Anda di halaman 1dari 7

DRAMA STOP BULLY

Suasana kelas hari itu tetap sama seperti biasanya, membosankan, tenang, damai, dan tidak menarik.
Jenely, Apri, dan Frans menjalani hari-hari yang membosankan belajar di kelas bersama Pak Anis. Hingga
suatu hari, Pak Anis datang bersama tamu yang tak diduga.

Apri : Arrgh, bosannya belajar.


Jenely : Yah, bosan banget. Gak ada tanda kehidupan di kelas ini.
Frans : Hei, diam dan tenang. Kita sedang belajar di sini.
Jenely : Baiklah, ketua kelas yang terhormat
(sambil mengejek Frans)
Apri : Hahaha, hei Frans percuma menegur kami. Sudah dua tahun kita sekolah bareng masa sih gak
pernah sadar.
Frans : Maksudmu?
Jenely : Maksudnya, percuma kamu tegur kami. Kami tetap tidak akan berubah.
Frans : Biarlah. Yang penting kewajiban dan tugasku tetap kujalankan.
Apri : Terserahmu lah.
Pak Anis: Selamat pagi, anak-anak.
(Memasuki kelas)
Semua : Pagi, Pak.
Jenely : Wih, siapa tuh, Pak?
Apri : Dari luar negeri ya, Pak? Dari Hong Kong?
Pak Anis: Kalian berdua diam! Bapak belum berbicara kalian sudah nyemprot duluan kaya ibu-ibu.
Apri : Iya, iya, Pak.
Pak Anis: Baiklah. Bapak datang bersama teman baru kalian. Dia bukan dari luar negeri ataupun dari luar
angkasa. Dia ini pindahan dari luar kota. Tolong perkenalkan diri kamu.
(Memegang bahu Joni)
Joni : Ha… halo. Nama saya Joni, saya pindahan dari Surabaya.
Apri : Orang kaya, ya?
Jenely : Asik, pulang makan enak nih.
Frans : Hei kalian berdua. Dia kan belum selesai berbicara, biarkan dia berbicara sampai selesai dulu!
Pak Anis: Sudah, sudah! Joni silahkan lanjutkan.
Joni : I… iya, Pak. Saya pindah ke sini karena orang tua saya sedang bertugas di kota ini.
Pak Anis: Baiklah, Joni. Silahkan duduk di sebelah Frans. Oke anak-anak saya mau kembali ke ruangan
saya, jadi tolong jangan ribut. Frans, saya percayakan kelas ini sama kamu.
Frans : Siap, Pak.
Pak Anis: Baik, Bapak pergi dulu.
(Meninggalkan ruangan kelas)
Apri : Hei, anak baru kenalan dong.
(Menghampiri Joni)
Joni : Bo.. boleh.
Jenely : Kenapa kamu gugup begitu? Jangan grogi dong, kami gak makan mausia, kok.
Joni : Bu.. bukan itu. Aku cuman belum terbiasa.
Frans : Hei, kalian berdua. Jangan terlalu ribut. Ingat pesan Pak Guru.
Apri : Bacot banget. Kami kan mau berkenalan.
Jenely : Iya, Frans. Kami lagi senang karena ada teman baru. Kamu gak senang?
Frans : Bukan begitu. Ini kan lagi jam belajar. Nanti pas pulang kan bisa.
Apri : Kelamaan, entar gak sempat lagi.
Jenely: : Frans santai aja, ini kan kelas kita. Happy dong! kan kita ada teman baru masa harus hening
terus.
Frans : Ah terserah kalian!
Jenely : lanjut Apri!
Apri : Perkenalkan nama ku Apri dan ini Jenely.
(sambil memegang bahu jenely)
Joni : Ha… hai.
Jenely : Berani dong. Jangan gugup begitu, kaya banci aja.
Apri : Gak usah takut. Kami baik kok. Gak usah kaya banci, deh!

Kring!!!! Kring!!!!Kring!!!!! Bunyi bel pulang.

Apri : Ayo pulang udah bel, tuh!


Frans : (Jalan menghampiri Joni lalu memperkenalkan diri)
Hai….perkenalkan namaku Frans.
Joni : ha…hai namaku Joni.
Frans : Aku pulang duluan ya.
(lalu berjalan berjalan keluar kelas)

Ketika Joni berjalan keluar kelas dia dijegat oleh dua serigala itu lalu Mereka mengajaknya ke warung
susu.

Jenely : Ayo ke warung kopi kami traktir!


Joni : A…ayo.
(berjalan ke warung kopi)

Keesokan harinya mereka menjalankan aktivitas seperti biasa di sekolah. Namun pada hari itu suasana
sekolah sangat hambar karena Jenely dan Apri tidak hadir. Selama sehari tidak ada guru yang masuk ke
kelas untuk mengajar. Di dalam kelas Joni hanya membaca buku dan Frans hanya tidur.

Joni : Frans, Frans.


(Membangunkan Frans)
Frans : Ya, ada apa?
Joni : Ah, tidak. Ini sudah mau jam pulang. Lebih baik kau bersiap-siap.
Frans : Ah, baiklah terima kasih. Yah, kelas terasa bosan jika tidak ada mereka berdua.
Joni : Ya, kelas terasa lain.
Frans : Oya, bagaimana kemarin? Mereka tidak mengerjaimu, kan?
Joni : Tidak kok. Mereka baik juga ternyata.
Frans : Syukurlah. Ya sudah aku pulang duluan.
Joni : Oke.

Ketika Joni dalam perjalanan pulang, dia bertemu dengan Apri dan Jenely.

Jenely : Hei, Jon!


Joni : Hai, kalian tadi kenapa tidak masuk sekolah?
Apri : Kami lagi malas, Jon. Gak masuk sehari juga gak ngaruh kan.
Joni : Bukan begitu. Tapi nanti kan mempengaruhi nilai raport kalian.
Jenely : Udah lupakan saja. Ayo kita warung!
Joni : A…ayo.
(Berjalan ke warung kopi)

Keesokan harinya, Joni tampak lusuh di kelas.

Frans : (Memperhatikan Joni)


Hei, Jon. Kau baik-baik saja?
Joni : Ah… eh, i.. iya, aku baik-baik saja.
Frans : Benarkah? Kau terlihat pucat.
Joni : Ti.. tidak. Aku hanya kurang enak badan.
Apri : Hei, sudahlah gak usah sok sibuk urus orang.
Jenely : Itulah, urus diri sendiri aja! Gak usah urus hidup orang lain!
Frans : Bukan begitu, tapi dia kan lagi tidak enak badan. Lebih baik dia dipulangkan saja.
Jenely : Kalau kami tidak mau bagaimana?
Frans : Kenapa kalian tidak mau?
Apri : Dia sudah ada janji dengan kami. Dia mau traktir kami di warung kopi habis pulang sekolah.
Frans : Oh, jadi begitu. Kalian memaksanya untuk mentraktir kalian, kan?
Jenely : Sudah! Tutup mulutmu! Jangan banyak ikut campur!
Frans : Akan aku laporkan kalian pada Pak Guru!
(Menemui Pak Anis)
Frans : Pak… Pak! Tolong Joni, Pak!
(Berteriak tiba-tiba)
Pak Anis: Astaga, Tuhanku! Hei, Frans kenapa kamu? Bikin kaget saja!
Frans : Tolong Joni, Pak. Dia dipalak sama Jenely dan Frans.
Pak Anis: Benarkah?
Frans : Iya, Pak. Dan pulang ini mereka akan memalaknya lagi.
Pak Anis: Ya sudah, mari kita ke kelas.

Sementara itu di kelas.


Jenely : Hei, Jon. Awas kalau nanti kau pasang muka sedih di depan Pak Anis, ya!
Apri : Kalau sampai Pak Anis lihat kau sedih, kujamin hidupmu tidak akan tenang.
Joni : I… iya. Aku berjanji.
Apri : Bagus. Senyum-senyum aja kalau Pak Anis datang.
Joni : Ba… baik.
(Pak Anis dan Frans memasuki kelas)
Pak Anis: Mana Apri dan Jenely?
Apri : Di sini, Pak.
Jenely : Ada apa, Pak?
Pak Anis: Kalian memalak Joni, ya?
Apri : Siapa bilang, Pak?
Jenely : Iya, enak banget kami dituduh sembarangan!
Pak Anis: Frans, Bapak tanya sama kamu. Apakah yang kamu katakan tadi benar?
Frans : Benar kok, Pak.
Jenely : Coba lihat si Joni, Pak. Sedih gak mukanya?
Pak Anis: Joni, benarkah kamu dipalak sama mereka berdua?
Joni : Tidak kok, Pak. Justru saya yang ditraktir sama mereka berdua.
(Tersenyum kepada Pak Anis)
Pak Anis: Frans, apa-apaan ini? Kamu jangan tuduh temanmu sembarangan! Bapak tidak mau lagi hal ini
terjadi.
Frans : Iya, Pak. Saya minta maaf.
Pak Anis: Sudah, kalian siap-siap ini sudah mau pulang.
(Meninggalkan kelas)
Apri : Hei, sok jagoan! Jangan macam-macam sama kami, ya.
(Memukul perut Frans)
Frans : Ugghh…
Jenely : Ini peringatan buatmu. Kalau kau berani macam-macam lagi, rumah sakit jadi tempat tidurmu
selanjutnya!
Apri : Ayo, Jon. Kita ke warung!
(Apri, Jenely dan Joni meninggalkan ruang kelas)

Keesokan harinya, Joni semakin tidak karuan. Ia hanya tertunduk lesu dan tidak ada gairah belajar.

Frans : Jon! Jon!


Joni : Eh, ada apa?
Frans : Kamu benar-benar tidak apa-apa? Kamu sangat kacau.
Apri : Hei, masih tidak kapok juga, ya!
Jenely : Kita hajar saja!
Frans : Silahkan setelah Pak Anis menghukum kalian terlebih dahulu!
(Berlari meninggalkan kelas memanggil Pak Anis)
Frans : Pak… Pak
Pak Anis: Buset dah!
(Terkejut dan terlompat dari kursi)
Frans : Pak, tolong Joni!
Pak Anis: Eh, bocah gak tau tata krama! Kamu tidak tahu bapak lagi kerja?
Frans : Kerja apa, Pak? Bapak bukannya hanya main game, ya?
Pak Anis: Eh, sudah salah melawan lagi. Sana kembali ke kelas atau saya hukum!
Frans : (Berlutut)
Pak, kali ini saja. Tolong Joni, bukan saya!
Pak Anis: Ya, sudah. Karena saya kasihan sama kamu. Ayo!
(Sementara itu di kelas)
Apri : Jon, awas kalau kamu pasang muka begini, ya!
Joni : Tapi aku sudah tidak tahan.
Jenely : Berisik!
(Memukul Joni hingga jatuh dari kursi)
Joni : Arggh…
Apri : Dengar, ya. Kamu jangan macam-macam sama kami. Awas kau!
Joni : I… iya.
(Pak Anis dan Frans memasuki kelas)
Pak Anis: Joni, mana Joni?
Joni : Saya di sini, Pak. Ada apa ya, Pak?
Pak Anis: Loh, Frans kamu bilang tadi dia lagi butuh pertolongan. Kok ini aman-aman saja?
Frans : Demi Tuhan, Pak. Tadi dia sudah tidak karuan lagi. Dia butuh pertolongan. Mereka berdua
selalu memalaknya ketika pulang sekolah.
Pak Anis: Sudah berbohong, bawa nama Tuhan lagi! Kamu sudah tidak bisa Bapak maafkan. Sekarang
kamu berdiri dengan satu kaki dan kedua tangan memegang telinga sekarang!
Frans : Baiklah, Pak.
(Frans melakukan apa yang diperintahkan Pak Anis)
Apri : Hahahaha….
Jenely : Terlalu sibuk sih.
Pak Anis: Sudah kalian semua. Lanjutkan pelajaran kalian. Dan kamu, Frans. Jangan bergerak sampai jam
pulang sekolah!
Frans : Baiklah, Pak.
(Pak Anis meninggalkan ruang kelas)
Joni : Frans, kau tidak apa-apa?
Frans : Aku baik-baik saja. Tidak usah khawatirkan aku.
Jenely : Kan kami sudah bilang, jangan macam-macam sama kami.
Apri : Sok sibuk sih mau jadi pahlawan!
Joni : Kalian berdua! Sudah cukup, aku tidak mau jadi budak kalian lagi!
Jenely : Eh, apa kau bilang?
Joni : Aku bilang, aku tidak mau jadi budak kalian lagi!
Apri : Katakan sekali lagi!
(Mencengkeram kerah baju Joni)
Joni : Aku bilang…
Apri : Diam, kau!
(Memukul perut Joni)
Joni : Uggh…
(Tersungkur ke lantai)
Frans : Hei, kalian!
(Memukul Apri)
Apri : Sialan kau!
(Terjadi perkelahian sengit dan seru antara mereka berempat)
Frans : Jon, cepat panggil Pak Anis. Aku akan menahan mereka!
Joni : Baiklah
(Berlari memanggil Pak Anis)
Apri : Woi, sialan kau!
(Perkelahian berlanjut lagi antara Apri dan Jenely melawan Frans)
Joni : Pak Guru!
Pak Anis: Demi Neptunus! Apa yang terjadi, Jon? Kau terlihat sangat pucat.
Joni : Pak, tolong Frans. Dia dikeroyok di kelas.
Pak Anis: Apa? Benarkah?
Joni : Ia, Pak. Ayo ke kelas sekarang juga!
Pak Anis: Ayo!
(Berlari menuju kelas)
Pak Anis: Hei, kalian berdua cepat berlutut!
Apri : Tapi, Pak…
Pak Anis: Cepat! Tidak ada tapi-tapi. Jadi begini ternyata kalian, ya? Bersandiwara di depan saya. Besok
kalian datang ke sekolah bersama orang tua kalian.

(Drama diakhiri dengan penyampaian tentang Stop Bully oleh Frans)

SELESAI

Watak Tokoh

1.Apri
Sebagai seorang pelajar yang nakal dan suka memalak teman terutama Joni. Selain itu teman akrab
dengan Jenely.

2.Jenely
Sebagai seorang pelajar yang nakal dan suka memalak teman terutama Joni. Selain itu teman akrab
dengan Aprianus dan sangat jengkel dengan Frans.
3.Frans
Ketua kelas yang bertanggungjawab terhadap kelasnya dan sangat perihatin dengan teman kelas.
Selain itu, berani membela kebenaran.

4.Pak Anis
Guru yang tidak mudah untuk mempercayai sesuatu dengan mentah-mentah. Selain itu, tegas dengan
para pelajar dan latah.

5.Joni
Seorang siswa yang culun dan penakut tetapi suka membaca buku serta orang kaya. Selain itu, dia
sangat mudah dimanfaatkan oleh Jenely dan Apri.