Anda di halaman 1dari 2

Kewajiban Menuntut Ilmu

Assalamua’alikum wr wb, Washalatuwassalam ‘ala Rasulillah wa alaihi washahbihi wamawwallah.


Huwaladzi arsala rasulahu bil hudaa, wa diinil haq, liyudhirahu ‘aladiinil kullihi, wa kaffabillahi syahida.
‘amma ba’du. Shalawat beserta salam kita curahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad
saw,pada para shahabatnya, tabi’in, tabi’ut tabi’in, serta pengikut risalahnya hingga akhir zaman.
Alhamdulillahirabbil’alamiin, saya berkesempatan hadir dan berdiri di depan ibu/bapak sekalian yang
saya hormati dalam lomba pidato......

Perkenalkan nama saya Navanza AH, saya berasal dari SMPN 6 Depok. Di hari yang indah ini saya akan
membawakan sebuah pidato berjudul “Kewajiban Menuntut Ilmu” semoga berkenan di hati ibu/bapak
sekalian.

Bapak/Ibu yang saya hormati.

Rasulullah pernah bersabda,

Thalabul’ilmi fariidhatun ‘ala kulli muslim. Yang artinya menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim.
Kewajiban ini bagi setiap diri kita tanpa kecuali, artinya menuntut ilmu termasuk ke dalam fardu ‘ain
yang sama dengan kewajiban shalat, puasa, dan ibadah ritual lainnya yang mungkin bisa gugur kecuali
kita sendiri yang melaksanakannya.

Mengapa demikian?

Bayangkan! Apakah mungkin kita beramal tanpa ilmu? Apakah mungkin kita mengetahui perintah Allah
tanpa tahu ilmunya? Jawabannya tidak mungkin, bapak/ibu sekalian. Tidak mungkin kita bisa beramal
tanpa ilmu, sebagaimana tidak mungkin kita berjalan dengan mata tertutup tanpa penuntun. Karena itu,
menuntut ilmu agama wajib dalam Islam.

Bapak/Ibu sekalian.

Allah berfirman dalam surat Almujadilah ayat 11:

   


  
 ......  
Niscaya Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi
ilmu beberapa derajat.

Allah memberi derajat yang lebih tinggi bagi orang yang berilmu, mengapa demikian? Karena ibadah,
akhlaq yang kita miliki berasal dari pengetahuan kita, kita bisa keluar dari kebodohan karena ilmu, kita
bisa beribadah dengan benar karena ilmu, bahkan kita bisa berakhlaqul kariimah karena ilmu, kita bisa
menjadi manusia yang lebih baik dengan ilmu. Ilmu-ilmu yang Allah perintahkan, kemudian kita
laksanakan. Begitulah keistimewaan orang yang berilmu, karena itu wajib bagi kita untuk menuntut
ilmu.

Bapak/Ibu sekalian yang saya cintai.

Lalu bagaimana dengan ilmu kehidupan? Begitu pun dengan ilmu agama, ilmu kehidupan sangatlah
istimewa. Pada masa Kekhalifahan Abbasiyah, Para Khalifah pernah menghargai setiap orang yang
mengarang kitab dan menerjemahkan buku dengan imbalan emas. Ulama terdahulu bukan sekedar
faqih fi diin, tetapi juga memahami ilmu untuk menunjang kehidupan. Banyak sekalian penemuan baru
yang mengubah dunia. Kita semua mengenal Aljabar, yang meletakkan dasar ilmu matematika. Ibnu
Firnas yang menciptakan model pesawat terbang sederhana. Dan para ulama sekaligus ilmuwan lain
yang berjasa dalam kehidupan ini. Dengan menuntut ilmu kita bukan sekedar mewujudkan perintah
Allah tapi juga memberi manfaat kepada sesama. Rasulullah pernah bersabda “sebaik-baiknya manusia
di antara kalian adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia.”

Bapak/Ibu sekalian yang saya hormati.

Tentu, menuntut ilmu tidaklah mudah, pahala bagi yang mencari ilmu adalah surga. Perlu kesungguhan
dan ketekunan agar ilmu yang kita cari dapat membuahkan pahala dan membawa manfaat bagi kita
semua. Imas Syafi’i pernah berkata “Jika kau tak sanggup menahan lelahnya belajar, maka kau harus
menanggung perihnya kebodohan.” Belajarlah dan terus belajar agar kita bisa bermanfaat bagi orang-
orang yang ada di sekitar kita.

Alhamdulillah, bapak/ibu sekalian yang saya hormati dan saya cintai. Demikianlah pemaparan saya
tentang kewajiban menuntut ilmu. Saya ucapkan mohon maaf sebesar-besarnya atas kesahalan yang
saya perbuat selama saya memaparkan pidato ini, kebodohan berasal dari saya dan kebenaran hanya
datang dari Allah semata.

Akhirul kalam, wassalamu’alaikum wr. wb.