Anda di halaman 1dari 15

CRITICAL BOOK

REVIEW
MK. PBM FISIKA
PRODI DIKFIS-
FMIPA

Perkembangan Kognitif Piaget dan Vygotsky

(Prof.Dr.Syamsul Bachri Thalib,Msi, 2010)

Skor Nilai:

NAMA MAHASISWA : M RIZKI AFIF BATUBARA

NIM : 4161121016

DOSEN PENGAMPU : Yeni Meganlina S.Pd, M.Si

MATA KULIAH : Strategi Belajara Mengajar Fisika

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

SEPTEMBER 2017

i
EXCECUTIVE SUMMARY

Sebagaimana hal nya Piaget,sebagai ahli psikologi kognitif,Vygotsky berorientasi


pada pengembangan kognitif dan gagasan tentang peran budaya dan aplikasi secara langsung
dalam proses dalam mengajar di kelas.Menurut Vygotsky,interaksi sosial merupakan
landasan etrjadinya perkembangan kognitif.Di samping itu perkembangan biologis dan
kultural tidak dapat dipisahkan dalam perkembangan kognitif anak .Pendekatan Vygotsky
terhadap perkembngan kognitif anak berbeda dengan Piaget .Sebagaimana diketahui bahwa
Piaget tidak setuju dengan penekanan Binet bahwa intelegensi sifat nya tetap dan bawaan,
dan memulai menjelajahi proses – proses berpikir tingkat tinggi.Selain menanyakan
pertanyaan – pertanyaan dan memeriksa benar atau tidak nya jawaban - jawaban anak, Piaget
meminta dan mengajak anak untuk menemukan logika di balik jawaban -
jawabannya.Melalui pengamatan yang sungguh – sungguh terhadap anak – anak nya dan juga
terhadap anak – anak lainnya, ia mulai mengonstruksi teorinya tentang perkembangan
kognitif.Teori kognitif bermaksud memahami aktivitas prilaku manusia seperti
perhatian,rekognisi,pembuatan keputusan,pemecahan masalah,pengetahuan
konseptual,belajar,dll. Konsep dasar teori kognitif mengacu pada tingkat aktivitas mental
yang tidak dapat di ubah begiti saja dalam menjelaskan tindakan sosial dengan postulat yang
sesungguhnya,seperti persepsi, pikiran, intensi, perencanaan,dll.

Perkembangan kognitif menurut Vygotsky dipengeruhi oleh faktor


budaya.Vygotsky memandang nahwa interaksi sosial berperan secara fundamental
dalam perkembangan kognitif.Vygotsky menyatakan bahwa setiap fungsi
perkembangan budaya berpengaruh terhadap perkembangan anak pada level sosial
,dan individual

Model pembelajaran kolaboratif menurut pandangan Vygotsky dikembangkan


berdasarkan bedasar nilai-nilai budaya-sosiokulural.Dalam kaitan model pembelajaran
kolaboratif,nilai-nilai budaya siri’ yang sekiranya sesuai untuk deikembangkan dalam
lingkup persekolahan mencakup semangat sipakatau (saling menghormati dan saling
menghargai yang diirini sikap rendah hati) DLL.

Model pembelajaran kooperatif dalam kaitannya dengan tugas-tugas perkembangan


bahasa (komunikasi pasif dan aktif) mencakup kemampuan mengerti isyarat dan pembicaraan
(komukasi pasif) dan mengungkapkan dengan isyarat/kata-kata (komukasi aktif)

ii
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
berkat dan RahmatNya sehingga penulis dapat menyelaesaikan tugas mata kuliah
Strategi Belajara Mengajar Fisika ini yang berjudul “Critical Book”. Penulis berterima
kasih kepada Bapak dosen yang bersangkutan yang sudah memberikan bimbingannya.

Penulis juga menyadari bahwa tugas ini masih banyak kekurangan oleh karena
itu penulis minta maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan penulis juga
mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna kesempurnaan tugas ini.

Akhir kata penulis ucapkan terima kasih, semoga dapat bermanfaat dan bisa
menambah pengetahuan bagi pembaca.

Medan, 19 September 2017

Muhammad Rizki Afif batubara

Penulis

iii
DAFTAR ISI

EXECUTIVE SUMMARY…………………………………............................... ii

KATA PENGANTAR…………………………………........................................ iiii

DAFTAR ISI……………...………………………………………………………... iv

BAB I PENDAHULUAN……………………………………………..………….. 4

Rasionalisasi Pentingnya CBR……..…………………………….….. 4

Tujuan Penulisan CBR………………………………………….…..….. 5

Manfaat CBR……………………………………………....………………. 5

Identitas Buku…………………………....……………....………………. 6

BAB II RINGKASAN BUKU………….……....…………………………….... 7

Ringkasan Buku..…………………….....……………....……….............. 7

BAB III PEMBAHASAN………………………………………………………… 11

Pembahasan Isi Buku…………………………………………………... 11

Kelebihan dan Kekurangan Buku………...………………………... 12

BAB IV PENUTUP…………………………………........……………………… 14

Kesimpulan…...........................................……...………………………... 14

Saran.......................................................………...………………………... 14

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………… 15

iv
BAB I

PENDAHULUAN

A. Rasionalisasi Pentingnya CBR

Mengkritik buku merupakan kegiatan ilmiah yang dilakukan untuk


memberikan tanggapan dan penilaian terhadap isi sebuah buku. Adapun tujuan dari
kritikal buku ini adalah memberikan informasi atau pemahaman yang komprehensif
tentang apa yang tampak dan terungkap dalam sebuah buku. Selain itu juga
memberikan pertimbangan kepada pembaca apakah buku itu pantas mendapat
sambutan dari masyarakat atau tidak. Kritikal buku bermanfaat untuk dapat
menambah pengetahuan intisari dari buku yang dikritik. Pembaca yang ingin
mengetahui lebih lanjut tentang keseluruhan isi buku tersebut selanjutnya akan
mencari di toko-toko atau situs yang menjual buku-buku itu.

Dalam “Book report” ini, penulis melaporkan dan menganalisa buku yang
berjudul “Psikologi Pendidikan Berbasis Analisis Empiris Aplikatif”. Buku ini ditulis
oleh beberapa peneliti dalam dunia pendidikan, yaitu Prof.Dr.Syamsul Bachri
Thalib,Msi. Yang di lahirkan 17 Januari 1953 di Bulukumba di Provinsi Sulwesi
Selatan “Psikologi Pendidikan Berbasis Analisis Empiris Aplikatif” diterbitkan pada
tahun 2010 oleh Kluwer Academic Publishers sebagai hasil editan Roddy Begg.
Buku setebal 318 halaman dan terdiri dari 16 BAB

Penjelasan singkat mengenai isi ketiga bab tersebut di atas akan disajikan
pada bab II dari “Book Report” ini.

5
B. Tujuan Penulisan CBR

Critical Book Review ini bertujuan :

a. Mengulas isi sebuah buku.

b. Mencari dan mengetahui informasi yang ada dalam buku.

c. Melatih diri untuk berfikir kritis dalam mencari informasi yang diberikan oleh
setiap bab dari buku pertama dan kedua.

d. Membandingkan isi buku pertama dan buku kedua

C. Manfaat CBR

a. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Komputer.

b. Untuk menambah pengetahuan tentang Microsoft office 2007 dan 2013.

D. Identitas Buku
1. Judul : Psikologi Pendidikan Berbasis Empiris Analitik
2. Edisi : Revisi
3. Pengarang : Prof.Dr.Syamsul Bachri Thalib,Msi
4. Penerbit : Kencana
5. Kota Terbit : Jakarta
6. Tahun Terbit : 2010
7. ISBN : 979-602-8370-11-2

6
BAB II

Ringkasan Isi Buku

Sebagaimana hal nya Piaget,sebagai ahli psikologi kognitif,Vygotsky berorientasi


pada pengembangan kognitif dan gagasan tentang peran budaya dan aplikasi secara langsung
dalam proses dalam mengajar di kelas.Menurut Vygotsky,interaksi sosial merupakan
landasan etrjadinya perkembangan kognitif.Di samping itu perkembangan biologis dan
kultural tidak dapat dipisahkan dalam perkembangan kognitif anak .Pendekatan Vygotsky
terhadap perkembngan kognitif anak berbeda dengan Piaget .Sebagaimana diketahui bahwa
Piaget tidak setuju dengan penekanan Binet bahwa intelegensi sifat nya tetap dan bawaan,
dan memulai menjelajahi proses – proses berpikir tingkat tinggi.Selain menanyakan
pertanyaan – pertanyaan dan memeriksa benar atau tidak nya jawaban - jawaban anak, Piaget
meminta dan mengajak anak untuk menemukan logika di balik jawaban -
jawabannya.Melalui pengamatan yang sungguh – sungguh terhadap anak – anak nya dan juga
terhadap anak – anak lainnya, ia mulai mengonstruksi teorinya tentang perkembangan
kognitif.Teori kognitif bermaksud memahami aktivitas prilaku manusia seperti
perhatian,rekognisi,pembuatan keputusan,pemecahan masalah,pengetahuan
konseptual,belajar,dll. Konsep dasar teori kognitif mengacu pada tingkat aktivitas mental
yang tidak dapat di ubah begiti saja dalam menjelaskan tindakan sosial dengan postulat yang
sesungguhnya,seperti persepsi, pikiran, intensi, perencanaan,dll.

Teori interaksionisme mementingkan perkembangan intelektual dan moral.Piaget


memandang perkembangan sebagai kelanjutan genesa-embrio.Proses perkembangan melalui
stadium-stadium perkembangan di pengaruhi oleh bermacam-macam faktor,termasuk faktor
kematangan,pengalaman,transmisi sosial,dan interaksi antara kesemua faktor-faktor
tersebut.Teori kognitif sosial menekankan pentingnya interaksi resiprokal faktor-faktor
personal sebagai penentu prilaku kekerasan.faktor-daktor personal termasuk cita-
cita,harapan,kepercayaandan kemampuan kognitif di kembangkan dan di modifikasi melalui
faktor sosial.Piaget juga mementingkan aktivitas spontan krena adanya kemampuan untuk
menyesuaikan diri melalui proses asimilasi dan akomodasi.Asimilasi berarti mendapatkan
kesan-kesan baru berdasarkan pola penyesuaian yang sudah ada,sedangkan akomodasi bearti
menyesuaikan diri untuk dapat bertindak sesuai dengan dengan situasi baru.

Menurut Piaget perkembangan kognitif anak etrdiri dari empat periode utama,yaitu
periode sensorimotor,pra-operasional,operasi konkret,dan operasi formal.Piaget menyatakan
bahwa perkembangan mempunyai dukungan di dalam tujuan .Sebaliknya,Vygotsky percaya
bahwa perkembangan adalah suatu produk yang akan dicapai.

7
Selanjutnya,Vygotsky percaya bahwa hidup merindukan proses perkembangan dan
hal ini sangat tergantung pada interaksi sosial dan belajar sosialitu secara aktual berpengaruh
terhadap perkembangan kognitif.Vygotsky menjelaskan bahwa jarak antara antara tingkat
perkembangan aktual ditentukan oleh pemecahan masalah secara independen dan tingkat
perkembangan potensial ditentukan melalui pemecahan masalah melalui kaloborasi antara
guru pembimbing dan arahan orang dewasa dan atau antar teman sebaya yang lebih
mampu.Dengan kata lain seorang siswa dapat melaksanakan suatu tugas di bawah bembingan
orang dewasa atau kerja sama dengan teman sebaya yang lebih mampu.

Proses belajar menurut Vygotsky terjadi dalam wilayah Zone Proximal Development
(ZPD),yakni wilayah antara apa yang diketahui dengan apa yang belum diketahui.Oleh
karena itu,Vygotsky berfokus pada koneksi antara orang-orang dan konteks budaya dimana
mereka bertindak dan saling berhubungan atau saling berbagi pengalaman.Menurut
Vygotsky, manusia menggunakan tools yang bersumber dari suatu kultur,termasuk bahasa
lisan dan tulisan yang dimediasi oleh lingkungan sosial.Vygotsky percaya bahwa pada
awalnya anak anak-anak mengembangkan tools ini untuk melayani fungsi sosial,dan
mengomunikasikan kebutuhan-kebutuhannya.

 Aplikasi Teori Vygotsky Dalam Pendidikan

Sumbangan paling penting dari teori Vygotsky adalah penekanan pada hakikat
sosiokultural dari perkembangan dan pembelajaran.Vygotsky yakin bahwa fungsi mental
yang lebih mental yang lebih tinggi pda umumnya muncul dalam percakapan tu kerja sama
antar-individu sebelum fungsi mental yang lebih tinggi itu terserap dalam diri individu
.Kognisi adalah perbuatan atau proses mengetahui.Jadi,mempelajari perkembangan kognitif
berarti mempelajari bagaimana proses-proses mental ini berubah karena usia.

Perkembangan kognitif menurut Vygotsky dipengeruhi oleh faktor budaya.Vygotsky


memandang nahwa interaksi sosial berperan secara fundamental dalam perkembangan
kognitif.Vygotsky menyatakan bahwa setiap fungsi perkembangan budaya berpengaruh
terhadap perkembangan anak pada level sosial ,dan individual

8
Aspek kedua dari teori Vygotsky adalah gagasan bahwa secara potensial
perkembangan kognitif anak terbatas pada suatu rentang waktu tertentu yang disebut wilayah
perkembangan proksimal (zone of proximal development) atau disingkat ZPD.Vygotsky
yakin bahwa pembelajaran terjadi apabila anak bekerja atau belajar menangani tugas-tugas
yang belum dipelajari namum tugas-tugas tersebut berada dalam zone of proximal
development.Vygotsky mendfenisikan ZPD sebagai suatu daerah aktivitas dimana individu
dapat melayari denganbantuan dari teman sebaya yang lebih mampu,orang dewasa,atau
artefak-artefak.ZPD adalah perkembangan sedikit di atas tingkat perkembangan seseorang
saat ini .ZPD tergantung pada interaksi sosial,pengaruh dewasa dan/atau kaloborasi anak
dengan dengan teman sebaya

Menurut pandangan Vygotsky,interaksi dengan teman sebaya,perancah


(scaffolding),dan modelling merupakan faktor penting yang memfasilitasi perkembangan
kognitif dan pemerolehan pengetahuan individu ,termasuk dalam perkembangan bahasa.ZPD
bertujuan mendukung pembelajaran secara intensional.Pendekatan sosiokultural Vygotsky
tentang belajar dan ZPD dapat dengan sukses diaplikasikan dalam studi kaloboratif ,kuhusnya
dalam kegiatan belajar kelompok dengan penggunaan alat bantu komputer

Scaffolding dari Vygotsky berbeda dengan sistem pembelajaran yang menggunakan


modul yang telah di terapkan di Indonesia saat ini modul lebih mengacu pada paket-paket
yang harus diselesaikan oleh sswa/peserta didik ,sedangkan scaffolding mengacu kepada
kegiatan guru dalam membimbimbing kegiatan belajar anak.

Teori sosiokultural Vygotsky menekankan pentingnya perkembangan


kecerdasan/intelegensi memalui kultur atau masyarakat.Perkembangan individu terjadi dua
tahap ,yaitu dimulai dari pertukaran sosial antar pribadi kemudianterjadi internalisasi
interpersonal.Teori sosiokultural Vygotsky pada awalnya diaplikasikan dalam konteks belajar
bahasa bagi anak.Namun,kemudian diaplikasikan dalam konteks eprkembangan kognitif dan
proses belajar secara lebih luas.Sebagai contoh,Vygotsky memberikan suatu isyarat dengan
menggunakan jari-jemari sebagai isyarat penting dalam menghadirkan suatu koneksi
hubungan antar pribadi atau antar individu

9
Vygotsky berupaya menjelaskan kesadaran sebagai hasil akhir proses
sosialisasi.Sebagai contoh,dalam pelajaran bahasa,ucapan yang pertama dikenal melalui
lingkungan sosial.

Vygotsky yakin bahwa manusia mempunyai kemampuan dasar inborn ability yang
potensial untuk perkembangan bahasa dan kemudian berinteraksi dengan lingkungan.Naif
psikologi mengacu pada tahap perkembangan bahasa dimana anak mengeksplor objek
konkret dalam dunia mereka.

Vygotsky menyatakan bahwa proses belajar,secara fisik,harus disesuaikan dengan


kondisi lingkungan sosial dan usia anak,proses belajar memerlukan sarana pembelajaran yang
dapat mendorong interaksi siswa-guru ,dan kerja sama/kolaborasi.Partisipasi individu dalam
kolaborasi teman sebaya atau guru pembimbing harus berfokus pada upaya berbagi
pengalaman dalam rangka mengakses zona proksimal perkembangan .kerja sama dan
keterlibatan langsung dalam memecah persoalan,diperlukan dalam menciptakan suatu roses
pertukaran ( interchange ) emosional,sosial,dan kognitif

Perancah (scaffolding) dan hubungan timbal balik antar guru sebagai pembimbing dan
peserti didk adalah strategi efektif untuk mengakses zona proksimal perkembngan.Guru
berperan sebagai fasilitator yang memberi peluang bagi anak intuk menigkatkan pengetahuan
dan keterampilan.Guru harus memperhatikan minat anak ,menyederhanakan
tugas,mengontrol dan memotivasi anak.Selanjutnya,guru harus mencari solusi atas
kemungkinan pertentangan antara-usaha anak,dan mengontrol perilaku anak dan model suatu
tindakan yang diidealkan.

Model pembelajaran kolaboratif menurut pandangan Vygotsky dikembangkan


berdasarkan bedasar nilai-nilai budaya-sosiokulural.Dalam kaitan model pembelajaran
kolaboratif,nilai-nilai budaya siri’ yang sekiranya sesuai untuk deikembangkan dalam
lingkup persekolahan mencakup semangat sipakatau (saling menghormati dan saling
menghargai yang diirini sikap rendah hati) DLL.

Model pembelajaran kooperatif dalam kaitannya dengan tugas-tugas perkembangan


bahasa (komunikasi pasif dan aktif) mencakup kemampuan mengerti isyarat dan pembicaraan
(komukasi pasif) dan mengungkapkan dengan isyarat/kata-kata (komukasi aktif)

10
BAB II
Pembahasan

A. Pembahasan Isi Buku


Piaget,sebagai ahli psikologi kognitif,Vygotsky berorientasi pada
pengembangan kognitif dan gagasan tentang peran budaya dan aplikasi secara langsung
dalam proses dalam mengajar di kelas.Menurut Vygotsky,interaksi sosial merupakan
landasan etrjadinya perkembangan kognitif.Di samping itu perkembangan biologis dan
kultural tidak dapat dipisahkan dalam perkembangan kognitif anak .Pendekatan Vygotsky
terhadap perkembngan kognitif anak berbeda dengan Piaget .Sebagaimana diketahui bahwa
Piaget tidak setuju dengan penekanan Binet bahwa intelegensi sifat nya tetap dan bawaan,
dan memulai menjelajahi proses – proses berpikir tingkat tinggi

Teori interaksionisme mementingkan perkembangan intelektual dan moral.Piaget


memandang perkembangan sebagai kelanjutan genesa-embrio.Proses perkembangan melalui
stadium-stadium perkembangan di pengaruhi oleh bermacam-macam faktor,termasuk faktor
kematangan,pengalaman,transmisi sosial,dan interaksi antara kesemua faktor-faktor
tersebut.Teori kognitif sosial menekankan pentingnya interaksi resiprokal faktor-faktor
personal sebagai penentu prilaku kekerasan

Menurut Piaget perkembangan kognitif anak etrdiri dari empat periode utama,yaitu
periode sensorimotor,pra-operasional,operasi konkret,dan operasi formal.Piaget menyatakan
bahwa perkembangan mempunyai dukungan di dalam tujuan .Sebaliknya,Vygotsky percaya
bahwa perkembangan adalah suatu produk yang akan dicapai.

Proses belajar menurut Vygotsky terjadi dalam wilayah Zone Proximal Development
(ZPD),yakni wilayah antara apa yang diketahui dengan apa yang belum diketahui.Oleh
karena itu,Vygotsky berfokus pada koneksi antara orang-orang dan konteks budaya dimana
mereka bertindak dan saling berhubungan atau saling berbagi pengalaman.Menurut
Vygotsky, manusia menggunakan tools yang bersumber dari suatu kultur,termasuk bahasa
lisan dan tulisan yang dimediasi oleh lingkungan sosial.Vygotsky percaya bahwa pada
awalnya anak anak-anak mengembangkan tools ini untuk melayani fungsi sosial,dan
mengomunikasikan kebutuhan-kebutuhannya.

Perkembangan kognitif menurut Vygotsky dipengeruhi oleh faktor budaya.Vygotsky


memandang nahwa interaksi sosial berperan secara fundamental dalam perkembangan
kognitif.Vygotsky menyatakan bahwa setiap fungsi perkembangan budaya berpengaruh
terhadap perkembangan anak pada level sosial ,dan individual

11
B. Kelebihan dan Kelemahan Isi Buku
1. Aspek Kelebihan Buku

 Buku I :
Tampilan buku cukup menarik dan elegan karena menggunakan warna
yang simple dan haromonis dengan gambar yang ada di gambar
sampulnya dan desain nya cukup menarik
 Buku II :
Tampian buku cukup menarik juga karena menggunakan tidak bnyak
warna tetapi awrna pada sampulnya tidak begitu menarik di karenakan
warnya nya yang mencolok dan desainnya cukup menarik
 Buku III :
Tampilan buku cukup menarik karena buku banyak menggunakan warna
tetapi warna nya yang elegan pas untuk menarik pembaca dan desain
cukup menarik karena seperti buku di atas

2. Aspek Layout Dan Tata Letak

 Buku I :
Pada buku ini susunan dan tata letak sudah memadai karena tata letak dan
susunan yang sistematis dan memudahkan para pembaca

 Buku II :
Pada buku ini susunan dan tata letak sudah memadai karena isi dalam buku ini
yaitu tata letak dan susunan nya sudah sistematis

 Buku III :
Pada buku ini tata letak dan susunan juga sudah memadai karena tata letak dan
susunan nya sistematis memudahkan para pembaca

12
3. Aspek Isi Buku

 Buku I :
Pada buku ini sudah bagus karena dialam buku ini isinya langsung keinti nya
dan memakai permisalan atau contoh membuat si pembaca mudah
memahaminya

 Buku II :
Pada buku ini juga sudah bagus isi di dalam buku ini juga melampirkan contoh
yang membuat para mudah memahaminya

 Buku III :
Pada buku ini juga sudah bagus karena di dalam buku ini isinya sudah
memakai permisalan dam membuat mudah di pahami

4. Aspek Tata Bahasa

 Buku I :
Pada buku ini bagus karena buku ini sudah menggunakan bahasa formal dan
bahsa nya mudah dipahami para pembaca

 Buku II :
Pada buku ini juga bagus karena bahsa di dalam buki ini sudah menggunakan
bahasa formal jadi mudah di pahami para pembaca

 Buku III :
Pada buku juga bagus karena di dalam buku ini sudah menggunakan bahsa
formal yang mudah di pahami oleh pembaca

13
BAB IV
Penutup

Kesimpulan

Perkembangan kognitif menurut Vygotsky dipengeruhi oleh faktor


budaya.Vygotsky memandang nahwa interaksi sosial berperan secara fundamental
dalam perkembangan kognitif.Vygotsky menyatakan bahwa setiap fungsi
perkembangan budaya berpengaruh terhadap perkembangan anak pada level sosial
,dan individual

Teori sosiokultural Vygotsky menekankan pentingnya perkembangan


kecerdasan/intelegensi memalui kultur atau masyarakat.Perkembangan individu
terjadi dua tahap ,yaitu dimulai dari pertukaran sosial antar pribadi kemudianterjadi
internalisasi interpersonal.Teori sosiokultural Vygotsky pada awalnya diaplikasikan
dalam konteks belajar bahasa bagi anak.Namun,kemudian diaplikasikan dalam konteks
eprkembangan kognitif dan proses belajar secara lebih luas.Sebagai contoh,Vygotsky
memberikan suatu isyarat dengan menggunakan jari-jemari sebagai isyarat penting
dalam menghadirkan suatu koneksi hubungan antar pribadi atau antar individu

14
DAFTAR PUSTAKA

Harahap, M.B. (2017). Strategi Belajar Mengajar Fisika. Medan: FMIPA

UNIMED

Syarif, K. (2015). Perkembangan Peserta Didik. Medan: Unimed Press.

Prof.Dr.Syamsul Bachri Thalib,Msi,Psikologi Pendidikan Berbasis


Empiris Analitik , Jakarta : Kencana,2010

15