Anda di halaman 1dari 9

e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 6 Nomor 1, Mei 2018

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN


MINUM OBAT PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA
PROF. DR. V. L. RATUMBUYSANG PROVINSI SULAWESI UTARA

Angel Pelealu
Hendro Bidjuni
Ferdinand Wowiling

Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran


Universitas Sam Ratulangi Manado
Email : anpelealu@gmail.com

Abstract: Patients with mental disorders in rehabilitation periods treated by their own family
at home or outpatient need support to comply with the treatment program. Families may reduce
anxiety caused by certain diseases and may reduce the temptation to non-compliance with
continuity of treatment. The purpose of this study was to determine the relationship of family
support with medication adherence. The research design was analytical descriptive with Cross
Sectional approach. The sampling technique used simple random sampling with 37 samples.
The result of chi square statistic test with 95% confidence level (α = 0,05) obtained result p
value 0,000 <0,05. The conclusion is that there is a relationship of family support with the
adherence of taking the medicine for schizophrenic patients in Prof. hospital. Dr. V. L.
Ratumbuysang North Sulawesi province. Dr. V. L. Ratumbuysang must prepare special health
workers to provide health educational in poly psychiatry when family and patient come for
treatment.
Keywords: Family Support, Drug Compliance, Schizophrenia

Abstrak: Pasien gangguan jiwa dalam masa rehabilitasi yang dirawat oleh keluarga sendiri
dirumah atau rawat jalan memerlukan dukungan untuk mematuhi program pengobatan.
Keluarga dapat mengurangi ansietas yang disebabkan oleh penyakit tertentu dan dapat
mengurangi godaan terhadap ketidakpatuhan kontinuitas pengobatan.Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat. Desain
penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik
pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 37 orang.
Hasil uji statistik chi square dengan tingkat kepercayaan 95 % (α = 0,05 ) diperoleh hasil p
value 0,000 < 0,05. Simpulan yaitu terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan
minum obat pasien skizofrenia di rumah sakit Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang provinsi Sulawesi
Utara.Saran pihak rumah sakit Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang harus menyiapkan tenaga
kesehatan yang khusus memberikan health educational di poli psikiatri saat keluarga dan
pasien datang berobat.
Kata Kunci: Dukungan keluarga, Kepatuhan minum obat, skizofrenia
e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 6 Nomor 1, Mei 2018

PENDAHULUAN yang didapat dari rekam medik RSJ Prof.


Salah satu penyakit gangguan jiwa Dr. V. L. Ratumbuysang Provinsi Sulawesi
yang menjadi masalah utama di negara- Utara untuk tahun 2016 berjumlah 13.000
negara berkembang adalah skizofrenia. penderita. Data rekam medik pasien
Skizofrenia merupakan kepribadian yang skizofrenia pada bulan Juli 2017 sebanyak
terpecah antara pikiran, perasaan dan 1258 pasien, pada bulan Agustus 2017
perilaku, dalam artian apa yang dilakukan sebanyak 1292, dan pada bulan September
tidak sesuai dengan pikiran dan 2017 sebanyak 1181 pasien. Hasil
perasaannya (Prabowo, 2014). wawancara dengan tenaga kesehatan di
Skizofrenia termasuk jenis psikosis rumah sakit menerangkan bahwa sekitar 40
yang menempati urutan atas dari seluruh pasien perbulannya dihospitalisasi karena
gangguan jiwa yang ada. Fenomena mengalami gangguan jiwa, 30 diantaranya
gangguan jiwa saat ini mengalami adalah pasien lama yang mengalami
peningkatan yang sangat signifikant di kekambuhan dengan beberapa alasan
belahan dunia. Menurut WHO (2016) diantarannya karena putus obat, minum
terdapat sekitar 21 juta orang penduduk obat tidak teratur,dan karena proses
dunia yang terkena skizofrenia, angka penyakitnya.
tersebut meningkat dari tahun sebelumnya. Dari beberapa riset yang dilakukan di
Prevalensi skizofrenia di Amerika Serikat Indonesia membuktikan bahwa dukungan
dilaporkan bervariasi terentang dari 1 keluarga mempunyai efek positif terhadap
sampai 1,5% dengan angka insiden 1 per penyembuhan pasien atas penyakit yang
10.000 orang per tahun. Setiap tahun diderita. Dukungan keluarga berfaedah
terdapat 300.000 pasien skizofrenia besar bagi proses penyembuhan penyakit
mengalami episode akut (Yosep, 2011). kronis termasuk skizofrenia. Dukungan
Insiden kekambuhan pasien skizofrenia keluarga dapat mengurangi 50%
juga merupakan insiden yang tinggi, kekambuhan pasien dan rehospitalisasi,
berkisar 60-75% setelah suatu episode 50% pasien skizofrenia dapat dirawat jalan
psikotik jika tidak diberikan terapi. Dari 74 oleh keluarga setelah dipulangkan selama 1
% pasien skizofrenia yang kambuh, 71 % tahun. Dalam waktu 6 bulan pasca rawat
diantaranya memerlukan rehospitalisasi. hanya sekitar 30-40% penderita yang
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 25 % mengalami kekambuhan, setelah 1 tahun
sampai 50 % pasien yang pulang dari pasca rawat 40-50% penderita mengalami
rumah sakit jiwa tidak memakan obat kekambuhan, (Hardianto, 2009).
teratur. Pasien dengan diagnosa skizofrenia Salah satu faktor untuk mencegah
diperkirakan akan kambuh 50% pada tahun terjadinya kekambuhan pada pasien
pertama dan 70% pada tahun kedua setelah skizofrenia yaitu dengan melaksanakan
pulang dari rumah sakit, serta kekambuhan program pengobatan dengan rutin yang
100% pada tahun kelima setelah pulang disertai keempat fungsi dukungan keluarga.
dari rumah sakit jiwa (Widodo dan Walaupun kepatuhan minum obat tidak
Wulansih, 2008) menyembuhkan dan tidak mengurangi
Jumlah penderita di Indonesia saat ini kekambuhan 100 persen, tetapi dengan
adalah 2,36 juta orang dengan kategori perilaku patuh minum obat maka waktu
gangguan jiwa ringan 6% dari populasi dan remisi pasien setahun lebih lama dan gejala
0,17 gangguan jiwa berat, tercatat sebanyak psikosis tidak akan terlalu parah.
6% penduduk berusia 14-24 tahun Kepatuhan pasien untuk melakukan
mengalami gangguan jiwa. Hasil data Riset kontrol terhadap kesehatan jiwa
Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun dipengaruhi oleh individu atau pasien
2013 prevalensi di Sulawesi Utara sendiri, dukungan dari keluarga, dukungan
sebanyak 0.8% yang mengalami sosial juga dukungan dari petugas
skizofrenia. Data penderita skizofrenia kesehatan. Pasien gangguan jiwa dalam
e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 6 Nomor 1, Mei 2018

masa rehabilitasi yang dirawat oleh pendekatan Cross Sectional. Penelitian


keluarga sendiri dirumah atau rawat jalan dilakukan di Poliklinik Psikiatri RSJ Prof.
memerlukan dukungan untuk mematuhi Dr. V. L. Ratumbuysang Provinsi Sulawesi
program pengobatan. Namun pada Utara dan dilaksanakan pada bulan Januari
kenyataannya sampai saat ini masih banyak 2018. Populasi pada penelitian ini adalah
perlakuan yang salah terhadap orang sakit keluarga inti pasien skizofrenia yang
jiwa diantaranya masih terdapat menjalani rawat jalan dan tercantum dalam
pemasungan, pengasingan bahkan rekam medik di Poliklinik Psikiatri RSJ
dibiarkan oleh keluarga sehingga tidak Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang Provinsi
mendapat perawatan dan pengobatan yang Sulawesi Utara. Jumlah penderita
semestinya. Pasien gangguan jiwa dalam skizofrenia berdasarkan data rekam medik
masa rehabilitasi yang dirawat oleh pada tahun 2017 sebanyak 1000 per bulan.
keluarga sendiri dirumah atau rawat jalan Sampel adalah anggota keluarga yang
memerlukan dukungan untuk mematuhi paling dominan bersama dan merawat
program pengobatan.. Keberhasilan pasien dengan skizofrenia.
pelayanan yang dilakukan di rumah sakit Instrumen penelitian ini terdiri dari
tidak akan bermakna bila keluarga tidak instrument dukungan keluarga yang
ikut serta dalam merencanakan tindakan sebelumnya telah dipakai oleh Deny
keperawatan. Keluarga dapat mengurangi Suwardiman (2014) dalam penelitian
ansietas yang disebabkan oleh penyakit “Hubungan Dukungan Keluarga Dengan
tertentu dan dapat mengurangi godaan Kepatuhan Minum Obat Pasien
terhadap ketidakpatuhan kontinuitas Halusinasi”, Universitas Indonesia.
pengobatan. Dari beberapa riset yang Instrument ini sudah dilakukan uji validitas
dilakukan di Indonesia membuktikan menggunakan uji korelasi pearson product
bahwa dukungan keluarga mempunyai efek momment dan uji reabilitas dengan nilai r
positif terhadap penyembuhan pasien atas Alpha (0,928) lebih besar dari r tabel
penyakit yang diderita. Dukungan keluarga (0,361), maka 24 pernyataan mengenai
berfaedah besar bagi proses penyembuhan dukungan keluarga dinyatakan reliabel.
penyakit kronis termasuk skizofrenia. Kuisoner ini berisi pernyataan yang
Dukungan keluarga dapat mengurangi 50% dirancang berdasarkan materi dan substansi
kekambuhan pasien dan rehospitalisasi, dukungan keluarga dari House&Kahn
50% pasien skizofrenia dapat dirawat jalan (1985) dalam Friedman 2010, yang terdiri
oleh keluarga setelah dipulangkan selama 1 dari dukungan emosional (nomor
tahun. Dalam waktu 6 bulan pasca rawat 1,3,5,7,9,11) dukungan informasi (nomor
hanya sekitar 30-40% penderita yang 2,4,6,8,10,12), dukungan instrumental
mengalami kekambuhan, setelah 1 tahun (nomor 13,15,17,19,21,23), dan dukungan
pasca rawat 40-50% penderita mengalami penilaian (nomor 14,16,18,20,22,24).
kekambuhan, (Hardianto, 2009). Kuisoner ini terdiri dari 24 pertanyaan yang
Berdasarkan masalah tersebut di atas diukur dengan skala Likert (0-3) dengan
maka peneliti tertarik untuk meneliti lebih nilai pernyataan yang favourrable : 3=
jauh “Hubungan dukungan keluarga selalu, 2= sering, 1= jarang dan 0= tidak
dengan kepatuhan minum obat penderita pernah. Berdasarkan jumlah nilai yang
skizofrenia di Poliklinik Psikiatri RSJ Prof. diperoleh responden maka dapat
Dr. V. L. Ratumbuysang provinsi Sulawesi dikategorikan dukungan keluarga baik > 36
Utara” dan kurang baik <36. Sedangkan untuk
instrument kepatuhan minum obat berupa
METODE PENELITIAN pernyataan yang dirancang berdasarkan
Desain yang digunakan pada penelitian materi dan substansi kepatuhan minum obat
ini adalah desain penelitian deskriptif yang sudah baku dari Medication Morisky
korelasional dengan menggunakan Adherence Scale-8, yang terdiri dari 8
e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 6 Nomor 1, Mei 2018

pernyataan diukur menggunakan skala 0-1 Tabel 3. Distribusi Responden


dengan nilai pernyataan 1 = ya dan 0= Berdasarkan Pendidikan Pasien Skizofrenia
tidak. Bedasarkan skala ukur tersebut di Rumah Sakit Prof. Dr. V. L.
rentang skor yang bisa diperoleh responden Ratumbuysang Provinsi Sulawesi Utara
adalah minimal 0 sampai dengan 8, dengan Pendidikan n %
kriteria nilai 8 kepatuhan tinggi, 6-7 SD 9 24,4
kepatuhan sedang, < 6 kepatuhan rendah.
SMP 6 16,2
HASIL dan PEMBAHASAN SMA 14 37,8
Analisis Univariat PT 8 21,6
Tabel 1. Distribusi Responden Total 37 100
Berdasarkan Umur Pasien Skizofrenia di
Sumber : Data primer, 2018
Rumah Sakit Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang
Provinsi Sulawesi Utara
Berdasarkan tabel 3 diatas diketahui
Umur n % bahwa sebagian besar responden berlatar
Remaja 2 5,4 belakang pendidikan sekolah dasar (SMA)
yaitu sebanyak 14 responden atau 37,8 %.
Dewasa Awal 24 64,9
Dewasa Pertengahan 11 29,7 Tabel 4. Distribusi Responden
Berdasarkan Dukungan Keluarga Pasien
Total 37 100
Skizofrenia di Rumah Sakit Prof. Dr. V. L.
Sumber : Data primer, 2018 Ratumbuysang Provinsi Sulawesi Utara
Dukungan
Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa n %
Keluarga
dari 37 responden yang diteliti sebagian Baik 22 59,5
besar adalah pasien skizofrenia berumur
dewasa awal sebanyak 24 responden atau Kurang 15 40,5
64,9 % . Total 37 100
Sumber : Data primer, 2018
Tabel 2. Distribusi Responden
Berdasarkan Jenis Kelamin Pasien Berdasarkan tabel 4 diatas diketahui
Skizofrenia di Rumah Sakit Prof. Dr. V. L. bahwa dukungan keluarga pada pasien
Ratumbuysang Provinsi Sulawesi Utara skizofrenia Rumah Sakit Prof. Dr. V. L.
Jenis Kelamin n % Ratumbuysang Provinsi Sulawesi Utara
terbanyak ada pada kriteria baik sebanyak
Laki-Laki 21 56,8 22 responden atau 59,5 %.
Perempuan 16 43,2
Tabel 5. Distribusi Responden
Total 37 100 Berdasarkan Kepatuhan Minum Obat
Sumber : Data primer, 2018 Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Prof.
Dr. V. L. Ratumbuysang Provinsi Sulawesi
Berdasarkan tabel 2 diatas diketahui Utara
bahwa responden paling banyak adalah Kepatuhan Minum
jenis kelamin laki-laki sejumlah 21 n %
Obat
responden atau 56,8%. Tinggi 17 45,9
Sedang 4 10,8
Rendah 16 43,3
Total 37 100
Sumber : Data primer, 2018
e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 6 Nomor 1, Mei 2018

Berdasarkan tabel diketahui bahwa .V. L. Ratumbuysang Provinsi Sulawesi


kepetuhan minum obat pasien skizofrenia Utara terbanyak berada pada kategori baik
di Rumah Sakit Prof. Dr. V. L. dengan kepatuhan tinggi 16 responden
Ratumbuysang Provinsi Sulawesi Utara (72%) dan dukungan keluarga baik dengan
paling banyak adalah kategori tinggi 17 kepetuhan minum obat sedang dan kurang
responden atau 45, 9%. sebanyak 27,3%. Hasil ini menunjukkan
bahwa semakin baik dukungan keluarga
Analisis Bivariat semakin tinggi pula kepatuhan pasien
Tabel 6. Hubungan dukungan keluarga dalam mematuhi regimen terapi yang
dengan kepatuhan minum obat pasien diberikan oleh tenaga medis. Hal ini sesuai
skizofrenia di rumah sakit Prof. Dr. V. L. dengan teori Friedman (2010) yang
Ratumbuysang Provinsi Sulawesi Utara. menyebutkan bahwa keluarga memiliki
beberapa fungsi dukungan yaitu dukungan
Kepatuhan Minum informasi, dukungan penilaian, dukungan
Obat P
Dukungan Sedang+
Total
Value instrumental dan dukungan emosional. Jika
Tinggi
Keluarga Kurang keempat dukungan ini ada dalam keluarga
n % n % n % pasien maka akan berdampak positif pada
Baik 16 72,7 6 27,3 22 100 pasien.
0,000
Kurang 1 6,7 14 93,3 15 100
Hasil penelitian juga didapatkan bahwa
dukungan keluarga baik dengan kepatuhan
Total 17 45,9 20 54,1 37 100
minum obat sedang dan kurang sebanyak
Sumber : Data primer, 2018 27,3%. Hal ini dapat dikatakan bahwa
meskipun pasien skizofrenia diberikan
Berdasarkan tabel 6 diatas diketahui dukungan keluarga yang maksimal oleh
bahwa dukungan keluarga baik dengan keluarga tetapi tetap juga ada pasien yang
kepatuhan minum obat tinggi ada 72% tidak mematuhi regimen terapi. Hasil ini
responden, dan dukungan keluarga baik didukung oleh teori yang menyebutkan
dengan kepetuhan minum obat sedang dan bahwa kepatuhan minum obat tidak
kurang sebanyak 27,3%. Sementara untuk menyembuhkan dan tidak mengurangi
dukungan keluarga kurang dengan kekambuhan 100 persen, kepatuhan minum
kepatuhan minum obat tinggi 6,7 %, dan obat hanya mengurangi saja kekambuhan
dukungan keluarga kurang dengan dan rehospitalisasi pasien skizofrenia
kepatuhan minum obat sedang dan kurang (Niven,2002). Hal ini sejalan dengan tori
93,3%. Hasil uji untuk hubungan dukungan yang mengatakan bahwa pasien skizofrenia
keluarga dengan kepatuhan minum obat adalah gangguan jiwa yang menetap,
pasien skizofrenia di Rumah Sakit Prof. Dr. bersifat kronis dan bisa terjadi kekambuhan
V. L. Ratumbuysang Provinsi Sulawesi dengan gejala psikotik beranekaragam dan
Utara menggunakan uji chi square tidak khas (Prabowo,2014). Berdasarkan
diperoleh hasil nilai P value 0,000 lebih teori ini, bisa dikatakan bahwa pasien
kecil dari α 0,05 maka dengan demikian skizofrenia setiap saat bisa mengalami
dapat dikatakan bahwa Ha diterima atau episode psikotik dalam artian berperilaku
dengan kata lain ada hubungan antara kacau. Saat episode psikotik ini
hubungan dukungan keluarga dengan berlangsung maka pasien dengan
kepatuhan minum obat pasien skizofrenia sendirinya tidak bisa menunjukkan perilaku
di Rumah Sakit Prof. Dr. V. L. taat mengikuti regimen terapi dan
Ratumbuysang Provinsi Sulawesi Utara. mengganggap dirinya tidak sakit.
Dukungan keluarga sangat penting
PEMBAHASAN terhadap pengobatan pasien skizofrenia,
Hasil penelitian diketahui bahwa karena pada umumnya klien belum mampu
dukungan keluarga di Rumah Sakit Prof. Dr mengatur dan mengetahui jadwal dan jenis
e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 6 Nomor 1, Mei 2018

obat yang akan diminum. keluarga harus dampak positif terhadap proses
selalu membimbing dan mengarahkan agar penyembuhan dan pemulihan atas penyakit
klien skizofrenia dapat minum obat dengan yang diderita. Walaupun kepatuhan minum
benar dan teratur (Nasir, 2011). Dukungan obat tidak menyembuhkan dan tidak
keluarga sangat penting untuk membantu mengurangi kekambuhan 100 persen, tetapi
pasien bersosialisasi kembali, menciptakan dengan perilaku patuh minum obat maka
kondisi lingkungan suportif, menghargai waktu remisi pasien setahun lebih lama dan
pasien secara pribadi dan membantu gejala psikosis tidak akan terlalu parah.
pemecahan masalah. Dukungan keluarga Menurut peneliti, dukungan keluarga
akan mempengaruhi kepatuhan minum obat sangat berhubungan dengan kepatuhan
pasien. Hal ini diperkuat oleh teori yang minum obat pasien, semakin besar
dikemukakan Rock dan Dooley dalam dukungan keluarga yang diberikan pada
Kuncoro (2002), bahwa keluarga klien skizofrenia maka semakin besar pula
memainkan suatu peranan bersifat kepatuhan klien dalam menaati regimen
mendukung selama penyembuhan dan terapi. Sebaliknya semakin kecil dukungan
pemulihan anggota keluarga sehingga maka akan berdampak terhadap
mereka dapat mencapai tingkat ketidakpatuhan klien dalam minum obat.
kesejahteraan optimal. Penderita gangguan
jiwa dalam masa rehabilitasi yang dirawat SIMPULAN
oleh keluarga sendiri memerlukan Hasil penelitian Hubungan Dukungan
dukungan untuk mematuhi program Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat
pengobatan. Saat seorang mengalami pasien Skizofrenia di rumah sakit Prof. Dr.
gangguan jiwa terutama skizofrenia,yang V. L. Ratumbuysang provinsi Sulawesi
berperan penting dalam proses Utara, diperoleh hasil :
kesembuhannya adalah lingkungan 1. Dukungan keluarga pada pasien
terdekatnya terutama keluarga sebagai skizofrenia di rumah sakit Prof. Dr. V.
carregiver primer Penderita merasa senang L. Ratumbuysang provinsi Sulawesi
dan tentram apabila mendapat perhatian Utara terbanyak adalah kategori baik.
dan dukungan dari keluarganya karena 2. Kepatuhan minum obat pada pasien
dukungan akan menimbulkan kepercayaan skizofrenia di rumah sakit Prof. Dr. V.
diri untuk menghadapi dn mengolah L. Ratumbuysang provinsi Sulawesi
penyakitnya dengan baik serta penderita Utara terbanyak adalah tingkat sedang
mau menuruti saran-saran yang diberikan dan rendah
oleh keluarga untuk menunjang 3. Terdapat hubungan signifikan antara
pengelolaan penyakitnya (Niven, 2002). dukungan keluarga dengan kepatuhan
Kepatuhan minum obat sangat penting minum obat pasien skizofrenia di
untuk pasien skizofrenia agar klien boleh rumah sakit Prof. Dr. V. L.
sembuh dan mencegah kekambuhan terjadi. Ratumbuysang provinsi Sulawesi Utara
Kepatuhan minum obat meliputi ketepatan .
perilaku seorang individu dengan nasihat DAFTAR PUSTAKA
medis, penggunaan obat sesuai dengan Adriansyah. (2012). Hubungan antara
petunjuk serta mencakup penggunaan pada Tingkat Pendidikan dengan
waktu yang benar (Arisandy, 2014). Salah Kejadian Penurunan Daya Ingat
satu faktor untuk mencegah terjadinya pada Lansia.
kekambuhan pada pasien skizofrenia yaitu http://download.portalgaruda.org/
dengan melaksanakan program pengobatan article. Diakses pada 11 Desember
dengan rutin, pengobatan yang dimaksud 2017.
adalah kepatuhan dalam minum obat. Akemat. (2007). Kesehatan Jiwa &
Kepatuhan yang ditunjukkan dalam Psikiatri: Pedoman Klinis Perawat,
mengikuti regimen terapi akan memberikan Ed. 2. Jakarta : EGC
e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 6 Nomor 1, Mei 2018

Kravitz, E, James Schmeidler, & Michal


Ariyanthi, N. (2016). Hubungan Dukungan Schnaider Beeri. (2012). Cognitive
Sosial dengan Kebermaknaan Decline and Dementia in the
Hidup Pada Lansia di Panti Wreda. Oldest-Old.
https://core.ac.uk/download/pdf. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/
Diakses 11 Desember 2017. articles/PMC3678827. Diakses
pada 11 Desember 2017.
Badan Pusat Statistik. (2014). Kebutuhan
data Ketenagakerjaan Untuk Meng, X. & Carl D’Arcy. (2012).
Pembangunan Berkelanjutan. Education and Dementia is the
http://www.ilo.org/wcmsp5/groups/ Context of the Cognitive Reserve
public/@asta/@ro-bangkok/@ilo- Hypothesis: A Systematic Review
jakarta/documents/presentation/wc with Meta-Analyses and Quality
ms_346599.pdf. Diakses tanggal 28 Analyses.
Oktober 2017. Https://journals.plos.org/plosone/a
rticle. Diakses 11 Desember 2017.
Bastaman. (2007). Logoterapi : Psikologi
Untuk Menemukan Makna Hidup Monginsidi, R. (2012). Profil penurunan
Dan Meraih Hidup Bermakna. Fungsi kognitif Pada Lansia di
Jakarta: Raja Grafindo Persada. Yayasan-yayasan Manula di
Kecamatan Kawangkoan.
Dahlan, M. S. (2011). Statistik Untuk Http.:download.portalgaruda.org/a
Kedokteran dan kesehatan. Jakarta: rticle diakses 13 desember 2017.
Salemba Medika
Muhith, A. & Sandu S. (2016). Pendidikan
Dewi, S. R. (2012). buku ajar keperawatan Keperawatan gerontik. Yogyakarta
gerontik. Yogyakarta : Deepublish : Andi

Dubey, A., Seema, B., Neelima, G., Neeraj, Nauli, F. A. (2011). Pengaruh Logoterapi
S. (2017). A Study of Elderly Living Lansia dan Psikoedukasi Keluarga
in Old Age home and Within Family Terhadap Depresi dan
Set-up in Jammu. Kemampuan Memaknai Hidup
http://www.indiaenvironmentportal pada Lansia di Kelurahan
.org.in/files/file/Living%20in%20O Katulampa Bogor Timur. Fakultas
ld%20Age%20Home.pdf diakses Ilmu keperawatan Program
13 Desember 2017. Magister Ilmu Keperawatan.
Universitas Indonesia.
Ferdian, E. H. (2016). Perbedaan makna Http://lib.ui.ac.id/.pdf. Diakses
Hidup Lansia Yang Tinggal di Panti pada tanggal 6 November 2017.
Werdha Dengan yang Tinggal
Bersama keluarga. Ngandu, dkk. (2011). Education and
http://repository.uksw.edu/bitstrea Dementia: What lies behind the
m. Diakses pada 11 Desember 2017. association?.
Ide, P. (2008). Gaya Hidup Penghambat Https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pub
Alzeimer. Jakarta : Elex Media med. Diakses 13 Desember 2017.
Computindo
Nugroho, H.W. (2012). Keperawatan
Irianto, K. (2014). Epidemiologi Penyakit Gerontik & Geriatrik Edisi 3.
Menular & Tidak Menular. Jakarta : EGC
Bandung: Alfa Beta
e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 6 Nomor 1, Mei 2018

Nursalam. (2008). Konsep dan Penerapan Santoso, H. & Andar, I. (2009). Memahami
Metodologi Penelitian Ilmu Krisis Lanjut Usia. Jakarta :
Keperawatan, Ed. 2. Jakarta : Gunung Mulia.
Salemba Medika
Sengkey, Andriano H. (2017). Hubungan
Notosoedirdjo, M. & Latipun. (2011). depresi dengan Interaksi Sosial
Kesehatan Mental. Malang : UMM Lanjut Usia di Desa Tombasian
Press Atas Kecamatan Kawangkoan
Barat. Manado : Unsrat
Pai, R. A. (2008). Harta Karun Dalam Doa.
Yogyakarta: Kanisius. Sunaryo, dkk. (2015). Asuhan
Keperawatan Gerontik.
Padila. (2013). Buku Ajar Keperawatan Yogyakarta: Andi Offset
Gerontik. Yogyakarta: Nuha
Medika. Susila & Suyanto. (2014). Metode
Penelitian Epidemiologi.
Parry, L. (2016). Why women are at Yogyakarta : Bursa
greater risk of Alzheimer's than Ilmu
men: The wiring of the female brain
is 'more prone to damage'. Steger, M. F., Frazier, P., Oishi, S., &
http://www.dailymail.co.uk/health/ Kaler, M. (2011). The Meaning in
article. Diakses pada 11 Desember Life Questionnaire :
2017. Assessing the presence of
and search for meaning in life.
Prabowo Eko. (2014). Buku Ajar Journal of Counseling
Keperawatan Jiwa. Yogyakarta : Nuha Psychology, 53, 80-93.
Medika. Http://www.michaelfsteger.com/w
p-
Priherdityo, E. (2016). Indonesia Lupa content/uploads/2012/08/M
Catat Penderita Demensia. LQ.pdf. Diakses tanggal 6
https://www.cnnindonesia.com November 2017.
diakses 13 Desember 2017.
Ukus, vera. (2015). Pengaruh Penerapan
PSIK Universitas Sam Ratulangi. (2013). Logoterapi Terhadap
Panduan penulisan Tugas Akhir Kebermaknaan hidup pada Lansia
dan Skripsi. Manado di Badan Penyantunan Lanjut Usia
Senja Cerah Paniki Bawah
Republik Indonesia. (1998). Undang- Manado. Manado: Unsrat
undang No. 13 Tahun 1998 tentang
kesejahtraan lanjut usia. Uliyah, M. (2009). Hubungan Usia
www.bpkp.go.id/UU/filedownload/ Dengan penurunan Daya Ingat
2/45/438.bpkp. Diakses tanggal 13 (Demensia) pada Lansia di Panti
November 2017. Sosial Tresna Werdha Budi
Sejahtera Landasan Ulin Kota
Riyanto, A. (2009). Pengolahan data dan Banjarbaru Kalimantan Selatan.
Analisis data Kesehatan. http://fik.um-
Yogyakarta : Nuha Medika surabaya.ac.id/sites/default/files/.
Diakses pada 11 Desember 2017.
e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 6 Nomor 1, Mei 2018

Unidop. (2017). International Day of


Older Persons2017.
https.//www.un.org/develop
pment/desa/ageing/internat
ional-day-of-older-persons-
homepage/unidop 2012.html.
diakses pada 28 Oktober 2017

Videbeck, S. L. (2012). Buku Ajar


Keperawatan Jiwa. Jakarta : EGC

Widyanto, F. C. (2014). Keperawatan


komunitas dengan Pendekatan
Praktis. Yogyakarta: Nuha Medika.

Willacy, H. (2017). Mini Mental State


Examination.
Https://patient.info/doctor/mini-
mental-state-examination-mmse.
Diakses 29 November 2017.

Yusuf. (2016). Konsep Dasar dan


Pendekatan Konseling Individual.
Bandung : Refika Aditama