Anda di halaman 1dari 17

REFERAT

DIABETES PADA KEHAMILAN

Disusun oleh :

Marcella Jane 406148022

Pembimbing :

dr. Raden Gioseffi Purnawarman, Sp.OG

KEPANITERAAN ILMU KEBIDANAN DAN KANDUNGAN

RUMAH SAKIT UMUM CIAWI

PERIODE 24APRIL 2017 - 14 JULI 2017

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA

LEMBARAN PENGESAHAN

1
Dengan ini maka referat ini yang berjudul “Diabetes Pada Kehamilan” yang disusun oleh :

Nama : Marcella jane

NIM : 406148022

Universitas : Tarumanagara

Telah dilakukan pembahasan dan dikoreksi kemudian disahkan pada tanggal oleh :

Dr. Raden Gioseffi Purnawarman, Sp.OG

(.........................................)

BAB I

2
PENDAHULUAN

Gestational diabetes (diabetes melitus gestasional atau, GDM) adalah suatu kondisi di
mana wanita yang tanpa sebelumnya didiagnosis diabetes menunjukkan peningkatan kadar
glukosa darah selama kehamilan (terutama selama trimester ketiga kehamilan). Gestational
diabetes ini disebabkan ketika tubuh seorang wanita hamil tidak mengeluarkan insulin yang
dibutuhkan selama kehamilan sehingga terjadi peningkatan kadar gula darah. [1]

Gestational diabetes umumnya memiliki beberapa gejala dan hal ini paling sering
didiagnosis dengan skrining selama masa kehamilan. Gestational diabetes mempengaruhi 3-
10% dari kehamilan, tergantung pada populasi yang diteliti. [2]

Seperti gestational diabetes mellitus pada umumnya, bayi yang lahir dari ibu dengan diabetes
gestasional biasanya mempunyai peningkatan risiko masalah seperti bayi besar untuk usia
kehamilan (yang dapat menyebabkan komplikasi kelahiran), gula darah
rendah (hipoglikema), dan penyakit kuning . Gestational diabetes adalah suatu kondisi yang
dapat diobati dan wanita yang telah mengontrol kadar gulanya secara efektif dapat
menurunkan risiko ini.

Wanita dengan diabetes gestasional mempunyai peningkatan risiko diabetes melitus


tipe 2 (atau, sangat jarang, diabetes autoimun laten atau Tipe 1) setelah kehamilan, serta
memiliki insiden yang lebih tinggi pre-eklampsia dan kelahiran dengan operasi caesar.
Sedangkan keturunan mereka rentan untuk pertumbuhan obesitas, dan atau dengan diabetes
tipe 2 di kemudian hari. Kebanyakan pasien diobati hanya dengan modifikasi diet dan olah
raga tetapi beberapa mengambil obat anti-diabetes, termasuk insulin. [3]

3
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Klasifikasi dan Definisi

Diabetes dalam kehamilan dibagi menjadi diabetes gestasional dan diabetes


pragestasional. 1
Gestational diabetes (diabetes melitus gestasional atau, GDM) adalah suatu
kondisi di mana perempuan tanpa sebelumnya didiagnosis diabetes menunjukkan
kadar glukosa darah tinggi selama kehamilan. Pada diabetes gestational, gula darah
4
akan kembali normal segera setelah melahirkan. Sedangkan untuk diabetes
pragestasional adalah kondisi dimana perempuan tersebut sudah terdiagnosis diabetes
sebelum kehamilan terjadi. 1

Epidemiologi

Prevalensi diabetes melitus gestasional sangat bervariasi dari 1-4%, terhun 2002 di gantung
dari subyek yang diteliti dan terutama dari kriteria diagnosis yag digunakan. Dengan
menggunakan kriteria yang sama yaitu yang digunakan oleh American Diabetes Association
prevalensi berkisar antara 2-3%.5

Prevalensi global diabetes melitus diperkirakan akan mencapai 380 juta pada tahun 2025.
Pada tahun 2002 di Amerika terdapat lebih 131.000 perempuan hamil yang menderita
komplikasi diabetes melitus. Jumlah ini merupakan 3,3% dari seluruh kelahiran hidup dan
lebih dari 90%-nya menderita diabetes melitus gestasional. Meningkatnya prevalensi diabetes
tipe 2, khususnya pada penduduk yang lebih muda, menyebabkan kehamilan dengan diabetes
meningkat pula.1

2.2 Patofisiologi

4
Sebagian kehamilan ditandai dengan adanya resistensi insulin dan
hiperinsulinemia, yang pada beberapa perempuan akan menjadi faktor predisposisi
untuk terjadinya DM selama kehamilan. Resistensi ini berasal dari hormon
diabetogenik hasil sekresi plasenta yang terdiri dari atas hormon pertumbuhan
(growth hormon), CRH, placental lactogen dan progesteron. Hormon ini dan
perubahan endokrinologik serta metabolik akan menyebabkan perubahan dan
menjamin pasokan bahan bakar dan nutrisi ke janin sepanjang waktu. Akan terjadi
diabetes mellitus gestasional apabila fungsi pankreas tidak cukup untuk mengatasi
keadaan resistensi insulin yang diakibatkan oleh perubahan hormon diabetogenik
selama kehamilan. 3

2.3 Diagnosis dan skrining

Kriteria diagnosis menurut American Diabetes Association

American Diabetes Association menggunakan skrining diabetes melitus


gestasional melalui pemeriksaan glukosa darah dua tahap. Tahap pertama dikenal
dengan nama tes tantangan glukosa yang merupakan tes skrining. Pada semua wanita
hamil yang datang di klinik diberikan minum glukosa sebanyak 50 gr kemudian
diambil contoh darah satu jam kemudian. Hasil glukosa darah >140mg/dl disebut tes
tantangan positif dan harus dilanjutkan dengan tahap kedua yaiut tes toleransi glukosa
oral. Untuk tes toleransi glukosa oral American diabetes association mengusulkan dua
jenis tes yaaito yang disebut tes toleransi glukosa oral tiga jam, dan tes toleransi
glukosa oral dua jam, Perbedaan utama ialah jumlah beban glukosa, yaitu pada yang
tiga jam menggunakan beban glukosa 100gr sedang yang pada dua jam hanya 75
gram. 2

5
6
Kriteria Diagnosis Menurut WHO

WHO dalam buku Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus tahun


1999 menganjurkan untuk diagnosis diabetes melitus gestasional harus dilakukan tes
toleransi glukosa oral dengan beban glukosa 75gr. Kriteria diagnosis sama dengan
yang bukan wanita hamil yaitu puasa ≥ 126 mg/dl 2 jam pasca beban ≥ 200mg/dl,
dengan tambahan mereka yang tergolong toleransi glukosa terganggu didiagnosis juga
sebagai diabetes melitus gestasional.

Siapa yang harus diskrining dan kapan harus diskrining

Wanita dengan diabetes melitus gestasional hampir tidak pernah memberikan


keluhan, sehingga perlu dilakukan skrining, Oleh karena hanya sekitar 3-4% dari
wanita hamil yang menjadi diabetes melitus gestasional. Semua wanita hamil harus
dilakukan skrining untuk diabetes melitus gestasional atau hanya pada mereka yang
memiliki resiko tinggi

7
.

2. 4 Penatalaksanaan Diabetes Melitus Gestasional


Selain monitoring, terapi diabetes dalam kehamilan adalah :
a. Diet
Terapi nutrisi adalah terapi utama di dalam penatalaksanaan diabetes. Tujuan
utama terapi diet adalah menyediakan nutrisi yang cukup bagi ibu dan janin,
mengontrol kadar glukosa darah, dan mencegah terjadinya ketosis (kadar keton
meningkat dalam darah). Menurut Lokakarya LIPI/NAS (1968), wanita diabetes
gestasional dengan berat badan normal dibutuhkan 30kkal/kg/hari. Pada wanita
dengan obesitas (Indeks Massa Tubuh > 30 kg/m2) dibutuhkan 25 kkal/kg/hari. Pola
makan 3 kali makan besar diselingi 3 kali makanan kecil dalam sehari sangat
dianjurkan. Pembatasan jumlah karbohidrat 40% dari jumlah makanan dalam sehari
dapat menurunkan kadar glukosa darah postprandial (2 jam setelah makan). 3

Gambar 2. Diet Sehat untuk Penderita DM

b. Olahraga
Bersepeda dan olah raga tubuh bagian atas direkomendasikan pada wanita
dengan diabetes gestasional. Para wanita dianjurkan meraba sendiri rahimnya ketika

8
berolahraga, apabila terjadi kontraksi maka olahraga segera dihentikan. Olahraga
berguna untuk memperbaiki kadar glukosa darah. 3

Gambar 3. Olahraga untuk Wanita dengan Diabetes Gestasional


c. Pengobatan insulin
Penderita yang sebelum kehamilan memerlukan insulin diberikan insulin dengan
dosis yang sama seperti sebelum kehamilan, sampai didapatkan tanda-tanda perlu
ditambah atau dikurangi. Menurut The American Diabetes Association (1999), terapi
insulin direkomendasikan ketika terapi diet gagal untuk mempertahankan kadar gula
darah puasa < 95 mg/dl atau 2 jam setelah makan kadar gula darah < 120 mg/dl. 3

Gambar 4. Lokasi Penyuntikan Insulin pada Wanita Hamil

9
Gambar 5. Contoh Pen untuk Menyuntikkan Insulin

Terapi obat oral pada diabetes gestasional tidak direkomendasikan oleh ADA
karena obat-obat tersebut dapat melalui plasenta, merangsang pankreas janin, dan
menyebabkan hiperinsulinemia pada janin. 5

2. 5 Komplikasi Diabetes Melitus Gestasional pada Ibu dan Bayi


A. Komplikasi diabetes gestasional terhadap bayi. 3
Sebagian besar wanita yang mengalami diabetes melitus gestasional dapat
melahirkan bayi yang sehat. Akan tetapi, diabetes gestasional yang tidak dimonitor
dengan baik dapat mengakibatkan kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat
menyebabkan masalah kesehatan pada sang ibu dan bayi, termasuk kemungkinan
untuk melahirkan dengan cara operasi caesar. Berikut adalah beberapa resiko yang
dapat terjadi akibat diabetes gestasional :
1. Bayi lahir dengan berat berlebih.
Kadar glukosa yang berlebih dalam darah dapat menembus plasenta, yang
mengakibatkan pankreas bayi akan memproduksi insulin berlebih. Hal ini dapat
menyebabkan bayi tumbuh terlalu besar (macrosomia). Bayi yang terlalu besar
dapat mengakibatkan bayi terjepit ketika melewati jalan lahir, dan beresiko untuk
terjadinya luka saat lahir yang membutuhkan operasi caesar untuk
melahirkannya.
2. Lahir terlalu awal dan sindrom sulit untuk bernafas.
Ibu dengan kadar gula darah yang tinggi dapat meningkatkan resiko untuk
melahirkan sebelum waktunya. Atau dapat juga dokter yang menyarankan
demikian, karena bayinya tumbuh terlalu besar. Bayi yang dilahirkan sebelum

10
waktunya dapat mengalami sindrom sulit untuk bernafas. Bayi yang mengalami
sindrom tersebut memerlukan bantuan pernafasan hingga paru-parunya
sempurna. Bayi yang ibunya mengalami diabetes gestasional juga dapat
mengalami sindrom sulit untuk bernafas meskipun dilahirkan tepat waktu.
3. Kadar gula darah rendah (hipoglikemia).
Terkadang, bayi dari ibu yang mengalami diabetes gestasional mempunyai
kadar gula darah yang rendah (hipoglikemia) setelah dilahirkan, karena kadar
insulin dalam tubuhnya yang tinggi. Hipoglikemia berat yang dialami oleh bayi,
dapat mengakibatkan kejang pada bayi. Pemberian nutrisi secara cepat &
terkadang juga dengan pemberian cairan glukosa secara intra vena dapat
mengembalikan kadar gula darah bayi kembali ke normal.

4. Bayi kuning (jaundice).


Warna kekuningan pada kulit dan mata dapat terjadi bila hati bayi belum
berfungsi dengan sempurna untuk memecah zat yang bernama bilirubin, yang
secara normal terbentuk ketika tubuh mendaur ulang sel darah merah yang tua
ataupun rusak. Meskipun jaundice tidak menimbulkan kekhawatiran, tetapi
pengawasan secara menyeluruh tetap diperlukan.
5. Diabetes tipe 2 di kemudian hari.
Bayi dari ibu yang mengalami diabetes gestasional mempunyai resiko lebih
besar untuk menderita obesitas dan diabetes tipe 2 di kemudian hari.
6. Kematian pada bayi, baik sebelum ataupun setelah lahir

B. Komplikasi diabetes melitus gestasional terhadap ibu3


1. Tekanan darah tinggi, preeklampsia dan eklampsia.
Diabetes melitus gestasional akan meningkatkan resiko ibu untuk
mengalami tekanan darah yang tinggi selama kehamilan. Hal tersebut juga akan
meningkatkan resiko ibu untuk terkena preeklampsia dan eklampsia, yaitu 2 buah
komplikasi serius dari kehamilan yang menyebabkan naiknya tekanan darah &
gejala lain, yang dapat membahayakan ibu maupun sang buah hati.
2. Diabetes di kemudian hari.
11
Jika mengalami diabetes melitus gestasional, maka kemungkinan besar
akan mengalami kembali pada kehamilan berikutnya. Selain itu, ibu juga
beresiko untuk menderita diabetes tipe 2 di kemudian hari. Akan tetapi dengan
mengatur gaya hidup seperti makan makanan yang bernutrisi & berolahraga
dapat mengurangi resiko terkena diabetes tipe 2 nantinya.

2.6 CARA DAN WAKTU PERSALINAN


Perempuan hamil dengan diabetes mellitus gestasional bukan merupakan
indikasi seksio sesarea. Penangan persalinan tetap harus berdasarkan indikasi ibu dan
janin, sama halnya dengan pengelolaan perempuan hamil tanpa diabetes.
Pada perempuan hamil diabetes gestasional dengan bayi makrosomia, komplikasi
utama saat persalinan adalah trauma kelahiran seperti distosia bahu, fraktur tulang,
dan injuri plexus brachialis. Bayi yang dilahirkan juga berisiko mengalami
hipoglikemi dan kelainan metabolik lain.
Pengambilan keputusan untuk melakukan persalinan lebih awal (pada kehamilan
38 minggu) dengan cara induksi persalinan atau SC dilakukan atas pertimbangan
terjadinya kematian perinatal atau morbiditas perinatal yang berhubungan dengan
makrosomia, distosia bahu, gawat janin, dan terjadinya sindroma distress respirasi.
Tatalaksana wanita hamil dengan DMG pada kehamilan 38 minggu dengan cara
induksi persalinan yang mendapat pengobatan insulin, dihubungkan dengan upaya
menurunkan berat badan janin diatas 4000g. Pada perempuan hamil dengan DMG
yang mendapatkan pengobatan insulin, tidak ada manfaatnya menunda persalinan
sampai melampaui usia kehamilan 38-39 minggu, bisa menurunkan kemungkinan
terjadinya makrosomia.
Bila berat badan janin diduga lebih dari 4500g, persalinan dianjurkan dengan
cara seksio sesarea.3,6

Diabetes Pada Trimester pertama

Pemantauan kadar glukosa secara cermat sangatlah penting. Karena itu,


bmelakukan program kontrol glukosa yang disesuaikan dengan keadaan pasien dan
untuk memberikan edukasi mengenai penanganan kehamilan selanjutnya. Rawat inap
juga merupakan kesempatan untuk menilai tingkat penyulit vaskular dan secara tepat
menentukan usia gestasi. 1

12
Terapi Insulin

Insulin digunakan untuk wanita hamil dengan diabetes overt. Meskipun obat
hipoglikemik oral dilaporkan berhasil digunakan untuk diabetes gestasional, obat-
obat ini saat ini belum direkomendasikan untuk diabetes overt kecuali untuk
penelitian, Kontrol glikemik ibu biasanya dapat dicapai dengna penyuntikan harian
multipel dan penyesuaian asupan makanan.

Selama kehamilan dapat dilakukan pemberian infus insulin subkutan oleh


suatu pompa terkalibrasi. Cara ini memiliki kelebihan dan kekurangan tetapi, seperti
dibuktikan dalam suatu kajian cochrane database oleh Farrrar dkk, dalam suatu studi
retrospektif terhadap 42 wanita hamil, gagal membuktikan perbaikan terhadap kontrol
glikemik atau penurunan berat lahir janin yang membandingkan mereka yang
menggunakan pompa dengan mereka yang ditangani dengan terapi insulin
konvensional.

Pemanatauan sendiri kadar glukosa kapiler dengna menggunakan glukometer


dianjurkan karena melibatkan wanita yang bersangkutan untuk merawat dirinya
sendiri. 1

Diet

Bagi wanita yang beratnya normal, American Diabetes Association


merekondasikan asupan kalori 30 sampai 35 kkal/kg, yang dikonsumsi sebagai tiga
kali makan dan tiga kali makanan ringan setiap hari. Untuk wanita yang beratnya
kurang, jumlah ini ditingkatkan menjadi 40 kkal/kg/hari. Bagi mereka yang beratnya
diatas 120 persen berat ideal, asupan dikurangi menjadi 24 kkal/kg.hari. Komposisi
diet ideal adalah 55 persen karbohidrat, 20 persen protein dan 25 persen lemak dengan
kurang dari 10 persen lemak jenuh. 1

Diabetes pada trimester kedua

Dalam upaya untuk mendeteksi cacat tabung saraf dan anomali lain, dilakukan
pengukuran alfa fetoprotein serum ibu pada 16 sampai 20 minggu dalam kaitannya
dengan pemeriksaan sonografik terarah pada 18 sampai 20 minggu. Selaian
pemeriksaan alfa fetoprotein juga perlu dilakukan peningkatan jumlah kebutuhan
insulin.1

13
Diabetes pada trimester ketiga

Pada wanita dengan dibaetes, bedah caesar sering dilakukan untuk


menghindari persalinan traumatik pada bayi besar menjelang atau saat aterm. Pada
wanita dengan diabetes tahap lanjut, khususnya mereka yang mengidap kelainan
vaskular, penurunan kemungkinan keberhasilan induksi persalinan yang yauh daro
aterm juga berperan besar meningkatkan angka bedah caesar. Induksi persalinan dapat
diupayakan jika janin tidak terlalu besar dan keadaan serviks telah cukup mendukung.
Angka bedah caesar berkisar dari 50-80 persen.

Dosis insulin kerja lama yang diberikan pada hari persalinan perlu sangat
dikurangi atau dihilangkan. Perlu digunakan insulin regular untuk memenuhi sebagian
besar atau seluruh kebutuhan insulin ibu pada saat ini, karena kebutuhan insulin
biasanya berkurang setelah melahirkan. Infus insulin kontinu dengan pompa
berkalibrasi adalah metode yang paling memuaskan. Selama persalinan dan setelah
pelahiranm wanita yang bersangkutan perlu mendapat hidrasi adekuat secara
intravena dan diberi glukosa dalam jumlah memadai untuk mempertahankan
normoglikemia. Kadar glukosa kapiler atau plasma perlu sering diperiksa, dan insulin
regular perlu diberikan sesuai kebutuhan. Tidak jarang seorang wanita sama sekali
tidak memerlukan insulin selama 24 jam pertama pascapartum dan kemudian
mengalami fluktuasi mencolok kebutuhan insulin dalam beberapa hari berikutnya.
Infeksi harus dideteksi dan diatasi. 1

14
BAB III

PENUTUP

III.1 Kesimpulan

Gestational diabetes (diabetes melitus gestasional atau, GDM) adalah suatu


kondisi di mana perempuan tanpa sebelumnya didiagnosis diabetes menunjukkan
kadar glukosa darah tinggi selama kehamilan.

Faktor risiko untuk diabetes gestasional meliputi:

 Usia lebih dari 25.

 Keluarga atau riwayat kesehatan pribadi

 Kelebihan berat badan.

 Ras kulit putih.

Pada wanita hamil dianjurkan untuk melaksanakan antenatal care pada kehamilan
secara rutin untuk mendeteksi dini terjadinya diabetes mellitus gestasional. Adapun

15
skrining yang dilakukan untuk memeriksakan kehamilan. Cara skrining dan criteria
diagnostic diabetes mellitus gestasional dapat dengan cara O’Sullivan dan Mahan,
WHO, dan American Collage of Obstetricians and Gynecologists.

Penanganan diabetes mellitus gestational dapat secara medis seperti pemberian


insulin, olahraga, dan diet nutrisi pada wanita yang mengalami diabetes saat
kehamilan. Dapat juga secara obstetric seperti pemeriksaan antenatal care secara rutin.

Untuk mencegah diabetes gestasional, selain dengan skrining dapat juga


melalkukan hal-hal sebagai berikut :

 Makan makanan yang sehat.


 Tetap aktif
 Menurunkan kelebihan berat badan sebelum kehamilan

Komplikasi yang dapat mempengaruhi bayi anda :

 Berat lahir yang berlebihan.

 Awal (prematur) lahir dan sindrom gangguan pernapasan..

 Gula darah rendah (hipoglikemia).

 Penyakit kuning

 Diabetes tipe 2 di kemudian hari..

 Kematian

Komplikasi yang dapat mempengaruhi anda :

 Tekanan darah tinggi, preeklampsia dan eklampsia

 Diabetes di masa depan

16
DAFTAR PUSTAKA

1. Cunningham G, Leveno J, Bloom L. Diabetes. In: Obstetri Williams. 23 rd ed. New


York: Mc-GrawHill; 2010.
2. Sudoyo W, Setiyohadi B. Diabetes Melitus Gestasional. In: buku ajar ilmu penyakit
dalam. 4th ed. Indonesia: InternaPublishing; 2008.
3. Prawirohardjo S. Kehamilan dan gangguan endokrin. In: Ilmu kebidanan Sarwono
Prawirohardjo. 4th ed. Indonesia: PT. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2016.
4. Anonim. Diabetes basics [internet]. New York [updated 2016 sep 28; cited 2017

May 4]. Available from: http://www.diabetes.org/diabetes-basics/gestational/.


5. Thompson D, Berger H, Feig D, Gagnon R, Kader T, Keely E, et al.Diabetes and
Pregnancy. Can J Diabete; 2013.
6. Thacker SM, Petkewicz KA. Gestasional Diabetes Mellitus. 2009;34(9):43-48.
Available from: URL: http://www.medscape.com/viewarticle/710578_3. Accessed
May 5, 2017.

17