Anda di halaman 1dari 3

YAYASAN PANCORAN MAS

SMK PANCORAN MAS DEPOK


Jl. Raya Mampang No. 314 Depok (16433) Tlp. 021 – 7759647

Ujian praktek FISIKA & KIMIA - SMK PANMAS 2018/2019


A. NERACA PEGAS
Pengertian dan Fungsi Neraca Pegas
Neraca pegas (dinamometer) adalah timbangan sederhana yang menggunakan pegas sebagai alat
untuk menentukan massa benda yang diukurnya neraca pegas mengukur ketegangan pegas, yang
sebenarnya adalah tekanannya.

1. Skala dalam Neraca Pegas


Neraca pegas mempunyai dua baris skala, yaitu skalaN (newton) dan g (gram). Untuk
menimbang beban (benda),atur terlebih dahulu skala 0 (nol) dengan cara memutarsekrup
pengatur skala. Setelah itu gantungkan benda pada pengait neraca. Selanjutnya, baca hasil
pengukuran.Kelebihan menimbang beban dengan neraca pegas yaitudalam sekali menimbang
benda dapat diketahui massa dan berat benda sekaligus.

2. Bagian-bagian Neraca Pegas


Bagian-bagian dinamometer (neraca pegas)
Gantungan : sebagai tempat untukmemegang dinamometer tersebut agar tidak
mengganggu proses pengukuran.
Penunjuk skala : bagian yang berfungsi untuk menunjukkan skala (hasil pengukuran)
Pegas : bagian dari dinamometer (neraca pegas) yang sangat vital.
Skala : harga yang tertera dalam dinamometer (neraca pegas) yang
menunjukkan hasil pengukuran
Pengait : sebagai tempat dimana benda diletakkan.

3. Prosedur Penggunaan Neraca Pegas


Kalibrasi
Kalibrasi adalah proses dalam membandingkan suatu acuan lokal kepada standar yang berlaku
untuk memastikan ketelitian suatu alat ukur atau menyetandarkan keadaan ukur sebelum
digunakan agar hasil pengukuran akurat, dan mendekati nilai benar. Adapun cara pengkalibrasi
dinamometer adalah dengan cara memutar sekrup yang ada di bagian atas dinamometer tanpa
beban hingga garis penunjuk skala menunjukan pada skala nol.

4. Cara Pengukuran
Adapun cara pengukurannya, yaitu :
Gantungkan benda yang akan diukur massanya pada pengait yang terdapat di bagian bawah
pegas. Setelah keadaan sistem tenang, lihat skala yang ditunjukan oleh penunjuk skala.

5. Cara Membaca
Cara membaca neraca pegas ini sama halnya seperti penggunaan alat ukur mistar yaitu melihat
angka yang ditunjukan oleh penunjuk skala. Batas ketelitian atau nilai skala terkecil pada
dinamometer berbeda-beda, namun biasanya yang sering digunakan di laboratorium adalah 0,1
N.

KRITERIA PENILAIAN
1 Praktek kerja 3
2 Pembacaan skala 4
3 Kerapihan saat praktek 3
Jumlah 10

B. KERTAS LAKMUS
Kertas Lakmus, cara simpel untuk mengetahui derajat keasaman suatu sampel

Jenis kertas lakmus


Kertas Lakmus terdiri dari beberapa jenis :
1. Kertas Lakmus Merah
Kertas Lakmus merah merupakan kertas lakmus yang berwarna merah. Jika dicelupkan ke dalam
sampel larutan asam, tidak terjadi perubahan warna (tetap). Namun jika dicelupkan ke dalam
larutan basa, seketika kertas lakmus merah akan berubah menjadi warna biru.

2. Kertas Lakmus Biru


Kertas Lakmus Biru merupakan kertas lakmus yang memiliki warna biru. Kertas lakmus biru
jika dicelupkan ke dalam sampel basa maka tidak akan terjadi perubahan. Namun sebaliknya
kertas lakmus biru dicelupkan ke dalam sampel asam maka seketika juga saat dicelup lakmus
biru akan menjadi merah.

3. Lakmus Netral
Kertas Lakmus Netral adalah kertas lakmus yang berwarna putih. Kertas lakmus ini jika dicelup
ke larutan asam maka akan berubah menjadi warna merah, jika dicelup ke larutan basa akan
menjadi biru. Perbedaannya dengan lakmus merah dan biru adalah warna awalnya berwarna
putih, dan lebih mudah lagi kita membedakan mana asam dan basa.

Kertas Lakmus
Untuk mengecek sifat suatu sampel terutama yang berwujud cair, kita dapat menggunakan
beberapa macam cara. Misalnya untuk mengecek pH, kita dapat menggunakan pH meter, pH
stick dan lain-lain.

Sifat suatu sampel salah satunya adalah derajat keasaman. Semakin tinggi jumlah ion hidrogen
dalam ionisasinya dengan air, maka semakin kuat keasamannya. Biasanya untuk sampel tersebut
memiliki pH yang asam atau < 7. Sedangkan untuk larutan/sampel bersifat basa memiliki pH > 7
antara 8-14. Salah satu yang dapat digunakan untuk mengetahui sifat suatu sampel adalah kertas
lakmus.
Kertas lakmus kita gunakan untuk menentukan sifat asam/tidaknya suatu sampel.
Penggunaannya pun cukup mudah dan praktis. Dengan perubahan warna merah dan biru kita
sudah mengetahui dengan pasti mana sampel asam dan mana yang basa.

Fungsi kertas lakmus


Dari beberapa uraian diatas, saya yakin temen-temen udah tau apa fungsi dari kertas lakmus ini.
Fungsi dari kertas lakmus adalah untuk mementukan derajat keasaman/kebasaan dari suatu
larutan (sampel). Asam/basanya suatu sampel dilihat dari perubahan warna yang terjadi pada
kertas lakmus.

Adapun perubahan tersebut yaitu :


1. Larutan bersifat asam jika lakmus merah tidak berubah warna, juga bersifat asam jika lakmus
biru berubah menjadi merah.
2. Larutan bersifat basa jika lakmus biru tidak berubah,juga bersifat basa jika lakmus merah
berubah menjadi biru.
Cara menggunakan kertas lakmus
1. Siapkan sampel yang akan di uji, tempat kan ke dalam gelas kimia.
2. Setelah sampel siap di uji, celupkan lakmus merah/biru ke dalam sampel tersebut.
3. Selanjutnya lihat perubahan pada kertas lakmus. Jika lakmus merah berubah menjadi biru,
maka sampel merupakan basa. Jika lakmus merah tidak berubah maka bersifat asam. Sebaliknya
jika lakmus biru menjadi merah maka sampel tersebut bersifat asam.

KRITERIA PENILAIAN
1, Praktek kerja :2
2. Penguasaan materi :2
3. menyimpulkan hasil praktek :3
4. Kerapihan Praktik :3