Anda di halaman 1dari 7

PROGRAM KERJA TERKAIT KESEHATAN REMAJA

Meliputi pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang harus diberikan secara
komperhensif di semua tempat yang akan melakukan pelayanan remaja dengan pendekatan PKPR.
Intervensi meliputi:

 Pelayanan kesehatan reproduksi remaja (meliputi infeksi menular seksual/IMS, HIV&AIDS)


termasuk seksualitas dan pubertas;
 Pencegahan dan penanggulangan kehamilan pada remaja;
 Pelayanan gizi (anemia, kekurangan dan kelebihan gizi) termasuk konseling dan edukasi;
 Tumbuh kembang remaja;
 Skrining status TT pada remaja;
 Pelayanan kesehatan jiwa remaja, meliputi: masalah psikososial, gangguan jiwa, dan kualitas
hidup;
 Pencegahan dan penanggulangan NAPZA;
 Deteksi dan penanganan kekerasan terhadap remaja; 22
 Deteksi dan penanganan tuberkulosis; serta
 Deteksi dan penanganan kecacingan.

Pelaksanaan Pelayanan PKPR Adapun pelayanan yang ada dalam program PKPR adalah sebagai
berikut (Depkes, 2008):

1. Pemeriksaan Kesehatan

A. Dilaksanakan pemeriksaan kesehatan secara umum;


B. Pemeriksaan laboratorium dilakukan hanya bila perlu;
C. Pemeriksaan kesehatan dapat dilaksanakan antara lain:
 Di puskesmas di setiap ruangan pemeriksaan gigi, KIA, KB, BP bagi setiap remaja yang datang
ke ruangan tersebut dilakukan pemeriksaan dan anamnesa lengkap;
 Di rumah tinggal/di tempat-tempat lain yang dipakai tempat berkumpul anak remaja; dan
 Di sekolah saat penjaringan anak sekolah oleh kader dan petugas puskesmas.

2. Pengobatan

A. Semua penyakit yang ditemukan diobati sesuai dengan penyakitnya;


B. Pengobatan dilaksanakan di puskesmas; dan
C. Apabila diperlukan rujukan, dapat dirujuk ke rumah sakit.
3. Konseling

A. Merupakan kegiatan pembinaan kepada remaja yang mempunyai kasus kesehatan reproduksi remaja
atau kasus yang 23 memerlukan dialog. Tempat konseling dapat dilaksanakan di puskesmas, sekolah
atau tempat pelayanan khusus konseling kesehatan remaja;
B. Pelaksana adalah petugas baik medis maupun non medis dan kader kesehatan yang telah dilatih. 4.
Penyuluhan Peyuluhan kesehatan remaja dilaksanakan pada setiap kesemapatan, misalnya: pada saat
penerimaan murid baru di sekolah, atau pada saat seminar remaja.

Jenis Penyelenggaraan Pelayanan/Kegiatan PKPR Pada dasarnya, apabila dilihat dari jenis
pelayanan/kegiatan yang diselenggarakan, puskesmas dibedakan menjadi puskesmas yang memberikan
layanan minimal dan puskesmas yang memberikan layanan paripurna. Berikut penjelasannya (Depkes,
2008):

1. Puskesmas dengan layanan minimal, mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

a. Puskesmas memberikan layanan konseling, walaupun belum memberi pelayanan remaja


secara tersendiri/terpisah;
b. Puskesmas melaksanakan pemeriksaan fisik maupun laboratorium sederhana. Misalnya
Hb, Tes Hamis, Virus penyakit kelamin, Tinggi Badan dan Berat Badan;
c. Puskesmas melaksanakan kegiatan KIE di sekolah;
d. Puskesmas melaksanakan survei perilaku remaja kepada sasaran remaja di wilayahnya;
e. Puskesmas melaksanakan rujukan klinik medis ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi
sesuai dengan kebutuhan klien.

2. Puskesmas dengan layanan paripurna, mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

a. Puskesmas dengan layanan konseling dan sudah dapat memberi pelayanan remaja secara
tersendiri/terpisah;
b. Puskesmas dengan klinik kesehatan reproduksi (termasuk IMS, HIV-AIDS) yang lengkap,
sehingga mendukung pelaksanaan rujukan internal;
c. Puskesmas melaksanakan pelatihan konselor sebaya di tingkat sekolah lanjutan;
d. Puskesmas melaksanakan pelatihan konselor sebaya pada kelompok remaja di luar sekolah
(pramuka, karang taruna, pesantren atau institusi berbasis agama lainnya, anak jalanan, pekerja
remaja, dll);
e. Puskesmas melaksanakan KIE pada kelompok-kelompok remaja di luar sekolah (pramuka, karang
taruna, pesantren atau institusi berbasis agama lainnya, anak jalanan, pekerja remaja, dll);
f. Puskesmas melaksanakan layanan rujukan sosial (misalnya menyalurkan ke lembaga pelatihan
keterampilan kerja, merujuk ke lembaga rehabilitasi mental) dan pranata hukum sesuai dengan
kebutuhan klien; 25
g. Puskesmas mengembangkan inovasi kegiatan dengan memanfaatkan sarana komunikasi atau
teknologi yang ada, misalnya pelayanan konseling melalui hot-line service/SMS atau pemberian
informasi melalui website dan media elektronik seperti radio, televisi; h. Puskesmas
mengembangkan lokasi kegiatan yang melibatkan remaja, misalnya pelatihan Peer
Counselor/Konselor Sebaya atau kegiatan KIE secara outbound/luar ruangan, di mall, cafe, dan
lokasi-lokasi yang disukai remaja.
PROGRAM KERJA TERKAIT LANSIA

Pelayanan usia lanjut ini meliputi kegiatan upaya-upaya antara lain:

a. Upaya promotif, yaitu menggairahkan semangat hidup bagi usia lanjut agar mereka tetap
dihargai dan tetap berguna baik bagi dirinya sendiri, keluarga maupun masyarakat. Upaya
promotif dapat berupa kegiatan penyuluhan, dimana penyuluhan masyarakat usia lanjut
merupakan hal yang penting sebagai penunjang program pembinaan kesehatan usia lanjut
yang antara lain adalah :
 Kesehatan dan pemeliharaan kebersihan diri serta deteksi dini penurunan kondisi
kesehatannya, teratur dan berkesinambungan memeriksakan kesehatannya ke
puskesmas atau instansi pelayanan kesehatan lainnya
 Latihan fisik yang dilakukan secara teratur dan disesuaikan dengan kemampuan usia
lanjut agar tetap merasa sehat dan segar.
 Diet seimbang atau makanan dengan menu yang mengandung gizi seimbang.
 Pembinaan mental dalam meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
 Membina ketrampilan agar dapat mengembangkan kegemaran atau hobinya secara
teratur dan sesuai dengan kemampuannya.
 Meningkatkan kegiatan sosial di masyarakat atau mengadakan kelompok sosial.
 Hidup menghindarkan kebiasaan yang tidak baik seperti merokok, alkhohol, kopi ,
kelelahan fisik dan mental.
 Penanggulangan masalah kesehatannya sendiri secara benar

b. Upaya preventif yaitu upaya pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya penyakit maupun
kompilikasi penyakit yang disebabkan oleh proses ketuaan.

Upaya preventif dapat berupa kegiatan :

 Pemeriksaan kesehatan secara berkala dan teratur untuk menemukan secara dini penyakit-
penyakit usia lanjut
 Kesegaran jasmani yang dilakukan secara teratur dan disesuaikan dengan kemampuan usia
lanjut serta tetap merasa sehat dan bugar.
 Penyuluhan tentang penggunaan berbagai alat bantu misalnya kacamata, alat bantu
pendengaran agar usia lanjut tetap dapat memberikan karya dan tetap merasa berguna
 Penyuluhan untuk pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya kecelakaan pada usia lanjut.
 Pembinaan mental dalam meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
c. Upaya kuratif yaitu upaya pengobatan pada usia lanjut dan dapat berupa kegiatan:

 Pelayanan kesehatan dasar


 Pelayanan kesehatan spesifikasi melalui sistem rujukan

d. Upaya rehabilitatif yaitu upaya mengembalikan fungsi organ yang telah menurun.

Yang dapat berupa kegiatan :

 Memberikan informasi, pengetahuan dan pelayanan tentang penggunaan berbagai


alat bantu misalnya alat pendengaran dan lain -lain agar usia lanjut dapat
memberikan karya dan tetap merasa berguna sesuai kebutuhan dan kemampuan. .
 Mengembalikan kepercayaan pada diri sendiri dan memperkuat mental penderita
 Pembinaan usia dan hal pemenuhan kebutuhan pribadi , aktifitas di dalam
maupun diluar rumah.
 Nasihat cara hidup yang sesuai dengan penyakit yang diderita.
 Perawatan fisio terapi. Disamping upaya pelayanan diatas dilaksanakan yang
tidak kalah penting adalah penyuluhan kesehatan masyarakat yang merupakan
bagian integral daripada setiap program kesehatan. Adapaun tujuan khusus
program penyuluhan kesehatan masyarakat pada usia lanjut ditujukan kepada :

- Kelompiok usia lanjut itu sendri

- Kelompok keluarga yang memiliki usia lanjut

- Kelompok masyarakat lingkungan usia lanjut

- Penyelenggaraan kesehatan

- Lintas sektoral ( Pemerintah dan swasta )

Sedangkan penyuluhan kesehatan masyarakat ads usia lanjut terdiri dari :

1. Komponen Penyebarluasan Informasi kesehatan dengan melakukan kegiatan : -


Mengembangkan, memproduksi dan menyebarluaskan bahan-bahan penyuluhan kesehatan
masyarakat usia lanjut.
 Meningkatkan sikap, kemampuan dan motivasi petugas puskesmas dan rujukan serta
masyarakat di bidang kesehatan masyarakat usia lanjut.
 Melengkapi puskesmas den rujukannya dengan sarana den bahan penyuluhan.
 Meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak termasuk media masa agar pesan
kesehatan masyarakat usia lanjut menjadi bagian integral.
 Meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat umum den kelompok khusus seperti
daerah terpencil, transmigrasi dan lain-lain.
 Melaksanakan pengkajian den pengembangan serta pelaksanaan tekhnologi tepat
guna dibidang penyebarluasan informasi.
 Melaksanakan evaluasi secara berkala untuk mengukur dampak serta meningkatkan
daya guna dan hasil guna penyuluhan.
 Menyebarluaskan informasi secara khusus dalam keadaan darurat seperti wabah,
bencana alam, kecelakaan.
2. Komponen pengembangan potensi swadaya masyarakat di bidang kesehatan dengan kegiatan
antara lain:
 Mengembangkan sikap, kemampuan dan motivasi petugas Puskesmas dan
pengurus LKMD dalam mengembangkan potensi swadaya masyarakat di bidang
kesehatan.
 Melaksanakan kemampuan dan motivasi terhadap kelompok masyarakat
termasuk swasta yang melaksanakan pengembangan potensi swadaya masyarakat
dibidang kesehatan usia lanjut secara sistematis dan berkesinambungan.
 Mengambangkan, memporoduksi dan menyebarluaskan pedoman penyuluhan
kesehatan usia lanjut untuk para penyelenggaraan penyuluhan, baik pemerintah
maupun swasta.

3. Komponen Pengembangan Penyelengaraan penyuluhan dengan kegiatan :

 Menyempurnakan kurikulum penyuluhan kesehatan usia lanjut di sekolahsekolah


kesehatan.
 Melengkapi masukan penyuluhan pada usia lanjut.
 Menyusun modul pelatihan khusus usia lanjut untuk aparat diberbagai tingkat.

Adapun langkah-langkah dari penyuluhan yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

 Perencanaan sudah dimulai dengan kegiatan tersebut diatas dimana masalah kesehatan,
masyarakat usia lanjut dan wilayahnya jelas sudah diketahui.
 Pelaksanaan penyuluhan kesehatan masyarakat usia lanjut harus berdaya guna serta
berhasil guna.
 Merinci tujuan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang yang harus jelas,
realisis dan bisa diukur.
 Jangkauan penyuluhan harus dirinci, pendekatan ditetapkan dan dicapai lebih objektif,
rasional hasil sasarannya.
 Penyusunan pesan-pesan penyuluhan.
 Pengembangan peran serta masyarakat, kemampuan penyeleggaranan benarbenar tepat
guna untuk dipergunakan.
 Memilih media atau saluran untuk mengembangkan peran serta masyarakat dan
kemampuan penyelenggaranan. Dengan langkah-langkah rencana penyuluhan beserta
semua sumber daya dan temuan yang diperoleh, dilaksanakan upaya penyuluhan dengan
menyusun, menyepakati dan menjelankan suatu jadwal pelaksanaan kegiatan yang jelas
dengan menguraikan kapan ( waktu ) dimana ( tempat ),dan siapa ( kelompok sasaran ) ,
bagaimana ( metode dan media ), apa (pesan-pesan ).