Anda di halaman 1dari 8

TUGAS MANAGEMENT

Oleh Kelompok 2:

Putri Avikasari 1810111134


Marylin Xaverina Silalahi 1810111118
Braja Rafi Rakasiwi 1810111121
Yustika Dwi Novia 1810111127
Maychael 1810111133

Kelas B Manajemen 2018


UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
JAKARTA
2018
TUGAS 1 MANAGEMENT AND
ORGANIZATIONS

Kasus Aplikasi 1
Siapa yang membutuhkan bos?
Pertanyaan
1-13. Apakah suatu holakrasi itu?
1-14. Keuntungan apa saja yang Anda lihat bagi suatu organisasi di mana tidak ada jabatan
kerja, manajer, dan hierarki?

1-15. Tantangan apa saja yang ada di dalam suatu pendekatan holakratis?
1-16. Diskusikan mengapa Anda ingin atau tidak ingin bekerja di sebuah organisasi seperti
ini.
Jawab
1-13. Holakrasi adalah suatu sistem organisasi tanpa jabatan kerja, tanpa manajer, tanpa
hierarki atas bawah yang memiliki tingkat atas, atas, tengah, atau rendah sebagai
tempat dimana keputusan bisa macet.
1-14. Adapun keuntungan keuntungan yang bisa didapat yaitu semua orang dapat memulai
sebuah proyek dan menerapkan ide ide inovatifnya, adanya transparansi yang radikal,
dan setiap karyawan dapat mengambil peran dalam jumlah berapapun semampu
mereka.
1-15. Dengan menggunakan pendekatan holakratis, kita akan mendapatkan tantangan berupa
mencari tahu siapa yang menjadi otoritas tertinggi untuk mempekerjakan, memecat dan
menetapkan pembayaran.
1-16. Kami rasa kami ingin bekerja di perusahaan yang menerapkan sistem seperti ini karena
kami bisa mengatur diri kami sendiri, mengambil peran di perusahaan sesuai
kemampuan diri, dan belajar bekerja secara mandiri tanpa paksaan dari atasan.
Kasus Aplikasi 2
Membangun bos yang lebih baik
Pertanyaan
1-17. Gambarkan temuan dari Project Oxygen menggunakan pendekatan fungsi, pendekatan
peran Mintzberg, dan pendekatan keterampilan.
1-18. Apakah Anda terkejut dengan apa yang Google temukan tentang membangun “bos
yang lebih baik?” Jelaskan pendapat Anda.
1-19. Apa perbedaan antara mendorong manajer untuk menjadi manajer hebat dan
mengetahui apa yang terkait untuk menjadi manajer hebat?
1-20. Apa yang bisa perusahaan lain pelajari dari pengalaman Google?
1-21. Apakah anda ingin bekerja untuk sebuah perusahaan seperti Google? Mengapa atau
mengapa tidak?
Jawab
1-17. Berdasarkan pendekatan fungsional, termuan dari Project Oxygen didasarkan sesuai
fungsi-fungsi yang dipakai. Perencanaan project dibuat dengan tujuan yang jelas,
menentukan prosedur perencanaan dengan tepat dan jelas, pengarahan tujuan
dilakukan dengan baik, hingga memastikan tercapainya tujuan tersebut hingga
menemukan variable-variabel penting.
Berdasarkan pendekatan peran Mintzberg, temuan Project Oxygen dilakukan melalui
keterlibatan perusahaan, yaitu baik keterlibatan tim dan manajer, pengumpulan data,
serta dalam mengambil keputusan, sehingga Project Oxygen ini menghasilkan temuan
sesuai dengan tujuan.
Berdasarkan pendekatan keterampilan, temuan Project Oxygen ini menunjukkan
adanya keterampilan dalam hal teknis dan konseptual dari tim perusahaan dan
didukung oleh keterlibatan sang manajer sehingga menghasilkan penemuan sesuai
dengan tujuan.
1-18. Ya, kami sangat terkejut karena Google dapat menemukan apa variable serta
karakteristik yang penting untuk dilakukan oleh seorang manajer dengan sederhana
dan jelas, serta mampu memperoleh peningkatan kualitas manajer yang bekerja pada
Google.
1-19. Mendorong manajer untuk menjadi manajer yang hebat yaitu perusahaan memberi
masukkan serta motivasi kepada seorang manajer untuk melakukan perubahan dalam
melaksanakan pekerjaannya. Sedangkan, mengetahui apa yang terkait untuk menjadi
seorang manajer hebat yaitu perusahaan mencari tahu apa variable-variabel yang tepat
untuk dijadikan acuan untuk menjadi seorang manajer yang hebat.
1-20. Perusahaan lain dapat belajar untuk selalu melakukan hal terbaik dalam mencari tau
dasar permasalahan dalam perusahaan tersebut agar membuahkan hasil yang signifikan
dalam perkembangan perusahaanya.
1-21. Ya, karena perusahaan ini mampu serta mau berkontribusi bagi pegawainya dalam
mengembangkan potensi untuk meningkatkan dan menghasilkan pekerjaan yang lebih
baik.
TUGAS 2 MANAGER AS DECISION MAKERS
Praktik Manajemen
Kasus berlanjut: Starbucks

Pertanyaan:

P1-1. Menurut Anda keterampilan manajemen apa yang penting untuk dimiliki Howard
Schultz? Mengapa? Keterampilan apa yang penting untuk dimiliki oleh manajer gerai
Starbucks? Mengapa?

P1-2. Bagaimana pendekatan/teori manajemen berikut dapat berguna bagi Starbucks:


manajemen ilmiah, perilaku organisasi, pendekatan kuantitatif, pendekatan sistem?

P1-3. Pilihlah tiga tren dan isu terbaru yang dihadapi manajer serta jelaskanlah bagaimana
gerai Starbucks dapat terkena dampaknya. Apa implikasinya bagi manajer lini
pertama? Manajer tingkat menengah? Manajer puncak?

P1-4. Berikanlah contoh bagaimana Howard Schultz memainkan peran jembatan


antarpribadi, peran penyambung informasi, dan peran pengambil keputusan.

P1-5. Amatilah filosofi Howard Schultz pada Starbucks. Bagaimana hal ini memengaruhi
cara perusahaan dikelola?

P1-6. Lihatlah website perusahaan ( www.starbuck.com ) dan temukanlah daftar penjabat


seniornya. Pilihlah salah satu jabatan ini, jelaskan jenis pekerjaan yang mungkin terkait
didalamnya. Cobalah bayangkan jenis-jenis perencanaan, perorganisasian,
kepemimpinan, dan pengendalian yang harus dilakukan oleh orang yang berada
diposisi tersebut.

P1-7. Lihatlah misi dan prinsip-prinsip pemandu perusahaan di website perusahaan. Apa
pendapat anda mengenai misi dan prinsip-prinsip pemandu perusahaan ini? jelaskanlah
bagaimana ke-2 hal ini dapat memengaruhi seseorang barista pada gerai Starbucks
dalam melakukan pekerjaannya. Jelaskanlah bagaimana ke-2 hal ini dapat
memengaruhi seorang pejabat eksekutif Starbucks dalam melakukan pekerjaannya.

P1-8. Starbucks memiliki beberapa tujuan yang sangat spesifik yang ingin dicapainya.
Berdasarkan tujuan-tujuan ini, apakah menurut anda manajer akan lebih condong untuk
mengambil keputusan rasional. Keputusan rasional terikat atau keputusan rasional
intuitif? Jelaskan!

P1-9. Berikanlah contoh-contoh keputusan yang mungkin dibuat manajer starbucks dalam
kondisi kepastian. Dalam kondisi resiko. Dalam kondisi ketidakpastian.
P1-10. Menurut Anda, Howard Schultz adalah pengambil keputusan yang seperti apa?
Jelaskan jawaban anda.
P1-11. Bagaimana bias dan kesalahan dapat memengaruhi pengambilan keputusan yang
dilakukan oleh pejabat eksekutif Starbucks? Oleh manajer toko Starbucks? Oleh
partner Starbucks?
P1-12. Bagaimana pemikiran desain menjadi penting bagi perusahaan seperti Starbucks?
Apakah Anda melihat adanya indikasi bahwa perusahaan menggunakan pemikiran
desain? Jelaskan.

Jawab:

P1-1. Menurut Kami, keterampilan yang paling penting untuk dimiliki Howard Schultz atau
manajer gerai pemilik Starbucks adalah Keterampilan Konseptual atau Conceptual
Skills, keterampilan yang digunakan manajer untuk berpikir dan membuat konsep
mengenai situasi abstrak dan kompleks. Menggunakan keterampilan ini, manajer
melihat organisasi secara keseluruhan, memahami hubungan antara berbagai subunit,
dan membayangkan bagaimana organisasi cocok ke lingkungan yang lebih luas.
Keterampilan ini yang paling penting bagi top managers.

P1-2. Pendekatan/teori manajemen berguna bagi Starbucks:

(a) manajemen ilmiah

Manajemen ilmiah berguna bagi gerai Starbucks. Prinsip - prinsip manajemen ilmiah
salah satunya secara ilmiah memilih pekerja yang paling tepat, melatih, mendidik, dan
membina pekerja tersebut, seperti yang dilakukan oleh Howard Schultz saat ingin
memulihkan mutu atau kualitas pengalaman Starbucks. Ia melatih agar barista
memiliki pengalaman Starbucks, supaya tetap terjaga maknanya.

(b) perilaku organisasi

Pendekatan perilaku telah berperan besar dalam membentuk wajah manajemen


organisasi saat ini. Mulai dari cara manajer mendefinisikan desain pekerjaan, hingga
cara berkomunikasi, dapat terlihat adanya pendekatan perilaku organisasi. Pendekatan
ini berguna bagi gerai Starbucks supaya terjadi keharmonisan diantara para pekerjanya.

(c) pendekatan kuantitatif

Pendekatan ini melibatkan statitiska, model-model optimasi, model-model informasi,


simulasi komputer, dan berbagai teknik kuantitatif lainnya dalam aktivitas-aktivitas
manajemen. Pendekatan kuantitatif memberikan kontribusi langsung dalam
pengambilan keputusan manajemen, khususnya dalam bidang perencanaan dan
pengendalian sehingga pendekatan ini berguna bagi gerai Starbucks.

(d) pendekatan sistem

Pendekatan sistem mengisyaratkan bahwa keputusan dan tindakan di salah satu bidang
organisasi akan memengaruhi bidang-bidang lainnya. Dan mengakui bahwa organisasi
tidak sepenuhnya mandiri dan tidak dapat mencukupi dirinya sendiri sehingga
pendekatan ini berguna bagi gerai Starbucks karena sang manajer harus mengelola
semua bagian sistem sehingga sasaran penjualan tercapai.

P1-3. (1) tren minuman bubble


(2) Thai tea

(3) minuman es kopi susu

Isu terbaru yang dihadapi manajer adalah pesaing yang semakin banyak. Gerai
Starbucks dapat terkena dampaknya karena tren-tren diatas banyak diminati kalangan
orang, tren minuman bubble yang diminati anak muda, Thai tea yang diminati semua
kalangan meskipun untuk beberapa orang rasanya terlalu creamy dan manis. Minuman
es kopi susu yang diminati para pekerja kantoran, selain harganya murah, rasa kopinya
pun enak dan tidak kalah dengan gerai kopi raksasa seperti Starbucks.

Implikasinya bagi manajer lini pertama, memproduksi barang dan menerapkan aturan
dan prosedur untuk mencapai produksi yang efisien.

Implikasinya bagi manajer tingkat menengah, sebagai penghubung antara manajer


puncak dan manajer lini pertama. Bertanggung jawab atas implementasi strategi secara
keseluruhan dan kebijakan yang ditentukan oleh manajer puncak.

Implikasinya bagi manajer puncak, merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan


secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan, serta mengambil keputusan yang
mempengaruhi seluruh organisasi.

P1-4. Contoh Howard Schultz memainkan peran jembatan antarpribadi, peran penyambung
informasi, dan peran pengambil keputusan.

contoh peran jembatan antarpribadi:

Howard Schultz kembali dan berupaya memulihkan pengalaman Starbucks. Niatannya


untuk memulihkan mutu/kualitas mengharuskannya menutup gerai AS (7.100 gerai
pada waktu itu) selama semalam guna melatih kembali 135.000 barista (peracik kopi)
tentang pengalaman kopi.

contoh peran penyambung informasi:

Howard Schultz menyelenggarakan konferensi kepemimpinan dengan seluruh manajer


gerai Starbucks (sekitar 8.000 orang) dan 2.000 partner lainnya untuk memberikan
penguatan dan penggemblengan kepada para karyawan ini mengenai berbagai hal
seputar jati diri Starbucks dan hal-hal yang perlu dilakukan agar perusahaan dapat
bertahan dan berkembang.

contoh peran pengambil keputusan:

Howard Schultz mengambil keputusan menutup 800 gerai Starbucks dan


memberhentikan 4.000 partner.

P1-5. “We aren’t in the coffee business, serving people. We’re in the people business,
serving coffee.” Mereka lebih mengutamakan kedekatan pelanggan dengan pekerja
yang mengakibatkan pelanggan merasa nyaman akan coffe shop dan terus datang
karena kenyamanan yang mereka dapatkan.
P1-6. Kevin Jhonson president and chief executive officer f or Starbucks. Dalam jabatan CEO
dialah yang menentukan arah perkembangan perusahaan. Menentukan strategi dan visi
perusahaan agar dapat berkembang lebih baik lagi. Merekalah yang menentukan arah
strategi perusahaan, namun dapat dibantu oleh tim manajemen senior ataupun investor.
Contohnya adalah menentukan pangsa pasar perusahaan, pesaing, produk, menentukan
keunikan perusahaan, budgeting, dan seterusnya.

P1-7. Pendapat kami mengenai misi dan prinsip perusahaan Stabucks sangat kemanusiaan
dan bertanggung jawab atas kenyamanan pelanggan. Misi dan prinsip dalam
perusahaan starbucks adalah “To inspire and nurture the human spirit— one person,
one cup and one neighborhood at a time.” Dari situ kita pasti paham cara kerja barista
starbuck dan pejabat eksekutif starbucks, bahwa mereka mengutamakan pelanggan.

P1-8. Rasional intuitif karena tujuan dari Starbucks adalah “ To inspire and nurture the
human spirit— one person, one cup and one neighborhood at a time.” Karena
didasarkan pada pengalaman, perasaan, dan akumulasi pertimbangan manajer. Dan
juga Starbucks lebih mengutamakan kenyamanan pelanggan.

P1-9. Dalam kondisi kepastian :


Schultz kembali dan berupaya memulihkan pengalaman Starbucks. Tujuannya adalah
memperbaiki gerai – gerai yang bermasalah, membangkitkan kembali kaitan emosional
dengan pelanggan dan melakukan perubahan jangka panjang seperti mereorganisasi
perusahaan dan memperbarui rantai pasokan.
Schultz memilih New Orleans sebagai tempat penyelenggaraannya. New Orleans
tengah membangun dirinya kembali dan berhasil melakukannya, Starbucks juga
sedang dalam proses membangun kembali dan mereka juga bisa berhasil
melakukannya.
Menutup 800 gerai dan memberhentikan 4.000 partner, lebih sulit lagi.

Dalam kondisi resiko :


Mundur dari jabatannya sebagai CEO di tahun 2000, memercayakan pengambilan
keputusan pada orang lain.
Menyelenggarakan konferensi kepemimpinan dengan seluruh manajer gerai (sekitar
8.000 orang) dan 2.000 partner lainnya semuanya di satu tempat di saat yang sama.
Untuk memberikan penguatan dan penggemblengan kepada para karyawan ini
mengenai berbagai hal seputar jati diri Starbucks dan hal-hal yang perlu dilakukan agar
perusahaan dapat bertahan dan berkembang.

Dalam kondisi ketidakpastian : Menutup seluruh gerai AS selama semalam guna


melatih kembali 135.000 barista tentang pengalaman kopi.

P1-10. Menurut Kami, Howard Schultz adalah pengambil keputusan dengan kondisi
kepastian. Hal tersebut dikarenakan setiap pengambilan keputusannya ia dapat
memperkirakan dengan pasti sebab ia memiliki informasi yang cukup.
P1-11. Bias dan kesalahan dapat memengaruhi pengambilan keputusan yang dilakukan oleh
pejabat eksekutif, manajer toko, dan partner karena sebelum mengambil keputusan
mereka harus mengindentifikasi masalah tersebut dan kriteria keputusan serta alokasi
bobot ke kriteria. Dari situlah mereka dapat menyusun, menganilisis, dan memilih
alternatif yang dapat memecahkan masalah.

P1-12. Pemikiran desain penting bagi perusahaan Starbucks karena hal itu merupakan ciri
khas pada suatu perusahaan. Desain logo Starbucks yakni putri duyung berekor dua
yang khas dari Starbucks dipengaruhi oleh Mualim kepala pecinta kopi dalam buku
Moby Dick.