Anda di halaman 1dari 7

a) ELIMISA

b) Westren blot
c) P24 antigen test
d) Kultur HIV
2). Tes untuk deteksi gangguan system imun
a) Hematokrik
b) LED
c) CD4 limfosit
d) Rasio CD4/CD limfosit
e) Serum mikroglobulin B2
f) Hemoglobulin
b. diagnostik
pemeriksaan diagnostic untuk AIDS (arif mansjoer,2000) adalah:
1) Lakukan anamnesi gejala opotunistik dan yang terkait dengan AIDS
2) Telusuri pemeriksaan beresiko yang memungkingkan penularan.
3) Pemeriksaan fisik untuk mencari tanda infeksi oportunistik dan kanker
terkait. Jangan lupa perubahan kelenjar, pemeriksaan mulut, kulit dan
funduskopi.
4) Dalam pemeriksaan penunjang dicari jumlan limfosot total, anti bodi HIV,
dan dan pemeriksaan rontgen

8. penatalaksanaan

a. Medis
Apabila terinfeksi HUMan immunodeficiency Virus (HIV), maka terapinya
yaitu (Endah istiqomah: 2009)
1) Pengendalian infeksi opurtunisitik
Bertujuan menghilangkan, mengendalikan dan memulikaninfeksi
opurtunistik, nasokomial, atau sepsis. Tindakan pengendalian infeksi
yang aman untuk mencegah kontaminasi bakteri dan komplikasi
penyebab sepsis harus dipertahankan bagi pasien dilingkungan
perawatan kritis.
2) Terapi AZT (azidotimidin)
Disetujui FDA (1987) untuk penggunaan obat antiviral AZT yang
efektif terhadap HIV, obat ini nenghemat reptikasi antiviral Human
Immunodeficiency Virus (HIV) dengan menghambat enzim pembalik
traskritase, AZT tersedia untuk pasien AIDS yang jumlah sel T4 nya
<> 3. Sedangkan HZT tersedia untuk pasien dengan Hunam
Immunodeficiency Virus (HIV) positif asimptomatik dan sel T3> 500
mm3.
3) Terapi antiviral baru
Beberapa anti baru meningkatkan aktivitas system imun dengan
menghambat replikasi virus/ memutuskan rantai reproduksi virus pada
prosesnya. Obat-obat ini adalah:
a) Didanosine
b) Ribavirin
c) Diedoxycytidine
d) Recombinant CD4 dapat larut
4) Vaksin dan rekonstruksi virus
Upaya rekomendari imun dan vaksin dengan angen tersebut seperti
interferon, maka perawat unit khusus perawatan kritis dapat
menggunakan keahlian dibidang proses keperawatan dan penelitian
untuk menunjang pemahaman dan kebersian terapi AIDS.
b. Non medis
Melakukan konseling yang bertujuan untuk :
1) Memberikan dukungan mental –psikologis
2) Membatu mereka untuk bisa mengubah perilaku yang tidak beresiko
tinggi menjadi perilaku yang tidak beresiko atau kurang beresiko.
3) Mengingatkan kembali tentang cara hidup sehat, sehingga bisa
mempertahankan kondisi tubuh yang baik.
4) Menbatu mereka untuk menemukan solusi permasalahan yang
berkaitan dengan penyakitnya, antara lain bagaimana masalah-masalah
pribadi dan sensitif kepada keluargan dan orang terdekat.

9. komplikasi

a. Oral lesi
Karena kandidia herpes simplek, sarcoma kaposi, HPV oral,gingivitis,
peridonitis Human Immunodeficiecy Virus (HIV), leukoplakia oral, nutrisi,
dehidrasi, penurunan berat badan, keletihan dan cacat.
b. Neurologik
1) Kompleks dimensia AIDS karena serang langsung Human
Immunodeficiency Virus (HIV) pada sel saraf, berefek kerubahan
kepribadian, kerusakan kemampuan motorik, kelemahan, disfasia, dan
isolasi social
2) Enselophaty akut, karna reaksi terapiotik, hipoksia, hipoksia,
hipoglekemia,ketidakseimbangan elektrolit, meningitis. Dengan efek: sakit
kepala, malaise, deman, paralise, total/ parsial.
3) Infark serebral kornea sifilis meningovaskuler, hipotensi sistemik, dan
maranik endokarditis.
4) Neuropati karena imflamasi demielinasi oleh serangan Human
Immunodeficienci Virus (HIV)
c. Gastrointestinal
1) Diare karena bakteri dan virus, pertumbuhan cepat flora normal,limpoma,
dan sarcoma kaposi. Dengan efek, penurunan berat badan, anokreksia,
deman, malabsobsi dan dehidrasi.
2) Hepatitis karna bakteri dan virus, petumbuhan cepat flora normal,
limpoma, dan sarcoma kaposi. Dengan efek, penurunan berat badan,
anoreksia, deman, malabsorbsi, dan dehidrasi.
3) Penyakit anorektal karena abses dan fistula, ulkus dan inflamasi perianal
yang sebagai akibat infeksi, dengan efek inflamasi sulit dan sakit, nyeri
rectal, gatal-gatal dan siare.
d. Defresi
Infeksi karena pneumocystic careni, cytomegalovirus, virus influenza,
pneumococcus, dan strongyloides dengan efek nafas pendek, batuk, nyeri,
hipoksia, keletihan, gagal nafas,
e. Dermatologik
Lesi kulit stafilokokus: virus herpes simpleks dan zosrter, dermatitis karena
xerosis, reaksi otot, lesi scabies/ tuma, dan dekobitus dengan efek nyeri, gatal,
rasa terbakar, infeksi skunder dan sepsis.
f. Sensorik
1) Pandangan : sarkoma koposi pada konjungtiva berefek kebutuaan
2) Pendengaran : otitis eksternal akut dan otitis media, kehilangan
pendengaran dengan efek nyeri.

B. asuhan keperawatan

1. Pengkajian
a. Data demografi
Nama klien :
Umur :
Diagnosa medik :
Tanggal masuk :
Alamat :
Suku :
Agama :
Pekerjaan :
Status perkawinan :
Ststus perkawinan:
b. Riwayat penyakit
1) Keluhan utama
Klien mengeluh demam, merasa pucat, mudah lelah, letih, lesu,
flu, fusing, dan diare
2) Riwayat penyakit sekarang
Riwayat kesehatan menunjukan terjadinya panas, merasa capek,
mudah lelah, letih, lesu, flu, pusing dan diare
3) Riwayat penyakit terdahulu
Klien mengatakan tidak pernah mengalami penyakit yang dialami
saat ini.
4) Riwayat kesehan keluarga
Menurut pengamatan keluarga, dalam keluarganya tidak ada yang
yang mengalami penyakit yang sedang diderita pasien
5) Keluhan waktu di data
Pada saat dilakukan pengkajian pada tanggal 7 september
2011ditemukan benjolan pada leher
c. Pemeriksaan fisik

BAB III
TINJAUAN KASUS
Tn Y disangka mempunyai riwayat hepatitis. tn Y saat midahnya (>10
tahun yang lalu) sering ke diskotik dengan teman-teman ceweknya diluar
pengawalan orang tua karena kedua orang tuanya derada di belgia. Tn Y
mudah lelah sehingga menjadi malas untuk mengerjakan sesuatu sering
mengalami diare yang tidak diketahui penyebabnya. Pada pemeriksaan
fisif didapatkan sel T CD4+ adalah 100 sel/ mm3. Diberikan vitamin dan
surat pengantar untuk periksa darah dan urin dari dokter. Selang seminggu
kemudian, pasien datang lagi menbawah hasil pemeriksaan. Setelah
dianalisa oleh dokter berdasarkan hasil pemeriksaan Tn Y di diagnosa
mengidap penyakit HIV
A. Pengkajian
1. Data demografi
Nama klien : Tn Y
Umur :38 tahun
Diagnosa medik :HIV-AIDS
Tanggal masuk : 17 November 2014
Alamat :
Suku :batak
Agama :islam
Pekerjaan :guru
Status perkawinan :duda
Ststus perkawinan :serjana pendidikan
2. Riwayat penyakit
a. Keluhan utama
Klen mengeluh deman, merasa capek, mudah lelah, lesu, flu, fusing,
dan diare, pasien mengalami berat badan menurun derastis dari 60kg
menjadi 54 kg
b. Riwayat penyakit terdahulu
Klien mengatakan tidak perna mengalami penyakit yang dialami
saat ini
c. Riwayat kesehatan keluarga
Menurut pengakuan keluarga, dalam keluarnya tidak ada yang
mengalami penyakit yang sedang diderita oleh pasien
d. Keluhan waktu di data
Pada saat dilakukan pengkajian pada tanggal 7 November 2014
ditemukan benjolan pada leher
3. Pemeriksaan fisik
a. Aktivitas/ istirahat
1) Gejala : mudah lelah, kekurangan toleransi terhadap aktivitas
biasanya, progresi kelelahan/malaise, perubahan pola tidur.
2) Tanda : kelelahan otot, menurunnya masa otot. Respon psiologis
terhadap aktivitas seperti perubahan dalam TD, frekuensi jantung,
pernafasan.
b. Intregritas ego
1) Gejala : faktor stres yang berhubungan dengan kehilangan
(keluarga, pekerjaan, gaya hidup dll), mengkuatirkan
penampilan (menurunnya berat badan dll), mengingkari
diagnosa, merasa tidak berdaya, putus asa, tidak berguna, rasa
bersalah dan depresi.
2) Tanda : mengingkari, cemas, depresi, takut, menarik diri,
perilaku marah, menangis, kontak mata yang kurang
c. Eliminasi
1) Tanda : diare yang intermiten, terus menerus, sering atau tampa
disertai ktam abdominal. Nyeri panggul, rasa terbakar saat miksi.
2) Tanda : feses encer atau tanpa disertai mukus atau dara. Diare
pekat yang sering, nyeri tekan abdominal, lesi atau abses sectal,
perinal. Perubahan dalam jumlah, warna dan karakteristik urin
d. Makanan/ cairan
1) Tanda : tidak nafsu makan, perubahan dalam mengenali
makanan, mual/muntah. Didfagia, nyeri retrosternal saat
menelan, penurunan berat badan yang progresif
2) Tanda : penurunan berat badan, dapat menunjukan adanya bising
usus hiperaktif, turgo kulit buruk, lesi pada rongga mulut,
adanya selaput putih dan perubahan warna, edema.
e. E. Hygiene
1) Tanda : memperlihatkan penampilan yang tidak rapih, kekurang
dalam banyak atau semua perawatan diri, aktivitas perawatan
diri.
f. Neurosensori
1) Tanda : pusing/pening, sakit kepala. Perubahan status mental,
kehilangan ketajaman/kemampuan diri untuk mengawasi
masalah, tidak mampu mengingat/konsentrasi menurun,
kelemahan otot, tremor, dan perubahan ketajaman penglihatan,
kebas, kesemutan pada ekstremiats (kaki menunjukan perubahan
paling awal)
2) Tanda : perubahan status mental, dengan rentang antara kacau
mental sampai demensia, lupa, konsentrasi buruk, tingkat
kesadaran menurun, apatis, retardasi psikomotor/respon lambat,
ide paranoid, ansietas yang berkembang bebas, harapan yang
tidak realistis,.timbul refleks yang tidak normal, menurunnya
kekuatan otot, dan gaya berjalan ataksia, tremor pada motorik
kasar/halus, menurunnya motorik, fokalis. Hemoragi retina dan
eksudat.
g. Nyeri kenyamanan
1) Gejala : nyeri umum/local, rasa terbakar pada kaki. Sakit kepala,
nyeri dada pleuritis.
2) Tanda : pembengkakan pada sendi , nyeri pada kelenjar, nyeri
tekan, penurunan rentang gerak, perubahan gaya
berjalan/pincang, gerak otot melindungi yang sakit.
h. Pernafasan
1) Gejala : ISK sering, menetap, nafas pendek yang progresif.
Batuk (mulai dari yang sedang sampai parah), produktif/non-
produktif sputum.bendungan atau sesak pada dada.
2) Tanda : tacipneu, disters pernafasan, perubahan bunyi
napas/bunyi napas adventius, sputum : kuning
i. Interaksi sosial
1) Gejalah : masalah yang ditimbulkan oleh diagnosis, mis,
kehilanga kerabat/orang terdekat, teman, pendukung, rasa takut
untuk mengungkapkannya pada orang orang lain, takut akan
penolakan/kehilangan pendapatan. Isolasi, keseian, teman dekat
atau pun pasangan yang meninggal karna AIDS.
Mempertanyakan kemanpuan untuk tetap mandiri, tidak mampu
membuat rencana
2) Tanda: prubahan pada interaksi keluarga/orang terdekat,
aktivitas yang tak teroganisasi
4. Hasil lab
a. Jumlah limfosit CD4 100 yang normal berkisar antara 500 dan
1.600.
b. LISA (+)
c. Western blot (+)