Anda di halaman 1dari 7

eJournal Keperawatan (eKp) Volume 4 Nomor 1, Mei 2016

GAMBARAN KONSUMSI MAKANAN LAUT PENDERITA


HIPERTENSI DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS
DAGHO KECAMATAN TAMAKO

Susanty Manikome
Sefty Rompas
Gresty N. M. Masi

Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran


Universitas Sam Ratulangi Manado
Email : susantymanikome@yahoo.co.id

Abstract: Risk the happening of hpertensi to one who is salt mengkomsumsi more than 6 gram per
day 5-6 bigger times, in bangdingkan with one who is low salt consume in number. Target of this
Research is know Relation of consume food go out to sea with occurence of hypertension in
Puskesmas Dagho District of Tamako. This desain research is Analytic ofobservasional with
approach of Cross sectional. Population in this research is Population the taken is all patient which
suffering hypertension exist in Dagho puskesmas District of Tamako, amounting to 50 people with
Intake of sampel in this research use Total technique ofsampling, instrument the used is used by
date analysis and cuesioner is bivariate and univariat with test of chi-square. Result of research
there are very real relation between food consumption go out to sea with occurence of hypertension
(p=0.002). Pursuant to result of research, hence Conclusion that most responder suffer
hypertension > 2 year counted 32 responder ( 64%), and most consuming perhari < 2 cutting and
frequency < 4 times one week counted 27 responder (54.0%), hence from that better Be expected to
officer of Puskesmas Dagho to be giving counselling in the form of a good way to consume
pregnant sea food of high Natrium.

Keywords : Food Sea, Occurence of Hypertension

Abstrak: Risiko terjadinya hipertensi bagi orang yang mengkomsumsi garam lebih dari 6 gram per
hari 5-6 kali lebih besar, di bangdingkan dengan orang yang mengkomsumsi garam dalam jumlah
yang rendah.Tujuan Penelitian ini ialah mengetahui Gambaran komsumsi makanan laut Penderita
hipertensi diwilayah Kerja Puskesmas Dagho Kecamatan Tamako.Desain penelitian ini adalah
Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah Populasi yang diambil adalah para pasien yang
menderita hipertensiyang ada di puskesmas Dagho Kecamatan Tamako, yang berjumlah 50 orang
dengan Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknikTotal Sampling, instrument
yang digunakan ialah kuesioner. Hasil penelitian terdapat hubungan yang sangat nyata antara
konsumsi makanan laut dengan kejadian hipertensi(p=0.002). Berdasarkan hasil penelitian, maka
Kesimpulan bahwa Sebagian besar responden menderita hipertensi > 2 tahun sebanyak 32
responden (64%), dan Sebagian besar mengkonsumsi perhari < 2 potong dan frekuensi < 4 kali
seminggu sebanyak 27 responden (54.0%), maka dari itu sebaiknya Diharapkan kepada petugas
Puskesmas Dagho agar memberikan penyuluhan berupa cara yang baik untuk mengkonsumsi
makanan laut yang mengandung Natrium yang tinggi.

Kata kunci:Makanan Laut, Kejadian Hipertensi


eJournal Keperawatan (eKp) Volume 4 Nomor 1, Mei 2016

PENDAHULUAN dapat menyebabkan terjadinya peningkatan


Hipertersi merupakan salah satu penyakit natrium didalam darah. Konsumsi ikan
yang mengakibatkan kesakitan yang tinggi. pindang dianjurkan tidak lebih dari 30 gram
Hipertensi atau penyakit darah tinggi adalah per hari. (Depkes,R.I 2010). Dalam proses
gangguan pada pembuluh darah yang metabolisme tubuh, garam yang dikonsumsi
mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang sebagian besar akan diserap oleh usus dan
di bawah oleh darah terhambat sampai dibuang kembali oleh ginjal melalui urin.
kejaringan tubuh yang membutuhkannya Akan tetapi bila jumlah garam yang
(Sustrami, 2000.) dikonsumsi melebihi kapasitas ginjal untuk
Organisasi kesehatan dunia atau WHO mengeluarkannya kembali, maka kadar
(Word Health Organization). Mencatat pada natrium dalam darah akan meningkat, dan
tahun 2012 sedikitnya sejumlah 839 juta kasus untuk menormalkannya kembali cairan
hipertensi diperkirakan menjadi 1.15 milyar intraseluler harus ditarik keluar sehingga
pada tahun 2025 atau sekitar 29 % dari total volume cairan ekstraseluler meningkat.
penduduk dunia, di mana penderitaan lebih Meningkatbya volume cairan ekstraseluler
banyak pada wanita (30%) di banding pria tersebut menyebabkan meningkatnya volume
(29%). Sekitar 8% kenaikan kasus hipertensi darah, sehingga berdampak pada timbulnya
terjadi terutama di Negara –negara hipertensi (Sutanto,2010).
berkembang (Triyanto,E, 2014). Risiko terjadinya hpertensi bagi orang yang
Hipertensi sering disebut sebagai “silent mengkomsumsi garam lebih dari 6 gram per
killer” (pembuluh siluman), karena sering kali hari 5-6 kali lebih besar, di bangdingkan
penderita hipertensi bertahun-tahun tanpa dengan orang yang mengkomsumsi garam
merasakan sesuatu gangguan atau dalam jumlah yang rendah. WHO
gejala.Tanpa disadari penderita mengalami menganjurkan untuk membatasi asupan garam
komplikasi pada organ-organ vital seperti maksimal 6 gram perhari setara 2400 gr
jantung, otak ataupun ginjal. Gejala-gelaja natrium. Bahan makanan yang diawet dengan
akibat hipertensi, seperti pusing, gangguan garam perlu di batasi seperti ikan pindang :
penglihatan, dan sakit kepala, sering kali ikan cakalang, ikan tude,ikan roa,ikan deho
terjadi pada saat hipertensi sudah lanjut disaat dan ikan oci. (Rabiatul, 2007).
tekanan darah sudah mencapai angka tertentu Prevalensi hipertensi di Indonesia
yang bermakna ( Triyanto, E, 2014) berdasarkan hasil pengukuran menurut usia ≥
Seiring berubahnya gaya hidup di perkotaan 18 tahun sebesar 25,8%. Prevalensi hipertensi
mengikuti era globalisasi, kasus hipertensi di Indonesia yang diperoleh melalui kuesioner
terus meningkat. Gaya hidup gemar makanan terdiagnosis tenaga kesehatan atau sedang
fast food yang kaya lemak, asin, malas minum obat sebesar 9,5%. Jadi, terdapat 0,1%
berolahraga, dan mudah tertekan ikut berperan yang minum obat sebesar 9,5%. Jadi terdapat
dalam menambah jumlah pasien hipertensi.( 0,1 yang minum obat sendiri. Responden yang
Rudianto, F. 2013) mempunyai tekanan darah normal tetapi
Salah satu faktor yang mempengaruhi sedang minum obat hipertensi sebesar 0,7%
hipertensi adalah konsumsi natrium berlebih. jadi, prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar
Ikan pindang merupakan salah satu makanan 26,5% (Kemenkes RI,2013).
yang dibuat melalui proses pengaraman yang Prevalensi hipertensi di Sulawesi utara
mengandung natrium, dan apabila dikonsumsi yang diperoleh melalui kuesioner terdiagnosis
dalam jumlah yang berlebih dapat tenaga kesehatan adalah 15%, sedang minum
meningkatkan tekanan darah atau penyebab obat 15,2% dan melalui pengukuran adalah
tejadinya hipertensi. 27,1% (Kemenkes RI, 2013).
Kandungan natrium terhadap ikan pindang Berdasarkan data dari profil dinas
:cakalang,tude,roa,deho,dan ikan oci per 50 kesehatan kabupaten kepulauan sangihe
gram bahan dapat mencapai 200-400 mg (tahuna) tahun 2013 kejadian hipertensi yaitu
(Edy,2001). Konsumsi ikan pindang dalam 6947 kasus dan pada tahun 2014 8808 kasus,
jumlah yang berlebih (>30 gram) per hari sementara kejadian hipertensi di wilayah kerja
eJournal Keperawatan (eKp) Volume 4 Nomor 1, Mei 2016

puskesmas Dagho dari tahun ke tahun pun kelamin, Pekerjaan, Pendidikan, Lamanya
mengalami peningkatan pada tahun 2013 menderita Hipertensi, Gambaran Konsumsi
tercatat 102 kasus, sedangkan pada tahun 2014 Makanan Laut.
kejadian hipertensi meningkat menjadi 150
kasus ( Profil Dinas Kesehatan Kabupeten HASIL PENELITIAN
Kepulauan Sangehe dan Puskesmas Dagho
1. Deskripsi karakteristik responden
kecamtan Tamako, 2014)
Kampung Dagho terkenal dengan hasil Tabel 5.1. Distribusi Responden Berdasarkan
lautnya yang wilayahnya merupakan pesisir Karakteristik Umur
pantai.Penduduknya sebagian besar adalah
Umur n %
nelayan, Kampung Dagho terkenal dengan
produski lautnya yang cukup tinggi, hasil laut 26- 35 tahun 5 10.0
yang diperoleh selain untuk memenuhi 36- 45 tahun 18 36.0
kebutuhan rumah tangga juga ada yang di jual 46- 55 tahun 12 24.0
ke luar daerah. Hasil laut tersebut merupkan 56 - 65 tahun 10 20.0
makanan yang hamper setiap hari di konsumsi
>65 Tahun 5 10.0
di masyarakat Kampung Dagho sebagai lauk-
pauk, mereka mengolah hasil laut tersebut Total 50 100
dengan cara digoreng dan di pindang. Ikan Sumber : Data Primer 2015
yang sering di konsumsi yaitu ikan cakalang
,ikan tude, ikan roa, ikan deho, ikan oci,dan Berdasarkan tabel 5.1 dari 50
ikan bobara. (Profil Kampung Dagho responden sebagian besar menunjukan
Kecamatan Tamako, 2015) bahwa sebagian besar berumur 36-45
Hasil studi awal hipertensi yang dilakukan
tahun sebanyak 18 responden (36.0%).
di Puskesmas Dagho pada bulan oktober tahun
2015 yaitu terdapat 50 kasus hipertensi. (Profil
Dinas Kesehatan Kabupeten Kepulauan Tabel 5.2. Distribusi Responden Berdasarkan
Sangehe dan Puskesmas Dagho kecamtan Karakteristik Jenis Kelamin
Tamako, 2014) Jenis Kelamin n %
Laki Laki 26 52.0
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode Perempuan 24 48.0
penelitian deskriptif adalah suatu metode Total 50 100
penelitian yang dilakukan dengan tujuan Sumber : Data Primer 2015
utama untuk memperoleh gambaran atau
deskripsi tentang suatu keadaan secara Berdasarkan tabel 5.2 dari 50
objektif. (Notoatmodjo, 2005). responden sebagian besar berjenis kelamin
Penelitian dilaksanakan di puskesmas
laki-laki sebanyak 26 responden (52.0%)
Dagho Kecamatan Tamako pada bulan
Desember 2015-Januari 2016
Instrumen penelitian yang di gunakan Tabel 5.3. Distribusi Responden Berdasarkan
dalam penelitian ini adalah lembaran Karakteristik Pekerjaan
kuesioner untuk mengetahui Gambaran Pekerjaan n %
Konsumsi Makanan Laut. Peneliti Swasta 10 20.0
menggunakan lembaran kuesioner untuk Wiraswasta 7 14.0
mengetahui umur, jenis kelamin, pekerjaan, PNS 4 8.0
pendidikan dan lamanya menderita hipertensi. Petani 9 18.0
Analisis Data bertujuan untuk menjelaskan Nelayan 20 40.0
atau mendiskripsikan karakteristik setiap Total 50 100
variable penelitian dengan membuat tabel Sumber : Data Primer 2015
distribusi frekuensi yang meliputi umur, Jenis
eJournal Keperawatan (eKp) Volume 4 Nomor 1, Mei 2016

Berdasarkan tabel 5.3 dari 50 Berdasarkan tabel 5.6 dari 50 responden


responden sebagian besar pekerjaan sebagian besar mengkonsumsi perhari > 2
sebagai nelayan sebanyak 20 Responden potong sebanyak 27 responden (54.0%).
(40.0%).
PEMBAHASAN
Tabel 5.4. Distribusi Responden Berdasarkan Penelitian ini dilakukan pada masyarakat
yang tempat tinggalnya berada di wilayah
Karakteristik Pendidikan
kerja Puskesmas Daghotentang konsumsi
Pekerjaan n % makanan laut dengan kejadian hipertensi.
Tidak Tamat SD 4 8.0 Salah satu factor yang mempengaruhi
SD 10 20.0 hipertensi adalah konsumsi natrium
SMP 17 34.0 berlebihan.
SMA 12 24.0 Dari hasil penelitian didapatkan umur
Akademi/ S1 7 14.0 responden sebagian besar menunjukan bahwa
Total 50 100 sebagian besar berumur 36-45 tahun sebanyak
Sumber : Data Primer 2015 18 responden (36.0%). Penelitian ini sesuai
dengan hasil penelitian yang dilakukan Hilda
Berdasarkan tabel 5.4 terbanyak (2010) menunjukan tidak ada hubungan antara
berpendidikan SMP sebanyak 17 usia dengan kejadian hipertensi. Tapi tidak
responden (34.0%) sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh
Misnadiarly (2011) bahwa umur mempunyai
Tabel 5.5. Distribusi Responden Berdasarkan peluang untuk terjadinya hipertensi
Karakteristik Lamanya Menderita dikarenakan perubahan organ-organ terutama
Hipertensi pembuluh darah dan cara kerja jantung.
Dari hasil penelitian jenis kelamin
Lamanya
Menderita n % responden sebagian besar berjenis kelamin
laki-laki sebanyak 26 responden (52.0%).
Hipertensi
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian
< 2 Tahun 18 36.0
Purwanti (2012), yang menyatakan tidak ada
> 2 Tahun 32 64.0
hubungan antara jenis kelamin dengan
Total 50 100
kejadian hipertensi. Hasil penelitan
Sumber : Data Primer 2015
menunjukan, bahwa jumlah penderita
Hipertensi antara yang berjenis kelamin laki-
Berdasarkan table 5.5 responden
laki dengan yang berjenis kelamin perempuan,
terbanyak menderita hipertensi > 2 Tahun yang paling banyak yaitu laki-laki 26
sebanyak 32 responden (64.0%) responden (52.0%), dan perempuan 24
responden (48.0%).
Tabel 5.6. Distribusi Responden Berdasarkan Dari hasil penelitian pekerjaan responden
Karakteristik Jenis Konsumsi sebagian nelayan Sebanyak 20 Responden
Makanan Laut (40.0%). Hal ini di karenakan bahwa pekerjaan
Jenis Konsumsi bukan penghalang seseorang untuk datang dan
n % memeriksakan kesehatan ke pelayanan kesehatan.
Makanan Laut
Perhari < 2 potong 23 46.0 Hal ini sejalan dengan penelitian yang
dan frekuensi < 4 dilakukan oleh Yuliarti (2013) yang
kali seminggu menyatakan tidak ada hubungan antara
Perhari > 2 potong 27 54.0 pekerjaan dengan kepatuhan hipertensi.
dan frekuensi > 4 Dari hasil penelitian pekerjaan responden
kali seminggu sebagian besar berpendidikan SMP sebanyak
Total 50 100 17 responden (34.0%). Karena semakin tinggi
Sumber : Data Primer 2015 pendidikan responden maka semakin banyak
pengetahuan dan informasi yang akan diterima
eJournal Keperawatan (eKp) Volume 4 Nomor 1, Mei 2016

responden dalam menjalani kehidupan. Hasil berlebihan jika seseorang mengkonsumsi


penelitian ini tidak sesuai dengan hasil berlebihan maka akan mempengaruhi tekanan
penelitianyang dilakukan oleh Hilda (2010), darah. Jika seseorang mengkonsumsi makan
menunjukan tidak ada hubungan yang laut > 4 potong dalam seminggu dan dilakukan
bermakna antara pendidikan rendah dan setiap kehidupannya maka akan sulit untuk
menengah atas dengan kepatuhan dalam mengontrol tekanan darah karena selain
melaksanakan kepatuhan minum obat mengkonsumsi obat maka gaya hidup juga
hipertensi. Penelitian yang dilakukan oleh mempengaruhi normalnya tekanan darah
Yuliarti (2013) memperkuat bahwa tingkat (Wilson,2005).
pendidikan dengan hipertensi tidak ada
hubungan antara pendidikan dengan hipertensi SIMPULAN
pada usia lanjut. Hal ini disebabkan tidak 1. Sebagian besar responden penderita
selamanya pasien yang berpendidikan dasar hipertensi berumur 36-45 tahun
tingkat pengetahuannya tentang penyakit 2. Sebagian besar penderita hipertensi berjenis
hipertensi rendah dan juga tidak semuanya kelamin laki-laki
pasien yang berpendidikan menengah keatas 3. Sebagian besar pekerjaan responden adalah
tingkat pengetahuannya tentang penyakit bekerja sebagai nelayan
hipertensi tinggi. 4. Sebagian besar pendidikan akhir adalah
Dari hasil penelitian lamanya menderita pendidikan SMP
hipertensi, responden terbanyak menderita 5. Responden terbanyak menderita hipertensi
hipertensi > 2 tahun sebanyak 32 responden > 2 tahun
(64%) sedangkan < 2 tahun sebanyak 18 6. Sebagian besarrespondenmengkonsumsi
responden (36.0%). Dari analisis data tersebut makanan laut perhari > 2 potong perhari
juga menunjukkan pada lama hipertensi < 2 sebagian besar responden mengkonsumsi
tahun resiko terjadinya gagal ginjal, resiko makanan laut > 4x perminggu. Hasil ini
terjadinya gagal ginjal lebih tinggi di didukung oleh pekerjaan masyarakat
bangdingkan dengan yang memilki lama sebagian besar sebagai nelayan dan hidup
hipertensi > 2 tahun, hal ini sesusai dengan dipesisir pantai.
hasil penelitian yang di lakukan oleh Hidayati
et al (2008) yang menyebutkan bahwa semakin DAFTAR PUSTAKA
lama menderita hipertensi maka semakin A1maitzer,S. (2004). Prinsip Dasar Ilmu
tinggi risiko untuk terjadinya gagal ginjal. Gizi.Jakarta : PT Grarnedia
Dari hasil penelitian yang di lakukan
didapati dari 50 responden sebagian besar Astawan. (2004). Cegah Hipertensi Dengan
mengkonsumsi> 2 potong perhari sebanyak 34 Pola Makan
responden (68.0%) dan > 4 potong perminggu Adinil,H. (2004). Penatalaksanaa hipertensi
sebanyak 34 responden (68.0%). Asupan ikan secara koprehensif. Jurnal
dan hasil laut yang sehat adalah 4-6 kali
perminggu, masing-masing terbanyak 115- Anderson. (2012). Teori motivasi dalam
170g. Konsumsi ikan mininmal 2-3 kali dalam pendekatan psikologi dan organisasi.
sehari efeknya dapat mencegah penyakit, Jakarta: Studian
menjadi cerdas dan sehat. Ikan juga press.http://hypert.ahajornal.org/.
mengandung faktor anti-oksidan yang Diakses pada tanggal 23/12/2015 15:22
melindungi asam lemak tak jenuh dari oksidasi wita
sebelum dan sesudah proses pencernaan Azrul,A. (2005). Menjaga mutu pelayanan
(Siswono, 2003). kesehatanJakarta : Sinar Harapan
Selain gaya hidup yang tidak benar seperti
merokok, alcohol, obat-obatan maka makanan Corwin.E.J. (2011). Asuhan keperawatan
laut merupakan salah satu factor pencetus kardiovaskuler edisi v :Jakarta
terjadinya hhipertensi karena merupakan
makanan yang mengandung natrium yang
eJournal Keperawatan (eKp) Volume 4 Nomor 1, Mei 2016

Dr. Endarwati. (2015). Makanan laut yang JM, More, D. 2013manfaat bahaya
baik dan Mengkomsumsi Seafoodhttp : //Reps-
burukhttp://www.halosehat.com/makan id-com> manfaat-bahaya-
an/makanan- mengkomsumsi Seafooddi akses 27
berbahaya/bahaya.makanan-laut. november 2014 jam : 20.21
Eliska. (2012). Hidup bersama penyakit Karyadi. 2012, Hubungan antara tingkat
hipertensi, asam urat dan penyakit pengetahuan Lansia tentang konsumsi
jantung.Jakarta: Intisari Mediatama. makanan laut dengan kejadian tekanan
http://hypert.ahajornal.org/. Diakses darah tinggi. artikel penelitan, Fakultas
pada tanggal 15/12/2015, 19.55 wita Kedokteran, Universitas Diponegoro.
Fadem, 2014. Perbedaan Tingkat Konsumsi Kemenkes RI, 2013. Badan Penelitian Dan
Karbohidrat dan Lemak Pengembangan
denganKejadian Hipertensi pada Kesehatanhttp://www.litbang.depkes.g
Lansia di Perumahan o.id/sites/download/buku laporan
“Kusumawardani” danPanti Wredha /lapnas-risked 2013.pdf diaskes 28
Pucang Gading Semarang. Tidak oktober 2014 jam : 22.00
Dipublikasikan. Skripsi. Semarang:
Fakultas Kesehatan Masyarakat Laurence,M. (2002).Diagnosis dan terapi
Universitas Muhammadiyah Semarang. kedokteran ilmu penyakit
Dalamhttp://www.unmuh.or.id. dalam.Jakarta : Salemba Medika
Diakses 13/12/2015 10.10 wita Lanny, sustrani. (2005). Tekanan Darah
Gray, 2005. Kardiologi :Lecture Notes Tinggi. Yogyakarta : Penerbit Kanisius
Kardiologi edisi 4.jakarta : Erlangga Mansjoer,A. (2001). Kapita Selekta
Medical Series. Kedokteran. Jakarta : EGC
Gray. 2013. Hubungan Antara Asupan Yudiantoro.(2006). Hipertensi.Jakarta :
Natrium, Kalium, Kalsium, dan Gramedia Pustaka Umum
Magnesium dengan Hipertensi di
Puskesmas Mergangsan Yogyakarta. Nursalam.(2008). Konsep dan penerapan
Skripsi Universitas Gadjah Mada metodologi penelitian ilmu
keperawatan.Pedoman skripsi, tesis,
Hartono, A. 2012. Natrium, kalium dan dan instrument penelitian
hipertensi. keperwatan.Jakarta : Salemba Medika
http://dietsehat.wordpress.com/2008/05
/19/natrium-kalium-dan-hipertensi/. Nandang. 2014. Hipertensi patuh minum obat
Diakses tanggal 19/12/2015, 17.00 cegah cegah komplikasi.Dalam
wita. http://warnalangitku.blogspot.com/200
8/09/hipertensi-patuh-minum-obat-
Hilda, 2012. Perbedaan Tingkat Konsumsi cegah.html 2008. Diakses tanggal
Karbohidrat dan Lemak 04/12/2015: 09.05 wita
denganKejadian Hipertensi pada
Lansia di Perumahan Notoatmodjo.(2010). Metodologi penelitian
“Kusumawardani” danPanti Wredha kesehatan.Jakarta : Rineka Cipta
Pucang Gading Semarang. Tidak Nico. 2005 .Contoh asam lemak jenuh
Dipublikasikan. Skripsi. Semarang: bersumber dari
Fakultas Kesehatan Masyarakat makananHhtp:/ahlikolestrol.com/infor
Universitas Muhammadiyah Semarang. masi-kolestrol/contoh-asam-lemak-
Dalamhttp://www.unmuh.or.id. Jenuh.diakses 2 februari 2016 jam :
Diakses 13/12/2015 10.10 wita 8.18
eJournal Keperawatan (eKp) Volume 4 Nomor 1, Mei 2016

Profil Dinas kesehatan kabupaten kepulauan Triyanto, E. (2014). Pelayanan keperawatan


sangihe dan puskesmas Dagho bagi penderita Hipertensi.Yogyakarza
kecamatan Tamako. (2014). Data : Graha Ilmu
Pasien Hipertensi Puskesmas Dagho
Tahun 2014.Tahuna. Wulan Hastari, 2013. Ikan dan
manfaatnyahttp://id.com.wikipedia.org
Profil Kampung Dagho kecamatan >wiki > ikan dan manfaatnya
Tamako.(2015). Data Penduduk
Kampung Dagho Tahun 2015.Tahuna. Wiayakusuma.(2000). manfaat bahaya
Mengkomsumsi Seafood. http : //Reps-
Ratna. 2012. Survei Kesehatan Rumah Tangga id-com> manfaat-bahaya-
( SKRT). Jakarta; Badan Penelitian dan mengkomsumsi Seafood di akses 27
Pengembangan Kesehatan. november 2014 jam : 20.21
Departemen Kesehatan RI
Jakarta.http://perpus.fkik.uinjkt.ac.id/fi Wilson. (2005). Konsep Klinis proses-proses
le_digital/Nandang%20Tisna.pdf. penyakit Edisi 6. Vol.2
Diakses 19/12/2015 16.55 Yudiantoro.(2006). Hipertensi.Jakarta :
Riskesdas.(2013). Laporan Riset Kesehatan Gramedia Pustaka Umum
Dasar tahun 2013. Yuliarti. 2013. Faktor-faktor yang
Rudianto,F. (2013).Menaklukan Hipertensi berhubungan dengan hipertensi pada
usia lanjut di posbindu Kota
Dan Diabetes.Yogyakarta : Hak Cipta
Bogor.tesis Pasca FKM
Rabiatul.(2007). Pengolahan dan Pengawetan
Ikan. PT: Bumi Aksara
Soeharto. 2014. Cegah Hipertensi dengan
Pola Makan. [serial online].
www.gizi.net/cgi-
bin/berita/fullnews.cgi?newsid1046314
663,16713,-24k.Diakses 13/12/2015,
10.00 wita
Susiyani. 2012. Gaya Hidup dan Status Gizi
Serta Hubungannya DenganHipertensi
dan Diabetes Melitus Pada Pria dan
Wanita Dewasa di DKIJakarta: IPB
Sutanto. (2010). Penyakit modern hipertensi,
strok, jantung,kolestrol dan Diabetes.
Yogyakarta : C.V ANDI OFFSET
Smeltzer & Bare.(2000). Buku Ajar
Keperawatan Medical Bedah edisi 8
vol2.Jakarta : EGC
Siswono, 2003. Stimulasi dan Nutrisi Jakarta
:EGC
Setiadi.(2013). Konsep dan Praktik Penulisan
Riset keperawatan.Yogyakarta : Graha
Ilmu