Anda di halaman 1dari 1

TUGAS PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

NAMA : ANDI ARIF ASMORO NIM: 2014-11-044


KELAS: D

1. Wattmeter 1 Fasa
 Prinsip Kerjanya
secara luas dalam pengukuran daya, wattmeter tipe Elektrodinamometer dapat dipakai
untuk mengukur daya searah(DC) maupun daya bolak-balik (AC) untuk setiap bentuk
gelombang tegangan dan arus dan tidak terbatas pada gelombang sinus saja. Wattmeter
tipe elektrodinamometer terdiri dari satu pasang kumparan yaitu kumparan tetap yang
disebut kumparan arus dan kumparan berputar yang disebut dengan kumparan
tegangan, sedangkan alat penunjuknya akan berputar melalui suatu sudut, yang berbanding
lurus dengan hasil perkalian dari arus-arus yang melalui kumparan-kumparan tersebut.

 Pengukuran Daya
Daya reaktif yang disuplai ke sebuah rangkaian arus bolak-balik sebagai satuan yang disebut
VAR (Volt-Ampere-Reaktif), karena itu memberikan perbedaan antara daya nyata dan daya
oleh komponen reaktif. Merupakan dua fasor E dan I yang menyatakan tegangan dan arus pada
sudut fasa θ. Daya nyata adalah perkalian komponen-komponen sefasa dari tegangan dan arus
(E.I cos θ), sedang daya reaktif adalah perkalian komponen-komponen reaktif yaitu E.I sin θ
atau EI cos (θ-90°). Jika tegangan bergeser sebesar 90° dari nilai sebenarnya, komponen sefasa
yang bergeser akan menjadi E cos (θ-90°) sehingga perkalian komponen-komponen sefasa
menjadi E.I cos (θ-90°), yang mana adalah daya reaktif.

2. Wattmeter Fasa Banyak


 Prinsip Kerjanya
Pengukuran daya dalam suatu system fasa banyak memerlukan pemakaian dua atau lebih
wattmeter. Kemudian daya nyata total diperoleh dengan menjumlahkan pembacaan masing-
masing wattmeter secara aljabar. Teorema Blondel menyatakan bahwa daya nyata dapat
diukur dengan mengurangi satu elemen wattmeter dari sejumlah kawat-kawat dalam setiap
sistem fasa banyak, dengan persyaratan bahwa satu kawat dapat dibuat “common” terhadap
semua rangkaian potensial

 Pengukuran Daya
Pengukuran daya dalam suatu sistem fasa banyak, memerlukan pemakaian dua atau lebih
wattmeter. Kemudian daya nyata total diperoleh dengan menjumlahkan pembacaan masing-
masing wattmeter secara aljabar. Daya Aktif : P = V x I x cos φ Daya Reaktif : Fasa ke netral (1
fasa) Q = V x I x Sin Ø Fasa ke fasa (3 fasa) Q = √3 x V x I x Sin Ø