Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN

IFRS 5
ASET TIDAK LANCAR YANG DIMILKI UNTUK DIJUAL

Oleh :

Bagus Hutama Putra


1711070091
S1 Akuntansi Lanjutan –Kelas Karyawan
A. Pendahuluan

IFRS 5 mengharuskan entitas-entitas untuk melakukan reklasifikasi aset tidak lancarnya di dalam
laporan posisi keuangan menjadi dikuasai untuk dijual, atau pelepasan kelompok aset entitas bilamana
manajemen memutuskan untuk menjual aset tersebut di dalam satu tahun. kelompok aset yang
dihentikan penggunaannya dapat diklasifikasikan sebagai operasi yang dihentikan bilamana memenuhi
kriteria tertentu. IFRS 5 mensyaratkan bahwa semua aset tersebut dibukukan atas dasar yang terendah
antara nilai yang tercatat atau estimasi harga jual dikurang dengan biaya untuk menjual (nilai neto yang
dapat direalisasikan). Sekali aset tersebut direklasifikasikan sebagai aset yang dikuasai untuk dijual
atau kelompok pelepasan aset, maka aset tersebut tidak lagi merupakan subyek untuk penyusutan.
PSAK No. 58 merupakan adopsi dari IFRS 5 tentang Non-current Assets Held for Sale and
Discontinued Operations. IFRS 5 adalah standar pertama yang dihasilkan dari joint project antara IASB
dan FASB. IFRS 5 ini adalah hasil review Standar FASB SFAS No. 144 Accounting for the Impairment
or Disposal of Long-Lived Assets yang diterbitkan tahun 2001.
Selain karena dihasilkan dari joint project pertama antara IASB dan FASB, PSAK ini cukup
menarik untuk dicermati karena mengatur klasifikasi aset yang belum pernah ada sebelumnya di IFRS
maupun PSAK. PSAK No. 58 mensyaratkan suatu aset yang akan dijual dan memenuhi beberapa syarat
tertentu diukur pada nilai yang lebih rendah antara nilai tercatat dan nilai wajar neto (nilai wajar
dikurangi biaya untuk menjual). Aset ini harus disajikan sebagai kelompok terpisah sebagai “Aset
Tidak Lancar Dimiliki untuk Dijual” dalam Laporan Posisi Keuangan (Neraca).
Sebelum terbitnya standar ini, tidak ada perbedaan klasifikasi dalam IFRS atau PSAK, antara aset
tidak lancar yang dimiliki untuk digunakan dengan aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual, kecuali
klasifikasi yang berhubungan dengan instrumen keuangan. Sementara US GAAP mengklasifikasikan
aset tidak lancar menjadi dua kelompok: (1) dimiliki untuk digunakan, dan (2) dimiliki untuk dijual.
IASB berpendapat bahwa penyajian informasi tentang aset atau kelompok aset yang akan dilepas akan
memberikan manfaat bagi pengguna Laporan Keuangan. Informasi ini dapat membantu pengguna
dalam menilai waktu, jumlah, dan kepastian dari arus kas masa depan. Dengan adanya suatu klasifikasi
aset sebagai aset tidak lancar dimiliki untuk dijual membuat IFRS (dan tentunya PSAK) menjadi lebih
lengkap dan lebih konvergen dengan standar lain, dalam hal ini US GAAP.

Istilah Penting :
1. Aset yang dikuasai untuk dijual ( asset held for sale). Suatu aset tidak Ian car yang akan
dipulihkan kembali melalui penjualan aset daripada digunakan.
2. Pelepasan kelompok aset (disposal group). Sekelompok aset dan kemungkinan beberapa liabilitas
bahwa suatu entitas ber1naksud untuk melepaskannya atau 1nenjualnya di dalam suatu transaksi
tunggal.
3. Operasi yang dihentikan (discontinued operations). Suatu komponen dari suatu entitas dimana
merupakan mayoritas lini bisnisnya yang terpisah atau operasi secara area geografis dan telah
dilepaskan, atau diklasifikasikan sebagai yang dikuasai untuk dijual, sebagai bagian dari rencana
tunggal yang telah dikoordinasikan untuk dilepaskan atau dijual.

B. Ruang Lingkup

IFRS 5 menangani aset tidak lancar yang terbanyak. Namun, standar ini tidak memasukkan aset
tertentu dari ruang lingkupnya aset yang tidak dimasukkan, diklasifikasikan menjadi dua kategori
utama:
a) Aset tidak lancar yang telah dinilai pada nilai wajar dengan perubahan nilai wajar yang dibukukan di
dalam laba atau rugi, seperti aset keuangan.
b) Aset untuk mana terdapat kendala dalam menentukan nilai wajarnya, seperti asetpajak yang
ditangguhkan, aset yang timbul dari imbalan karyawan dan hak kontraktual menurut kontrak asuransi.
C. Bilamana dilakukan reklasifikasi

Entitas mengklasifikasikan suatu aset tidak lancar sebagai “dimiliki untuk dijual” ketika nilai
tercatatnya akan dipulihkan melalui penjualan, bukan melalui penggunaan. Klasifikasi ini juga berlaku
untuk kelompok aset lepasan (disposal group), yaitu kelompok yang tediri dari beberapa aset tunggal
dan mungkin juga termasuk beberapa liabilitas di dalamnya, yang akan dijual dalam satu transaksi
tunggal.
Walaupun klasifikasi aset ini diawali dengan intensi (niat) entitas untuk menjual, namun terdapat
kriteria lain yang cukup spesifik, yang harus dipenuhi untuk memastikan objektivitas informasi ini.
Kriteria ini juga dimaksudkan untuk memastikan keterbandingan (comparability) klasifikasi antar
laporan keuangan entitas.
Kriteria suatu aset tidak lancar atau kelompok aset lepasan dapat diklasifikasikan sebagai aset
dimiliki untuk dijual adalah sebagai berikut:
 Aset harus tersedia dan berada dalam keadaan dapat dijual dan penjualannya harus sangat mungkin
terjadi (highly probable);
 Aset ini sudah dipasarkan secara aktif pada harga yang cukup masuk akal sesuai dengan nilai
wajarnya kini;
 Penjualan harus sudah diselesaikan, atau diharapkan dapat diselesaikan dalam jangka waktu 12
bulan sejak tanggal klasifikasi; dan
 Tindakan yang diperlukan untuk menyelesaikan rencana tersebut sudah dilakukan sehingga
mengindikasikan tidak mungkin terjadi perubahan signifikan atau pembatalan atas rencana tersebut.
Agar penjualan tersebut sangat mungkin terjadi, entitas harus berkomitmen untuk menjual dan
secara aktif mencari pembeli. Mungkin saja penjualan ini tidak diselesaikan dalam waktu 12 bulan,
asalkan penundaan ini bukan berasal dari kejadian yang berada di bawah kendali entitas dan entitas
harus tetap berkomitmen untuk menjual aset tersebut.
Contoh:
Dalam suatu Rapat Direksi sebuah Perusahaan, disepakati niat untuk menjual gedung yang saat
ini ditempati sebagai kantornya. Aktivitas mencari pembeli sudah dilakukan dan harga jual yang wajar
sudah ditetapkan. Para karyawan akan tetap menempati gedung kantor tersebut dan tidak akan
dipindahkan sementara ke tempat lain, sampai diperolehnya gedung baru dengan fasilitas dan lokasi
yang cocok.
Dalam hal ini Gedung tersebut tidak akan diklasifikasi sebagai aset tidak lancar dimiliki untuk
dijual, karena tidak terpenuhinya kriteria aset dalam kondisi tersedia untuk dijual. Dengan tidak
dipindahkannya para staf yang menempati gedung tersebut sampai ditemukannya gedung baru
membuat Gedung tersebut tidak berada dalam kondisi siap dijual, walaupun niat dan harga sudah
ditetapkan dan aktivitas mencari pembeli sudah dilakukan.

Apabila penjualan tidak diselesaikan dalam kurun waktu satu tahun, maka aset tersebut harus
diklasifikasikan sebagai yang dikuasai untuk dijual jika persyaratan berikut dipenuhi:
 Entitas berkomitmen untuk menjual aset tidak lancar, tetapi kondisi dipaksakan oleh pihak lain
yang menyebabkan penjualan tidak selesai hingga suatu komitmen pembelian entitas dilakukan
dan komitmen ini sangat mungkin terjadi di dalam kurung waktu satu tahun.
 Suatu komitmen pembelian entitas dilakukan, tetapi kondisi yang tidak diharapkan, dipaksakan
oleh pembeli aset tidak lancar tersebut.
 Aset tidak dijual karena keadaan yang tidak memungkinkan muncul Aaset tidak lancar harus
dipasarkan pada harga yang masuk akal dan harus memenuhi kriteria, untuk terus diklasifikasikan
sebagai aset yang dikuasai untuk dijual.
Contoh :
Common Seals Inc., berkomitmen untuk menjual fasilitas di California dan menyewa sebuah agen
untuk mempromosikan penjualannya. Entitas melakukan reklasifikasi fasilitas tersebut dari aset tidak
lancar menjadi aset yang dikuasai untuk dijual. Selama tahun bersangkutan, kondisi ekonomi di AS
sangat memburuk, di mana harga-harga menurun dan kredit tidak tersedia untuk fasilitas yang baru.
Setahun telah berlalu dan fasilitas belum juga terjual, manajemen masih ingin menjual asetnya dan
secara aktif mempromosikannya termasuk pengurangan atas harga jualnya. Haruskah Common Seals
Inc., mengembalikan klasifikasi fasilitas litbang menjadi suatu asset tetap pabrik atau terus untuk
membukukannya sebagai aset yang dikuasai untuk dijual?
Kriteria keempat di dalam IFRS 5 mengizinkan Common Seals Inc., untuk tetap mempertahankan aset
yang dikuasai untuk dijual karena manajemen melakukan semuanya agar fasilitas tersebut dapat dijual
walaupun entitas menghadapi kendala yang luar biasa dalam mewujudkan penjualan tersebut.
Contoh lain:
Plastics Fabrication Inc, memiliki suatu fasilitas litbang di California. Oleh karena perubahan
pesat di dalam teknologi plastik, maka entitas memutuskan untuk membangun fasilitas lainnya di Texas
dimana infrastruktur industri minyak terkait tersedia Entitas memutuskan untuk menempatkan fasilitas
litbang tersebut untuk dijual melalui agen real astate yang terkenal. Entitas akan mengosongkan
bangunan tersebut bilamana ada pembeli dan kontrak
penjualan sudah ditandatangani. Dalam hal ini, entitas nampaknya memenuhi kriteria di dalam IFRS
5, dan dengan demikian, harus diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar yang dikuasai untuk dijual
Diasumsikan fakta yang sama dengan contoh 1, kecuali entitas tidak akan mengosongkan
bangunan tersebut hingga fasilitas barunya di Texas selesai. Dengan memutarbalikkan fakta ini, entitas
mungkin tidak dapat memenuhi ketentuan dari IFRS 5 karena entitas menempatkan batasan atas
penjualan dan dengan demikian tidak dapat mengklasifikasikan fasilitas tersebut sebagai yang tersedia
untuk dijual.
IFRS 5 mengharuskan entitas-entitas untuk melakukan reklasifikasi aset tidak lancarnya di dalam
laporan posisi keuangan menjadi dikuasai untuk dijual, atau pelepasan kelompok aset entitas bilamana
manajemen memutuskan untuk menjual aset tersebut di dalam satu tahun. Kelompok aset yang
dihentikan penggunaannya dapat diklasifikasikan sebagai operasi yang dihentikan bilamana memenuhi
kriteria tertentu
Aset diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar sesuai dengan IAS 1 Penyajian Laporan Keuangan
tidak akan diklasifikasikan ulang sebagai aset lancar hingga mereka memenuhi kriteria untuk
diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan IFRS. Aset yang umumnya
dianggap sebagai aset tidak lancar oleh suatu entitas dimana aset tersebut diperoleh secara eksklusif
dengan maksud untuk dijual kembali dan tidak akan diklasifikasikan sebagai aset lancar kecuali aset
tersebut memenuhi kriteria untuk diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan
IFRS.
Kadang – kadang sebuah entitas yang membuang atau melepas dari kelompok aset, mungkin
dengan beberapa kewajiban yang secara langsung terkait dalam satu transaksi. Kelompok lepasan
tersebut mungkin kelompok penghasil kas, satu unit penghasil kas atau bagian dari unit penghasil kas.
Kelompok mungkin berisi aset dan kewajiban entitas, termasuk aset lancar, kewajiban lancar dan aset
yang dikecualikan dari paragraf 5 dari persyaratan pengukuran IFRS ini.
Jika aset tidak lancar dalam lingkup persyaratan pengukuran IFRS ini adalah bagian dari kelompok
lepasan, persyaratan pengukuran dari IFRS ini berlaku untuk kelompok secara keseluruhan, sehingga
kelompok ini diukur pada nilai yang lebih rendah dari nilai tercatatnya dan nilar wajarnya dikurangi
biaya – biaya untuk dijual. Persyaratan untuk mengukur aset dan kewajiban individual dalam kelompok
lepasan ditetapkan dalam paragraf 18, 19 dan 23.
Ketentuan pengukuran IFRS ini tidak berlaku untuk aset berikut ini, dimana sudah tercantum
dalam IFRS lainnya, baik sebagai aset individu atau sebagai bagian dari kelompok lepasan:
(a) aset pajak tangguhan (IAS 12 Pajak Penghasilan).
(b) aset yang timbul dari imbalan kerja (IAS 19 Imbalan Kerja).
(c) aset keuangan dalam lingkup IAS 39 Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran.
(d) aset tidak lancar yang dicatat sesuai dengan model nilai wajar dalam IAS 40 Properti Investasi.
(e) aset tidak lancar yang diukur pada nilai wajar dikurangi biaya untuk dijual sesuai dengan
IAS 41 Pertanian.
(f) hak kontraktual dalam kontrak asuransi sebagaimana didefinisikan dalam IFRS 4 Kontrak
Asuransi.
D. Asset yang dimiliki untuk dijual

Apabila suatu entitas memutuskan untuk menjual suatu aset tidak lancar dalam kurun waktu
setahun atau kurang, maka IFRS 5 mengharuskan entitas untuk melakukan reklasifikasi aset sebagai
dikuasai/ dimiliki untuk dijual.Peristiwa utama yang memicu reklasifikasi yaitu bilamana entitas
memutuskan untuk menjual aset daripada terus untuk menggunakannya.
Contoh :
Perusahaan PQR sedang merelokasi fasilitas manufakturnya dari AS ke Cina. Bangunan pabrik
beserta tanahnya tidak diperlukan lagi dan manajemen memutuskan untuk menjualnya. Dua tahun telah
berlalu dan manajemen tidak mampu untuk menjual bangunan tersebut karena kondisi ekonomi yang
menurun di AS.
Dalam hal ini, aset harus terus untuk mereklasifikasikannya sebagai aset yang dikuasai untuk dijual
walaupun IFRS 5 mengharuskan penjualan untuk terjadi di dalam satu tahun. Oleh karena kondisi
berada di luar kendali manajemen, maka entitas masih memperlakukannya sebagai aset yang dikuasai
untuk dijual daripada aset tidak lancar yang dimaksudkan untuk digunakan.Hal itu berarti aset harus
diklasifikasikan sebagai yang dikuasai untuk dijual dan dicatat atas dasar manakah yang terendah
antara harga perolehan atau nilai neto yang dapat direalisasikan.
Dalam kasus ini, aset (atau kelompok lepasan) harus tersedia untuk dijual segera pada kondisi
sekarang hanya tunduk pada istilah lazim yang biasanya digunakan dalam penjualan aset tersebut (atau
kelompok lepasan) dan penjualannya harus sangat memungkinkan. Dalam kemungkinan tertinggi
penjualan, sesuai dengan kelayakan tingkat manajemen harus berkomitmen untuk merencanakan
penjualan aset (atau kelompok lepasan), dan mempunyai program aktif untuk mencari pembeli dan
menyelesaikan rencana yang telah dimulai. Selanjutnya, aset (atau kelompok lepasan) harus aktif
dipasarkan untuk dijual dengan harga yang wajar dalam kaitannya dengan nilai wajar saat ini.
Selain itu, penjualan diharapkan untuk memenuhi syarat sebagai pengakuan dari penjualan yang
telah selesai dalam kurun waktu satu tahun dari tanggal klasifikasi, kecuali diizinkan dalam paragraf
9, dan tindakan diperlukan untuk menyelesaikan rencana yang mengindikasikan bahwa tidak seperti
rencana yang memiliki perubahan signifikan akan dibuat atau rencana tersebut akan ditarik.
Probabilitas dari persetujuan pemegang saham (jika diperlukan dalam yuridiksi) harus
dipertimbangkan sebagai bagian dari penilaian apakah penjualan sangat memungkinkan.
Sebuah entitas yang berkomitmen pada rencana penjualan menyebabkan hilangnya kontrol pada
anak perusahaan yang harus mengklasifikasikan semua aset dan kewajiban yang dimiliki untuk dijual
ketika tersebut ditetapkan dalam paragraf 6-8 terpenuhi, terlepas dari apakah entitas akan
mempertahankan kepentingan non-pengendali di anak perusahaan setelah penjualan.
Peristiwa atau keadaan dapat memperpanjang periode untuk menyelesaikan penjualan lebih dari
satu tahun. Perpanjangan periode yang dibutuhkan untuk menyelesaikan penjualan tidak menghalangi
aset (atau kelompok lepasan) dari pengklasifikasian sebagai aset yang dimiliki untuk dijual jika
penundaan itu disebabkan oleh peristiwa atau keadaan diluar kendali entitas dan adanya bukti yang
cukup bahwa entitas tetap berkomitmen pada rencananya untuk menjual aset (atau kelompok lepasan).
Ini akan menjadi kasus ketika kriteria dalam Lampiran B terpenuhi. Transaksi penjualan yang meliputi
pertukaran dari aset tidak lancar pada aset tidak lancar lainnya ketika pertukaran memiliki substansi
komersial lainnya yang sesuai dengan IAS 16 Aset Tetap.
Ketika entitas memperoleh aset tidak lancar (atau kelompok lepasan) secara ekslusif dengan tujuan
pelepasan berikutnya, akan mengklasifikasikan aset tidak lancar (atau kelompok lepasan) sebagai aset
yang dimiliki untuk dijual pada tanggal akuisisinya jika persyaratan satu tahun pada paragraf 8
terpenuhi (kecuali sebagaimana diizinkan dalam paragraf 9) dan itu sangat memungkinkan bila pada
kriteria lain dalam paragraf 7 dan 8 tidak terpenuhi pada periode pendek akuisisi berikutnya (biasanya
dalam waktu tiga bulan).
Bila kriteria dalam paragraf 7 dan 8 tidak terpenuhi setelah periode pelaporan, sebuah entitas tidak
boleh mengklasifikasikan aset tidak lancar (atau kelompok lepasan) sebagai aset yang tersedia untuk
dijual dalam laporan keuangan pada saat diterbitkan. Namun, ketika kriteria tersebut terpenuhi setelah
tanggal pelaporan tapi sebelum persetujuan laporan keuangan untuk diterbitkan, entitas harus
mengungkapkan informasi secara spesifik dalam paragraf 41(a), (b) dan (d) dalam catatan atas laporan
keuangan.
Aset tidak lancar (atau kelompok lepasan) yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk
didistribusikan kepada pemilik ketika entitas berkomitmen untuk mendistribusikan aset (atau
kelompok lepasan) kepada pemiliknya. Dalam kasus ini, aset harus tersedia untuk didistribusikan
secepatnya pada kondisinya sekarang dan distribusi harus sangat memungkinkan. Untuk distribusi
yang sangat memungkinkan, tindakan untuk menyelesaikan distribusi harus dimulai dan diharapkan
selesai dalam kurun waktu satu tahun dari tanggal klasifikasi. Tindakan diperlukan untuk
menyelesaikan distribusi harus mengindikasikan bahwa tidak seperti perubahan yang signifikan pada
distribusi yang akan dibuat atau distribusi akan ditarik. Persetujuan para pemegang saham (jika
diperlukan dalam yuridiksi) harus dipertimbangkan sebagai bagian dari penilaian apakah distribusi
sangat memungkinkan.

E. Kelompok Asset yang dilepaskan (dijual)

IFRS 5 mendefisinikan sekelompok aset yang dilepaskan sebagai aset yang harus dilepaskan
(dijual) bersama-sama sebagai suatu kelompok di dalam suatu transaksi tunggal Suatu kelompok aset
yang dilepaskan, biasanya merupakan suatu komponen dari suatu entitas.Misalnya, suatu komponen
dari suatu entitas dapat menjadi segmen bisnis (lokasi geografis atau lini produk), suatu unit penghasil
kas, atau suatu anak entitas.
Contoh :
Entitas ABC memutuskan untuk mengeliminasi operasinya di AS Midwest yang menjual produk
perawatan kesehatan, tetapi akan terus beroperasi pada bagian lain dari negara tersebut.
Dalam hal ini, aset yang berlokasi di Midwest akan dianggap sebagai kelompok aset yang
dilepaskan karena operasi milik entitas di Midwest dianggap oleh manajemen entitas sebagai unit
penghasil kas atau suatu segmen geografis.

F. Pengukuran Asset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual atau kelompok aset yang
dilepaskan

Suatu aset harus diukur sesuai dengan Standar Pelaporan Keuangan Internasional yang berlaku
sebelum klasifikasi sebagai yang dikuasai untuk dijual. Aset tidak lancar diklasifikasikan sebagai
kelompok aset yang dilepaskan atau dikuasai untuk dijual yang diukur atas dasar mana yang lebih
rendah antara jumlah yang tercatat dengan nilai wajar dikurang dengan biaya untuk menjual. Nilai
wajar adalah jumlah yang diinginkan, suatu pihak yang berkemauan, untuk membayar suatu pembelian
aset dalam transaksi wajar. Biaya untuk menjual merupakan estimasi biaya yang penting untuk
melepaskan aset seperti biaya iklan atau biaya komisi.
Biaya untuk menjual diukur pada nilai sekarang bilamana penjualan diharapkan terjadi setelah satu
tahun. Kenaikan di dalam nilai sekarang dicerminkan sebagai biaya keuangan dalam laba atau rugi.
Kerugian karena penurunan nilai dicerminkan sebagai laba atau rugi atas penurunan awal atau berikut
daripada aset atau kelompok aset yang dilepaskan terhadap nilai wajar dikurang dengan biaya untuk
menjual.
Kenaikan berikutnya di dalam nilai wajar dikurang dengan biaya untuk menjual suatu aset diakui
di dalam laba atau rugi hingga sebatas tidak melebihi kerugian karena penurunan nilai kumulatif
(IAS36). Aset tidak lancar atau kelompok aset yang dilepaskan sebagai dikuasai untuk dijual tidak
boleh disusutkan.

G. Perubahan dalam klasifikasi dari yang dimiliki untuk di jual

Manajemen dapat memutuskan untuk mengubah klasifikasi suatu aset yang dikuasai untuk
dijual karena kondisi yang membuat manajemen merubah rencananya untuk menjual aset yang
bersangkutan. Perubahan klasifikasi dari yang dikuasai untuk dijual terhadap aset tetap pabrik
akan mengharuskan aset tersebut dibukukan pada yang lebih rendah antara jumlah yang dari aset
sebelum klasifikasinya kepada yang dikuasai untuk dijual dengan jumlah neto yang dapat
direalisasikan daripada aset ketika manajemen memutuskan untuk tidak menjualnya.
Contoh :
Pada tanggal 1 Januari 2018, Yamaha Production Inc., mengklasifikasikan suatu fasilitas
produksi dari aset tidak lancar menjadi aset yang dikuasai untuk dijual. Jumlah yang tercatat dari
aset ketika keputusan untuk menjual sebesar $1,5juta (harga perolehan sebesar $2,2juta dikurang
dengan akumulasi penyusutan $700ribu). Satu tahun setengah kemudian, pada tanggal 30 Juni
2009, manajemen memutuskan untuk tidak menjual aset tersebut karena adanya suatu
pertimbangan strategik yang baru Estimasi nilai wajar aset, bersih dari biaya untuk menjual
diestimasikan menjadi $900ribu.
Berapakah jumlah fasilitas peroduksi yang harus dibukukan pada tanggal pembatalan aset
kembali menjadi aset tidak lancar?
IFRS 5 mengharuskan entitas-entitas untuk memilih yang lebih rendah dari nilai yang tercatat
dari aset sebelum diklasifikasikan sebagai yang dikuasai untuk dijual (yaitu $1,5juta) dengan nilai
wajar dari aset yang bersih dari biaya menjual, pada tanggal pembatalan kembali kepada aset tetap
pabrik (yaitu $900ribu). Atas dasar informasi ini, Yamaha Production Inc., harus membukukan
aset pada $900ribu dengan kerugian sebesar $600ribu yang harus dibukukan atas pengukuran
kembali dari aset tidak lancar.

H. Pengungkapan

IFRS 5 mengharuskan pengungkapan berikut:


 Aset tidak lancar dan kelompok aset dan liabilitas yang dilepaskan harus
diungkapkan secara terpisah pada laporan posisi keuangan.
 Pengungkapan juga harus meliputi keterangan aset tidak lancar dari suatu
kelompok aset yang dilepaskan, keterangan mengenai fakta dan kondisi
penjualan, dan harapan cara dan waktu pelepasan tersebut.
 Setiap keuntungan atau kerugian yang ditimbulkan dari pengukuran kembali
aset yang dikuasai untuk dijual atau sekelompok aset yang dilepaskan harus
dilaporkan di dalam laporan pendapatan komprehensif di dalam laba atau rugi
dari operasi yang berkelanjutan.
 Setiap keuntungan atau kerugian atas operasi yang dihentikan harus dilaporkan
sebagai pos tunggal, bersih dari pajak, pada halaman muka laporan pendapatan
komprehensif sebagai pos lini yang terpisah, selain itu catatan atas
pengungkapan pendapatan dan beban yang timbul dari operasi yang dihentikan.
Contoh Kasus (+ Jurnal)
Contoh 1:
PT PQR mempunyai aset tetap yang diperoleh 1 Desember 2009 pada biaya perolehan Rp 100 juta.
Nilai residu aset diestimasikan sebesar Rp 10 juta dan masa manfaat 10 tahun. Pada 1 Desember 2012,
aset tersebut diklasifikasikan sebagai “aset dimiliki untuk dijual”. Nilai wajar diestimasikan Rp 80 juta
dan biaya untuk menjual adalah Rp 3 juta. Aset tersebut terjual pada 30 juni 2013 pada harga Rp 77
juta
Jawab:
Pada saat reklasifikasi aset tanggal 1 Desember 2012
 Aset dipindahkan dari kelompok aset tetap ke kelompok aset dimiliki untuk dijual
 Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual aset tersebut adalah Rp 77 juga. Jumlah tersebut lebih
tinggi daripada nilai tercatat aset sebesar Rp 73 juta. Jadi aset tetap diukur pada Rp 73 juta
 Pada saat dijual, mengakui laba dari penjualan sebesar Rp 4 juta

Jurnal 1 Desember 2012

Dr. Aset dimiliki untuk dijual Rp 73 juta


Dr. Akum depresiasi Rp 27 juta
Cr. Aset tetap Rp 100 juta

Jurnal 30 Juni 2013

Dr. Kas Rp 77juta


Cr. Aset dimiliki untuk dijual Rp 73 juta
Cr. Keuntungan penjualan aset Rp 4 juta

Contoh 2
Sama seperti contoh sebelumnya, namun nilai wajar aset diestimasikan Rp 40 juta dan biaya untuk
menjual Rp 2 juta. Aset dijual pada tanggal 30 juni 2013 seharga Rp 38 juta

Desember 2012
 Niai tercatat Rp 73 juta
 Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual Rp 38 juta
 Jadi aset dimiliki untuk dijual diukur pada Rp 38 juta
 Rugi penurunan nilai yang diakui adalah Rp 35 juta

Jurnal 1 Desember 2012


Dr. Aset dimiliki untuk dijual Rp 38 juta
Dr. Akumulasi depresiasi Rp 27 juta
Dr. Rugi penurunan nilai Rp 35 juta
Cr. Aset tetap Rp 100 juta

Jurnal 30 Juni 2013


Dr. Kas Rp 38 juta
Cr. Aset dimiliki untuk dijual Rp 38 juta

Contoh 3
Pada 1 Januari 2018, JKR, Inc. memutuskan untuk mengganti mesin yang sudah ada yang diperolehnya
pada 1 Januari 2015 seharga $ 40 juta dan memulai proses untuk akuisisi mesin baru. Bersamaan
dengan itu, juga dimulai upaya untuk menjual mesin-mesin lama. Mesin baru ini ditugaskan pada 30
Maret 2018. Perusahaan terdepresiasi mesin dengan asumsi nilai sisa nol dan masa manfaat total 5
tahun. Nilai tercatat mesin lama pada 1 Januari 2018 mencapai $ 16 juta. Jika nilai wajar dari mesin
lama adalah $ 12 juta dan itu akan memakan biaya 10% dari hasil penjualan untuk menutup
kesepakatan, cari tahu kapan perusahaan harus mengklasifikasikan mesin sebagai yang dimiliki untuk
dijual.
Karena mesin baru tidak dikontrak hingga 30 Maret 2018, ini adalah tanggal ketika mesin lama dapat
direklasifikasi sebagai dimiliki untuk dijual. Akumulasi penyusutan pada mesin lama pada 30 Maret
2018 berhasil menjadi $ 26 juta yang menghasilkan nilai tercatat sebesar $ 14 juta.

Sebelum mereklasifikasi mesin lama yang dimiliki untuk dijual, JK harus mengakui biaya penyusutan
untuk memperbarui nilai tercatat:
Dr. Biaya penyusutan (3/60 × 40 juta) $ 2 juta
Cr.Akumulasi penyusutan - mesin lama $ 2 juta

Pada 30 Maret 2018, JKR Inc. harus lulus dari entri jurnal berikut:
Dr.Mesin lama - dimiliki untuk dijual (12 juta × (1 - 0,1)) $ 10,8 juta
Dr. Akumulasi depresiasi - mesin lama $ 26 juta
Dr. Kerugian Aset untuk dijual $ 3,2 juta
Cr. Mesin lama - biaya $ 40 juta

Pengukuran Selanjutnya
Masih memenuhi kriteria aset dimiliki untuk dijual?
 Jika IYA, maka bandingkan kembali nilai tercatat dengan nilai wajar dikurangi biaya
untuk menjual terkini
Jika terjadi penurunan nilai atau pembalikan rugi penurunan nilai segera dicatat
 Jika TIDAK memenuhi kriteria aset dimiliki untuk dijual, maka
Dihentikan pengklasifikasiannya sebagai dimiliki untuk dijual dengan pengukuran yang lebih rendah
antara:
 Nilai tercatat (carrying amount) sebelum aset direklasifikasi
 Nilai terpulihkan (recoverable amount) pada tanggal keputusan dihentikan
 Selisih dengan nilai tercatat kini diakui di FS

Penyajian dan Pengungkapan


 Laporan Posisi Keuangan
- Disajikan terpisah sebagai kelompok aset dimiliki untuk dijual => aset lancar
- Pengungkapan tentang rencana penjualan
 Laporan laba rugi komprehensif
- Keuntungan atau kerugian dari pelepasan aset disajikan terpisah dan diungkapkan.

Berikut ini adalah contoh Pengungkapan / Penyajian IFRS 5 (Terlampir)

Anda mungkin juga menyukai