Anda di halaman 1dari 50

RANCANGAN UNDANG UNDANG (RUU) PEMILU MAHASISWA BAB I

KETENTUAN UMUM
TINGKAT UNIVERSITAS TINGKAT FAKULTAS
Pasal 1
DAN HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI
Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan :
1. KM UMP adalah Keluarga Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
2. KM F adalah keluarga mahasiswa di tingkat Fakultas
3. KM H adalah keluarga mahasiswa di tingkat Himpunan
4. KOSMA UMP adalah Kongres Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
5. MAMF adalah musyawarah akbar mahasiswa Fakultas
6. MUSANG adalah musyawarah anggota
7. DEMA U adalah Lembaga Legislatif dan Yudikatif tingkat Universitas.
8. BEM U adalah Lembaga Eksekutif tingkat Universitas.
9. BKM UMP adalah Badan Keuangan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah
Purwokerto.
10. DEMA F adalah Lembaga Legislatif di tingkat Fakultas
11. BEM F adalah Lembaga Eksekutif tingkat Fakultas
12. Mahasiswa UMP adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar di Universitas
Muhammadiyah Purwokerto.
13. Partai mahasiswa adalah Lembaga /organisasi politik mahasiswa yang mempunyai
tujuan jelas dalam bidang keilmuan dan politik kampus Universitas Muhammadiyah
Purwokerto.
14. Pemilihan Umum Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang selanjutnya
disingkat PEMILWA UMP adalah pemilihan umum mahasiswa yang bertujuan untuk
KELUARGA MAHASISWA
memilih anggota Dewan Mahasiswa, Presiden dan Wakil Presiden, Dewan Mahasiswa
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
tingkat Fakultas, Gubernur dan Wakil Gubernur, serta ketua Fakultas
2017
15. Pemilihan anggota Dewan Mahasiswa, Presiden dan Wakil Presiden, Dewan Mahasiswa
tingkat Fakultas, Gubernur dan Wakil Gubernur, serta ketua Fakultas yang selanjutnya
disebut Pemilihan umum adalah pelaksanaan kedaulatan mahasiswa di wilayah KM 22. Tempat Pemungutan Suara yang selanjutnya disingkat TPS adalah tempat
UMP untuk memilih anggota Dewan Mahasiswa, Presiden dan Wakil Presiden, Dewan dilaksanakannya pemungutan suara untuk Pemilihan.
Mahasiswa tingkat Fakultas, Gubernur dan Wakil Gubernur, serta ketua Fakultassecara 23. Kampanye Pemilihan yang selanjutnya disebut Kampanye adalah kegiatan untuk
demokratis. meyakinkan Pemilih dengan menawarkan visi, misi, dan program kerja Calon anggota
16. Calon anggota Dewan Mahasiswa, Presiden dan Wakil Presiden, anggota Dewan Dewan Mahasiswa, Presiden dan Wakil Presiden, anggota Dewan Mahasiswa tingkat
Mahasiswa tingkat Fakultas, Gubernur dan Wakil Gubernur, serta ketua Fakultas adalah Fakultas, Gubernur dan Wakil Gubernur, serta ketua Fakultas
peserta Pemilihan yang diusulkan olehpartai mahasiswa, gabungan partai, atau 24. Tim Sukses yang selanjutnya di sebut TIMSES adalah mahasiswa aktif UMP yang
perseorangan yang didaftarkan atau mendaftar di Komisi Pemilihan Umum sesuai mengelola segala bentuk aktifitas kampanye dari Calon anggota Dewan Mahasiswa,
dengan ditingkatan masing-masing. Presiden dan Wakil Presiden, anggota Dewan Mahasiswa tingkat Fakultas, Gubernur dan
17. Pemilih adalah seluruh mahasiswa aktif S1 dan D3 Universitas Muhammadiyah Wakil Gubernur, serta ketua Fakultas
Purwokerto. BAB II
18. Badan Pengawas Pemilihan Umum KM UMP yang selanjutnya disebut BAWASLU KM ASAS DAN PELAKSANAAN PEMILWA UMP
UMP adalah lembaga penyelenggara pemilihan umum yang bertugas mengawasi Pasal 2
penyelenggaraan pemilihan umum di seluruh wilayah KM UMP Asas
19. Panitia Pengawas Pemlihan Umum Keluarga Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pemilwa di tingkat Universitas, Fakultas, dan Fakultasdilaksanakan secara efektif dan efisien
Purwokerto yang selanjutnya disingkat PANWASLU KM UMP adalah panitia yang berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, dan demokratis.
dibentuk oleh BAWASLU KM UMP untuk mengawasi dan mengevaluasi jalannya
pemilihan umum baik i tingkat Universitas, Fakultas an himpunan yang ada di KM UMP
20. KPU M adalah komisi pemilihan umum Mahasiswa yang dipilih dan dibentuk melalui Pasal 3
SUA Universitas SUA Fakultas dan MMPS, yang bertugas menyelenggaarakan pemilwa Pelaksanaan
di wilayah tingkatan masing-masing berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Undang- 1. Pemilihan anggota Dewan MahasiswaUniversitas, Presiden dan Wakil Presiden, anggota
Undang ini. Dewan Mahasiswa tingkat Fakultas, Gubernur dan Wakil Gubernur, serta ketua Fakultas
21. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara yang selanjutnya disingkat KPPS adalah dilaksanakan setiap 1 (satu) tahun sekali sesuaidenganketentuan yang berlaku di
kelompok yang dibentuk oleh KPU untuk menyelenggarakan pemungutan suara di AD/ART KM UMP.
tempat pemungutan suara. 2. Pemilihan anggota Dewan MahasiswaUniversitas dan anggota Dewan Mahasiswa
tingkat Fakultas dilaksanakan dengan sistem distrik.
3. Yang dimaksud dengan sistem distrik adalah penghitungan suara berdasarkan daerah tahapan pelaksanaan Pemilihan;
pemilihan. Dimana calon anggota dewan terdaftar sebagai peserta pemilu. d. Pembentukan KPPS;
4. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Gubernur dan Wakil Gubernur, serta ketua e. Pemberitahuan dan pendaftaran pemantau Pemilihan;
Fakultasdengan sistem proporsional f. Penyerahan daftar mahasiswa potensial Pemilih; dan
5. Yang dimaksud dengan sistem proporsional adalah penghitungan suara menggunakan g. Pemutakhiran dan penyusunan daftar Pemilih.
akumulasi seluruh suara yang masuk dari seluruh wilayah di Universitas untuk presiden, 3. Tahapan penyelenggaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
seluruh FAKULTAS untuk Gubernur, dan seluruh angkatan untuk FAKULTAS. a. Pengumuman pendaftaran calon anggota Dewan MahasiswaUniversitas dan
6. Fakultas dengan jumlah mahasiswa kurang dari 10% dari seluruh jumlah mahasiswa di pasangan Presiden dan Wakil Presiden untuk tingkat Universitas.
KM UMP Memiliki hak untuk tidak menyelenggarakan pemilu b. Calon anggota Dewan Mahasiswa tingkat Fakultaspasangan calon Gubernur dan
7. Fakultas dengan jumlah mahasiswa kurang dari 10% dari seluruh jumlah mahasiswa di Wakil Gubernur di tingkat Fakultas
KM UMP sebagaimana disebut dalam ayat (6) enam maka melaksanakan pemilihan c. Calon ketua Fakultas untuk tingkat Himpunan mahasiswa program studi.
dengan sistem musyawarah Langsung dan diselenggarakan pada saat MAMF. d. Verifikasi persyaratan Calon anggota Dewan Mahasiswa, Presiden dan Wakil
8. Program studi dengan jumlah mahasiswa kurang dari 100 mahasiswa Memiliki hak Presiden, anggota Dewan Mahasiswa tingkat Fakultas, Gubernur dan Wakil
untuk tidak menyelenggarakan pemilu Gubernur, serta ketua Fakultas
9. Program studi dengan jumlah mahasiswa kurang dari 100 mahasiswa sebagaimana e. Penetapan Calon anggota Dewan MahasiswaUniversitas, calon Presiden dan Wakil
disebut dalam ayat (6) enam maka melaksanakan pemilihan dengan sistem musyawarah Presiden, calon anggota Dewan Mahasiswa tingkat Fakultas, Gubernur dan Wakil
Langsung dan diselenggarakan pada saat musang Gubernur, serta ketua Fakultas
BAB III f. Pelaksanaan Kampanye;
PENYELENGGARAAN PEMILWA g. Pelaksanaan pemungutan suara;
Pasal 4 h. Penghitungan suara dan rekapitulasi hasil penghitungan suara;
1. Pemilihan diselenggarakan melalui 2 (dua) tahapan yaitu tahapan persiapan dan tahapan i. Penetapan calon terpilih;
penyelenggaraan. j. Penyelesaian pelanggaran dan sengketa hasil Pemilihan; dan
2. Tahapan persiapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: k. Pengusulan pengesahan pengangkatan calon terpilih.
a. Perencanaan program dan anggaran; 4. Ketentuan lebih lanjut mengenai rincian tahapan persiapan dan penyelenggaraan
b. Penyusunan peraturan penyelenggaraan Pemilihan; Pemilihan diatur dengan Peraturan KPU.
c. Perencanaan penyelenggaraan yang meliputi penetapan tata cara dan jadwal
Pasal 5 periode.
1. KPU KM UMP menyampaikan laporan kegiatan setiap tahapan penyelenggaraan g. Bersedia untuk menjadi Calon anggota Dewan MahasiswaUniversitas, Presiden dan
Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden BEM KM UMP kepada Ketua DEMA KM UMP. Wakil Presiden BEM KM UMP dengan membuat surat pernyataan.
2. KPU KM F menyampaikan laporan kegiatan setiap tahapan penyelenggaraan Pemilihan h. Bersedia untuk memenuhi syarat yang ditentukan dalam pelaksanaan PEMILWA
Gubernur dan wakil guberut kepada Ketua DEMA di tingkat Fakultas. UMP dengan membuat surat pernyataan.
3. KPU FAKULTAS menyampaikan laporan kegiatan setiap tahapan penyelenggaraan i. Tidak sedang mencalonkan diri sebagai presiden untuk calon anggota dema, dan
Pemilihan Ketua FAKULTAS di tingkat Himpunan kepada pemantau (BPO,anggota sedang tidak mencalonkan diri sebagai calon anggota dema untuk calon presiden dan
istimewa,) atau ke dema Fakultas sebagai pengawas. wakil presiden.
BAGIAN PERTAMA j. Tidak menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik dengan membuat surat
Pasal 6 pernyataan.
Syarat Peserta pemilu tingkat Universitas k. Tidak merangkap jabatan di KM UMP dan di luar KM UMP sebagai BPH dengan
1. Calon anggota Dewan MahasiswaUniversitas, Presiden dan Wakil Presiden diusung oleh membuat surat pernyataan atau surat pernyataan non aktif dari lembaga terkait.
partai mahasiswa l. Tidak sedang terkena sanksi dan/atau kasus akademik dengan melampirkan surat
2. Mahasiswa yang dapat menjadi Calon anggota Dewan MahasiswaUniversitas serta keterangan dari prodi.
Presiden dan Wakil Presiden BEM KM UMP adalah yang memenuhi persyaratan sebagai m. Bersedia melaksanakan AD/ART KM UMP dan loyal terhadap organisasi di KM
berikut: UMP dengan membuat surat pernyataan.
a. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; n. Bersedia dan bertanggungjawab sampai habis masa jabatannya dan bersedia
b. Setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun menggunakan manajemen terbuka, jujur, dan menjunjung tinggi nilai kebenaran
1945, cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, dan Negara Kesatuan dengan membuat surat pernyataan.
Republik Indonesia; o. Memenuhi syarat sebagai berikut:
c. Mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Purwokerto Mempunyai integritas 1. Mahasiswa UMP minimal semester 4 untuk calon anggota dewan dengan
yang kuat, pribadi yang jujur, adil dan bersifat objektif; prosentase 30 % dimasing-masing distrik dihitung berdasarkan peserta yang
d. Mampu secara jasmani dan rohani berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan dokter; mendaftar.
e. Tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan bukti kartu rencana studi. 2. Mahasiswa UMP minimal semester 6 untuk calon presiden
f. Mempunyai pengalaman organisasi kemahasiswaan di lingkungan KM UMP dengan 3. Mahasiswa UMP minimal semester 4 untuk calon wakil president
menyertakan bukti surat keterangan dari lembaga yang pernah diikuti minimal 1 4. Sudah pernah mengikuti KOSMA, minimal 1 kali.
5. Memahami dan menjunjung tinggi AD/ART KM UMP. diusung oleh partai mahasiswa
6. Membuat surat pernyataan terkait point 1, 2, 3,4 dan 5 di atas. 2. Mahasiswa yang dapat menjadi anggota Dewan MahasiswaFakultas, Gubernur dan Wakil
p. Memenuhi administrasi sebagai berikut: Gubernur BEM F adalah yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan oleh KPU KM UMP sbb: a. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
- Formulir C.1 Untuk calon anggota Dewan Mahasiswa b. Setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
- Formulir C.2 untuk calon presiden dan wakil presiden 1945, cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, dan Negara Kesatuan
2. Menyerahkan surat pendelegasian dari partai, gabungan partai jika bukan calon Republik Indonesia;
perseorangan c. Mahasiswa aktif di masing-masing Fakultas penyelenggara pemilu
3. Untuk calon perseorangan wajib menyerahkan: d. Mempunyai integritas yang kuat, pribadi yang jujur, adil dan bersifat objektif;
a) foto kopi ktm sejumlah 5% dari jumlah seluruh mahasiswa yang ada di e. Mampu secara jasmani dan rohani berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan dokter;
daerah pemilihanya untuk calon anggota Dewan MahasiswaUniversitas f. Tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan bukti kartu rencana studi.
b) foto kopi ktm sejumlah 5% dari jumlah seluruh mahasiswa yang ada g. Mempunyai pengalaman organisasi kemahasiswaan di lingkungan KM UMP dengan
diUniversitas untuk pasangan presiden dan wakil president BEM U. menyertakan bukti surat keterangan dari lembaga yang pernah diikuti minimal 1
4. Menyerahkan foto terbaru mengenakan jaz almamater UMP berupa softcopy periode.
dan hard copy berukuran 3 x 4 sebanyak 5 lembar dengan background warna h. Bersedia untuk menjadi Calon anggota Dewan MahasiswaFakultas, Gubernur dan
merah. Wakil Gubernur BEM Fdengan membuat surat pernyataan.
5. Menyerahkan foto kopi KTM diri calon atau pasangan calon. i. Bersedia untuk memenuhi syarat yang ditentukan dalam pelaksanaan PEMILWA F
6. Melampirkan surat keterangan bebas napza. dengan membuat surat pernyataan.
7. Menyerahkan curiculum vitae. j. Tidak sedang Tidak mencalonkan diri sebagai anggota Dewan MahasiswaFakultas
8. Menyerahkan visi dan misi serta program yang jelas dalam melaksanakan untuk calon Gubernur dan Wakil Gubernur BEM F. Sedang tidak mencalonkan diri
pemerintahan KM UMP. sebgai calon Gubernur dan Wakil Gubernur BEM F untuk calon anggota dema
q. Dinyatakan lulus oleh KPU KM UMP. k. Tidak menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik dengan membuat surat
BAGIAN KEDUA pernyataan.
Pasal 7 l. Tidak merangkap jabatan di KM UMP dan di luar KM UMP sebagai BPH dengan
Syarat peserta pemilu tingkat Fakultas membuat surat pernyataan atau surat pernyataan non aktif dari lembaga terkait.
1. Calon anggota Dewan MahasiswaFakultas, Gubernur dan Wakil Gubernur BEM F m. Tidak sedang terkena sanksi dan/atau kasus akademik dengan melampirkan surat
keterangan dari prodi. dan hard copy berukuran 3 x 4 sebanyak 5 lembar dengan background warna
n. Bersedia melaksanakan AD/ART KM UMP dan loyal terhadap organisasi di KM merah.
UMP dengan membuat surat pernyataan. 5. Menyerahkan foto kopi KTM diri calon atau pasangan calon.
o. Bersedia dan bertanggungjawab sampai habis masa jabatannya dan bersedia 6. Melampirkan surat keterangan bebas napza.
menggunakan manajemen terbuka, jujur, dan menjunjung tinggi nilai kebenaran 7. Menyerahkan curiculum vitae.
dengan membuat surat pernyataan. 8. Menyerahkan visi dan misi serta program yang jelas dalam melaksanakan
p. Memenuhi syarat sebagai berikut: pemerintahan KM UMP.
1. Mahasiswa Fakultas terkai minimal semester 4 untuk calon anggota Dewan r. Dinyatakan lulus oleh KPU di Fakultas Masing-masing.
MahasiswaFakultas BAGIAN KETIGA
2. Mahasiswa UMP minimal semester 4 untuk calon Gubernur dan Wakil Pasal 8
Gubernur Syarat peserta pemilu tingkat himpunan mahasiswa program studi
3. Sudah pernah mengikuti MAMF, minimal 1 kali. 3. Calon Ketua FAKULTAS diusung oleh partai mahasiswa
4. Memahami dan menjunjung tinggi AD/ART KM UMP. 4. Mahasiswa yang dapat menjadi Calon Ketua FAKULTAS adalah yang memenuhi
5. Membuat surat pernyataan terkait point 1, 2, 3 dan 4 di atas. persyaratan sebagai berikut:
q. Memenuhi administrasi sebagai berikut: a. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
1. Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan oleh KPU KM UMP sbb: b. Setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
- Formulir C.5 Untuk calon anggota Dewan MahasiswaFakultas 1945, cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, dan Negara Kesatuan
- Formulir A.6 untuk calon Gubernur dan Wakil Gubernur Republik Indonesia;
2. Menyerahkan surat pendelegasian dari partai, gabungan partai jika bukan calon c. Mahasiswa aktif di masing-masing Program studi penyelenggara pemilu
perseorangan d. Mempunyai integritas yang kuat, pribadi yang jujur, adil dan bersifat objektif;
3. Untuk calon perseorangan wajib menyerahkan: e. Mampu secara jasmani dan rohani berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan dokter;
c) foto kopi ktm sejumlah 5% dari jumlah seluruh mahasiswa yang ada di f. Tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan bukti kartu rencana studi.
daerah pemilihanya. g. Mempunyai pengalaman organisasi kemahasiswaan di lingkungan KM UMP dengan
d) foto kopi ktm sejumlah 5% dari jumlah seluruh mahasiswa Fakultas menyertakan bukti surat keterangan dari lembaga yang pernah diikuti minimal 1
terkituntuk calon GubernurWakil Gubernur. periode.
4. Menyerahkan foto terbaru mengenakan jaz almamater UMP berupa softcopy h. Bersedia untuk menjadi Calon Ketua FAKULTAS dengan membuat surat
pernyataan. dan hard copy berukuran 3 x 4 sebanyak 5 lembar dengan background warna
i. Bersedia untuk memenuhi syarat yang ditentukan dalam pelaksanaan PEMILWA merah.
FAKULTASdengan membuat surat pernyataan. 5. Menyerahkan foto kopi KTM diri calon atau pasangan calon.
j. Tidak menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik dengan membuat surat 6. Melampirkan surat keterangan bebas napza.
pernyataan. 7. Menyerahkan curiculum vitae.
k. Tidak merangkap jabatan di KM UMP dan di luar KM UMP sebagai BPH dengan 8. Menyerahkan visi dan misi serta program yang jelas dalam melaksanakan
membuat surat pernyataan atau surat pernyataan non aktif dari lembaga terkait. pemerintahan di FAKULTAS
l. Tidak sedang terkena sanksi dan/atau kasus akademik dengan melampirkan surat q. Dinyatakan lulus oleh KPU di Fakultas Masing-masing.
keterangan dari prodi. Pasal 9
m. Bersedia melaksanakan AD/ART KM UMP dan loyal terhadap organisasi di KM penyelenggara
UMP dengan membuat surat pernyataan. 1. Penyelenggaraan Pemilihan Tingkat Universitas menjadi tanggung jawab bersama KPU
n. Bersedia dan bertanggungjawab sampai habis masa jabatannya dan bersedia M Tingkat Universitas, BAWASLU Tingkat Universitas, dan DEMA U.
menggunakan manajemen terbuka, jujur, dan menjunjung tinggi nilai kebenaran 2. Penyelenggaraan Pemilihan Tingkat Fakultas menjadi tanggung jawab bersama KPU M
dengan membuat surat pernyataan. Tingkat Fakultas, BAWASLU Tingkat Fakultas, dan DEMA F
o. Memenuhi syarat sebagai berikut: 3. Penyelenggaraan Pemilihan Tingkat Fakultas menjadi tanggung jawab bersama KPU M
1. Mahasiswa Program studi terkait minimal semester 4 Tingkat Fakultas , BAWASLU Tingkat Fakultas , dan DEMA F sebagai pemantau.
2. Sudah pernah mengikuti musang FAKULTAS Minimal 1 kali 4. Pemilihan Calon anggota Dewan MahasiswaUniversitas, Presiden dan Wakil Presiden
3. Memahami dan menjunjung tinggi AD/ART KM UMP. BEM KM UMP,anggota Dewan MahasiswaFakultas, Gubernur dan Wakil Gubernur
4. Membuat surat pernyataan terkait point 1, 2 dan 3di atas. BEM F serta Ketua FAKULTAS, dilaksanakan dan di fasilitasi oleh KPU M di sesuai
p. Memenuhi administrasi sebagai berikut: dengan tingkatanya.
1. Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan oleh KPU FAKULTAS Pasal 10
2. Menyerahkan surat pendelegasian dari partai, gabungan partai jika bukan calon KPU dalam penyelenggaraan Pemilihan wajib:
perseorangan 1. Memperlakukan Pemilihan Calon anggota Dewan MahasiswaUniversitas, Presiden dan
3. Untuk calon perseorangan wajib menyerahkan foto kopi ktm sejumlah 5% dari Wakil Presiden BEM KM UMP secara adil dan setara; dan
jumlah seluruh mahasiswa yang ada di Prodi tersebut 2. Menyampaikan semua informasi penyelenggaraan Pemilihan kepada mahasiswa UMP
4. Menyerahkan foto terbaru mengenakan jaz almamater UMP berupa softcopy UMP;
3. Memperlakukan Pemilihan Calon anggota Dewan MahasiswaFakultas, calon Gubernur UMPdengan memperhatikan pedoman AD/ART, undang-undang yang ada di KM
dan Wakil GubernurBEM F secara adil dan setara; dan UMP.
4. Menyampaikan semua informasi penyelenggaraan Pemilihan kepada mahasiswa di d. Menyusun dan menetapkan pedoman teknis untuk setiap tahapan penyelenggaraan
Fakultas terkait Pemilihan Ccalon anggota dema sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
5. Memperlakukan Pemilihan Calon ketua FAKULTASsecara adil dan setara; dan undangan;
6. Menyampaikan semua informasi penyelenggaraan Pemilihan kepada mahasiswa di e. Menyusun dan menetapkan pedoman teknis untuk setiap tahapan penyelenggaraan
Program studi terkait Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden sesuai dengan ketentuan peraturan
Pasal 11 perundang-undangan;
1. KPU M Universitasmemegang tanggung jawab akhir atas penyelenggaraan Pemilihan f. Mengoordinasikan, menyelenggarakan, dan mengendalikan semua tahapan
di wilayah KM UMP baik disetiap distrik maupun diseluruh wilayah Universitas. penyelenggaraan Pemilihan Calon anggota Dewan MahasiswaUniversitas, Presiden
bersama DEMA KM UMP dan petugas pemutakhiran data Pemilih. dan Wakil Presiden BEM KM UMP sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
2. KPU M F memegang tanggung jawab akhir atas penyelenggaraan Pemilihan di undangan dengan memperhatikan pedoman dari DEMA KM UMP;
wilayah Fakultasterkait baik disetiap distrik maupun diseluruh wilayah Fakultas g. Memutakhirkan data Pemilih berdasarkan keaktifannya sebagai mahasiswa UMP:
bersama DEMA Fdan petugas pemutakhiran data Pemilih h. Menetapkan Calon anggota Dewan MahasiswaUniversitasKM UMP sesuai daerah
3. KPU M FAKULTAS memegang tanggung jawab akhir atas penyelenggaraan pemiliha.
Pemilihan di Program studi terkait. bersama DEMA F dan petugas pemutakhiran data i. Menetapkan Calon Presiden danCalon Wakil Presiden yang telah memenuhi
Pemilih persyaratan;
Pasal 12 j. Mengumpulkan hasil penghitungan suara dari seluruh TPS di wilayah kerjanya;
Tugas dan Wewenang KPU M k. Mengumpulkan hasil penghitungan suara dari seluruh daerah pilihan untuk pemilah
1. Tugas dan wewenang KPU M Tingkat Universitas dalam Pemilihan Calon anggota anggota dema.
Dewan MahasiswaUniversitas, Presiden dan Wakil Presiden BEM KM UMP meliputi: l. Menetapkan dan mengumumkan hasil rekapitulasi penghitungan suara
a. Merencanakan program dan anggaran; PemilihanPresiden danWakil Presiden berdasarkan hasil penghitungan suara di tiap
b. Merencanakan dan menetapkan jadwal Pemilihan Pemilihan Calon anggota TPS yang bersangkutan;
Dewan MahasiswaUniversitas, Presiden dan Wakil Presiden BEM KM UMP; m. Membuat berita acara penghitungan suara dan wajib menyerahkannya kepada saksi
c. Menyusun dan menetapkan tata kerja KPPS dalam Pemilihan Pemilihan Calon peserta Pemilihan dan Bawaslu KM UMP;
anggota Dewan MahasiswaUniversitas, Presiden dan Wakil Presiden BEM KM n. Mengumumkan calon anggota dema yang terpilih sebagai perwakilan dari daerah
pilihan masing-masing sesuai jumlah kursi yang tersedia di setiap daerah e. Menyusun dan menetapkan pedoman teknis untuk setiap tahapan penyelenggaraan
pilihandengan membuat berita acaranya; Gubernur dan Wakil Gubernur BEM F sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
o. Mengumumkan pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih dengan membuat undangan;
berita acaranya; f. Mengoordinasikan, menyelenggarakan, dan mengendalikan semua tahapan
p. Menindaklanjuti dengan segera rekomendasi Bawaslu KM UMP atas temuan dan penyelenggaraan Pemilihan Calon anggota Dewan MahasiswaFakultas, Gubernur dan
laporan adanya dugaan pelanggaran Pemilihan; Wakil Gubernur BEM F sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
q. Melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan Pemilihan anggota dema ump, Presiden dengan memperhatikan pedoman dari DEMA F di Fakultas terkait.
dan Wakil Presiden kepada mahasiswa UMP. g. Memutakhirkan data Pemilih berdasarkan keaktifannya sebagai mahasiswa di Fakultas
r. Melakukan evaluasi dan membuat laporan penyelenggaraan Pemilihan anggota dema masing-masing:
Presiden dan Wakil Presiden; h. Menetapkan Calon anggota Dewan MahasiswaFakultas, Gubernur dan Wakil
s. Menyampaikan laporan mengenai hasil Pemilihan anggota dema Presiden dan Gubernur BEM Fyang telah memenuhi persyaratan;
Wakil Presiden kepada DEMA KM UMP; dan i. Mengumpulkan hasil penghitungan suara dari seluruh TPS di wilayah kerjanya;
t. Melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diberikan oleh KPU dan/atau ketentuan j. Mengumpulkan hasil penghitungan suara dari seluruh daerah pilihan untuk pemilah
peraturan perundang-undangan. anggota dema.
2. Tugas dan wewenang KPU M Tingkat Fakultas dalam Pemilihan Calon anggota Dewan k. Menetapkan dan mengumumkan hasil rekapitulasi penghitungan suara
MahasiswaFakultas, Gubernur dan Wakil Gubernur BEM F meliputi: PemilihanCalon Gubernur dan Wakil Gubernur BEM Fberdasarkan hasil
a. Merencanakan program dan anggaran; penghitungan suara di tiap TPS yang bersangkutan;
b. Merencanakan dan menetapkan jadwal PemilihanCalon anggota Dewan l. Membuat berita acara penghitungan suara dan wajib menyerahkannya kepada saksi
MahasiswaFakultas, Gubernur dan Wakil Gubernur BEM F di Fakultas masing- peserta Pemilihan dan Bawaslu di Fakultas masing-masing;
masing ; m. Mengumumkan calon anggota dema yang terpilih sebagai perwakilan dari daerah
c. Menyusun dan menetapkan tata kerja KPPS dalam Pemilihan Calon anggota Dewan pilihan masing-masing sesuai jumlah kursi yang tersedia di setiap daerah
MahasiswaFakultas, Gubernur dan Wakil Gubernur BEM F dengan memperhatikan pilihandengan membuat berita acaranya;
pedoman AD/ART, undang-undang yang ada di KM UMP. n. Mengumumkan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur BEM Fterpilih dengan
d. Menyusun dan menetapkan pedoman teknis untuk setiap tahapan penyelenggaraan membuat berita acaranya;
Pemilihan calon anggota dema sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- o. Menindaklanjuti dengan segera rekomendasi Bawaslu Fakultas atas temuan dan
undangan; laporan adanya dugaan pelanggaran Pemilihan;
p. Melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan Pemilihan anggota dema F,Gubernur h. Mengumpulkan hasil penghitungan suara di TPS di wilayah kerjanya;
dan Wakil Gubernur BEM Fkepada mahasiswa di Fakultas terkait. i. Menetapkan dan mengumumkan hasil rekapitulasi penghitungan suara pmilihanketua
q. Melakukan evaluasi dan membuat laporan penyelenggaraan Pemilihan anggota FAKULTAS berdasarkan hasil penghitungan suara di TPS yang bersangkutan;
demaFakultas, Gubernur dan Wakil Gubernur BEM F j. Membuat berita acara penghitungan suara dan wajib menyerahkannya kepada saksi
r. Menyampaikan laporan mengenai hasil Pemilihananggota dema Fakultas, peserta Pemilihan dan Bawaslu di prodi masing-masing;
Gubernur dan Wakil Gubernur BEM Fkepada DEMA F k. Mengumumkan pasangan ketua FAKULTASterpilih dengan membuat berita
s. Melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diberikan oleh KPU dan/atau ketentuan acaranya;
peraturan perundang-undangan. l. Menindaklanjuti dengan segera rekomendasi Bawaslu Fakultas atas temuan dan
3. Tugas dan wewenang KPU M Tingkat FAKULTAS dalam Pemilihan ketua FAKULTAS laporan adanya dugaan pelanggaran Pemilihan;
meliputi: m. Melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan Pemilihan ketua FAKULTAS kepada
a. Merencanakan program dan anggaran; mahasiswa di prodi terkait.
b. Merencanakan dan menetapkan jadwal PemilihanCalon ketua FAKULTAS di n. Melakukan evaluasi dan membuat laporan penyelenggaraan Pemilihan ketua
Prodi terkait. FAKULTAS
c. Menyusun dan menetapkan tata kerja KPPS dalam Pemilihan Calon ketua o. Menyampaikan laporan mengenai hasil Pemilihan ketua FAKULTAS kepada
FAKULTASdengan memperhatikan pedoman AD/ART, undang-undang yang ada di DEMA F
KM UMP. p. Melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diberikan oleh KPU dan/atau ketentuan
d. Menyusun dan menetapkan pedoman teknis untuk setiap tahapan penyelenggaraan peraturan perundang-undangan.
Pemilihan ketua FAKULTAS sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- Pasal 11
undangan; Dalam pelaksanaan Pemilihan anggota dema ump serta Presiden dan Wakil Presiden, KPU
e. Mengoordinasikan, menyelenggarakan, dan mengendalikan semua tahapan penyele- KM UMP wajib:
nggaraan Pemilihan ketua FAKULTASsesuai dengan ketentuan peraturan perundang- a. Melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan Pemilihan anggota DEMA UMP,
undangan dengan memperhatikan pedoman dari DEMA F di Fakultas terkait sebagai Presiden dan Wakil Presiden dengan tepat waktu;
pemantau. b. Memperlakukan peserta Pemilihan anggota dema ump sertaPresiden dan Wakil
f. Memutakhirkan data Pemilih berdasarkan keaktifannya sebagai mahasiswa di prodi Presiden secara adil dan setara;
masing-masing c. Menyampaikan semua informasi penyelenggaraan Pemilihan anggota dema ump serta
g. Menetapkan ketua FAKULTASyang telah memenuhi persyaratan; Presiden dan Wakil Presiden kepada mahasiswa;
d. Melaporkan pertanggungjawaban penggunaan anggaran sesuai dengan ketentuan h. Melakukan evaluasi dan membuat berita acara terhadap penyelenggaraan Pemilihan
peraturan perundang-undangan kepada DEMA KM UMP; di wilayah kerjanya berdasarkan pemilihan anggota dewan maupun pasangan
e. Menyediakan dan menyampaikan data hasil Pemilihanketua FAKULTASkepada presiden
DEMA F terkait i. Melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan Pemilihan dan/atau yang berkaitan
Pasal 13 dengan tugas dan wewenang KPPS kepada mahasiswa UMP khususnya wilayah
Bagian Pertama TPS terkait;
Tugas dan Wewenang KPPSUNIVERSITAS j. Melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban lain yang diberikan oleh KPU KM
1. Dalam melaksanakan tugas pemungutan suara, KPPS dapat dibentuk dari delegasi UMP sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
setiap FAKULTAS dan/atau BEM Fakultas paling sedikit berjumlah 4 (empat) orang k. Melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban lain yang diberikan oleh peraturan
anggota berdasarkan perekrutan dari KPU KM UMP untuk masing- masing tps/ perundang-undangan.
distrik. Pasal 14
2. Tugas, wewenang, dan kewajiban KPPS meliputi: Bagian Kedua
a. Membantu KPU KM UMP dalam melakukan pemutakhiran data Pemilih dan Tugas dan Wewenang KPPSFakultas
Daftar Pemilih Tetap sesuai daerah pemilihan masing-masing 1. Dalam melaksanakan tugas pemungutan suara, KPPSFakultas dapat dibentuk dari
b. Mengumumkan daftar Pemilih; delegasi setiap FAKULTAS paling sedikit berjumlah 4 (empat) orang berdasarkan
c. Mengumumkan Daftar Pemilih Tetap sebagaimana dimaksud pada huruf a dan perekrutan dari KPU F Terkait
melaporkan kepada KPU KM UMP; 2. Tugas, wewenang, dan kewajiban KPPSFakultas meliputi:
d. Melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan Pemilihan di tempat pemungutan a. Membantu KPU M Fakultas dalam melakukan pemutakhiran data Pemilih dan
suara yang telah ditetapkan oleh KPU KM UMP berdasarkan peraturan perundang- Daftar Pemilih Tetap sesuai daerah pemilihan masing-masing
undangan b. Mengumumkan daftar Pemilih;
e. Menjaga dan mengamankan keutuhan kotak suara setelah penghitungan suara dan c. Mengumumkan Daftar Pemilih Tetap sebagaimana dimaksud pada huruf a dan
setelah kotak suara disegel; melaporkan kepada KPU M Fakultas bersangkutan;
f. Meneruskan kotak suara dari TPS kepada KPU KM UMP pada hari yang sama d. Melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan Pemilihan di tempat pemungutan
setelah penghitungan suara selesai dengan ketentuan di segel oleh KPPS; suara yang telah ditetapkan oleh KPU M F berdasarkan peraturan perundang-
g. Menindaklanjuti dengan segera temuan dan laporan yang disampaikan oleh undangan
PANWASLU; e. Menjaga dan mengamankan keutuhan kotak suara setelah penghitungan suara dan
setelah kotak suara disegel; suara yang telah ditetapkan oleh KPU M FAKULTAS berdasarkan peraturan
f. Meneruskan kotak suara dari TPS kepada KPU M F pada hari yang sama setelah perundang-undangan
penghitungan suara selesai dengan ketentuan di segel oleh KPPS; e. Menjaga dan mengamankan keutuhan kotak suara setelah penghitungan suara dan
g. Menindaklanjuti dengan segera temuan dan laporan yang disampaikan oleh setelah kotak suara disegel;
PANWASLU; f. Meneruskan kotak suara dari TPS kepada KPU M FAKULTAS pada hari yang sama
h. Melakukan evaluasi dan membuat berita acara terhadap penyelenggaraan Pemilihan setelah penghitungan suara selesai dengan ketentuan di segel oleh KPPS;
di wilayah kerjanya berdasarkan pemilihan anggotaDewan MahasiswaFakultas g. Menindaklanjuti dengan segera temuan dan laporan yang disampaikan oleh
maupun pasangan calon Gubernur PANWASLU; \
i. Melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan Pemilihan dan/atau yang berkaitan h. Melakukan evaluasi dan membuat berita acara terhadap penyelenggaraan Pemilihan
dengan tugas dan wewenang KPPS kepada mahasiswa di Fakultas terkait; di wilayah kerjanya berdasarkan pemilihan ketua FAKULTAS
j. Melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban lain yang diberikan oleh KPU M F i. Melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan Pemilihan dan/atau yang berkaitan dengan
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan tugas dan wewenang KPPS kepada mahasiswa di FAKULTAS terkait;
k. Melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban lain yang diberikan KPU M F j. Melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban lain yang diberikan oleh KPU M
Pasal 14 FAKULTASsesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
Bagian Ketiga k. Melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban lain yang diberikan KPU M
Tugas dan Wewenang KPPSFAKULTAS FAKULTAS dengan tidak bertentangan undang-undang.
1. Dalam melaksanakan tugas pemungutan suara, KPPSFAKULTAS dapat dibentuk dari BAB IV
delega setiap Angktan, komting atau mahasiswa umum dari prodi bersangkutan sesuai PENGAWAS PEMILU
kebutuhan berdasarkan perekrutan dari KPU FAKULTAS Terkait Pasal 15
2. Tugas, wewenang, dan kewajiban KPPSFAKULTASmeliputi: Pengawas Pemilu
a. Membantu KPU M FAKULTAS dalam melakukan pemutakhiran data Pemilih dan 1. Pengawasan penyelenggaraan Pemilihan menjadi tanggung jawab bersama Bawaslu dan
Daftar Pemilih Tetap sesuai daerah pemilihan masing-masing Panwaslu berdasarkan tingkatan masing-masing.
b. Mengumumkan daftar Pemilih; 2. Pengawasan penyelenggaraan pemilihan anggota dema Universitas, Presiden dan Wakil
c. Mengumumkan Daftar Pemilih Tetap sebagaimana dimaksud pada huruf a dan Preside, anggota Dewan MahasiswaFakultas, Gubernur dan Wakil Gubernur serta ketua
melaporkan kepada KPU M FAKULTAS bersangkutan; FAKULTAS, dilaksanakan oleh BawasluUniversitas, bawaslu Fakultas sesuai Fakultas
d. Melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan Pemilihan di tempat pemungutan masing-masing Fakultas dan bawaslu FAKULTAS sesuai Fakultas masing-masing.
Pasal 16 k. Proses rekapitulasi suara yang dilakukan oleh KPU M UMP;
Bagian Pertama l. Pelaksanaan penghitungan dan pemungutan suara ulang dan
Tugas dan Wewenang BAWASLU UNIVERSITAS m. Proses penetapan a hasil Pemilihan angggota Dewan Mahasiswa dan Presiden dan
Tugas dan wewenang Bawaslu dalam pengawasan penyelenggaraan Pemilihan meliputi: Wakil Presiden;
1. Menyusun dan menetapkan pedoman teknis untuk setiap tahapan pengawasan 7. Mengelola, memelihara, dan merawat arsip/dokumen berdasarkan jadwal retensi arsip
penyelenggaraan Pemilihan setelah berkonsultasi dengan DEMA UMP; yang disusun oleh DEMA KM UMP;
2. Mengoordinasikan dan memantau tahapan pengawasan penyelenggaraan Pemilihan; 8. Menerima laporan dugaan pelanggaran terhadap pelaksanaan peraturan perundang-
3. Melakukan evaluasi pengawasan penyelenggaraan Pemilihan; undangan mengenai Pemilihan;
4. Menerima laporan hasil pengawasan penyelenggaraan Pemilihan dari Panwaslu; 9. Menyampaikan temuan dan laporan kepada KPU KM UMP untuk ditindaklanjuti;
5. Memfasilitasi pelaksanaan tugas Panwaslu dalam melanjutkan tahapan pelaksanaan 10. Mengawasi pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi DEMA KM UMP tentang pengenaan
pengawasan penyelenggaraan Pemilihan; sanksi kepada anggota KPU KM UMP, sekretaris dan pegawai sekretariat KPU KM
6. Mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilihan di wilayah kerjanya yang meliputi: UMP yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan
a. Pemutakhiran data Pemilih berdasarkan data kemahasiswaan dan penetapan Daftar penyelenggaraan Pemilihan yang sedang berlangsung;
Pemilih Tetap; 11. Mengawasi pelaksanaan sosialisasi penyelenggaraan Pemilihan; dan
b. Pencalonan yang berkaitan dengan persyaratan dan tata cara anggota Dewan 12. Dalam pelaksanaan tugas dan wewenang sebagaimana dimaksud pada ayat (10),
MahasiswaUniversitas dan pencalonan Presiden dan Wakil Presiden; Bawaslu dapat:
c. proses penetapan calon anggota Dewan MahasiswaUniversitas berdasarkan a. Memberikan rekomendasi kepada KPU M UMP untuk menonaktifkan sementara
distriknya. dan/atau mengenakan sanksi administratif atas pelanggaran sebagaimana dimaksud
d. penetapan calon anggota Dewan MahasiswaUniversitas berdasarkan distriknya pada ayat (10); dan
e. Proses penetapan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden; b. Memberikan rekomendasi kepada yang berwenang atas temuan dan laporan
f. Penetapan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden; terhadap tindakan yang mengandung unsur tindak kecurangan Pemilihan.
g. Pelaksanaan Kampanye; 13. Melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diberikan oleh peraturan perundang-
h. Pengadaan logistik Pemilihan dan pendistribusiannya; undangan.
i. Pelaksanaan penghitungan dan pemungutan suara dan penghitungan suara hasil Pasal 17
Pemilihan; Bawaslu dalam pengawasan penyelenggaraan Pemilihan wajib:
j. Pengawasan seluruh proses penghitungan suara di wilayah kerjanya; 1. Memperlakukan Calon anggota Dewan MahasiswaUniversitas dan calon Presiden
danCalon Wakil Presiden secara adil dan setara; h. Pengadaan logistik Pemilihan dan pendistribusiannya;
2. Menyampaikan semua informasi pengawasan penyelenggaraan Pemilihan kepada i. Pelaksanaan penghitungan dan pemungutan suara dan penghitungan suara hasil
mahasiswa UMP; Pemilihan;
3. Melaksanakan kewajiban lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- j. Pengawasan seluruh proses penghitungan suara di wilayah kerjanya;
undangan. k. Proses rekapitulasi suara yang dilakukan oleh KPU M UMP;
Pasal 18 l. Pelaksanaan penghitungan dan pemungutan suara ulang dan
Bagian Kedua m. Proses penetapanhasil Pemilihan angggota Dewan MahasiswaFakultas dan Gubernur
Tugas dan Wewenang BAWASLU Fakultas dan Wakil Gubernur;
Tugas dan wewenang Bawaslu dalam pengawasan penyelenggaraan Pemilihan meliputi: 7. Mengelola, memelihara, dan merawat arsip/dokumen berdasarkan jadwal retensi arsip
1. Menyusun dan menetapkan pedoman teknis untuk setiap tahapan pengawasan yang disusun oleh DEMA Fakultas terkait;
penyelenggaraan Pemilihan setelah berkonsultasi dengan DEMA f; 8. Menerima laporan dugaan pelanggaran terhadap pelaksanaan peraturan perundang-
2. Mengoordinasikan dan memantau tahapan pengawasan penyelenggaraan Pemilihan; undangan mengenai Pemilihan;
3. Melakukan evaluasi pengawasan penyelenggaraan Pemilihan; 9. Menyampaikan temuan dan laporan kepada KPU M F untuk ditindaklanjuti;
4. Menerima laporan hasil pengawasan penyelenggaraan Pemilihan dari Panwaslu; 10. Mengawasi pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi DEMA F tentang pengenaan sanksi
5. Memfasilitasi pelaksanaan tugas Panwaslu dalam melanjutkan tahapan pelaksanaan kepada anggota KPU M F, sekretaris dan pegawai sekretariat KPU M F yang terbukti
pengawasan penyelenggaraan Pemilihan; melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan
6. Mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilihan di wilayah kerjanya yang meliputi: Pemilihan yang sedang berlangsung;
a. Pemutakhiran data Pemilih berdasarkan data kemahasiswaan dan penetapan Daftar 11. Mengawasi pelaksanaan sosialisasi penyelenggaraan Pemilihan; dan
Pemilih Tetap; 12. Dalam pelaksanaan tugas dan wewenang sebagaimana dimaksud pada ayat (10),
b. Pencalonan yang berkaitan dengan persyaratan dan tata cara pencalonan anggota Bawaslu dapat:
Dewan MahasiswaFakultas dan pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur; a. Memberikan rekomendasi kepada KPU M F untuk menonaktifkan sementara
c. proses penetapan calon anggota Dewan MahasiswaFakultas berdasarkan distriknya. dan/atau mengenakan sanksi administratif atas pelanggaran sebagaimana dimaksud
d. penetapan calon anggota Dewan MahasiswaFakultas berdasarkan distriknya pada ayat (10); dan
e. Proses penetapan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur; b. Memberikan rekomendasi kepada yang berwenang atas temuan dan laporan
f. Penetapan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur; terhadap tindakan yang mengandung unsur tindak kecurangan Pemilihan.
g. Pelaksanaan Kampanye; 13. Melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diberikan oleh peraturan perundang-
undangan. FAKULTAS
Pasal 19 c. Proses penetapan pasangan Calon ketua FAKULTAS
Bawaslu Fakultasdalam pengawasan penyelenggaraan Pemilihan wajib: d. Penetapan pasangan Calon ketua FAKULTAS
1. Memperlakukan Calon anggota Dewan MahasiswaFakultas dan calonGubernurWakil e. Pelaksanaan Kampanye;
Gubernursecara adil dan setara; f. Pengadaan logistik Pemilihan dan pendistribusiannya;
2. Menyampaikan semua informasi pengawasan penyelenggaraan Pemilihan kepada g. Pelaksanaan penghitungan dan pemungutan suara dan penghitungan suara hasil
mahasiswa UMP; Pemilihan;
3. Melaksanakan kewajiban lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- h. Pengawasan seluruh proses penghitungan suara di wilayah kerjanya;
undangan. i. Proses rekapitulasi suara yang dilakukan oleh KPU M FAKULTAS;
Pasal 20 j. Pelaksanaan penghitungan dan pemungutan suara ulang dan
Bagian ketiga k. Proses penetapan hasil Pemilihan Calon ketua FAKULTAS;
Tugas dan Wewenang BAWASLU FAKULTAS 7. Mengelola, memelihara, dan merawat arsip/dokumen berdasarkan jadwal retensi arsip
Tugas dan wewenang Bawaslu FAKULTASdalam pengawasan penyelenggaraan yang disusun oleh DEMA F;
Pemilihan meliputi: 8. Menerima laporan dugaan pelanggaran terhadap pelaksanaan peraturan perundang-
1. Menyusun dan menetapkan pedoman teknis untuk setiap tahapan pengawasan undangan mengenai Pemilihan;
penyelenggaraan Pemilihan setelah berkonsultasi dengan DEMA F 9. Menyampaikan temuan dan laporan kepada KPU M FAKULTAS untuk ditindaklanjuti;
2. Mengoordinasikan dan memantau tahapan pengawasan penyelenggaraan Pemilihan di 10. Mengawasi pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi DEMA F tentang pengenaan sanksi
Fakultas yang bersangkutan; kepada anggota KPU M FAKULTAS, sekretaris dan pegawai sekretariat M
3. Melakukan evaluasi pengawasan penyelenggaraan Pemilihan; FAKULTASyang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya
4. Menerima laporan hasil pengawasan penyelenggaraan Pemilihan dari Panwaslu; tahapan penyelenggaraan Pemilihan yang sedang berlangsung;
5. Memfasilitasi pelaksanaan tugas Panwaslu dalam melanjutkan tahapan pelaksanaan 11. Mengawasi pelaksanaan sosialisasi penyelenggaraan Pemilihan; dan
pengawasan penyelenggaraan Pemilihan; 12. Dalam pelaksanaan tugas dan wewenang sebagaimana dimaksud pada ayat (10),
6. Mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilihan di wilayah kerjanya yang meliputi: Bawaslu dapat:
a. Pemutakhiran data Pemilih berdasarkan data kemahasiswaan dan penetapan Daftar a. Memberikan rekomendasi kepada KPU KM UMP untuk menonaktifkan sementara
Pemilih Tetap di prodi yang bersangkutan dan/atau mengenakan sanksi administratif atas pelanggaran sebagaimana dimaksud
b. Pencalonan yang berkaitan dengan persyaratan dan tata cara pencalonan ketua pada ayat (10); dan
b. Memberikan rekomendasi kepada yang berwenang atas temuan dan laporan 4) Mengawasi pelaksanaan penghitungan suara
terhadap tindakan yang mengandung unsur tindak kecurangan Pemilihan. 5) Menyampaikan keberatan dalam hal ditemukannya dugaan pelanggaran,
13. Melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diberikan oleh peraturan perundang- kesalahan, dan/atau penyimpangan administrasi pemungutan dan penghitungan
undangan. suara; dan
Pasal 21 6) Menerima salinan berita acara.
Bawaslu dalam pengawasan penyelenggaraan Pemilihan wajib: c. Kewajiban Panwaslu:
1. Memperlakukan Ketua FAKULTAS secara adil dan setara; 1) Menyampaikan laporan hasil pengawasan pemungutan dan penghitungan suara
2. Menyampaikan semua informasi pengawasan penyelenggaraan Pemilihan kepada kepada Bawaslu;
mahasiswa PRODI terkait 2) Menyampaikan dokumen hasil pemungutan dan penghitungan suara kepada
3. Melaksanakan kewajiban lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- Bawaslu; di masing-masing Fakultas terkait; dan
undangan. 3) Melaksanakan kewajiban lain yang diperintahkan oleh ketentuan peraturan
Pasal 22 perundang-undangan.
Bawaslu tingkat Universitas, tingkat Fakultas, serta tingkat FAKULTAS,memegang 2. panwaslu tingkat Fakultas
tanggung jawab akhir atas pengawasan penyelenggaraan Pemilihan oleh Panwaslu Sesuai a. Dalam melaksanakan tugas pengawasan, Panwaslu Fakultasdapat dibentuk dari
dengan tingkatanya. delegasi setiap FAKULTAS dan/atau Mahasiswa umum paling sedikit berjumlah
Pasal 23 2 (dua) orang anggota berdasarkan perekrutan dari BAWASLU Fakultas.
Tugas dan Wewenang PANWASLU b. Tugas dan wewenang Panwaslu:
1. panwaslu tingkat Universitas 1) Mengawasi persiapan pemungutan dan penghitungan suara di masing-masing
a. Dalam melaksanakan tugas pengawasan, Panwaslu Universitasdapat dibentuk dari Fakultas terkait;
delegasi setiap DEMA Fakultas dan/atau UKM paling sedikit berjumlah 2 (dua) 2) Mengawasi pelaksanaan pemungutan suara di masing-masing Fakultas terkait;
orang anggota berdasarkan perekrutan dari BAWASLU KM UMP. 3) Mengawasi persiapan penghitungan suara di masing-masing Fakultas terkait;
b. Tugas dan wewenang PanwasluUniversitas: 4) Mengawasi pelaksanaan penghitungan suaradi masing-masing Fakultas terkait;
1) Mengawasi persiapan pemungutan dan penghitungan suara di masing-masing 5) Menyampaikan keberatan dalam hal ditemukannya dugaan pelanggaran,
daerah pilihan kesalahan, dan/atau penyimpangan administrasi pemungutan dan penghitungan
2) Mengawasi pelaksanaan pemungutan suara; suara; dan
3) Mengawasi persiapan penghitungan suara; 6) Menerima salinan berita acara.
c. Kewajiban Panwaslu: kepada Bawaslu di masing-masing FAKULTAS terkait;
1) Menyampaikan laporan hasil pengawasan pemungutan dan penghitungan suara 2) Menyampaikan dokumen hasil pemungutan dan penghitungan suara kepada
kepada Bawaslu di masing-masing Fakultas terkait; ; Bawaslu; di masing-masing FAKULTAS terkait dan
2) Menyampaikan dokumen hasil pemungutan dan penghitungan suara kepada 3) Melaksanakan kewajiban lain yang diperintahkan oleh ketentuan peraturan
Bawaslu; di masing-masing Fakultas terkait; dan perundang-undangan.
3) Melaksanakan kewajiban lain yang diperintahkan oleh ketentuan peraturan BAB V
perundang-undangan. PESERTA PEMILU
3. panwaslu tingkat FAKULTAS Pasal 24
a. Dalam melaksanakan tugas pengawasan, Panwaslu FAKULTASdapat dibentuk 1. Peserta Pemilihan tingkat Universitasadalah:
dari delegasi setiap angkatan, komting dan/atau Mahasiswa umum di prodi a. Calon anggota dema Universitas yang diusung olh partai atau gabungan partai;
terkait.dengan jumlah sesuai kebutuhan berdasarkan perekrutan dari BAWASLU dan/atau
FAKULTAS b. calon perseorangan yang didukung oleh sejumlah orang
b. Tugas dan wewenang PanwasluFakultas: c. Pasangan Calon Presiden dancalon Wakil Presiden yang diusung olh partai atau
1) Mengawasi persiapan pemungutan dan penghitungan suara di masing-masing gabungan partai; dan/atau
FAKULTAS terkait; d. Pasangan calon perseorangan yang didukung oleh sejumlah orang.
2) Mengawasi pelaksanaan pemungutan suara di masing-masing FAKULTAS 2. Peserta Pemilihan tingkat Fakultas adalah:
terkait; a. Calon anggota dema Fakultas yang diusung olh partai atau gabungan partai; dan/atau
3) Mengawasi persiapan penghitungan suara di masing-masing FAKULTAS terkait; b. calon perseorangan yang didukung oleh sejumlah orang
4) Mengawasi pelaksanaan penghitungan suara di masing-masing FAKULTAS c. Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang diusung olh partai atau
terkait; gabungan partai; dan/atau
5) Menyampaikan keberatan dalam hal ditemukannya dugaan pelanggaran, d. Pasangan calon perseorangan yang didukung oleh sejumlah orang.
kesalahan, dan/atau penyimpangan administrasi pemungutan dan penghitungan
suara; dan 3. Peserta Pemilihan tingkatFAKULTAS adalah:
6) Menerima salinan berita acara. a. Pasangan Calon ketuaFakultas dan Wakil ketua Fakultasyang diusung olh partai atau
C. kewajiban PanwasluFakultas: gabungan partai; dan/atau
1) Menyampaikan laporan hasil pengawasan pemungutan dan penghitungan suara b. Pasangan calon perseorangan yang didukung oleh sejumlah orang.
Pasal 25 pasangan calon perseorangan.
1. partai atau gabungan partai dapat mendaftarkan, calon anggota dema Universitas, Pasal 27
pasangan calon presiden dan wakil presiden, calon anggota dema Fakultas, pasangan bagian kedua
calon Gubernur dan Wakil Gubernur serta calon ketua FAKULTAS, jika bakal calon calon perseorangan tingkat Fakultas
telah memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan. 1. Calon perseorangan dapat mendaftarkan diri sebagai calon anggota dema Fakultas serta
2. partai atau gabungan partai Sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat Calon Gubernur dan CalonWakil Gubernur jika memenuhi syarat dukungan dengan
mengusulkan 1 (satu) pasangan calon, dan calon tersebut tidak dapat diusulkan lagi oleh ketentuan:
partai atau gabungan partailainnya di tiap penyelenggaraan pemilu tingkat Universitas, a. Mendapat dukungan minimal sejumlah 5% dari total jumlah mahasiswa yang ada di
Fakultas, dan FAKULTAS. Fakultasnya untuk calon anggota dema Fakultas yang dibuktikan dengan foto copy
Pasal 26 ktm pendukung
bagian pertama b. Jumlah dukungan sebagaimana dimaksud pada huruf a, tersebar di seluruh prodi
calon perseorangan tingkat Universitas yang masuk dalam Fakultas secara merata
1. Calon perseorangan dapat mendaftarkan diri sebagai calon anggota dema Universitas c. Mendapat dukungan minimal sejumlah 5% dari total jumlah mahasiswa Fakultas
serta Calon Presiden danCalon Wakil Presiden jika memenuhi syarat dukungan dengan bersangkutan yang dibuktikan dengan foto copy ktm pendukung untuk Calon
ketentuan: Gubernur dan CalonWakil Gubernur
a. Mendapat dukungan minimal sejumlah 5% dari total jumlah mahasiswa yang ada di d. Jumlah dukungan sebagaimana dimaksud pada huruf c tersebar di seluruh Fakultas
daerah pemilihannya untuk calon anggota dema univ yang dibuktikan dengan foto dengan minimal dukungan 5% jumlah di tiap FAKULTAS dan tersebar 5% tiap
copy ktm pendukung angkatan untuk Fakultas tanpa FAKULTAS.
b. Jumlah dukungan sebagaimana dimaksud pada huruf a, tersebar di seluruh Fakultas/ 2. Dukungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya diberikan kepada 1 (satu)
prodi yang masuk dalam daerah pilihanya secara merata pasangan calon perseorangan.
c. Mendapat dukungan minimal sejumlah 5% dari total jumlah mahasiswa UMP yang Pasal 28
dibuktikan dengan foto copy ktm pendukung untuk Calon Presiden dan Calon Wakil bagian ketiga
Presiden calon perseorangan tingkat FAKULTAS
d. Jumlah dukungan sebagaimana dimaksud pada huruf c, tersebar di seluruh Fakultas 1. Calon perseorangan dapat mendaftarkan diri sebagai calon Ketua FAKULTAS jika
dengan minimal dukungan 5% jumlahseluruh mahasiswa. memenuhi syarat dukungan dengan ketentuan:
2. Dukungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya diberikan kepada 1 (satu) a. Mendapat dukungan minimal sejumlah 5% dari total jumlah mahasiswa yang ada di
ada di program studi tersebut yang dibuktikan dengan foto copy ktm pendukung BAB VI
b. Jumlah dukungan sebagaimana dimaksud pada huruf a tersebar di setiap angkatan WAKTU PENYELENGGARAAN DAN PELAKSANAAN
dengan minimal dukungan 5% dari jumlah mahasiswa yang ada. Pasal 30
3. Dukungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya diberikan kepada 1 (satu) Bagian pertama
pasangan calon perseorangan. Masa Pendaftaran calon tingkat Universitas
Pasal 29 1. Masa pendaftaran calon anggota dema Universitas, pasangan Calon Presiden dan Calon
1. calon anggota dema univ, Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden BEM Wakil Presiden BEM KM UMP paling lama 3 (tiga) hari terhitung sejak pengumuman
KM UMP didaftarkan ke KPU KM UMP oleh partai,gabungan partai dan/atau pendaftaran pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden BEM KM UMP.
perseorangan. 2. Pendaftaran calon anggota dema Universitas, pasangan Calon Presiden dan Wakil
2. calon anggota dema univ, Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden BEM Presiden BEM KM UMP disertai dengan penyampaian kelengkapan dokumen
KM UMP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan persyaratan.
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. 3. Dokumen persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi:
3. calon anggota dema f, Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur BEM F a. Surat keterangan delegasi/rekomendasi partai/gabungan partai
didaftarkan ke KPU M F di Fakultas masing-masing oleh partai,gabungan partai b. Surat pernyataan, yang dibuat dan ditandatangani oleh calon sendiri, sebagai bukti
dan/atau perseorangan. pemenuhan syarat calon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6
4. calon anggota dema f, Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur BEM F c. Surat keterangan hasil pemeriksaan kemampuan secara rohani dan jasmani dari tim
sebagaimana dimaksud pada ayat (3) harus memenuhi persyaratan sebagaimana dokter yang ditetapkan oleh KPU KM UMP sebagai bukti pemenuhan syarat calon
dimaksud dalam Pasal 7 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf.
5. Pasangan Calon ketua FAKULTAS dan Calon Wakil ketua FAKULTAS didaftarkan ke d. Daftar riwayat hidup calon yang dibuat dan ditandatangani oleh calon perseorangan
KPU M FAKULTAS di FAKULTAS masing-masing oleh partai,gabungan partai dan bagi calon yang diusulkan oleh partai / gabungan partai ditandatangani oleh
dan/atau perseorangan. calon, pimpinan partai atau pimpinan gabungan partai.
6. Pasangan Calon ketua FAKULTAS dan Calon Wakil ketua FAKULTASsebagaimana e. Pas foto terbaru calon anggota dema Universitas Calon Presiden dan Calon Wakil
dimaksud pada ayat (5) harus memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Presiden BEM KM UMP mengenakan jaz almamater UMP berupa softcopy dan
Pasal 8 hardcopy berukuran 3 x 4 sebanyak 5 lembar dengan backround warna merah; dan.
f. Naskah visi dan misi serta program kerja unggulan minimal 3 (tiga) dalam
melaksanakan pemerintah KM UMP.
Pasal 31 Pasal 32
Bagian Kedua Bagian Ketiga
Masa Pendaftaran calon tingkat Fakultas Masa Pendaftaran calon tingkat FAKULTAS
1. Masa pendaftaran calon anggota dema Fakultas pasangan Calon Gubernur dan Calon 1. Masa pendaftaran Ketua FAKULTAS paling lama 3 (tiga) hari terhitung sejak
Wakil Gubernur BEM F paling lama 3 (tiga) hari terhitung sejak pengumuman pengumuman pendaftaran calon Ketua FAKULTAS dibuka.
pendaftaran calon anggota dema Fakultas pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil 2. Pendaftaran Ketua FAKULTAS disertai dengan penyampaian kelengkapan dokumen
Gubernur BEM F dibuka. persyaratan.
2. Pendaftaran calon anggota dema Fakultas pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil 3. Dokumen persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi:
Gubernur BEM Fdisertai dengan penyampaian kelengkapan dokumen persyaratan. a. Surat keterangan delegasi/rekomendasi partai/gabungan partai
3. Dokumen persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi: b. Surat pernyataan, yang dibuat dan ditandatangani oleh calon sendiri, sebagai bukti
a. Surat keterangan delegasi/rekomendasi partai/gabungan partai pemenuhan syarat calon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8
b. Surat pernyataan, yang dibuat dan ditandatangani oleh calon sendiri, sebagai bukti c. Surat keterangan hasil pemeriksaan kemampuan secara rohani dan jasmani dari tim
pemenuhan syarat calon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dokter yang ditetapkan oleh KPU M FAKULTAS sebagai bukti pemenuhan syarat
c. Surat keterangan hasil pemeriksaan kemampuan secara rohani dan jasmani dari tim calon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8
dokter yang ditetapkan oleh KPU KM UMP sebagai bukti pemenuhan syarat calon d. Daftar riwayat hidup calon yang dibuat dan ditandatangani oleh calon perseorangan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dan bagi calon yang diusulkan oleh partai / gabungan partai ditandatangani oleh
d. Daftar riwayat hidup calon yang dibuat dan ditandatangani oleh calon perseorangan calon, pimpinan partai atau pimpinan gabungan partai.
dan bagi calon yang diusulkan oleh partai / gabungan partai ditandatangani oleh e. Pas foto terbaru calon anggota dema Fakultas pasangan Calon Gubernur dan Calon
calon, pimpinan partai atau pimpinan gabungan partai. Wakil Gubernur BEM F mengenakan jaz almamater UMP berupa softcopy dan
e. Pas foto terbarucalon anggota dema Fakultas pasangan Calon Gubernur dan Calon hardcopy berukuran 3 x 4 sebanyak 5 lembar dengan backround warna merah; dan.
Wakil Gubernur BEM F mengenakan jaz almamater UMP berupa softcopy dan f. Naskah visi dan misi serta program kerja unggulan minimal 3 (tiga) dalam
hardcopy berukuran 3 x 4 sebanyak 5 lembar dengan backround warna merah; dan. melaksanakan pemerintah di FAKULTAS masing-masing
f. Naskah visi dan misi serta program kerja unggulan minimal 3 (tiga) dalam Pasal 33
melaksanakan pemerintah di Fakultas masing-masing Verifikasi Calon Perseorangan
1. Verifikasi dukungan pasangan calon perseorangan untuk Pemilihan anggota dema u,
Presiden dan Wakil Presiden BEM, calon anggota dema f, guberur dan Wakil Gubernur,
serta FAKULTAS. dilakukan oleh KPU M Universitas, KPU M F, dan KPU berakhir.
FAKULTAS. 3. KPU M FAKULTASmembuka pendaftaran tambahan pasangan calon ketua
2. Hasil verifikasi dokumen syarat dukungan pasangan calon perseorangan sebagaimana FAKULTAS dan Calon Wakil ketua FAKULTAS1x12 jam setelah masa pendaftaran
dimaksud pada ayat (1) dituangkan dalam berita acara oleh KPU M Universitas, KPU M berakhir
F, dan KPU FAKULTASdan salinan hasil verifikasi disampaikan kepada calon 4. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemenuhan persyaratancalon anggota dema
3. Berkaitan dengan ayat (1), Bawaslu melakukan verifikasi dan rekapitulasi jumlah univ dan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden,calon anggota dema f dan Calon
dukungan pasangan calon untuk menghindari adanya seseorang yang memberikan Gubernur dan Calon Wakil Gubernur BEM F,Serta calon ketua FAKULTAS dan Calon
dukungan kepada lebih dari 1 (satu) pasangan calon dan adanya informasi manipulasi Wakil ketua FAKULTASsebagaimana dimaksud pada ayat (1) ,(2) dan (3) diatur dengan
dukungan. Peraturan KPU sesuai dengan tingkatanya.
4. Hasil verifikasi dukungan pasangan calon perseorangan sebagaimana dimaksud pada Pasal 35
ayat (2) dan ayat (3) dituangkan dalam berita acara yang dibuatolehKPU M Universitas, Penetapan tingkat Universitas
KPU M F, dan KPU FAKULTASSesuai tingkatanya dan salinan hasil verifikasi dan 1. KPU KM UMP menuangkan hasil verifikasi syarat administrasi dan penetapan calon
rekapitulasi disampaikan kepada pasangan calon. anggota deam u sesuai daerah piliuhan dalam Berita Acara Penetapan calon anggota
5. Dalam Pemilihan anggota dema u, Presiden dan Wakil Presiden BEM, calon anggota deam u
dema f, guberur dan Wakil Gubernur, serta FAKULTASsalinan hasil verifikasi dan 2. KPU KM UMP menuangkan hasil verifikasi syarat administrasi dan penetapan pasangan
rekapitulasi sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dipergunakan oleh pasangan calon calon dalam Berita Acara Penetapan pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden
perseorangan sebagai bukti pemenuhan persyaratan dukungan pencalonan. BEM KM UMP.
6. Mekanisme dan tata cara verifikasi dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan 3. Berdasarkan Berita Acara Penetapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1),dan (2) KPU
perundang-undangan KM UMP menetapkan paling sedikit sejumlah kursi anggota dema yang tersedia di
Pasal 34 daerah pilihan tersebiut untuk pemilahan anggota dema u , dan paling sedikit 2 (dua)
Pendaftaran Tambahan pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden BEM KM UMP dengan Keputusan
1. KPU MUNIV membuka pendaftarantambahan calon anggota dema univ dan Calon KPU KM UMP.
Presiden dan Calon Wakil Presiden BEM KM UMP 3x12 jam setelah masa pendaftaran 4. Calon anggota dema u dan Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil presiden yang
berakhir. telah ditetapkan oleh KPU KM UMP sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dilakukan
2. KPU MFakultasmembuka pendaftarantambahan pasangan calon anggota dema f dan pengundian nomor urut.
Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur BEM F1x24 jam setelah masa pendaftaran 5. Pengundian nomor urut Calon anggota dema dilaksanakan KPU KM UMP yang
disaksikan oleh partai atau gabungan partai, yang mengusung, calon perseorangan 4. Setiap orang atau lembaga dilarang memberi imbalan kepada partai atau gabungan
berdasarkan daerah pemilihannya partai dalam bentuk apapun dalam proses pencalonan anggota dema univ, calon
6. Pengundian nomor urut pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil presiden dilaksanakan presiden dan wakil presiden , calon anggota dema f, calon Gubernur dan Wakil
KPU KM UMP yang disaksikan oleh lembaga, gabungan lembaga, dan pasangan calon Gubernur bem f serta calon ketua FAKULTAS
perseorangan. 5. Dalam hal putusan DEMA KM UMP yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap
7. Nomor urut Calon anggota dema univ dan Presiden danpasangan Calon Wakil presiden menyatakan setiap orang atau partai, terbukti memberi imbalan pada proses pencalonan
bersifat tetap dan sebagai dasar KPU KM UMP dalam pengadaan surat suara. anggota dema univ, calon presiden dan wakil presiden , calon anggota dema f, calon
8. Pasangan Calon yang telah ditetapkan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diumumkan Gubernur dan Wakil Gubernur bem f serta calon ketua FAKULTAS maka penetapan
secara terbuka paling lambat 1 (satu) hari sejak tanggal penetapan. sebagai calon, Peserta pemilu dibatalkan.
9. Apa bila sampai akhir pendaftaran pasangan calon, hanya terdapat pasangan tunggal 6. Setiap partai atau gabungan partai yang terbukti menerima imbalan sebagaimana
maka pemilu tetap diselenggarakan dengan melawan kotak kosong. dimaksud pada ayat (1), dikenakan denda sebesar 10 (sepuluh) kali lipat dari nilai
imbalan yang diterima berlaku untuk pemilu di tingkat Universitas, Fakultas dan
BAB VII FAKULTAS.
SANKSI-SANKSI/BENTUK PELANGGARAN Pasal 38
Pasal 37 1. Partai atau gabungan partai dilarang menarik calon anggota dema univ, calon presiden
1. partai atau gabungan partaidilarang menerima imbalandalam bentuk apapun pada dan wakil presiden , calon anggota dema f, calon Gubernur dan Wakil Gubernur bem f
proses pencalonan anggota dema univ, calon presiden dan wakil presiden , calon serta calon ketua FAKULTASterhitung sejak ditetapkan sebagai pasangan calon oleh
anggota dema f, calon Gubernur dan Wakil Gubernur bem f serta calon ketua KPU KM UMP.
FAKULTAS. 2. Dalam hal Partai atau gabungan partaimenarik baik calon anggota dema univ, calon
2. Dalam hal partai atau gabungan partaiterbukti menerima imbalan sebagaimana presiden dan wakil presiden , calon anggota dema f, calon Gubernur dan Wakil
dimaksud pada ayat (1), Partai atau gabungan partaiyang bersangkutan dilarang Gubernur bem f serta calon ketua FAKULTASdan/atau calon dan pasangan calon
mengajukan calon di KM UMP baik di tingkat Universitas, Fakultas maupun mengundurkan diri sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Partai atau gabungan
FAKULTAS selama 3 tahun partaiyang mencalonkan tidak dapat mengusulkan pasangan calon pengganti.
3. Partai atau gabungan partaiyang menerima imbalan sebagaimana dimaksud pada ayat 3. Pasangan Calon perseorangan dilarang mengundurkan diri terhitung sejak ditetapkan
(2) harus dibuktikan dengan putusan DEMA KM UMP yang telah memperoleh sebagai peserta pemilu oleh KPU M UNIVERSTAS, KPU M F, KPU M FAKULTAS
kekuatan hukum tetap. 4. Dalam hal calon perseorangan mengundurkan diri dari Pencalona anggota dema univ
pencalonan pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil presiden, Pencalona anggota anggota dema f, calon Gubernur dan Wakil Gubernur bem f serta calon ketua
dema F pencalonan pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur serta FAKULTASberhalangan tetap pada saat dimulainya Kampanye sampai hari pemungutan
pencalonan ketua FAKULTAS. setelah ditetapkan oleh KPU sebagai peserta pemilu suara dan terdapat, pemenuhan kuota sesuai jumlah kursi yang tersedia atau lebih untuk
baik di tingkat univ, Fakultas maupun Fakultascalon terkait dikenai sanksi berupa jabatan legislatif, dan 2 (dua) pasangan calon atau lebih untuk jabatan eksekutif, tahapan
pencabutan hak suara dan pelarangan mencalonkan kembali pada perode selanjutnya. pelaksanaan Pemilihan dilanjutkan dan pasangan calon yang berhalangan tetap tidak
Pasal 39 dapat diganti serta dinyatakan gugur.
1. Dalam hal calon baik calon anggota dema univ, calon presiden dan wakil presiden, calon Pasal 40
anggota dema f, calon Gubernur dan Wakil Gubernur bem f serta calon ketua Pemilih
FAKULTAS. berhalangan tetap sejak penetapan pasangan calon sampai pada saat 1. Untuk dapat menggunakan hak memilih, mahasiswa UMP harus terdaftar sebagai
dimulainya hari Kampanye, partai atau gabungan partaiyang pasangan calonnya PemilihdanmenunjukanKartuIdentitas (ktm,bukti registrasi,sim,ktp dan kartu perpus
berhalangan tetap dapat mengusulkan pasangan calon pengganti paling lama 1 (satu) yang masih berlaku). dengan ketentuan sbb:
hari terhitung sejak pasangan calon berhalangan tetap. a. terdaftar sebagai pemilih di distrik terkait untuk memilih anggota dema Universitas
2. KPU M UMP, KPU M F dan KPU FAKULTAS, melakukan verifikasi persyaratan b. terdaftar sebagai pemilih presiden dan wakil presiden
administrasi pasangan calon pengganti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling lama c. terdaftar sebagai pemilih anggota dema f dan Gubernur bem f di Fakultas yang
1 (satu) hari terhitung sejak tanggal pengusulan. bersangkutan
3. Dalam hal pasangan calon pengganti berdasarkan hasil verifikasi administrasi memenuhi d. terdaftar sebagai pemilih ketua FAKULTAS di program studi terkait.
persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), paling lama 1 (satu) hari KPU M 2. Dalam hal mahasiswa UMP tidak terdaftar sebagai Pemilih sebagaimana dimaksud pada
UMP, KPU M F dan KPU FAKULTAS, menetapkannya sebagai Peserta pemilu. ayat (1), pada saat pemungutan suara menunjukkan Kartu Rencana Studi sesuai
4. Dalam hal calon baik calon anggota dema univ, calon presiden dan wakil presiden , semester yang sedang ditempuh.
calon anggota dema f, calon Gubernur dan Wakil Gubernur bem f serta calon ketua 3. Mahasiswa UMP yang tidak terdaftar dalam daftar Pemilih sebagaimna disebutkan
FAKULTAS berhalangan tetap sejak penetapan pasangan calon sampai pada saat dalam ayat (1) dan pada saat pemungutan suara tidak memenuhi syarat sebagaimana
dimulainya hari Kampanye sehingga jumlah pasangan calon kurang jumlah kursi yang dimaksud pada ayat (2), yang bersangkutan tidak dapat menggunakan hak pilinya.
disediakan untuk jabatan legislatif, dan kurang dari (dua) pasang dan/atau (2) orang
untuk jabatan eksekutif oleh karena itu, KPU KM UMP berhak dan wajib menetapkan
pasangan calon tersebut sebagai calon terpilih.
5. Dalam calon baik calon anggota dema univ, calon presiden dan wakil presiden , calon
BAB VIII a. Pertemuan terbatas
KAMPANYE b. Pertemuan tatap muka dan dialog.
Pasal 41 c. Debat publik/debat terbuka antarpasangan calon untuk calon presiden dan wakil
Bagian pertama presiden
Kampanye tingkat Universitas d. Penyebaran bahan Kampanye kepada umum;
1. Kampanye dilaksanakan sebagai wujud dari pendidikan politik kampus yang e. Pemasangan alat peraga;
dilaksanakan secara bertanggung jawab. f. Iklan dan media massa elektronik; dan/atau
2. Kampanye sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh KPU KM UMP g. Kegiatan lain yang tidak melanggar larangan Kampanye dan ketentuan peraturan
untuk Pemilihan calon anggota dema Universitas dan Presiden dan Wakil Presiden. perundang-undangan.
3. Jadwal pelaksanaan Kampanye ditetapkan oleh KPU KM UMP untuk Pemilihan 2. Kampanye sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, huruf e dan huruf f difasilitasi
anggota dema Universitas serta Presiden dan Wakil Presiden. oleh KPU KM UMP yang didanai oleh dana Kemahasiswaan.
4. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan Kampanye sebagaimana 3. Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan metode Kampanye diatur dengan Peraturan
dimaksud pada ayat (2) diatur dengan Peraturan KPU. KPU.
Pasal 42 Pasal 44
1. Calon anggota dema univ wajib menyampaikan visi dan misi yang disusun berdasarkan 1. Media elektronik dapat menyampaikan tema, materi, dan iklan Kampanye.
Kebutuhan Mahasiswa di daerah pemilihannya 2. Semua yang hadir dalam pertemuan terbatas yang diadakan oleh pasangan calon hanya
2. Pasangan calon presiden dan wakil presiden wajib menyampaikan visi dan misi yang dibenarkan membawa atau menggunakan tanda gambar dan/atau atribut pasangan calon
disusun berdasarkan Kebutuhan Mahasiswa KM UMP secara umum. dan partai yang bersangkutan.
3. Calon anggota dema Universitas dan Pasangan Calon presiden berhak untuk 3. KPU KM UMP berkoordinasi dengan DEMA KM UMP untuk menetapkan lokasi
mendapatkan informasi atau data dari penyelenggara pemilihan umum sesuai dengan pemasangan alat peraga untuk keperluan Kampanye.
ketentuan peraturan perundang-undangan. 4. Pemasangan alat peraga Kampanye sebagaimana dimaksud pada ayat (3) oleh KPU
4. Penyampaian materi Kampanye dilakukan dengan cara yang sopan, tertib, dan bersifat KM UMP dilaksanakan dengan mempertimbangkan etika, estetika, kebersihan, dan
edukatif. keindahan kampus atau kawasan setempat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
Pasal 43 undangan.
Jenis-Jenis Kampanye 5. Alat peraga Kampanye harus sudah dibersihkan paling lambat 1x24 jam sebelum hari
1. Kampanye dapat dilaksanakan melalui: pemungutan suara.
6. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemasangan alat peraga dan penyebaran bahan b. Memajukan pemikiran mahasiswa;
Kampanye diatur dengan Peraturan KPU. c. Meningkatkan pelayanan kampus kepada mahasiswa;
d. Menyelesaikan persoalan pendanaan lembaga kemahasiswaan;
Pasal 45 e. Memperkokoh Keluarga Mahasiswa Universitas Muhamadiyah Purwokerto.
Waktu Kampanye 5. Moderator dilarang memberikan komentar, penilaian, dan kesimpulan apapun terhadap
1. Kampanye yang dilakukan oleh partai dapat dilakukan setelah partai yang bersangkutan penyampaian materi debat dari setiap pasangan calon.
terdaftar dan ditetapkan oleh DEMA UMP Sebagai Partai Mahasiswa di KM UMP. Pasal 47
2. Kampanye partai merupakan wahana mempublikasi dan memperkenalkan partai Jenis-Jenis Pelanggaran Kampanye
mahasiswa dan para pengurus partai atau calon yang diusung sebagai calon persiapan Dalam Kampanye dilarang:
dari partai, dengan tidak ditumpangi kepentingan yang memuat simbol atau atribut, 1. Mempersoalkan dasar negara Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara
lambang partai politik, organisasi masyarakat Republik Indonesia Tahun 1945;
3. Kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) dilaksanakan 1 (satu) hari 2. Menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon anggota dema baik didaerah
setelah penetapan pasangan calon peserta pemilihan sampai dengan dimulainya masa pilihan sendiri maupun daerah pilihan lain, Calon Presiden dan Wakil Presiden serta
tenang. lembaga kemahasiswaan;
4. Masa tenang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlangsung selama 2 (dua) hari 3. Melakukan Kampanye berupa menghasut, memfitnah, mengadu domba lembaga
sebelum hari pemungutan suara. kemahasiswaan dan/atau perseorangan;
Pasal 46 4. Menggunakan kekerasan, ancaman kekerasan atau menganjurkan penggunaan kekerasan
Debat Publik kepada perseorangan dan/atau lembaga kemahasiswaan;
1. Debat publik/debat terbuka antarcalon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat (1) 5. Mengganggu keamanan, ketenteraman, dan ketertiban umum;
huruf c dilaksanakan paling banyak 3 (tiga) kali oleh KPU KM UMP. 6. Mengancam dan menganjurkan penggunaan kekerasan untuk mengambil alih kekuasaan
2. Debat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipublikasikan menggunakan fasilitas dari pemerintahan yang sah;
kampus yang ada atau menggunakan media elektronik. 7. Merusak dan/atau menghilangkan alat peraga Kampanye;
3. Moderator debat ditentukan oleh KPU KM UMP UMP yang mempunyai integritas, 8. Menggunakan masjid KH Ahmad dahlandan, kantor pusat UMP.
jujur, simpatik, dan tidak memihak kepada salah satu calon. 9. Melakukan kegiatan Kampanye di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU KM
4. Materi debat adalah visi dan misi Calon Presiden dan Wakil Presiden dalam rangka: UMP.
a. Meningkatkan kesejahteraan mahasiswa;
Pasal 48 5. Pemberi sumbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) harus
1. Dalam Kampanye, calon anggota dema univ maupun pasangan calon presiden dilarang mencantumkan identitas yang jelas.
melibatkan: 6. Penggunaan dana Kampanye pasangan calon wajib dilaksanakan secara transparan dan
a. Dosen dan Karyawan UMP; dan akuntabel.
b. Organisasi Masyarakat atau organisasi eksternal kampus. 7. Pembatasan dana Kampanye Pemilihan ditetapkan oleh KPU KM UMP dengan batas
2. Anggota dema univ maupun Presiden dan Wakil Presiden, yang mencalonkan kembali maksimal Rp. 2.000.000,00 (dua juta rupiah) untuk satu orang calon anggota dema univ
pada daerah yang sama, dalam melaksanakan kampanye harus memenuhi ketentuan dan Rp. 4.000.000,00 (empat juta rupiah) untuk pasangan calon presiden
tidak menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatannya. Pasal 50
Pasal 49 1. Laporan sumbangan dana Kampanye dan RAB pengeluaran disampaikan oleh masing-
Dana Kampanye masing calon anggota dema univ kepada KPU KM UMP dalam waktu paling lama 1 x 12
1. Dana Kampanye pasangan calon yang diusulkan Partai atau gabungan partaidapat jam sebelum masa Kampanye dimulai danmelaporkanhasilpengeluaran dalam waktu
diperoleh dari: paling lama 1 x 12 jam sesudah masa Kampanye berakhir.
a. Sumbangan Partai dan/atau gabungan partai, yang mengusulkan pasangan calon; 2. Laporan sumbangan dana Kampanye dan RAB pengeluaran disampaikan oleh pasangan
dan/atau Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden BEM KM UMP kepada KPU KM UMP dalam
b. Sumbangan pihak lain yang tidak mengikat yang berasal dari sumbangan waktu paling lama 1 x 12 jam sebelum masa Kampanye dimulai
perseorangan. danmelaporkanhasilpengeluaran dalam waktu paling lama 1 x 12 jam sesudah masa
2. Dana Kampanye pasangan calon perseorangan dapat diperoleh dari sumbangan pihak Kampanye berakhir.
lain yang tidak mengikat yang berasal dari sumbangan perseorangan. 3. Dalam hal calon anggota dema dan pasangan calon presiden tidak melaksanakan
3. Sumbangan dana Kampanye sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a paling banyak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) dianggap tidak lolos menjadi peserta
Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) dan ayat (1) huruf b dan ayat (2) dari pemilwa KM UMP dan/atau tidak lolos untuk menjadi anggota dema univ serta Presiden
perseorangan paling banyak Rp. 400.000,00 (empat ratus ribu rupiah). dan Wakil Presiden BEM KM UMP terpilih.
4. Partai atau gabungan partai yang mengusulkan pasangan calon dan pasangan calon 4. KPU KM UMP wajib menyerahkan laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2)
perseorangan dapat menerima dan/atau menyetujui pembiayaan bukan dalam bentuk kepada DEMA KM UMP untuk diaudit paling lama 1 x 12 jam setelah KPU KM UMP
uang secara langsung untuk kegiatan Kampanye yang jika dikonversi berdasar harga menerima dari masing-masing pasangan calon.
pasar nilainya tidak melebihi sumbangan dana Kampanye sebagaimana dimaksud pada 5. DEMA KM UMP wajib menyelesaikan audit paling lama 1 x 12 jam terhitung sejak
ayat (3). laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dari KPU KM UMP diterima.
6. Hasil audit sebagaimana dimaksud pada ayat (4) diumumkan oleh KPU KM UMP paling Pasal 52
lambat 1 x 12 jam setelah KPU KM UMP menerima laporan hasil audit dari DEMA KM Bagian kedua
UMP. Kampanye tingkat Fakultas
7. Ketentuan lebih lanjut mengenai sumbangan dan pengeluaran dana Kampanye pasangan 1. Kampanye dilaksanakan sebagai wujud dari pendidikan politik kampus yang
calon diatur dengan Peraturan KPU. dilaksanakan secara bertanggung jawab di Fakultas masing-masing .
Pasal 51 2. Kampanye sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh KPU M F untuk
1. Partai atau gabungan partai yang mengusulkan calon anggota dema univ serta pasangan Pemilihan calon anggota dema Fakultas danGubernurdan Wakil Gubernur.
calon dan pasangan calon perseorangan dilarang menerima sumbangan atau bantuan lain 3. Jadwal pelaksanaan Kampanye ditetapkan oleh KPU M F untuk calon anggota dema
untuk Kampanye yang berasal dari: Fakultas danGubernurdan Wakil Gubernur
a. Dosen dan Karyawan UMP, Organisasi Masyarakat, dan Organisasi Eksternal 4. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan Kampanye sebagaimana
Kampus; dimaksud pada ayat (2) diatur dengan Peraturan KPU.
b. Penyumbang atau pemberi bantuan yang tidak jelas identitasnya; Pasal 53
2. Partai atau gabungan partai yang mengusulkan calon anggota dema univ serta pasangan 1. Setiap calon anggota dema Fakultas dan Pasangan calon Gubernurwajib menyampaikan
calon dan pasangan calon perseorangan yang menerima sumbangan sebagaimana visi dan misi yang disusun berdasarkan Kebutuhan Mahasiswa di Fakultas bersangkutan
dimaksud pada ayat (1) tidak dibenarkan menggunakan dana tersebut dan wajib secara umum.
melaporkannya kepada KPU KM UMP paling lambat 1 (satu) hari setelah masa 2. Setiap calon anggota dema Fakultas dan Pasangan calon Gubernur berhak untuk
Kampanye berakhir dan menyerahkan sumbangan tersebut kepada kas KM UMP. mendapatkan informasi atau data dari penyelenggara pemilihan umum sesuai dengan
3. Dana yang dimaksud pada ayat (2) sementara dipegang oleh DEMA KM UMP. ketentuan peraturan perundang-undangan.
4. Partai atau gabungan partai yang mengusulkan calon, yang melanggar ketentuan 3. Penyampaian materi Kampanye dilakukan dengan cara yang sopan, tertib, dan bersifat
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenai sanksi berupa pembatalan pasangan calon edukatif.
yang diusulkan. Pasal 54
5. Pasangan calon yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenai Jenis-Jenis Kampanye
sanksi berupa pembatalan sebagai calon peserta pemilu . 4. Kampanye dapat dilaksanakan melalui:
6. Pembatalan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) dilakukan oleh KPU KM a. Pertemuan terbatas
UMP dengan bukti penetapan surat putusan KPU yang diketahui oleh DEMA UMP. b. Pertemuan tatap muka dan dialog.
c. Debat publik/debat terbuka antarpasangan calonGubernur
d. Penyebaran bahan Kampanye kepada umum; terdaftar dan ditetapkan oleh DEMA UMP Sebagai Partai Mahasiswa di KM UMP.
e. Pemasangan alat peraga; 2. Kampanye partai merupakan wahana mempublikasi dan memperkenalkan partai
f. Iklan dan media massa elektronik; dan/atau mahasiswa dan para pengurus partai atau calon yang diusung sebagai calon persiapan
g. Kegiatan lain yang tidak melanggar larangan Kampanye dan ketentuan peraturan dari partai, dengan tidak ditumpangi kepentingan yang memuat simbol atau atribut,
perundang-undangan. lambang partai politik, organisasi masyarakat
5. Kampanye sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, huruf e dan huruf f difasilitasi 3. Kampanye calon anggota dema Fakultas dan pasangan calon Gubernurmerupakan
oleh KPU M F yang didanai oleh dana Kemahasiswaan. wahana mempublikasi dan memperkenalkan calon kepada mahasiswa secara umum di
6. Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan metode Kampanye diatur dengan Peraturan masing-masing Fakultas bersangkutan.
KPU M F. 4. Kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 ayat (3) dilaksanakan 1 (satu) hari
Pasal 55 setelah penetapan calon anggota dema f dan pasangan calon peserta pemilihan sampai
1. Media elektronik dapat menyampaikan tema, materi, dan iklan Kampanye. dengan dimulainya masa tenang.
2. Semua yang hadir dalam pertemuan terbatas yang diadakan oleh Calon anggota dema 5. Masa tenang sebagaimana dimaksud pada ayat (4) berlangsung selama 2 (dua) hari
faakultas dan pasangan calon Gubernurhanya dibenarkan membawa atau menggunakan sebelum hari pemungutan suara.
tanda gambar dan/atau atribut pasangan calon dan partai yang bersangkutan. Pasal 57
3. KPU M Fberkoordinasi dengan DEMA F Terkait, untuk menetapkan lokasi pemasangan Debat Publik
alat peraga untuk keperluan Kampanye. 1. Debat publik/debat terbuka antarcalon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 ayat (1)
4. Pemasangan alat peraga Kampanye sebagaimana dimaksud pada ayat (3) oleh KPU huruf c dilaksanakan paling banyak 3 (tiga) kali oleh KPU M F.
M F dilaksanakan dengan mempertimbangkan etika, estetika, kebersihan, dan keindahan 2. Debat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipublikasikan menggunakan fasilitas
kampus atau kawasan setempat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. kampus yang ada atau menggunakan media elektronik.
5. Alat peraga Kampanye harus sudah dibersihkan paling lambat 1x24 jam sebelum hari 3. Moderator debat ditentukan oleh KPU M F yang mempunyai integritas, jujur, simpatik,
pemungutan suara. dan tidak memihak kepada salah satu calon.
6. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemasangan alat peraga dan penyebaran bahan 4. Materi debat adalah visi dan misi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dalam rangka:
Kampanye diatur dengan Peraturan KPU M F a. Meningkatkan kesejahteraan mahasiswa di Fakultas masing-masing;
Pasal 56 b. Memajukan pemikiran mahasiswa;
Waktu Kampanye c. Meningkatkan pelayanan Fakultas kepada mahasiswa;
1. Kampanye yang dilakukan oleh partai dapat dilakukan setelah partai yang bersangkutan d. Menyelesaikan persoalan pendanaan lembaga kemahasiswaan ditingkat Fakultas;
e. Memperkokoh Keluarga Mahasiswa Universitas Muhamadiyah Purwokerto pada daerah yang sama, dalam melaksanakan kampanye harus memenuhi ketentuan
khususnya di Fakultas bersangkutan. tidak menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatannya.
5. Moderator dilarang memberikan komentar, penilaian, dan kesimpulan apapun terhadap Pasal 60
penyampaian materi debat dari setiap pasangan calon. Dana Kampanye
Pasal 58 1. Dana Kampanye pasangan calon yang diusulkan Partai atau gabungan partaidapat
Jenis-Jenis Pelanggaran Kampanye diperoleh dari:
Dalam Kampanye dilarang: a. Sumbangan lembaga dan/atau gabungan lembaga di kampus, yang mengusulkan
1. Mempersoalkan dasar negara Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar pasangan calon; dan/atau
Negara Republik Indonesia Tahun 1945; b. Sumbangan pihak lain yang tidak mengikat yang berasal dari sumbangan
2. Menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, Calon Presiden dan Wakil perseorangan.
Presiden serta lembaga kemahasiswaan; 2. Dana Kampanye pasangan calon perseorangan dapat diperoleh dari sumbangan pihak
3. Melakukan Kampanye berupa menghasut, memfitnah, mengadu domba lembaga lain yang tidak mengikat yang berasal dari sumbangan perseorangan.
kemahasiswaan dan/atau perseorangan; 3. Sumbangan dana Kampanye sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a paling banyak
4. Menggunakan kekerasan, ancaman kekerasan atau menganjurkan penggunaan Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) dan ayat (1) huruf b dan ayat (2) dari
kekerasan kepada perseorangan dan/atau lembaga kemahasiswaan; perseorangan paling banyak Rp. 200.000,00 (dua ratus ribu rupiah).
5. Mengganggu keamanan, ketenteraman, dan ketertiban umum; 4. Partai atau gabungan partai yang mengusulkan pasangan calon dan pasangan calon
6. Mengancam dan menganjurkan penggunaan kekerasan untuk mengambil alih perseorangan dapat menerima dan/atau menyetujui pembiayaan bukan dalam bentuk
kekuasaan dari pemerintahan yang sah; uang secara langsung untuk kegiatan Kampanye yang jika dikonversi berdasar harga
7. Merusak dan/atau menghilangkan alat peraga Kampanye; pasar nilainya tidak melebihi sumbangan dana Kampanye sebagaimana dimaksud pada
8. Menggunakan masjid KH Ahmad dahlandan, kantor pusat UMP. ayat (3).
9. Melakukan kegiatan Kampanye di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU M F. 5. Pemberi sumbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) harus
Pasal 59 mencantumkan identitas yang jelas.
1. Dalam Kampanye, pasangan calon dilarang melibatkan: 6. Penggunaan dana Kampanye pasangan calon wajib dilaksanakan secara transparan dan
a. Dosen dan Karyawan UMP; dan akuntabel.
b. Organisasi Masyarakat atau organisasi eksternal kampus. 7. Pembatasan dana Kampanye Pemilihan ditetapkan oleh KPU M Fdengan batas
2. Anggota dema Fakultas dan Gubernurdan Wakil Gubernur, yang mencalonkan kembali maksimal Rp. 3.000.000,00 (tiga juta rupiah).
b. Penyumbang atau pemberi bantuan yang tidak jelas identitasnya;
Pasal 61 2. Partai atau gabungan partai yang mengusulkan pasangan calon dan pasangan calon
1. Laporan sumbangan dana Kampanye dan RAB pengeluaran disampaikan oleh calon perseorangan yang menerima sumbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak
anggota dema Fakultas, pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur UMP dibenarkan menggunakan dana tersebut dan wajib melaporkannya kepada KPU M
kepada KPU M F dalam waktu paling lama 1 x 12 jam sebelum masa Kampanye dimulai Fpaling lambat 1 (satu) hari setelah masa Kampanye berakhir dan menyerahkan
danmelaporkanhasilpengeluaran dalam waktu paling lama 1 x 12 jam sesudah masa sumbangan tersebut kepada kas Fakultas
Kampanye berakhir. 3. Dana yang dimaksud pada ayat (2) sementara dipegang oleh DEMA F.
2. Dalam haloleh calon anggota dema Fakultas, pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil 4. Lembaga dan/atau gabungan Lembaga yang mengusulkan pasangan calon, yang
Gubernur tidak melaksanakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dianggap tidak lolos melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenai sanksi berupa
menjadi peserta pemilwa dan/atau tidak lolos untuk menjadi anggota dema f dan pembatalan pasangan calon yang diusulkan.
GubernurWakil Gubernur terpilih. 5. Pasangan calon yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenai
3. KPU M F wajib menyerahkan laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada sanksi berupa pembatalan sebagai pasangan calon.
DEMA F untuk diaudit paling lama 1 x 12 jam setelah KPU M F menerima dari masing- 6. Pembatalan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) dilakukan oleh KPU M F
masing pasangan calon. engan bukti penetapan surat putusan KPU yang diketahui oleh DEMA F MP.
4. DEMA F wajib menyelesaikan audit paling lama 1 x 12 jam terhitung sejak laporan
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dari KPU M Fditerima. Pasal 63
5. Hasil audit sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diumumkan oleh KPU M F paling 1. Jumlah, lokasi, bentuk, dan tata letak TPS ditetapkan oleh KPU M F .
lambat 1 x 12 jam setelah KPU M F menerima laporan hasil audit dari DEMA F. 2. Jumlah surat suara di setiap TPS sama dengan jumlah Pemilih yang tercantum di dalam
6. Ketentuan lebih lanjut mengenai sumbangan dan pengeluaran dana Kampanye pasangan Daftar Pemilih.
calon diatur dengan Peraturan KPU. 3. Dalam menentukan jumlah surat suara di setiap TPS sebagaimana dimaksud pada ayat
Pasal 62 (2) dapat disesuaikan dengan perkiraan jumlah pemilih oleh KPU M F .
1. Partai atau gabungan partai yang mengusulkan pasangan calon dan pasangan calon
perseorangan dilarang menerima sumbangan atau bantuan lain untuk Kampanye yang
berasal dari:
a. Dosen dan Karyawan UMP, Organisasi Masyarakat, dan Organisasi Eksternal
Kampus;
Pasal 64 anggota dema Fakultas danGubernurdan Wakil Gubernur
Tim Sukses 4. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan Kampanye sebagaimana
1. Tim sukses adalah mahasiswa aktifFakultas terkait yang mengelola segala bentuk dimaksud pada ayat (2) diatur dengan Peraturan KPU.
aktivitas kampanye dari calon anggota dema Fakultas, pasangan Calon Gubernur dan Pasal 66
Calon Wakil Gubernur 1. Setiap Ketua FAKULTASwajib menyampaikan visi dan misi yang disusun berdasarkan
2. Tim sukses wajib dimiliki calon anggota dema Fakultas, pasangan Calon Gubernur dan Kebutuhan Mahasiswa di Fakultas bersangkutan secara umum.
Calon Wakil Gubernur. 2. Setiap Ketua FAKULTASberhak untuk mendapatkan informasi atau data dari
3. Jumlah anggota tim sukses calon anggota dema Fakultas, pasangan Calon Gubernur dan penyelenggara pemilihan umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
Calon Wakil Gubernur paling sedikit 1 orang dan paling banyak 5 orang. undangan.
4. Setiap anggota tim sukses calon anggota dema Fakultas, pasangan Calon Gubernur dan 3. Penyampaian materi Kampanye dilakukan dengan cara yang sopan, tertib, dan bersifat
Calon Wakil Gubernur harus didaftarkan oleh pasangan calon secara langsung dan edukatif.
administratif kepada KPU M F . Pasal 67
5. Pendaftara Tim Sukses sebagaimana dimaksud pada ayat (4) wajib dilengkapi dengan Jenis-Jenis Kampanye
identitas diri berupa foto copy KTM,KTP,SIM, pihak terkait. 1. Kampanye dapat dilaksanakan melalui:
6. Tim sukses wajib mengikuti seluruh peraturan dan mekanisme Pemilwa UMP dibawah a. Pertemuan terbatas
tanggung jawab dari calon anggota dema Fakultas, pasangan Calon Gubernur dan Calon b. Pertemuan tatap muka dan dialog.
Wakil Gubernur c. Debat publik/debat terbuka antarpasangan calonGubernur
Pasal 65 d. Penyebaran bahan Kampanye kepada umum;
Bagian Ketiga e. Pemasangan alat peraga;
Kampanye tingkat FAKULTAS f. Iklan dan media massa elektronik; dan/atau
1. Kampanye dilaksanakan sebagai wujud dari pendidikan politik kampus yang g. Kegiatan lain yang tidak melanggar larangan Kampanye dan ketentuan peraturan
dilaksanakan secara bertanggung jawab di FAKULTAS masing-masing . perundang-undangan.
2. Kampanye sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh KPU 2. Kampanye sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, huruf e dan huruf f difasilitasi
FAKULTASuntuk Pemilihan calon anggota dema Fakultas danGubernurdan Wakil oleh KPU FAKULTASyang didanai oleh dana Kemahasiswaan.
Gubernur. 3. Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan metode Kampanye diatur dengan Peraturan
3. Jadwal pelaksanaan Kampanye ditetapkan oleh KPU FAKULTASuntuk calon KPU M F.
Pasal 68 setelah penetapan calon anggota dema f dan pasangan calon peserta pemilihan sampai
1. Media elektronik dapat menyampaikan tema, materi, dan iklan Kampanye. dengan dimulainya masa tenang.
2. Semua yang hadir dalam pertemuan terbatas yang diadakan oleh Calon Ketua 5. Masa tenang sebagaimana dimaksud pada ayat (4) berlangsung selama 2 (dua) hari
FAKULTAShanya dibenarkan membawa atau menggunakan tanda gambar dan/atau sebelum hari pemungutan suara.
atribut pasangan calon dan partai yang bersangkutan. Pasal 70
3. KPU FAKULTASberkoordinasi dengan DEMA F Terkait, untuk menetapkan lokasi Debat Publik
pemasangan alat peraga untuk keperluan Kampanye. 1. Debat publik/debat terbuka antarcalon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 ayat (1)
4. Pemasangan alat peraga Kampanye sebagaimana dimaksud pada ayat (3) oleh KPU huruf c dilaksanakan paling banyak 3 (tiga) kali oleh KPU M F.
FAKULTAS dilaksanakan dengan mempertimbangkan etika, estetika, kebersihan, dan 2. Debat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipublikasikan menggunakan fasilitas
keindahan kampus atau kawasan setempat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- kampus yang ada atau menggunakan media elektronik.
undangan. 3. Moderator debat ditentukan oleh KPU FAKULTASyang mempunyai integritas, jujur,
5. Alat peraga Kampanye harus sudah dibersihkan paling lambat 1x24 jam sebelum hari simpatik, dan tidak memihak kepada salah satu calon.
pemungutan suara. 4. Materi debat adalah visi dan misi calon ketua FAKULTASdalam rangka:
6. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemasangan alat peraga dan penyebaran bahan a. Meningkatkan kesejahteraan mahasiswa di Fakultas masing-masing;
Kampanye diatur dengan Peraturan KPU FAKULTAS b. Memajukan pemikiran mahasiswa;
Pasal 69 c. Meningkatkan pelayanan Fakultas kepada mahasiswa;
Waktu Kampanye d. Menyelesaikan persoalan pendanaan lembaga kemahasiswaan ditingkat Fakultas;
1. Kampanye yang dilakukan oleh partai dapat dilakukan setelah partai yang bersangkutan e. Memperkokoh Keluarga Mahasiswa Universitas Muhamadiyah Purwokerto
terdaftar dan ditetapkan oleh DEMA UMP Sebagai Partai Mahasiswa di KM UMP. khususnya di Fakultas bersangkutan.
2. Kampanye partai merupakan wahana mempublikasi dan memperkenalkan partai 5. Moderator dilarang memberikan komentar, penilaian, dan kesimpulan apapun terhadap
mahasiswa dan para pengurus partai atau calon yang diusung sebagai calon persiapan penyampaian materi debat dari setiap pasangan calon.
dari partai, dengan tidak ditumpangi kepentingan yang memuat simbol atau atribut, Pasal 71
lambang partai politik, organisasi masyarakat Jenis-Jenis Pelanggaran Kampanye
3. Kampanye Ketua FAKULTASmerupakan wahana mempublikasi dan memperkenalkan Dalam Kampanye dilarang:
calon kepada mahasiswa secara umum di masing-masing Fakultas bersangkutan. 1. Mempersoalkan dasar negara Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar
4. Kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 ayat (3) dilaksanakan 1 (satu) hari Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon ketua FAKULTASserta b. Sumbangan pihak lain yang tidak mengikat yang berasal dari sumbangan
lembaga kemahasiswaan; perseorangan.
3. Melakukan Kampanye berupa menghasut, memfitnah, mengadu domba lembaga 2. Dana Kampanye pasangan calon perseorangan dapat diperoleh dari sumbangan pihak
kemahasiswaan dan/atau perseorangan; lain yang tidak mengikat yang berasal dari sumbangan perseorangan.
4. Menggunakan kekerasan, ancaman kekerasan atau menganjurkan penggunaan 3. Sumbangan dana Kampanye sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a paling banyak
kekerasan kepada perseorangan dan/atau lembaga kemahasiswaan; Rp. 200.000,00 (Dua ratus ribu rupiah) dan ayat (1) huruf b dan ayat (2) dari
5. Mengganggu keamanan, ketenteraman, dan ketertiban umum; perseorangan paling banyak Rp. 100.000,00 (seratus ribu rupiah).
6. Mengancam dan menganjurkan penggunaan kekerasan untuk mengambil alih 4. Partai atau gabungan partai yang mengusulkan pasangan calon dan pasangan calon
kekuasaan dari pemerintahan yang sah; perseorangan dapat menerima dan/atau menyetujui pembiayaan bukan dalam bentuk
7. Merusak dan/atau menghilangkan alat peraga Kampanye; uang secara langsung untuk kegiatan Kampanye yang jika dikonversi berdasar harga
8. Menggunakan masjid KH Ahmad dahlandan, kantor pusat UMP. pasar nilainya tidak melebihi sumbangan dana Kampanye sebagaimana dimaksud pada
9. Melakukan kegiatan Kampanye di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU ayat (3).
FAKULTAS. 5. Pemberi sumbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) harus
Pasal 72 mencantumkan identitas yang jelas.
1. Dalam Kampanye, pasangan calon dilarang melibatkan: 6. Penggunaan dana Kampanye pasangan calon wajib dilaksanakan secara transparan dan
a. Dosen dan Karyawan UMP; dan akuntabel.
b. Organisasi Masyarakat atau organisasi eksternal kampus. 7. Pembatasan dana Kampanye Pemilihan ditetapkan oleh KPU FAKULTAS dengan
2. Ketua FAKULTAS, yang mencalonkan kembali pada daerah yang sama, dalam batas maksimal Rp. 1.500.000,00 (satu juta limaratus ribu rupiah).
melaksanakan kampanye harus memenuhi ketentuan tidak menggunakan fasilitas yang Pasal 74
terkait dengan jabatannya. 1. Laporan sumbangan dana Kampanye dan RAB pengeluaran disampaikan oleh calon
Pasal 73 pasangan Calon Ketua FAKULTAS kepada KPU FAKULTASdalam waktu paling lama
Dana Kampanye 1 x 12 jam sebelum masa Kampanye dimulai danmelaporkanhasilpengeluaran dalam
1. Dana Kampanye pasangan calon yang diusulkan Partai atau gabungan partaidapat waktu paling lama 1 x 12 jam sesudah masa Kampanye berakhir.
diperoleh dari: 2. Dalam haloleh calon anggota dema Fakultas, pasangan Calon Ketua FAKULTAS tidak
a. Sumbangan lembaga dan/atau gabungan lembaga di kampus, yang mengusulkan melaksanakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dianggap tidak lolos menjadi
pasangan calon; dan/atau peserta pemilwa dan/atau tidak lolos untuk menjadi ketua FAKULTAS terpilih.
3. KPU FAKULTASwajib menyerahkan laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) 5. Pasangan calon yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenai
kepada DEMA F untuk diaudit paling lama 1 x 12 jam setelah KPU sanksi berupa pembatalan sebagai pasangan calon.
FAKULTASmenerima dari masing-masing pasangan calon. 6. Pembatalan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) dilakukan oleh KPU
4. DEMA F wajib menyelesaikan audit paling lama 1 x 12 jam terhitung sejak laporan FAKULTASengan bukti penetapan surat putusan KPU yang diketahui oleh DEMA F
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dari KPU M F diterima.
5. Hasil audit sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diumumkan oleh KPU
FAKULTASpaling lambat 1 x 12 jam setelah KPU FAKULTASmenerima laporan hasil Pasal 76
audit dari DEMA F. 4. Jumlah, lokasi, bentuk, dan tata letak TPS ditetapkan oleh KPU FAKULTAS.
6. Ketentuan lebih lanjut mengenai sumbangan dan pengeluaran dana Kampanye pasangan 5. Jumlah surat suara di setiap TPS sama dengan jumlah Pemilih yang tercantum di dalam
calon diatur dengan Peraturan KPU. Daftar Pemilih.
Pasal 75 6. Dalam menentukan jumlah surat suara di setiap TPS sebagaimana dimaksud pada ayat
1. Partai atau gabungan partai yang mengusulkan pasangan calon dan pasangan calon (2) dapat disesuaikan dengan perkiraan jumlah pemilih oleh KPU FAKULTAS.
perseorangan dilarang menerima sumbangan atau bantuan lain untuk Kampanye yang
berasal dari: Pasal 77
a. Dosen dan Karyawan UMP, Organisasi Masyarakat, dan Organisasi Eksternal Tim Sukses
Kampus; 1. Tim sukses adalah mahasiswa aktif PRODI terkait yang mengelola segala bentuk
b. Penyumbang atau pemberi bantuan yang tidak jelas identitasnya; aktivitas kampanye dari calon Calon Ketua FAKULTAS
2. Partai atau gabungan partai yang mengusulkan pasangan calon dan pasangan calon 2. Tim sukses wajib dimiliki Calon Ketua FAKULTAS.
perseorangan yang menerima sumbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak 3. Jumlah anggota tim sukses pasangan Calon Ketua FAKULTAS paling sedikit 1 orang
dibenarkan menggunakan dana tersebut dan wajib melaporkannya kepada KPU M dan paling banyak 3 orang.
Fpaling lambat 1 (satu) hari setelah masa Kampanye berakhir dan menyerahkan 4. Setiap anggota tim sukses Calon Ketua FAKULTAS harus didaftarkan oleh pasangan
sumbangan tersebut kepada kasFAKULTAS calon secara langsung dan administratif kepada KPU FAKULTAS.
3. Dana yang dimaksud pada ayat (2) sementara dipegang oleh DEMA F. 5. Pendaftara Tim Sukses sebagaimana dimaksud pada ayat (4) wajib dilengkapi dengan
4. Lembaga dan/atau gabungan Lembaga yang mengusulkan pasangan calon, yang identitas diri berupa foto copy KTM,KTP,SIM, pihak terkait.
melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenai sanksi berupa 6. Tim sukses wajib mengikuti seluruh peraturan dan mekanisme Pemilwa Yang ada di
pembatalan pasangan calon yang diusulkan. UMP dibawah tanggung jawab dari Calon Ketua FAKULTAS
b. Rapat pemungutan suara;
BAB IX c. Pengucapan sumpah atau janji anggota KPPS dan petugas ketenteraman, ketertiban,
PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA dan keamanan TPS;
Pasal 78 d. Penjelasan kepada Pemilih tentang tata cara pemungutan suara; dan
Pemungutan Suara e. Pelaksanaan pemberian suara.
1. Pelaksanaan Pemungutan suarabaik tingkat, Universitas, Fakultas maupun Pasal 80
FAKULTASdilaksanakan di TPS dipimpin oleh KPPS. 1. Sebelum melaksanakan pemungutan suara, KPPSUniversitas, KPPS Fakultas dan KPPS
2. Pemberian suara dilaksanakan oleh Pemilih. FAKULTAS wajib :
3. Pelaksanaan pemungutan suara disaksikan oleh saksi para calon. a. Membuka kotak suara;
4. Dalam pelaksanaan pemungutan suara ditemui belum adanya saksi pasangan calon maka b. Mengeluarkan seluruh isi kotak suara;
KPPS wajib menunggu atau mengkomunikasikan kepada pihak terkait selama 2x15 c. Mengidentifikasi jenis dokumen dan peralatan;
menit. d. Menghitung jumlah setiap jenis dokumen dan peralatan;
5. Saksi pasangan calon sebagaimana dimaksud pada ayat (3) harus menyerahkan mandat e. Memeriksa keadaan seluruh surat suara; dan
tertulis dari Para calon terkait f. Menyetempel dan menandatangani surat suara yang akan digunakan oleh Pemilih.
6. Penanganan ketenteraman, ketertiban, dan keamanan di setiap TPS dilaksanakan oleh 2 2. Kegiatan KPPS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dihadiri oleh saksi calon,
(dua) orang Panwaslu yang ditetapkan oleh BAWASLU sesuai tingkatan. panitia pengawas, pemantau, dan mahasiswa UMP.
7. Pengawasan pemungutan suara dilaksanakan oleh Panwaslu. 3. Kegiatan KPPS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib dibuatkan berita acara yang
8. Pemantauan pemungutan suara dilaksanakan oleh DEMA UMP, dan DEMA F sesuai ditandatangani oleh Ketua KPPS dan paling sedikit 2 (dua) anggota KPPS serta dapat
dengan tingkatan ditandatangani oleh saksi pasangan calon.
Pasal 79 4. Surat suara untuk Pemilihan dinyatakan sah jika surat suara distempel dan
1. Dalam rangka persiapan pemungutan suara, KPPS melakukan kegiatan yang meliputi: ditandatangani oleh Ketua KPPS.
a. Penyiapan TPS; 5. Pemilih yang berhak mengikuti pemungutan suara di TPS yaitu Pemilih yang terdaftar
b. Pengumuman dengan menempelkan nama dan foto calon dan pasangan calon di TPS pada daftar Pemilih tetap pada TPS yang bersangkutan; dan pemilih yang belumterdaftar
berserta visi dan misi masing-masing calon. Pasal 81
2. Dalam pelaksanaan pemungutan suara, KPPS melakukan kegiatan yang meliputi: Penghitungan Suara
a. Pemeriksaan persiapan akhir pemungutan suara; 1. Penghitungan suara di TPS dilakukan oleh KPPS setelah pemungutan suara berakhir.
2. Sebelum penghitungan suara dimulai, KPPS menghitung: 10. Dalam hal terdapat anggota KPPS dan saksi pasangan calon yang hadir, tetapi tidak
a. Jumlah Pemilih yang memberikan suara berdasarkan salinan daftar Pemilih tetap bersedia menandatangani sebagaimana dimaksud pada ayat (9), berita acara hasil
untuk TPS; penghitungan suara pasangan calon ditandatangani oleh anggota KPPS dan saksi
b. Jumlah Pemilih yang menggunakan dasar Kartu Rencana Studi; pasangan calon yang hadir yang bersedia menandatangani.
c. Jumlah surat suara yang ada di dalam kotak suara untuk selanjutnya di padakan 11. KPPS wajib memberikan 1 (satu) eksemplar salinan berita acara hasil penghitungan
dengan jumlah pemilih di TPS terkait; suara kepada saksi pasangan calon.
d. Jumlah surat suara yang tidak terpakai; dan Pasal 82
e. Jumlah surat suara yang dikembalikan oleh Pemilih karena rusak atau keliru Bagian pertama
ditandai. penghitungan suara tingkat Universitas
3. Dalam hal pemberian suara dilakukan dengan cara manual, penghitungan suara Dalam waktu paling lama 1 (satu) hari setelah pemungutan suara, KPPS wajib menyerahkan
dilakukan dengan cara manual. kepada KPU:
4. Penghitungan suara dilakukan sampai dengan selesai di TPS oleh KPPS dan dihadiri 1. surat suara Calon anggota DEMA U dari TPS di Daerah Pemilihannya dalam kotak
oleh saksi paara calon, Panwaslu, pemantau, dan mahasiswa UMP. suara tersegel; dan
5. Saksi para calon harus membawa surat mandat dari calon yang bersangkutan dan 2. surat suara pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden BEM KM UMP dari
menyerahkannya kepada Ketua KPPS. TPS dalam kotak suara tersegel; dan
6. Penghitungan suara dilakukan dengan cara yang memungkinkan saksi pasangan calon, 3. berita acara hasil penghitungan suara dari TPS di wilayahnya.
panwaslu, pemantau, dan mahasiswa UMP yang hadir dapat menyaksikan secara jelas Pasal 83
proses penghitungan suara. Rekapitulasi Jumlah Suara
7. Dalam hal terdapat proses penghitungan suara yang tidak sesuai dengan ketentuan 1. Setelah menerima berita acara hasil penghitungan suara dari KPPS, KPU KM UMP
peraturan perundang-undangan, saksi para calon yang hadir dapat mengajukan keberatan membuat berita acara penerimaan dan melakukan rekapitulasi jumlah suara serta dapat
kepada KPPS. dihadiri oleh saksi pasangan calon, Bawaslu, Panwaslu, DEMA KM UMP dan
8. Dalam hal keberatan yang diajukan oleh saksi pasangan calon sebagaimana dimaksud mahasiswa lainnya.
pada ayat (7) dapat diterima, KPPS seketika itu juga mengadakan pembetulan. 2. Saksi para calon harus membawa surat mandat dari calon yang bersangkutan dan
9. Segera setelah selesai penghitungan suara di TPS, KPPS membuat berita acara yang menyerahkannya kepada KPU KM UMP.
ditandatangani oleh Ketua KPPS dan paling sedikit 2 (dua) orang anggota KPPS serta 3. Dalam hal proses penghitungan suara oleh KPU KM UMP tidak sesuai dengan
dapat ditandatangani oleh saksi pasangan calon. peraturan perundang-undangan, saksi pasangan calon yang hadir dapat mengajukan
keberatan terhadap jalannya penghitungan suara kepada KPU KM UMP. dari distrik yang diwakilinya.
4. Dalam hal keberatan yang diajukan oleh saksi pasangan calon sebagaimana dimaksud 2. Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden BEM KM UMP yang memperoleh
pada ayat (3) dapat diterima, KPU KM UMP seketika itu juga mengadakan suara terbanyak ditetapkan sebagai pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden
pembetulan. BEM KM UMP terpilih.
5. Setelah selesai melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara yang berasal dari 3. Dalam hal terdapat jumlah perolehan suara yang sama untuk Pemilihan Presiden dan
seluruh TPSdalam wilayah kerja yang bersangkutan, KPU KM UMP membuat berita Wakil Presiden BEM KM UMP, maka dilakukan pemilihan ulang untuk Pasangan
acara hasil penghitungan suara yang ditandatangani oleh Ketua dan sekurang- Calon yang memperoleh suara yang sama.
kurangnya 2 (dua) orang anggota KPU KM UMP serta dapat ditandatangani oleh saksi Pasal 85
pasangan calon. Rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di KPU KM UMP dapat diulang jika terjadi
6. Dalam hal ketua dan anggota KPU dan saksi calon yang hadir, tetapi tidak bersedia keadaan sebagai berikut:
menandatangani sebagaimana dimaksud pada ayat (5), berita acara rekapitulasi hasil 1. Kerusuhan yang mengakibatkan rekapitulasi hasil penghitungan suara tidak dapat
penghitungan suara hasil penghitungan suara pasangan calon ditandatangani oleh dilanjutkan;
anggota KPU KM UMP dan saksi pasangan calon yang hadir yang bersedia 2. Rekapitulasi hasil penghitungan suara dilakukan secara tertutup;
menandatangani. 3. Rekapitulasi hasil penghitungan suara dilakukan di tempat yang kurang terang atau
7. KPU KM UMP wajib memberikan 1 (satu) eksemplar salinan berita acara hasil kurang mendapatkan penerangan cahaya;
penghitungan suara di KPU KM UMP kepada para pasangan calon atau saksi pasangan 4. Rekapitulasi hasil penghitungan suara dilakukan dengan suara yang kurang jelas;
calon, Bawaslu dan Panwaslu yang ditunjuk serta menempelkan 1 (satu) salinan berita 5. Rekapitulasi hasil penghitungan suara dicatat dengan tulisan yang kurang jelas;
acara hasil penghitungan suara pada papan pengumuman di KPU KM UMP selama 2 6. Saksi pasangan calon, Bawaslu, Panwaslu, dan mahasiswa lainnya tidak dapat
(dua) hari. menyaksikan proses rekapitulasi hasil penghitungan suara secara jelas; dan/atau
8. KPU wajib menyerahkan berita acara pemungutan suara hasil penghitungan suara 7. Rekapitulasi hasil penghitungan suara dilakukan di tempat lain di luar tempat dan
kepada DEMA KM UMP paling lambat 1 (satu) hari setelah berita acara dan hasil waktu yang telah ditentukan.
penghitungan suara dari KPU KM UMP selesai. Pasal 86
9. KPU KM UMP wajib menjaga dan mengamankan keutuhan kotak suara. 1. Dalam hal terjadi keadaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53, saksi para calon,
Pasal 84 Bawaslu, dan Panwaslu dapat mengusulkan untuk dilaksanakan rekapitulasi hasil
1. Calon anggota dema Universitas yang memperoleh jumlah suara terbanyak berdasarkan penghitungan suara ulang di KPU KM UMP.
jumlah kursi yang tersedia di daerahpemilihanya ditetapkan sebagai anggota dema uni 2. Rekapitulasi hasil penghitungan suara ulang di KPU KM UMP harus dilaksanakan dan
selesai pada hari yang sama dengan pelaksanaan rekapitulasi. Pasal 89
Pasal 87 Rekapitulasi Jumlah Suara
1. Untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan Pemilihan dapat melibatkan partisipasi 1. Setelah menerima berita acara hasil penghitungan suara dari KPPS, KPU M Fmembuat
mahasiswa. berita acara penerimaan dan melakukan rekapitulasi jumlah suara serta dapat dihadiri
2. Partisipasi mahasiswa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan dalam oleh saksi pasangan calon, Bawaslu, Panwaslu, DEMA F dan mahasiswa lainnya.
bentuk pengawasan pada setiap tahapan Pemilihan, sosialisasi Pemilihan, pendidikan 2. Saksi para calon harus membawa surat mandat dari calon yang bersangkutan dan
politik bagi Pemilih, survei atau jajak pendapat tentang Pemilihan, dan penghitungan menyerahkannya kepada KPU M F.
hasil Pemilihan. 3. Dalam hal proses penghitungan suara oleh KPU M F tidak sesuai dengan peraturan
3. Partisipasi mahasiswa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan dengan perundang-undangan, saksi paara calon yang hadir dapat mengajukan keberatan
ketentuan: terhadap jalannya penghitungan suara kepada KPU M F.
a. Bertujuan meningkatkan partisipasi politik mahasiswa secara luas. 4. Dalam hal keberatan yang diajukan oleh saksi pasangan calon sebagaimana dimaksud
b. Tidak mengganggu proses penyelenggaraan tahapan Pemilihan; pada ayat (3) dapat diterima, KPU M F seketika itu juga mengadakan pembetulan.
c. Tidak melakukan keberpihakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu calon 5. Setelah selesai melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara yang berasal dari
anggota dema univ dan salah satu pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil seluruh TPSdalam wilayah kerja yang bersangkutan, KPU M F membuat berita acara
Presiden BEM KM UMP hasil penghitungan suara yang ditandatangani oleh Ketua dan sekurang-kurangnya 2
d. Mendorong terwujudnya suasana yang kondusif bagi penyelenggaraan Pemilihan (dua) orang anggota KPU M F serta dapat ditandatangani oleh saksi pasangan calon.
yang aman, damai, tertib, dan lancar. 6. Dalam hal ketua dan anggota KPU dan saksi calon yang hadir, tetapi tidak bersedia
menandatangani sebagaimana dimaksud pada ayat (5), berita acara rekapitulasi hasil
Pasal 88 penghitungan suara hasil penghitungan suara pasangan calon ditandatangani oleh
Bagian kedua anggota KPU M F dan saksi pasangan calon yang hadir yang bersedia menandatangani.
penghitungan suara tingkat Fakultas 7. KPU M F wajib memberikan 1 (satu) eksemplar salinan berita acara hasil
Dalam waktu paling lama 1 (satu) hari setelah pemungutan suara, KPPS wajib menyerahkan penghitungan suara di KPU M F kepada para pasangan calon atau saksi pasangan
kepada KPU: calon, Bawaslu dan Panwaslu yang ditunjuk serta menempelkan 1 (satu) salinan berita
1. surat suara Calon anggota DEMA f dan surat suara pasangan Calon Gubernur dan acara hasil penghitungan suara pada papan pengumuman di KPU M F selama 2 (dua)
Wakil Gubernur BEM F dari TPS dalam kotak suara tersegel; dan hari.
2. berita acara hasil penghitungan suara dari TPS di wilayahnya. 8. KPU wajib menyerahkan berita acara pemungutan suara hasil penghitungan suara
kepada DEMA F paling lambat 1 (satu) hari setelah berita acara dan hasil yang telah ditentukan.
penghitungan suara dari KPU M F selesai. Pasal 92
9. KPU M F wajib menjaga dan mengamankan keutuhan kotak suara. 1. Dalam hal terjadi keadaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53, saksi para calon,
Pasal 90 Bawaslu, dan Panwaslu dapat mengusulkan untuk dilaksanakan rekapitulasi hasil
1. Calon anggota dema F yang memperoleh jumlah suara terbanyak berdasarkan jumlah penghitungan suara ulang di KPU KM UMP.
kursi yang tersedia di daerah pemilihanya ditetapkan sebagai anggota dema F dari 2. Rekapitulasi hasil penghitungan suara ulang di KPU M F harus dilaksanakan dan selesai
distrik yang diwakilinya. pada hari yang sama dengan pelaksanaan rekapitulasi.
2. Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur BEM F yang memperoleh suara Pasal 93
terbanyak ditetapkan sebagai pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur BEM F 1. Untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan Pemilihan dapat melibatkan partisipasi
terpilih. mahasiswa.
3. Dalam hal terdapat jumlah perolehan suara yang sama untuk Pemilihan Gubernur dan 2. Partisipasi mahasiswa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan dalam
Wakil Gubernur BEM F maka dilakukan pemilihan ulang untuk Pasangan Calon yang bentuk pengawasan pada setiap tahapan Pemilihan, sosialisasi Pemilihan, pendidikan
memperoleh suara yang sama. politik bagi Pemilih, survei atau jajak pendapat tentang Pemilihan, dan penghitungan
Pasal 91 hasil Pemilihan.
Rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di KPU M F dapat diulang jika terjadi 3. Partisipasi mahasiswa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan dengan
keadaan sebagai berikut: ketentuan:
1. Kerusuhan yang mengakibatkan rekapitulasi hasil penghitungan suara tidak dapat a. Bertujuan meningkatkan partisipasi politik mahasiswa secara luas.
dilanjutkan; b. Tidak mengganggu proses penyelenggaraan tahapan Pemilihan;
2. Rekapitulasi hasil penghitungan suara dilakukan secara tertutup; c. Tidak melakukan keberpihakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu calon
3. Rekapitulasi hasil penghitungan suara dilakukan di tempat yang kurang terang atau anggota dema univ dan salah satu pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur
kurang mendapatkan penerangan cahaya; BEM F
4. Rekapitulasi hasil penghitungan suara dilakukan dengan suara yang kurang jelas; d. Mendorong terwujudnya suasana yang kondusif bagi penyelenggaraan Pemilihan
5. Rekapitulasi hasil penghitungan suara dicatat dengan tulisan yang kurang jelas; yang aman, damai, tertib, dan lancar.
6. Saksi pasangan calon, Bawaslu, Panwaslu, dan mahasiswa lainnya tidak dapat
menyaksikan proses rekapitulasi hasil penghitungan suara secara jelas; dan/atau
7. Rekapitulasi hasil penghitungan suara dilakukan di tempat lain di luar tempat dan waktu
Pasal 94 6. Dalam hal ketua dan anggota KPU dan saksi calon yang hadir, tetapi tidak bersedia
Bagian ketiga menandatangani sebagaimana dimaksud pada ayat (5), berita acara rekapitulasi hasil
penghitungan suara tingkat FAKULTAS penghitungan suara hasil penghitungan suara pasangan calon ditandatangani oleh
Dalam waktu paling lama 1 (satu) hari setelah pemungutan suara, KPPS wajib menyerahkan anggota KPU FAKULTASdan saksi pasangan calon yang hadir yang bersedia
kepada KPU: menandatangani.
1. surat suara calon ketuas FAKULTAS dari TPS dalam kotak suara tersegel; dan 7. KPU FAKULTASwajib memberikan 1 (satu) eksemplar salinan berita acara hasil
2. berita acara hasil penghitungan suara dari TPS di wilayahnya. penghitungan suara di KPU FAKULTASkepada para pasangan calon atau saksi
Pasal 95 pasangan calon, Bawaslu dan Panwaslu yang ditunjuk serta menempelkan 1 (satu)
Rekapitulasi Jumlah Suara salinan berita acara hasil penghitungan suara pada papan pengumuman di KPU
1. Setelah menerima berita acara hasil penghitungan suara dari KPPS, KPU FAKULTASselama 2 (dua) hari.
FAKULTASmembuat berita acara penerimaan dan melakukan rekapitulasi jumlah 8. KPU wajib menyerahkan berita acara pemungutan suara hasil penghitungan suara
suara serta dapat dihadiri oleh saksi pasangan calon, Bawaslu, Panwaslu, DEMA F dan kepada DEMA F paling lambat 1 (satu) hari setelah berita acara dan hasil
mahasiswa lainnya. penghitungan suara dari KPU FAKULTASselesai.
2. Saksi calon harus membawa surat mandat dari calon yang bersangkutan dan 9. KPU FAKULTASwajib menjaga dan mengamankan keutuhan kotak suara.
menyerahkannya kepada KPU FAKULTAS. Pasal 96
3. Dalam hal proses penghitungan suara oleh KPU FAKULTAStidak sesuai dengan 1. Pasangan Calon ketua HMMPS yang memperoleh suara terbanyak ditetapkan sebagai
peraturan perundang-undangan, saksi para calon yang hadir dapat mengajukan pasangan Calon ketua HMMPS terpilih di FAKULTASnya
keberatan terhadap jalannya penghitungan suara kepada KPU FAKULTAS. 2. Dalam hal terdapat jumlah perolehan suara yang sama untuk Calon ketua HMMPS
4. Dalam hal keberatan yang diajukan oleh saksi pasangan calon sebagaimana dimaksud maka dilakukan pemilihan ulang untuk Pasangan Calon yang memperoleh suara yang
pada ayat (3) dapat diterima, KPU FAKULTASseketika itu juga mengadakan sama.
pembetulan. Pasal 97
5. Setelah selesai melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara yang berasal dari Rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di KPU FAKULTASdapat diulang jika
TPSdalam wilayah kerja yang bersangkutan, KPU FAKULTASmembuat berita acara terjadi keadaan sebagai berikut:
hasil penghitungan suara yang ditandatangani oleh Ketua dan sekurang-kurangnya 2 1. Kerusuhan yang mengakibatkan rekapitulasi hasil penghitungan suara tidak dapat
(dua) orang anggota KPU FAKULTASserta dapat ditandatangani oleh saksi pasangan dilanjutkan;
calon. 2. Rekapitulasi hasil penghitungan suara dilakukan secara tertutup;
3. Rekapitulasi hasil penghitungan suara dilakukan di tempat yang kurang terang atau Calon ketua HMMPS
kurang mendapatkan penerangan cahaya; h. Mendorong terwujudnya suasana yang kondusif bagi penyelenggaraan Pemilihan
4. Rekapitulasi hasil penghitungan suara dilakukan dengan suara yang kurang jelas; yang aman, damai, tertib, dan lancar.
5. Rekapitulasi hasil penghitungan suara dicatat dengan tulisan yang kurang jelas; BAB X
6. Saksi pasangan calon, Bawaslu, Panwaslu, dan mahasiswa lainnya tidak dapat SENGKETA PEMILIHAN UMUM
menyaksikan proses rekapitulasi hasil penghitungan suara secara jelas; dan/atau Pasal 100
7. Rekapitulasi hasil penghitungan suara dilakukan di tempat lain di luar tempat dan waktu Persengketaan Pemilu
yang telah ditentukan. 1. Bawaslu dan Panwaslu menerima laporan pelanggaran Pemilihan pada setiap tahapan
Pasal 98 penyelenggaraan Pemilihan.
1. Dalam hal terjadi keadaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53, saksi para calon, 2. Laporan pelanggaran Pemilihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat disampaikan
Bawaslu, dan Panwaslu dapat mengusulkan untuk dilaksanakan rekapitulasi hasil oleh:
penghitungan suara ulang di KPU FAKULTAS a. Mahasiswa UMP yang memiliki hak pilih pada Pemilihan setempat;
2. Rekapitulasi hasil penghitungan suara ulang di KPU FAKULTASharus dilaksanakan b. Pemantau Pemilihan; atau
dan selesai pada hari yang sama dengan pelaksanaan rekapitulasi. c. Peserta Pemilihan.
Pasal 99 3. Laporan pelanggaran Pemilihan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan
1. Untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan Pemilihan dapat melibatkan partisipasi secara tertulis yang memuat paling sedikit:
mahasiswa. a. Nama dan alamat pelapor;
2. Partisipasi mahasiswa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan dalam b. Pihak terlapor;
bentuk pengawasan pada setiap tahapan Pemilihan, sosialisasi Pemilihan, pendidikan c. Waktu dan tempat kejadian perkara; dan
politik bagi Pemilih, survei atau jajak pendapat tentang Pemilihan, dan penghitungan d. Uraian kejadian.
hasil Pemilihan. 4. Laporan pelanggaran Pemilihan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan
3. Partisipasi mahasiswa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan dengan paling lama 1 (satu) hari sejak diketahui dan/atau ditemukannya pelanggaran Pemilihan.
ketentuan: 5. Dalam hal laporan pelanggaran Pemilihan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) telah
e. Bertujuan meningkatkan partisipasi politik mahasiswa secara luas. dikaji dan terbukti kebenarannya, Bawaslu dan Panwaslu wajib menindaklanjuti laporan
f. Tidak mengganggu proses penyelenggaraan tahapan Pemilihan; paling lama 1 (satu) hari setelah laporan diterima.
g. Tidak melakukan keberpihakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu 6. Dalam hal diperlukan, Bawaslu dan Panwaslu dapat meminta keterangan tambahan dari
pelapor dalam waktu paling lama 1 (satu) hari. (satu kali dua belas) jam sejak diterimanya permohonan oleh DEMA KM UMP.
Pasal 101 6. DEMA KM UMP memutuskan perkara perselisihan sengketa hasil Pemilihan paling
Jenis Sengketa lama 2 (dua) hari sejak diterimanya permohonan.
Pelanggaran administrasi Pemilihan adalah pelanggaran yang meliputi tata cara, prosedur, 7. Putusan DEMA KM UMP sebagaimana dimaksud pada ayat (6) bersifat final dan
dan mekanisme yang berkaitan dengan administrasi pelaksanaan Pemilihan dalam setiap mengikat.
tahapan penyelenggaraan Pemilihan di luar tindak pidana Pemilihan dan pelanggaran kode 8. KPU KM UMP wajib menindaklanjuti putusan DEMA KM UMP.
etik penyelenggara Pemilihan.
Pasal 102 Pasal 104
Macam Sengketa Bagaian pertama
Sengketa Pemilihan terdiri atas: Mekanisme Penyelesaian Sengketa tingkat
a. Sengketa antarpeserta Pemilihan; dan 1. Perkara perselisihan hasil Pemilihan diperiksa dan diadili oleh DEMA F.
b. Sengketa antara Peserta Pemilihan dan penyelenggara Pemilihan sebagai akibat 2. Peserta Pemilihan dapat mengajukan permohonan pembatalan penetapan hasil
dikeluarkannya Keputusan KPU KM UMP. penghitungan perolehan suara oleh KPU M F kepada DEMA F.
Pasal 103 3. Peserta Pemilihan mengajukan permohonan kepada DEMA F sebagaimana
Bagaian pertama dimaksud pada ayat (2) paling lama 1 x 12 jam sejak diumumkan penetapan perolehan
Mekanisme Penyelesaian Sengketa tingkat Universitas suara hasil pemilihan oleh KPU KM UMP.
1. Perkara perselisihan hasil Pemilihan diperiksa dan diadili oleh DEMA KM UMP. 4. Pengajuan permohonan dilengkapi alat bukti dan Keputusan KPU M F tentang hasil
2. Peserta Pemilihan dapat mengajukan permohonan pembatalan penetapan hasil rekapitulasi penghitungan suara.
penghitungan perolehan suara oleh KPU KM UMP kepada DEMA KM UMP. 5. Dalam hal pengajuan permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) kurang
3. Peserta Pemilihan mengajukan permohonan kepada DEMA KM UMP lengkap, pemohon dapat memperbaiki dan melengkapi permohonan paling lama 1 x 12
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) paling lama 1 x 12 jam sejak diumumkan (satu kali dua belas) jam sejak diterimanya permohonan oleh DEMA F.
penetapan perolehan suara hasil pemilihan oleh KPU KM UMP. 6. DEMA F memutuskan perkara perselisihan sengketa hasil Pemilihan paling lama 2
4. Pengajuan permohonan dilengkapi alat bukti dan Keputusan KPU KM UMP tentang (dua) hari sejak diterimanya permohonan.
hasil rekapitulasi penghitungan suara. 7. Putusan DEMA F sebagaimana dimaksud pada ayat (6) bersifat final dan mengikat.
5. Dalam hal pengajuan permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) kurang 8. KPU M F wajib menindaklanjuti putusan DEMA F.
lengkap, pemohon dapat memperbaiki dan melengkapi permohonan paling lama 1 x 12
Pasal 105 1. Pengesahan pengangkatan pasangan Calon anggota dema terpilih dilakukan berdasarkan
Bagian Ketiga penetapan Calon anggota dema terpilih oleh KPU KM UMP, berdasarkan hasil suara di
Mekanisme Penyelesaian Sengketa tingkat Fakultas daerah pemilihannya yang disampaikan kepada DEMA KM UMP.
1. Perkara perselisihan hasil Pemilihan diperiksa dan diadili oleh DEMA F . 2. Selanjutnya calon anggota dema u terpilih yang berasal dari daerah pemilihan masing
2. Peserta Pemilihan dapat mengajukan permohonan pembatalan penetapan hasil masing menetukan dan memilih ketua Dewan Mahasiswa.
penghitungan perolehan suara oleh KPU FAKULTASkepada DEMA F . 3. Pengesahan pengangkatan ketua dema terpilih terpilih dilakukan oleh DEMA U dalam
3. Peserta Pemilihan mengajukan permohonan kepada DEMA F sebagaimana waktu paling lama 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal usul dan berkas diterima secara
dimaksud pada ayat (2) paling lama 1 x 12 jam sejak diumumkan penetapan perolehan lengkap.
suara hasil pemilihan oleh KPU FAKULTAS.
4. Pengajuan permohonan dilengkapi alat bukti dan Keputusan KPU FAKULTAStentang Pasal 107
hasil rekapitulasi penghitungan suara. Mekanisme Pengesahan pasangan presiden terpilih
5. Dalam hal pengajuan permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) kurang 1. Pengesahan pengangkatan pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden BEM
lengkap, pemohon dapat memperbaiki dan melengkapi permohonan paling lama 1 x 12 KM UMP terpilih dilakukan berdasarkan penetapan pasangan calon terpilih oleh KPU
(satu kali dua belas) jam sejak diterimanya permohonan oleh DEMA F . KM UMP yang disampaikan kepada DEMA KM UMP.
6. DEMA F memutuskan perkara perselisihan sengketa hasil Pemilihan paling lama 2 2. Pengesahan pengangkatan pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden BEM
(dua) hari sejak diterimanya permohonan. KM UMP terpilih dilakukan oleh DEMA KM UMP dalam waktu paling lama 7 (tujuh)
7. Putusan DEMA F sebagaimana dimaksud pada ayat (6) bersifat final dan mengikat. hari terhitung sejak tanggal usul dan berkas diterima secara lengkap.
8. KPU FAKULTASwajib menindaklanjuti putusan DEMA F . Pasal 108
1. Dalam hal DEMA KM UMP tidak dapat mengesahkan dan mengangkat calon anggota
BAB XI dema u terpilih dan pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden BEM KM
PENGESAHAN DAN PENETAPAN CALON TERPILIH UMP terpilih, Presidium Sidang Tetap KOSMA dapat melakukan pengesahan
Bagian pertama pengangkatan calon anggota dema u terpilih pasangan Calon Presiden dan Calon
Pasal 106 Wakil Presiden terpilih berdasarkan usulan KPU KM UMP.
mekanisme pengesahan tingkat Universitas 2. Pengesahan pengangkatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam waktu
paling lama 3 (tiga) hari sejak diterimanya usulan.
Mekanisme Pengesahan anggota Dema u terpilih 3. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengesahan pengangkatan calon anggota
dema u terpilih dan pasangan calon terpilih sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dan (satu) tahun berdasarkan ketentuan AD/ART KM UMP, atau terhitung sejak tanggal
ayat (2) diatur dengan ketetapan KOSMA. pelantikan dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk 1
Pasal 109 (satu) kali masa jabatan.
Naskah PelantikanDewan Mahasiswa 2. Ketua DEMA U dilarang melakukan penggantian anggota di lingkungan Pemerintahan
Naskah Pelantikan dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal pelantikan anggota.
1. Ketua dema terpilih, sebelum memangku jabatannya dilantik dengan mengucapkan Pasal 112
sumpah/janji yang dipandu oleh pejabat yang melantik (presidium sidang tetap) 1. Ketua dema dilantik oleh Ketua PRESIDIUM SIDANG TETAP.
2. Sumpah/janji ketua dema sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut: 2. Dalam hal Ketua PRESIDIUM SIDANG TETAP berhalangan, Ketua dema dilakukan
"Demi Allah (Tuhan), saya bersumpah/berjanji akan memenuhi kewajiban saya sebagai oleh Wakil Ketua PRESIDIUM SIDANG.
ketua Dewan Mahasiswa dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh 3. Dalam hal Wakil Ketua PRESIDIUM SIDANG berhalangan, pelantikan Ketua dema
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala dilakukan oleh sekretaris Presidium Sidang Tetap Kongres Mahasiswa KM UMP.
AD/ART KM UMP dan peraturan lainnya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti Pasal 113
kepada KM UMP, masyarakat, nusa, dan bangsa." Masa Jabatan Presiden dan Wakil Presiden
Pasal 110 1. Presiden dan Wakil Presiden sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) memegang
Naskah pelantikan presiden jabatan selama 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal pelantikan dan sesudahnya dapat
1. Presiden dan Wakil Presiden sebelum memangku jabatannya dilantik dengan dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk 1 (satu) kali masa jabatan.
mengucapkan sumpah/janji yang dipandu oleh pejabat yang melantik. 2. Presiden dan Wakil Presiden dilarang melakukan penggantian pejabat di lingkungan
2. Sumpah/janji Presiden dan Wakil Presiden sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Pemerintahan dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal
sebagai berikut: "Demi Allah (Tuhan), saya bersumpah/berjanji akan memenuhi pelantikan.
kewajiban saya sebagai Presiden dan Wakil Presiden dengan sebaik-baiknya dan seadil-
adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun Pasal 113
1945 dan menjalankan segala AD/ART KM UMP dan peraturan lainnya dengan selurus- 1. Presiden dan Wakil Presiden BEM KM UMP dilantik oleh Ketua DEMA KM UMP.
lurusnya, serta berbakti kepada KM UMP, masyarakat, nusa, dan bangsa." 2. Dalam hal Ketua DEMA KM UMP berhalangan, pelantikan Presiden dan Wakil
Pasal 111 Presiden BEM KM UMP dilakukan oleh Wakil Ketua DEMA KM UMP.
Masa Jabatan ketua dema 3. Dalam hal Wakil Ketua DEMA KM UMP berhalangan, pelantikan Presiden dan Wakil
1. Ketua dema sebagaimana dimaksud dalam Pasal ayat (1) memegang jabatan selama 1 Presiden BEM KM UMP dilakukan oleh Presidium Sidang Tetap Kongres Mahasiswa
KM UMP. disahkan sebagai Presiden BEM KM UMP melalui DEMA KM UMP.
Pasal 114 3. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengisian Presiden BEM KM UMP yang
Ketentuan mengenai tata cara pelantikan ketua DEMA dan Presiden dan Wakil Presiden sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dan ayat (2) diatur dengan peraturan yang tidak
BEM KM UMP diatur dengan tidak menyalahi AD/ART dan UU di KM UMP serta menyalahi AD/ART dan UU di KM UMP serta Peraturan-peraturan lain di KM UMP.
peraturan-peraturan lain di KM UMP. Pasal 117
Pasal 115 Pergantian Wakil Presiden BEM KM UMP
Pergantian DEMA KM UMP 1. Dalam hal Wakil Presiden BEM KM UMP:
1. Dalam ketua DEMA KM UMP: a. Berhalangan tetap; atau
a. Berhalangan tetap; atau b. Berhenti atau diberhentikan berdasarkan putusan lembaga yudikatif yang telah
b. Berhenti atau diberhentikan berdasarkan putusan Dewan presidium yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, pengisian Wakil Presiden BEM KM UMP
memperoleh kekuatan hukum tetap, Wakil ketua dema menggantikan ketua dema dilakukan melalui mekanisme pemilihan masing-masing oleh DEMA KM UMP
2. Komisi I menyampaikan kepada Ketua DEWAN KEHORMATAN penetapan Calon berdasarkan usulan dari Perseorangan atau Partai atau gabungan partaipengusung.
Ketua dema sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk diangkat dan disahkan sebagai 2. Dalam hal Wakil Presiden BEM KM UMP berasal dari calon perseorangan, pengisian
ketua dema ump melalui DEWAN KEHORMATAN. Wakil Presiden BEM KM UMP dilakukan melalui mekanisme pemilihan masing-masing
3. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengisian ketua dema yang sebagaimana oleh DEMA KM UMP berdasarkan usulan Presiden BEM KM UMP atau Gubernur BEM
dimaksud pada ayat (1), dan ayat (2) diatur dengan peraturan yang tidak menyalahi se-UMP atau Ketua FAKULTAS se-UMP.
AD/ART dan UU di KM UMP serta Peraturan-peraturan lain di KM UMP. 3. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengusulan dan pengangkatan calon Wakil
Pasal 116 Presiden BEM KM UMP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dalam
Pergantian Presiden BEM KM UMP Ketetapan DEMA KM UMP.
1. Dalam hal Presiden BEM KM UMP: Pasal 118
a. Berhalangan tetap; atau Mekanisme Pergantian Pimpinan
b. Berhenti atau diberhentikan berdasarkan putusan lembaga yudikatif yang telah Dalam hal Presiden dan Wakil Presiden BEM KM UMP tidak dapat menjalankan tugas
memperoleh kekuatan hukum tetap, Wakil Presiden BEM KM UMP menggantikan karena alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 ayat (1) dan Pasal 67 ayat (1),
Presiden BEM KM UMP. dilakukan pengisian jabatan melalui Dewan Mahasiswa KM UMP.
2. Menteridalamnegeri menyampaikan kepada Ketua DEMA KM UMP penetapan Calon 1. Partai atau gabungan partaipengusung mengusulkan 2 (dua) pasangan calon kepada
Presiden BEM KM UMP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk diangkat dan Dewan Mahasiswa KM UMP untuk dipilih.
2. Dalam hal Presiden dan Wakil Presiden BEM KM UMP berasal dari perseorangan tidak masing menetukan dan memilih ketua Dewan MahasiswaFakultasnya.
dapat menjalankan tugas karena alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 ayat (1) 3. Pengesahan pengangkatan ketua dema terpilih terpilih dilakukan oleh DEMA U dalam
dan Pasal 67 ayat (1), dilakukan pengisian jabatan melalui Dewan Mahasiswa KM UMP waktu paling lama 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal usul dan berkas diterima secara
yang calonnya berasal dari partai atau gabungan partaiyang memiliki kursi di Dewan lengkap.
Mahasiswa KM UMP paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari jumlah kursi atau Pasal 120
memiliki paling sedikit 25% (dua puluh lima persen) dari perolehan suara dapat Mekanisme Pengesahan Gubernur terpilih
mengajukan pasangan calon. 1. Pengesahan pengangkatan pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur BEM
3. Dewan Mahasiswa KM UMP melakukan proses pemilihan sebagaimana dimaksud pada KMF UMP terpilih dilakukan berdasarkan penetapan pasangan calon terpilih oleh KPU
ayat (1) dan ayat (2) berdasarkan perolehan suara terbanyak. KMF UMP yang disampaikan kepada DEMA KMF UMP.
4. Dewan Mahasiswa KM UMP menyampaikan hasil pemilihan kepada Seluruh Mahasiswa 2. Pengesahan pengangkatan pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur BEM
UMP untuk Presiden dan Wakil Presiden BEM KM UMP baru melalui seluruh lembaga KMF UMP terpilih dilakukan oleh DEMA KM F dalam waktu paling lama 7 (tujuh)
di KM UMP. hari terhitung sejak tanggal usul dan berkas diterima secara lengkap.
5. Dalam hal sisa masa jabatan kurang dari 1 (satu) bulan, DEMA KM UMP menetapkan Pasal 121
penjabat Presiden BEM KM UMP . 1. Dalam hal DEMA KMF UMP tidak dapat mengesahkan dan mengangkat pasangan
6. Ketentuan lebih lanjut mengenai pengisian jabatan melalui Dewan Mahasiswa KM UMP Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur BEM KMF UMP terpilih, Presidium Sidang
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) diatur dengan Tetap MAMF dapat melakukan pengesahan pengangkatan pasangan Calon Gubernur
Peraturan KM UMP. dan Calon Wakil Gubernur terpilih berdasarkan usulan KPU KMF
2. Pengesahan pengangkatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam waktu
Pasal 119 paling lama 3 (tiga) hari sejak diterimanya usulan.
Bagian ke dua 3. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengesahan pengangkatan pasangan calon
Mekanisme Pengesahan tingkat Fakultas terpilih sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dan ayat (2) diatur dengan ketetapan
Mekanisme Pengesahan anggota Dema F terpilih MAMF
1. Pengesahan pengangkatan pasangan Calon anggota dema terpilih dilakukan berdasarkan Pasal 122
penetapan Calon anggota dema terpilih oleh KPU M F, berdasarkan hasil suara di Naskah PelantikanDewan Mahasiswa
Fakultasyang disampaikan kepada DEMA F. 1. Ketua dema terpilih, sebelum memangku jabatannya dilantik dengan mengucapkan
2. Selanjutnya calon anggota dema F terpilih yang berasal dari daerah pilihanya masing sumpah/janji yang dipandu oleh pejabat yang melantik (presidium sidang tetap)
2. Sumpah/janji ketua dema sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut: Pasal 126
"Demi Allah (Tuhan), saya bersumpah/berjanji akan memenuhi kewajiban saya sebagai 1. Ketua dema Fakultas dilantik oleh Ketua Dema UNIVERSITAS.
ketua Dewan MahasiswaFAKULTAS (nama Fakultasnya masing-,masing ) dengan 2. Dalam hal Ketua Dema UNIVERSITAS berhalangan, Pelantikan Ketua dema F
sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara dilakukan oleh Wakil Ketua Dema UNIVERSITAS Atau pejabat DEMA U yang masuk
Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala AD/ART KM UMP dan dalam BPH.
peraturan lainnya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada KM UMP, masyarakat, 3. Dalam hal Wakil Ketua Dema dan/atau pejabat dema u yang masuk dalam BPH
nusa, dan bangsa." Sebagaimana disebutkan dalam ayat (2) berhalangan, pelantikan Ketua dema f dilakukan
Pasal 123 oleh Presidium Sidang MAMF.
Naskah Pelantikan Gubernur 4. Dalam Hal Ketua Presidium Sidang Tetap Berhalangan, Pelantikan Ketua Dema
1. Gubernur dan Wakil Gubernur sebelum memangku jabatannya dilantik dengan FDilakukan Oleh Wakil Ketua Presidium Sidang.
mengucapkan sumpah/janji yang dipandu oleh pejabat yang melantik. 5. Dalam Hal Wakil Ketua Presidium Sidang Berhalangan, Pelantikan Ketua DemaF
2. Sumpah/janji Gubernur dan Wakil Gubernur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Dilakukan Oleh Sekretaris Presidium Sidang Tetap MAMF
sebagai berikut: "Demi Allah (Tuhan), saya bersumpah/berjanji akan memenuhi 6. Ketentuan mengenai tata cara pelantikan ketua dema Fakultas diatur dengan tidak
kewajiban saya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur (nama Fakultasnya masing- menyalahi AD/ART dan UU di KM UMP serta peraturan-peraturan lain di KM UMP
masing ) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Pasal 124
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala AD/ART KM Masa Jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur
UMP dan peraturan lainnya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada KM UMP, 1. Gubernur dan Wakil Gubernur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1)
masyarakat, nusa, dan bangsa." memegang jabatan selama 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal pelantikan dan
Pasal 125 sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk 1 (satu) kali
Masa Jabatan ketua dema masa jabatan.
1. Ketua dema sebagaimana dimaksud dalam Pasal ayat (1) memegang jabatan selama 1 2. Gubernur dan Wakil Gubernur dilarang melakukan penggantian pejabat di lingkungan
(satu) tahun berdasarkan ketentuan AD/ART KM UMP, atau terhitung sejak tanggal Pemerintahan dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal
pelantikan dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk 1 pelantikan.
(satu) kali masa jabatan. Pasal 125
2. Ketua DEMA F dilarang melakukan penggantian anggota di lingkungan Pemerintahan 1. Gubernur dan Wakil Gubernur BEM KMF UMP dilantik oleh PRESIDEN BEM
dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal pelantikan anggota. UMP.
2. Dalam hal PRESIDEN BEM UMP berhalangan, pelantikan Gubernur dan Wakil a. Berhalangan tetap; atau
Gubernur dilakukan oleh Wakil PRESIDEN BEM UMP \ b. Berhenti atau diberhentikan berdasarkan putusan Dema F yang telah memperoleh
3. Dalam hal Wakil PRESIDEN BEM UMP berhalangan, pelantikan Gubernur dan kekuatan hukum tetap, pengisian GubernurBEM Fdilakukan melalui mekanisme
Wakil Gubernur dilakukan oleh mentri dalam negeri BEM U. pemilihan masing-masing oleh anggota dema f berdasarkan usulan dari pimpinan
4. Dalam hal presiden beserta jajaranya tidak mau melantik Gubernur dan wkil lembaga FAKULTAS,
Gubernur maka Gubernur dan Wakil Gubernur dilantik oleh Presidium Sidang Tetap 2. Dalam hal Wakil GubernurBEM Fberasal dari calon perseorangan, pengisian Wakil
MAMF. Presiden GubernurBEM Fdilakukan melalui mekanisme pemilihan masing-masing oleh
5. Ketentuan mengenai tata cara pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur BEM KMF DEMA F berdasarkan usulan Presiden BEM UMP atau atau Ketua FAKULTAS se-
UMP diatur dengan tidak menyalahi AD/ART dan UU di KM UMP serta peraturan- Fakultas.
peraturan lain di KM UMP. 3. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengusulan dan pengangkatan calon Wakil
Pasal 126 GubernurBEM Fsebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dalam
Pergantian Gubernur BEM F UMP Ketetapan DEMA F
1. Dalam hal GubernurBEM F: Pasal 128
a. Berhalangan tetap; atau Mekanisme Pergantian Pimpinan
b. Berhenti atau diberhentikan berdasarkan putusan lembaga Dema Fakultas yang telah 1. Dalam hal Gubernur dan Wakil Gubernur BEM F tidak dapat menjalankan tugas karena
memperoleh kekuatan hukum tetap, Wakil Gubernur BEM F menggantikan alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 ayat (1) dan Pasal 67 ayat (1), dilakukan
Gubernur BEM F pengisian jabatan melalui Dewan Mahasiswa KM UMP.
2. departemen dalam negeri menyampaikan kepada presiden bem ump penetapan Calon 2. Partai atau gabungan partai pengusung mengusulkan 2 (dua) pasangan calon kepada
GubernurBEM F sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk diangkat dan disahkan Dewan Mahasiswa KM UMP untuk dipilih.
sebagai Gubernur BEM F. 3. Dalam hal Gubernur dan Wakil Gubernur BEM F berasal dari perseorangan tidak dapat
3. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengisian GubernurBEM Fyang sebagaimana menjalankan tugas karena alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 ayat (1) dan
dimaksud pada ayat (1), dan ayat (2) diatur dengan peraturan yang tidak menyalahi Pasal 67 ayat (1), dilakukan pengisian jabatan melalui Dewan Mahasiswa KM UMP yang
AD/ART dan UU di KM UMP serta Peraturan-peraturan lain di KM UMP. calonnya berasal dari partai atau gabungan partiyang memiliki kursi di Dewan
Pasal 127 Mahasiswa KM UMP paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari jumlah kursi atau
Pergantian Wakil GubernurBEM F memiliki paling sedikit 25% (dua puluh lima persen) dari perolehan suara dapat
1. Dalam hal Wakil GubernurBEM F: mengajukan pasangan calon.
4. Dewan Mahasiswa KM UMP melakukan proses pemilihan sebagaimana dimaksud pada Ketua HMPS terpilih, Presidium Sidang Tetap MUSANG dapat melakukan
ayat (1) dan ayat (2) berdasarkan perolehan suara terbanyak. pengesahan pengangkatan pasangan Calon Ketua FAKULTAS terpilih
5. Dewan Mahasiswa KM UMP menyampaikan hasil pemilihan kepada Seluruh Mahasiswa berdasarkan usulan KPU FAKULTAS.
UMP untuk Gubernur dan Wakil Gubernur BEM F baru melalui seluruh lembaga 2. Pengesahan pengangkatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan
6. Dalam hal sisa masa jabatan kurang dari 1 (satu) bulan, DEMA menetapkan penjabat dalam waktu paling lama 3 (tiga) hari sejak diterimanya usulan.
sementra . 3. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengesahan pengangkatan pasangan
7. Ketentuan lebih lanjut mengenai pengisian jabatan melalui Dewan MahasiswaF calon terpilih sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dan ayat (2) diatur dengan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) diatur dengan ketetapan MUSANG.
Peraturan FAKULTAS Pasal 131
8. dalam masa transisi di akhir periode maka gubrnur dan wakil gubrnur wajib menon Naskah Pelantikan
aktifkan jabatanya minimal 3 minggu sebelum pemilu 1. Calon Ketua hmps sebelum memangku jabatannya dilantik dengan mengucapkan
9. Dalam hal sebagaimana disebutkan dalam ayat 7 Gubernur dan Wakil Gubernur sumpah/janji yang dipandu oleh pejabat yang melantik.
digantikan oleh pejabat sementara yang dittapkan mlalui putusan Dewan 2. Sumpah/janji Calon Ketua HMPS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai
Mahasiswa.sampai terbntuknya prsidium ttap MAMF. berikut: "Demi Allah (Tuhan), saya bersumpah/berjanji akan memenuhi kewajiban saya
Pasal 129 sebagai Ketua HMPS (nama HMPS) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya,
Bagian ketiga memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan
Mekanisme Pengesahan ketua HMPS menjalankan segala AD/ART KM UMP dan peraturan lainnya dengan selurus-lurusnya,
1. Pengesahan pengangkatan pasangan Calon Ketua FAKULTAS terpilih dilakukan serta berbakti kepada KM UMP, masyarakat, nusa, dan bangsa."
berdasarkan penetapan pasangan calon terpilih oleh KPU FAKULTAS yang Pasal 132
disampaikan kepada GUBERNUR BEM F. Masa Jabatan ketua HMPS
2. Pengesahan pengangkatan pasangan Calon Ketua FAKULTAS terpilih dilakukan oleh 1. Calon Ketua FAKULTAS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) memegang
GUBERNUR BEM F dalam waktu paling lama 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal jabatan selama 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal pelantikan dan sesudahnya dapat
usul dan berkas diterima secara lengkap. dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk 1 (satu) kali masa jabatan.
2. Calon Ketua FAKULTAS dilarang melakukan penggantian pejabat di lingkungan
Pasal 30 Pemerintahan dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal
1. Dalam hal BEM F tidak dapat mengesahkan dan mengangkat pasangan Calon pelantikan.
Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan Usaha Mandiri.
Pasal 133
1. Ketua FAKULTAS dilantik oleh Gubernur BEM f. BAB XIV
2. Dalam hal Ketua BEM F berhalangan, pelantikan Ketua FAKULTAS dilakukan oleh Penutup
Wakil Ketua Gubernur atau pejabat yang masuk dalam BPH Pasal 137
3. Dalam hal Wakil Ketua Gubernur atau pejabat yang masuk dalam BPH sebagaimana PEMBERLAKUAN
disebutkan dalam (2) berhalangan, pelantikan Ketua HMPSdilakukan oleh Presidium 1. Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan diundangkan.
Sidang musang 2. Segala sesuatu terkait pemilihan umum mahasiswa KM UMP DI TINGKAT
Pasal 134 UNIVERSITAS , TINGKAT FAKULTAS DAN FAKULTAS yang telah berlaku
Ketentuan mengenai tata cara pelantikan Ketua HMPS diatur dengan tidak menyalahi berdasarkan undang-undang sebelumnya sampai dengan undang-undang ini ditetapkan
AD/ART dan UU di KM UMP serta peraturan-peraturan lain di KM UMP. mendapatkan toleransi mengubah dengan catatan hal-hal lain yang belum ditetapkan harus
Pasal 135 mengacu pada undang-undang ini
Pergantian ketua HMPS
1. Dalam hal ketua HMPS: Pasal 138
a. Berhalangan tetap; atau PEMBERLAKUAN sempurna
2. Berhenti atau diberhentikan berdasarkan putusan lembaga bemFakultas yang telah Pemberlakuan secara sempurna dilaksanakan selambat-lambatnya 3 minggu setelah
memperoleh kekuatan hukum tetap, Wakil ketuaHMPS menggantikan ketuaHMPS penetapan, oleh DEMA KM UMP dan 1BULAN apabila tidak mendapatkan persetujuan
3. Ketentuan lebih lanjut tentang pergantian ketuaHMPS Diatur dalam aturan tersendiri Presiden, dan berlaku untuk penetapan hasil pemilu yang diselenggarakan pada tahun yang
berdasrkan hasil musyawarah hamps dengan dasar hukum memeperoleh penetapan dari sama.
dema Fakultas dan memperoleh putusan GubernurFakultas terkait
BAB XIII Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-
PENDANAAN Undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Keluarga Mahasiswa
Pasal 136 Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Pendanaan kegiatan anggota Dema Universitas, Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden
BEM KM UMP, pemilihan anggota dema Fakultas, pemilhan Gubernur dan Wakil Gubernur
bem Fakultas serta pemilihan Ketua FAKULTAS dibebankan pada Dana Kemahasiswaan