari kepala sekolah, dosen pembimbing, guru pamong, dan guru lainnya
yang ikut memotivasi lancarnya kegiatan kami ini.
4. Kekompakan kelompok
5. Letak dan lokasi yang mudah dijangkau
6. Dosen pembimbing yang selalu memberikan masukkan dan bimbingan
7. Siswa-siswi yang bersahabat

Adapun penghambat yaitu :


Ada beberapa aspek yang tidak bisa teramati seperti pengamatan tentang keikutsertaan
orang tua siswa dan masyarakat dalam mendukung sekolah melaksanakan program
pembelajaran dalam mengatasi kesulitan belajar siswa.

2.4 Pengalaman Khusus yang khusus diperoleh :


Dalam pelaksanaan Magang I ini kami banyak mendapat pengalaman yang tidak
terduga dan juga penting bagi kami antara lain:
 Kami dapat merasakan dan memahami betapa sulitnya menjadi seorang Guru
SMA yang Profesional.
 Kami juga dapat mengenal kondisi fisik, proses belajar mengajar, dan keadaan
yang sebernarnya di SMA N 9 Kota Bengkulu.
 Kami dapat berhadapan langsung dengan siswa dalam kelas.
 Dapat mengetahui langsung karakteristik anak SMA yang beragam dan unik.
Masih banyak lagi pengalaman kami yang berguna dari SMA N 9 Kota
Bengkulu yang berguna untuk kami. Sehingga memberikan kami motivasi bagi
kami untuk terus belajar dan memahami bagaimana menjadi guru yang
professional dan terbaik bagi siswa kami nanti.

11
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Setelah kami melaksanakan kegiatan Magang di SMA N 9 Kota Bengkulu, kami
dapat menarik kesimpulan bahwa bertatap muka langsung pada SMA atau objek yang
dituju akan lebih baik dan kami mendapat pengetahuan yang lebih dan memberikan kami
pengetahuan yang cukup untuk kedepannya. Kami juga bisa mengetahui situasi dan
kondisi yang berkaitan dengan sekolah bersangkutan.

3.2 Saran
Adapun beberapa saran yang kami berikan antara lain:
1. Sebagai calon guru yang profesional mahasiswa magang harus melakukan observasi
dengan serius dan bertanggungjawab agar memperoleh data atau informasi sesuai
dengan kenyataan di Sekolah yang dituju.
2. Mahasiswa Magang sebaiknya ikut terlibat dalam membangun sekolah, misalnya ikut
berpartisipasi membantu guru atau karyawan dalam melakukan sebuah tugas atau
pekerjaan.

12
DAFTAR PUSTAKA

Unit PPL FKIP UNIB. 2015. Panduan Magang 1Mahasiswa S1 Reguler FKIP Universitas

13
LAMPIRAN-LAMPIRAN

A. PROGRAM KEGIATAN

No Waktu Kegiatan Keterangan

1. 3 Oktober 2016 Penyerahan mahasiswa Magang Dosen Pembimbing


ke Sekolah
2. Pengamatan di sekolah tentang : Mahasiswa Magang FKIP
4-14 Oktober  Kultur sekolah Kimia, DP dan GP masing-
2016  Untuk membangun kompetensi masing ke lokasi sekolah
pedagogik, kepribadian, dan
sosial
 Memperkuat pemahaman
peserta didik
 Pengamatan Langsung Proses
Pembelajaran Di Kelas
 Refleksi Hasil Pengamatan
Proses Pembelajaran
3. 15 Oktober Penarikan Mahasiswa Oleh Dosen Pembimbing
2016
4. 16- 23 Oktober Penyusunan laporan akhir Mahasiswa magang, DP
2016 dan GP masing-masing ke
lokasi sekolah

5. 24 Oktober Penyerahan laporan akhir dan Melalui Dosen


2016 nilai dalam bentuk hardcopy Pembimbing ke UPPL

14
LAMPIRAN-LAMPIRAN
B. PROGRAM KEGIATAN

No Waktu Kegiatan Keterangan

1. 3 Oktober 2016 Penyerahan mahasiswa Magang Dosen Pembimbing


ke Sekolah
2. Pengamatan di sekolah tentang : Mahasiswa Magang FKIP
4-14 Oktober  Kultur sekolah Kimia, DP dan GP masing-
2016  Untuk membangun kompetensi masing ke lokasi sekolah
pedagogik, kepribadian, dan
sosial
 Memperkuat pemahaman
peserta didik
 Pengamatan Langsung Proses
Pembelajaran Di Kelas
 Refleksi Hasil Pengamatan
Proses Pembelajaran
3. 15 Oktober Penarikan Mahasiswa Oleh Dosen Pembimbing
2016
4. 16- 23 Oktober Penyusunan laporan akhir Mahasiswa magang, DP
2016 dan GP masing-masing ke
lokasi sekolah

5. 24 Oktober Penyerahan laporan akhir dan Melalui Dosen


2016 nilai dalam bentuk hardcopy Pembimbing ke UPPL

15
FORMAT
OBSERVASI KULTUR SEKOLAH

Nama Sekolah : SMA N 9 KOTA BENGKULU Nama : Sukaina Adibi


Hari, Tanggal : 4-14 Oktober 2016 NPM : A1F015005

NO ASPEK YANG
DIPENGAMATAN DESKRIPSI HASIL PENGAMATAN
A Mengamati kedisiplinan warga
sekolah dalam melaksanakan
peraturan
1. Kepala sekolah 1. Kepala sekolah SMAN 9 Kota Bengkulu datang
tepat waktu yaitu pukul 07.05 WIB. Hal ini
menandakan bahwa kepala sekolah memiliki
kedisiplinan yang baik dan dapat memberi
teladan yang baik juga untuk warga sekolah.
Setiap pagi kepala sekolah juga melakukan
program 3S (Senyum,Sapa,Salam), ini
menandakan kepala sekolah melakukan program
yang telah ditetapkan di Kurikulum.
2. Guru 2. Guru di SMA N 9 Kota Bengkulu datang tepat
waktu yaitu sebelum pukul 07.30 WIB.
Meskipun masih ada guru yang kurang disiplin
dan datang setelah pukul 07.30 WIB. Guru yang
datang lebih awal mengambil bagian untuk
berdiri di depan ruang piket menyambut siswa
yang berdatangan satu-persatu. Guru piket pun
juga sibuk memperhatikan atribut siswa yang
berdatangan,apabila atribut mereka tidak
lengkap guru piket akan memberi sanksi berupa
skor negatif kepada siswa. Guru yang
berdatangan saling bertegur sapa satu sama

16
lainnya dan menggunakan pakaian yang sopan
dan rapi setiap harinya.
3. Karyawan 3. Karyawan di SMAN 9 Kota Bengkulu juga
memiliki kedisiplinan yang baik. Masing-
masing karyawan sibuk dengan tugasnya,seperti:
a. Satpam : Datang tepat waktu sebelum 07.30
WIB, mengkondisikan sekolah membuka dan
menutup gerbang.
b. Karyawan perpustakaan: Datang tepat waktu
sebelum pukul 07.30 WIB
c. Staff TU : Datang tepat waktu, mengerjakan
tugas di bagian tata usaha sekolah.
4. Siswa 4. Siswa di SMA N 9 Kota Bengkulu tiba di
sekolah sebagian besar sebelum pukul 07.30
WIB. Namun, masih terdapat beberapa siswa
datang diatas pukul 07.30 WIB dan terlambat.
Siswa yang terlambat diberi sanksi berupa skor
negatif dari guru yang berwenang di hari itu.
Saat KBM dimulai siswa masih ada yang
berkeliaran dilingkungan sekolah dan jika guru
tidak masuk dan tidak diberi tugas banyak siswa
yang bermain diluar kelas atau dilapangan
sekolah dan belanja dikantin.
B Mengamati hubungan sosial antar
warga sekolah dengan komite
sekolah
 Kepala sekolah dengan guru Hubungan kepala sekolah dengan guru dan
dan karyawan serta peserta karyawan serta peserta didik,yaitu:
didik,  Hubungan sosial antara kepala sekolah dengan
guru, saling menghargai dan menghormati satu
sama lain. Hal ini dibuktikan dari kepala sekolah
menyambut baik kehadiran guru yang datang
dengan bersalaman dan bertegur sapa.

17
 Hubungan sosial antara kepala sekolah dengan
karyawan juga terjalin komunikasi yang baik.
Karyawan menghormati kepala sekolah sebagai
atasannya.
 Hubungan sosial antara kepala sekolah dengan
siswa, adanya interaksi yang baik antar kepala
sekolah dan siswa. Hal ini dibuktikan dari kepala
sekolah yang menyambut kedatangan siswa
saling bersalaman dan menghormati kepala
sekolah sebagai pimpinan sekolah.
 Guru dengan karyawan dan Hubungan sosial antara guru dengan karyawan
siswa, dan siswa,yaitu :
 Hubungan sosial antara guru dengan karyawan
terjalin komunikasi yang baik. Mereka saling
bersalaman dan menghormati satu sama lain.
 Hubungan sosial antara guru dengan siswa
juga terjalin dengan baik. Siswa yang
berdatangan bersalaman dan menegur
gurunya. Saat proses KBM, guru menjelaskan
dan memberi materi dengan baik dan siswa
merespon dengan bertanya tentang materi
tersebut.
 Guru dengan guru,  Hubungan sosial antara guru dengan guru
terlihat sangat baik,hal itu ditunjukan dengan
guru yang menghargai satu sama lain dan saling
bertegur sapa. Ketika ada guru yang berhalangan
hadir, guru lain diminta untuk menggantikan
beliau atau jika tidak guru piket yang
menyampaikan pesan berupa tugas kepada
siswa.
 Siswa dengan siswa  Hubungan sosial siswa dengan siswa sangat
baik dan saling menghargai satu sama lain,
terlihat dari sikap saling membantu ketika salah
satu teman menyajikan materi, teman yang lain

18
bertanya ataupun menanggapi jika ada materi
yang masih kurang dimengerti dan di diskusi
bersama. Begitu juga diluar kelas siswa saling
menjalin keakraban yang baik tanpa adanya
perkelahian.
C Mengamati hubungan antara warga  Pengamat tidak melihat adanya hubungan
sekolah dengan komite sekolah warga sekolah dengan komite sekolah, karena
pada saat kami melakukan pengamatan kami
tidak bertemu dengan komite sekolah.
D Mengamati hubungan antara warga Hubungan antara warga sekolah dengan
sekolah dengan masyarakat sekitar masyarakat sekitar dan orang tua,yaitu:
dan orang tua murid.  Hubungan antara warga sekolah dengan
masyarakat sekitar berjalan dengan baik.
Hal ini dapat dibuktikan dari kesediaan
warga sekolah dalam mengizinkan
masyarakat sekitar berjualan dikantin
sekolah.
 Hubungan antara warga sekolah dan orang
tua murid juga berjalan dengan baik. Hal ini
dapat dilihat dari respon warga sekolah saat
orang tua murid datang kesekolah, dan
berusaha menanyakan keperluan beliau
dengan sopan.
E Mengamati sikap siswa terhadap
1. Kepala sekolah  Pada saat melakukan pengamatan kami melihat
siswa berinteraksi dengan kepala sekolah
melalui sikap yang tunduk dan patuh dengan
bersalaman kepada kepala sekolahnya.

2. Guru  Siswa juga menghormati dan menghargai guru-


guru, dengan menerapkan sistem 3 S(Senyum,
Sapa dan Salam). Dengan demikian terlihat
sikap yang baik antara siswa dengan guru.
Hanya sedikit saja siswa yang memiliki sikap

19
yang kurang baik terhadap guru yang sekedar
berpapasan mereka tidak menegur dan acuh saja
atau saat KBM berlangsung ada siswa yang
asyik bermain dan tidak memperhatikan ketika
guru menjelaskan.
3. Karyawan, dan siswa  Siswa menghormati dan menghargai karyawan
sekolah karena karyawan sekolah juga ikut
andil dalam membantu berbagai kegiatan
disekolah tersebut. Siswa bersikap sopan
dengan semua karyawan seperti dengan staff
TU dan karyawan perpustakaan. Dilihat dari
cara siswa yang datang ke TU dengan mengetuk
pintu dan mengucap salam terlebih dahulu atau
ketika diperpustakaan mereka tidak membuat
keributan.
4. Para tamu (orang luar yang  Sikap siswa terhadap tamu yang datang, cukup
datang berkunjung) baik dapat dilihat ketika bertemu dengan para
tamu yang berkunjung ke sekolah. Mereka
senyum dan apabila para tamu menanyakan
tentang tempat salah satu ruangan di sekolah.
Mereka menjawab dengan baik dan sopan.
F Mengamati pelaksanaan kegiatan
1. Ekstrakurikuler  Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler disekolah
sangat didukung oleh warga sekolah,
pengamatan dilakukan dengan mengumpulkan
seluruh ketua masing-masing ekstrakurikuler.
Ada 12 ekstrakurikuler yang terdapat di SMAN
9 Kota Bengkulu ,yakni :
1. Ekstrakurikuler Pramuka
2. Ekstrakurikuler Olahraga
 Volly
 Basket
 Futsal
3. Ekstrakurikuler ROHIS

20
4. Ekstrakurikuler Paskibra
5. Ekstrakurikuler PMR
6. Ekstrakurikuler PIK-R
7. Ekstrakurikuler Bela diri
 Karate
 Pencak Silat

Dengan kegiatan yang dilaksanakan pada hari-hari


yang telah disepakati, ekstrakurikuler SMAN 9
Kota Bengkulu juga telah banyak meraih prestasi
dengan mengikuti cabang lomba dan telah
mengharumkan nama sekolah.

2. Non-kurikuler melalui Kegiatan non-kurikuler yang kami amati yaitu


hubungan antar warga sekolah kegiatan OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah).
OSIS di SMAN 9 Kota Bengkulu cukup aktif
dibuktikan dengan adanya kerjasama antar anggota
yang mana mereka sering berkumpul atau
melaksanakan rapat bila akan mengadakan
kegiatan.

Bengkulu, 19 Oktober 2016


Guru Pamong Praktikan

Kurnia Nengsi, S.Pd Sukaina Adibi


NIP.19740326 200502 2 002 NPM.A1F015005

21
HASIL OBSERVASI
MEMBANGUN KOMPETENSI DASAR PEDAGOGIK ,
KEPRIBADIAN DAN SOSIAL

Nama Sekolah : SMA N 9 KOTA BENGKULU Nama : Sukaina Adibi


Hari, Tanggal : 4-14 Oktober 2016 NPM : A1F015005

NO ASPEK YANG DIAMATI DESKRIPSI HASIL PENGAMATAN

A Kompetensi Pedagogik
 Kegiatan pembelajaran yang mendidik Kegiatan pembelajaran sudah dilakukan
di kelas, di laboratorium, dan dengan baik didalam kelas khususnya
dilapangan. pelajaran kimia di kelas, dimana guru
bertindak sebagai fasilitator dengan
memfasilitasi siswa untuk berani tampil
kedepan menjelaskan materi yang telah
mereka kuasai. Apabila penjelasan kurang
jelas siswa diperbolehkan untuk bertanya
kepada guru atau ke teman-teman yang
dapat menjawab pertanyaan tersebut.
Kemudian untuk pembelajaran di
lapangan belum dapat kami amati. Selain
itu juga pada kegiatan pembelajaran di
laboraturium juga tidak dapat diamati
karena laboratorium masih dalam
renovasi sehingga kami tidak dapat
mengamati kegiatan tersebut.
 Mengamati kegiatan pembelajaran yang Kegiatan pembelajaran yang mendorong
mendorong siswa mencapai prestasi siswa mencapai prestasi belajar
belajar secara optimal. secara optimal disampaikan oleh guru
dengan pendekatan CBSA dan
menggabungkan metode diskusi serta
ceramah antara guru dan siswa. Siswa

22
dituntut mampu aktif dan tampil berani
untuk menampilkan materi dan guru
bertugas sebagai fasilitator. Disini, siswa
dilatih untuk mempresentasikan materi
secara rinci dan apabila ada pernyataan
yang kurang jelas maka siswa yang
menjelaskan boleh mendiskusikan kepada
siswa lain atau guru yang bersangkutan.
 Mengamati berbagai kegiatan Untuk mengaktulisasikan potensi siswa
pembelajaran untuk mengaktualisasikan dan kreatifitasnya pendidik (guru), yakni
potensi peserta didik, termasuk dengan memberikan kesempatan kepada
kreatifitasnya, yang dilakukan guru siswa untuk berani tampil kedepan kelas
mempresentasikan materi secara rinci dan
lengkap agar mudah dipahami oleh teman
lainnya dan guru dapat mengajukan
pertanyaan atau menambahkan bagian
tertentu agar materi yang disampaikan
lebih jelas dan mudah dipahami oleh
siswa.
 Mengamati kegiatan guru melakukan Setelah kegiatan pembelajaran selesai
refleksi terhadap pembelajaran yang guru melakukan refleksi terhadap
telah dilaksanakan. pembelajaran yang telah dilaksanakan
dengan menjelaskan kembali konsep-
konsep materi yang telah disampaikan
kepada siswa yang mempresentasikan
materi dan bertanya langsung siswa
tentang materi yang telah disampaikan
oleh teman lain yang mengamati serta
menganjurkan kepada siswa lain untuk
bertanya jika ada materi yang masih
belum dipahami.
B Kompetensi Kepribadian
 Mengamati perilaku saling Perilaku saling menghargai antar setiap
menghargai antar warga sekolah tanpa warga sekolah terjalin dengan baik, hal ini

23
membedakan keyakinan yang dianut, terlihat dari aktivitas mereka yang saling
suku, adat-istiadat, daerah asal, dan berbaur satu sama lain dan berhubungan
gender. satu sama lainnya tanpa melihat dan
membeda-bedakan keyakinan yang
dianut,suku, adat-istiadat, daerah asal dan
gender.
 Mengamati sikap dan perilaku warga Sikap dan perilaku warga sekolah
sekolah terhadap norma-norma yang terhadap norma-norma yang dianut
dianut, (agama, hukum, dan sosial) berjalan cukup baik. Hal ini dapat dilihat
yang berlaku dalam masyarakat, serta dari setiap siswa memulai pelajaran
kebudayaan nasional Indonesia yang dengan mengucapkan salam dan berdoa.
beragam. Selain itu, setiap harinya selalu diadakan
solat Zhuhur berjamaah oleh warga
sekolah. Warga sekolah juga taat dengan
norma hukum yang berlaku disekolah,
seperti tidak boleh datang
terlambat,memakai atribut sekolah yang
sesuai dengan peraturan yang berlaku dan
tidak melakukan tindak kejahatan. Hal itu
juga menyangkut dengan normal sosial
yang dijalankan oleh warga sekolah
dimana mereka tidak saling membeda-
bedakan status sosial dan saling
menghargai.
 Mengamati berbagai strategi Strategi berkomunikasi yang efektif,
berkomunikasi yang efektif, empatik, empatik dan santun, baik secara lisan
dan santun, baik secara lisan maupun mapun tulisan dilingkungan sekolah telah
tulisan di lingkungan sekolah. berjalan cukup baik dan guru dalam proses
pembelajaran sebagian besar telah
menggunakan bahasa Indonesia.
 Mengamati komunikasi para guru,  Dalam penyiapan kondisi psikologis
staf, dan kepala sekolah dari sudut siswa untuk pembelajaran guru
komunikasi yang efektif, empatik, dan menggunakan bahasa yang sesuai
santun pada siswadengan bahasa yang dalam dunia pendidikan yakni bahasa

24
khas dalam interaksi pembelajaran Indonesia yang baik dan benar. Namun
yang terbangun secara klasikal mulai terkadang bahasa yang digunakan
dari lebih didominasi oleh bahasa daerah
 Penyiapan kondisi psikologis peserta Bengkulu.
didik,  Dalam memberikan pertanyaan atau
 Memberikan pertanyaan atau tugas tugas kepada siswa, guru mengajak
sebagai undangan kepada siswauntuk siswa supaya siswa terdorong dan
merespon, tergerak mau merespon pertanyaaan
 Respon peserta didik, dan tugas yang diberikan oleh guru.
 Reaksi guru terhadap respon peserta  Siswa merespon kegiatan
didik, dan seterusnya. pembelajaran Kimia dengan baik.
Terbukti siswa merespon pertanyaan
yang dilemparkan oleh siswa lain yang
mengajukan pertanyaan dan mencoba
menjawabnya. Siswa merespon
pertanyaan dan tugas yang diberikan
oleh guru dengan bahasa mereka
sendiri yakni bahasa Indonesia namun
terkadang masih dicampur dengan
bahasa daerah.
 Reaksi guru terhadap respon siswa
terlihat cukup baik, guru antusias
apabila siswanya mengerti saat diberi
pertanyaan dan tumbuh rasa ingin tahu
dari siswa. Ini membuktikan bahwa
apa yang dipelajari dapat dipahami
oleh siswa dengan baik. Guru
memberikan pujian berupa kata-kata
yang memotivasi agar siswa yang
bertanya atau menjawab pertanyaan
menjadi lebih termotivasi.
C Kompetensi Sosial
 Mengamati sikap inklusif dan objektif Sikap inklusif dan objektif guru terhadap
guru terhadap peserta didik, teman siswa, teman sejawat, dan lingkungan

25
sejawat dan lingkungan sekitar sekitar dalam melaksanakan pembelajaran
dalam melaksanakan pembelajaran. berjalan secara objektif perhatian yang
diberikan kepada siswa merata tidak
membeda-bedakan siswa yang terdiri dari
berbagai latar belakang sosial dan budaya
yang berbeda-beda. Begitupun dengan
teman sejawat dan lingkungan sekitar
yang saling mendukung dalam
melaksanakan pembelajaran.
 Mengamati komunikasi para guru Komunikasi para guru dengan teman
dengan teman sejawat dan komunitas sejawat dan komunitas ilmiah lainnya
ilmiah apakah dilakukan secara dilakukan secara santun, empatik dan
santun, empatik, dan efektif. efektif. Warga sekolah menggunakan
bahasa yang baik. Tetapi kebanyakan
dalam menjalin komunikasi cenderung
masih banyak disampaikan dengan bahasa
daerah yang cukup santun.
 Mengamati komunikasi warga sekolah Pengamat tidak menemukan adanya
dengan orang tua siswadan komunikasi warga sekolah dengan orang
masyarakat secara dalam tua siswa dan masyarakat secara dalam
menginformasi program pembelajaran menginformasikan program pembelajaran
dan dalam mengatasi kemajuan dan dan dalam mengatasi kemajuan dan
masalah-masalah yang dihadapi masalah-masalah yang dihadapi peserta
siswaapakah dilakukan secara santun, didik.
empatik, dan efektif.
 Mengamati keikutsertakan orang tua Pengamat tidak menemukan adanya
siswadan masyarakat dengan keikutsertaan orang tua siswa dan
mendukung program sekolah, masyarakat dengan mendukung program
pelaksanaaan program pembelajaran, sekolah, pelaksanaaan program
dan dalam mengatasi kesulitan belajar pembelajaran, dan dalam mengatasi
peserta didik. kesulitan belajar peserta didik.

26
Bengkulu, 19 Oktober 2016
Guru Pamong Praktikan

Kurnia Nengsi, S.Pd Sukaina Adibi


NIP.19740326 200502 2 002 NPM. A1F015005

27
FORMAT OBSERVASI
MEMPERKUAT PEMAHAMAN PESERTA DIDIK

Nama Sekolah : SMA N 9 KOTA BENGKULU Nama : Sukaina Adibi


Hari, Tanggal : 4-14 Oktober 2016 NPM : A1F015005

NO ASPEK YANG DIAMATI DESKRIPSI HASIL PENGAMATAN


1 Mengamati karakteristik siswa yang  Mengamati karakteristik siswa dari aspek
berkaitan dengan aspek fisik, fisik, siswa secara fisik sehat jasmani dan
intelektual, sosial-emosional, moral, rohani, berpenampilan baik dengan memakai
spiritual, dan latar belakang sosial- seragam sebagaimana semestinya.
budaya.  Mengamati karakteristik siswa dari segi
intelektual, siswa memiliki karakter yang
bervariasi. Hal ini didukung dengan adanya
pemetaan kelas yang di bagi menjadi kelas
IPA dan IPS sesuai minat masing-masing
siswa dan adanya lintas minat sebagaimana
siswa yang masuk kedalam bidang IPA bisa
belajar mengenai materi pelajaran di bidang
IPS begitu juga sebaliknya.
 Mengamati karakteristik siswa dari segi
sosial-emosional,diperoleh karakteristik
siswa yang bermacam-macam mulai dari
menyukai berbaur satu sama lain tanpa
membedakan latar belakang masing-masing
siswa hingga siswa yang hanya berteman
secara berkelompok saja. Hal ini tergantung
dari segi sosial-emosional yang tercipta dari
masing-masing siswa.
 Mengamati karakteristik peserta dari segi
moral, diperoleh karakter siswa yang cukup
bermoral. Meskipun masih ada siswa yang

28
kurang bermoral jika dilihat dari sikap dan
prilaku siswa tersebut, ketika KBM
berlangsung banyak siswa yang berkeliaran
keluar kelas bukan malah menunggu guru
masuk ke kelas atau menemui guru tersebut.
 Mengamati karakteristik siswa dari sisi
spiritual, diperoleh karakteristik siswa yang
bervariasi. Setiap melakukan pengamatan,
sikap siswa selalu ditujukan dengan
mengucap salam ketika guru masuk ke kelas
dan berdoa. Setiap harinya juga saat bel
kedua berbunyi siswa disibukkan dengan
aktivitas sholat zhuhur berjamaah di
mushollah, meskipun masih ada siswa yang
melakukan aktivitas lain.
 Mengamati karakteristik siswa dari sisi latar
belakang sosial-budaya, diperoleh rata-rata
siswa SMAN 9 Kota Bengkulu lahir dari
latar belakang sosial-budaya yang beragam.
Mempunyai latar belakang sosial kelas
menengah terbukti kebanyakan siswa
mempunyai kendaraan pribadi untuk
berangkat ke sekolah dan fasilitas lain yang
mendukung seperti adanya gadget. Siswa
juga berlatar belakang budaya yang santun
terbukti seluruh siswa yang datang kesekolah
selalu bersalaman dan bertegur sapa dengan
guru yang berdiri didepan ruang piket.
2 Mengidentifikasi potensi siswa Potensi siswa dalam pelajaran kimia terlihat
dalam pada pelajaran kimia. baik dan adanya rasa ingin tahu lebih tentang
materi yang disajikan. Hal ini dibuktikan dari
kelancaran siswa menyajikan materi dengan
rinci dan berani didepan kelas serta respon

29
teman lain yang mengamati dan memberi
pendapat atau pertanyaan akan materi.
3 Mengidentifikasi kemampuan awal Kemampuan awal siswa dalam mata pelajaran
siswadalam mata pelajaran kimia Kimia terlihat cukup baik. Hal ini dilihat dari
respon siswayang bertanya tentang materi yang
dijelaskan kepada siswa yang
mempresentasikan materi atau kepada guru
yang bersangkutan sehingga menimbulkan rasa
antusias kepada siswa. Tetapi kebanyakan siswa
yang mungkin belum mengerti tetapi tidak
berani mengajukan diri untuk bertanya tentang
materi yang disampaikan.
4 Mengidentifikasi kesulitan siswa Kesulitan siswa dalam mata pelajaran Kimia
dalam mata pelajaran kimia cukup bervariasi yakni tergantung pemahaman
dari setiap peserta didik. Kesulitan ini terlihat
dari seberapa banyak siswa yang antusias
terhadap kimia. Pola pikir siswa yang telah
tertanam sebelumnya bahwa pelajaran kimia itu
sulit dan bersifat abstrak yang perlu pemahaman
secara rinci untuk dapat mengerti. Sehingga ada
beberapa siswa yang acuh saat KBM. Siswa
yang acuh akan pelajaran biasanya cenderung
membuat kesibukan sendiri seperti tidak
memperhatikan teman saat menyajikan materi
tetapi lebih banyak mengobrol, dimana hal ini
dapat mengganggu konsentrasi siswa lainnya.

Bengkulu, 19 Oktober 2016


Guru Pamong Praktikan

Kurnia Nengsi, S.Pd Sukaina Adibi


NIP.19740326 200502 2 002 NPM. A1F015005

30
FORMAT OBSERVASI
LANGSUNG PROSES PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMA N 9 KOTA BENGKULU Nama : Sukaina Adibi


Hari, Tanggal : 4-14 Oktober 2016 NPM : A1F015005

N Aspek yang diobservasi Deskripsi Hasil Pengamatan


o
A Kegiatan guru pada awal

1. Teknik/kiat/strategi dalam Sebelum KBM dimulai guru memberikan


mengkondisikan dan memotivasi ceramah singkat agar siswa lebih siap untuk
siswa untuk siap belajar belajar. Strategi yang digunakan oleh guru yaitu
dengan cara melontarkan pertanyaan kepada
siswa berkaitan dengan materi pelajaran minggu
lalu.
2. Berdoa sebelum memulai Sebelum KBM dimulai ketua kelas menyiapkan
pembelajaran kelas dan memimpin doa.
3. Mengecek kehadiran siswa Guru menyecek kehadiran siswa dengan
memanggil satu – pertsatu nama siswa, untuk
siswa yang tidak hadis guru menanyakan alasan
ketidakhadiran siswa yang tidak hadir kepada
siswa yang berada dikelas.
4. Teknik/kiat/strategi melakukan Teknik yang digunakan guru Checking
apersepsi knowledge adalah kegiatan mengecek
pemahaman materi pelajaran siswa pada materi
sebelumnya. Saat masuk kelas guru bisa
langsung mengecek pemahaman materi terutama
pada siswa yang tergolong kategori di bawah
rata-rata. Jika siswa tersebut lambat untuk
menjawab soal yang diberikan guru maka
dikatakan siswa tersebut belum paham, namun

31
bila siswa cepat dalam menjawab pertanyaan
guru maka ia bisa dikatakan paham.
5. Menyampaikan tujuan Sebelum masuk kemateri pembelajaran, terlebih
pembelajaran dan kegiatan yang dahulu guru menyampaikan tujuan dari materi
akan dilakukan selama pembelajaran yang akan dipelajari dan
pembelajaran menyampaikan apa saja kegiatan yang akan
dilakukan selama pembelajaran.
B Kegiatan inti yang dilaksanakan guru
1. Teknik menyampaikan materi yang Guru menggunakan teknik ceramah dan
akan dipelajari terkadang juga diselingi dengan teknik tanya
jawab dalam menyampaikan materi.
2. Metode/teknik/strategi Dalam membimbing siswa belajar guru
membimbing siswa dalam belajar menggunakan cara mengaitkan materi yang
sedang diajarkan dengan materi yang lalu dan
terkadang memberikan pertanyaan kepada siswa
tentang materi yang diajarkan.
3. Pengelolaan kelas Guru menyuruh siswa agar tenang saat siswa
mulai rebut dan memberikan humor kepada
siswa saat kondisi kelas mulai terasa jenuh.
Terkadang guru juga melontarkan pertanyaan
kepada siswa yang sedang asyik mengobrol.
4. Memotivasi siswa dalam belajar Guru memberikan pujian kepada siswa yang
mampu menjawab pertanyaan yang diajukan
guru dengan benar.
5. Teknik membagi perhatan pada Guru memberikan pertanyaan tidak hanya
siswa kepada satu siswa saja serta pandangan guru
saat mengajar menyeluruh keseluruh siswa yang
ada.
6. Penanganan kesulitan yang dialami Guru mengulangi menjelaskan materi yang
siswa dalam pembelajaran belum dipahami oleh siswa.
7. Teknik bertanya guru Guru memberikan pertanyaan kepada siswa
guna melihat kemampuan siswa dalam
memahami materi.

32
8. Teknik mengadakan variasi Guru hanya menggunakan variasi 2 metode
dalam mengajar yaitu metode ceramah dan
metode tanya jawab.
9. Teknik memberikan penguatan Guna memberikan penguatan, guru terkadang
memberikan pujian kepada siswa dan
memancing siswa yang lain juga untuk
menjawab pertanyaan.
10. Teknik membimbing diskusi Saat pengamatan tidak ada pelaksanaan diskusi

11. Antusias guru dalam kegiatan Guru antusias dalam menyampaikan materi
pembelajaran dikelas.
C Kegiatan penutup yang dilakukan  Guru memberikan pertanyaan tentang materi
guru yang diajarkan untuk mengevaluasi siswa.
 Guru memberikan tugas kepada siswa untuk
1. Kegiatan menyimpulkan materi
dikerjakan dan menyuruh siswa melanjutkan
bersama
soal yang belum selesai dikerjakan dan
2. Melaksanakan evaluasi akhir
menyuruh siswa untuk menghapal asam basa
3. Memberikan tindak lanjut, berupa
kuat dan lemah.
pemberian tugas dan atau
memberikan umpan balik dari hasil
evaluasi akhir
D Refleksi hasil pengamatan proses
pembelajaran
1. Kegiatan guru saat memulai Guru memberikan motivasi kepada siswa,
pembelajaran memberikan pertanyaan untuk megulas materi
sebelumnya, mengecek kehadiran siswa dan
berdo’a sebelum memulai pelajaran.
2. Saat melakukan kegiatan inti Guru menggunakan matri ceramah dalam
pembelajaran menjelaskan materi kepada siswa dan
menggunakan metode tanya jawab dalam
mengetes pemahaman siswa.
3. Saat guru mengakhiri pembelajaran Guru sedikit mengulas balik materi yang
disampaikan sebelumnya dan memberikan
umpan balik berupa pertanyaan kepada siswa
tentang materi yang diajarkan saat itu. tetapi

33
guru tidak menyampaikan kesimpulan materi
bersama siswa diakhir pelajaran.
4. Bersama dosen pembimbing dan  Kelemahan:
guru pamong mendiskusikan a. Guru kurang melakukan variasi dalam
kelemahan dan keunggulan yang menjelaskan materi
telah dilaksanakan, serta  Keunggulan:
memebrikan solusinya a. Guru sudah membuka pembelajaran dengan
mengucapkan slaam dan berdo’a.
b. Guru mengecek kehadiran siswa
c. Guru mengulas materi pelajaran
sebelumnya
d. Guru bersemangat dalam menyampaikn
materi.
e. Guru memberikan pertanyaan untuk
mengetahui pemahaman siswa atas materi
yang telah dipelajari
 Solusi:
a. Guru harus melakukan variasi agar siswa
tidak bosan dalam menerima materi

Bengkulu, 19 Oktober 2016


Guru Pamong Praktikan

Kurnia Nengsi, S.Pd Sukaina Adibi


NIP.19740326 200502 2 002 NPM. A1F015005

34
OBSERVASI
KULTUR SEKOLAH
PEMANTAPAN KOMPETENSI AKADEMIK KEPENDIDIKAN

Nama Sekolah : SMAN 9 BENGKULU Nama : Anisa Rosmalara


Hari, Tanggal : 4-14 Oktober 2016 NPM : A1F015006

NO ASPEK YANG DIAMATI DESKRIPSI HASIL PENGAMATAN


A Mengamati kedisiplinan warga
sekolah dalam melaksanakan
peraturan
5. Kepala sekolah
Dari hasil pengamatan kami dari hari pertama
sampai hari terakhir kepala sekolah bapak
Rohaji, S.Pd selalu datang pagi, bahkan sebelum
para guru, staf, dan siswa datang atau saat para
guru, staf, dan siswa masih sedikit. Selain itu
kepala sekolah juga selalu berpakaian rapi dan
sopan. Dapat dikatakan bahwa kedisplinan
kepala sekolah baik Setiap pagi kepala sekolah
juga melakukan program 3S
(Senyum,Sapa,Salam), ini menandakan kepala
sekolah melakukan program yang telah
ditetapkan di Kurikulum.
6. Guru Guru-guru di SMAN 9 Kota Bengkulu rata-rata
setiap paginya datang tepat waktu, jarang sekali
ditemukan guru yang telat yang harus menunggu
di depan gerbang. Ada juga guru yang datang
lebih awal bila dibandingkan guru-guru yang
lainnya. Guru yang datang lebih awal
mengambil bagian untuk berdiri di depan ruang
piket menyambut siswa yang berdatangan satu-
persatu. Guru piket pun juga sibuk

35
memperhatikan atribut siswa yang
berdatangan,apabila atribut mereka tidak
lengkap guru piket akan memberi sanksi berupa
skor negatif kepada siswa. Guru yang
berdatangan saling bertegur sapa satu sama
lainnya dan menggunakan pakaian yang sopan
dan rapi setiap harinya. Semua guru
menggunakan pakaian yang sopan dan rapi.
Guru mengajar atau masuk kelas ada yang
sesuai dengan waktu yang telah dijadwalkan,
tetapi ada juga yang tidak.
7. Karyawan Saat melakukan pengamatan karyawan SMAN
9 Kota Bengkulu sudah menaati peraturan dan
memiliki kedisiplinan yang baik. Sejak pagi
kami melakukan observasi semua karyawan
sekolah datang tepat waktu dan menggunakan
pakaian yang rapi dan sopan yang sesuai dalam
dunia pendidikan. Karyawan sekolah sedang
mengerjakan tugasnya masing-masing. Staff
TU, karyawan perpustakaan, karyawan penjaga
laboratorium dan karyawan kebersihan
melakukan tugasnya dengan baik.
8. Siswa Siswa-siswi di SMAN 9 Kota Bengkulu datang
tepat waktu dan menggunakan seragam rapi.
Namun masih ada beberapa siswa yang datang
terlambat padahal diberi toleransi waktu 5 menit
sebelum gerbang ditutup. Siswa yang datang
terlambat diperbolehkkan masuk ketika telah
diberikan nasihat dari guru yang menjaga di
gerbang.. Sebagian besar siswa belum
melaksanakan peraturan sekolah dengan baik,
dan dalam berpakaian beberapa siswa sudah
menggunakan pakaian seragam sebagaimana
mestinya. Saat KBM dimulai siswa masih ada

36
yang berkeliaran di lingkungan sekolah, apalagi
saat guru tidak hadir siswa ada yang ke kantin,
duduk-duduk didepan kelas, sehingga
mengganggu kelas lain yang sedang belajar.
B Mengamati hubungan sosial antar
warga sekolah dengan komite
sekolah
1. Kepala sekolah dengan Hubungan sosial antara kepala sekolah dengan
guru dan karyawan serta guru dan karyawan serta peserta didik baik,
peserta didik, akrab, komunikasi berjalan lancar, selalu ada
koordinasi antara kepala sekolah, guru,
karyawan, dan peserta didik

2. Guru dengan karyawan dan Hubungan sosial antara guru dengan karyawan
siswa, dan siswa juga sangat baik, akrab, ramah, sikap
saling menghargai sangat diperhatikan terutama
dalam mengerjakan kewajiban masing-masing
dan diantara mereka tidak terdapat perbedaan
antara guru dan siswa saat berada diluar jam
pelajaran. Siswa salam sapa dengan guru setiap
kali bertemu.
3. Guru dengan guru, Hubungan sosial antara guru dengan guru
terlihat baik, itu ditunjukan dengan sapa
menyapa guru ketika mereka saling bertemu di
tempat tertentu.
4. Siswa dengan siswa. Hubungan sosial siswa dengan siswa baik dan
sangat solid. Terlihat dari keakrabannya ketika
ada siswa yang tidak mengerti maka ada siswa
lain yang membantu menjelaskan kepada siswa
itu. Akan tetapi saat pengamatan di luar kelas

37
masih ada siswa yang berkelompok-kelompok
dalam pertemanan
C Mengamati hubungan antara warga Saat melakukan pengamatan kami tidak
sekolah dengan komite sekolah bertemu langsung dengan komite sekolah.
Tetapi berdasarkan hasil pengamatan kami di
sekolah siswa banyak yang belum membayar
uang komite hingga sekolah memberikan
peringatan membayar kepada siswa.
D Mengamati hubungan antara warga Hubungan antara warga sekolah dengan
sekolah dengan masyarakat sekitar masyarakat sekitar dan orang tua murid tidak
dan orang tua murid. terlalu jelas terlihat selama observasi.
E Mengamati sikap siswa terhadap
5. Kepala sekolah Sikap siswa terhadap kepala sekolah sangat
sopan dan santun. Kepala sekolah sangat
disegani dan dihormati oleh para siswa. Saat
kami melakukan pengamatan ada beberapa
murid yang mendekati dan memberi salam
kepada kepala sekolah yang sedang berjalan.

6. Guru Siswa juga sangat mengormati dan menghargai


guru-guru, siswa bersikap sopan dan santun
terhadap guru. Saat pengamatan di dalam kelas
semua siswa bersikap sopan meskipun ada
siswa yang berbicara terlalu keras sehingga
menimbulkan kesan kurang sopan.
7. Karyawan, dan Siswa menghormati dan menghargai karyawan
sekolah dan siswa bersikap sopan dengan
semua kayawan seperti dengan staff TU. Tetapi
ada juga siswa yang acuh tak acuh pada
karyawan kebersihan di sekolah.

38
8. Para tamu (orang luar yang Sikap siswa terhadap para tamu kurang bisa
datang berkunjung) diamati dengan jelas karena selama kami
melakukan pengamatan tidak ada tamu yang
datang. Akan tetapi, karena kami dan teman-
teman yang sedang magang disana termasuk
kategori tamu kami merasa dihormati, dihargai,
dan diterima dengan baik walaupun ada juga
siswa yang tidak menyapa saat bertemu.
F Mengamati pelaksanaan kegiatan
3. Ekstrakurikuler  Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler disekolah
sangat didukung oleh warga sekolah,
pengamatan dilakukan dengan mengumpulkan
seluruh ketua masing-masing ekstrakurikuler.
Ada 12 ekstrakurikuler yang terdapat di SMAN
9 Kota Bengkulu ,yakni :
8. Ekstrakurikuler Pramuka
9. Ekstrakurikuler Olahraga
 Volly
 Basket
 Futsal
10. Ekstrakurikuler ROHIS
11. Ekstrakurikuler Paskibra
12. Ekstrakurikuler PMR
13. Ekstrakurikuler PIK-R
14. Ekstrakurikuler Bela diri
 Taekwondo
 Karate
 Pencak Silat
Dengan kegiatan yang dilaksanakan pada hari-
hari yang telah disepakati, ekstrakurikuler
SMAN 9 Kota Bengkulu juga telah banyak
meraih prestasi dengan mengikuti cabang lomba
dan telah mengharumkan nama sekolah. Selain

39
itu, beberapa kegiatan ekstrakuliker telah
memiliki sekre atau basecamp sendiri.

4. Non-kurikuler melalui Kegiatan non-kurikuler yang kami amati yaitu


hubungan antar warga sekolah kegiatan OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah).
OSIS di SMAN 9 Kota Bengkulu cukup aktif
dibuktikan dengan adanya kerjasama antar anggota
yang mana mereka sering berkumpul atau
melaksanakan rapat bila akan mengadakan
kegiatan. Siswa-siswa yang bergabung di OSIS
memiliki sekre tersendiri untuk mereka berkumpul

Bengkulu,19 Oktober 2016


Guru Pamong Praktikan

Kurnia Nengsi, S.Pd Anisa Rosmalara


NIP. 19740326 200502 2 002 NPM. A1F015006

40
OBSERVASI
MEMBANGUN KOMPETENSI DASAR PEDAGOGIK, KEPRIBADIAN,
DAN SOSIAL

Nama Sekolah : SMAN 9 BENGKULU Nama : Anisa Rosmalara


Hari, Tanggal : 4-14 Oktober 2016 NPM : A1F015006

NO ASPEK YANG DIAMATI DESKRIPSI HASIL PENGAMATAN

A Kompetensi Pedagogik
1. Kegiatan pembelajaran yang Kegiatan pembelajaran yang mendidik
mendidik di kelas, di laboratorium, di kelas, di laboratorium, dan di
dan dilapangan. lapangan dilakukan oleh pendidik
(Guru) di SMAN 9 Bengkulu dengan
cukup baik dan sudah berjalan cukup
baik meskipun banyak kendala yang
terjadi. Kami tidak mengamati kegiatan
di laboratorium, karena pada saat itu
belum terjadi kegiatan praktikum.
2. Mengamati kegiatan pembelajaran Pada kegiatan ini guru memberikan
yang mendorong siswa mencapai banyak latihan soal-soal agar siswa
prestasi belajar secara optimal. terdorong untuk mengerjakan dan siswa
bisa paham dengan materi yang sedang
diajarkan. Guru juga memberikan waktu
untuk siswa mencatat supaya siswa
dapat memahami kembali pelajaran di
rumah nantinya. Kegiatan pembelajaran
disampaikan oleh guru dengan metode
ceramah dan menggabungkan metode
diskusi antara guru dan siswa supaya
siswa aktif belajar di dalam kelas.
3. Mengamati berbagai kegiatan Cara guru untuk mengaktualisasikan
pembelajaran untuk potensi dan kreativitas siswa cukup
mengaktualisasikan potensi peserta baik. Guru sudah menggunakan

41
didik, termasuk kreatifitasnya, yang berbagai macam metode dalam
dilakukan guru mengajar. Metode yang digunakan guru
yaitu tanya-jawab, ceramah dan diskusi.
Maka potensi dan kreativitas siswa ikut
tergali.
4. Mengamati kegiatan guru Setelah kegiatan pembelajran selesai
melakukan refleksi terhadap guru melakukan refleksi terhadap
pembelajaran yang telah pembelajaran yang telah dilaksanakan
dilaksanakan. dengan mengadakan tes kecil (postest)
untuk mengukur sejauh mana
pemahaman siswa terhadap materi yang
baru diajarkan. Mengingatkan kembali
konsep-konsep materi yang telah
disampaikan dan bertanya langsung
kepada siswa tentang materi yang telah
dipelajari serta menganjurkan siswa
untuk bertanya terhadap materi yang
masih belum dipahami.
B Kompetensi Kepribadian
1. Mengamati perilaku saling Secara umum perilaku antar warga
menghargai antar warga sekolah sekolah saling berbaur dan saling
tanpa membedakan keyakinan yang menghargai, tanpa membedakan
dianut, suku, adat-istiadat, daerah keyakinan yang dianut, suku, adat-
asal, dan gender. istiadat, daerah asal, dan gender
mereka.

2. Mengamati sikap dan perilaku Sikap dan perilaku setiap warga sekolah
warga sekolah terhadap norma- terhadap norma-norma yang dianut
norma yang dianut, (agama, sudah baik. Mereka mentaati peraturan
hukum, dan sosial) yang berlaku dengan baik, tetapi ada juga beberapa
dalam masyarakat, serta siswa yang datang terlambat, jika ada
kebudayaan nasional Indonesia yang terlambat akan menerima
yang beragam. hukuman. Dan untuk segi agamanya
mereka sangat menghargai agama yang
dianut setiap warga sekolah, apabila

42
waktu zuhur telah tiba sebagian siswa
dan guru langsung melaksanakan shalat.
Selain itu pada hari Jumat minggu
pertama mengadakan kegiatan Jumat
Taqwa berupa membaca Asmaul Husna
bersama dan ceramah agama. Walaupun
masih ada beberapa yang melanggar
norma-norma tersebut. Mungkin terjadi
karena sifat dari individu yang berbeda-
beda, dan tergantung dengan kesadaran
dari masing-masing individu tersebut.
3. Mengamati berbagai strategi Strategi berkomunikasi yang efektif,
berkomunikasi yang efektif, empatik dan santun, baik secara lisan
empatik, dan santun, baik secara mapun tulisan dilingkungan sekolah
lisan maupun tulisan di lingkungan sudah berjalan dengan efektif, empatik,
sekolah. dan santun, berbicara secara
langsungpun berjalan baik dan terlihat
keakraban antar warga sekolah. efektif,
empatik, dan santun. Komunikasi yang
dilakukan dengan bahasa tulisan
dilakukan sesuai dengan bahasa buku.
Sedangkan bahasa lisan dilakukan
dengan strategi menggunakan bahasa
Indonesia dan bahasa ibu.
4. Mengamati komunikasi para guru, Dalam penyiapan kondisi psikologis
staf, dan kepala sekolah dari sudut peserta didik untuk pembelajaran guru
komunikasi yang efektif, empatik, dan melakukannya dengan cara pembawaan
santun pada siswadengan bahasa yang guru dari awal masuk ke kelas sudah
khas dalam interaksi pembelajaran happy (bahagia) sehingga siswa
yang terbangun secara klasikal mulai bersemangat mengikuti pelajaran.
dari  Dalam memberikan pertanyaan dan
 Penyiapan kondisi psikologis peserta tugas kepada peserta didik guru
didik, menggunakan bahasa persuasif agar

43
 Memberikan pertanyaan atau tugas semua siswa merespon pertanyaaan
sebagai undangan kepada siswauntuk dan tugas yang diberikan oleh guru.
merespon,  Ketika guru memberikan pertanyaan,
 Respon peserta didik, semua siswa bersemangat ingin
 Reaksi guru terhadap respon peserta menjawab dan merespon dengan
didik, dan seterusnya. baik.
 Reaksi guru terhadap respon peserta
didik juga sangat baik, guru sangat
senang dan bersemangat untuk
meneruskan pelajaran karena semua
pertanyaan dan tugas yang diberikan
direspon dengan baik oleh siswa. Ini
membuktikan bahwa apa yang
dipelajari dapat dipahami oleh siswa
dengan baik.
C Kompetensi Sosial
1. Mengamati sikap inklusif dan Sikap inklusif dan objektif guru
objektif guru terhadap peserta terhadap peserta didik, teman sejawat,
didik, teman sejawat dan dan lingkungan sekitar dalam
lingkungan sekitar dalam melaksanakan proses pembelajaran
melaksanakan pembelajaran. pembelajaran sangat objektif terhadap
siswanya, terutama pada perhatian
yang diberikan kepada siswa merata
yaitu tidak membeda-bedakan siswa.
Semua siswa mendapatkan kesempatan
yang sama disetiap kegiatan. Begitu
juga dengan teman sejawat dan
lingkungan sekitar sekolah.
2. Mengamati komunikasi para guru Komunikasi para guru dengan teman
dengan teman sejawat dan sejawat dan komunitas ilmiah lainnya
komunitas ilmiah apakah dilakukan berjalan baik, santun, empatik, dan
secara santun, empatik, dan efektif. efektif, seperti komunikasi yang baik
antar sesama guru kimia

44
3. Mengamati komunikasi warga Pada saat melakukan pengamatan kami
sekolah dengan orang tua siswadan tidak melihat adanya komunikasi
masyarakat secara dalam antara warga sekolah dengan orang tua
menginformasi program peserta didik. Akan tetapi berdasarkan
pembelajaran dan dalam mengatasi informasi yang kami dapatkan
kemajuan dan masalah-masalah komunikasi warga sekolah dengan
yang dihadapi siswaapakah orang tua peserta didik baik, seperti
dilakukan secara santun, empatik, saat ada peserta didik yang bermasalah
dan efektif. maka langsung ada komunikasi untuk
menyelesaikan masalah yang terjadi.
Komunikasi pun dilakukan secara
santun, empatik, dan efektif.
4. Mengamati keikutsertakan orang Dalam melakukan pengamatan kami
tua siswadan masyarakat dengan tidak melihat adanya keikutsertaan
mendukung program sekolah, orang tua siswa dan masyarakat dalam
pelaksanaaan program mendukung program sekolah,
pembelajaran, dan dalam mengatasi pelaksanaan program pembelajaran,
kesulitan belajar peserta didik. dan dalam mengatasi kesulitan belajar
siswa

Bengkulu, 19 Oktober 2016


Guru Pamong Praktikan

Kurnia Nengsi, S.Pd Anisa Rosmalara


NIP. 19740326 200502 2 002 NPM. A1F015006

45
OBSERVASI
MEMPERKUAT PEMAHAMAN PESERTA DIDIK

Nama Sekolah : SMAN 9 BENGKULU Nama : Anisa Rosmalara


Hari, Tanggal : 4-14 Oktober 2016 NPM : A1F015006

NO ASPEK YANG DIAMATI DESKRIPSI HASIL PENGAMATAN


1 Mengamati karakteristik siswa yang Secara umum karakteristik peserta didik
berkaitan dengan aspek fisik, berbeda-beda. Dari aspek fisik karakteristik
intelektual, sosial-emosional, moral, peserta didik sehat secara jasmani dan rohani,
spiritual, dan latar belakang sosial- ada peserta didik yang tinggi, kurang tinggi,
budaya. berkulit putih, badan kurus, dll. Dari aspek
intelektual siswa memiliki karakteristik
intelektual yang bervariasi misalnya dalam
proses belajar mengajar ada siswa yang
mudah menangkap pelajaran dan ada juga
yang lamban dalam menangkap
pembelajaran. Jika dipandang dari aspek
sosial-emosional karakteristik siswa juga
bermacam-macam mungkin karena
dipengaruhi oleh latar belakang yang berbeda
sehingga tingkat sosial-emosional tergantung
pribadi siswa masing-masing. Jika dipandang
dari aspek moral mereka sudah dikatakan
baik, mereka sopan, santun kepada semua
orang, dapat berbaur dengan yang lain ada
juga beberapa yang tidak. Dari aspek spiritual
karekteristik siswa bervariasi, beberapa dari
mereka menghargai kepercayaan agama lain.
Siswa-siswa di SMAN 9 Bengkulu berasal
dari berbagai latar belakang sosial- budaya
yang berbeda-beda.

46
2 Mengidentifikasi potensi siswa Para siswa dalam mata pelajaran kimia baik,
dalam pada pelajaran kimia. semua siswa bisa atau mengerti materi yang
diajarkan. Mereka semua merespon dengan
baik terhadap apa yang dilakukan oleh guru.
Namun ada beberapa siswa yang tidak
berantusias dalam mengembangkan potensi
dalam diri mereka.
3 Mengidentifikasi kemampuan awal Kemampuan awal siswa dalam mata
siswa dalam mata pelajaran kimia pelajaran Kimia sudah baik. Siswa merespon
materi yang diajarkan dengan baik ketika
materi yang diajarkan tersebut ditanyakan
oleh guru.
4 Mengidentifikasi kesulitan siswa Kesulitan peserta didik dalam mata pelajaran
dalam mata pelajaran kimia Kimia cukup bervariasi yaitu tergantung pada
pemahaman dari setiap peserta didik. Apabila
peserta didik ada kesulitan dalam mata
pelajaran Kimia, maka guru akan mengulang
kembali menjelaskan materi yang mereka
kurang mengerti.

Bengkulu, 19 Oktober 2016


Guru Pamong Praktikan

Kurnia Nengsi, S.Pd Anisa Rosmalara


19740326 200502 2 002 A1F015006

47
OBSERVASI
LANGSUNG PROSES PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMAN 9 BENGKULU Nama : Anisa Rosmalara


Hari, Tanggal : 4-14 Oktober 2016 NPM : A1F015006

No Aspek yang diobservasi Deskripsi Hasil Pengamatan


A Kegiatan guru pada awal

6. Teknik/kiat/strategi dalam Guru menginstruksikan kepada seluruh siswa


mengkondisikan dan memotivasi agar tenang selama proses belajar sehingga
siswa untuk siap belajar dapat memperoleh hasil maksimal saat
belajar.
7. Berdoa sebelum memulai Guru memulai pelajaran dengan berdoa
pembelajaran dengan dipimpin oleh salah seorang siswa.
8. Mengecek kehadiran siswa Guru mengecek kehadiran siswa dengan
mengabsen satu persatu siswa.
9. Teknik/kiat/strategi melakukan Guru memberikan pertanyaan kepada siswa
apersepsi guna mengulas balik materi yang diajarkan
minggu lalu.
10. Menyampaikan tujuan Guru tidak menyampaikan tujuan
pembelajaran dan kegiatan yang pembelajaran dan kegiatan selama proses
akan dilakukan selama pembelajaran dan langsung saja memulai
pembelajaran materi.

48
B Kegiatan inti yang dilaksanakan
guru

10. Teknik menyampaikan


Guru menggunakan teknik ceramah dan
materi yang akan dipelajari
sesekali diiringi teknik tanya jawab dalam
menyampaikan materi.

11. Metode/teknik/strategi Strategi yang digunakan oleh guru untuk


membimbing siswa dalam belajar membimbing siswa dalam belajar dengan cara
mengaitkan materi yang sedang diajarkan
dengan materi yang lalu dan terkadang
memberikan pertanyaan kepada siswa tentang
materi yang diajarkan.
12. Pengelolaan kelas Dalam pengelolaan kelas guru memberikan
kesempatan kepada siswa untuk menjawab
pertanyaan dan memberikan pertanyaan
tentang pelajaran yang tidak dimengerti.
Dalam proses pembelajaran, pengelolaan
kelas belum dilakukan dengan baik. Guru
kurang tegas dan suaranya sangat pelan dalam
mengatasi siswa yang ribut sehingga siswa
yang ribut itu dapat mengganggu konsentrasi
dari teman-teman lain. Beberapa siswa ada
yang mendengarkan gurunya dan ada juga
yang melakukan aktivitas lain.
13. Memotivasi siswa dalam Guru memberikan pujian kepada siswa yang
belajar mampu menjawab pertanyaan yang diajukan
guru dengan benar dan memberikan hadiah
kepada kelompok belajar terbaik.
14. Teknik membagi perhatian Guru memberikan pertanyaan tidak hanya
pada siswa kepada satu siswa saja serta pandangan guru

49
saat mengajar menyeluruh keseluruh siswa
yang ada
15. Penanganan kesulitan yang Guru mengulangi menjelaskan materi yang
dialami siswa dalam belum dipahami oleh siswa.
pembelajaran
16. Teknik bertanya guru Guru memberikan pertanyaan kepada siswa
guna melihat kemampuan siswa dalam
memahami materi.
17. Teknik mengadakan variasi Guru hanya menggunakan variasi 2 metode
dalam mengajar yaitu metode ceramah dan
metode tanya jawab.
18. Teknik memberikan Guna memberikan penguatan, guru terkadang
penguatan memberikan pujian kepada siswa dan
memancing siswa yang lain juga untuk
menjawab pertanyaan.
10.Teknik membimbing diskusi Saat pengamatan tidak ada pelaksanaan
diskusi
11. Antusias guru dalam kegiatan Guru antusias dalam menyampaikan materi
pembelajaran dikelas.
C Kegiatan penutup yang dilakukan
guru

4. Kegiatan menyimpulkan materi Guru menyimpulkan materi diakhir pelajaran


bersama

5. Melaksanakan evaluasi akhir Guru memberikan pertanyaan tentang materi


yang diajarkan untuk mengevaluasi siswa.

6. Memberikan tindak lanjut, Guru memberikan latihan di rumah dan


berupa pemberian tugas dan atau memberitahu materi selanjutnya agar siswa
memberikan umpan balik dari membaca materi tersebut sebelum guru
hasil evaluasi akhir menjelaskn pada pertemuan berikutnya

50
D Refleksi hasil pengamatan proses
pembelajaran
5. Kegiatan guru saat memulai Guru memberikan motivasi kepada siswa,
pembelajaran memberikan pertanyaan untuk megulas
materi sebelumnya, mengecek kehadiran
siswa dan berdo’a sebelum memulai
pelajaran.

6. Saat melakukan kegiatan inti Guru menggunakan matode ceramah dalam


pembelajaran menjelaskan materi kepada siswa dan
menggunakan metode tanya jawab dalam
mengetes pemahaman siswa.
7. Saat guru mengakhiri Guru sedikit mengulas balik materi yang
pembelajaran disampaikan sebelumnya dan memberikan
umpan balik berupa pertanyaan kepada siswa
tentang materi yang diajarkan saat itu, dan
guru menyampaikan kesimpulan materi
bersama siswa diakhir pelajaran dari apa yang
telah siswa tersebut kerjakan.
8. Bersama dosen pembimbing dan  Kelemahan:
guru pamong mendiskusikan b. Guru kurang melakukan variasi dalam
kelemahan dan keunggulan yang menjelaskan materi
telah dilaksanakan, serta  Keunggulan:
memberikan solusinya a. Guru sudah membuka pembelajaran
dengan mengucapkan salam
b. Guru mengecek kehadiran siswa
c. Guru mengulas materi pelajaran
sebelumnya
d. Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran
e. Guru sangat bersemangat dalam
menyampaikn materi begitu juga dengan
siswanya

51
f. Guru memberikan tes kecil (postest)
untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa
atas materi yang telah dipelajari
 Solusi:
a. Guru harus melakukan variasi agar siswa
tidak bosan dalam menerima materi

Bengkulu, 19 Oktober 2016


Guru Pamong Praktikan

Kurnia Nengsi, S.Pd Anisa Rosmalara


19740326 200502 2 002 A1F015006

52
OBSERVASI
KULTUR SEKOLAH

Nama Sekolah : SMA N 9 KOTA BENGKULU Nama : Amelia Tripripa


Hari, Tanggal : 4-14 Oktober 2016 NPM : A1F015012

NO ASPEK YANG DIAMATI DESKRIPSI HASIL PENGAMATAN


A Mengamati kedisiplinan warga
sekolah dalam melaksanakan
peraturan
9. Kepala sekolah SMA N 9 Kota Bengkulu dipimpin oleh Bapak
Rohaji, S.Pd. Kepala sekolah SMAN 9 Bengkulu
datang tepat waktu yaitu pukul 07.05 WIB sebelum
bel masuk berbunyi dan juga kepala sekolah selalu
berpakaian rapi dan sopan. Selain itu bersama guru
piket bapak kepala sekolah melakukan program 3S
(Senyum,Sapa,Salam). Hal ini menandakan bahwa
kepala sekolah memiliki kedisiplinan yang baik
dan dapat memberi teladan yang baik juga untuk
warga sekolah.
10. Guru Para guru di SMA N 9 Kota Bengkulu memiliki
kedisiplinan yang baik, para guru yang telah hadir
di sekolah mengisi absensi kehadiran di meja piket.
Sebagian besar guru telah hadir sebelum pukul
07.30 WIB. Ada beberapa guru yang hadir lebih
awal sekitar pukul 07.00 WIB karena bertugas
piket mengawasi kedisiplinan sekolah. Tetapi ada
pula beberapa guru terlambat hadir setelah bel
masuk berbunyi dikarenakan beberapa alasan.
Guru piket mengambil bagian untuk berdiri di
depan ruang piket menyambut siswa/siswi yang
berdatangan satu - persatu. Selain itu guru piket
juga memperhatikan siswa/siswi yang terlambat

53
hadir setelah bel masuk berbunyi. Bagi siswa yang
datang terlambat, guru piket akan mencatat nama
siswa ke dalam daftar siswa terlambat dan memberi
sanksi berupa skor negatif. Guru yang berdatangan
saling bertegur sapa satu sama lainnya dan
menggunakan pakaian yang sopan dan rapi setiap
harinya.
11. Karyawan Karyawan di SMA N 9 Kota Bengkulu juga
memiliki kedisiplinan yang baik. Masing-masing
karyawan sibuk dengan tugasnya,seperti:
d. Karyawan kebersihan : Datang tepat waktu
sebelum 07.30 WIB dan menjaga kebersihan
sekolah
e. Satpam : Datang tepat waktu sebelum 07.30
WIB, mengkondisikan sekolah membuka
dan menutup gerbang.
f. Karyawan perpustakaan: Datang tepat waktu
sebelum pukul 07.30 WIB, membuka ruang
perpustakaan dan mencatat siswa/siswi yang
meminjam ataupun mengembalikan buku
perpustakaan.
g. Staff TU : Datang tepat waktu, mengerjakan
tugas di bagian tata usaha sekolah.
12. Siswa Siswa di SMA N 9 Kota Bengkulu tiba di sekolah
sebagian besar sebelum pukul 07.30 WIB.Namun,
masih terdapat beberapa siswa datang diatas pukul
07.30 WIB dan terlambat. Siswa yang terlambat
diberi sanksi berupa skor negatif dari guru piket
yang berwenang di hari itu. Sebagian besar siswa
sudah melaksanakan peraturan sekolah dengan
baik dan dalam hal berpakaian beberapa siswa
sudah menggunakan pakaian seragam
sebagaimana mestinya. Saat jam pelajaran telah
dimulai, masih ada beberapa siswa yang

54
berkeliaran di depan ruang kelas jika guru belum
masuk ke kelas. Bagi kelas yang gurunya tidak
hadir, biasanya guru piket mengkondisikan
keadaan kelas dan memberi mereka tugas, namun
masih ada juga siswa yang berkeliaran di
lingkungan sekolah, di kantin atau di taman siswa.
B Mengamati hubungan sosial antar
warga sekolah dengan komite
sekolah
1. Kepala sekolah dengan guru dan Hubungan sosial antara kepala sekolah dengan
karyawan serta peserta didik, guru dan karyawan serta siswa sangat baik,
ditunjukkan dengan adanya tegur sapa dan salam.
Hubungan sosial antara kepala sekolah dengan
karyawan juga terjalin komunikasi yang baik.
Hubungan sosial antara kepala sekolah dengan
siswa, adanya interaksi yang baik antar kepala
sekolah dan siswa. Hal ini dibuktikan dari kepala
sekolah yang menyambut kedatangan siswa saling
bersalaman. Guru, karyawan dan siswa sangat
menghormati kepala sekolah sebagai
atasanpimpinan sekolah.
2. Guru dengan karyawan dan Hubungan antara guru dengan karyawa terjalin
siswa, dengan baik. Adanya rasa saling menghargai
antara guru dan karyawan sekolah yaitu staf tata
usaha,satpam, karyawan perpustakaan dan
pembersih sekolah serta terdapat komunikasi
yang baik dalam menjalankan tugas infrastruktur
sekolah. Hubungan guru dengan siswa juga
terjalin dengan baik. Dalam proses belajar
mengajar di kelas atau pun diluar kelas guru dan
siswa memiliki hubungan dan komunikasi yang
baik. Hal ini dibuktikan pada saat didalam kelas
guru memberikan proses pembelajaran yang baik
dan siswa memberikan respon yang baik seperti

55
halnya memberi tanggapan dan pertanyaan pada
materi yang disampaikan oleh guru, sedangkan
diluar kelas siswa menujukan sikap hormat dan
santun terhadap gurunya seperti halnya ketika
bertemu dengan guru siswa memberikan salam
dan menegur gurunya.
3. Guru dengan guru, Hubungan sosial antara guru dengan guru terlihat
sangat baik,hal itu ditunjukan dengan adanya
interaksi guru yang saling menghormati satu sama
lain serta saling bertegur sapa dan bersalaman
ketika mereka saling bertemu atau berkumpul.
Adanya hubungan harmonis antar guru ditunjukkan
dengan adanya interaksi para guru saat berada di
dalam ruangan khusus para guru, ada yang
berdiskusi, ada yang mengobrol dan bercanda ria
berbagi tawa.
4. Siswa dengan siswa. Hubungan sosial siswa dengan siswa sangat baik
dan saling menghargai satu sama lain, terlihat dari
sikap saling membantu ketika ada teman yang tidak
mengerti saat mengerjakan tugas dan bertanya
dengan temannya, kemudian temannya
menjelaskan kembali meteri yang berkaitan dengan
tugas tersebut. Begitu juga diluar kelas siswa saling
menjalin keakraban yang baik tanpa adanya
perkelahian.
C Mengamati hubungan antara warga Kami tidak dapat melakukan observasi mengenai
sekolah dengan komite sekolah hubungan warga sekolah dengan komite sekolah,
dikarena pada saat kami melakukan observasi kami
tidak bertemu dengan komite sekolah. Komite
sekolah hanya berada di sekolah saat ada
pertemuan-pertemuan khusus sehingga di hari
biasa sulit untuk dapat bertemu dengan komite
sekolah.

56
D Mengamati hubungan antara warga Hubungan antara warga sekolah dengan
sekolah dengan masyarakat sekitar masyarakat sekitar dan orang tua murid
dan orang tua murid. tidakterlalu jelas terlihat selama observasi.
E Mengamati sikap siswa terhadap
9. Kepala sekolah Para siswa di SMA N 9 Kota Bengkulu berinteraksi
dengan sikap yang baik kepada kepala sekolah
ditunjukkan dengan adanya rasa hormat siswa
kepada sekolah saat bertemu siswa memberi salam
serta bersikap sopan dan santun.
10. Guru Siswa juga menghormati dan menghargai guru-
guru dengan menegur, menyapa dan menyalami
guru daat berpapasan. Dengan demikian terlihat
sikap yang baik antara siswa dengan guru. Namun
ada beberapa siswa yang memiliki sikap yang
kurang baik terhadap guru yang sekedar
berpapasan mereka tidak menegur dan acuh saja
atau saat KBM berlangsung ada siswa yang asyik
bermain dan tidak memperhatikan ketika guru
menjelaskan.
11. Karyawan Walaupun siswa hanya sedikit melakukan interaksi
dengan karyawan sekolah dibandingkan dengan
guru, tetapi dalam hal ini siswa tetap menujukkan
sikap sopan dan santun terhadap karyawan
sekolah. Hal ini dibuktikan ketika siswa lewat atau
berpapasan mereka menundukkan kepala seraya
menegur karyawan staff TU, ataupun ketika datang
ke ruang TU siswa mengetuk pintu dahulu sebelum
masuk ke ruang TU. Dan ketika siswa/siswi
berkunjung ke perpustakaan sekolah mereka
menghormati karyawan yang ada di perpustakaan,
mematuhi peraturan perpustakaan serta tidak
membuat kegaduhan.
12. Para tamu (orang luar yang Sikap siswa terhadap tamu yang datang,
datang berkunjung) kebanyakan siswa hanya acuh saja terhadap tamu

57
yang datang. Mungkin dikarenakan mereka segan
untuk sekadar menyapa walaupun demikian masih
ada juga siswa yang ramah senyum dan menyapa
para tamu yang datang.
F Mengamati pelaksanaan kegiatan
5. Ekstrakurikuler  Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler disekolah
sangat didukung oleh warga sekolah,
pengamatan dilakukan dengan mengumpulkan
seluruh ketua masing-masing ekstrakurikuler.
Ada 12 ekstrakurikuler yang terdapat di SMAN
9 Kota Bengkulu ,yakni :
15. Ekstrakurikuler Pramuka
16. Ekstrakurikuler Olahraga
 Volly
 Basket
 Futsal
17. Ekstrakurikuler ROHIS
18. Ekstrakurikuler Paskibra
19. Ekstrakurikuler PMR
20. Ekstrakurikuler PIK-R
21. Ekstrakurikuler Bela diri
 Karate
 Pencak Silat
Dengan kegiatan yang dilaksanakan pada hari-
hari yang telah disepakati, ekstrakurikuler
SMAN 9 Kota Bengkulu juga telah banyak
meraih prestasi dengan mengikuti cabang lomba
dan telah mengharumkan nama sekolah.

6. Non-kurikuler melalui Kegiatan non-kurikuler yang kami amati yaitu


hubungan antar warga sekolah kegiatan OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah).
OSIS di SMAN 9 Kota Bengkulu cukup aktif
dibuktikan dengan adanya kerjasama antar anggota
yang mana mereka sering berkumpul atau

58
melaksanakan rapat bila akan mengadakan
kegiatan.

Bengkulu, 19 Oktober 2016


Guru Pamong Praktikan

Kurnia Nengsi, S.Pd Amelia Tripripa


NIP.19740326 200502 2 002 NPM. A1F015012

59
HASIL OBSERVASI
MEMBANGUN KOMPETENSI DASAR PEDAGOGIK , KEPRIBADIAN
DAN SOSIAL

Nama Sekolah : SMA N 9 KOTA BENGKULU Nama : Amelia Tripripa


Hari, Tanggal : 4-14 Oktober 2016 NPM : A1F015012

NO ASPEK YANG DIAMATI DESKRIPSI HASIL PENGAMATAN

A Kompetensi Pedagogik
1. Kegiatan pembelajaran yang mendidik Kegiatan pembelajaran di kelas yang
di kelas, di laboratorium, dan kami amati berjalan baik khususnya pada
dilapangan. mata pelajaran kimia dikelas X IPA.
Dalam observasi kami, guru tidak
sepenuhnya menjadi faktor utama di
dalam proses pembelajaran, melainkan
siswa yang dijadikan fokus utama dalam
kegiatan pembelajaran sehingga tidak ada
ketergantungan berlebih antara siswa
kepada guru. Dalam hal ini guru
memfasilitasi siswa untuk berani tampil
kedepan kelas menjelaskan kembali
materi yang telah diterangkan
sebelumnya oleh guru dikelas. Adapun
kegiatan pembelajaran di lapangan belum
dapat kami amati. Selain itu, pada
kegiatan pembelajaran di laboraturium
kami juga tidak dapat mengamati karena
berdasarkan materi yang dipelajari belum
diperlukannya kegiatan praktikum
sehingga pelaksanaan praktikum di
laboratorium belum dilaksanakan diawal
semester ini.

60
2. Mengamati kegiatan pembelajaran yang Kegiatan pembelajaran disampaikan oleh
mendorong siswa mencapai prestasi guru dengan metode ceramah dan
belajar secara optimal. menggabungkan metode diskusi antara
guru dan siswa supaya siswa aktif belajar
di dalam kelas. Guru banyak memberikan
latihan soal-soal agar siswa terdorong
untuk mengerjakan dan siswa bisa paham
dengan materi yang sedang
diajarkan.Guru juga memberikan waktu
untuk siswa mencatat supaya siswa dapat
memahami kembali pelajaran di rumah
nantinya.
3. Mengamati berbagai kegiatan Cara guru untuk mengaktualisasikan
pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi dan kreativitas siswa cukup baik.
potensi peserta didik, termasuk Guru sudah menggunakan berbagai
kreatifitasnya, yang dilakukan guru macam metode dalam mengajar. Metode
yang digunakan guru yaitu tanya-jawab,
ceramah dan diskusi. Maka potensi dan
kreativitas siswa ikut tergali.

4. Mengamati kegiatan guru melakukan Guru melakukan refleksi terhadap


refleksi terhadap pembelajaran yang pembelajaran yang telah dilaksanakan di
telah dilaksanakan. akhir pembelajaran dengan menjelaskan
kembali konsep penting dari materi yang
telah dijelaskan siswa di depan kelas,
kemudian guru melakukan tanya–jawab
dengan siswa di akhir pembelajaran. Bila
ada yang belum dipahami maka guru akan
menjelaskan kembali materi yang telah
disampaikan. Diakhir pembelajaran, guru
menyuruh siswa untuk menyimpulkan
materi yang telah dijelaskan.
B Kompetensi Kepribadian

61
1. Mengamati perilaku saling menghargai Perilaku saling menghargai antar setiap
antar warga sekolah tanpa membedakan warga sekolah terjalin dengan baik, dapat
keyakinan yang dianut, suku, adat- dilihat dari aktivitas mereka yang saling
istiadat, daerah asal, dan gender. berhubungan satu sama lainnya tanpa
membeda-bedakan keyakinan yang
dianut,suku, adat-istiadat, daerah asal dan
gender.
2. Mengamati sikap dan perilaku warga Warga sekolah menghormati dan
sekolah terhadap norma-norma yang menjunjung tinggi norma-norma yang
dianut, (agama, hukum, dan sosial) yang telah ada serta kebudayaan nasional
berlaku dalam masyarakat, serta Indonesia yang beragam. Hal ini
kebudayaan nasional Indonesia yang dibuktikan dengan adanya mata pelajaran
beragam. seni yang memupuk siswanya mengenal
dan melestarikan kebudayaan Indonesia.
Selain itu, setiap memulai pelajaran siswa
memberi salam dan berdoa menurut
agama dan kepercayaan masing- masing.
Setiap harinya warga sekolah yang
beragama islam melakukan sholat dzuhur
berjamaah. Sedangkan warga sekolah
yang non muslim menghormati warga
sekolah yang sedang melakukan ibadah.
Hal itu juga menyangkut dengan normal
sosial yang dijalankan oleh warga sekolah
dimana mereka tidak saling membeda-
bedakan status sosial, agama dan saling
menghargai satu sama lain.
3. Mengamati berbagai strategi Strategi berkomunikasi yang efektif,
berkomunikasi yang efektif, empatik, empatik dan santun, baik secara lisan
dan santun, baik secara lisan maupun mapun tulisan dilingkungan sekolah telah
tulisan di lingkungan sekolah. berjalan cukup baik dan guru dalam
proses pembelajaran sebagian besar telah
menggunakan bahasa Indonesia.

62
4. Mengamati komunikasi para guru, staf,  Dalam penyiapan kondisi psikologis
dan kepala sekolah dari sudut siswa untuk memulai pembelajaran
komunikasi yang efektif, empatik, dan guru mengkondisikan kelas terlebih
santun pada siswadengan bahasa yang dahulu, seperti dengan mengabsen
khas dalam interaksi pembelajaran yang siswa-siswa nya ,ataupun mengulang
terbangun secara klasikal mulai dari materi minggu lalu, dengan sedikit
a. Penyiapan kondisi psikologis pertanyaan pertanyaan agar dapat
peserta didik, merangsang anak untuk siap
b. Memberikan pertanyaan atau melanjutkan materi pelajaran. Dalam
tugas sebagai undangan kepada penggunaan bahasa komunikasi guru
siswauntuk merespon sudah menggunakan bahasa yang
c. Respon peserta didik, baik, efektif, empatik dan santun
d. Reaksi guru terhadap respon kepada siswa.
peserta didik, dan seterusnya.  Sebelum melanjutkan materi
biasanya guru mereview kembali
materi yang telah dipelajari
sebelumnya dengan memberikan
pertanyaan baik itu dalam bentuk
lisan.Pada saat memberikan
pertanyaan atau tugas kepada
siswaguru menggunakan bahasa
yang baik dan bersifat humor supaya
siswa terdorong dan tergerak mau
merespon pertanyaaan oleh guru.
 Dengan adanya stimulasi yang telah
dilakukan oleh guru siswa merespon
kegiatan pembelajaran dengan baik,
hal itu terlihat dari siswa yang
merespon pertanyaan dari guru
maupun teman lainnya. Hal ini
menunjukan adanya respon yang
baik dari siswa dalam memahami
materi yang telah diberikan oleh
guru.Dan ketika guru memberikan

63
persoalan kepada siswa sangat
berantusias menjawab soal yang
diberikan oleh guru dan siswa
merespon pertanyaan dan tugas yang
diberikan oleh guru dengan bahasa
mereka sendiri yakni bahasa
Indonesia namun terkadang masih
dicampur dengan bahasa daerah.
 Dengan adanya respon yang baik
yang diberikan siswa, guru
memberikan respon balik yang
sangat baik yaitu dengan
memberikan apresiasi kepada murid
seperti memberi pujian ataupun
memberikan nilai tambahan kepada
siswa yang memberikan respon
tersebut.
C Kompetensi Sosial
1. Mengamati sikap inklusif dan objektif Sikap inklusif dan objektif guru terhadap
guru terhadap peserta didik, teman peserta didik, teman sejawat, dan
sejawat dan lingkungan sekitar lingkungan sekitar dalam melaksanakna
dalam melaksanakan pembelajaran. pembelajaran berjalan secara objektif.
Guru memberikan perhatian yang merata
kepada siswa dengan tidak membeda-
bedakan siswa yang berasal dari latar
belakang yang bervariasi.
2. Mengamati komunikasi para guru Komunikasi para guru dengan teman
dengan teman sejawat dan komunitas sejawat dan komunitas ilmiah lainnya
ilmiah apakah dilakukan secara santun, dilakukan secara santun, empatik dan
empatik, dan efektif. efektif. Warga sekolah menggunakan
bahasa yang baik. Tetapi kebanyakan
dalam menjalin komunikasi cenderung
masih banyak disampaikan dengan bahasa
daerah yang cukup santun.

64
3. Mengamati komunikasi warga sekolah Pada saat melakukan observasi kami tidak
dengan orang tua siswa dan melihat adanya komunikasi antara warga
masyarakat secara dalam sekolah dengan orang tua peserta didik.
menginformasi program pembelajaran Akan tetapi berdasarkan informasi yang
dan dalam mengatasi kemajuan dan kami dapatkan komunikasi warga sekolah
masalah-masalah yang dihadapi dengan orang tua peserta didik baik,
siswaapakah dilakukan secara santun, seperti saat ada peserta didik yang
empatik, dan efektif. bermasalah maka langsung ada
komunikasi untuk menyelesaikan
masalah yang terjadi. Komunikasi pun
dilakukan secara santun, empatik, dan
efektif.
4. Mengamati keikutsertakan orang tua Dalam melakukan observasi kami tidak
siswadan masyarakat dengan melihat adanya keikutsertaan orang tua
mendukung program sekolah, siswa dan masyarakat dalam mendukung
pelaksanaaan program pembelajaran, program sekolah, pelaksanaan program
dan dalam mengatasi kesulitan belajar pembelajaran, dan dalam mengatasi
peserta didik. kesulitan belajar siswa.

Bengkulu, 19 Oktober 2016


Guru Pamong Praktikan

Kurnia Nengsi, S.Pd Amelia Tripripa


NIP.19740326 200502 2 002 NPM.A1F015012

65
FORMAT OBSERVASI
MEMPERKUAT PEMAHAMAN PESERTA DIDIK

Nama Sekolah : SMA N 9 KOTA BENGKULU Nama : Amelia Tripripa


Hari, Tanggal : 4-14 Oktober 2016 NPM : A1F015012

NO ASPEK YANG DIAMATI DESKRIPSI HASIL PENGAMATAN


1 Mengamati karakteristik siswayang  Mengamati karakteristik siswa dari aspek
berkaitan dengan aspek fisik, fisik, siswa secara fisik sehat jasmani dan
intelektual, sosial-emosional, moral, rohani, berpenampilan baik dengan memakai
spiritual, dan latar belakang sosial- seragam sebagaimana semestinya.
budaya.  Mengamati karakteristik siswa dari segi
intelektual, siswa memiliki karakter yang
bervariasi. Hal ini didukung dengan adanya
pemetaan kelas yang di bagi menjadi kelas
IPA dan IPS sesuai minat masing-masing
siswa dan adanya lintas minat sebagaimana
siswa yang masuk kedalam bidang IPA bisa
belajar mengenai materi pelajaran di bidang
IPS begitu juga sebaliknya.
 Mengenai karakteristik siswa dari aspek
sosial-emosional, karakteristik siswa juga
bermacam-macam mungkin karena
dipengaruhi oleh latar belakang yang
berbeda sehingga tingkat sosial-emosional
tergantung pribadi siswa masing-masing.
 Mengenai karakteristik siswa dari aspek
moral,karakteristik siswa didominasi oleh
karakteristik bermoral baik dan menjaga
norma-norma yang diterapkan disekolah
tersebut. Para siswa bertingkah laku baik,
namun ada juga sebagian siswa yang
memiliki tingkah laku yang kurang baik.

66
 Mengenai karakteristik siswa dari aspek
spiritual, karekteristik siswa bervariasi. Hal
ini dilihat dari beragam keyakinan dan
kepercayaan yang dianut. Sebagian besar
siswa beragama islam dilihat dari banyaknya
siswa perempuan yang mengenakan jilbab di
sekolah serta ramainya siswa saat beribadah
melaksanakan shalat di musholah sekolah.
 Siswa di SMA N 9 Kota Bengkulu berasal
dari berbagai latar belakang sosial-budaya,
kebanyakan siswa mempunyai latar belakang
sosial kelas menengah terbukti dengan
kendaraan pribadi siswa.
2 Mengidentifikasi potensi siswa Setiap siswa memiliki potensi dan kemampuan
dalam pada pelajaran kimia. yang berbeda beda, termasuk dalam hal
pembelajaran siswa juga memiliki kemampuan
yang bervariasi. Perbedaan Potensi siswa dalam
pelajaran kimia ini terlihat ketika kami
melakukan pengamatan di kelas, antusias siswa
untuk belajar kimia cukup baikwalaupun ada
beberapa siswa yang cenderung acuh tak acuh
dengan proses pembelajaran.
3 Mengidentifikasi kemampuan awal Kemampuan awal siswa dalam mata pelajaran
siswa dalam mata pelajaran kimia Kimia terlihat cukup baik. Hal ini terlihat ketika
guru menanyakan mengenai materi yang
diajarkan siswa merespon dengan baik dan
menjawab pertanyaan guru.
4 Mengidentifikasi kesulitan siswa Kesulitan siswa dalam meta pelajaran kimia
dalam mata pelajaran kimia sangat bervariasi. Siswa mengalami kesulitan
untuk memahami materi yang dijelaskan oleh
guru kimia saat proses pembelajaran sedang
dilaksanakan, hal ini kemungkinan disebabkan
oleh karena pelajaran kimia merupakan
pelajaran yang bersifat abstrak sehingga akan

67
cukup sulit jika hanya dijelaskan saja tanpa
adanya penjelasan yang lebih terperinci. Selain
itu siswa umumnya juga mengalami kesulitan
dikarenakan mereka kurang memiliki motivasi
dalam diri mereka sendiri untuk mempelajari
kimia itu sendiri dan sifat malas siswa untuk
mengulang kembali materi pelajaran.

Bengkulu, 19 Oktober 2016


Guru Pamong Praktikan

Kurnia Nengsi, S.Pd Amelia Tripripa


NIP.19740326 200502 2 002 NPM. A1F015012

68
FORMAT OBSERVASI
LANGSUNG PROSES PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMA N 9 KOTA BENGKULU Nama : Amelia Tripripa


Hari, Tanggal : 4-14 Oktober 2016 NPM : A1F015012

N Aspek yang diobservasi Deskripsi Hasil Pengamatan


o
A Kegiatan guru pada awal

11. Teknik/kiat/strategi dalam Sebelum KBM dimulai guru memberikan


mengkondisikan dan memotivasi ceramah singkat agar siswa lebih siap untuk
siswa untuk siap belajar belajar. Strategi yang digunakan oleh guru yaitu
dengan cara melontarkan pertanyaan kepada
siswa berkaitan dengan materi pelajaran minggu
lalu.
12. Berdoa sebelum memulai Sebelum KBM dimulai ketua kelas menyiapkan
pembelajaran kelas dan memimpin doa.
13. Mengecek kehadiran siswa Guru menyecek kehadiran siswa dengan
memanggil satu – pertsatu nama siswa, untuk
siswa yang tidak hadis guru menanyakan alasan
ketidakhadiran siswa yang tidak hadir kepada
siswa yang berada dikelas.
14. Teknik/kiat/strategi Teknik yang digunakan guru Checking
melakukan apersepsi knowledge adalah kegiatan mengecek
pemahaman materi pelajaran siswa pada materi
sebelumnya. Saat masuk kelas guru bisa
langsung mengecek pemahaman materi terutama
pada siswa yang tergolong kategori di bawah
rata-rata. Jika siswa tersebut lambat untuk
menjawab soal yang diberikan guru maka
dikatakan siswa tersebut belum paham, namun

69
bila siswa cepat dalam menjawab pertanyaan
guru maka ia bisa dikatakan paham.
15. Menyampaikan tujuan Sebelum masuk kemateri pembelajaran, terlebih
pembelajaran dan kegiatan yang dahulu guru menyampaikan tujuan dari materi
akan dilakukan selama pembelajaran yang akan dipelajari dan
pembelajaran menyampaikan apa saja kegiatan yang akan
dilakukan selama pembelajaran.
B Kegiatan inti yang dilaksanakan guru
19. Teknik menyampaikan materi Guru menggunakan teknik ceramah dan
yang akan dipelajari terkadang juga diselingi dengan teknik tanya
jawab dalam menyampaikan materi.
20. Metode/teknik/strategi Dalam membimbing siswa belajar guru
membimbing siswa dalam belajar menggunakan cara mengaitkan materi yang
sedang diajarkan dengan materi yang lalu dan
terkadang memberikan pertanyaan kepada siswa
tentang materi yang diajarkan.
21. Pengelolaan kelas Guru menyuruh siswa agar tenang saat siswa
mulai rebut dan memberikan humor kepada
siswa saat kondisi kelas mulai terasa jenuh.
Terkadang guru juga melontarkan pertanyaan
kepada siswa yang sedang asyik mengobrol.
22. Memotivasi siswa dalam Guru memberikan pujian kepada siswa yang
belajar mampu menjawab pertanyaan yang diajukan
guru dengan benar.
23. Teknik membagi perhatan Guru memberikan pertanyaan tidak hanya
pada siswa kepada satu siswa saja serta pandangan guru
saat mengajar menyeluruh keseluruh siswa yang
ada.
24. Penanganan kesulitan yang Guru mengulangi menjelaskan materi yang
dialami siswa dalam pembelajaran belum dipahami oleh siswa.
25. Teknik bertanya guru Guru memberikan pertanyaan kepada siswa
guna melihat kemampuan siswa dalam
memahami materi.

70
26. Teknik mengadakan variasi Guru hanya menggunakan variasi 2 metode
dalam mengajar yaitu metode ceramah dan
metode tanya jawab.
27. Teknik memberikan Guna memberikan penguatan, guru terkadang
penguatan memberikan pujian kepada siswa dan
memancing siswa yang lain juga untuk
menjawab pertanyaan.
10. Teknik membimbing diskusi Saat pengamatan tidak ada pelaksanaan diskusi

11. Antusias guru dalam kegiatan Guru antusias dalam menyampaikan materi
pembelajaran dikelas.
C Kegiatan penutup yang dilakukan  Guru memberikan pertanyaan tentang materi
guru yang diajarkan untuk mengevaluasi siswa.
 Guru memberikan tugas kepada siswa untuk
7. Kegiatan menyimpulkan materi
dikerjakan dan menyuruh siswa melanjutkan
bersama
soal yang belum selesai dikerjakan dan
8. Melaksanakan evaluasi akhir
menyuruh siswa untuk menghapal asam basa
9. Memberikan tindak lanjut, berupa
kuat dan lemah.
pemberian tugas dan atau
memberikan umpan balik dari hasil
evaluasi akhir
D Refleksi hasil pengamatan proses
pembelajaran
9. Kegiatan guru saat memulai Guru memberikan motivasi kepada siswa,
pembelajaran memberikan pertanyaan untuk megulas materi
sebelumnya, mengecek kehadiran siswa dan
berdo’a sebelum memulai pelajaran.
10. Saat melakukan kegiatan inti Guru menggunakan matri ceramah dalam
pembelajaran menjelaskan materi kepada siswa dan
menggunakan metode tanya jawab dalam
mengetes pemahaman siswa.
11. Saat guru mengakhiri Guru sedikit mengulas balik materi yang
pembelajaran disampaikan sebelumnya dan memberikan
umpan balik berupa pertanyaan kepada siswa
tentang materi yang diajarkan saat itu. tetapi

71
guru tidak menyampaikan kesimpulan materi
bersama siswa diakhir pelajaran.
12. Bersama dosen pembimbing  Kelemahan:
dan guru pamong mendiskusikan c. Guru kurang melakukan variasi dalam
kelemahan dan keunggulan yang menjelaskan materi
telah dilaksanakan, serta  Keunggulan:
memebrikan solusinya a. Guru sudah membuka pembelajaran dengan
mengucapkan slaam dan berdo’a.
b. Guru mengecek kehadiran siswa
c. Guru mengulas materi pelajaran
sebelumnya
d. Guru bersemangat dalam menyampaikn
materi.
e. Guru memberikan pertanyaan untuk
mengetahui pemahaman siswa atas materi
yang telah dipelajari
 Solusi:
a. Guru harus melakukan variasi agar siswa
tidak bosan dalam menerima materi

Bengkulu,19 Oktober 2016


Guru Pamong Praktikan

Kurnia Nengsi, S.Pd Amelia Tripripa


NIP.19740326 200502 2 002 NPM. A1F015012

72