Anda di halaman 1dari 12

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pemanfaatan Listrik AC

Arus listrik AC (Alternating Current) merupakan sumber arus yang dihasilkan oleh
generator dan PLN. Generator adalag alat yang terbuat dari magnet dan kumparan kawat,
apabila salah satunya bergerak akan menghasilkan listrik. Untuk menggerakkannya dapat
menggunakan turbin yang digerakkan oleh air atau angin. Perusahaan Listrik Negara (PLN)
atau nama resminya PT. PLN (Persero) adalah sebuah BUMN yang mengurus semua aspek
kelistrikan yang ada di Indonesia.

Pemanfaatan listrik AC sebenarnya sangatlah banyak, untuk mempermudah kita dapat


melihat barang-barang yang ada dirumah. Perhatikan bahwa semua barang yang
menggunakan listrik PLN berarti telah memanfaatkan listrik AC.

Jika kita perhatikan baik-baik kWh meter yang ada di rumah kita tentu kita akan melihat
tulisan 220 volt 50 Hz,hal ini menandakan bahwa listrik di rumah kita bertegangan 220 volt
dengan frekuensi 50 Hz. Arti frekuensi yang bernilai 50 Hz adalah menandakan bahwa
listrik yang kita pakai di rumah adalah listrik arus bolak balik atau AC yaitu dalam waktu
1 detik, gelombang listrik AC bergerak bolak-balik sebanyak 50 kali dari titik 0 – titik
puncak – 0 – titik dasar – 0 . Jadi jelas bahwa jika tertulis Hz dalam kelistrikan itu artinya
listrik yang digunakan adalah jenis listrik AC.

Salah satu alasan mengapa PLN menggunakan listrik AC adalah karna mudah
ditransformasikan. Listrik AC dapat diturunkan dan dapat pula dinaikkan dengan mudah
dengan menggunakan transformator atau yang sering disebut dengan trafo.

1
Sebuah transformator step down yang berfungsi menurunkan tegangan listrik AC

Untuk menggunakan transformator maka arus listrik yang digunakan haruslah arus
listrik yang berubah-ubah dalam hal ini digunakanlah arus AC. Hal tersebut dikarenakan
transformator tidak dapat memproses tegangan DC. Kalaupun bisa maka harus
menggunakan sebuah inverter dan hal tersebut kurang efisien

B. Pengertian Instalasi Listrik

Instalasi listrik adalah suatu sistem atau rangkaian yang digunakan untuk menyalurkan
daya listrik (Electric Power) untuk kebutuhan manusia dalam kehidupannya. Instalasi pada
garis besarnya dapat dibagimenjadi dua bagian yaitu :
 Instalasi penerangan listrik
 Instalasi daya listrik
Yang termasuk didalam instalasi penerangan listrik adalah seluruh instalasi yang
digunakan untuk memberikan daya listrik pada lampu. Pada lampu ini daya listrik atau
tenaga listrik diubah menjadi cahaya yang digunakan untuk menerangi tempat atau bagian
sesuai dengan kebutuhannya. Instalasi penerangan listrik ada 2 (dua) macam, yaitu:
 Instalasi di dalam gedung
 Instalasi di luar gedung
Instalasi di dalam gedung adalah instalasi listrik di dalam bangunan gedung (termasuk
untuk penerangan, teras dan lain -lain) sedangkan instalasi di luar bangunan gedung
(termasuk disini adalah penerangan halaman, taman, jalan, peneragan papan nama, dan lain
–lain).
Tujuan utama dari instalasi penerangan adalah untuk memberikan kenyamanan
terhadap keadaan yang memerlukan ketelitian maka diperlukam penerangan yang
mempunyai penerangan besar sedangkan untuk pekerjaan –pekerjaan yang memerlukan
ketelitian tidak perlu menggunakan penerangan yang mempunyai penerangan besar.
Sedangan instalasi daya listirk adalah instalasi yang digunakan utnuk menjalankan
mesin –mesin listrik termasuk disini adalah instalasi untuk melayani motor –motor listrik
di pabrik, pompa air, dan lain –lain, pada mesin –mesin energy listrik ini diubah menjadi
energi mekanis sesuai dnegan kebutuhan manusia.

2
Dengan demikian maka masalah instalasi perlu diperhatikan dan tidak terlepas dari
peraturan –peraturan yang merupakan pedoman untuk penyelenggaraan instalasi listrik.
Peraturan –peraturan yang berhubungan masalah ini adalah :
 Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL)
 International Electrotecnical Commision (IEC)
Dalam kegiatan yang berhubungan dengan instalasi listrik baik perencanaan,
pemasangan maupun pengoperasian maka prinsip –prinsip dasar sangat diperlukan.

C. Prinsip-Prinsip Dasar Instalasi Listrik


Beberapa prinsip instalasi harus menjadi pertimbangan pada pemasangan suatu
instalasi listrik, tujuannya adalah agar instalasi yang dipasang dapat digunakan secara
optimum. Adapun prinsip –prinsip dasar tersebut adalah sebagai berikut :
1. Keamanan
Yang dimaksud adalah keamanan secara elektrik untuk manusia, ternak, dan barang
lainnya apabila terjadi keadaan tidak normal dalam suatu instalasi listrik.
2. Keandalan
Yang dimaksud adalah andal secara mekanik maupun secara elektrik (instlasai bekerja
pada nilai nominal tanpa timbul kerusakan). Keandalan juga menyangkut ketepatan
pengaman untuk menanggapi jika terjadi gangguan.
3. Ketersedian
Yang dimaksud adalah kesiapan suatu instalasi melayani kebutuhan baik daya, gawai,
maupun perluasan instalasi yang mencakup spare dari suatu instalasi, peralatan yang
digunakan dan sebagainya.
4. Ketercapaian
Yang dimaksud adalah pemasangan peralatan instlasi yang mudah dijangkau oleh
pengguna dan di dalam mengoperasikan peralatan tersebut juga mudah dan dapat
dijangkau oleh konsumen.
5. Keindahan
Yang dimaksud dengan keindahan adalah pemasangan instalasi listrik harus sesuai
dengan dengan peraturan yang berlaku, yang posisi peralatan -peralatan listrik sesuai
pada tempatnya.

3
6. Ekonomis
Yang dimaksud ekonomis adalah biaya yang dikeluarkan untuk instalasi harus sehemat
mungkin karena besarnya biaya saja tidak selalu menjamin mutu suatu instlasi, namun
walaupun demikian mutu peralatan tetaplah menjadi perhatian utama.

D. Peralatan Yang Digunakan Pada Instalasi Listrik 1 Fasa


Adapun peralatan yang digunakan dalam pemasangan instalasi listrik satu fasa
diantaranya yaitu :
1. Pipa
Salah satu pipa yang paling sering digunakan dalam instalasi listrik yaitu pipa
PVC (Poly Vinil Clorida). Sifat PVC yang tahan lama dan tidak gampang dirusak dan
tidak berkarat atau membusuk menjadikan PVC paling sering digunakan dalam system
perpipaan dan pelindung kabel.
PVC tahan dalam kondisi lingkungan secara biologis maupun kimiawi,
membuatnya menjadi plastic yang dipilih sebagai bahan pipa logam yang rentan karat
dalam penggunaan rumah tangga, untuk ukuran diameter pipa PVC dengan standar JIS
(satuan inch), biasanya dipakai C5/8 untuk pelindung kabel listrik.
2. Fitting
Fitting adalah suatu alat untuk menghubungkan lampu dengan kawat-kawat
jaringan listrik secara aman. Fitting berasal dari bahasa Inggris yang berarti sebuah
tempat untuk menaroh sebuah lampu bohlam, yang berbentuk bulat dengan lubang
ditengahnya yang digunakan untuk menarh bohlam. Berdasarkan pemakaiannya bentuk
fitting ada beberapa macam yaitu, fitting temple, fitting gantung, fitting bayonet,
kombinasi fitting dengan stop kontak dan lain-lain.
3. Kabel
Kabel adalah bagian dari instalasi listrik yang berfungsi menghantarkan arus listrik
sampai ke peralatan listrik. Umumnya ukuran kabel yang digunakan dalam instalasi
listrik adalah 1,5 atau 2,5. Bila ada saluran kabel yang bocor maka akan terjadi
gangguan dalam instalasi listrikrumah kita.
 Kabel NYA
Merupakan kabel berisolasi PVC dan berinti kawat tunggal. Warna isolasinya
adalah merah, kuning, biru, dan hitam. Jenisnya adalah kabel udara (tidak untuk
ditanam dalam tanah) karena isolasinya hanya satu lapis, maka mudah luka karena
4
gesekan, gigitan tikus dan gencetan. Dalam pemasangan selalu dimasukkan dalam
pipa PVC yang berfungsi sebagai konduit. Konduit adalah suatu selubung
pelindung, biasanya pipa PVC tipis (berbeda dengan pipa PVC untuk saluran air
bersih)yang diisi kabel listrik yang bertujuan melindungi kabel dari gangguan luar.

 Kabel NYM
Kabel jenis ini memiliki isolasi luar jenis PVC berwarna putih (cara
mengenalinya bias dengan melihat warna yang khas yaitu putih) dengan selubung
karet didalam nya dan berinti kawat tunggal yang jumlahnya antara 2 sampai 4 inti
dan masing-masing inti mempunyai isolasi masing-masing dengan warna yang
berbeda-beda. Jadi seperti beberapa kabel nya yang dijadikan satu dan ditambahkan
isolasi putih dan selubung karet.
Kode yang digunakan untuk jenis kabel ini adalah missal : 3C X 2,5 sqmm,
dimana 3C menandakan jumlah inti (3 inti kabel), 2,5 sqmm menandakan ukuran
penampang kabel dalam “square millimeter”. Kabel ini relative lebih kuat karena
adanya isolasi PVC dan selubung karet. Pemasangannya pada instalasi listrikdalam
rumah bisa tanpa conduit (kecuali dalam tembok), tetapi bukan untuk tipe “outdoor”
harganya lebih mahal dari tipe kabel NYA.

 Kabel NYY
Warna khas kabel ini adalah hitam dengan isolasi PVC ganda sehingga lebih
kuat. Karena lebih kuat dari tekanan, gencetan dan air, pemasangannya bisa untuk

5
outdoor, termasuk ditanam dalam tanah. Kabel untuk lampu taman da diluar rumah
sebaiknya menggunakan kabel jenis ini. Harganya tentu lebih mahal dibandingkan
dua jenis kabel sebelumnya.

4. Kotak Sambung
Merupakan suatu komponen dalam instalasi listrik yang berfungsi sebagai tempat
terjadinya percabangan kabel listrik.

5. Stop Kontak
Adalah komponen listrik yang berfungsi sebagai muara hubungan antara alat
listrik dengan aliran listrik. Agar alat listrik terhubung dengan stop kontak, maka
diperlukan kabel dan steker dan colokan yang nantinya akan ditancapkan pada stop
kontak.
Berdasarkan bentuk serta fungsinya, stop k0ntak dibedakan menjadi dua
macam, yaitu :
 Stop kontak kecil, merupakan stop kontak dengan dua lubang (kanal) yang
berfungsi menyalurkan listrik pada daya rendah kealat-alat listrik melalui steker
yang juga berjenis kecil.
 Stop kontak besar, merupakan stop kontak dengan dua kanal AC yang dilengkai
dengan lempeng logam pada sisi atas dan bawah kanal AC yang berfungsi sebagai
ground. Saklar jenis ini biasa digunakan untuk daya yang lebih besar.
Sedangkan berdasarkan tempat pemasangannya , dikenal dua jenis stop kontak, yaitu :
 Stop kontak in bow, merupakan stop kontak yang dipasang didalam tembok.

6
 Stop kontak out bow, merupakan stop kontak yang dipasang diluar tembok atau
hanya diletakkan dipermukaan tembok pada saat berfungsi sebagai stop kontak
poetable.
6. Steker
Steker atau yang lebih dikenal dengan colokan listrik, karena memang berupa
dua buah colokan berbahan logam dan merupakan alat listrik yang berfungsi untuk
menghubungkan alat listrik dengan aliran listrik yang ditancapkan pada kanal stop
kontak sehingga alat listrik tersebut bisa digunakan.
7. MCB
Adalah suatu komponen dalam instalasi listrik yang berfungsi sebagai
pengaman beban lebih atau pembatas arus listrik yang mengalir keinstalasi listrik MCB
bekerja dengan cara pemutusan hubungan yang disebabkan oleh pemutusan aliran
listrik lebih dengan menggunakan electromagnet atau bimetal. Cara kerja dari MCB ini
adalah memanfaatkan pemuaian bimetal yang panas akibat arus yang mengalir untuk
memutuskan arus listrik. Kapasitas MCB mulai dari 1A, 2A, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A,
25A, 32A. MCB yang digunakan harus memiliki logo SNI pada MCB tersebut.

8. Lampu
Adalah salah satu kompinen listrik yang berfungsi sebagai penerangan atau
mengubah energi listrik menjadi energi cahaya.
9. Sakelar
Sakelar termasuk bahan jadi yang merupakan alat yang berfungsi untuk
menghubungkan dan memutuskan arys listrik dari sumber tegangan menuju beban.
Sakelar sangat banyak macamnya misalnya, untuk keperluan instalasi penerangan,
untuk tegangan tinggi,instalasi tenaga dan banyak lagi jenisnya.

7
10. Clamp
Clamp adalah suatu komponen dalam instalasi listrik yang berfungsi untuk
menahan pipa atau kabel instalasi listrik yang biasanya dipasang pada dinding agar pipa
atau kabel tersebut tidak jatuh.
11. Sekring
Sekring merupakan komponen instalasi utama yang berfungsi sebagai
pengaman apabila terjadi hubungan singkat dari instalasi listrik.

E. Cara Pemasangan Instalasi Listrik 1 Fasa


1. Persyaratan umum
a) Rencana instalasi listirk harus memenuhi ketentuan PUIL 2000
b) UU No.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja, beserta peraturan pelaksanaannya.
c) Peraturan Bangunan Nasional
d) Peraturan Pemerintah RI No.18 tahun 1972, tentang PLN Dan PP No.54 tahun 1981
tentang perubahan PP RI No.18 tahun 1972
e) PP RI No.36 tahun 1979 tentang pengusahaan kelistrikan
f) PP RI No.11 tahun 1979tentang keselamatan kerja pada pemurnian dan pengolahan
minyak dan gas bumi, bab XV Listrik
g) Peraturan Menteri Pertambangan dan Enrgi No. 02/P/MenPertamben/1983 tentang
standar listrik Indonesia
h) Peraturan mengenai kelistrikan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan PUIL
2000
2. Syarat-syarat Pemasangan Instalasi Listrik
Untuk pemasangan instalasi liatrik penerangan dan tenaga untuk rumah atau
gedung terlebih dahulu harus melihat gambar-gambar rencana instalasi yang sudah

8
dibuat oleh perencana berdasarkan denah rumah atau bangunan dimana instalasinya
akan dipasang. Selain itu juga spesifikasi dan syarat-syarat pekerjaan yang diterima dari
pemilik rumah atau bangunan, dan syarat tersebut tidak terlepas dari peraturan yang
harus dipenuhi, dari yang berwajib ialah yang mengeluarkan peraturan yaitu PLN
setempat.
Rencana instalasi listrik ialah berkas gambar rencana dan uraian teknik yang
digunakan sebagai pegangan untuk melaksanakan pemasangan suatu instalasi listrik.
Rencana instalasi listirk harus dibuat dengan jelas, serta mudah dibaca dan dipahami
oleh para teknisi listrik, untuk itu harus diikuti ketentuan dan standar yang berlaku.
Adapun syarat-syarat pemasangan instalasi yaitu :

a) Gambar situasi
Untuk menyatakan letak bangunan , dimana instalasinya akan dipasang serta
rencana penyambungannya dengan jaringan PLN.
b) Gambar instalasi
Gambar instalasi atau rencana penempatan semua peralatan listrik yang akan
dipasang dan sarana pelayanannya. Misalnya titik lampu, sakelar,dan kontak-
kontak, panel hubung bagi, data teknis yang penting bagi setiap peralatan listrik
yang akan dipasang.

c) Rekapitulasi
Rekapitulasi atau perhitungan jumlah dari komponen yang diperlukan antara lain :
 Rekapitulasi material dan harga
 Rekapitulasi daya atau skema bangan arusnya
 Rekapitulasi tenaga dan biaya

9
d) Pemasangan penghantar
Penghantar yang digunakan untuk instalasi penerangan (ranngkaian akhir)
adalah penghantar jenis NYA dan untuk instalasi daya (pengisi) dengan
menggunakan penghantar jenis NYM yang memiliki isolasi yang baik, agar mudah
cara pemasangan dan perbaikan pemasangan penghantar terebut masuk kedalam
pipa instalasi.
Ukuran penghantar jalur utama termasuk jalur ke stop kontak dan penghantar
jalur cabang dari sakelar ke lampu yaitu 2,5 mm2 dengan menggunakan penghantar
yang sesuai dengan ketentuan, maka keselamatan instalasi dapat terjamin dan
apabila instalasi akan diperluas masih dalam batas kemampuannya.
Penghantar unruk jenis NYM dilengka[I dengan penghantar pentanahan atau
arde karena untuk instalasi daya, misalnya untuk AC motor listrik dimaksudkan
agar bagian yang terbuat dari logam dapat ternetralisir dan apabila terjadi hubungan
singkat aliran arus akan segera ketanah.
e) Pipa instalasi
Semua penghantar dalam instalasi listrik dimasukkan dalam pipa PVC dengan
tujuan agar penghantar aman dari benturan mekanis , disamping itu juga penghantar
akan terisolasi serta mudah dalam perawatan apabila terjadi kerusakan dalam
perbaikan.
f) Sakelardan kotak kontak
Didalam sakelar dilengkapi dengan pegas yang dapat memutiskan rangkaian
dalam waktu yang sangat sinkat, dengan cepatnya pemutusan ini kemungkinan
timbulnya busur api antar kontak (tuas) sakelar menjadi lebih kecil. Sakelaryang
digunakan pada umumnya jenis sakelar tunggal, sakelar seri dan sakelar tukar jenis
inbow (terpendam dalam tembok).
Adapun aturan pemasangan sakelar yaitu :
 Tinggi pemasangan ± 150 cm diatas lantai
 Dekat dengan pintu dan mudah dicapai tangan atau sesuai kondisi tempat
 Arah posisi kontak (tuas) sakelar seragam bila pemasangan lebih dari satu.

10
Aturan pemasangan stop kontak yaitu :
 Tinggi pemasangan ±150 cm diatas lantai, apabila kurang dari 150 cm harus
dilengkapi tutup.
 Mudah dicapai tangan
 Dipasang sedemikian rupa, sehingga penghantar netralnya berada disebalah
kanan atau disebalah bawah.
g) Kotak pembagi daya listri (PHB) / Distribusi panel (DP)
Panel bagi dalam instalasi listrik rumah atau gedung merupakan peralatan yang
berfungsi sebagai tempat membagi dan menyalurkan tenaga listrk kebeban yang
memerlukan agar merata dan seimbang. Didalam panel bagi terdapat komponen rel
(busbar), sakelar utama, pengaman, alat-alat ukur, dan lampu indicator.
h) Rating pengaman
Rating pengaman yang dipakai menurut PUIL harus sama dengan atau lebih
besar dari arus nominal beban (1 pengaman > 1 nominal). Pengaman yang
digunakan dalam instalsi listrik adalah pemutus rangkaian (MCB) untuk pengaman
tiap kelompok beban dan pemutus rangkaian pusat (MCCB) untuk pengaman
seluruh beban. Besarnya reting arus MCB maupun MCCBdiperhitungkan arus
beban yang dipikul atau dipasang didalam instalasi agar memenuh syarat
keamanan.

F. Tata Cara Atau Lngkah Kerja


Adapun tata cara atau langkah kerja yang biasa dilakukan dalam penginstalasian rumah
sederhana, yaitu :
1. Melakukan survey ketemat pemasangan instalasi rumah.
2. Melakukan infentarisasi
3. Membuat gambar single line dan wiring diagram agar lebih mudah pada perhitungan
kabel dan bahan yang digunakan.
4. Membuat diagram pemipaan untuk membantu menghitung penggunaan pipa, elbow
dll.
5. Melakukan pemasangan alat dan bahan sesuai peraturan PUIL 2000
6. Melakukan pemasangan kabel sesuai pipa yang telah terlebih dahulu terpasang.

11
7. Memberi label-label pada kabel tersebut, yang mana kabel fasa keluar, fasa kelampu1
ke lampu 2, agar pada saat pemuntiran tidak terjadi kesalahan.
8. Menguji instalasi (kabel) yang digunakan dengan menggunakan multimeter atau
dengan alat ukur megger (alat pengukur tahanan) dengan satu mega.
9. Melakukan pemasangan bahan (fitting, sakelar, dan stop kontak) pada titik-titik yang
sudah ditentukan.
10. Memeriksa pada setiap stop kontak apakah arus listrik sudah mengalirdengan tespen.
Jika ada stop kontak yang tidak hidup periksa sambungan pada kontak-kontak serta
dalam kotak sambung.
11. Memeriksa pembagian group apakah sudah sesuai dengan gambar perencanaan
instalasi.
12. Menunggu antrian dari PLN untuk diuji dan masukkan sumber arus ke proyek rumah
ini.
13. Mengecek semua lampu, sakelar, dan kontak-kontak apakah sudah terpasang dengan
baik. Serta lakukan pengecekan secara keseluruhan pada instalasi.

12