Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

Kardiomiopati adalah sekumpulan kelainan pada jantung dengan kelainan utama terbatas
pada miokardium. Kondisi ini seringkali berakhir dengan menjadi gagal jantung. Kardiomiopati
adalah suatu proses penyakit yang kompleks yang dapat menyerang jantung penderita dengan
berbagai usia dan manifestasi klinis biasanya tampak saat dekade ketiga atau keempat.
Kelompok penyakit ini beberapa kali mengalami perubahan dalam hal klasifikasi kelainnya. bila
dilihat dari definisi dapat disebutkan bahwa kardiomiopati merupakan suatu kelompok penyakit
yang langsung mengenai otot jantung atau miokard itu sendiri, kelompok penyakit ini tergolong
khusus karena kelainan yang ditimbulkannya bukan terjadi akibat penyakit perikardium,
hipertensi, koroner, kelainan kongenital atau kelianan katup. Walaupun untuk menegakkan
diagnosis perlu menyigkirkan faktor-faktor etiologi tersebut, gambaran dari kardiomiopati itu
sendiri sangat khusus baik secar klinis maupun hemodinamik.
Akhir-akhir ini, insidens kardiomiopati semakin meningkat frekuensinya. dengan
bertambah majunya teknik diagnostik, ternyata kardiomipotai idiopatik merupakan penyebab
morbiditas dan mortalitas yang utama. dibeberapa negara, penyakit ini bahkan merupakan
penyebab kematian sebesar 30% atau lebih dari pada semua kematian akibat penyakit jantung.
Etiologi terkadang dapat diketahui tetapi tidak jarang pula etiologinya tidaklah jelas.
Yang tidak termasuk dalam klasifikasi mpenyakit ini tetapi sama-sama menganggu miokardium
dan dapat menimbulkan gagal jantung adalah kondisi seperti hipertensi, penyakit katup atau
penyakit arteri koroner. Kardiomiopati diklasifikasikan berdasarkan etiologi maka dikenal dua
bentuk dasar yaiktu (1), tipe primer, apabila terdapat penyakit pada otot jantung dengan
penyebab yang tidak diketahui. termasuk didalamnya adalah idiopatik kardiomiopati, familial
kardiomiopati, penyakit eosinofilik endomiokardium dan fibrosis endomiokardium. (2) tipe
sekunder apabila ditemukan penyakit miokardium dengan penyebab yang dapat diketahui,
termasuk bila berhubungan dengan penyakit yang melibatkan sistem organ lain.
Kardiomiopati dapat dibagi menjadi tiga berdasarkan perubahan anatomi, klinis dan
patofisologinya yang terjadi, yaitu kardiomiopati dilatasi, kardiomiopati hipertrofi, dan
kardiomiopati restriksi. Di Indonesia, jenis kardiomiopati yang paling banyak dijumpai adalah
kardiomiopati dilatasi.
Pada makalah ini akan dibahas mengenai kardiomiopati. Makalah ini diharapkan dapat
membantu mahasiswa klinik kedokteran untuk lebih memahami mekanisme dasar terjadinya
kardiomiopati sebagai suatu kompleks penyakit.