Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN TETAP

PRAKTIKUM FISIKA TEKNIK


ALAT UKUR LISTRIK ANALOG

Disusun Oleh :
KELOMPOK I
Aldy Try Kusuma (061740411834)
Anggun Pratiwi S. (061740411835)
Ayu Dzakiroh (061740411836)
Budiman Achmadi (061740411838)
Destry Nadia Putri (061740411839)
Dyah Carissa Azzaria (061740411840)
Emha Isnan Alfajri (061740411841)
Fhikri Fathoni (061740411842)
Julian Nosal Bahagia (061740411843)
Maulia Rizki (061740411845)

Kelas : 1 EGD

Instruktur : IDA FEBRIANA, S.Si. M.T

JURUSAN TEKNIK ENERGI


POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
2017
ALAT UKUR LISTRIK ANALOG

I. TUJUAN PERCOBAAN
Setelah melakukan percobaan mahasiswa diharapkan dapat:
1. Menjelaskan simbol-simbol alat ukur listrik
2. Menjelaskan data-data pada alat ukur listrik
3. Menggunakan alat ukur listrik dengan benar
4. Menentukan batas ukur yang tepat untuk alat ukur listrik bila digunakan dalam
pengukuran

5. Menentukan kesalahan pengukuran alat ukur listrik

II. ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN


 Peralatan ukur listrik analog (Voltmeter, Amperemeter, Multimeter)
 Tahanan berbagai muatan

III. DASAR TEORI


Sebelum menggunakan alat ukur listrik, salah satu hal yang perlu diperhatikan
adalah simbol-simbol alat ukur listrik tersebut. Di samping itu kita juga harus mengerti
maksud dari data yang terdapat pada suatu alat ukur.

Dari data diatas dapat dijelaskan :


Adalah alat ukur dengan azas kumparan putar
Adalah pemakaian alat ukur untuk arus searah dan arus bolak balik
Adalah kelas alat ukur 1,5
Adalah pemakaian alat ukur vertical
Adalah isolasi sudah teruji pada tegangan 2000volt

A. Pembagian Alat Ukur


Contoh pembagian pada mistar yang benar
Di antara pembacaan A, B dan C hanya dari arah B yang benar, lakukan pembacaan dari
arah a, b, dan c isi hasil bacaan ke tabel.

B. Pembacaan skala alat ukur satu strip skala

Batas ukur = 6 volt


Jumlah strip = 30 volt
Satu strip skala 6/30 = 0,2 volt
C.macam skala alat ukur.
Alat ukur dengan azaz kumparan putar dengan skala linier.

Alat ukur dengan azas besi putar dengan skala non linier

D.Kela
s Alat Ukur
Ketelitian alat ukur disebut keals alat ukur. Kelas alat ukur dibagi menjadi 2 :
Grup 1 : Meter presisi
Kelas 0,1; 0,2-0,50
Grup 2 : Meter kerja
Kelas 1; 1,5; 2,5-5
E. Menentukan kesalahan pengukuran
Contoh voltmeter dengan batas ukur maksimum = 60 watt
Kelas alat ukur = 2,5
Kesalahan ukur = 25% x 60 volt = 15 volt

F. Cara menggunakan alat ukur


a. Amperemeter

Amperemeter selalu dihubungkan secara seri dengan beban


B. Voltmeter

Voltmeter selalu dihubungkan paralel dengan beban.


C.Wattmeter
CARA MENGGUNAKAN:
 Kumparan arus dihubungkan secara seri dengan beban
 Kumparan tegangan dihubungkan parallel dengan beban

IV.LANGKAH KERJA
1. Menghubungkan alat ukur listrik analog ke baterai 1,5 volt.
2. Mengatur jarum penunjuk ke 10 volt, mencatat angka yang ditunjukkan jarum
3. Mengubah jarum penunjuk ke 2,5 volt, catat angka yang tertera.
4. Mengulangi percobaan untuk baterai 9 volt dan juga untuk hambatan
5. Catat tegangan dan hambatan yang terjadi jika dihubungkan ke alat ukur listrik.

V. DATA HASIL PENGAMATAN


A. TABEL DATA HASIL PENGAMATAN
1. Baterai 1,5 Volt

SAMPEL A B C D

X1 1,5 V 1,5 V 1,6 V 1,6 V

X2 1,58 V 1,58 V 1,58 V 1,6 V

X3 1,55 V 1,55 V 1,58 V 1,55 V

X4 1,58 V 1,58 V 1,6 V 1,58 V

X5 1,6 V 1,6 V 1,55 V 1,55 V

X6 1,6 V 1,55 V 1,58 V 1,6 V

X7 1,6 V 1,6 V 1,6 V 1,55 V

X8 1,6 V 1,55 V 1,6 V 1,55 V

X9 1,6 V 1,58 V 1,6 V 1,55 V

X10 1,6 V 1,6 V 1,6 V 1,55 V

X11 1,6 V 1,55 V 1,6 V 1,55 V


2. Baterai 9 Volt

SAMPEL X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 X11

A 9,2V 9,2V 9,2V 9,1V 9,0V 9,4V 9,0V 9,0V 9,0V 9,0V 9,0V

B 9,4V 9,4V 9,4V 9,2V 8,9V 9,2V 9,2V 9,2V 9,2V 9,2V 9,2V

C 9,2V 9,2V 9,2V 9,2V 9,0V 9,2V 9,2V 9,2V 9,2V 9,2V 9,2V

PERHITUNGAN DATA HASIL PENGUKURAN

1. Baterai 1,5 Volt


a. Sampel A X = (1,58 ± 0,05 volt)
ΣV 17,41 V
 x́ = n = 11 = 1,58 Volt
xMax-xMin 1,6 V −1,5V
 ∆X = 2 = 2
= 0,05 Volt

b. Sampel B X = (1,55 ± 0,05 volt)


ΣV 17,14 V
 x́ = n = 11 = 1,55 Volt
xMax-xMin 1,6 V −1,5V
 ∆X = 2 = 2
= 0,05 Volt

c. Sampel C X = (1,58 ± 0,025 volt)


ΣV 17,49 V
 x́ = n = 11 = 1,59 Volt
xMax-xMin 1,6 V −1,55V
 ∆X = 2 = 2
= 0,025Volt

d. Sampel D X = (1,58 ± 0,025 volt)


ΣV 17,18 V
 x́ = n = 11 = 1,56 Volt
xMax-xMin 1,6 V −1,58V
 ∆X = 2 = 2

= 0,025 Volt
2. Baterai 9 Volt
a. Sampel A X = (9,0 ± 0,1 volt)
ΣV 99,8V
 x́ = n = 11 = 9,0 Volt
xMax-xMin 9,2V −9,0 V
 ∆X = 2 = 2
= 0,1 Volt

b. Sampel B X = (9,2 ± 0,25 volt)


ΣV 101,5 V
 x́ = n = 11 = 9,2 Volt
xMax-xMin 9,4 V −8,9 V
 ∆X = 2 = 2
= 0,25Volt

c. Sampel C X = (9,2 ± 0,2 volt)


ΣV 99,8V
 x́ = n = 11 = 9,2 Volt
xMax-xMin 9,2V −9,0 V
 ∆X = 2 = 2
= 0,2 Volt

TABEL DATA HASIL PERHITUNGAN

1. Baterai 1,5 Volt

SAMPEL NILAI X
SAMPEL A (1,58 ± 0,05 volt)

SAMPEL B (1,55 ± 0,05 volt)

SAMPEL C (1,59 ± 0,025 volt)

SAMPEL D (1,56 ± 0,025 volt)

2. Baterai 9,0 Volt

SAMPEL NILAI X

SAMPEL A (9,0 ± 0,1 volt)

SAMPEL B (9,20 ± 0,25 volt)

SAMPEL C (9,2 ± 0,4 volt)

NILAI WARNA PADA RESISTOR

1. Resistor A
Hambatan : 470 Ω. Daya = 2 W
 Pita 1 : Kuning (4)
 Pita 2 : Ungu (7)
 Pita 3 : Coklat (10)
 Pita 4 : Emas (5)
Sehingga nilai resistor 47 Ω dengan toleransi ±6%

2. Resistor B
Hambatan = 4,7 K Ω, Daya = 2 W
 Pita 1 : Kuning (4)
 Pita 2 : Ungu (7)
 Pita 3 : Merah (100)
 Pita 4 : Emas (5)

Sehingga nilai resistor 4 Ω dengan toleransi 25%

3. Resistor C

Hambatan = 1 K Ω, Daya = 2 W

 Pita 1 : Coklat (1)

 Pita 2 : Hitam (0)

 Pita 3 : Merah (100)

 Pita 4 : Merah (-)

Sehingga nilai resistor 10 Ω dengan toleransi tak bernilai.

4. Resistor D

Hambatan = 10 K Ω 1%, Daya = 0,25 W

 Pita 1 : Coklat (1)

 Pita 2 : Hitam (0)

 Pita 3 : Hitam (0)

 Pita 4 : Merah (100)

 Pita 4 : Emas (5%)

Sehingga nilai resistor 100 Ω dengan toleransi ± 5%.


VI. ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang disebabkan dari pergerakan
elektron-elektron, mengalir melalui suatu titik dalam sirkuit listrik tiap satuan
waktu. Sedangkan teori lain menyebutkan bahwa arus listrik adalah aliran
partikel – partikel bermuatan positif yang melalui konduktor (walau negatif lah
yang mengalir pada konduktor, dan hasil data pengamatan setiap warna dari
resistor memiliki angka kecuali emas, dan silver, namun ada juga memiliki
mulai multi, warna tersebut adalah hitam, merah, coklat, kuning, orange, biru,
ungu, dan hijau.
Dan hasil data pengamatan untuk baterai 1,5 Volt mempunyai nilai X, untuk
sampel A, X = (1,58 ± 0,05), sampel B, X = (1,55 ± 0,05), sampel C, X = (1,590
± 0,025), dan sampel D, X = (1,560 ± 0,025). Hasil data pengamatan untuk
baterai 9 Volt mempunyai nilai X, sampel A, X = (9,0 ± 0,1), sampel B, X =
( 9,20 ± 0,25), dan sampel C, X = (9,2 ± 0,2 volt).
Dari percobaan yang telah di lakukan dapat diketahui bila hasil pengukuran
tegangan pada baterai 1,5 Volt lebih besar dari tegangan aslinya, dan juga baterai
9 Volt hasil pengamatan tegangan yang dihasilkan lebih besar.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil lebih besar dari pengamatan
yaitu, nilai resistansi yang lebih besar dari nilai hambatan dalam multi tester,
selain itu dikarenakan faktor tingkat ketelitian dari pengamat dan pelaku
percobaan yang berbeda. Dan jika hasil lebih rendah dari hambatan, hal ini
disebabkan baterai telah dipakai sebelum percobaan, sehingga hasil nilainya
berkurang.
Data hasil pengamatan untuk baterai 1,5 Volt untuk sampel baterai A, B, C, dan
D dari pengamatan X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8, X9, X10, dan X11 adalah
X1 untuk sampel A, B, C, dan D adalah (1,5, 1,5, 1,6, dan 1,6), X2, untuk
sampel A, B, C, dan D adalah (1,58 V, 1,58 V, 1,58 V, dan 1,6 V), X3 untuk
sampel berurutan A, B, C, dan D adalah (1,55 V, 1,55 V , 1,58 V, dan 1,55V), X4
untuk sampel berurutan A, B, C dan D adalah (1,58 V, 1,58 V, 1,6 V, dan 1,58
V), X5 untuk sampel berurutan A, B, C dan D adalah (1,6 V, 1,55 V, 1,5 8 V, dan
1,6 V), X6 untuk sampel berurutan A, B, C dan D adalah (1,6 V, 1,55 V, 1,58 V,
dan 1,6 V), X7 untuk sampel berurutan A, B, C dan D adalah (1,6 V, 1,6 V, 1,6
V, dan 1,55 V), X8 untuk sampel berurutan A, B, C dan D adalah (1,6 V, 1,5 V,
1,6 V dan 1,55 V), X9 untuk sampel berurutan A, B, C, dan D adalah (1,6 V,
1,58V, 1,6 V, dan 1,55 V), X10 untuk sampel berurutan A, B, C dan D adalah
(1,6 V, 1,5 V, 1,6 V, dan 1,55 V), dan X11 untuk sampel yang terakhir A, B, C
dan D berurutan adalah (1,6 V, 1,55 V, 1,6 V, dan 1,55 V).
Data hasil pengamatan untuk baterai 9 Volt sampel A, B, C dari pengamat X1 –
X11 adalah X1 = 9,2 V, 9,4 V, dan 9,2 V, X2 = 9,2 V, 9,4 V, dan 9,2 V, X3 = 9,2
V, 9,4 V, dan 9,2 V. X4 = 9,1 V, 9,2 V, dan 9,2 V, X5 = 9,0 V, 8,9 V, dan 9,0 V,
X6 = 9,1 V, 9,2 V, dan 9,2 V, X7 = 9,0 V, 9,2 V, dan 9,2 V, X8 = 9,0 V, 9,2 V, dan
9,2 V, X9 = 9,0 V, 9,2 V, dan 9,2 V, X10 = 9,0 V, 9,2 V, dan 9,2 V, dan X11 = 9,0
V, 9,2 V, 9,2 V.
Penggunaan multitester pada percobaan dua baterai yang memiliki voltmeter
yang berbeda. Skala yang lebih mendekati adalah perhitungan yang paling
akurat, jika menggunakan skala yang digunakan lebih kecil dari bahan uji dapat
menyebabkan atau menimbulkan kerusakan pada multitester. Adanya perbedaan
data disebabkan oleh ketidaktelitian pengamat dan juga dapat terjadi karena
letak alat ukut atau penggunaan yang salah.
Terjadi pembacaan yang salah karena sebetulnya yang dilakukan adalah
memperkirakan pembaca skala yang menurut pembaca secara konsisten. Dalam
hal ini hasil yang diberikan adalah pembacaan yang lebih mendekati nilai yang
sebenarnya berdasarkan percobaan kami.

PERTANYAAN

1.

10 V

Bila voltmeter dipasang pada gambar tersebut apa yang terjadi pada alat berikan alasan
saudara

Jawab:

Untuk pengukuran voltmeter harus disusun paralel dengan beban. Jika voltmeter
disusun seri maka tegangan yang terukur berdasarkan hambatan dalam voltmeter
tersebut.

2.
10 V

Bila ampermeter dipasang seperti gambar apa yang terjadi pada alat
amperemeter,jelaskan alasan saudara
Jawab:
Jarum amperemeter tidak akan bergerak karena disusun paralel. Untuk
mengukur arus, amperemeter disusun seri dengan hambatan.

VII. KESIMPULAN
1. Baterai 1,5 Volt
Nilai X :
 (1,58 ± 0,05 volt)
 (1,55 ± 0,05 volt)
 (1,59 ± 0,025 volt)
 (1,56 ± 0,025 volt)
2. Baterai 9 Volt
Nilai X :
 (9,0 ± 0,1 volt)
 (9,20 ± 0,25 volt)
 (9,2 ± 0,4 volt)
DAFTAR PUSTAKA

1. Jobsheet, Praktikum Fisika Teknik, Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang.


2017
2. https://s2.bukalapak.com/img/7853667741/s-194-
194/Jual_Baterai_ABC_1_dus_24_pcs_Tipe_AA_Type_1_5V_1_
5_V_Batre_.jpg
3. http://tokolistrik.ga/wp-
content/uploads/2017/04/519286_ed3e4480-49fd-4677-b08f-
4a9801b1cb7d.jpg
4. https://3.imimg.com/data3/JQ/JC/MY-3653435/23-250x250.jpg
5. http://alatukur.web.id/wp-content/uploads/2016/09/Cara-
Menggunakan-Multimeter.jpg
6. http://4.bp.blogspot.com/-
yBW1Qa2PVRw/Ux_adPZkDoI/AAAAAAAAAAs/s_DcQYJrd
SM/s1600/Breadboard2.jpg
7. http://uc.blogdetik.com/444/44404/files/2012/10/77eb5c43fe6618
d718ab48c8319d5726_gambar-6.jpg
GAMBAR ALAT

VOLTMETER MULTI TESTER

PAPANBOARD ELEKTRONIKA JUMPER (DIODA)

BATERAI 1,5 VOLT BATERAI 9 VOLT