Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Listrik adalah sumber energi yang disalurkan melalui kabel. Tetapi dalam tubuh
manusia juga terdapat gelombang arus listrik yang disebut Biolistrik. Tegangan listrik pada
tubuh kita berbeda dengan apa yang kita bayangkan. Seperti listrik dirumah tangga.
Kelistrikan pada tubuh berkaitan dengan komposisi ion yang terdapat dalam tubuh.
Komposisi ion ekstra sel berbeda dengan komposisi ion intra sel. Pada ekstra sel lebih
banyak ion Na dan Cl2, sedangkan intra sel terdapat ion H dan anion protein. Tubuh kita
boleh disebut sebagai sistem elektromagnetik. Sebab, kelistrikan sangat erat kaitannya
dengan kemagnetan. Otak kita memiliki medan kemagnetan. Sebagaimana jantung
ataupun bagian-bagian lain di tubuh kita.
Kelistrikan memegang peranan penting dalam bidang kedokteran. Ada dua aspek
dalam bidang kedokteran yaitu listrik dan magnet yang timbul dalam tubuh manusia, serta
penggunaan listrik dan magnet pada permukaan tubuh manusia. listrik yang ada pada
tubuh kita disebut dengan Biolistrik atau sering diartikan sebagai listrik yang terdapat pada
makhluk hidup, yang mana berasal dari kata bio berarti makhluk hidup dan kata listrik.
Listrik yang dihasilkan di dalam tubuh berfungsi mengendalikan dan
mengoperasikan saraf, otot, dan berbagai organ. Pada dasarnya, semua fungsi dan aktivitas
tubuh sedikit banyak melibatkan listrik. Gaya-gaya yang ditimbulkan oleh otot disebabkan
tarik-menarik antara muatan listrik yang berbeda. Kerja Otot, otak dan jantung pada
dasarnya bersifat elektrik (listrik).
Sistem saraf berperan penting pada hampir semua fungsi tubuh. Otak, yang pada
dasarnya adalah suatu komputer sentral, menerima sinyal eksternal dan internal dan
(biasanya) menghasilkan respons yang sesuai. Informasi disalurkan sebagai sinyal listrik
di sepanjang saraf-saraf. Saat kita menjalankan fungsi-fungsi khusus tubuh, banyak sinyal
listrik yang dihasilkan. Sinyal-sinyal ini dihasilkan dari proses elektrokimiawi tertentu.

1
B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian biolistrik ?


2. Apa saja macam-macam gelombang arus listrik ?
3. Bagaimana kelistrikan dalam sistem tubuh ?
4. Sebutkan bagian-bagian dari neuron serta fungsinya ?

C. Tujuan

Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui tentang :


1. Pengertian Biolistrik
2. Macam-macam gelombang arus listrik
3. Pengertian listrik dalam tubuh
4. Bagaimana bagian – bagian dari neuron

D. Manfaat
Dalam penulisan makalah, Dengan selesainya penulisan makalah ini serta pembahasan
makalah ini diharapkan mempunyai manfaat bagi pribadi maupun rekan-rekan mahasiswa
1. Menambah ilmu dan wawasan penulis khususnya, pembaca pada umumnya mengenai
kelistrikan dalam tubuh.
2. Sebagai penambah bahan acuan bagi kita sebagai calon guru Fisika dalam
memberikan materi pelajaran.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Biolistrik

Biolistrik adalah energi yang dimiliki setiap manusia yang bersumber dari ATP
(Adenosine Tri Posphate) dimana ATP ini di hasilkan oleh salah satu energi yang bernama
mitchondria melalui proses respirasi sel. Biolistrik juga merupakan fenomena sel. Sel-sel
mampu menghasilkan potensial listrik yang merupakan lapisan tipis muatan positif pada
permukaan luar dan lapisan tipis muatan negatif pada permukaan dalam bidang
batas/membran. Kemampuan sel syaraf (neurons) menghantarkan isyarat biolistrik sangat
penting. Pada biolistrik ada dua aspek yang memegang peranan penting yaitu kelistrikan
dan kemagnetan yang timbul dalam tubuh manusia serta penggunaan listrik dan magnet
pada permukaan tubuh manusia.

B. Listrik Dalam Tubuh

1. Sistem Syaraf dan Neuron


Sistem saraf dibagi dalam dua bagian yaitu :
a. Sistem saraf pusat
Terdiri dari otak, medulla spinalis dan saraf perifer. Saraf perifer ini adalah
serat-serat yang mengirim informasi sensoris ke otak atau ke medulla spinalis disebut
saraf afferent sedangkan serat saraf yang menghantarkan informasi dari otak dan
medulla spinalis ke otot serta kelenjar disebut serat efferen. Beberapa yang ada di saraf
pusat :
 Otak
Merupakan alat tubuh yang sangat penting dan sebagai pusat pengatur dari segala
kegiatan manusia. Otak terletak di dalam rongga tengkorak, beratnya lebih kurang 1/50
dari berat badan. Bagian utama otak adalah otak besar (Cerebrum), otak kecil
(Cerebellum), dan batang otak. Otak besar merupakan pusat pengendali kegiatan tubuh
yang disadari. Otak kecil terletak di bagian belakang otak besar, tepatnya di bawah otak
besar. Otak kecil berfungsi sebagai pengatur keseimbangan tubuh dan
mengkoordinasikan kerja otot ketika seseorang akan melakukan kegiatan.

3
Batang otak terletak di depan otak kecil, di bawah otak besar, dan menjadi
penghubung antara otak besar dan otak kecil, disebut dengan sumsum lanjutan atau
sumsum penghubung. Fungsi dari batang otak adalah mengatur refleks fisiologis, seperti
kecepatan napas, denyut jantung, suhu tubuh, tekanan, darah, dan kegiatan lain yang
tidak disadari.

 Sumsum tulang belakang

Sumsum tulang belakang terletak memanjang di dalam rongga tulang belakang,


mulai dari ruas-ruas tulang leher sampai ruas-ruas tulang pinggang yang kedua. Di dalam
sumsum tulang belakang terdapat saraf sensorik, saraf motorik, dan saraf penghubung.
Fungsinya adalah sebagai penghantar impuls dari otak dan ke otak serta sebagai pusat
pengatur gerak refleks.

b. Sistem saraf otonom

Serat saraf ini mengatur organ dalam tubuh. Misalnya jantung, usus dan
kelenjar-kelenjar. Pengontrolan ini dilakukan secara tidak sadar. Otak berhubungan
langsung dengan medulla spinalis; keduanya diliputi cairan serebro spinalis dan
dilindungi tulang tengkorak serta tulang vertebralis (columna vertebralis). Berfat otak
1500 gram dan hanya 50 gram yang efektif. Struktur dasar dari sistem saraf di sebut
neuron/sel saraf. Suatu sel saraf mempunyai fungsi menerima, interpretasi dan
menghantarkan aliran listrik. tiga komponen yang harus dimiliki oleh sistem saraf,
yaitu:
a) Reseptor, adalah alat penerima rangsangan atau impuls. Pada tubuh kita yang
bertindak sebagai reseptor adalah organ indera.
b) Penghantar impuls, dilakukan oleh saraf itu sendiri. Saraf tersusun dari berkas
serabut penghubung (akson). Pada serabut penghubung terdapat sel-sel khusus
yang memanjang dan meluas. Sel saraf disebut neuron.
c) Efektor, adalah bagian yang menanggapi rangsangan yang telah diantarkan oleh
penghantar impuls. Efektor yang paling penting pada manusia adalah otot dan
kelenjar.

2. Kelistrikan Saraf

4
Serat saraf yang berdiameter besar mempunyai kemampuan menghantar
impuls lebih cepat dari pada serat saraf yang berdiameter kecil. Dengan
mempergunakan mikroskop elektron, serat saraf dibagi dalam dua tipe : serat saraf
bermielin dan serat saraf tanpa mielin.
Serfat saraf bermielin : banyak terdapat pada manusia. Mielin merupakan
suatu insulator ( isolasi) yang baik dan kemampuan mengalir listrik sangat rendah.
Potensial aksi makin menurun apabila melewati serat saraf yang bermielin.

3. Perambatan Potensial Aksi

Potensial aksi bisa terjadi apabila suatu daerah membran saraf atau otot
mendapat rangsangan mencapai nilai ambang. Potensial aksi itu sendiri mempunyai
kemampuan untuk merangsang daerah sekitar sel membran untuk mencapai nilai
ambang. Dengan demikian dapat terjadi perambatan potensial aksi ke segala jurusan
sel membran keadaan ini disebut perambatan potensial aksi atau gelombang
depolarisasi.
Setelah timbul potensial aksi, sel membran akan mengalami repolarisasi.
Proses repolarisasi sel membran disebut suatu tingkat refrakter. Tingkat refrakter ada
dua fase yaitu periode refrekter absolut dan peiode refrakter relatif.

a. Periode refrakter absolute


Selama periode ini tidak ada rangsangan, tidak ada unsur kekuatan untuk
menghasilkan potensial aksi yang lain.

b. Periode refrakter relative


Setelah sel membran mendeteksi repolarisasi seluruhnya maka dari periode
refrekter absolut akan menjadi periode refrekter relatif, dan apabila ada
stimulasi/rangsangan yang kuat secara normal akan menghasilkan potensial aksi yang
baru.

4. Kelistrikan Pada Sinapsis dan Neuromyal Junction

5
Hubungan antara dua buah saraf disebut sinapsis; berakhirnya saraf pada sel
otot/hubungan saraf otot disebut Neuromnyal junction.Baik sinapsis maupun
Neuromnyal junction mempunyai kemampuan meneruskan gelombang depolarisasi
dengan cara lompat dari satu sel ke sel yang berikutnya. Gelombang depolarisasi ini
penting pada sel membran sel otot, oleh karena pada waktu terjadi depolarisasi, zat kimia
yang terdapat pada otot akan trigger/bergetar/berdenyut menyebabkan kontraksi otot dan
setelah itu akan terjadi repolarisasi sel otot hal mana otot akan mengalami relaksasi.

5. listrik Otot Jantung

Sumber daya gerak jantung sangat bergantung pada kemampuan kerja dari
kelompok sel yang mampu menghasilkan energi listrik dalam jumlah yang cukup
untuk membuatnya terus bergerak. Sel-sel menghasilkan impuls listrik yang kemudian
oleh sel-sel penggerak yang tersebar di permukaan jantung dan hingga membuatnya
berdenyut.

6. Elektrokardiografi dan elektrokardiogram

Elektrokardiografi adalah ilmu yang mempelajari aktivitas listrik jantung


sedangkan elektrokardiogram adalah suatu grafik yang menggambarkan rekaman
listrik jantung. Kegiatan listrik jantung dalam tubuh dapat dicatat dan direkam melalui
elektroda-elektroda yang dipasang pada permukaan tubuh.

C. NEURON

Struktur dasar dari sistem saraf disebut dengan Neuron atau sel saraf. Suatu sel saraf
(neuron) merupakan bagian terkecil dalam suatu skema saraf dan berfungsi untuk menerima,
menginterpretasi, dan menghantarkan pesan listrik atau aliran listrik. Sel saraf terdiri dari
tubuh serta serabut yang menyerupai ranting. Serabutnya juga terdiri dari 2 macam, yaitu
dendrit dan akson. Ada banyak jenis neuron, pada dasarnya neuron terdiri dari sel-sel tubuh
yang menerima aliran listrik dari neuron lain melalui kontak yang disebut sinapsis yang
terletak di dendrit atau pada tubuh sel.
Neuron bergabung membentuk suatu jaringan untuk mengantarkan impuls
(rangsangan). Satu sel saraf tersusun dari badan sel, dendrit, dan akson.

6
a. Badan sel
Badan sel saraf merupakan bagian yang paling besar dari sel saraf yang berfungsi
untuk menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson.

b. Dendrit

Dendrit adalah serabut sel saraf pendek dan bercabang- cabang. Dendrit berfungsi
untuk menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel.

c. Akson (Neurit)

Neurit adalah serabut sel saraf panjang yang merupakan perjuluran sitoplasma badan
sel. Di dalam neurit terdapat benang-benang halus yang disebut neurofibril. Ada tiga macam
sel saraf yang dikelompokkan berdasarkan struktur dan fungsinya, yaitu:

a) Sel saraf sensorik, adalah sel saraf yang berfungsi menerima rangsangan dari reseptor
yaitu alat indera.
b) Sel saraf motorik, adalah sel saraf yang berfungsi mengantarkan rangsangan ke efektor
yaitu otot dan kelenjar. Rangsangan yang diantarkan berasal atau diterima dari otak dan
sumsum tulang belakang.
c) Sel saraf penghubung, adalah sel saraf yang berfungsi menghubungkan sel saraf satu
dengan sel saraf lainnya. Sel saraf ini banyak ditemukan di otak dan sumsum tulang
belakang.

BAB III
PENUTUP

7
A. Kesimpulan

Ilmu yang mempelajari tentang potensial listrik pada organ tubuh disebut biolistrik.
Kelistrikan dan kemagnetan dalam sistem tubuh meliputi sistem saraf, sinapsis dan jantung.
Ilmu yang mempelajari aktivitas listrik jantung disebut elektrokardiografi dan alatnya
dinamakan EKG.

B. Saran
Dengan mengucap syukur Alhamdulillah pada Allah SWT, penulis dapat menyelesaikan
makalah ini dengan baik, dan tentunya masih jauh dari harapan. Oleh karena itu, masih perlu
kritik dan saran yang membangun serta bimbingan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat
bagi pembaca dan penulis.

DAFTAR PUSTAKA

8
http://mustikadewi.student.esaunggul.ac.id/2012/12/05/tugas-online-iii-fisika-kelistrikan-
dan-kemagnetan-dalam-tubuh-manusia/
http://perawatonline.com/2008/07/aktifitas-kelistrikan-jantung/
Cameron, John R, dkk. 1978. MEDICAL PHYSICS. Florida : Wisconsin Tallahasee
Ruslan, Ahmadi. 2010. TEORI DAN APLIKASI FISIKA KESEHATAN. Yogyakarta : Nuha Medika
Purwanto. 2007. Ensiklopedi fisika. Bandung : PT Kiblat Buku Utama.
http://reikinaqs.wapsite.me/Biolistrik
http://www.news-medical.net/health/What-is-the-Nervous-System-%28Indonesian%29.asp
http://id.wikipedia.org/wiki/Elektrokardiogram