Anda di halaman 1dari 12

JURNAL PRAKTIKUM SOLIDA

DOKUMEN 2

RND

PEMBUATAN SEDIAAN: ………………………………

TANGGAL MULAI : ……………………………


TANGGAL SELESAI : ……………………………

BAGIAN FORMULASI DAN PENGEMBANGAN PRODUK


NO NAMA NIM TTD
I. OPTIMASI SEDIAAN SOLIDA DENGAN METODE SIMPLEX LATTICE
DESIGN

1. PENENTUAN PERSAMAAN SIMPLEX LATTICE DESIGN DARI TITIK


KRITIS PENGUJIAN
Persamaan yang digunakan adalah Y = a(A) + b(B) + ab(A)(B)
Keterangan :
Y = respon (hasil percobaan)
(A),(B) = kadar komponen dimana (A) + (B) = 1
a,b,ab = koefisien yang dapat dihitung dari hasil percobaan untuk
mendapatkan
1.1. persamaan SLD dari data pengujian . . . . .

F1 F2 F3
A 100% : B 0% A 0% : B 100% A 50% : B 50%

Rata-rata = Rata-rata = Rata-rata =

(A) = 1 dan (B) = 0

Y =

Y = a(A) + b(B) + ab(A) (B)

= a (1) + b (0) + ab(1) (0)

Jadi a =
(A) = 0 dan (B) = 1

Y =

Y = a(A) + b(B) + ab(A) (B)

= a (0) + b (1) + ab(0) (1)

Jadi b =

(A) = 0,5 dan (B) = 0,5

Y =

Y = a(A) + b(B) + ab(A) (B)

= a (0,5) + b (0,5) + ab(0,5) (0,5)

Jadi ab =

Persamaan SLD dari pengujian

Y = a(A) + b(B) + ab(A)(B)


Y = …(A) + …(B) + …(A)(B)
1.2. persamaan SLD dari data pengujian . . . . .

F1 F2 F3
A 100% : B 0% A 0% : B 100% A 50% : B 50%

Rata-rata = Rata-rata = Rata-rata =

(A) = 1 dan (B) = 0


Y =
Y = a(A) + b(B) + ab(A) (B)
= a (1) + b (0) + ab(1) (0)

Jadi a =

(A) = 0 dan (B) = 1


Y =
Y = a(A) + b(B) + ab(A) (B)
= a (0) + b (1) + ab(0) (1)

Jadi b =
(A) = 0,5 dan (B) = 0,5

Y = a(A) + b(B) + ab(A) (B)

= a (0,5) + b (0,5) + ab(0,5) (0,5)

Jadi ab =

Persamaan SLD dari pengujian

Y = a(A) + b(B) + ab(A)(B)


Y = …(A) + …(B) + …(A)(B)
1.3. Persamaan SLD dari data pengujian . . . . .

F1 F2 F3
A 100% : B 0% A 0% : B 100% A 50% : B 50%

Rata-rata = Rata-rata = Rata-rata =

(A) = 1 dan (B) = 0


Y =
Y = a(A) + b(B) + ab(A) (B)
= a (1) + b (0) + ab(1) (0)

Jadi a =

(A) = 0 dan (B) = 1


Y =
Y = a(A) + b(B) + ab(A) (B)
= a (0) + b (1) + ab(0) (1)

Jadi b =
(A) = 0,5 dan (B) = 0,5

Y = a(A) + b(B) + ab(A) (B)

= a (0,5) + b (0,5) + ab(0,5) (0,5)

Jadi ab =

Persamaan SLD dari pengujian

Y = a(A) + b(B) + ab(A)(B)


Y = …(A) + …(B) + …(A)(B)
2. PENENTUAN RESPON DARI PENGARUH KOMBINASI BAHAN
SECARA TEORITIS DENGAN SLD

PROPORSI BAHAN RESPON


A B
1 0

0,9 0,1

0,8 0,2

0,7 0,3

0,6 0,4

0,5 0,5

0,4 0,6

0,3 0,7

0,2 0,8

0,1 0,9

0 1

Perhitungan :
3. PENENTUAN NORMALITAS DARI RESPON KOMBINASI BAHAN
Mengingat adanya perbedaan besarnya hasil dan selalu angka besar identik

dengan respon yang baik, serta adanya perbedaan satuan, maka perlu dinormalisasi

penilaian respon tersebut dengan rumus berikut ini :

XXmin
N

XmaxXmin

N = respon yang didapat dari percobaan

Xmin = respon minimal yang diinginkan

Xmax = respon maksimal yang diinginkan

Pengujian Xmin Xmax


Proporsi Bahan Respon (R) Hasil Normalisasi (N)
A B
1 0

0,9 0,1

0,8 0,2

0,7 0,3

0,6 0,4

0,5 0,5

0,4 0,6

0,3 0,7

0,2 0,8

0,1 0,9

0 1
4. PENENTUAN FORMULA OPTIMUM DARI RESPON TOTAL

Formula optimum dipilih berdasarkan nilai total respon yang paling besar. Total
respon ini dihitung dengan rumus :
R total = R1 + R2 + R3………+ Rn

R1,2,3.…...n adalah respon dengan parameter yang kita tentukan sesuai dengan desain
yang kita inginkan. Bobot R1, R2, R3 dan seterusnya ditentukan oleh peneliti dengan
jumlah bobot total sama dengan 1.

Proporsi Bahan Hasil Normalisasi (N) N x BOBOT R


A B TOTAL
1 0

0,9 0,1

0,8 0,2

0,7 0,3

0,6 0,4

0,5 0,5

0,4 0,6

0,3 0,7

0,2 0,8

0,1 0,9

0 1

Jadi R dapat dihitung dengan mengalikan nilai N dengan nilai parameter yang sudah

ditentukan. Maka rumus perhitungan responnya menjadi :


R total = (bobot x N waktu alir) + (bobot x N kompaktibilitas) + (bobot x N tanggapan

rasa) + ( bobot x N keseragaman bobot)

Formula dengan respon tertinggi dipilih sebagai formula optimum.