Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dengan
keterikitan aturan dan emosional dan individu mempunyai peran masing – masing
yang merupakan bagian dari keluarga.
Wanita dan Ibu adalah dua sosok yang tidak pernah lepas dari kehidupan kita.
Tanpa sosok Ibu kita tidak akan pernah ada di dunia ini. Bahkan banyak orang-orang
hebat yang tidak akan pernah bisa menjadi hebat tanpa didukung dengan sosok
wanita hebat di belakangnya. Ada begitu banyak definisi dan arti dari wanita namun
semua arti dan definisi itu bersumber pada satu kesimpulan, bahwa wanita adalah
sosok yang sangat hebat terlepas dari segala kekurangan yang dimilikinya.
Asuhan kebidanan pada keluarga merupakan asuhan kebidanan komunitas
dimana pelayanan kebidanan komunitas merupakan upaya yang dilakukan bidan
untuk pemecahan terhadap masalah kesehatan lansia di dalam keluarga dan
masyarakat supaya keluarga dan masyarakat selalu berada dalam kondisi kesehatan
yang optimal. Kegiatan pelayanan kebidanan komunitas termasuk di dalamnya adalah
penyuluhan dan nasihat tentang kesehatan, pemeliharaan kesehatan lansia ,
pengobatan sederhana bagi ibu dan balita, perbaikan gizi keluarga, imunisasi ibu dan
anak, pertolongan persalinan serta pelayanan KB.
Yang menjadi sasaran kebidanan komunitas yaitu ibu (prahamil, hamil, bersalin,
nifas), anak (bayi baru lahir, balita, anak pra sekolah, remaja), keluarga (wanita
dengan gangguan sistem reproduksi), masyarakat. Yang menjadi sasaran utama
adalah ibu dan anak dalam keluarga.
Keluarga Ny. P merupakan salah satu keluarga yang mempunyai masalah
kesehatan. Keluarga Ny. P merupakan keluarga kecil yang sederhana.. Dalam satu
rumah Keluarga Ny. P hanya ada satu KK, yang terdiri dari Ibu dan 3 Anak.
Permasalahan kesehatan keluarga Ny. P yang paling menonjol adalah Ny. P
kurangnya pengetahuan tentang masa Pre menopause.

1.2 Tujuan Penulisan


1.2.1 Tujuan Umum
Untuk memperoleh pengalaman baru mengenai praktik asuhan kebidanan
komunitas dalam lingkup keluarga binaan dan memberikan pengetahuan
mengenai masa Pre Menopouse.
1.2.2 Tujuan Khusus
 Menerapkan hasil pembelajaran mengenai pengkajian dan menemukan
masalah yang terjadi dalam asuhan kebidanan komunitas
 Memberikan pemahaman agar keluarga binaan tentang pentingnya
mengetahui gejala dan penyebab masa Pre Menopouse.

1|A S U H A N K E B I D A N A N KO M U N I TA S
 Agar mampu mengevaluasi terhadap tindakan dan asuhan yang telah
diberikan

1.3 Manfaat Penulisan


1.3.1 Bagi Penulis
Dapat menerapkan secara langsung teori Asuhan Kebidanan Komunitas
yang diperoleh dengan praktik langsung kelapangan
1.3.2 Bagi Institusi
Dapat dijadikan kepustakaan dengan tujuan meningkatkan mutu
pelayanan.
1.3.3 Bagi Klien
Memperoleh pengetahuan mengenai masa Pre Menopouse.

BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1 PRE MENOPAUSE


2.1.1 Pengertian
Sebelum menopause di dahului masa pre menopause. Suatu kondisi fisiologi pada
perempuan yang memasuki proses penuaan yang ditandai dengan menurunnya kadar
hormon estrogen dari ovarium. Hormon ini sangan berperan dalam reproduksi dan
seksualitas. Terjadinya masa peralihan dari masa subur menuju masa tidak subur.
Gejala pre menopause pada usia 40 an dan puncaknya pada saat usia 50 an. Pada
masa pre menopause perempuan menyesuaikan diri dengan menurunnya hormon dari
ovarium. Klimakterium bukan suatu keadaan patologis, melainkan suatu masalah
peralihan yang normal yang berlangsung beberapa tahun sebelum dan sesudah

2|A S U H A N K E B I D A N A N KO M U N I TA S
menopause, hal ini disebabkan oleh karena ovarium menjadi tua, sehingga hormone
estrogen menurun dan hormone gonadotropin meningkat. (Sarwono, 1999)

3.1.2 Penyebab Pre Menopause


Pre menopause terjadi bila wanita mengalaminya kurang dari usia 47 tahun atau
bahkan kurang dari 40 tahun. Petras (1999).Menopause adalah fase normal dalam
kehidupan seorang wanita, meski waktunya tidak akan sama. Selain faktor gaya hidup
seperti alkohol, rokok, faktor stres dan genetik yang menentukan cepat atau lambatnya
menopause, faktor lainnya adalah:
1) Sejarah keluarga
Masa menopause seorang wanita cenderung di usia yang sama, saat ibu atau
saudara perempuan lainnya mengalami menopause. Tapi pernyataan ini masih
dapat diperdebatkan.
2) Tidak pernah melahirkan.
Beberapa penelitian menunjukkan, wanita yang belum atau tidak pernah
melahirkan, akan mengalami menopause lebih awal.
3) Kondisi jantung
Sakit jantung sering dikaitkan dengan menopause dini, diperkirakan berkaitan
dengan meningkatnya kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi.
4) Terapi kanker masa kecil
Terapi kanker di usia anak-anak, seperti kemoterapi, radiasi pelvic, dan konsumsi
tamoxifen (bagian dari pengobatan kanker payudara) juga dikaitkan dengan
menopuse dini.
5) Histerektomi.
Pengangkatan rahim biasanya tidak berakibat menopause dini, meski ovarium
tetap akan melepas sel telur. Hanya saja, operasi ini biasanya akan mempercepat
datangnya menopause.

2.1.3 Tanda dan gejala Premenopause


a. Menstruasi tidak teratur
Intervalnya dapat memanjang atau memendek, sedikit dan berlimpah, bahkan Anda
mungkin akan melewatkan beberapa periode menstruasi. Ovulasi menjadi tidak
teratur, rendahnya kadar progesteron dapat membuat Anda mengalami periode
menstruasi yang lebih panjang.
b. Gangguan tidur dan hot flashes.
Sekitar 75-85 persen wanita mengalami hot flashes selama premenopause. Hot
flashes adalah gelombang panas tubuh yang datang tiba-tiba, akibat perubahan
kadar estrogen yang menyerang tubuh bagian atas dan muka. Serangan ini ditandai
dengan munculnya kulit yang memerah di sekitar muka, leher dan dada bagian
atas, detak jantung yang kencang, badan bagian atas berkeringat, termasuk
gangguan tidur.

3|A S U H A N K E B I D A N A N KO M U N I TA S
c. Perubahan Psikologis
Beberapa wanita mengalami depresi, tetapi perubahan psikologis ini akibat
terjadinya gangguan tidur.
d. Organ intim mengering
Vagina mulai mengalami kekurangan cairan dan elastisitas, sehingga hubungan
intim dapat menyakitkan.
Kesuburan berkurang
Ovulasi atau pelepasan sel telur menjadi tidak teratur, sehingga kemungkinan
bertemunya sel telur dengan sperma menjadi lebih rendah walau masih mungkin
untuk hamil.
e. Perubahan fungsi seksual
Selama premenopause, keinginan untuk berhubungan intim dapat berubah, tetapi
pada banyak wanita akan mengalami masa-masa menyenangkan sebelum masa
menopause tiba dan biasanya berlanjut sampai melewati masa premenopause.
f. Osteoporosis
Pengeroposan tulang ini terjadi sebagai akibat berkurangnya hormon estrogen.
g. Perubahan kadar kolesterol
Berkurangnya estrogen akan merubah kadar kolesterol dalam darah dan
meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) yang mengakibatkan risiko terkena
penyakit jantung. Sedangkan HDL atau kolesterol baik, menurun sesuai
pertambahan usia.

2.1.4 Permasalahan Akibat Pre Menopause


 Masalah Fisik
Secara fisik biologis, keluhan yang sering diutarakan wanita menopause adalah:
a) sakit kepala,
b) cepat lelah,
c) Rematik
d) sakit pinggang,
e) sesak napas,
f) susah tidur dan
g) osteoporosis.
Keluhan lainnya (Tina NK, 1999) adalah :
a) berkurangnya cairan vagina sehingga timbul iritasi dan rasa nyeri saat
berhubungan intim.
b) dengan bertambahnya usia, tubuh membutuhkan lebih sedikit lemak dari
sebelumnya.
Hal ini karena kemampuan tubuh untuk mengolah lemak berkurang dan
memerlukan waktu lebih lama untuk masuk dalam darah. Akibatnya, wanita
menopause berisiko kelebihan berat badan yang bisa berujung pada penyakit
jantung koroner dan penyempitan pembuluh darah. Namun, diet bebas lemak

4|A S U H A N K E B I D A N A N KO M U N I TA S
bukan langkah yang tepat karena tubuh masih memerlukan lemak jenis
tertentu untuk membangun sel-sel baru, mengembangbiakkan bakteri positif di
pencernaan dan bahan pembentuk estrogen secara alami. Resiko penyakit
lainnya adalah kanker dengan berbagai jenis yaitu :
a. endometrial,
b. cervix,
c. uterine dan payudara.
Faktor yang memicu kanker endometrial yaitu: tekanan darah tinggi,
kegemukan, diabetes dan nullparity atau tidak pernah melahirkan (Reitz 1979,
217).
Satu hal yang penting adalah sejarah pemakaian alat KB oleh wanita
menopause. Beberapa wanita menghubungkan cepatnya mengalami menopause
dan resiko perdarahan yang panjang dengan pemakaian IUD. Sebagian wanita
yang menggunakan alat KB suntik dan pil mengalami masa haid yang tidak
teratur. Akibatnya mereka ragu-ragu untuk menggunakan kontrasepsi dan mereka
menghadapi resiko kehamilan tidak diinginkan.

 Masalah Psikis
Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa tekanan psikis yang timbul
dari nilai sosial mengenai wanita menopause memberikan kontribusi terhadap
gejala fisik selama periode pre dan pasca menopause. Gejala fisik yang dirasakan
dapat memicu munculnya masalah psikis. Perasaan yang biasa muncul pada fase
ini antara lain:
a) rapuh,
b) sedih
c) tertekan
d) depresi
e) tidak konsentrasi bekerja dan
f) mudah tersinggung.
Namun, dalam masyarakat Bugis fase menopause dinilai sebagai sesuatu
yang positif karena wanita menopause merasa tubuhnya lebih bersih dan dapat
menjalankan ibadah dengan penuh.

2.1.5 Upaya pencegahan dan penanggulangan pre menoupouse


Petras (1999) dalam bukunya menyatakan bahwa Hormon Replacement Therapy
(HRT) dalam jangka pendek memberi lebih banyak manfaat bagi mereka yang
mengalami menopause prematur. Pengobatan HRT tersedia dalam berbagai bentuk,
beberapa yang sudah ada yaitu secara oral (pil, kapsul, tablet), koyo dan cream.
Namun, Petras mengingatkan bahwa pemakaian HRT harus didasarkan atas

5|A S U H A N K E B I D A N A N KO M U N I TA S
konsultasi dokter dan memperhatikan sejarah kesehatan pasien. Ada beberapa orang
yang tidak boleh melakukan HRT antara lain:
a. memiliki penyakit diabetes
b. lupus
c. tekanan darah tinggi
d. penyakit hati
e. kanker payudara dan
f. endometriosis
Studi paling mutakhir dari JAMA (Journal of the American Medical Association) dan
WHI (Women Health Initiatives) menjelaskan bahwa HRT meningkatkan risiko
inkontensia, stroke, kanker payudara, penyakit hati dan dementia. Keuntungan dari
HRT yaitu mengurangi kemungkinan kanker colon dan patah tulang (Napoli,
2005).Pencegahan yang dianggap ampuh justru berasal dari nasehat turun temurun
dan sangat murah dan mudah untuk dilakukan. Beberapa di antaranya:
a) Selalu berdiri, duduk dan berjalan dengan tegak.
b) Mengurangi pemakaian garam untuk menghindari penumpukan air oleh jaringan.
c) Berolahraga, mulai dari berjalan jauh atau senam jantung.
Mengkonsumsi beberapa jenis vitamin (A, B, C, E complex, D, Bioflavonoid) dan
kalsium atau jenis makanan yang mengandung keduanya.
d) Jangan merokok,jangan minum alkohol dan minum banyak air putih.
Memeriksakan kesehatan secara berkala (Petras, 1999).
e) Rasa tidak nyaman atau nyeri pada saat berhubungan intim karena kurangnya
cairan vagina bisa diatasi dengan pemberian jelly atau lubricant yang banyak
dijual di apotek.
Hal lain yang perlu dipahami adalah pemahaman mengenai sistem
metabolisme tubuh manusia. Reitz (1979) menerangkan bahwa dengan
berhentinya menstruasi tidak berarti produksi estrogen juga berhenti. Tubuh
manusia adalah satu kesatuan, bila yang satu tidak dapat melakukan fungsinya
ada kemungkinan organ lain mengambil alih tugas itu, walau dengan jumlah yang
berbeda.

2.1.6 Perubahan Fisiologis Pada Masa Premenopause

Beberapa perubahan fisiologis yang terjadi ketika memasuki usia lanjut adalah :

A. Perubahan pada panca indera terutama rasa


Sekresi saliva berkurang mengakibatkan pengeringan rongga mulut. Papil-
papil pada permukaan lidah mengalami atrofi sehingga terjadi penurunan
sensitivitas terhadap rasa terutama rasa manis dan asin. Keadaan ini akan
mempengaruhi nafsu makan, dan dengan demikian asupan gizi juga akan

6|A S U H A N K E B I D A N A N KO M U N I TA S
terpengaruh. Keadaan ini mulai pada usia 70 tahun. Perubahan indera
penciuman, penglihatan dan pendengaran juga mengalami penurunan fungsi
seiring dengan bertambahnya usia.

B. Esofagus
Lapisan otot polos esofagus dan sfingter gastro esofageal mulai melemah
yang akan menyebabkan gangguan kontraksi dan refluk gastrointestinal
spontan sehingga terjadi kesulitan menelan dan makan menjadi tidak nyaman.

C. Lambung
Pengosongan lambung lebih lambat, sehingga orang akan makan lebih sedikit
karena lambung terasa penuh, terjadilah anoreksia. Penyerapan zat gizi
berkurang dan produksi asam lambung menjadi lebih sedikit untuk mencerna
makanan. Diatas umur 60 tahun, sekresi HCl dan pepsin berkurang, akibatnya
absorpsi protein, vitamin dan zat besi menjadi berkurang. Terjadi overgrowth
bakteri sehingga terjadi penurunan faktor intrinsik yang juga membatasi
absorbsi vitamin B12, Penurunan sekresi asam lambung dan enzim pankreas,
fungsi asam empedu menurun menghambat pencernaan lemak dan protein,
terjadi juga malabsorbsi lemak dan diare.

D. Tulang
Kepadatan tulang akan menurun, dengan bertambahnya usia. Kehilangan
massa tulang terjadi secara perlahan pada pria dan wanita dimulai pada usia
35 tahun yaitu usia dimana massa tulang puncak tercapai. Dampaknya tulang
akan mudah rapuh (keropos) dan patah, mengalami cedera, trauma yang kecil
saja dapat menyebabkan fraktur.

E. Otot
Penurunan berat badan sebagai akibat hilangnya jaringan otot dan jaringan
lemak tubuh. Presentasi lemak tubuh bertambah pada usia 40 tahun dan
berkurang setelah usia 70 tahun. Penurunan Lean Body Mass ( otot, organ
tubuh, tulang) dan metabolisme dalam sel-sel otot berkurang sesuai dengan
usia. Penurunan kekuatan otot mengakibatkan orang sering merasa letih dan
merasa lemah, daya tahan tubuh menurun karena terjadi atrofi. Berkurangnya
protein tubuh akan menambah lemak tubuh. Perubahan metabolisme lemak
ditandai dengan naiknya kadar kolesterol total dan trigliserida.

7|A S U H A N K E B I D A N A N KO M U N I TA S
F. Ginjal
Fungsi ginjal menurun sekitar 55% antara usia 35 – 80 tahun. Banyak fungsi
yang mengalami kemunduran, contohnya laju filtrasi, ekskresi, dan reabsorbsi
oleh ginjal. Reaksi asam basa terhadap perubahan metabolisme melambat.
Pembuangan sisa-sisa metabolisme protein dan elektrolit yang harus
dilakukan ginjal menjadi beban tersendiri.

G. Jantung dan Pembuluh darah


Perubahan yang terkait dengan ketuaan sulit dibedakan dengan perubahan
yang diakibatkan oleh penyakit. Pada lansia jumlah jaringan ikat pada jantung
(baik katup maupun ventrikel) meningkat sehingga efisien fungsi pompa
jantung berkurang. Pembuluh darah besar terutama aorta menebal dan
menjadi fibrosis. Pengerasan ini, selain mengurangi aliran darah dan
meningkatkan kerja ventrikel kiri,juga mengakibatkan ketidakefisienan
baroreseptor (tertanam pada dinding aorta, arteri pulmonalis, sinus karotikus).
Kemampuan tubuh untuk mengatur tekanan darah berkurang.

H. Paru-paru
Elastisitas jaringan paru dan dinding dada berkurang,kekuatan kontraksi otot
pernapasan menurun sehingga konsumsi oksigen akan menurun pada
lansia.Perubahan ini berujung pada penurunan fungsi paru.

I. Kelenjar endokrin
Terjadi perubahan dalam kecepatan dan jumlah sekresi,respon terhadap
stimulasi serta struktur kelenjar endokrin. Pada usia diatas 60 tahun terjadi
penurunan sekresi testosteron,estrogen,dan progesteron.

J. Kulit dan rambut


Kulit berubah menjadi tipis,kering,keriput dan tidak elastis lagi.Rambut rontok
dan berwarna putih,kering dan tidak mengkilat.

K. Fungsi imunologik
Penurunan fungsi imunologik sesuai dengan umur yang berakibat tingginya
kemungkinan terjadinya infeksi dan keganasan. Ada kemungkinan jika terjadi
peningkatan pemasukan vitamin dan mineral termasuk zinc, dapat
meniadakan reaksi ini.

8|A S U H A N K E B I D A N A N KO M U N I TA S
BAB III
ASUHAN KELUARGA

3.1 Pengkajian Keluarga


3.1.1 Biodata
Nama KK : Ny. Patimah
Umur : 48 tahun
Agama : Islam
Pendidikan :-
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Suku Bangsa : Sunda / Indonesia
Alamat : Rumah Ny. P di Kp. Pulomas RT/RW 05/03 Desa Kadua Agung
Timur Kec. Cibadak Kab. Lebak Banten.

3.1.2 Nama Anggota Keluarga


N Nam U Jenis Aga Pendi Keadaa Peker Penghas Hubu Ketera
o a mu Kela ma dikan n jaan ilan ngan ngan
KK r min Terak Umum dala
dan hir Se Sa m
Ang hat kit Kelua
gota rga
Kelu
arga
1 Pati 48 P Isla - √ IRT Istri Ibu
mah m sudah
tidak
menst
ruasi
sejak
6
bulan
yang
lalu
2 Fitri 27 P Isla SMA √ Buru 500.000 Anak
m h /bulan
3 Rina 17 P Isla SMA √ Pelaj Anak

9|A S U H A N K E B I D A N A N KO M U N I TA S
m ar
4 Ica 13 P Isla SMP √ Pelaj Anak
m ar

Keterangan :
Kesehatan keluarga pada saat ini umumnya baik, aktifitas sehari-hari ibu bekerja
sebagai IRT dan anak nya masih bersekolah. Keluarga memeluk agama islam,
penghasilan keluarga Rp. 500.000,-/bulan.

3.1.3 Aktivitas Sehari-hari


3.1.3.1 Perilaku Terhadap Kesehatan
Kebiasaan makan keluarga adalah 2x sehari, menu yang dimakan
seadanya tidak terlalu bervariasi ( nasi, tahu, tempe terkadang ikan dan sayur ),
minum air putih kurang lebih 8 gelas air putih perhari, air minum di rebus terlebih
dahulu, tidur malam mulai 21.00 – 05.00 WIB, tidur siang mulai 14.00 – 15.00,
menggosok gigi 3x sehari dan mandi 2x sehari di kamar mandi sendiri
menggunakan sabun, kebiasaan cuci rambut 2x dalam seminggu dengan
menggunakan sampo, biasa mengganti pakaian 2x sehari. Didalam anggota
keluarga tidak ada anggota keluarga yang merokok. Dalam keluarga tidak ada
waktu khusus untuk berolahraga.

3.1.3.2 Pola eliminasi


Pola eliminasi keluarga adalah frekuensi BAK kurang lebih 5x sehari,
warnanya kuning jernih. Frekuensi BAB 1x sehari, konsistensi lunak, bau khas,
warnanya kuning kecoklatan.

3.1.3.3 Keadaan Kesehatan Keluarga


 Riwayat Perkawinan
Ini merupakan perkawinan yang pertama dengan suami sekarang sudah 28 tahun,
hubungan antar keluarga berjalan harmonis.
 Riwayat KB
Ny “P” pernah menggunakan KB suntik 3 bulan di puskesmas. Tetapi sudah tidak
menggunakan lagi semenjak 7 tahun yang lalu.

3.1.3.4 Kesehatan Ibu Pre Menopause


Keadaaan kesehatan Ny “P” pada masa pre menopausenya dalam kondisi
baik dan mempunyai penyakit sistemiki seperti darah tinggi. Ibu mengeluh sering
pegal-pegal pada daerah punggung, ibu mengaku tidak mengetahui perubahan
fisiologis yang terjadi pada masa pre menopause.

3.1.4 Situasi Lingkungan


Denah Rumah :

10 | A S U H A N K E B I D A N A N K O M U N I T A S
Kamar Mandi Dapur

Ruang Makan Kamar An. Fitri dan An. Rina

Ruang TV dan Keluarga Kamar Ny. Patimah dan


An. Ica

Keterangan :
Keluarga Ny “P” bertempat tinggal disebuah rumah, terdiri dari 2 kamar dengan
ventilasi dan penerangan yang cukup baik. Keluarga memiliki ruang tamu yang
cukup luas dan memiliki ruang tv atau ruang keluarga yang cukup luas. Dapur
berada di bagian belakang disamping kamar mandi. Keluarga memiliki kamar
mandi sendiri yang cukup sehat dan memiliki jamban sendiri dan kebersihannya
kurang terjaga. Di depan rumah tidak terdapat tanaman dan kendang ternak, tidak
memiliki tempat pembuangan sampah khusus dan dibakar, lantai rumah terbuat
dari semen dan tidak berkeramik, dinding rumah kurang bersih, atap rumah
terbuat dari genting yang masih layak. Keadaan kamar rapih, keadaan dapur
bersih.

3.1.5 Pemeriksaan
Kunjungan Pertama pada Ny “P” dilakukan pada hari Selasa, tanggal 19
September 2017 pada pukul 11.25 WIB didapatkan hasil pada Ny “P” yaitu,
Keadaan umum : Baik. Kesadaran : Composmentis. Status emosional stabil. TTV :
TD : 140/80 mmHg, R : 18x/m, S : 36,7 0C, N : 79x/m. mata : konjungtiva tidak
anemis dan sklera tidak ikterik. Leher : tidak ada pembengkakan KGB dan kelenjar
tyroid. Payudara : simetris, areola tidak terjadi hyperpigmentasi, puting susu
menonjol, tidak ada nyeri tekan. Abdomen : tidak terdapat luka bekas operasi,
tidak ada nyeri tekan pada perut.

11 | A S U H A N K E B I D A N A N K O M U N I T A S
3.2 Perencanaan Asuhan
Setelah dilakukan pengkajian terhadap Ny. “P”, dari data yang telah
didapatkan, yaitu Ny. “P” mengalami masa Premenopause, maka dari itu dapat
dilakukan perencanaan : berikan penjelasan pada ibu tentang premenopause,
tanda dan gejala, penyebab, akibat dan cara menanggulangi, lalu anjurkan ibu
untuk istirahat yang cukup, makan – makanan yang bergizi, serta menganjurkan
ibu untuk sering berolahraga.

3.3 Pelaksanaan Asuhan


Pada tanggal 22 September 2017, dilakukan pelaksanaan asuhan terhadap
Ny. “P”, beberapa asuhan berupa : memberikan penjelasan pada ibu tentang
premenopause, tanda dan gejalan, penyebab, akibat dan cara menanggulangi,
lalu menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup, makan-makanan yang bergizi,
serta menganjurkan ibu untuk sering berolahraga.

3.4 Evaluasi
Setelah melakukan pemeriksaan dan pelaksanaan asuhan, dilakukan
evaluasi pada Ny. “P” pada tanggal 28 September 2017 guna mengetahui apakah
ibu sudah benar-benar paham dan melaksanakan anjuran yang telah diberikan
atau sebaliknya.
Setelah evaluasi dilakukan ternyata ibu mau melaksanakan anjuran yang
diberikan dan jadi mengetahui tentang pengetahuan masa Premenopause.

BAB IV
PEMBAHASAN

Dari hasil keluarga binaan yang dilakukan pada Ny. “P” yang berusia 48 tahun
mulai tanggal 19 September 2017 sampai 28 September 2017 penulis membuat
pembahasan yang berhubungan dengan teori sebagai berikut.

12 | A S U H A N K E B I D A N A N K O M U N I T A S
Pada kunjungan keluarga binaan yang pertama dilakukan pengkajian melalui
anamnesa dan pemeriksaan fisik. Hasil pemeriksaan fisik pada Ny “P” yaitu, Keadaan
umum : Baik. Kesadaran : Composmentis. Status emosional stabil. TTV : TD : 140/80
mmHg, R : 18x/m, S : 36,70C, N : 79x/m. mata : konjungtiva tidak anemis dan sklera tidak
ikterik. Leher : tidak ada pembengkakan KGB dan kelenjar tyroid. Payudara : simetris,
areola tidak terjadi hyperpigmentasi, puting susu menonjol, tidak ada nyeri tekan.
Abdomen : tidak terdapat luka bekas operasi, tidak ada nyeri tekan pada perut.Namun
Ny.”P” mengaku tidak mengetahui tentang masa premenopause dan ibu membutuhkan
informasi tentang masa premenopause dan cara menanggulanginya.
Pada Kunjungan keluarga binaan yang kedua dilakukan pemberian penyulan
tentang tanda dan gejala, penyebab, akibat dan cara menanggulanginya. Tanda gejala
premenopause diantaranya adalah ibu merasa susah tidur, organ intim terasa mengering,
menstruasi tidak teratur, fungsi seksual berkurang, osteoporosis, penurunan kadar
kolesterol. Selain membutuhkan informasi tentang tanda gejala premenopause, Ny.”P”
perlu mendapatkan informasi tentang cara menanggulanginya agar tidak terjadi stress
pada masa premenopause dan bias menghadapi masa premenopause dengan baik.
Beberapa cara menanggulangi masa premenopause adalah selalu duduk, berjalan dan
berdiri tegak, mengurangi pemakaian garam, sering berolahraga, jangan merokok dan
minum alkohol.
Apabila selama masa premenopause ibu telah mengetahui perubahan dan tanda gejala,
jadi ibu dapat menghadapi masa premenopause dengan nyaman, baik dari segi fisik dan
psikisnya.
Pada kunjungan keluarga binaan yang ketiga dilakukan evaluasi terhadap
materi yang telah diberikan oleh penulis. Ternyata Ny.”P” sudah memahami pengetahuan
pada masa premenopause sehingga dapat menghadapi masa premenopausenya dengan
nyaman.

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

13 | A S U H A N K E B I D A N A N K O M U N I T A S
Berdasarkan hasil kunjungan keluarga binaan sebanyak tiga kali di kediaman Ny.
“P” di Kp. Pulomas RT/RW 05/03 Desa Kadu Agung Timur Kec. Cibadak Kab. Lebak
Banten telah dilakukan penyuluhan pada Ny. P tentang Pre Menopouse
 Ny. “P” sudah mengerti tentang betapa pentingnya mengetahui gejala dan
penyebab pre menopause, dan Ny. “P” mengerti dan mau melaksanakan
apa yang telah dijelaskan oleh penyuluh.
Selain itu, setelah penulis melaksanakan praktik kebidanan komunitas di Kp.
Polumas RT 05 RW 03 Desa Kadu Agung Timur Kec. Cibadak Kab.Lebak Banten,
maka penulis menyimpulkan bahwa pelayanan komunitas yang bermutu harus
didasari dengan bekal ilmu pengetahuan yang memadai disertai dengan pencatatan
dan pelaporan yang lengkap akan memungkinkan pelayanan diberikan sesui dengan
kebutuhan.
Bimbingan langsung ke lahan praktik memudahkan mahasiswa untuk dapat
menerapkan teori Asuhan Kebidanan Komunitas dengan pelayanan langsung kepada
masyarakat serta membandingkan teori yang didapat dengan kenyataan untuk
mencapai kompetensi yang diharapkan.

5.2 Saran
 Untuk Ibu
Diharapkan ibu dan keluarga dapat menerapkan semua informasi yang telah
diberikan oleh penyuluh dalam aktifitas sehari-hari secara berkelanjutan, artinya
tidak hanya ketika ada mahasiswa yang memberikan penjelasan mengenai pola
hidup sehat, namun untuk diterapkan seterusnya dalam kehidupan.
 Untuk Pendidikan
Agar Pendidikan dapat meneruskan program Pendidikan kebidanan komunitas
dalam lahan praktik yang lebih terjangkau dan lebih koperatif.
 Untuk Mahasiswa
Diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam
menggali kasus yang ada dan menerapkan Asuhan Kebidanan Komunitas.
Diperlukan persiapan yang matang sebelum terjun ke lapangan agar menggali
potensi masyarakat dengan sebaik-baiknya.
Meningkatkan sikap sopan santun pada masyarakat untuk menjaga pelayanan
yang baik. Agar selalu menjaga kehormatan dan menjunjung tinggi nama baik
Pendidikan, pembimbing lahan praktik dan sikap professional.
Menjalin hubungan dan kerjasama yang baik antara pembimbing lahan praktik,
karyawan puskesmas, staf desa, kecamatan, maupun mahasiswa.
 Untuk Puskesmas
Puskesmas hendaknya membantu masyarakat desa khususnya ibu tentang
penyuluhan pre menopause terkait gejala, penyebab dan cara mengatasinya.

14 | A S U H A N K E B I D A N A N K O M U N I T A S
DAFTAR PUSTAKA

1. Manuaba, I.B. 2004, Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta: EGC.


2. Kasdu, Dini. 2002. Kiat Sehat dan Bahagia di Usia Menopause. Jakarta:
Puspaswara.
3. Suwarno, S. 2004. Pustaka Pintar Wanita. Jakarta: Progres.
4. http://www.perubahan-fisiologis-pada-lansia.com
5. Wiknjosastro, Hanifa. 1997. Ilmu Kandungan.Jakarta : YBP-SP.

15 | A S U H A N K E B I D A N A N K O M U N I T A S
6. Bagian Obstetri dan Ginekologi. 1981. Ginekologi. Bandung : Elstar Offset

16 | A S U H A N K E B I D A N A N K O M U N I T A S