Anda di halaman 1dari 14

JURNAL GENERASI KAMPUS VOLUME 9, NOMOR 2, SEPTEMBER 2016

STRESS OKSIDATIF DAN STATUS ANTIOKSIDAN PADA AKTIVITAS


FISIK MAKSIMAL

Fajar Apollo Sinaga


Jurusan Ilmu Keolahragaan, FIK Unimed. Email: inaga_fajar@yahoo.com.

ABSTRAK
Sel secara rutin menghasilkan radikal bebas dan kelompok oksigen reaktif
(reactive oxygen species/ROS) yang merupakan bagian dari proses metabolisme.
Pada saat produksi radikal bebas melebihi antioksidan pertahanan seluler maka
dapat terjadi stres oksidatif dimana salah satu faktor penyebabnya adalah akibat
aktifitas fisik yang dapat mempengaruhi penampilan atlet. Secara alamiah di
dalam sel terdapat berbagai antioksidan baik enzimatik maupun nonezimatik yang
berfungsi sebagai pertahanan bagi organel-organel sel dari pengaruh kerusakan
akibat reaksi radikal bebas. Stress oksidatif berdampak negatif terhadap
performance dan kesehatan atlet sehingga perlu dihindari. Salah satu cara untuk
mencegah terjadinya stress oksidatif adalah dengan cara mengkonsumsi
antioksidan.

Kata kunci: Radikal Bebas, Stress Oxidative, Antioksidan

A. PENDAHULUAN

Sel secara rutin menghasilkan penyebabnya adalah akibat aktifitas


radikal bebas dan kelompok oksigen fisik (Daniel et al, 2010; Urso,
reaktif (reactive oxygen 2003).
species/ROS) yang merupakan Beberapa hasil studi melaporkan
bagian dari proses metabolisme bahwa aktifitas fisik aerobik akut
(Daniel et al, 2010; Urso, 2003). berkontribusi terhadap stress
Pada saat produksi radikal bebas oksidatif khususnya ketika latihan
melebihi antioksidan pertahanan dengan intensitas tinggi. Dua
seluler maka dapat terjadi stres mekanisme yang menyebabkan stress
oksidatif, dimana salah satu faktor oksidatif pada latihan aerobik dengan

176
JURNAL GENERASI KAMPUS VOLUME 9, NOMOR 2, SEPTEMBER 2016

intensitas tinggi adalah mengurangi daya tahan (endurance)


meningkatnya pro-oksidan melalui selama aktifitas fisik yang
efek peningkatan konsumsi oksigen melelahkan (Coombes et al, 2002),
yang meningkat 10 sampai 15 kali penurunan imunitas (Niemann,
dibandingkan pada saat istirahat dan 2005) dan berbagai efek lainnya.
antioksidan yang relatif tidak Secara alamiah di dalam sel
mencukupi dibandingkan pro- terdapat berbagai antioksidan baik
oksidan (Alessio et al, 2000). enzimatik maupun nonezimatik yang
Sementara itu menurut Ji (1999), berfungsi sebagai pertahanan bagi
selama aktifitas fisik maksimal organel-organel sel dari pengaruh
konsumsi oksigen seluruh tubuh kerusakan akibat reaksi radikal bebas
meningkat sampai 20 kali, sedangkan (Evans, 2000., Marciniak et al.,
konsumsi oksigen pada serabut otot 2009). Antioksidan enzimatik disebut
diperkirakan meningkat sampai 100 juga antioksidan pencegah, terdiri
kali lipat. dari superoksid dismutase (SOD),
Peningkatan radikal bebas di katalase, dan glutathione peroxidase.
dalam tubuh akibat aktifitas fisik Antioksidan nonenzimatik disebut
dapat mempengaruhi penampilan juga antioksidan pemecah rantai
atlet. Berbagai efek yang dapat yang dari vitamin C, vitamin E, dan
ditimbulkan diantaranya adalah: beta karoten (Chevion, 2003; Ji,
radikal bebas berkontribusi terhadap 1999). Antioksidan biologi ini
kelelahan otot (Barclay dan Hansel, memainkan peran penting
1991), terjadi defisiensi antioksidan melindungi sel akibat pengaruh stress
di dalam tubuh yang dapat oksidatif yang dipicu oleh latihan.

B. Radikal Bebas
Sel secara rutin metabolisme (Daniel et al, 2010;
menghasilkan radikal bebas dan Urso, 2003). Radikal bebas adalah
kelompok oksigen reaktif (reactive atom atau molekul yang mempunyai
oxygen species/ROS) yang elektron yang tidak berpasangan
merupakan bagian dari proses pada orbital (Clarkson dan

177
JURNAL GENERASI KAMPUS VOLUME 9, NOMOR 2, SEPTEMBER 2016

Thomson, 2000, Silalahi, 2006). mengganggu fluiditas dan


Dalam rangka mendapatkan stabilitas permeabilitas. Peroksidasi lipid juga
kimia, radikal bebas tidak dapat dapat mempengaruhi fungsi protein
mempertahankan bentuk asli dalam membran terikat seperti enzim dan
waktu lama dan segera berikatan reseptor. Kerusakan langsung pada
dengan bahan sekitarnya. Radikal protein dapat disebabkan oleh radikal
bebas akan menyerang molekul stabil bebas yang dapat mempengaruhi
yang terdekat dan mengambil berbagai jenis protein, mengganggu
elektron, zat yang terambil aktivitas enzim dan fungsi protein
elektronnya akan menjadi radikal struktural (Sarma et al, 2010).
bebas juga sehingga akan memulai Radikal bebas dibagi menjadi dua
suatu reaksi berantai, yang akhirnya kelompok yang berbeda yaitu
terjadi kerusakan sel tersebut Reactive Oxygen Species (ROS) dan
(Droge, 2002). Kebanyakan radikal Reaktif Nitrogen spesies (NOS)
bebas bereaksi secara cepat dengan (Marciniak et al., 2009). Simbol
atom lain untuk mengisi orbital yang untuk radikal bebas adalah sebuah
tidak berpasangan, sehingga radikal titik yang berada di dekat simbol
bebas normalnya berdiri sendiri atom (R·). ROS (Reactive Oxygen
hanya dalam periode waktu yang Species) adalah senyawa
singkat sebelum menyatu dengan pengoksidasi turunan oksigen yang
atom lain (Halliwell and Whiteman, bersifat sangat reaktif yang terdiri
2004). Radikal bebas sangat reaktif atas kelompok radikal bebas dan
dan dengan mudah menjurus ke kelompok nonradikal. Kelompok
reaksi yang tidak terkontrol, radikal bebas antara lain superoxide
menghasilkan ikatan silang (cross- anion (O2·-), hydroxyl radicals
link) pada DNA, protein, lipida, atau (OH ), dan peroxyl radicals (RO2·).
·

kerusakan oksidatif pada gugus Yang nonradikal misalnya hydrogen


fungsional yang penting pada peroxide (H2O2), dan organic
biomulekulnya (Silalahi, 2006). peroxides (ROOH) (Halliwell and
Peroksidasi lipid di membran sel Whiteman, 2004). Superoxide anion
dapat merusak membran sel dengan (O2·-) memiliki reaktifitas selektif;

178
JURNAL GENERASI KAMPUS VOLUME 9, NOMOR 2, SEPTEMBER 2016

dibentuk oleh sejumlah sistem enzim yang terbentuk dalam rangkaian


melalui reaksi-reaksi autooksidasi reaksi oksidasi lipida, misalnya
dan oleh elektron transfer enzimatik. oksidasi lemah jenuh ganda.
Hydroxyl radicals (OH·) terjadi Hidrogen peroksida dapat melewati
karena radiolisis air dalam sistem membran dan secara perlahan akan
biologis. Radikal hidroksil mengoksidasi sejumlah senyawa juka
menyerang semua protein, DNA, kadarnya cukup tinggi, tetapi kurang
PUFA dalam membran dan semua reakti pada kadar yang rendah
molekul yang disentuhnya. Radikal (Silalahi, 2006).
peroksida merupakan senyawa antara

C. Produksi Radikal Bebas Akibat Latihan Fisik


Pada keadaan tertentu, pro-oksidan (Alessio et al, 2000).
produksi radikal bebas atau senyawa Sementara itu menurut Ji (1999),
oksigen reaktif melebihi sistem selama aktifitas fisik maksimal
pertahanan tubuh, kondisi yang konsumsi oksigen seluruh tubuh
disebut sebagai stres oksidatif meningkat sampai 20 kali, sedangkan
(Agarwal et al., 2005). Banyak hasil konsumsi oksigen pada serabut otot
studi melaporkan bahwa aktifitas diperkirakan meningkat sampai 100
fisik aerobik akut berkontribusi kali lipat. Hal yang hampir sama juga
terhadap stress oksidatif khususnya dilaporkan oleh (Chevion et al.,
ketika latihan dengan intensitas 2003) yang menyatakan selama
tinggi. Dua mekanisme yang melakukan latihan fisik maksimal,
menyebabkan stress oksidatif pada konsumsi oksigen tubuh meningkat
latihan aerobik dengan intensitas dengan cepat. Penggunaan oksigen
tinggi adalah meningkatnya pro- oleh otot selama latihan fisik
oksidan melalui efek peningkatan maksimal dapat meningkat sekitar
konsumsi oksigen yang meningkat 100–200 kali dibandingkan saat
10 sampai 15 kali dibandingkan pada istirahat (Chevion et al., 2003).
saat istirahat dan antioksidan yang Peningkatan konsumsi oksigen
relatif tidak mencukupi dibandingkan selama latihan dapat meningkatkan

179
JURNAL GENERASI KAMPUS VOLUME 9, NOMOR 2, SEPTEMBER 2016

pembentukan Reactive Oxygen peningkatan beban oksigen,


Species (ROS) (Bailey et al, 2003.) xanthine oxidase mengkonversi
dan dapat menyebabkan stres hipoksantin menjadi asam urat,
oksidatif (Alessio, 1993;Williams et tetapi menggunakan oksigen
al, 2006). sebagai akseptor elektron
Sejumlah jalur potensial yang membentuk superoksida.
berhubungan dengan produksi 3. Kerusakan jaringan akibat latihan
oksidan telah dijelaskan oleh dapat menyebabkan aktivasi sel
(Deaton dan Marlin, 2003) adalah inflamasi seperti neutrofil, yang
sebagai berikut: akhirnya menghasilkan radikal
1. Konsumsi oksigen meningkat bebas dengan menggunakan
beberapa kali lipat akibat NADPH oksidase.
berolahraga. Kebocoran elektron 4. Konsentrasi katekolamin yang
pada rantai transfer elektron di meningkat selama latihan, dan
mitokondria akan menghasilkan ROS dapat dihasilkan dari hasil
anion superoksida. autooksidasi.
2. Enzim Xanthine dehidrogenase 5. Mitokondria otot mengalami
akan mengoksidasi hipoksantin peningkatan uncoupling dan
menjadi xanthine dan generasi superoksida dengan
selanjutnya xanthine membentuk peningkatan suhu. Oleh karena
asam urat menggunakan NAD+ itu, latihan yang dipicu
sebagai akseptor elektron hipertermia dapat menyebabkan
membentuk NADH. Selama stres oksidatif.
iskemia, pada otot aktif xanthine 6. Auto-oksidasi oksihemoglobin
akan diubah menjadi xanthine menghasilkan methemoglobin
oksidase melalui metabolisme dalam produksi superoksida dan
anaerobik oleh ATP dan enzim kecepatan pembentukan
dehidrogenase ATP. Selama methemoglobin akan meningkat
reperfusi, dengan hasil dengan olahraga.

180
JURNAL GENERASI KAMPUS VOLUME 9, NOMOR 2, SEPTEMBER 2016

D. Reaksi perusakan oleh radikal bebas


Definisi tekanan oksidatif merupakan suatu proses
(oxidative stress) adalah suatu berkelanjutan. Tahap-tahap
keadaan dimana tingkat oksigen peroksidasi lemak menurut (Alessio,
reaktif intermediate (ROI) yang 2000) adalah sebagai berikut:
toksik melebihi pertahanan anti-
oksidan endogen. Keadaan ini
mengakibatkan kelebihan radikal
bebas, yang akan bereaksi dengan
lemak, protein, asam nukleat seluler,
sehingga terjadi kerusakan lokal dan
disfungsi organ tertentu. Lemak
merupakan biomolekul yang rentan
terhadap serangan radikal bebas.
a. Peroksidasi lemak
Mekanisme kerusakan sel
atau jaringan akibat serangan radikal
bebas yang paling awal diketahui dan
terbanyak diteliti adalah peroksidasi
lipid. Peroksidasi lipid paling banyak
terjadi di membran sel, terutama
asam lemak tidak jenuh yang
merupakan komponen penting
Gambar 1. Tahap-tahap
penyusun membran sel. Membran sel
peroksidasi Lemak
kaya akan sumber poly unsaturated
fatty acid (PUFA), yang mudah Malondialdehyde (MDA) adalah
dirusak oleh bahan-bahan salah satu hasil dari peroksidasi lipid
pengoksidasi; proses tersebut yang disebabkan oleh radikal bebas
dinamakan peroksidasi lemak. Hal selama latihan fisik maksimal atau
ini sangat merusak karena latihan daya tahan (endurance)

181
JURNAL GENERASI KAMPUS VOLUME 9, NOMOR 2, SEPTEMBER 2016

dengan intensitas tinggi (Wang et pada perenang remaja terlatih


al., 2008; Lyle et al., 2009, Sousa, dibandingkan dengan kontrol.
2006) sehingga Malondialdehid b. Kerusakan protein
(MDA) merupakan indikator umum Protein dan asam nukleat
yang digunakan untuk menentukan lebih tahan terhadap radikal bebas
jumlah radikal bebas dan secara tidak daripada PUFA, sehingga kecil
langsung menilai kapasitas oksidan kemungkinan dalam terjadinya reaksi
tubuh (Liang et al., 2008). berantai yang cepat. Serangan radikal
Pengukuran MDA dapat dilakukan bebas terhadap protein sangat jarang
dengan tes Thiobarbituric Acid kecuali bila sangat ekstensif. Hal ini
Reactive Substances (TBARS test) terjadi hanya jika radikal tersebut
(Slater, 1984; Powers and Jackson, mampu berakumulasi (jarang
2008). pada sel normal), atau bila
Beberapa hasil penelitian yang kerusakannya terfokus pada daerah
sudah dilakukan tentang pengaruh tertentu dalam protein.
aktifitas fisik terhadap kadar MDA c. Kerusakan DNA
plasma diantaranya penelitian yang Seperti pada protein kecil
dilakukan oleh (Marzatico et kemungkinan terjadinya kerusakan di
al.1997) yang melaporkan Kadar DNA menjadi suatu reaksi berantai,
MDA plasma saat istirahat biasanya kerusakan terjadi bila ada
ditemukan lebih tinggi pada atlet lesi pada susunan molekul, apabila
sprint terlatih dan pelari maraton tidak dapat diatasi, dan terjadi
dibandingkan dengan kontrol sebelum replikasi maka akan terjadi
(Marzatico et al.1997). Penelitian mutasi. Radikal oksigen dapat
yang dilakukan oleh Santos-Silva et menyerang DNA jika terbentuk
al. (2001) juga menemukan disekitar DNA seperti pada radiasi
peningkatan kadar MDA istirahat biologis.

E. Antioksidan
Antioksidan atau reduktor oksidasi atau menetralkan senyawa
berfungsi untuk mencegah terjadinya yang telah teroksidasi, dengan cara

182
JURNAL GENERASI KAMPUS VOLUME 9, NOMOR 2, SEPTEMBER 2016

menyumbangkan hidrogen dan atau juga antioksidan pemecah rantai.


elektron (Silalahi, 2006). Di dalam Antioksidan pemecah rantai terdiri
tubuh terdapat mekanisme dari vitamin C, vitamin E, dan beta
antioksidan atau anti radikal bebas karoten (Chevion, 2003; Ji, 1999).
secara endogenik (Dyatmiko et al., Sistem pertahanan ini bekerja dengan
2000) dimana radikal bebas yang beberapa cara antara lain berinteraksi
terbentuk akan dinetralkan oleh langsung dengan radikal bebas,
elaborasi sistem pertahanan antara oksidan, atau oksigen tunggal,
antioksidan enzim-enzim seperti mencegah pembentukan senyawa
katalase, superoksid dismutase oksigen reaktif, atau mengubah
(SOD), glutation peroxidase dan senyawa reaktif menjadi kurang
sejumlah anti oksidan non enzim reaktif (Winarsi, 2007).
termasuk diantaranya vitamin A, E Latihan fisik yang dapat
dan C, glutatione, ubiquinone dan meningkatkan sistem antioksidan
flavonoid (Christopher,2004; Urso, adalah latihan fisik dengan intensitas
2003; Lekhi, 2007). rendah dan intensitas sedang, karena
Antioksidan enzimatik aktifitas fisik pada tingkat ini
disebut juga antioksidan pencegah, mengacu pada program aktifitas fisik
terdiri dari superoksid dismutase, yang dirancang untuk
katalase, dan glutathione peroxidase. meminimalkan pengeluaran radikal
Antioksidan nonenzimatik disebut bebas (Cooper, 2000).

F. Efek Samping Radikal Bebas


Pada kondisi stres oksidatif, fisik maksimal atau latihan daya
radikal bebas akan menyebabkan tahan (endurance) dengan intensitas
terjadinya peroksidasi lipid membran tinggi (Wang et al., 2008; Lyle et
sel dan merusak organisasi membran al., 2009, Sousa, 2006) sehingga
sel (Evans, 2000). Malondialdehyde Malondialdehid (MDA) merupakan
(MDA) adalah salah satu hasil dari indikator umum yang digunakan
peroksidasi lipid yang disebabkan untuk menentukan jumlah radikal
oleh radikal bebas selama latihan bebas dan secara tidak langsung

183
JURNAL GENERASI KAMPUS VOLUME 9, NOMOR 2, SEPTEMBER 2016

menilai kapasitas oksidan tubuh 2004). Beberapa penelitian


(Liang et al., 2008). Membran sel melaporkan bahwa pemberian beban
sangat penting bagi fungsi reseptor maksimal saat pelatihan fisik atau
dan fungsi enzim, sehingga kelelahan yang berat ditemukan
terjadinya peroksidasi lipid membran adanya perubahan jumlah leukosit
sel oleh radikal bebas yang dapat pada darah tepi, yang diduga
mengakibatkan hilangnya fungsi penyebab meningkatnya kejadian
seluler secara total (Evans, 2000). infeksi saluran napas karena terjadi
Hasil studi lain menunjukkan penekanan fungsi imunitas sehingga
setelah melakukan latihan fisik terjadi penurunan penampilan atlet
maksimal menyebabkan perubahan (Castel, 1993, Ksnig, 2000). Hasil
nilai hematokrit, eritrosit dan penelitian yang dilakukan pada
leukosit (Senturk et al., 2004) dan mencit yang melakukan aktifitas fisik
berlari selama 1 jam terjadi maksimal (AFM) juga menunjukan
kerusakan eritrosit seperti sel-sel bahwa AFM dapat meningkatkan
eritrosit menjadi rapuh, penurunan jumlah leukosit dan hitung jenis
kadar hemoglobin dan perubahan limfosit secara signifikan dan AFM
morfologi sel-sel eritrosit (Senturk dapat menurunkan hitung jenis
et al., 2005). Sementara itu menurut neutrofil, eosinofil dan monosit
(McCarthy DA et al, 1987; Ali, secara signifikan, sedangkan hitung
2008) jumlah leukosit perifer dapat jenis basofil tidak ada perubahan
menjadi sumber informasi untuk (Harahap, 2008). Penelitian yang
diagnostik dan prognosa gambaran dilakukan oleh Patlar, 2010 juga
adanya kerusakan organ dan menunjukkan terjadi peningkatan
pemulihan setelah aktifitas fisik jumlah leukosit pada orang yang
maksimal. melakukan aktifitas fisik akut dengan
Hasil studi menunjukkan intensitas submaksimal sementara
bahwa stres oksidatif adalah salah hitung jenis neutrofil, monosit,
satu faktor yang bertanggung jawab eosinofil dan basofil mengalami
terhadap perubahan nilai hematokrit, penurunan. Penelitian yang
eritrosit dan leukosit (Senturk et al., dilakukan oleh Valizadeh et al, 2011

184
JURNAL GENERASI KAMPUS VOLUME 9, NOMOR 2, SEPTEMBER 2016

pada orang yang melakukan aktifitas Dari hasil-hasil penelitian


dengan intensitas 85% VO2max melaporkan bahwa latihan fisik juga
selama 30 menit melaporkan terjadi dapat menyebabkan perubahan
peningkatan jumlah leukosit homoiostatis dalam tubuh dan akan
sementara persentase monosit dan mempengaruhi sistem ketahanan
neuotrofil mengalami penurunan. tubuh. Parameter-parameter yang
Menurut (McCarthy DA et al, 1987; sering digunakan untuk mengetahui
Ali, 2008) jumlah leukosit perifer hubungan antara latihan fisik dengan
dapat menjadi sumber informasi perubahan sistem kekebalan tubuh
untuk diagnostik dan prognosa diantaranya adalah konsentrasi
gambaran adanya kerusakan organ imunoglobulin ( IgM dan IgG) dalam
dan pemulihan setelah aktifitas fisik serum serta konsentrasi IgA dalam
maksimal. saliva.

G. Kesimpulan
Aktifitas fisik teruatama aktifitas negatif terhadap kesehatan dan
fisik yang berat dapat meningkatkan performance atlet. Salah satu cara
produksi radikal bebas dalam tubuh. untuk menghindari stress oksidatif
Jika antioksidan tubuh tidak akibat aktifitas fisik yang berat
mencukupi untuk menetralkan adalah dengan cara mengkonsumsi
radikal bebas, maka dapat terjadi antioksidan.
stress oksidatif yang berdampak

DAFTAR PUSTAKA and Duration of Exercise on


Alessio, H.M., Hagerman, A.E., Total Leukocyte Count in
Fulkerson, B.K., Ambrose, Normal Subjects. IN
J., Rice, R.E., Wiley, R.L. DRFARMANWAZIR@HO
(2000), Generation of TMAIL.COM (Ed.),
reactive oxygen species Department of Physiology,
after exhaustive aerobic and Gomal Medical College, DI
isometric exercise. Med Sci
Khan, Pakistan.
Sports Exerc.32(9):1576-81
Ali, S., Farman U. & Habib, U. Burton, G.W. and Traber, M.G.
(2008) Effects of Intensity (1990). Vitamin E:

185
JURNAL GENERASI KAMPUS VOLUME 9, NOMOR 2, SEPTEMBER 2016

antioxidant activity, Vol. 15, No. 3, Supplement,


biokinetics and p 56-61.
bioavailability. Annual
Review of Nutrition, 10, Deaton CM, Marlin DJ Exercise-
357–382. associated oxidative stress.
Clin Tech Equine Prac
Castel, L. M., Poortmans,J.R, 2003;2(3),278-91
Newshome,E.A (1993)
Does Glutamin Have a Role Dekkers, J.C., Van Doornen, L.J.,
Kemper, H.C. (1996). The
in Reducing Infections in
role of antioxidant vitamins
Athletes? European Journal and enzymes in the
Apply Physiology, 73, 488- prevention of exercise-
40. induced muscle damage.
Sports Med 21: 213–238.
Chevion S, Moran D. S, Heled Y,
Shani Y, Regrev G, Abbou Droge W. (2002). Free radicals in the
B, Berenshtein E, Stadtman physiological control of cell
ER, Epstein Y.(2003). function. Physiol Rev.
Plasma antioxidant status 82;47-95.
and cell injury after severe
physical exercise, Evans, W. J. (2000), Vitamin E,
Proc.Nati.Acad.Sci.USA,Vo vitamin C, and exercise. Am
l 100,Issue9, 5119-5123. J Clin Nutr, 72, 647S-52S.
Halliwell, B. & Whiteman, M.
Christopher, P.I.,Wenke, J.C., (2004), Measuring reactive
Nofal,T., Armstrong, R.B. species and oxidative
(2004), Adaptation to damage in vivo and in cell
lenghthening contraction- culture: how should you do
induced injury in mouse it and what do the results
muscle. J.Appl.Physiol mean? Br J Pharmacol, 142,
97:1067-76. 231-55.
Clarkson, P. M. dan Thompson, H. Harahap,N.S. (2008). Pengaruh
S. (2000), Antioxidants: Aktifitas Fisik Maksimal
what role do they play in terhadap Jumlah dan
physical activity and health? Hitung Jenis Leukosit pada
Am J Clin Nutr, 72, 637S- Mencit (Mus musculus)
46S. Jantan. Thesis Sekolah
Pasca Sarjana Universitas
Daniel, R.M., Stelian, S., Dragomir, Sumatera Utara.
C. (2010), The effect of
acute physical exercise on Ji, L.L. (1999), Antioxidants and
the antioxidant status of the Oxidative stress in exercise.
skeletal and cardiac muscle Society for Experimental
in the Wistar rat. Romanian Biology and Medicine, 283:
Biotechnological Letters. 292.

186
JURNAL GENERASI KAMPUS VOLUME 9, NOMOR 2, SEPTEMBER 2016

Ksnig, D., Grathwohl,D., Marzatico, F., Pansarasa, O.,


Weinstock,C., Northon,H., Bertorelli, L., Somenzini,
Berg,A. (2000) Upper L., Della Valle, G.(1997).
Respiratory Tract Infection Blood free radical
In Athletes: Influence Of antioxidant enzymes and
Lifestyle, Type Of Sport, lipid peroxides following
Training Effort And long-distance and
Immunostimulant Intake. lactacidemic performances
Exercise Immunology in highly trained aerobic and
Review, 6.Liang Y, Fang sprint athletes. J. Sports
JQ, Wang CX, Ma GZ Med. Phys. Fitness 37,
(2008). Effects of 235_/239.
transcutaneous electric
acupoint stimulation on Mccarthy, D. A., Perry,J.D.,
plasma SOD and MDA in Dale,M.M. (1987)
rats with sports fatigue. Leucocytosis Induced By
Zhen Ci Yan Jiu, 33: 120- Exercise. Br.Medical
123. Journal, 295-636.
Liang Y, Fang JQ, Wang CX, Ma
GZ (2008). Effects of Nandakumaran,n., Senturk, U. K.,
transcutaneous electric Gunduz, F., Kuru, O.,
acupoint stimulation on Aktekin, M. R., Kipmen, D.,
plasma SOD and MDA in Yalcin, O., Bor Kucukatay,
rats with sports fatigue. M., Yesilkaya, A. &
Zhen Ci Yan Jiu, 33: 120- Baskurt, O. K. (2001),
123. Exercise-induced oxidative
stress affects erythrocytes in
Lyle, N., Gomes, A., Sur, T., sedentary rats but not
Munshi, S., Paul, S., trained rats. J Appl Physiol,
Chatterjee S. and 91, 1999-2001.
Bhattacharyya, D. (2009).
The role of antioxidant Patlar,S (2010). Effect of acut and 4-
properties of Nardostachys week submaximal exercise
jatamansi in alleviation of on leukocyte and leukocyte
the symptoms of the chronic subgroups.
fatigue syndrome.
Behavioural Brain Res., Powers, S.K and Jackson, M.J.
202: 285-290. (2008). Exercise-Induced
Oxidative Stress: Cellular
Marciniak, A., Brzeszczynska, J., Mechanisms and Impact on
Gwozdzinski, K., Jegier, A. Muscle Force Production .
(2009), Antioxidant Physiol Rev 88:1243-1276
Capacity and Physical
Exercise. Biology of Sport, Santos-Silva, A., Rebelo, M.I.,
Vol. 26 No3, 197-213 Castro, E.M., Belo, L.,
Guerra, A., Rego, C.,

187
JURNAL GENERASI KAMPUS VOLUME 9, NOMOR 2, SEPTEMBER 2016

Quintanilha, A. (2001). Kanisius Yokyakarta.


Leukocyte activation, Halaman 38-56
erythrocyte damage, lipid
profile and oxidative stress Slater, T. F. (1984), Free radical -
imposed by high mechanisms in injury,
competition physical Biochem, 222, 1-15.Sarma,
exercise in adolescents.Clin. A.D., Mallick, A.R., and
Chim. Acta 306, 119_/126. Ghosh, A.K. (2010). Free
Radicals and Their Role in
Senturk, U. K., Gunduz, F., Kuru, O., Different Clinical
Aktekin, M. R., Kipmen, D., Conditions: An Overview.
Yalcin, O., Bor Kucukatay, International Journal of
M., Yesilkaya, A. & Pharma Sciences and
Baskurt, O. K. (2001), Research (IJPSR) Vol.1(3),
Exercise-induced oxidative 185-192
stress affects erythrocytes in
sedentary rats but not Souza, C.F., Fernandes, L.C. and
trained rats. J Appl Physiol, Cyrino, E.S. (2006).
91, 1999-2001. Production of reactive
oxygen species during the
Senturk, U. K., Gunduz, F., Kuru, O., aerobic and anaerobic
Kocer, G., Ozkaya, Y. G., exercise. Rev Bras
Yesilkaya, A., Bor Cineantropom. Desempenho
Kucukatay, M., Uyuklu, M., Hum, Vol.8, 2006. pp. 102-
Yalcin, O. & Baskurt, O. K. 109.
(2004), Effect of oxidant
vitamin treatment on the Urso, M.L., Clarkson, P.M. (2003),
time course of Oxidative stress, exercise,
hematological and and antioxidant
hemorheological alteration supplementation.
after an exhausting exercise Toxicology 189(1-2):41-54
episode in human subject. J Valizadeh1, A., Hossini, M.K., and
Appl Physiol, 98, 1272-79. Heris, M.S. (2011). Immune
Senturk, U. K., Gunduz, F., Kuru, O., response to changes in
Kocer, G., Ozkaya, Y. G., training intensity and
Yesilkaya, A., Bor duration in male athletes.
Kucukatay, M., Uyuklu, M., Annals of Biological
Yalcin, O. & Baskurt, O. K. Research,2 (6):662-667
(2005), Exerciseinduced Vina J, Gomez-Cabrera MC, Lloret
oxidative stress leads A, Marquez R, Minana JB,
hemolysis in sedentary but Pallardo FV (2000). Free
not trained humans. J Appl radicals in exhaustive
Physiol, 99, 1434-41. physical exercise:
mechanism of production
Silalahi, J. (2006). Makanan and protection by
Fungsional. Penerbit

188
JURNAL GENERASI KAMPUS VOLUME 9, NOMOR 2, SEPTEMBER 2016

antioxidants. IUBMB Life, mice. Peptides, 29: 1176-


50: 271–7. 1182.
Wang, L., Zhang, H.L., Zhou, Y.J., Winarsi, H. (2007) Antioksidan
Ma, R., Lv, J.Q., Li, X.L., Alami dan Radikal Bebas:
Chen, L.J. and Yao, Z. Potensi dan Aplikasinya
(2008). The decapeptide dalam Kesehatan. Kanisius,
CMS001 enhances
Yogyakarta, 153.
swimming endurance in

189