Anda di halaman 1dari 6

DEFINISI KONSERVASI Mengurangi salah paham dalam memandang kawasan

WCS 1980, manajemen penggunaan dan pemanfaatan lindung.


biosfer oleh manusia yang memberikan keuntungan besar Menetapkan persetujuan dengan standar internasional.
dan dapat diperbarui untuk generasi mendatang. Meningkatkan komunikasi dan pengertian.
Randall 1982, alokasi SDA antar waktu (antar generasi) yang
optimal secara sosial.
Allaby 2010, pengelolaan biosfer secara aktif yang bertujuan
untuk menjaga kelangsungan keanekaragaman spesies
maksimum dan pemeliharaan genetik di dalam suatu spesies
termasuk pemeliharaan fungsi biosfer seperti fungsi
ekosistem dan siklus nutrisi.
KBBI, kegiatan menutupi bagian dalam untuk melindungi.
 Maka istilah konservasi (pelestarian/perlindungan) sering
dihubungkan dengan masalah lingkungan: konservasi air,
energi, tanah, lingkungan hidup, dll.
Kawasan Konservasi
UU No. 5/1967
1. Cagar Alam Karateristik Taman Nasional
2. Suaka Margasatwa 1. Kawasan cukup luas.
3. Hutan Wisata (Taman Buru dan Hutan Wisata) 2. Mempunyai keistimewaan tentang flora, fauna, habitat,
Perlindungan dan pelestarian alam geomorfologi yang masih utuh.
1. Cagar Alam 3. Sistem penjagaan dan perlindungan yang efektif, secara
2. Taman Nasional fisik tidak berubah walau ada eksploitasi dan
3. Suaka Biosfer permukiman.
4. Penampungan Satwa 4. Kebijakan dan manajemen dipegang pe merintah pusat
5. Taman Wisata Darat yang mempunyai kompetensi sepenuhnya untuk segera
6. Taman Laut mencegah gangguan terhadap ekosistem seisinya.
7. Taman Buru 5. Kemungkinan pengembangan pariwisata, dengan
UU No. 5/1990 persyaratan khusus untuk keperluan mencari inspirasi,
1. Kawasan Suaka Alam (KSA) terdiri atas Cagar Alam (CA) pendidikan/ penelitian, kebudayaan dan rekreasi.
dan Suaka Margasat wa (SM). Peran Satwa liar
2. Kawasan Pelestarian Alam (KPA) berupa Taman Nasional Eksistensi, Milton 1972, menggunakan satwa liar sebagai
(TN), Taman Wisata Alam (TWA), Taman Hutan Raya parameter.
(Tahura) dan Taman Buru (TB). Ekologi, memelihara keseimbangan ekosistem.
Versi IUCN Ekonomi, Leopold, 1933 pemanfaatan; Allen, 1966
International Union for Conservation of Nature and Natural domestikasi.
Resources Estetika, seluruh anggota komunitas mempunyai keunikan.
Kawasan lindung untuk ilmu pengetahuan.
Kawasan lindung untuk hidupan liar
Kawasan lindung untuk perlindungan ekosistem.
Kawasan lindung untuk konservasi pemandangan alam yang
spesifik.
Kawasan lindung untuk konservasi melalui intervensi
pengelolaan oleh manusia
Kawasan lindung untuk konservasi lanskap/ bentang laut dan
rekreasi.
Kawasan lindung untuk pemanfaatan yang lestari terhadap
ekosistem alam
UU 41/1999
1. Hutan Suaka Alam terdiri atas Cagar Alam dan Suaka
Margasatwa.
2. Hutan Pelestarian Alam berupa Taman Nasional, Taman
Wisata Alam dan Taman Hutan Raya.
3. Taman Buru
Konsep Philips dan Harrison
Menekankan kepentingan kawasan lindung.
Menunjukkan cakupan tujuan kawasan lindung yang luas.
Mempromosikan ide mengenai kawasan lindung sebagai
sebuah sistem daripada sebagai unit-unit yang terisolasi
STATUS KETERANCAMAN Risiko relatif rendah/RR (lower risk)
1. Tergantung Upaya Konservasi / TUK
(Conservation Dependent)
2. Nyaris terancam / NT (ear Threatened)
3. Kekhawatiran Minimal / KM (Least Concern)
Kategori IUCN-The World Conservation Union
1. Extinc (punah)
2. Endangered (genting),
3. Vulnerable (rentan),
4. Rare (langka), dan
5. Insufficienly known (belum cukup dikenal).
Present status and trend Kategori IUCN tersebut yang mendasari
Sometimes, the signs indicating an imbalance perdagangan satwa oleh CITES (Convention on
between animals and habitats: International Species in Endangered Species)
A rapid increase or decline in animals numbers; Perjanjian Perdaganagan Internasional Spesies
Drastic changes in habitat structure or floristic Genting
composition; Kategori keterancaman Populasi Biota
Unusual animal movements
Usually the picture is not clear Kriteria Keterangan
A good way to learn about the nature of the Kritis >80% selama 10 th atau 3 generasi
problem is by trying to quantity what is
happening in two steps: Genting >50% selama 10 th atau 3 generasi
Present status Rentan >20% selama 10 th atau 3 generasi
Trend
Present status B. Daerah Sebaran yang sempit
eg.
What is the present population size?
Kriteria Keterangan
What is the present habitat condition?
What is the present human activities Luas daerah sebaran /ditempati
Abundance Kritis
<100 km2
1. Very abundant
2. Abundant Luas daerah sebaran/ditempati 100–
Genting
3. Infrequent 500 km2
4. Rare Luas daerah sebaran 5.000 – 20.000
5. Very rare Rentan km2 Luas daerah ditempati >500
Penentuan Kategori Terancam km2
Kategori keterancaman biota ditetapkan dengan
metode analisis kelangsung-hidupan spesies
Populasi Sangat Kecil
(Population Viability Analysis/PVA) terutama yang
berkenaan dengan ukuran dan populasi serta Kriteria Keterangan
kondisi habitat.
Kategori keterancaman berdasarkan Population Kritis <50 individu dewasa
Viability Analysis (PVA) 1994 Genting <250 individu dewasa
1. Punah (extinct);
2. Punah di alam/PUN (extinct in the wild); Rentan <1.000 individu dewasa
3. Kritis/KT (Critically endangered);
4. Genting/ GT (endangered
5. Rentan/RT (vulnerable);
6. Risiko relatif rendah/RR (lower risk);
7. Kurang data (Data deficient);
8. Tidak dievaluasi (not evaluated).
Kemungkinan Punah PENGHIJAUAN
Kriteria Keterangan Penanaman pohon: sifat pertumbuhan,
jenis lokal,degradasi cepat, tidak rakus hara,
Kritis Peluang punah >50% selama 5 tahun tajuk luas.
Pembanguan fisik lahan
Genting Peluang punah >20% selama 20 tahun • Terasering
Rentan Peluang punah >10% selama 100 tahun • Drainase
• Check-dam
• Gully-plug
REHABILITASI LAHAN
Informasi dasar • Rorak
• Kondisi tanah
• Struktur tanah
• Keasaman tanah
• Kemiringan tanah
• Iklim
• Air tanah, saluran dan sungai
BENTUK EROSI
• Erosi Percik (splash erotion)
• Erosi Lembar (sheet e.)
• Erosi Alur (riil e.)
• Erosi Parit (gully e.)
PENYEBAB EROSI
• Air
• Angin
• Es
• Gelombang
• Korosi
FAKTOR PENDUKUNG EROSI
 Kondisi tanah
 Topografi
 Vegetasi
 Iklim
 Manusia
USAHA REHABILITASI
Konservasi tanah
a) Pemilihan vegetasi
b) Atur kadar salinitas tanah
c) Pengendalian pH tanah
d) Pengkayaan organisme penyubur tanah
e) Teras sering
f) Penanaman sesuai kontur
g) Pembuatan tanggul
h) Drainase optimal
i) Crop rotation
j) Reboisasi
k) Pelestarian DAS
PENANGKARAN = CAPTIVE BREEDING Crocodylus siamensis
Actobastus ocellatus
Kegiatan pengembangbiakan jenis satwa liar dan
Panthera tigris
tumbuhan alam Kulit bernilai tinggi: kulit mengkilap, motif bagus
Bertujuan untuk menaikkan populasi dengan tahan lama/kuat, dll.
mempertahankan kemurnian jenisnya Crocodylus porosus
Crocodylus siamensis
sehingga kelestarian dan eksistensi di alam dapat Actobastus ocellatus
dipertahankan Panthera tigris
Kelangkaan: spesies yang sudah terancam punah
Jenis Kegiatan
dan endemik.
 Pengenalan habitat asli
Rhinoceros sondaicus;
 Pemahaman perilaku
Dicerorhinus sumatrensis;
 Pengumpulan bibit/induk;
Leucopsar rotschildii;
 Pembiakan/perkawinan/penetasan telur;
Gracula religiosa robusta
 Pembesaran anakan;
Ilmu pendukung
 Pemulihan populasi di alam
 Ekologi
 Reproduksi satwa;
Alasan pengembangan
 Perilaku satwa;
 Kesinambungan ekosistem;
 Pakan satwa;
 Penelitian;
 Genetika
 Pendidikan;
Tahapan kegiatan
 Sumber daya ekonomi;
 Pengumpulan/penangkapan
 Kesejahteraan umat manusia
 Penyangkaran
 Pengangkutan
Pertimbangan penangkaran
 Pemeliharaan (selama pengumpulan,
 Populasi di alam menurun tajam dari waktu ke
pengangkutan, pembesaran)
waktu sehingga terancam punah;
 Perkembangbiakan
 Mempunyai potensi ekonomi tinggi;
 Pengembalian ke alam (restocking)
 Tingkat pemanfaatan bagi manusia bertambah
sehingga  punah.
Metode sensus
 Total counts
Prinsip penangkaran
general drive counts, drive-track counts,
Mengembalikan populasi di alam,
drive counts as sample counts, aerial total
langka  tidak langka;
counts, equal-sized transects, dll.
Pemanfaatan berasaskan kelestarian;
 Indirect census
Upaya pelestarian in-situ atau ex-situ;
nest counts, capture-recapture, track counts,
Melepas kembali hasil penangkaran di habitat
pellet-group counts, dll.
aslinya;
Tanpa adanya pencemaran genetik.
Teknologi penangkapan
Umumnya satwa liar pemalu dan sensitif maka
Prioritas pemilihan jenis
harus diperhatikan:
Sumber protein: tubuh besar, produksi daging dan
Alat penangkapan,
perkembangbiakan tinggi.
Waktu penangkapan,
Bos javanicus,
Lokasi penangkapan.
Bubalus bubalis,
teknik yang diterapkan harus bisa menghindari
Cervus timorensis,
stres selama penangkapan dan pengangkutan
Anoa depressiocornis
Kulit bernilai tinggi: kulit mengkilap, motif bagus,
tahan lama/kuat, dll.
Crocodylus porosus
Teknologi penangkaran REHABILITASI LAHAN
 Kandang • Informasi dasar
 Pakan • Bentuk erosi
 Reproduksi • Penyebab erosi
 Kesehatan • Pengendalian erosi
 Pasca panen
teknik yang diterapkan harus bisa memper PEMANTAUAN (BIOMONITORING)
cepat proses adaptasi • POPULASI
• DIVERSITAS
Bentuk dan tipe kandang • DENSITAS
 Perilaku satwa, • DOMINANSI
 Pola hidup, • MIGRASI
 Bentuk tubuh • INTRODUKSI
bedakan antar klas umur dan jenis kelamin INVENTARISAS
• Spesies apa saja yang ada di lokasi
Teknologi reproduksi • Produsen
 Alami, • Konsumen I, II dst.
 Inseminasi buatan, • Kompetitor
 Pemindahan embrio,
 Teknik invitro, ATURAN PERBURUAN
teknologi pendukung: genetic engineering; • Metode
electrophoresis; citogenetic. • Pembatasan kawasan
Kelemahan • Jumlah pemburu
 Satwa menghasilkan antibodi yang berbeda • Periode buru
sehingga tidak dapat melawan bibit penyakit, • Kuota seimbang
 Pengenalan spesies sering tidak baik • Optimalisasi hasil buruan
 Teknologi kurang dikuasai • Kriteria kelamin dan umur buruan
• Pemantauan hasil buruan
KONSERVASI PERAIRAN SECARA UMUM • Menjaga yang diidentifikasi
HABITAT
Pemeliharaan Proses Ekologi dan Sistem
• ARBOREAL Pendukung Kehidupan
• TERRESTRIAL Sistem Pendukung Kehidupan
• AKUATIK • Perairan tawar
MENJAGA KEUTUHAN KOMUNITAS • Estuari
POLA DIVERSITAS • Lautan
• STRATIFIKASI IMPLIKASI INTERNASIONAL
• ZONASI • Pengelolaan dan pemanfaatan spesies
• FOOD-WEB migran
• AKTIVITAS • Pengelolaan sumberdaya perbatasan
• REPRODUKTIF bersama
• SOSIAL • Pengelolaan sumberdaya yang menjadi
• KOAKTIF perhatian internasional
ZONASI • Pengelolaan bersama daerah aliran sungai
• PENYANGGA • Pengawasan dan organisasi perdagangan
• INTENSIF internasional
• INTI • Peran serta dalam upaya kerjasama
MENJAGA KUALITAS AIR internasional
• Warna • Akses ke bantuan luar negeri dan bantuan
• Bau teknik
• Rasa • Pengawetan warisan budaya
CONTOH
• Memberi manfaat yg maksimal bagi suatu
populasi ikan tertentu,
• Menyediakan rekreasi berupa
pameran/bursa jenis ikan hias/langka,
• Menyediakan fasilitas penelitian mengenai
perilaku ikan tertentu,

Dampak Aktivitas Wisata