Anda di halaman 1dari 10

BAB IV

TELAAH JURNAL

Pada bab ini penulis akan melakukan telaah jurnal terhadap tiga

jurnal berdasarkan PICO, ketiga jurnal tersebut antara lain :

A. Pengaruh Relaksasi Benson Terhadap Penurunan Skala Nyeri

Dada Kiri pada Pasien Acute Myocardial Infarc di RS Dr.

Moewardi Surakarta Tahun 2014

Judul : Pengaruh Relaksasi Benson Terhadap

Penurunan Skala Nyeri Dada Kiri pada

Pasien Acute Myocardial Infarc di RS Dr.

Moewardi Surakarta Tahun 2014

Kata kunci : Acute Myocardial Infarc, Left Chest

pain, Benson Relaxation

Penulis : Tri Sunaryo, Siti Lestari

Analisa PICO :

1. Patient and clinical problem (P)

Desain penelitian ini menggunakan quasi-

eksperimental dengan pre test dan post test design with

control group dimana desain ini melakukan tindakan

pada dua atau lebih kelompok yang akan diobservasi

sebelum dan sesudah dilakukan tindakan. Jumlah

sampel dalam penelitian adalah 17 orang untuk

132
kelompok intervensi dan 16 orang untuk kelompok

kontrol

2. Intervention (I)

Intensitas nyeri setelah dilakuakn intervensi

analgetik+relaksasi benson pada hari ke-1 4,0 dan 2,8

pada hari ke2, sedangfkan dengan responden yang

hanya dengan analgetik saja didapatkan rerata nyeri 4,8

pada hari ke-1 dan 4,3 pada hari ke-2 rawatan di

ICVCU

Mean skala nyeri pada kelompok control (4,31)

leboh besar dari mean skala nyeri pada kelompok

interensi (2,82) hal ini menunjukan bahwa rasa nyeri

kelompok control lebih besar dari kelompok intervensi.

P value pada kelompok control lebh besar daripada

kelompok intervensi, hal ini menunjukan intervensi

terapi analgetik + relaksasi benson leboh efektif

dibanding dengan terapi analgetik saja.

3. Comparator (C)

Hasil Penelitian ini sejalan dengan konsep dari

Dr. Herbert Benson bahwa dengan melakukan relaksasi

selama 15 menit akan menyebabkan aktifitas saraf

simpatik dihambat yang mengakibatkan penurunan

terhadap konsumsi oksigen oleh tubuh dan selanjutnya

otot-otot tubuh menjadi relaks sehingga menimbulkan

133
perasaan tenang dan nyaman (Benson, 2000). Selain itu,

Relaksasi Benson berfokus pada kata atau kalimat

tertentu yang diucapkan berulang kali dengan ritme

teratur dan disertai sikap yang pasrah pada Tuhan Yang

Maha Kuasa sesuai keyakinan pasien memiliki makna

menenangkan

Relaksasi Benson adalah salah satu cara untuk

mengurangi nyeri dengan mengalihkan perhatian

kepada relaksasi sehingga kesadaran klien terhadap

nyeri-nya berkurang, relaksasi ini dilakukan dengan

cara menggabungkan relaksasi yang diberikan dengan

kepercayaan yang dimiliki klien. Relaksasi adalah

teknik mengatasi kekhawatiran/ kecemasan atau stress

melalui pengendoran otot-otot dan syaraf, itu terjadi

atau bersumber pada obyek-obyek tertentu”. Relaksasi

merupakan suatu kondisi istirahat pada aspek fisik dan

mental manusia, sementara aspek spirit tetap aktif

bekerja. Dalam keadaan relaksasi, seluruh tubuh dalam

keadaan homeostatis atau seimbang, dalam keadaan

tenang tapi tidak tertidur, dan seluruh otot-otot dalam

keadaan rileks dengan posisi tubuh yang nyaman

(Benson dan Proctor, 2000: Roykulcharoen 2003 The

effect of systemic relaxation technique on postoperative

pain In Thailand

134
4. Outcome (O)

Setelah diberikan terapi pada 2 kelompok

berbeda yaitu kelompok intervensi analgetik+ relaksasi

benson dan kelompok control hanya dengan analgetik

menunjukkan adanya perbedaan bermakna skala nyeri

dada pada pasien Acute Myocardial Infarc setelah

mendapatkan terapi analgetik. Hasil Penelitian juga

menunjukkan adanya perbedaan bermakna skala nyeri

dada pada pasien Acute Myocardial Infarc setelah

mendapatkan kombinasi terapi analgetik dan relaksasi

Benson. Kombinasi Relaksasi Benson dan terapi

analgetik lebih efektif menurunkan nyeri pada pasien

Acute Myocardial Infarc dibandingkan dengan yang

hanya mendapatkan terapi analgesik

B. Penatalaksanaan Terapi Musik Klasik dengan Masalah

Keperawatan Gangguan Penurunan Curah Jantung pada Pasien

Hipertensi di RSUD Dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri

Judul : Penatalaksanaan Terapi Musik Klasik

dengan Masalah Keperawatan Gangguan

Penurunan Curah Jantung pada Pasien

Hipertensi di RSUD Dr. Soediran

Mangun Sumarso Wonogiri

135
Kata kunci : Hipertensi, Penurunan Curah Jantung,

Terapi Musik Klasik

Penulis : Eva Pratama Sari, Novi Indah Aderita

Analisa PICO :

1. Patient and clinical problem (P)

Desain penelitian ini merupakan penelitian

deskriptif dengan menggunakan probability sampling

(purposive). Populasi adalah pasien hipertensi di

Rumah Sakit Umum Dr. Soediran Mangun Sumarso

Wonogiri. Subjek adalah 5 pasien hipertensi di ruang

rawat inap dengan inklusi penderita hipertensi yang

berobat, pasien laik-laki atau perempuan dengan

penyakit hipertensi. Pengambilan sampel adalah dengan

nonprobability sampling purposive sampling. Tehnik

pengumpulan data didapatkan dari hasil

wawancara,observasi, pemeriksaan fisik,dan studi

komunikasi

3. Intervention (I)

Hasil penelitian menunjukan dari 5 subjek yang

telah diberikan terapi music klasik selama 20-30 menit

dan didapatkan 1 orang subjek teratasi yang sesuai

136
dengan kriteria hasil dan 4 orang subjek teratasi

sebagian dengan masalah penurunan curah jantung

karena tekanan darah subjek penelitian menurun tetapi

tidak dalam rentang normal. Didapatkan hasil penelitian

tekanan darah dalam rentang 130-160/80-90 mmHg.

4. Comparator (C)

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian

yang dilakuakn oleh Tangahu (2015) membuktikan

bahwa sebagian besar subjek penelitian mengalami

penurunan tekanan darah setelah diberikan terapi music

klasik yang manan penurunan tekanan darah ini

disebabkan karena subjek penelitian menyukai jenis

music klasik yang dipakai sehhingga menimbulkan

perasaan nyaman dan rileks, saat keadaan rilek inilah

yang menyebabkan tekanan darah menurun.

Hal itu dibuktikan juga dalam penelitian

Suherly (2011) yang membuktikan bahwa ada

perbedaan tekanan darah pada lansia sebelum dan

sesudah diberikan terapi music klasik. Menurut

Triyanto (2014) bunyi-bunyi frekuensi sedang

cenderung merangsang jantung, paru, dan emosi. Bunyi

dari music yang bergetar membentuk pola dan

menciptakan medan energy resonansi dan gerakan di

ruang sekitarnya. Energi akan diserap oleh tubuh

137
manusia dan energy-energi ini secara halus mengubah

pernafasan, detak jantung, tekanan darah, ketegangan

otot, temperature kulit, dan ritme-ritme internal lainnya

5. Outcome (O)

Setelah diberikan terapi music klasik selama 3

hari berturut dengan waktu 20-30 menit perhari

bersama dengan pengobatan yang dilanjutkan dapat

memberikan pengaruh pada penurunan tekanan darah

subjek, dengan 1 orang saubjek teratasi keseluruhan dan

4 orang teratasi sebagian disebabkan terjadi penurunan

tekanan darah akan tetapi masih belum dalam rentang

norma

C. Pengaruh mobilisasi dini terhadap perubahan tanda-tanda vital pada

pasien infark miokard akut

Judul : Pengaruh mobilisasi dini terhadap

perubahan tanda-tanda vital pada pasien infark miokard

akut di ruang ICCU RSUD Dr. Moewardi Surakarta

Kata kunci : Mobilisasi dini, tanda-tanda vital, infarkmiokard

Penulis : Akhmad Rifai, Suharyo hadisaputro, Supriyadi

Analisa PICO :

138
1. Patient and clinical problem (P)

Desain penelitian ini menggunakan rancangan

penelitian eksperimental dengan desain pretest-

posttestcontol group design.

Populasi studi adalah penderita nfark miokard akut

yang menjalani perawatan di ruang ICCU RSUD Dr.

Noewardi Surakarta dan memenuhi kriteria inklusi dan

eklusi.

Sampel dalam penelitian ini dihitung

berdasarkan estimasi proporsi suatu populasi, dengan

tingkat ketepatan sebesar 90% 0,1 dan proporsi sebesar

45 responden. Kelompok umur pada intervensi

sebagian besar lansia. Kelompok intervensi dewasa 7

responden (14,9%) dan 38 responden (80,9%) pada

kelompok kontrol. Jenis kelamin responden sebagian

besar adalah laki-laki (80,9%) dan perempuan (14,9%).

2. Intervention (I)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada

kelompok intervensi hasil analisis uji paired T-Test

tekanan darah sistolik dari 45 responden, nilai rata-rata

sebelum mobilisasi dini 124,51 mmHg dan nilai rerata

sesuda mobilisasi dini 135,25 mmHg. Sedangkan untuk

tekanan darah diastolik dari 45 responden nilai rata-rata

139
sebelum mobilisasi dini adalah 83,23 mmHg dan nilai

rata-rata sesudah mobilisasi 88,03 dan didapatkan nilai

p=0,001 sehingga dapat diartikan bahwa ada perbedaan

yang bermakna antara sebelum dan sesudah dilakukan

mobilisasi dini terhadap perubahan tekanan darah

diastolik. Hasil analisis Wilcoxon nadi dari 45

responden tiap kelompok, median sebelum dan sesudah

mobilisasi dini 78 dan 89, range sebelum dan sesudah

mobilisasi dini 61-69 dan 64-112 dan nilai p=0,001

sehingga dapat diartikan

bahwa ada perbedaan yang bermakna antara sebelum

dan sesudah dilakukan mobilisasi dini terhadap

perubahan nadi. . Hasil analisis Wilcoxon respirasi dari

45 responden tiap kelompok, median sebelum dan

sesudah mobilisasi dini 20 dan 23, range sebelum dan

sesudah mobilisasi dini 14-25 dan 16-30 dan nilai

p=0,001 sehingga dapat diartikan bahwa ada perbedaan

yang bermakna antara sebelum dan sesudah dilakukan

mobilisasi dini terhadap perubahan respirasi. Hasil

analisis Wilcoxon suhu dari 45 responden tiap

kelompok, median sebelum dan sesudah mobilisasi

dini 36,3 dan 36,8 range sebelum dan sesudah

mobilisasi dini 36-37,1 dan 36-38 dan nilai p=0,001

sehingga dapat diartikan bahwa ada perbedaan yang

140
bermakna antara sebelum dan sesudah dilakukan

mobilisasi dini terhadap perubahan suhu.

3. Compare (C)

Hasil penelitian ini sebanding dengan peneliti

sebelumnya Munir (2010) bahwa dalam penelitian

tentang “effectof early mobilized patient post infark

miokard acute with changes in vital signs and ECG

Rhytm In ICCU of Dr. Soetomo Hospital Surabaya”

diperoleh hasil bahwa perubahan yang diberikan

meningkat awal dimobilisasi tanda vital dan irama EKG

setelah 10 menit menunjukkan tingkat signifikansi

p=0.001 berarti ada perbedaan pretest dan posttest

terhadap perubahan tanda vital. Mobilisasi dini dapat

diberikan pada pasien infark miokard akut dan setelah

10 menit tidak mempengaruhi ritme EKG.

4. Outcome (O)

Setelah diberikan mobilisasi dini pada pasien

infark miokard akut yang stabil, perubahan tanda-tanda

vital tetap stabil walaupun ada perbedaan antara pretest

dan posttest. Tanda-tanda vital yang dimaksud adalah

tekanan darah sistolik dan diastolik, nadi, respirasi dan

suhu.

141