Anda di halaman 1dari 5

PENGELOLAAN PEMBERIAN OBAT SECARA AMAN

A. Pengertian

Obat adalah benda atau zat yang dapat digunakan untuk merawat penyakit,
membebaskan gejala, atau mengubah proses kimia dalam tubuh.

Obat adalah suatu bahan atau paduan bahan-bahan yang dimaksudkan untuk
digunakan dalam menetapkan diagnosis, mecegah, mengurangkan, menghilangkan,
menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit. (wikipedia)

B. Tujuan
1. tersedianya obat dalam jumlah dan jenis yang mencukupi
2. pemerataan distribusi serta keterjangkauan obat
3. terjaminnya khasiat, keamanan dan mutu obat yang tersedia serta penggunaan yang
rasional
4. perlindungan bagi pasien dari kesalahan dan penyalahgunaan obat

C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Aksi / reaksi Obat


1. perbedaan genetik
2. variabel fisiologis ; hormon, jenis kelamin, usia, kondisi kesehatan
3. kondisi lingkungan ; suhu
4. faktor psikologis
5. diet

D. 12 prinsip benar pemberian obat

1. Benar Pasien

Obat yang akan diberikan hendaknya benar pada pasien yang diprogramkan dengan
cara mencocokkan program pengobatan pada pasien, nama, nomor register, alamat untuk
mengidentifikasi kebenaran obat. Hal ini penting untuk membedakan dua klien dengan
nama yang sama, karena klien berhak untuk menolak penggunaan suatu obat, dan klien
berhak untuk mengetahui alasan penggunaan suatu obat.
2. Benar Obat

Obat memiliki nama dagang dan nama generik dan pasien harus mendapatkan
informasi tersebut atau menghubungi apoteker untuk menanyakan nama generik dari
nama dagang obat yang asing. Jika pasien meragukan obatnya, maka perawat harus
memeriksanya lagi dan perawat harus mengingat nama dan obat kerja dari obat yang
diberikan. Sebelum mempersiapkan obat ke tempatnya, perawat harus memperhatikan
kebenaran obat sebanyak 3 kali yaitu saat mengembalikan obat ke tempat penyimpanan,
saat obat diprogramkan, dan ketika memindahkan obat dari tempat penyimpanan obat.
Jika labelnya tidak terbaca, isinya tidak boleh dipakai dan harus dikembalikan ke bagian
farmasi.

3. Benar Dosis

Untuk menghindari kesalahan pemberian obat dan agar perhitungan obat benar
untuk diberikan kepada pasien maka penentuan dosis harus diperhatikan dengan
menggunakan alat standar seperti alat untuk membelah tablet, spuit atau sendok khusus,
gelas ukur, obat cair harus dilengkapi alat tetes. Beberapa hal yang harus diperhatikan:

a. Melihat batas yang direkomendasikan bagi dosis obat tertentu.

b. Perawat harus teliti dalam menghitung secara akurat jumlah dosis yang akan diberikan
dengan mempertimbangkan berat badan klien (mg/BB/hari), dosis obat yang
diminta/diresepkan, dan tersedianya obat. Jika ragu-ragu, dosis obat harus dihitung
kembali dan diperiksa oleh perawat lain.

c. Dosis yang diberikan dalam batas yang direkomendasikan untuk obat yang
bersangkutan.

d. Dosis yang diberikan kepada klien sesuai dengan kondisi klien

4. Benar Cara Pemberian

Obat dapat diberikan melalui sejumlah rute yang berbeda dan rute obat yang
diberikan diantaranya inhalasi, rektal, topikal, parenteral, sublingual, peroral. Faktor
yang menentukan pemberian rute terbaik ditentukan oleh tempat kerja obat yang
diinginkan, sifat fisik dan kimiawi obat, kecepatan respon yang diinginkan, dan keadaan
umum pasien.
a. Inhalasi yaitu pemberian obat melalui saluran pernafasan yang memiliki epitel untuk
absorpsi yang sangat luas sehingga berguna untuk pemberian obat secara lokal pada
salurannya.

b. Rektal yaitu pemberian obat melalui rektum yang berbentuk enema atau supositoria
yang memiliki efek lebih cepat dibandingkan pemberian obat dalam bentuk oral.
Pemberian rektal dilakukan untuk memperoleh efek lokal seperti pasien yang tidak
sadar/kejang (stesolid supp), hemoroid (anusol), konstipasi (dulcolax supp).

c. Topikal yaitu pemberian obat melalui membran mukosa atau kulit misalnya tetes mata,
spray, krim, losion, salep.

d. Parenteral yaitu pemberian obat yang tidak melalui saluran cerna atau diluar usus yaitu
melalui vena (perinfus/perset).

e. Oral adalah rute pemberian obat yang paling banyak dipakai karena aman, nyaman,
dan ekonomis dan obat juga dapat diabsorpsi melalui rongga mulut seperti Tablet
ISDN.

5. Benar Waktu

Untuk dapat menimbulkan efek terapi dari obat dan berhubungan dengan kerja
obat itu sendiri, maka pemberian obat harus benar-benar sesuai dengan waktu yang
diprogramkan. Beberapa hal yang harus diperhatikan sesuai dengan prinsip benar waktu
yaitu:

a. Perawat bertanggung jawab untuk memeriksa apakah klien telah dijadwalkan untuk
pemeriksaan diagnostik seperti tes darah puasa yang merupakan kontraindikasi
pemeriksaan obat.

b. Memberikan obat-obat yang dapat mengiritasi mukosa lambung seperti aspirin dan
kalium bersama-sama dengan makanan.

c. Pemberian obat juga diperhatikan apakah bersama-sama dengan makanan, sebelum


makan, atau sesudah makan.
d. Pemberian obat harus sesuai dengan waktu paruh obat (T ½). Obat yang memiliki
waktu paruh pendek diberikan beberapa kali sehari dengan selang waktu tertentu,
sedangkan obat yang memiliki waktu paruh panjang diberikan sehari sekali.

e. Dosis obat harian diberikan pada waktu tertentu dalam sehari untuk
mempertimbangkan kadar obat dalam plasma tubuh. Misalnya dua kali sehari, tiga
kali sehari, empat kali sehari, atau enam kali sehari.

f. Pemberian obat harus sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan

6. Benar Dokumentasi

Pemberian obat harus sesuai dengan standar prosedur yang berlaku di rumah sakit.
Perawat harus selalu mencatat informasi yang sesuai mengenai obat yang telah diberikan
serta respon klien terhadap pengobatan. Perawat harus mendokumentasikan kepada
siapa obat diberikan, waktunya, rute, dan dosis setelah obat itu diberikan

7. Benar Evaluasi

Setelah pemberian obat, perawat selalu memantau atau memeriksa efek kerja obat kerja
tersebut

8. Benar Pengkajian

Sebelum pemberian obat, perawat harus selalu memeriksa tanda-tanda vital (TTV).

9. Benar Reaksi dengan Obat Lain

Pada penyakit kritis, penggunaan obat seperti omeprazol diberikan dengan


chloramphenicol.
10. Benar Reaksi Terhadap Makanan

Pemberian obat harus memperhatikan waktu yang tepat karena akan mempengaruhi
efektivitas obat tersebut. Untuk memperoleh kadar yang diperlukan, ada obat yang harus
diminum setelah makan misalnya Indometasin dan ada obat yang harus diminum
sebelum makan misalnya Tetrasiklin yang harus diminum satu jam sebelum makan.

11. Hak Klien Untuk Menolak

Perawat harus memberikan “inform consent” dalam pemberian obat dan klien
memiliki hak untuk menolak pemberian obat tersebut

12. Benar Pendidikan Kesehatan Perihal Medikasi Klien

Perawat memiliki tanggungjawab untuk melaksanakan pendidikan kesehatan


khususnya yang berkaitan dengan obat kepada pasien, keluarga pasien, dan masyarakat
luas diantaranya mengenai perubahan-perubahan yang diperlukan dalam menjalankan
aktivitas sehari-hari selama sakit, interaksi obat dengan obat dan obat dengan makanan,
efek samping dan reaksi yang merugikan dari obat, hasil yang diharapkan setelah
pemberian obat, alasan terapi obat dan kesehatan yang menyeluruh, penggunaan obat
yang baik dan benar, dan sebagainya.

E. Rumus obat

Dosis yang dibutuhkan X Pengenceran = ...... cc/ml


Sediaan obat

Dosis yang dibutuhkan X BB X Waktu (dopamin, dobutamin, norepinefrine,


Pengenceran nicardipine, dll.)

Dosis yang dibutuhkan X Waktu (furocemid, Nitro Gliserin, dll.)


Pengenceran

Pengenceran = Sediaan obat = (hasil dikalikan dengan satuan yang diinginkan)


Pengencer Mis; 1 mg = 1000 mikrogram