Anda di halaman 1dari 6

Nama : Radi Agratama

NIM : 41116010054
Statika Asdos
28-November-2016

Pengertian Statika
Statika adalah cabang dari ilmu mekanika teknik yang mempelajari hubungan gaya-gaya atau
pembebanan yang bekerja pada suatu sistem atau konstruksi yang dalam keadaan
diam/seimbang/statis. Ilmu statika sangat penting dalam dunia teknik sipil karena suatu konstruksi atau
proyek harus direncanakan supaya tetap dalam keadaan statis (tidak begerak) walaupun sudah ada
pembebanan atau gaya-gaya yang bekerja pada konstruksi tersebut, sehingga tidak membahayakan
orang-orang yang akan memakai gedung tersebut. Pada mata kuliah statika, tipe-tipe konstruksi yang
dipelajari disederhanakan terlebih dulu, dengan mengabaikan beberapa faktor seperti sifat bahan atau
dimensi ketiga. Sebelum memulai pelajaran statika, harus sudah mengenal dasar-dasar fisika mekanika.
Sebelum masuk bahan-bahan statika, beberapa pengertian dari fisika mekanika di review terlebih
dahulu.

Gaya
Gaya secara umum adalah suatu bentuk perubahan. Dalam fisika mekanika, gaya adalah sesuatu yang
membuat suatu benda mengubah kecepatannya. Gaya adalah suatu besar vektor, sehingga mempunyai
besaran (kg, N, kN, ton, dyne, dsb.) dan arah tertentu. Mata kuliah statika memperhatikan dua jenis
gaya, gaya luar/eksternal, gaya-gaya yang sumbernya berada di luar sistem yang amati, dan gaya
dalam/internal, gaya-gaya yang berada di dalam sistem yang amati. Gaya pada umumnya bekerja
secara lurus horizontal atau lurus vertikal, tetapi sering juga dijumpai gaya-gaya yang bekerja pada
sistem tertentu dengan sudut tertentu (gaya miring).

Gaya itu dilukiskan sebagai sepotong garis lurus yang berujung tanda panah dan biasa disebut sebagai
vector.

Contoh Gaya Horizontal Contoh Gaya Miring


Panjangnya melukiskan besar gaya, tanda panah menunjukkan arah kerja gaya. Jika gaya tersebut
bekerja pada sebuah benda maka tempat memegang gaya tersebut disebut titik pegangan atau titik
pangkal yang pada umumnya titik berat dari benda tersebut sedang garis yang ditarik melalui titik
pegang ini arahnya sama dengan arah kerja gaya yang disebut garis kerja gaya. Gaya tidak akan
berubah sifatnya apabila dipindah-pindahkan dalam garis kerja yang sama

Untuk gaya yang miring, agar pengerjakan soal mudah, diuraikan terlebih dahulu dalam arah sejajar
sumbu X dan arah sejajar sumbu Y.
Jenis-Jenis Pembebanan Luar
Beban Terpusat (Point Load):
Beban terpusat adalah pembebanan paling sederhana. Pembebanan ini hanya bekerja pada satu titik
pegang dengan arah dan besaran tertentu.

Beban Merata (Uniformly Distributed Load):


Beban merata adalah pembebanan yang bekerja di atas daerah tertentu dan dapat mempunyai bentuk
yang bervariasi (persegi panjang, segitiga, parabola). Pembebanan ini dinotasikan degan q
(kN/m). Besar gaya beban merata dihitung dengan cara mencari luasan beban merata yang bekerja
pada titik berat jenis beban merata.

Beban merata berbentuk Persegi Panjang

Beban merata berbentuk segitiga


Letak titik berat beban merata

Untuk beban merata berbenuk trapesium, dapat dipecah menjadi dua beban merata (satu persegi
panjang, satu segitiga)

Momen:
Beban luar ketiga yang juga sering dijumpai adalah beban berupa momen. Beban momen mempunyai
besaran momen (kNm) dengan arah putaran (searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam).

Beban berupa momen


Berdasarkan kemampuan untuk bergerak atau tidak, beban juga dapat dikategorikan menjadi:

Beban Mati (Dead Loads):

Kita mengenal yang disebut beban mati yaitu beban yang tidak bisa dipindah-pindahkan (posisinya
tetap) di mana beban tersebut adalah gaya yang garis kerjanya adalah sama dengan arah gravitasi
bumi. Pembebanan seperti ini biasanya berupa beban akibat beratnya sendiri atau akibat elemen-
elemen lain yang melekat pada konstruksi tersebut secara pernamen. Contoh-contoh beban mati
adalah berat lantai, dinding, kolum, atap, dll.
Beban Hidup (Live Loads)

Beban hidup berbeda dengan mati karena bersifat dinamis, sehingga dapat bergerak dari satu tempat
ke tempat yang lain. Contoh beban hidup adalah truk yang berjalan di atas satu jembatan dan gaya
yang bekerja pada jembatan adalah berat truk yang dipikul oleh roda-roda truk.

Ada pula terdapat beban kenaan pada bangunan ( imposed load ) . Mereka kadang kala penting dalam
reka bentuk bangunan. Antaranya adalah :
 beban angin - beban angin pada bangunan adalah dalam bentuk beban yang seragam (distributed)
yang boleh bertindak pugak dari permukaan bangunan atau selari dengannya.

getaran dan gempa bumi - kesan yang tepat dari gempa bumi adalah pergerakan
/ getaran bumi yang berlaku dari kejutan gelombang dari pusat gempa bumi.
Getaran boleh menyebabkan masalah kepada bangunan serta penghuninya.

Persamaan Kesetimbangan
Di dalam statika, ada tiga syarat yang harus dipenuhi untuk keadaan statis, yaitu:
 ΣV=0 (gaya vertikal)
 ΣH=0 (gaya horisontal)
 ΣM=0 (momen gaya)
Artinya untuk suatu sistem yang statis, jumlah gaya vertikal dan horisontal harus nol (saling
menghabiskan/tidak bergeser) dan jumlah momen untuk setiap titik harus nol (tidak berputar).

Apabila satu sistem terima beban luar, dia akan bergerak, maka diperlukan perletakan untuk memberi
gaya reaksi untuk melawan gaya luar tersebut, sehingga sistem dalam keadaan statis.

Konstruksi Serta Perletakannya


Komponen-komponen yang harus diperhatikan selain beban eksternal adalah beban reaksi akibat beban
luar pada suatu konstruksi. Gaya reaksi ini berasal dari perletakan yang terdapat pada suatu konstruksi
yang berfungsi untuk menyimbangi gaya-gaya luar yang bekerja pada konstruksi tersebut. Di statika
dikenalkan tiga tipe perletakan dasar, dengan sejumlah reaksi perletakan masing-masing.
 Perletakan Rol (roller support) : Perletakan ini hanya memiliki satu gaya reaksi yang arahnya
tegak lurus permukaan perletakan. Perletakan rol dapat bebas bergerak secara translateral
(samping) dan dapat berputar, tetapi tidak dapat bergerak sejajar arah reaksi perletakan.
 Perletakan Sendi (pin support) : Perletakan ini memiliki dua gaya reaksi, satu dalam arah
horizontal (Fx) dan satu lagi dalam arah vertikal (Fy), tetapi perletakan ini tidak dapat menahan
momen (putaran) sehingga tidak mempunyai reaksi momen. Pada perletakan ini sistem tidak
dapat mengalami translasi tetapi masih dapat mengalami putaran.

 Perletakan Jepit (fixed support) : Perletakan ini memiliki tiga gaya reaksi, gaya reaksi dalam
arah horizontal, gaya reaksi dalam arah vertikal, dan reaksi momen, sehingga perletakan ini
dapat menahan translasi dalam segala arah dan rotasi.
Contoh-contoh Konstruksi Lengkap dengan Pembebanan dan Reaksinya